Anda di halaman 1dari 15

BAB II

PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN KOPERASI
Pengertian koperasi secara sederhana berawal dari kata co yang berarti bersama dan
operation (Koperasi operasi) artinya bekerja. Jadi pengertian koperasi adalah kerja sama.
Sedangkan pengertian umum koperasi adalah : suatu kumpulan orang-orang yang mempunyai
tujuan sama, diikat dalam suatu organisasi yang berasaskan kekeluargaan dengan maksud
mensejahterakan anggota.
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang atau badan hukum yang
berlandaskan pada asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. Kegiatan usaha koperasi
merupakan penjabaran dari UUD 1945 pasal 33 ayat (1). Dengan adanya penjelasan UUD
1945 Pasal 33 ayat (1) koperasi berkedudukan sebagai soko guru perekonomian nasional dan
sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem perekonomian nasional. Sebagai salah
satu pelaku ekonomi, koperasi merupakan organisasi ekonomi yang berusaha menggerakkan
potensi sumber daya ekonomi demi memajukan kesejahteraan anggota. Karena sumber daya
ekonomi tersebut terbatas, dan dalam mengembangkan koperasi harus mengutamakan
kepentingan anggota, maka koperasi harus mampu bekerja seefisien mungkin dan mengikuti
prinsip-prinsip koperasi dan kaidah-kaidah ekonomi.
1. Pengertian Koperasi Menurut Istilah
Pengertian koperasi secara sederhana berawal dari kata co yang berarti bersama dan
operation (Koperasi operasi) artinya bekerja. Jadi pengertian koperasi adalah kerja sama.
Sedangkan pengertian umum koperasi adalah : suatu kumpulan orang-orang yang
mempunyai tujuan sama, diikat dalam suatu organisasi yang berasaskan kekeluargaan dengan
maksud mensejahterakan anggota.
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang atau badan hukum yang
berlandaskan pada asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. Kegiatan usaha koperasi
merupakan penjabaran dari UUD 1945 pasal 33 ayat (1). Dengan adanya penjelasan UUD
1945 Pasal 33 ayat (1) koperasi berkedudukan sebagai soko guru perekonomian nasional dan
sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem perekonomian nasional. Sebagai salah
satu pelaku ekonomi, koperasi merupakan organisasi ekonomi yang berusaha menggerakkan
potensi sumber daya ekonomi demi memajukan kesejahteraan anggota. Karena sumber daya
ekonomi tersebut terbatas, dan dalam mengembangkan koperasi harus mengutamakan
kepentingan anggota, maka koperasi harus mampu bekerja seefisien mungkin dan mengikuti
prinsip-prinsip koperasi dan kaidah-kaidah ekonomi.

2. Sejarah Lahirnya Koperasi


Koperasi modern yang berkembang dewasa ini lahir pertama kali di Inggris, yaitu di
Kota Rochdale pada tahun 1844. Koperasi timbul pada masa perkembangan kapitalisme
sebagai akibat revolusi industri. Pada awalnya, Koperasi Rochdale berdiri dengan usaha
penyediaan barang-barang konsumsi untuk keperluan sehari-hari. Akan tetapi seiring dengan
terjadinya pemupukan modal koperasi, koperasi mulai merintis untuk memproduksi sendiri
barang yang akan dijual.
Kegiatan ini menimbulkan kesempatan kerja bagi anggota yang belum bekerja dan
menambah pendapatan bagi mereka yang sudah bekerja. Pada tahun 1851, koperasi tersebut
akhirnya dapat mendirikan sebuah pabrik dan mendirikan perumahan bagi anggotaanggotanyabelum mempunyairumah.
Perkembangan koperasi di Rochdale sangat memengaruhi perkembangan gerakan
koperasi di Inggris maupun di luar Inggris. Pada tahun 1852, jumlah koperasi di Inggris
sudah mencapai 100 unit. Pada tahun 1862, dibentuklah Pusat Koperasi Pembelian dengan
nama The Cooperative Whole Sale Society (CWS). Pada tahun 1945, CWS berhasil
mempunyai lebih kurang 200 pabrik dengan 9.000 orang pekerja. Melihat perkembangan
usaha koperasi baik di sektor produksi maupun di sektor perdagangan, pimpinan CWS
kemudian membuka perwakilan-perwakilan di luar negeri seperti New York, Kepenhagen,
Hamburg, dan lain-lain
B. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOPERASI INDONESIA
Koperasi merupakan badan usaha yang bertujuan untuk mensejahterakan
anggotanya/masyarakat akan tetapi dalam menjalankan tugasnya tentu saja koperasi
memiliki beberapa faktor yang dapat mempengaruhi maju atau tidaknya Koperasi.
Faktor-faktor yang menghambat pertumbuhan koperasi Indonesia adalah rendahnya
tingkat kecerdasan indonesia.Faktor penghambat dalam pembangunan koperasi adalah
kurangnya dedikasi pengurus terhadap kelangsungan hidup koperasi. Ini berarti bahwa
kepribadian dan mental pengurus, pengawas, manajer belum berjiwa koperasi sehingga
harus diperbaiki lagi.
Faktor penghambat kemajuan koperasi adalah kurangnya kerjasama di bidang
ekonomi dari masyarakat kota.Kerjasama di bidang social (gotong-royong) memang sudah
kuat tetapi kerjasama di bidang usaha dirasakan masih lemah,padahal kerjasama di bidang
ekonomi merupakan faktor yang sangat menentukan kemajuan lembaga koperasi.
Faktor penghambat kemajuan koperasi adalah kurangnya Modal Kerja. Sehingga
koperasi ini tidak bisa bersaing dengan Koperasi yang lain baik nasional maupun
internasional.

