Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 LatarBelakang
Sesuai dengan arti Anatomi dan Fisiologi itu sendiri , bahwa kajian dari
matakuliah ini adalah mengenai hubungan struktur tubuh manusia dengan
fungsinya. Pembahasan tersebut berkenaan dengan struktur, komponen
penyusun dari tubuh manusia beserta kegunaannya. Dalam mempelajari
sesuatu tentu saja akan lebih paham jika ada tugas yang berkenaan dengan
materi tersebut. Karena hal tersebutlah, maka makalah ini disusun. Tentu
saha selain untuk sekedar memenuhi tugas dari mata kuliah Anatomi dan
Fisiologi tentang materi Badan Mikro.
1.2 Rumusan Masalah
a. Apa yang dimaksud Badan Mikro ?
b. Sebutkan macam-macam Badan Mikro ?
c. Apa fungsi Badan Mikro ?
1.3 Tujuan
a. Untuk mengetahui pengertian Badan Mikro
b. Untuk mengetahui jenis-jenis Badan Mikro
c. Untuk mengetahui fungsi Badan Mikro

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
a. Struktur dan Penyebarannya

10Anatomi

dan Fisiologi (Badan Mikro)

Badan mikro mudah dibedakan dari organel lain karena adanya enzim
katalase. Enzim ini dapat dilihat dengan mikroskop elektron bila
diperlukan dengan pengecatan 3,3-diaminobenzidine (DAB). Hasilnya
tidak tembus electron, dan tampak sebagai daerah gelap bila sel
mengandung enzim katalase. Dengan mikroskop electron badan mikro
yang berasal dari sel-sel hewan maupun tumbuhan tampak sebagai
bangunan yang dibatasi oleh membran tunggal, dan di dalamnya
mengandung matriks yang amorf atau glandular. Pada jaringan
tertentu matriks badan mikro berisi struktur nukleoid Kristal.
(crystalline nucleoid structure). Bentuk Kristal ini umumnya adalah
urat oksidase, salah satu enzim dari matriks badan mikro.
b. Komposisi Kimia dan Permeabilitas Badan Mikro
Membran yang membatasi badan mikro lebih tipis dari membrane
plasma, tebalnya hanya 6-8 nm. Ini kurang lebih sama tebalnya
dengan membran retikulum endoplasma dan membrane luar
mitokondria. Badan mikro intak memiliki tingkat osmotikum yang
relatif stabil, tetapi akan pecah bila berada dalam larutan pirofosfat.
Badan mikro akan pecah bila dimasukkan ke dalam 0,01 M pirofosfat
dengan sebab-sebab yang belum diketahui. Ternyata setelah pecah
begitu sulit memisahkan membran dengan enzim-enzim dalam
matriksnya, salah satu sebab diantaranya adalah karena enzim-enzim
itu melekat pada membrannya.
Sudah diketahui ada dua jenis enzim, yang juga merupakan protein
integral pada membran retikulum endoplasma, terdapat pada membran
badan mikro yaitu sitokrom b5 dan NADH-sitokrom b5 reduktase.
Beberapa enzim lain yang terdapat pada membran ditemukan pada
glioksisom. Enzim-enzim itu dapat merupakan protein perifer
membran maupun sebagai protein integral membran, karena itu
mudah diekstrak.
2.2 Jenis-jenis Badan Mikro
Badan Mikro dibedakan menjadi dua :
a. Badan Mikro Peroksisom
Peroksisom berukuran lebih kecil dari mitokondria dan memiliki
membrane pembatas tunggal. Peroksisom terdapat dalam sel
hewan dan sel tumbuhan. Matriks peroksisom mempunyai kegiatan

10Anatomi

dan Fisiologi (Badan Mikro)

