Anda di halaman 1dari 12

RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG

Jl. Demang Lebar Daun No. 70 Palembang


Telp. (0711) 311866-312866

PANDUAN PELAYANAN KEROHANIAN


BAB I
DEFENISI
Merupakan bagian integral dari bentuk pelayanan kesehatan dalam upaya pemenuhan
kebutuhan bio-psyco-socio- spiritual, yang komprehensif karena pada dasarnya setiap diri
manusia terdapat kebutuhan dasar spiritual. Pentingnya bimbingan spiritual dalam kesehatan
telah menjadi ketetapan WHO yang menyatakan aspek agama ( spiritual ) merupakan salah
satu unsur dari pengertin kesehatan seutuhnya ( WHO, 1984 ). untuk itu RS Pelita Husada
mengadakan kegiatan pelayanan Bimbingan Rohani Pasien di Rumah Sakit, sebagai langkah
konkrit untuk membantu pasien dalam proses penyembuhannya.
Bimbingan kerohanian pasien adalah bentuk kegiatan yang di dalamnya terjadi proses
bimbingan dan pembinaan rohani kepada pasien di rumah sakit sebagai bentuk kepedulian
kepada mereka yang sedang mendapat ujian dari Allah SWT. Dalam kegiatan tersebut
bgaimana seorang rohaniawan dapat memberikan ketenangan, kedamaian dan kesejukan hati
kepada pasien dengan senantiasa memberikan dorongan dan motivasi untuk tetap bersabar,
tawakal dan tetap menjalankan kewajibannya sebagai hamba Allah.
Bimbingan rohani terhadap pasien memiliki tujuan, antara lain :
A. Tujuan umum
Sebagai bentuk kepedulian yang sehat kepada yang sakit
Memberikan pengertian kepada pasien dan keluarga agar tetap bersabar dan berdoa
Memberikan bimbingan kepada pasien dalam menghadapi musibah dan ujian
Memberikan dorongan kepada pasien agar tidak putus asa
Membimbing perasaan pasien agar tetap tenang
Mengingatkan pasien agar tetap berbaik sangka kepada Allah SWT
Memberikan pelayanan rohani kepada pasien
Menguatkan psikologi pasien dengan pemberdayaan mental dengan rawatan rohani.
Memberikan image positif terhadap Rumah Sakit Pelita Husada
B. Tujuan khusus
Memberikan ketenangan batin dan keteduhan hati kepada pasien dalam menghadapi
penyakitnya
1

RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG


Jl. Demang Lebar Daun No. 70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866

Memberikan motivasi dan dorongan untuk tetap bersabar dan bertawakal dalam
menghadapi ujian dari Allah SWT.
Menumbuhkan suasana ukhuwah dan keakraban kepada pasien untuk saling berbagi
rasa dan cerita

RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG


Jl. Demang Lebar Daun No. 70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866

BAB II
RUANG LINGKUP
1. Ruang lingkup kegiatan operasional kegiatan ini adalah rumah sakit dan masyarakat
2. Rohaniawan di RS Bunda Palembang sebagai bahan untuk pembimbingan dan
pendampingan mental spiritual pasien dalam pemenuhan hak nya sebagai pasien
3. Mengingatkan pada semua pelaku upaya kesehatan khususnya di rumah sakit dokter,
paramedis, perawat, seluruh karyawan bahwa tujuan dihadirkannya kita tidak lin untuk
beribadah kepada-Nya, beribadah dalam spektrum yang luas , termasuk memberikan
kekuatan spiritual kepada pasien
4. Berlaku untuk seluruh pasien yang menggunakan pelayanan di RS Bunda Palembang agar
pasien merasa lebih kuat, ikhlas dan yakin akan pertolongan dari Tuhan Yang Maha Esa
5. Pembina rohani tidak memerlukan persyaratan yang begitu banyak dan khusus, yang
penting adalah memiliki dasar keagamaan yang bagus

RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG


Jl. Demang Lebar Daun No. 70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866

BAB III
TATA LAKSANA
A. TUJUAN DAN FUNGSI BIMBINGAN ROHANI PASIEN
1. Tujuan bimbingan rohani pasien yaitu ;
a.