Faktor penghambat berkembangnya koperasi adalah Kinerja Anggotanya. Dimana


faktor ini bisa dikatakan mirip dengan yang kedua, tetapi meskipun anggotanya itu cerdas
tetapi kinerjanya lemah maka koperasi pun akan lemah.
Faktor penghambat yang lain adalah Aspek manajemen. Dimana hal ini berkaitan
dengan cara pengelolaan sebuah koperasi. Bila koperasi dimanage dengan baik akan
menghasilkan sebuah koperasi yang maju.
Selain sebagai faktor penghambat, faktor faktor diatas juga dapat menjadi faktor
yang dapat menunjang keberhasilan sebuah Koperasi. Oleh karena itu,sebaiknya pengenalan
koperasi kepada masyarakat sebaik dikenalkan sejak dini,agar masyarakat mengerti dan
memahami manfaat dari koperasi sehingga mereka bisa menggunakan fasilitas-fasilitas yang
ada di koperasi dengan baik. Selain itu juga harus meningkatkan SDM dengan kualitas yang
bagus baik dari segi pengetahuan, kemampuan dan moral para anggotanya.
C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Koperasi
Koperasi merupakan badan usaha yang bertujuan untuk mensejahterakan
anggotanya/masyarakat akan tetapi dalam menjalankan tugasnya tentu saja koperasi
memiliki beberapa faktor yang dapat mempengaruhi maju atau tidaknya Koperasi.
Perkembangan usaha koperasi merupakan suatu ukuran untuk menjadikan badan usaha
menjadi besar dan maju. Begitu juga dengan badan usaha koperasi yang mempunyai tujuan
untuk memenuhi kesejahteraan anggota dan mengembangkan usahanya. Didalam UndangUndang RI No. 25 tahun 1992 tentang perkoperasian pasal 43 lapangan usaha koperasi
ditetapkan sebagai berikut:
a.

Usaha koperasi adalah usaha yang berkaitan langsung dengan kepentingan anggota
untuk meningkatkan usaha dan kesejahteraan anggota.
b. Kelebihan kemampuan pelayanan koperasi dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat yanbukaanggotakoperasi.
c. Koperasi menjalankan kegiatan usaha dan berperan utama disegala bidang kehidupan
ekonomi rakyat.
Jadi dapat disimpulkan bahwa perkembangan usaha koperasi itu didasarkan pada
peran aktif anggota didalam koperasi bukan hanya bertumpu kepada pengurus, serta
perkembangan usaha koperasi juga dipengaruhi peranan pemerintah dan juga masyarakat
baik sebagai anggota koperasi ataupun sebagai anggota masyarakat yang berada dalam ruang
lingkup koperasi tersebut.