katalase yaitu dapat merimbak hydrogen peroksida yang bersifat


racun sel menjadi netral. Selain itu juga dapat melakukan kegiatan
oksidasi yaitu berperan dalam proses metabolism yang
memproduksi hydrogen peroksida dalam air.Pada hewan
peroksisom banyak terdapat di hati dan ginjal dan pada tumbuhan
terdapat pada bagian sel.
b. Badan Mikro Glioksisom
Glioksisim hanya terdapat pada sel tumbuhan misalnya pada
lapiran aleuron biji padi-padian. Aleuron merupakan bentuk dari
protein yang terdapat dalam vakuola. Glioksisom sering ditemukan
dijaringan penyimpan lemak dari biji yang berkecambah pada
tumbuhan. Glioksisom tumbuhan mengandung enzim pengubah
lemak menjadi gula, proses perubahan ini menghasilkan energi
yang diperlukan untuk berkecambah pada tumbuhan.
2.3Fungsi Badan Mikro
Fungsi badan mikro dapat dibedakan menjadi 4 yaitu :
Oksidasi substrat pada mamalia
Reaksi oksidasi pada peroksisom jaringan mamalian dipicu oleh
enzim flavin oksidase yang menggunakan oksigen sebagai penerima
electron yang mengubahnya menjadi H2O2. H2O yang terjadi
sifatnya toksik bagi sel, karena itu harus segera diubah menjadi H 2O
dan 1/2O2 oleh enzim katalase di dalam peroksisom.
Contoh spesifik dari reaksi ini misalnya terjadi pada asam D-amino
jika memasuki perosisom. Asam amino ini akan mengalami
deaminasi karena oksidasi dengan enzim FAD oksidase sehingga
terbentuklah asam -keto.
Asam D-amino + H2O + E-FAD ===> asam -keto + NH3 +
E-FADH2

10Anatomi

dan Fisiologi (Badan Mikro)

E-FADH2 + O2 ===> E-FAD + H2O2


H2O2 ==katalase==> H2O + O2
Enzim flavin adenine dinukleotid (E-FAD), tidak hanya terdapat
pada badan mikro, enzim ini juga berperan dalam transport elektron
pada mitokondria. Namun aktivitas katalisisnya di badan mikro
berbeda secara mendasar dengan aktivitasnya yang terjadi di
mitokondria. Pada badan mikro elektronnya diberikan langsung ke
O2 dari pada ke aseptor lain seperti koenzim Q atau nonheme besi.
Dalam transfer langsung itu dihasilkan H2O2 dan dibutuhkan enzim
katalase untuk menghilangkan efek toksiknya.
-oksidasi asam lemak Mammalia

Peran baru pada peroksisom jaringan mamalian di antaranya adalah


oksidasi asam lemak. Sebelumnya hanya berkembang satu pendapat
bahwa asam lemak netral yaitu transil gliserol yang merupakan
cadangan lemak dalam sitosol, akan dihidrolisis oleh lipase menjadi
asam lemak bebas. Asam lemak bebas ini kemudian akan diangkut
oleh karier (pembawa) ke dalam mitokondria untuk dioksidasi dan
menghasilkan asetil Koenzim A (asetil KoA).
Sekarang telah diketahui bahwa peroksisom jaringan hati tikus
mampu mengoksidasi palmitoil KoA menjadi asetil KoA. Oksidasi
ini dikenal dengan -oksidasi. Asetil KoA ini kemudian akan
diangkut ke mitokondria untuk memasuki daur krebs atau daur asam
sitrat. Jika tetap berada dalam sitosol maka akan diubahmenjadi
asam lemak dan kemudian menjadi lemak netral.

10Anatomi

dan Fisiologi (Badan Mikro)

Jalur -oksidasi ini mempunyai kesamaan dengan jalur oksidasi


yang terjadi di dalam mitokondria dengan suatu pengecualian.
Oksidasi yang terjadi pada mitokondria, enzim flavin dehidrogenase
memberikan elektronnya ke rantai respirasi dan tidak bereaksi
dengan O2. Sedangkan oksidasi yang terjadi pada badan mikro
enzim flavin dehidrogenase bereaksi langsung dengan O2 dan
menghasilkan H2O2. Mitokondria tidak memiliki katalase karena
itu tidak menghasilkan H2O2. Untuk badan mikro hal itu tidak
merupakan suatu masalah, karena badan mikro memiliki katalase.
-oksidasi asam lemak pada endosperm biji tanaman

Enzim-enzim yang dibutuhkan untuk -oksidasi asam lemak dalam


badan mikro untuk pertama kalinya ditemukan pada glioksisom
endosperm tumbuhan oleh Cooper dan Beever. Jalur -oksidasi ini
sama, baik yang terjadi pada peroksisom mamalian maupun yang
terjadi di glioksisom tumbuhan.
Endosperm adalah cadangan makanan dalam biji. Cadangan
makanan itu diantaranya lemak. Banyak biji yang cadangan
makanannya berupa lemak, seperti kacang-kacangan, biji jarak, biji
kepuh dan sebagainya. Cadangan makanan ini penting artinya
dalam perkecambahan. Sumber energi utama dalam perkecambahan
adalah karbohidrat. Jadi kalau cadangan makanan dalam biji tadi
berupa lemak, maka lemak harus dikonversi menjadi karbohidrat.
Reaksi ini terjadi di dalam glioksisom dan dipacu oleh enzim-enzim
yang terdapat didalamnya. Hasil oksidasi asam lemak ini adalah