Untuk mengenal diri sendiri dan lingkungan

b.

Untuk dapat menerima sendiri dan lingkungan secara positif dan dinamis

c.

Untuk dapat mengambil keputusan sendiri tentang berbagai hal

d.

Untuk dapat mengarahkan diri sendiri

e.

Untuk dapat mewujudkan diri sendiri


Tujuan bimbingan rohani Islam menurut Ainur rahim Faqih, yaitu :
Membantu klien untuk mengembangkan pemahaman diri sendiri sesuai
dengan kecakapan, minat ,pribadi dan kesempatan yang ada
Membantu proses sosialisasi dan sensivitas kepada kebutuhan orang lain
Memberikan dorongan di dalam pengarahan diri, pemecahan masalah,
pengambilan keputusan dan keterlibatan diri dalam masalah yang ada
Mengembangkan nilai dan sikap secara menyeluruh serta perasaan sesuai
dengan penerimaan diri
Membantu dalam memahami tingkah laku manusia
Membantu klien untuk memperoleh kepuasan pribadi dan dalam penyesuaian
diri secara maksimum
Membantu klien untuk hidup dalam kehidupan yang seimbang dalam
berbagai aspek fisik,mental dan social

2. Fungsi Bimbingan Rohani Pasien


Ditinjau dari sifatnya, layanan bimbingan, dapat berfungsi ;
Fungsi preventif
Layanan bimbingan ini dapat berfungsi sebagai pencegahan, artinya
merupakan usaha pencegahan terhadap timbulnya masalah
Fungsi pemahaman
Yaitu fungsi bimbingan yang akan menghasilkan pemahaman tentang sesuatu
oleh pihak pihak tertentu
4

RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG


Jl. Demang Lebar Daun No. 70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866

Fungsi perbaikan
Yaitu fungsi bimbingan yang akan menghasilkan terpecahkannya atau
teratasinya berbagai permasalahan yang dialami individu
Fungsi pemeliharaan dan pengembangan
Fungsi ini berarti bahwa layanan bimbingan dapat membantu para individu
dalam memelihara dan mengembangkan secara keseluruhan pribadinya secara
mantap, terarah dan berkelanjutan.
B. METODE BIMBINGAN ROHANI
Metode bimbingan rohani yakni ;
a.

Wawancara
Salah satu cara memperoleh fakta fakta kejiwaan yang dapat dijadikan bahan
pemetaan tentang bagaimana sebenarnya hidup kejiwaan klien pada saat tertentu
memerlukan bantuan

b.

Metode Group Guidance ( bimbingan secara berkelompok ) ;


Yakni cara pengungkapan jiwa/batin oleh klien serta pembinaannya melalui kegiatan
kelompok seperti ceramah, diskusi dan sebagainya

c.

Metode

Non

Direktif

cara

yang

tidak

mengarahkan ) ; Metode ini mempunyai dua cara


yakni ;
Client Centered
Yaitu cara mengungkapkan tekanan batin yang dirasakan menjadi penghambat
pasien dengan system pancingan yang berupa satu dua pertanyaan terarah
Metode Edukatif
Yaitu cara mengungkapkan tekanan perasaan yang menghambat perkembangan
belajar dengan mengorek sampai tuntas perasaan/sumber perasaan yang
menyebabkan hambatan dan ketegangan.
d.

Metode Psikoanalisa ( penganalisaan jiwa )


Metode ini untuk memperolah data data tentang jiwa tertekan bagi penyembuhan
jiwa klien tersebut.

e.

Metode Direktif ( metode yang bersifat mengarahkan )


Metode ini bersifat mengarahkan kepada klien untuk berusaha mengatasi kesulitan
(problem) yang dihadapi. Pengarahan yang diberikan kepada klien adalah dengan
5

RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG


Jl. Demang Lebar Daun No. 70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866

memberikan secara langsung jawabab-jawaban terhadap permasalahan yang menjadi


sebab kesulitan yang dihadapi/dialami klien.
f.