D. Faktor yang mempengaruhi Perkembangan Usaha Koperasi


Sangat penting bagi koperasi untuk mengetahui dan memperhatikan faktor-faktor
yang mempengaruhi perkembangan usaha koperasi. Dan apabila koperasi dapat mengetahui
faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangannya maka koperasi dapat membenahi diri
untuk selalu meningkatkan kualitas dan kinerjanya dengan baik agar koperasi dapat selalu
berkembang. Kenyataan saat ini menunjukkan bahwa secara lembaga koperasi belum
memiliki kemampuan untuk menjalankan fungsi dan perananya secara efektif dalam
menciptakan kemakmuran bersama seperti yang dicita-citakan oleh founding fathers negara
ini.
E. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ekonomi Makro di Indonesia
1. Pengertian ekonomi makro
Ekonomi makro atau makro ekonomi adalah studi tentang ekonomi secara
keseluruhan. Makro ekonomi menjelaskan perubahan ekonomi yang mempengaruhi
banyak rumahtangga. Perusahaan, dan pasar. Ekonomi makro dapat digunakan
untuk menganalisis cara terbaik untuk mempengaruhi target-target kebijaksanaan
sepertipertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan
neraca yang berkesinambungan. Ilmu ekonomi makro mempelajari variabel-variabel
ekonomi secara agregat(keseluruhan). Variabel-variabel tersebut antara lain : pendapatan
nasional, kesempatankerja dan atau pengangguran, jumlah uang beredar, laju inflasi,
pertumbuhan ekonomi,maupun neraca pembayaran internasional. Sementara ilmu
ekonomi mikro mempelajarivariabel-variabel ekonomi dalam lingkup kecil misalnya
perusahaan, rumah tangga.
Ilmu ekonomi makro mempelajari masalah-masalah ekonomi utama sebagai
berikut :
a. Sejauh mana berbagai sumber daya telah dimanfaatkan di dalam kegiatanekonomi.
Apabila seluruh sumber daya telah dimanfaatkan keadaan ini disebut full
employment Sebaliknya bila masih ada sumber daya yang belum dimanfaatkan berarti
perekonomian dalam keadaan under employment atauterdapat pengangguran/belum
berada pada posisi kesempatan kerja penuh.
b. Sejauh mana perekonomian dalam keadaan stabil khususnya stabilitas di
bidangmoneter. Apabila nilai uang cenderung menurun dalam jangka panjang
berartiterjadi inflasi. Sebaliknya terjadi deflasi.
c. Sejauh mana perekonomian mengalami pertumbuhan dan pertumbuhan
tersebutdisertai dengan distribusi pendapatan yang membaik antara pertumbuhan
ekonomi dan pemerataan dalam distribusi pendapatan terdapat
1.trade off

maksudnya bilayang satu membaik yang lainnya cenderung memburuk.Kegiatan


ekonomi di masing-masing negara dihitung melalui perhitungan Produk Domestik Bruto
(PDB) (
2.Gross Domestic Product , Produk Nasional Bruto (PNB)
3.Gross National Product maupun Pendapatan Nasional (PN) ( National Income).
PerhitunganPDB/PNB/PNN/PN dapat mempergunakan harga yang berlaku maupun harga
konstan.Perhitungan dengan harga konstan menggunakan harga pada tahun tertentu
yangtergolong tahun yang stabil. Di Indonesia digunakan harga tahun 1983 dan tahun
1993.Perhitungan dengan harga konstan berarti sudah terbebas dari pengaruh
inflasi/deflasi.
Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Ekonomi Makro di Indonesia

Krisis Subprime mortgage dan Pelemahan US Dollar.Krisis keuangan dunia yang sedang
dihadapi saat ini salah satu penyebabnyabermula dari adanya krisis akibat default dari subprime
mortgages di AmerikaSerikat yang telah merugikan berbagai lembaga keuangan dunia. Akibat
krisis ituBank Sentral (Fed) Amerika terpaksa menurunkan suku bunga sampai 3% dan
menyuntikan dana segar dalam jumlah besar untuk memulihkan kepercayaaninvestor setelah
pasar modal di Amerika Serikat anjlok
. Kenaikan Harga Minyak Kemelut ekonomi dunia saat ini selain dipicu oleh krisis keuangan
di AmreikaSerikat juga dipicu oleh kenaikan harga minyak yang mendorong kenaikan
hargaberbagai komoditi baik yang berhubungan langsung dengan minyak bumi maupunkomoditi
yang tidak berhubungan langsung tetapi terkena dampak kenaikan hargaminyak. Walaupun harga
BBM bersubsidi belum naik, namun kenaikan hargaminyak dunia sudah dirasakan dampaknya.
Harga BBM untuk industri yangmengikuti harga pasar terus naik, sehingga mendorong naiknya
biaya produksi.Akibatnya harga berbagai barang sudah mulai merangkak naik.
Kenaikan Harga Komoditi PrimerDampak kenaikan harga berbagai komoditi primer di dunia
saat ini memiliki duasisi yang berbeda. Sebagai produsen berbagai komoditi primer baik
barangtambang seperti Nikel, batubara, emas, timah, minyak dan gas, maupun
komoditiagribisnis seperti Kelapa sawit, karet, dll, kenaikan harga komoditi menyebabkannilai
ekspor Indonesia meningkat. Namun kenaikan harga komoditi jugaberdampak kepada kenaikan
harga barang-barang dipasar dalam negeri, sepertinaiknya harga minyak goreng, kacang kedelai,
batubara, dll yang menyebabkanmeningkatnya biaya yang harus ditanggung masyarakat.
Akibatnya daya belimasyarakat menurun karena meningkatnya inflasi.
Kenaikan harga bahan MakananSeakan reaksi berantai, kenaikan harga minyak mendorong
naiknya biayaproduksi dan produk substitusinya. Akibatnya harga bahan makanan juga naik.Hal
ini didorong oleh kekhawatiran didunia bahan persediaan bahan makananpokok seperti beras
tidak mencukupi kebutuhan sehingga harganya naik.

