Anda di halaman 1dari 4

PERADABAN ISLAM

dunia Islam dari tahun 800 M sampai dengan 1600 M, termasuk di dalamnya wilayah Negara
Ustmaniyah, Baghdad, Damaskus, dan Kairo. Demikian pula masa-masa para pemimpin ysng
cemerlang, seperti Khalifah Sulaiman yang perkasa..
Saat itu, Khilafah Islamiyah menjadi negara super power dunia, yang kekuasaan dan
pengaruhnya meliputi hampir 2/3 belahan dunia. Kaum Muslim berada pada puncak
kegemilangan peradaban; mulai dari bidang ekonomi, hukum, sains dan teknologi. Penemuan
dan penelitian ilmiah berkembang sangat pesat. Teori dan penemuan ilmiah sarjana-sarjana
Muslim di bidang matematika, kimia, fisika, biologi, sosiologi, peradilan, administrasi, dan
lain-lain telah menjadi pijakan dasar kemajuan sains dan teknologi barat.
Sejarah abad pertengahan adalah sejarah umat Islam yang terjadi pada kurun tahun 1250 1800 M. Pada masa kekhilafahan Mamalik, umat Islam mengalami kemajuan di berbagai
bidang. Kemenangannya terhadap tentara Mongolia menjadi modal dasar untuk menguasai
daerah-daerah sekitarnya. Kekhilafahan Mamalik ini juga berhasil melumpuhkan tentara
Salib di sepanjang Laut Tengah.
Di bidang ilmu pengetahuan, Mesir menjadi tempat pelarian ilmuwan-ilmuwan asal Bagdad
dari serangan tentara Mongolia. Karena itu ilmu-ilmu banyak berkembang di Mesir, seperti
sejarah, kedokteran, astronomi, matematika, dan ilmu agama. Dalam ilmu sejarah tercatat
nama-nama besar, seperti Ibnu Khalikan, Ibnu Tagribardi, dan Ibnu Khaldun.
Di bidang astronomi dikenal nama Nasir al-Din al Tusi. Di bidang matematika Abu aAl-Faraj
Al-Ibry. Dalam bidang kedokteran: Abu Hasan Ali An-Nafis penemu susunan dan
peredaran darah dalam paru-paru manusia, Abdul Munim al- Dimyati seorang dokter hewan,
dan Ar-Razi, perintis psykoterapi. Dalam bidang opthalmologi dikenal nama alah Ad-Din
Ibnu Yusuf.
Di bidang arsitektur, mereka membangun bangunan-bangunan yang megah seperti sekolahsekolah, masjid-masjid, rumah sakit, museum, perpustakaan, villa-villa, kubah, dan menara
masjid. Sedangkan dalam bidang ilmu keagamaan, tersohor nama Ibnu Taimiyah, seorang
pemikir reformis dalam Islam, al Suyuthi yang menguasai banyak ilmu keagamaan, Ibnu
Hajar al-Asqalani dalam Ilmu hadis dan lain-lain.
Kekhilafahan Mamalik berakhir tahun 1517, setelah dijatuhkan oleh Bani Usmani yang
kemudian membangun kekhilafahan Islam dari Bani Usmaniyah di Turki. Mesir dijadikan
sebagai salah satu kewalian (daerah setingkat propinsi) kekhilafahan Turki Usmani.
Pada abad pertengahan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam berkembang sangat pesat.
Penemuan-penemuan ilmiah sarjana Muslim di berbagai disiplin ilmu menjadi pijakan dasar
bagi perkembangan sains dan teknologi modern. Pusat-pusat peradaban Islam, seperti Mesir,
Bagdad, Turki, dan Spanyol menjadi pusat peradaban dunia, sekaligus sebagai tempat bagi
mahasiswa-masiswa Eropa untuk menyerap ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam, dalam
semua disiplin ilmu. Para Ilmuwan Islam yang berpengaruh pada saat itu adalah AlKhawarizmi orang pertama yang menyusun aljabar, Jabir bin Hayan ahli kimia yang