Metode Sosiometri
Yaitu suatu cara yang digunakan untuk mengetahui kedudukan klien dalam
kelompok.

Ada pula metode-metode lain dalam bimbingan rohani yakni :


a. Metode audio visual
b. Metode dzikir
Dzikir hanya akan memiliki nilai bila dilakukan sesuai petunjuk Allah SWT dan
Rasul-Nya. Dzikrullah adalah mengingat Allah SWT, mengingat sesuatu berarti
menunjukkan hubungan hati dengan yang diingat, ingatan itu berpusat di hati, akal dan
lisan adalah alat bantu bagi ingatan kita, adapun dzikirnya adalah Takbir, Tahmid dan
Tasbih
c. Sholat.
d. Puasa.
Selain mengatasi berbagi penyakit, puasa juga melatih rohani atau jiwa manusia
menjadi lebih baik. Temuan terakhir dr Jiwa membuktikan bahwa puasa dapat
meningkatkan derajat perasaan Emotional Quaetion ( EQ ) manusia.
Adapun bentuk bentuk bimbingan Islam antara lain ;
1. Bimbingan penyuluhan jabatan ( Vocational )
Bentuk ini berkenaan dengan masalah jabatan atau kekayaan yang perlu dipilih oleh
individu sesuai dengan kemampuan dan bakat masing masing untuk masa sekarang
maupun masa yang akan datang.
2. Bimbingan penyuluhan bidang Pendidikan ( Sdukational Guidance dan Cuonseling )
3. Bimbingan dan Penyuluhan keagamaan ( religious Counseling )
4. Bentuk bimbingan ini diberikan kepada seseorang yang bersifat keagamaan, seperti
melalui keimanan atau keyakinan, yang bertujuan membantu memecahkan problematika
terbimbing dalam bidang keagamaan. Bimbingan ini bersifat keagamaan, sebab
menggunakan metode pendekatan keagamaan dalam memberikan bimbingan rohaninya.
Terbimbing tersadarkan melalui hubungan sebab akibat dalam rangkaian problem yang
6

RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG


Jl. Demang Lebar Daun No. 70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866

dihadapi. Selain itu system kejiwaan disentuh dengan nilai nilai keimanan yang mengisi
kekosongan spiritual dalam dirinya.
C. PENGERTIAN PASIEN
1. Pengertian Pasien
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia PASIEN adalah orang sakit yang dirawat
oleh dokter ; penderita sakit.
Beberapa pengertian Pasien diantaranya ;
a. Menurut Christine Brooker, dalam bukunya Kamus Saku Perawat ;
-

Pasien adalah penderita penyakit yang mendapatkan pengamanan medis dan


atau asuhan keperawatan

Klien yang memanfaatkan jasa pelayanan kesehatan

b. Menurut Barbara F. Weller dalam buku kamus saku Perawat, Pasien adalah orang
yang sakit atau yang menjalani pengobatan karena menderita penyakit.
2. Kondisi Mental ( Kejiwaan Pasien )
Ketika pasien sedang menghadapi atau merasakan penyakit yang sedang dideritanya,
maka pada saat itu pula mentalnya terganggu. Karena badan dan jiwa saling
mempengaruhi. Pengaruh emosi yang ada dalam kehidupan seseorang sangat
berpengaruh pada kondisi kejiwaan ( mental ) sekaligus agar menjaga kesehatan
badannya.dengan demikian semakin jelas bahwa setiap orang yang menderita sakit
( pasien ) maka gangguan mentakl yang ada dalam dirinya cenderung dipengaruhi
kondisi fisik dan psikisnya masing masing.seandainya kondisi fisik dan psikisnya
kurang baik maka gangguan mental yang dideritanya semakin berat. Selain kedua
kemunkinan itu ada factor factor yang menyebabkan terjadinya gangguan
mental/kejiwaan terhadap pasien, antara lain sebagai berikut ;
Usia
Semakin tua usia seseorang maka pasien cenderung respek dengan kegiatan
BIMBINGAN ROHANI
Pendidikan
Jika dilihat dari factor ini, tingkatan pendidikan seseorang terlepas ia mempunyai
pendidikan agama atau tidak melihat ke arah itu.
7

RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG


Jl. Demang Lebar Daun No. 70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866

Ekonomi
Disamping pasien sedang menghadapi penyakitpun harus juga memikirkan
tentang biaya yang akan ditanggung selama pasien dirawat di Rumah Sakit
3. Terapi Keagamaan Bagi Pasien
Terapi adalah suatu cara pengobatan yang dilakukan oleh dokter kepada pasien.
Sedangkan yang dimaksud di sini adalah terapi pasien melalui pendekatan keagamaan.
Terapi keagamaan menurut Dadang Hawari adalah suatu proses penyadaran terhadap
objek atau pasien diantaranya sebagai berikut ;
a. Proses penyadaran melalui taubatan nasuha
b. Menyalurkan pasien melalui doktrin optimisme, melalui nasihat nasihat, misalnya;
Tuhan Maha Pengampun, hidup ini hanya sementara.
c. Pemberian motivasi yang tidak terlepas dari nilai nilai spiritual dan ritual
d. Proses aksi atau tindakan yang dilakukan baik mrelalui aspek kognitif yaitu
denagn pemberian materi Al-Quran atau AL-Kitab dan Hadist.
Selanjutnya aspek psikomotor, yaitu pelaksanaan sholat, dzikir, doa-doa, puasa dan
lain sebagaimya.setelah itu akan terlihat aspek efektif yaitu kesabaran , kejujuran,
kepatuhan, kedisiplinan dan amanah.
D. PELAKSANAAN
I.

Bimbingan rohani pasien bagi pasien rawat inap


A. TAHAP PRA PELAYANAN BIMBINGAN a.
Untuk petugas ruang rawat inap
1.

Petugas melakukan identifikasi kepercayaan, kebiasaan, dan nilai-nilai yang


dianut oleh pasien dan keluarga pasien yang dapat mempengaruhi sudut
pandangnya terhadap perawatan kesehatannya.

2.

Perhatikan isian form permintaan bimbingan yang telah diisi oleh keluarga
dan pasien;
Jika terisi ceklist permintaan bimbingan rohaniawan dari pihak Rumah
Sakit, maka petugas rawat inap menghubungi pihak rohaniawan yang telah
ditunjuk oleh pihak Rumah sakit. Dan memberikan kontrak waktu yang
tepat kapan akan dilakukan bimbingan.
8

RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG


Jl. Demang Lebar Daun No. 70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866

Jika terisi cheklist bimbingan rohaniawan dari pihak keluarga, maka


petugas rawat inap memberikan kontrak waktu yang tepat kapan akan
dilakukan bimbingan
Kontrak waktu yang tepat adalah ;
-

Diluar jam visite DPJP

Diluar tindakan medik lain

Diluar jam kunjung pasien

b. Untuk petugas Rohaniawan ;


Perhatikan pakaian dan peralatan lain yang dibutuhkan
Sebelum melakukan bimbingan perlu diperhatikan pakaian dan peralatan yang
dibutuhkan karena penampilan juga penting.jika kita rapi dan sopan maka
pasien dan keluarga tentu akan ramah menerima kehadiran kita.
Membawa buku bimbingan rohani atau buku kecil panduan doa doa dan atau
leaflet leaflet kecil yang akan diberikan kepada pasien.
Saat menuju ruangan pasien ucapkan salam kepada pengunjung atau keluarga
pasien dengan tersenyum. Karena s
enyum adalah daya pikat nomor satu dalam perbedaan mendasar antara senyum
komunikasi, perlu diingat bahwa seorang konselor agama/pembimbing rohani
dengan senyum senyum yang lain, adalah senyum yang tulus yang terpancar
dari hati.
Fungsinya

yaitu

membantu

menghilangkan

kecurigaan

berlebih

dari

pasien.ekspresi perhatian kepada pasien diharapkan dapat menenangkan pasien.