Proyeksi menurut Bank DuniaDengan melambatnya ekonomi dunia, maka pertumbuhan


ekonomi Indonesia juga akan terkena dampaknya. Hal ini disebabkan Indonesia masih
bergantungkepada ekspor kenegara maju seperti Amerika Serikat yang sedang menuju
resesisehingga permintaan terhadap produk impor menurun.
Proyeksi Menurut Pemerintah dan BIDidorong oleh meningkatnya belanja pegawai,
pertumbuhan investasi dan kreditinvestasi, kredit modal kerja dan belanja modal kerja oleh
pemerintah
Faktor-Faktor
yang
mempengaruhi
bisnis
di
Faktor-faktor yang mempengaruhi iklim-iklim bisnis di Indonesia antara lain :
1.

indonesia

Inflasi

Dalam ilmu ekonomi inflasi adalah proses naiknya harga barang-barang secara umum dan terus
menerus berkaitan dengan mekanisme pasar, antara lain : konsumsi masyarakat yang meningkat
atau adanya ketidaklancaran distribusi barang.
Definisi lainnya adalah proses menurunya nilai mata uang secara kontinu. Ini adalah proses dari
suatu peristiwa, bukan tinggi rendahnya suatu harga.
Berdasarkan penyebabnya, inflasi dibagi menjadi 2 jenis yaitu ;
demand pull inflation terjadi akibat adanya permintaan total yang berlebihan dimana
biasanya dipicu oleh membanjirnya likuiditas di pasar sehingga terjadi permintaan yang tinggi
dan memicu perubahan pada tingkat harga. Misalnya, karena bertambahnya pengeluaran
pemerintah yang dibiayai oleh pengeluaran negara atau kenaikan permintaan luar negeri terhadap
barang-barang ekspor atau bertambahnya pengeluaran investasi swasta karena kredit murah.

cost push inflation terjadi akibat adanya kelangkaan produksi dan/atau juga
termasuk adanya kelangkaan distribusi, walau permintaan secara umum tidak ada perubahan
yang meningkat secara signifikan. Bisa jadi karena kenaikan harga sarana yang didatangkan dari
luar negeri atau kenaikan harga bahan bakar (minyak)
Sedangkan berdasarkan asal dari inflasi, maka bisa digolongkan menjadi;

Domestic Inflation, berasal dari dalam negeri. Misalnya karena defisit anggaran
belanja yang disebabkan oleh percetakan uang, panen gagal, dll

Imported Inflation, berasal dari luar negeri, timbul karena kenaikan harga barangbarang diluar negeri atau di negara-negara langganan berdagang kita. Penularannya bisa melalui
kenaikan harga barang ekspor.
Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI
dan GDP Deflator. Inflasi dibagi menjadi 4 golongan yaitu ;

inflasi ringan (kurang dari 10% / tahun)

Inflasi sedang (antara 10% sampai 30% / tahun)

Inflasi berat (antara 30% sampai 100% / tahun)

Hiperinflasi (lebih dari 100% / tahun)

IHK (Indeks Harga Konsumen) merupakan indikator yang paling sering digunakan untuk
mengambarkan pergerakan suatu harga. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukan
pergerakan harga dari paket barang dan jasa yang sering dikonsumsi.
2.

Pengangguran

Menurut Sukirno (2004: 28) pengangguran adalah jumlah tenaga kerja dalam perekonomian
yang secara aktif mencari pekerjaan tetapi belum memperolehnya. Selanjutnya International
Labor Organization (ILO) memberikan definisi pengangguran yaitu:
Pengangguran terbuka adalah seseorang yang termasuk kelompok penduduk usia
kerja yang selama periode tertentu tidak bekerja, dan bersedia menerima pekerjaan, serta sedang
mencari pekerjaan.