10Anatomi

dan Fisiologi (Badan Mikro)

asetil KoA, yang kemudian akan digunakan di dalam glioksisom


untuk membentuk senyawa (asam) dengan 4 atom C, yaitu asam
suksinat melalui jalur glikosilat.
Selanjutnya suksinat dibawa ke mitokondria sebagai bahan untuk
proses glukoneogenesis. Di mitokondria asam suksinat akan
dikonversi menjadi asam malat, yang selanjutnya akan dibawa ke
sitosol. Di sitosol asam malat diubah menjadi fosfoenol piruvat, dan
digunakan untuk sintesis glukosa. Jadi inilah konversi cadangan
lemak menjadi karbohidrat yang terjadi di dalam glioksisom
endosperm selama berlangsungnya perkecambahan.
Pada biji yang sedang berkecambah daur glikosilat seluruhnya
terjadi di glioksisom, sedangkan pada ragi dan ganggang
Tetrahymena daur ini merupakan kerja sama antara glioksisom dan
mitokondria. Ada yang mengatakan bahwa daur ini sebagai
modifikasi dari daur asam sitrat, dengan langkah-langkah reaksi
yang menghasilkan CO2, dengan satu-satunya sumber karbon yaitu
asetil KoA.
Hewan tingkat tinggi tidak dapat mensintesis glukosa dari asam
lemak karena tidak mempunyai enzim isositrat liase dan enzim
malat sintetase. Karena itu asetil KoA akan memasuki siklus asam
sitrat dan akhirnya membebaskan CO2.
Jalur glikolat

Jalur glikolat merupakan serangkaian reaksi kimia yang terjadi di


peroksisom dan bergandeng dengan siklus karbon di kloroplas. Jalur

10Anatomi

dan Fisiologi (Badan Mikro)

ini melibatkan kloroplas, peroksisom, mitokondria, dan sitosol.


Jalur ini meliputi pengubahan senyawa yang tak mengandung fosfat
(nonphosphorilated) yakni gliserat menjadi glisin, serin, dan
persenyawaan C1, dan ini penting sebagai precursor dalam
biosintesis asam inti.
Jalur glikolat dimulai di kloroplas, di mana fosfoglikolat, glikolat,
dan fosfogliserat dibentuk dalam fotosintesis. Kloroplas memiliki
enzim fosfatase, yang dapat melepas fosfat dari dua subtrat yang
mengandung fosfat (yaitu fosfogliserat dan fosfoglikolat) menjadi
glikolat.
Glikolat meninggalkan kloroplas menuju peroksisom dengan
perantaraan suatu pengemban atau pengangkut yang disebut
glikolat-glikolat shuttle. Dalam peroksisom glikosilat dioksidasi
menghasilkan glioksilat dan membebaskan H2O2. Dengan adanya
katalase di peroksisom ini, H2O2 diubah menjadi H2O dan O2.
Glioksilat akan disintesis menjadi asam amino serin atau kembali ke
kloroplas. Kembalinya glioksilat ke kloroplas ini di duga sebagai
mekanisme untuk menghabiskan NADPH dalam kloroplas yang
dihasilkan dalam fotosintesis. NADPH direoksidasi dalam kloroplas
dengan mekanisme tanpa menghasilkan H2O2 karena di kloroplas
tidak ada katalase.
Asam amino glisin dibentuk dari glikosilat, melalui reaksi
interkonversi dalam mitokondria menjadi asam amino serin, suatu
bagian dari siklus yang belum diketahui dengan jelas. Serin

