Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM

KARTOGRAFI DASAR

ACARA V
GENERALISASI PETA

Disusun oleh:
Nama
NIM
Hari, Tanggal
Waktu
Asisten

: Rakhmat Dwi Putra


: 16/397511/GE/08390
: Rabu, 12 Oktober 2016
: 13.00 15.00
: 1. Intan Khaeruli F
2. Widya Nur Fauziah

LABORATORIUM KARTOGRAFI
PROGRAM STUDI KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH
DEPARTEMEN SAINS INFORMASI GEOGRAFI
FAKULTAS GEOGRAFI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2016

ACARA V
GENERALISASI PETA
I. TUJUAN
1. Mengidentifikasi generalisasi pada peta cetak yang berbeda skalanya
2. Memahami generalisasi geometrik pada peta digital dan data digital yang
dilakukan pada perangkat lunak
II. BAHAN DAN ALAT
1.
Peta RBI skala 1:25.000 dan skala 1:250.000, cakupan daerah sama
2.
Alat tulis
3.
Laptop atau komputer*
4.
Perangkat lunak QuantumGIS/ArcGIS*
5.
Peta dalam format digital*
*) untuk kepentingan demonstrasi oleh asisten
III. LANGKAH KERJA

AcrGIS

Peta RBI skala 1:25.000 dan skala 1:250.000


Openstreetmap

Membandingkan kerincian informasi


Demonstrasi generalisasi
Demonstrasipeta
3 level
digital
perbesaran peta oleh asisten
Tabelgeneralisasi
perbandingan aspek generalisasi
Tabel perbandingan aspek
Ulasan tentang generalisasi pada peta digital

IV.

HASIL PRAKTIKUM
1. Tabel identifikasi generalisasi pada Peta RBI skala 1:25.000 dan
input

proses

output
1:250.000 (terlampir)
2. Tabel identifikasi generalisasi pada Peta Open Street Map (terlampir)
3. Uraian generalisasi pada data digital menggunakan perangkat lunak

(pembahasan)
V. PEMBAHASAN

Generalisasi peta merupakan proses penyederhanaan jumlah detail sebuah


peta dengan cara yang masih penuh arti. Proses generalisasi dilakukan apabila
skala peta direduksi (Kraak dan Omerling 2013, 80). Generalisasi memiliki
beberapa aspek antaralain pemilihan, penyederhanaan, penghilangan, perbesaran,
penggeseran tempat, menitikberatkan, kombinasi, dan klasifikasi.
Pemilihan yaitu proses pemilihan simbol identik yang akan dihilangkan tetapi
tidak mengganggu distribusi fenomena keseluruhan.. Simbol peta yang dilakukan
pemilihan adalah jalan utama dengan jalan arteri. Jalan utama akan dipilih dan
jalan arteri akan dhilangkan. Hal ini dimaksudkan supaya peta tidak terlalu kusut.
Penyederhanaan dilakukan dengan manghilangkan sebagian bentuk dari simbol.
Pada sungai yang berkelok-kelok, generalisasi dilakukan dengan menghilangkan
sebagian bentuk sungai sehingga menjadi bentuk yang lebih sederhana.
Penghilangan dimaksudkan untuk menghilangkan unsur dipermukaan bumi yang
dianggap tidak penting. Anak sungai akan dihilangkan saat generalisasi karena
anak sungai tersebut juga merupakan bagian dari induk sungai sehingga yang
tersisa hanyalah induk sungainya saja. Perbesaran dilakukan saat objek yang
penting memiliki ukuran sangat kecil akibat pengecilan skala. Jalan arteri akan
berukuran sangat kecil jika skala peta direduksi sehingga pembersaran diperlukan
agar jalan tersebut masih dapat dibaca dan dilihat oleh mata. Penggeseran tempat
dilakukan karena adanya reduksi skala. Pusat pemerintahan yang jaraknya jauh
terhadap jalan akan digeser mendekati jalan supaya jaraknya tetap sama jika
dikalikan skala. Menitikberatkan merupakan proses pemilihan objek yang akan
dipertahankan. Jalan yang dekat dengan pemukiman akan dipertahankan
sedangkan jalan lain yang jauh dengan pemukiman akan dihilangkan. Kombinasi
dilakukan dengan cara menggabungkan beberapa simbol objek identik menjadi
satu simbol. Pemukiman dengan beberapa bangunan digabungkan menjadi satu
area pemukiman tanpa menggambarkan bentuk asli bangunan tersebut. Klasifikasi
dimaksudkan untuk menggabungkan objek berbeda namun masih dalam satu
jenis. Objek sawah yang berimpitan dengan perkebunan akan diklasifikasikan
menjadi satu simbol yaitu simbol ladang.
Data digital pada peta digital tidak dapat dilakukan generalisasi. Aplikasi
yang digunakan untuk mengolah peta digital adalah AcrGIS. Dalam aplikasi