Setengah pengangguran terpaksa adalah seseorang yang bekerja sebagai buruh


karyawan dan pekerja mandiri (berusaha sendiri) yang selama periode tertentu secara terpaksa
bekerja kurang dari jam kerja normal, yang masih mencari pekerjaan lain atau masih bersedia
mencari pekerjaan lain/tambahan (BPS, 2001: 4).
Sedangkan menurut Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) menyatakan bahwa:
Setengah pengangguran terpaksa adalah orang yang bekerja kurang dari 35 jam per
minggu yang masih mencari pekerjaan atau yang masih bersedia menerima pekerjaan lain.
Setengah pengangguran sukarela adalah orang yang bekerja kurang dari 35 jam per
minggu namun tidak mencari pekerjaan dan tidak bersedia menerima pekerjaan lain (BPS, 2000:
14).
Berdasarkan kepada faktor-faktor yang menimbulkannya, pengangguran dibedakan kepada tiga
jenis, yaitu (Simanjuntak, 1998: 14):

Pengangguran friksional adalah pengangguran yang terjadi akibat kesenjangan waktu,


informasi, maupun kondisi geografis antara pencari kerja dan lowongan kerja.

Pengangguran struktural adalah pengangguran yang terjadi karena pencari kerja

tidak memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk lowongan pekerjaan yang ada.


Pengangguran musiman adalah pengangguran yang terjadi karena pergantian musim.
Pengangguran berkaitan dengan fluktuasi kegiatan ekonomi jangka pendek, terutama terjadi di
sektor pertanian.
Untuk mengelompokkan masing-masing pengangguran tersebut perlu diperhatikan dimensidimensi yang berkaitan dengan pengangguran itu sendiri, yaitu (Bakir, 1984: 35):
1.

Intensitas pekerjaan (yang berkaitan dengan kesehatan dan gizi makanan).

2.

Waktu (banyak di antara mereka yang bekerja ingin bekerja lebih lama).

3.

Produktivitas (kurangnya produktivitas seringkali disebabkan oleh kurangnya SDM)

Berdasarkan dimensi di atas pengangguran dapat dibedakan atas (BPS, 2000: 8) yaitu:

Pengangguran terbuka, baik terbuka maupun terpaksa. Secara sukarela, mereka


tidak mau bekerja karena mengharapkan pekerjaan yang lebih baik. Sedangkan pengangguran
terpaksa, mereka mau bekerja tetapi tidak memperoleh pekerjaan.

Setengah pengangguran (under unemployment) yaitu mereka yang bekerja di mana


waktu yang mereka pergunakan kurang dari yang biasa mereka kerjakan.

Tampaknya mereka bekerja, tetapi tidak bekerja secara penuh. Mereka tidak
digolongkan sebagai pengangguran terbuka dan setengah pengangguran. Yang termasuk dalam
kategori ini adalah:

3.

Pengangguran tak kentara (disguised unemployment).

Pengangguran tersembunyi (hidden unemployment).

Pensiunan awal.

Tabungan dan investasi

Tabungan merupakan bagian dari pendapatan yang tidak digunakanuntuk konsumsi.Tabungan


biasanya disimpan dibank dalam bentuksaving(tabungan ),demand deposit (giro), dan deposit
(deposito). Ada pulatabungan yang digunakan untuk mendapatkan aktiva-aktiva keuanganatau
fisik, misalnya saham, sebagai balas jasanya mendapatkan deviden,bunga, dan penerimaan sewa.
Faktor yang Mempengaruhi

Pendapatan Masyarakat

Pendapatan sangat berpengaruh terhadap tingkat tabungan. Semakinbesar pendapatan semakin


besar dorongan untuk menabung sebagiandari pendapatan.

Tinggi rendahnya suku bunga

Tingkat suku bunga juga sangat berpengaruh terhadap tingkattabungan karena semakin tinggi
tingkat suku bunga maka masyarakatakan semakin bersemangat untuk menabung.

Kepercayaan terhadap bank

Apabila suatu bank tidak dipercaya maka tingkat tabungan akanmenurun.

Kondisi perekonomian makro

Bila kondisi perekonomian tidak stabil, krisis ekonomi dan moneterterus


berlangsung, pengangguran cenderung meluas, masyarakat akan l e b i h m e m i l i h h a l
y a n g u t a m a s e h i n g g a m e n g a k i b a t k a n m e n u r u n n y a tingkat konsumsi dan tabungan.

Hasrat untuk menabung

Hasrat untuk menabung ataumarginal propensity to save


(MPS)merupakan kecenderungan tambahan untuk menabung.

Distribusi Pendapatan

Dana Pensiun

Tabungan dan kekayaan yang sudah ada

Investasi
P e n g e r t i a n Investasi adalah kegiatan penanaman modal untuk memperluas dan
meningkatkan produksi barang dan jasa guna memenuhi kebutuhan
masyarakat. Dalam pelaksanaannya investasi dapat dibedakan menjadi investasi bruto
dan investasi neto.