Ketuk pintu dengan lembut dan perkenalkan diri dengan singkat dan ramah
Mohon ijin kepada keluarga atau penunggu pasien untuk dapat bersilaturohmi
dengan pasien
Apabila pasien dalam keadaan siap dan tidak mengganggu maka pelayanan
dapat dimulai
Usahakan dapat mengetahui nama pasien
Sebelum melakukan bimbingan perlu mengetahui data pasien.agar lebih mudah
mengenal pasien dan penyakit pasien.

RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG


Jl. Demang Lebar Daun No. 70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866

B. TAHAP PROSES PELAYANAN BIMBINGAN OLEH ROHANIAWAN


a. Perkenalkan diri secara khusus kepada pasien
Artinya kita perlu memperkenalkan diri dulu siapa kita dan kita datang untuk apa agar
pasien merasa lebih aman dengan kita.
b. Lakukan wawancara singkat tentang penyakit dan harapan pasien dengan
bersahabat dan penuh empati
c. Tidak larut dalam kesedihan pasien
d. Berikan sentuhan sentuhan tangan terhadap pasien sebagai rasa empati
e. Berikan pengertian untuk tetap sabar dalam menghadapi cobaan ( tidak
menggurui)
f. Anjurkan untuk tetap mrlakukan ibadah sesuai agamapasien semampu pasien
g. Berikan doa doa dengan suara lembut
h. Berikan leaflet leaflet doa
i. Mohon diri dengan santun dan ucapkan salam
j. Proses pelayanan bimbinga minimal 10 menit dan maksimal 15 menit
k. Bimbingan Rohani Pasien Rawat Jalan/ IGD
Bimbingan rawat jalan ini sifatnya temporer yaitu waktunya tidak tentu.
Model bimbingan ini dapat dilakukan oleh petugas paramedik yang
berhadapan langsung dengan kondisi pasien.
Dalam hal ini petugas paramedic ( perawat/dokter ) mengidentifikasi pasien
yang sekiranya memerlukan bimbingan.
Dengan memberikan tuntunan bacaan doa atau tuntunan istighfar sesuai
kemampuan

yang

dimiliki

petugas,

pasien

dibimbing

untuk

ikut

melafalkannya.
II. Bimbingan Rohani Pasien
Bimbingan rawat jalan ini sifatnya temporer yaitu waktunya tidak tentu. Model
bimbingan ini dapat dilakukan oleh petugas paramedic yang berhadapan langsung
dengan kondisi pasien.
Dalam hal ini petugas paramedic ( perawat/dokter ) mengidentifikasi pasien yang
sekiranya memerlukan bimbingan.

1
0

RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG


Jl. Demang Lebar Daun No. 70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866

Dengan memberikan tuntunan bacaan doa atau tuntunan istighfar sesuai kemampuan
yang dimiliki petugas, pasien dibimbing untuk ikut melafalkannya.
III. Bimbingan Rohani Pasien Pre Operasi
Bimbingan ini diberikan kepada pasien yang akan menjalani operasi.
Bimbingan ini dilakukan di ruangan rawat inap pasien oleh pearawat yang akan
mengantarkan pasien ke ruang operasi.dengan berdoa bersama sesuai agama dan
keyakinan pasien.

1
1

RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG


Jl. Demang Lebar Daun No. 70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866

BAB IV
DOKUMENTASI
1. Formulir permintaan bimbingan rohani

Ditetapkan di
Pada tanggal

: Palembang
: 17 Mei 2015

Direktur

dr. Hj. Halipah Mahyuddin,SpTHT,MM

REFERENSI
1. Undang-undang RI No 36 tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
2. Undang-undang RI No 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
3. Kepmenkes RI No. 812/Menkes/SK/VII/2007 tentang Kebijakan Terapi Paliatif. Depkes
RI. Jakarta
4. Subandi & Hasanat, N.U., Pengembangan Model Pelayanan Rohani Bagi Pasien Rawat
Inap Di Rumah Sakit Umum. Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 10,
5-16. 2000.

1
2