ArcGIS saat dilakukan pengubahan skala tidak akan terjadi generalisasi, hanya
petanya saja yang berubah ukuran tetapi simbol peta tidak berubah ukurannya.
Sehingga simbol akan menutupi objek yang lain. Sama halnya saat dilakukan
pembesaran skala, informasi peta tidak mengalami penambahan hanya petanya
saja yang bertambah besar. Namun, simbol dalam peta ArcGIS dapat diubah
ukurannya sendiri tanpa terkait dengan faktor pengubahan skala peta sehingga
apabila akan memperkecil skala peta maka simbol peta juga harus dikecilkan
ukurannya serta dilakukan penyederhanaan informasi peta tersebut. Berbeda
dengan OpenStreetMap, saat dilakukan pengubahan skala akan terjadi perubahan
kedetilan informasi. Pada OpenSreetMap saat dilakukan pengecilan skala akan
mengalami generalisasi dan penyederhanaan informasi. Sedangkan, saat dilakukan
perbesaran skala akan mengalami penambahan informasi dan informasi peta
tersebut akan semakin detail. Keuntungan dalam menggunakan aplikasi ArcGIS
adalah bebas dengan koneksi internet sehingga dapat digunakan di daerah
manapun, sedangkan kelemahannya adalah tidak adanya generalisasi sehingga
akan mengganggu dalam menginterpretasikan peta saat dilakukan pengecilan
skala. Keuntungan peta OpenStreetMap adalah saat dilakukan reduksi skala akan
mengalami generalisasi dan saat dilakukan pembesaran skala akan mengalami
penambahan informasi peta. Namun, kelemahannya adalah saat menggunakan
OpenStreetMap komputer harus terkoneksi dengan jaringan internet sehingga
tidak bisa digunakan di daerah terpencil yang tidak ada jaringan internetnya.

VI.

KESIMPULAN
1. Generalisasi pada peta mempunyai aspek yang terdiri dari pemilihan,
penyederhanaan,

penghilangan,

perbesaran,

penggeseran

tempat,

menitikberatkan, kombinasi, dan klasifikasi yang dimaksudkan supaya peta


tampak jelas namun tidak kehilangan karakteristiknya.
2. Generalisasi geometrik lebih menekankan pada penyederhanaan bentuk.
Generalisasi

dapat

dilakukan

pada

peta

digital

melalui

aplikasi

OpenStreetMap dengan memperkecil skala peta. Pada aplikasi ArcGIS saat


dilakukan reduksi skala tidak mengalami generalisasi

DAFTAR PUSTAKA
Wibowo, Totok Wahyu,S.Si., M.Sc. dan Dr. Nurul Khakhim, M.Si. 2016.
Petunjuk Praktikum Kartografi Dasar (GKP 0101). Yogyakarta: Fakultas
Geografi Uiversitas Gadjah Mada

Kraak, Menno-Jan dan Ferjan Ormeling. 2013. Kartografi: Visualisasi Data


Geospasial. Edisi ke 2. Diterjemahkan oleh: Sukendra Martha dkk.
Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

TUGAS
1. Menurut saudara apa peran ilmu karografi dalam suatu negara? Akan lebih
baik jika disertai dengan berbagai data dan contoh.
Ilmu kartografi bereperan penting dalam memetakan suatu wilayah
dan menjadi alat bantu untuk visualisasi data statistik dalam format
spasial. Pada suatu negara, kartografi sangat diperlukan. Contohnya
dalam memetakan wilayah administrasinya serta batas-batas
dengan negara lain sehingga keutuhan wilayah dan kedaulatan
negara tetap terjaga. Contoh lain adalah kartografi memuat data
informasi geospasial sehingga dapat digunakan untuk keperluan
intelejen, pertahanan dan keamanan negara dibidang militer. Selain
itu kartografi juga dapat memberikan data untuk analisis daerah
rawan bencana, persebaran curah hujan dan iklim, serta analisis
dibidang ekonomi dan politik.
2. Jelaskan seberapa penting pengetahuan pemetaan untuk kepentingan studi
geografi?
Pengetahuan pemetaan merupakan suatu hal yang penting dalam
studi geografi. Pengetahuan pemetaan menjadi alat bantu dalam
menganalisis fenomena yang ada di bumi dikarenakan studi
geografi itu sendiri merupakan studi mengenai hubungan timbal
balik antara manusia dengan bumi dalam konteks keruangan,
kewilayahan, dan kelingkungan. Sehingga dalam studi geografi,
pengetahuan pemetaan berperan sebagai alat bantu utama dalam
menganalisis fenomena geosfer serta berfungsi untuk perencanaan
dan penelitian dalam bentuk dokumen ilmiah.