Investasi Bruto

Investasi untuk meningkatkan kemampuan untuk memproduksi barangd a n j a s a s e r t a


investasi
pembelian
benda-benda
modal
m e n g a l a m i penyusutan.
Adapun yang termasuk investasi bruto adalah pembelianbarang-barang modal,
seperti tanah, mesin-mesin industri, kendaraanm e m b a n g u n p a b r i k , k a n t o r ,
p e r u m a h a n , d a n p e m b e l i a n b a h a n - b a h a n serta barang-barang persediaan

Investasi Netto

Investasi bruto dikurangi penyusutan selama satu tahun. Dilihat darisudut apakah
investasi itu dipengaruhi oleh pendapatan nasional atau tidak, maka investasi dibagi 2
yaitu:

Autonomous Investment adalah investasi mandiri yang tidakdipengaruhi oleh


pendapatan nasional. Pada umumnya investasi inidilakukan oleh pengusaha.

Induced Investment adalah investasi yang dipengaruhi adanyapenanaman modal yang


yang dipengaruhi oleh pendapatannasional. Makin tinggi pendapatan nasional mekin besar
jumlah investasi
4.

Pemerintah

Tidak ada satu negarapun di dunia ini yang tidak melibatkan peran pemeritah dalam sistem
perekonomiannya. Tidak juga di negara yang menganut sistem kapitalis, yang menghendaki
peran swasta lebih dominan dalam mengelola perekonomiannya. Karena di dunia ini tidak ada
satupun negara yang menerapkan sistem kapitalis murni. Menurut Adam Smith, ahli ekonomi
kapitalis mengatakan peranan pemerintah hanya meliputi tiga fungsi saja, yaitu:

Memelihara keamanan dan pertahanan dalam negeri

Menyelenggarakan peradilan

Menyediakan barang-barang yang tidak bisa disediakan oleh pihak swasta

Dlam masa sekarang ini, banyaknya perkembangan dan kemajuan akibat semakin majunya
teknologi dan banyaknya penemu-penemu baru serta semakin terbukanya perekonomian antar
negara, menyebabkan begitu banyak kepentingan yang saling terkait dan berbenturan. Hal ini
menyebabkan peranan pemerintah sangat dibutuhkan dalam penyelenggaraan perekonomian,
karena tidak semua bidang perekonomian bisa dilaksanakan oleh pihak swasta. Dengan demikian
dalam sistem perekonomian modern, peranan pemerintah dapat dibagi dalam tiga bagian, yaitu:

Peranan Alokasi

Peranan Distribusi
Peranan Stabilisasi

Peranan Stabilisasi
Peranan alokasi oleh pemerintah ini sangat dibuthkan terutama dalam hal penyediaan barangbarang yang tidak dapat disediakan oleh swasta yaitu barang-barang umum atau disebut
jugabarang publik. Karena dalam sistem perekonomian suatu negara, tidak semua barang dapat
disediakan oleh swasta dan dapat diperoleh melalui sistem pasar. Dalam hal seperti ini maka
pemerintah harus bisa menyediakan apa yang disebut barang publik tadi. Tidak dapat tersedianya

barang-barang publik tersebut melalui sistem pasar disebut dengan kegagalan pasar. Hal ini
dikarenakan manfaat dari barang tersebut tidak dapat dinikmati hanya oleh yang memiliki
sendiri, tapi dapat dimiliki/dinikmati pula oleh yang lain, dengan kata lain, barang tersebut tidak
mempunyai sifat pengecualian seperti halnya barang swasta.
Peranan Distribusi
Peranan distribusi ini merupaka peranan pemerintah sebagai distribusi pendapatan dan kekayaan.
Tidak mudah bagi pemerintah dalam menjalankan peranan ini, karena distribusi ini berkaitan erat
dengan dengan masalah keadilan. Sedangkan masalah keadilan sudah ini sudah terlalu kompleks,
sebab keadilan ini merupakan satu masalah yang bisa ditinjau dari berbagai presepsi, bahkan
masalah keadilan ini juga tergantung dari pandangan masyarakat terhadap keadilan itu sendiri,
karena keadilan itu merupakan masalah yang relatif dan dinamis. Kegiatan dalam mengadakan
redistribusi pendapatan atau mentransfer penghasilan ini memberikan koreksi terhadap distribusi
penghasilan yang ada dalam masyarakat
Peranan Stabilisasi
Kegiatan menstabilisasikan perekonomian yaitu dengan menggabungkan kebijakan-kebijakan
moneter dan kebijakan-kebijakan lain seperti kebijakan fiskal dan perdagangan untuk
meningkatkan atau mengurangi besarnya permintaan agregat sehingga dapat mempertahankan
fullemployment dan menghindari inflasi maupun deflasi. Peranan tabilisasi pemerintah
dibutuhkan jika terjadi gangguan dalm menstabilkan perekonomian, seperti: terjadi deflasi,
inflasi, penurunan permintaan/penawaran suatu barang, yang nantinya masalah-masalah tersebut
akan mengangkibatkan timbulnya masalah yang lain secara berturut-turut, seperti pengangguran,
stagflasi, dll.
5.