terkenal,Al-Biruni, orang yang menyatakan, Saya temukan (eureka..!)! Beliau adalah peletak
dasar teori sederhana guna mengetahui volume dari lingkungan geologis, Muhammad,
Ahmad danHasan Bin Musa (Banu Musa asy Syakir) astronom yang terkenal pada
masa Khalifah Al- Makmun, Avicena (Ibnu Sina 980 - 1037) dan Algazel (Al Gazali 1053
1111) sudah memikirkan hitung diferensial, 700 tahun sebelum orang Inggris Newton dan
orang Jerman Leibniz.
Meskipun kita sering tidak menyadari hutang budi kita kepada peradaban lain, namun tidak
bisa disangkal bahwa karya-karya besar perdaban Islam merupakan bagian penting warisan
kita. Teknologi industri tidak akan eksis tanpa kontribusi pakar-pakar matematika Arab.
Demikian pula para penyair sekaligus filsuf, Jalaludin Rumi, memperkenalkan kepada kita
konsep diri dan kebenaran. Sementara para pemimpin seperti Khalifah Sulaiman
mengajarkan kepada kita toleransi dan kepemimpinan publik. Mungkin pula kita dapat
mengambil pelajaran dari beliau tentang kepemimpinan yang berlandaskan pada meritokrasi
bukan pewarisan, yakni kepemimpinan yang memanfaatkan segala kemampuan rakyat- baik
yang beragama Kristen, Islam, maupun Yahudi. Model kepemimpinan yang cemerlang inilah
yaitu kepemimpinan yang memelihara, mengayomi, penuh keragaman, dan penuh keberanian
yang mampu menghasilkan berbagai penemuan dan menciptakan kesejahteraan selama 800
tahun.
Peradaban yang dimaksud Carly Fiorina diusung oleh negara, dimana negara mempunyai
kewajiban menyempurnakan sektor pendidikannya melalui system pendidikan bebas biaya
bagi seluruh rakyatnya. Ilmu pengetahuan termasuk kebutuhan pokok. Oleh karena itu
menjamin kebutuhan pokok merupakan kewajiban Negara.
Berikut diberikan data-data yang lebih rinci pelaksanaan system pendidikan yang berhasil
mengarahkan perkembangan sains, teknologi, dan seni untuk mewujudkan kesejahteraan
seluruh anggota masyarakat. Diriwayatkan dari Ibnu Abi Syaibah dari Sadaqoh ad-Dimasyqi,
dari al-Wadliah bin Atha bahwasannya ada tida orang guru di Madinah yang mengajar anakanak, dan Khalifah Umar bin Khaththab sebagai kepala Negara memberikan gaji lima belas
dinar (63,75 gram emas) setiap bulannya.
Khalifah Harun al-Rasyid yang pernah mengirim surat kepada para wali (gubernur) beserta
panglima perang, yang isinya antara lain agar para pejabat Negara memberikan dorongan
kepada para penuntut ilmu. Beliau berkata: Lihatlah, barangsiapa di antara kalian tekun
menuntut ilmu dan turut meramaikan majlis-majlis ilmu dan tempat-tempat pendidikan, maka
catatlah ia sebagai pemenang yang mendapatkan hadiah 1000 dinar (4250 gram emas).
Khalifah al-Muntashir mendirikan Madrasah al-Muntashiriah sebagai satu-satunya sekolah
dasar yang terbesar di masa itu di kota Baghdad, merupakan pendidikan yang bebas biaya
dan setiap siswa menerima bea siswa berupa emas satu dinar serta semua kebutuhan siswa
juga dijamin. Di Madrasah ini juga tersedia perpustakaan yang dipenuhi berbagai macam
cabang ilmum pengetahuan, dan di dalamnya terdapat fasilitas kertas dan tinta untuk para
peneliti dan penyali naskah. Di lingkungan sekolah juda terdapat pemandian-pemandian dan
rumah sakit dengan dokter-dokter yang siap merawat kesehatan mahasiswa. Pada abad
keenam Hijriah, Sultan Nuruddin Muhammad Zanky di Damaskus mendirikan sekolah anNuriah yang dilengkapi sarana perumahan untuk staf pengajar, ruang-ruang besar untuk
ceramah, asrama tempat tinggal siswa, tempat peristirahatan bagi siswa dan staf pengajar,
ruangan khusus bagi pelayan.

Perpustakaan-perpustakaan umum , laboratorium dan sarana lain diluar sekolah maupun