10Anatomi

dan Fisiologi (Badan Mikro)

ditranspor kembali ke peroksisom, lalu mengalami deaminasi


menjadi oksalat dan kemudian direduksi menjadi gliserat. Gliserat
kemudian ditranspor kembali ke kloroplas yang kemudian
mengalami fosforilasi menjadi fosfogliserat. Dengan demikian
selesailah siklus ini, dengan catatan bahwa sebagian reaksi ini
searah dan sebagian lainnya bolak balik. Jadi serin dapat dihasilkan
secara langsung dari fosfogliserat dibandingkan dari fosfoglikolat.
Jalur ini membebaskan 1 molekul CO2, menghasilkan satu molekul
serin atau gliserat dari dua molekul fosfoglikolat, atau menghasilkan
1 molekul serin atau 1 molekul glisin ditambah persenyawaan C1
dari satu molekul fosfogliserat. Pola metabolic ini penting bagi sel
tumbuhan karena setengah dari karbon yang difiksasi berlangsung
dengan cara ini. Reaksi glikolat juga dikenal sebagai fenomena
fotorespirasi. Fotorespirasi adalah suatu reaksi yang membebaskan
CO2 dari organ yang berwarna hijau karena pengaruh cahaya.
Fotorespirasi didorong oleh kondisi atmosfer di mana tekanan O2
tinggi, sedangkan tekanan CO2 rendah. Diduga O2 berkompetisi
dengan CO2 terhadap enzim RuBP-karboksilase, yang umumnya
enzim tersebut adalah enzim untuk memfikasai CO2. Bila O2 telah
digunakan oleh enzim tersebut, senyawa antara tak stabil terbentuk
dan akan segera terurai menjadi 3-P-gliserat dan P-glikolat.
Terbentuknya fosfoglikolat dalam reaksi ini akan menambah
konsentrasi asam glikolat dengan cara membebaskan P-group, dan
arena itu kelebihan glikolat akan dioksidasi dan lepaslah CO2.

10Anatomi

dan Fisiologi (Badan Mikro)

Itulah sebabnya fotorespirasi dikatakan sebagai proses yang


merugikan bagi tanaman. Hal ini menyangkut enzim-enzim
pengikat CO2 dan hasil-hasil pengikatannya. Rate fotorespirasi
dapat mendekati 50% dari rate bersih fotosintesis, dan hal inilah
yang menyebabkan fotosintesis menjadi tidak efisien. Fotorespirasi
merupakan problem bagi tanaman C3, yang mudah dipengaruhi
adanya tekanan CO2 yang rendah, sebaliknya tanaman C4 lebih
efisien. Inilah tujuan pertanian yang dikembangkan agar dapat
mengembangkan

tanaman-tanaman

yang

memiliki

efisiensi

fotosintesis yang tinggi.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
1. Badan Mikro merupakan organel yang memiliki
membran , berbentuk bulat serta berisi kristal protein.
Badan mikro terdiri atas dua tipe yakni peroksisom dan
glioksisom. Kedua badan mikro ini mengandung enzim
katalase dan oksidase
2. Badan Mikro terbagi menjadi dua jenis :
a. Peroksisom terdapat pada sel hewan dan pada sel tumbuhan
tingkat tinggi. Peroksisom berperan dalam oksidasi substrat dan
menghasilkan H2O2 (Hidrogen Peroksida) Peroksida kemudian
diurai oleh katalase menjadi H2O dan O2.

10Anatomi

dan Fisiologi (Badan Mikro)

b. Glioksisom terdapat pada sel tumbuhan . Selain itu juga glioksisom


dapat ditemukan pada biji yang sedang berkecambah dalam jumlah
yang sangat banyak . Glioksisom berfungsi sebagai tempat
metabolisme asam lemak dan sebagai tempat terjadinya siklus
glioksilat
3. Badan Mikro berfungsi untuk :
- Mengkatalis H2O2
- Mengubah lemak menjadi karbohidrat
- Untuk respirasi dan fotosintesis pada tumbuhan
- Oksidasi substrat pada mamalia
- -oksidasi asam lemak mamalia
- -oksidasi asam lemak pada endosperm tumbuhan
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA
-

Sheeler, P. and D.E. Bianchi. 1987. Cell and Molecular Biology. New

York: John Wiley & Sons, Inc.


Sumadi, dan Aditya Marianti. 2007. Biologi Sel. Yogyakarta: Graha

Ilmu.
Thorpe, N.O. 1984. Cell Biology. New York: John Wiley & Sons, Inc.
Winatasasmita, D. 1986. Biologi Sel. Jakarta: Universitas Terbuka

10Anatomi

dan Fisiologi (Badan Mikro)