Produktifitas

Produktivitas, khususnya produktivitas tenaga kerja memiliki hubungan langsung dan positif
dengan pertumbuhan ekonomi. Produktivitas tenaga kerja meningkat berarti jumlah kerja yang
sama seperti sebelumnya dapat menghasilkan lebih sekarang. Seiring dengan peningkatan
produktivitas tenaga kerja, output yang dihasilkan yaitu, peningkatan produksi Seiring dengan
peningkatan produktivitas tenaga kerja, begitu pula pendapatan dengan tenaga kerja. Jadi
kenaikan konsumsi mereka, yang mengarah ke peningkatan permintaan agregat perekonomian.
Dari kelima faktor di atas, yang paling mendominasi dan sangat berpengaruh adalah inflasi dan
pengangguran. Semakin mahalnya harga barang dan jasa di pasaran, akan mengakibatkan
penurunan jumlah permintaan/pembelian sehingga jika terjadi penurunan permintaan/pembelian
maka akan m engakibatkan penurunan penghasilan perusahaan yang berdampak pada
terhambatnya pembayaran gaji/upah para pegawainya. Jika hal ini berlarut-larut, besar
kemungkinan akan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK). Oleh karena itu, lima faktor di atas
harus berjalan beriringan dan seimbang.

Selain faktor-faktor di atas, terdapat juga variabel-variabel yang mempengaruhi dunia bisnis,
yaitu :
Variabel Ekonomi. Berkaitan erat dengan indikator ekonomi yang bersifat umum mengukur
tabungan, investasi, produktivitas, lapangan kerja, kegiatan pemerintah, transaksi perdagangan
internasional, pendapatan, produk nasional dan lain sebagainya.
Variabel Teknologi. Kemajuan di bidang teknologi yang berubah-ubah dari waktu ke waktu yang
terkadang sangat cepat sangat mempengaruhi dunia usaha. Perusahaan yang statis dan tidak
mengikuti perkembangan teknologi cenderung tertinggal dibandingkan dengan perusahaan yang
terus menerus melakukan adaptasi teknologi untuk membuat operasional usah menjadi lebih
efektif dan efisien.
Variabel Politik. Faktor-faktor yang terkait dengan kondisi atau iklim perpolitikan di suatu
daerah.
Variabel Sosial
Faktor demografik/demografis : seperti jumlah, komposisi, dan pertumbuhan penduduk suatu
wilayah atau area.
Faktor gaya hidup : selera masyarakat, trend yang sedang digandrungi, dan lain sebagainya.
Faktor nilai sosial : adat-istiadat, norma yang berlaku, kebiasaan, dan lain-lain.
RUANG LINGKUP BISNIS
1. pengertian bisnis dan jenisnya
Bisnis dalam arti luas adalah istilah umum yang menggambarkan semua aktifitas dan institusi
yang memproduksi barang & jasa dalam kehidupan sehari-hari. Bisnis sebagai suatu sistem yang
memproduksi barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan masyarakat (bussinessis then simply
a system that produces goods and service to satisfy the needs of our society) [Huat, T
Chwee,1990].
Bisnis merupakan suatu organisasi yang menyediakan barang atau jasa yang bertujuan untuk
mendapatkan keuntungan [Griffin & Ebert].
Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa Bisnis adalah kegiatan yang dilakukan oleh in
dividu dan sekelompok orang (organisasi) yang menciptakan nilai (create value) melalui
penciptaan barang dan jasa (create of good and service) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat
dan memperoleh keuntungan melalui transaksi.

Aspek-aspek Bisnis :

a) Kegiatan individu dan kelompok;


b) Penciptaan nilai;
c) Penciptaan barang dan jasa; dan
d) Keuntungan melalui transaksi.
Fungsi bisnis dilihat dari kepentingan mikroekonomi dan makroekonomi :
1. Badan Usaha / Perusahaan Perseorangan atau Individu
Perusahaan perseorangan adalah badan usaha kepemilikannya dimiliki oleh satu orang. Individu
dapat membuat badan usaha perseorangan tanpa izin dan tata cara tententu. Semua orang bebas
membuat bisnis personal tanpa adanya batasan untuk mendirikannya. Pada umumnya perusahaan
perseorangan bermodal kecil, terbatasnya jenis serta jumlah produksi, memiliki tenaga kerja /
buruh yang sedikit dan penggunaan alat produksi teknologi sederhana. Contoh perusahaan
perseorangan seperti toko kelontong, tukang bakso keliling, pedagang asongan, dan lain
sebagainya.
.ciri dan sifat perusahaan perseorangan :