perguruan tinggi berkembang pesat dalam sisten Khilafah Islam, karena Khilafah mengurusi
masalah tersebut secara serius. Hal ini juga didorong oleh peran aktif masyarakat yang secara
sistemik didorong aqidahnya untuk beramal jariyah dengan menyumbangkan buku-buku atau
mendirikan perpustakaan. Sebagai contoh seperti yang ditulis oleh Yakut dam kitab Mujamul
Ubada di daerah karkar (dekat Baghdad), Ali binYahya bin al-Munajjim yang memiliki suatu
ruangan yang indah serta istana yang megah yang memiliki lemari besar yang dinamakan
Khizanatul Hikmat (almari hikmah) untuk menyimpan kitab-kitab. Orang-orang dari berbagai
negeri berdatangan ke sana untuk bermukim dan mempelajari kitab-kitab yang tersimpan di
dalamnya. Mereka diberi kitab dan biaya hidup sehari-hari dari harta milik Yahya. Mereka
mendapatkan asrama, kitab-kitab, makanan dan keperluan hidup sehari-hari. Disebutkan juga
oleh Yakut bahwa di salah satu pojok kota Khurasan terdapat sepuluh perpustakaan yang
masing-masing memiliki 12.000 kitab, dan yang paling terkenal adalah perpustakaan
Khizanatul al-Hakam ats-Tsani dengan 400.000 kitab koleksinya. Kaum muslimin masa
itu, laki-laki atau perempuan berlomba-lomba mendirikan perpustakaan agar ilmu
pengetahuan tersebar luas di kalangan kaum muslimin yang haus ilmu.
Hal lain yang juga dilakukan oleh Kepala Negara adalah memberikan penghargaan yang
tinggi kepada para ilmuwan berupa emas seberat buku yang berhasil ditulis oleh para
ilmuwan, seperti yang sudah dilakukan oleh Khalifah Al-Makmum yang memberikan emas
kepada Hunain bin Ishak. Hal ini berakibat pada semakin mendorong ilmuwan menghasilkan
temuan-temuan dan hasil temuannya diproduksi oleh Negara Khilafah untuk kebutuhan umat
secara gratis, tanpa ada tuntutan royalty dari penemunya, seperti yang terjadi saat ini.
Dengan system seperti diatas, tentu dapat kita bayangkan bagaimana pesatnya perkembangan
ilmu sains dan teknologi pada saat itu tanpa mendholimi ilmuwan dan produknya dapat
dinikmati oleh umat secara mudah dan murah.
Berikut diberikan daftar ilmuwan dan pemikir yang merupakan produk dari peradaban yang
dimaksud oleh Carly Fiorina yang sangat berperan dalam perkembangan sains dan teknologi
pada saat ini.
Jabbir Ibn Hayyan (Geber, 715 815) dikenal sebagai Bapak Ilmu Kimia karena jasanya
memperkenalkan metode ilmiah eksperimental dan juga lebih dari 20 macam peralatan
laboratorium seperti alat destilasi, kristalisasi, purifikasi dan kristologi seperti dalam kitabnya
Kitab al-Istitmam. Beliau juga menemukan berbagai jenis asam nitrat, asam sulfat, asam
citrat, asam asetat, unsure Arsen, antimon dan bismuth. Beliau juga sebagai orang pertama
yang menggolongkan belerang dan air raksa sebagai unsure kimia. Dalam buku tentang
mutiara yang tersembunyi, beliau menuliskan 46 resep untuk membuat gelas berwarna juga
12 resep tentang produksi mutiara buatan dan penghilangan warna dari batu mulia.
Muhammad bin Zakariya ar-razi (Rhazes, 864-925) menulis alat yang ditemukan bersama
pendahulunya (Calid, Geber, al-Kindi) seperti pembakar, tabung reaksi, pelebur substansi dan
lain sebagainya.
Muhamman bin Musa al-Khawarizmi, beliau tumbuh pada masa kekuasaan al-Makmum di
Baghdad (813-833 M). Beliau adalah ahli matematika, astronomi, dan geografi. Karyanya
mengenai aljabar sangat termasyhur. Beliau berhasil menulis buku-buku dibidang alajabar,
kalkulus yang menuju konsep deferensiasi, buku di bidang goegrafi dan astronomi.

Dan masih banyak lagi ilmuwan pada masa itu yang tidak kami sajikan disini.
Peradaban dalam naungan negara diatas menjadi mercu suar bagi negara-negara lain di dunia,
hal ini tampak dari pengakuan-pengakuan ilmuwan barat sepusutar kontribusi iluwannya
dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, antara lain oleh:
John William Draper dalam buku Intellectual Development of Europe yang memprotes
cara-cara sistematis yang terus dilakukan oleh literature-literatur Eropa yang mengalihkan
pandangan terhadap pengikut Muhammad.
Robert Briffault dalam buku Making of Humanity yang mengakui bahwa dibawah
kekuasaan orang-orang Arab dan kaum Muslimin kebangkitan terjadi, dan bukan pada abad
ke-15 renaissance sesungguhnya berlangsung.
Arnold dan Guillaume dalam bukunya Legacy of Islam yang mengakui bahwa ilmu
pengetahuan dan ilmu kedokteran Islam bagaikan cahaya Hellenic yang memancar ketika
siang telah berlalu.
George Sarton dalam Introduction to he history of Science yang mengatakan bahwa pada
masa pemerintahan al-Makmum perkembangan ilmu mencapai puncaknya. Cita-cita kaum
Muslim adalah terus berkarya tanpa banyak bicara, tiada keindahan selain Tuhan dalam
berbagai sifatNya.
Secara alami, manusia menginginkan kemudahan dan penghargaan dalam hidupnya.
Demikian juga dalam sains, teknologi dan seni, ilmuwan ingin karyanya dihargai dan
masyarakat ingin menikmati karya ilmuwan dengan harga yang relatif murah. Hal yang alami
ini tentunya secara alami juga mudah untuk diterapkan, semua kembali pada sistem dan
pandangan hidup yang diterapkan.