relatif
mudah
didirikan
dan
juga
dibubarkan
tanggung jawab tidak terbatas dan bisa melibatkan harta pribadi

tidak
ada
pajak,
yang
ada
adalah
pungutan
dan
retribusi

seluruh
keuntungan
dinikmati
sendiri

sulit
mengatur
roda
perusahaan
karena
diatur
sendiri
keuntungan yang kecil yang terkadang harus mengorbankan penghasilan yang lebih besar

jangka
waktu
badan
usaha
tidak
terbatas
atau
seumur
hidup
sewaktu-waktu dapat dipindah tangankan

2. Perusahaan / Badan Usaha Persekutuan / Partnership


Perusahaan persekutuan adalah badan usaha yang dimiliki oleh dua orang atau lebih yang secara
bersama-sama bekerja sama untuk mencapai tujuan bisnis. Yang termasuk dalam badan usaha
persekutuan adalah firma dan persekutuan komanditer alias cv. Untuk mendirikan badan usaha
persekutuan membutuhkan izin khusus pada instansi pemerintah yang terkait.
a. Firma
Firma adalah suatu bentuk persekutuan bisnis yang terdiri dari dua orang atau lebih dengan nama
bersama yang tanggung jawabnya terbagi rata tidak terbatas pada setiap pemiliknya.
ciri dan sifat firma :

Apabila terdapat hutang tak terbayar, maka setiap pemilik wajib melunasi dengan harta pribadi.

Setiap
anggota
firma
memiliki
hak
untuk
menjadi
pemimpin
Seorang anggota tidak berhak memasukkan anggota baru tanpa seizin anggota yang lainnya.

keanggotaan
firma
melekat
dan
berlaku
seumur
hidup

seorang
anggota
mempunyai
hak
untuk
membubarkan
firma

pendiriannya
tidak
memelukan
akte
pendirian
mudah memperoleh kredit usaha
b. Persekutuan Komanditer / CV / Commanditaire Vennotschaap
CV adalah suatu bentuk badan usaha bisnis yang didirikan dan dimiliki oleh dua orang atau lebih
untuk mencapai tujuan bersama dengan tingkat keterlibatan yang berbeda-beda di antara
anggotanya. Satu pihak dalam CV mengelola usaha secara aktif yang melibatkan harta pribadi
dan pihak lainnya hanya menyertakan modal saja tanpa harus melibatkan harta pribadi ketika
krisis finansial. Yang aktif mengurus perusahaan cv disebut sekutu aktif, dan yang hanya
menyetor modal disebut sekutu pasif.
ciri dan sifat cv :
sulit

untuk
menarik
modal
yang
telah
disetor

modal
besar
karena
didirikan
banyak
pihak

mudah
mendapatkan
kridit
pinjaman
ada anggota aktif yang memiliki tanggung jawab tidak terbatas dan ada yang pasif tinggal
menunggu
keuntungan

relatif
mudah
untuk
didirikan
kelangsungan hidup perusahaan cv tidak menentu
3. Perseroan Terbatas / PT / Korporasi / Korporat
Perseroan terbatas adalah organisasi bisnis yang memiliki badan hukum resmi yang dimiliki oleh
minimal dua orang dengan tanggung jawab yang hanya berlaku pada perusahaan tanpa
melibatkan harta pribadi atau perseorangan yang ada di dalamnya. Di dalam PT pemilik modal
tidak harus memimpin perusahaan, karena dapat menunjuk orang lain di luar pemilik modal
untuk menjadi pimpinan. Untuk mendirikan PT / persoroan terbatas dibutuhkan sejumlah modal
minimal dalam jumlah tertentu dan berbagai persyaratan lainnya.
ciri dan sifat pt :

kewajiban

terbatas
pada
modal
tanpa
melibatkan
harta

modal
dan
ukuran
perusahaan
kelangsungan hidup perusahaan pt ada di tangan pemilik
dapat dipimpin oleh orang yang tidak memiliki bagian

kepemilikan
mudah
berpindah

pribadi
besar
saham
saham
tangan


mudah
mencari
tenaga
kerja
untuk
karyawan
/
pegawai
keuntungan dibagikan kepada pemilik modal / saham dalam bentuk dividen
kekuatan dewan direksi lebih besar daripada kekuatan pemegang saham

sulit
untuk
membubarkan
pt
pajak berganda pada pajak penghasilan / pph dan pajak deviden