Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN

STUDI KASUS PEMBOLOSAN SISWA KELAS XII SISWA SMAN 103


JAKARTA TIMUR

Caesar Ryanto
1614150003

Dosen Pembimbing

: Septina Severina

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, kita dapat menemukan berbagai jenis sifat dan
karakteristik siswa yang berbeda-beda. Ada sebagian siswa yang sangat suka sekolah karena
mendapatkan ilmu, teman, dan yang lainnya, bahkan ada juga yang sekolah karena hanya
paksaan dari orang tua yang menginginkan anaknya sukses melalui jenjang pendidikan. Bagi
sebagian siswa mungkin sekolah adalah rutinitas yang harus dijalani, tetapi bagi sebagian kecil
siswa lainnya malah bermalas-malasan sekolah, hal ini bisa disebabkan oleh banyak faktor
termasuk tekanan atau permasalah dari anak tersebut, seharusnya siswa diharuskan untuk
bersekolah demi masa depan yang lebih cerah.
Sebagai seorang pengajar yang kesehariannya mengajar disekolah, tentu tidak jarang kita
menangani dan menemukan para siswa yang jarang masuk kekelas tanpa adanya alasan yang
jelas, serta tindakan yang diberikan oleh sekolah tidak membuat siswa jera, maka fenomena atau
kasus seperti ini memerlukan sistem pendidikan yang ketat
Dalam hal ini, maka pada penelitian yang berjudul Studi Kasus Pembolosan Siswa
Kelas XII SMAN 103 Jakarta Timur ini memberikan kontribusi supaya mampu memberikan
perubahan dan penyelasaian masalah Pembolosan siswa ini.
1.2 Tujuan Pelaksanaan Studi
1. Mengetahui Alasan Siswa Membolos Sekolah
2. Menemukan faktor-faktor penyebab siswa membolos
3. Mengatasi supaya tidak ada siswa yang membolos

BAB II

IDENTITAS MASALAH

2.1

Data Diri Siswa


Identitas Diri Siswa
a.
b.
c.
d.
e.

2.2

Nama
Jenis Kelamin
Tempat Tanggal Lahir
Alamat
Agama

: Farrel Devara
: Laki-laki
: Jakarta, 22 Oktober 1999
: Jl. Soka Kuning Blok II no 12
: Islam

Latar Belakang Pendidikan Siswa


TK
a. Masuk Sekolah
b. Keluar Tahun
c. Nama Sekolah

: 5 Tahun
: 6 Tahun
: Al-Fajar

SD
a. Masuk Sekolah
b. Keluar Tahun
c. Nama Sekolah

: 6 Tahun (2005)
: 12 Tahun (2011)
: SDN 22 Petang Pulogebang

a.
b.
c.
a.
b.
c.

SMP
Masuk Sekolah
Keluar Tahun
Nama Sekolah
SMA
Masuk Sekolah
Keluar Tahun
Nama Sekolah

: 12 Tahun (2011)
: 15 Tahun (2014)
: SMPN 139 Jakarta Timur
: 15 Tahun (2014)
: 18 Tahun (2017)
: SMAN 103 Jakarta Timur

2.3 Kebiasaan Belajar Siswa

Belajar hanya 30 menit

Waktu belajar saat malam hari


Belajar ketika ada ulangan/ ujian saja

BAB III
DIAGNOSA KESULITAN BELAJAR

3.1 Masalah Yang Di Hadapi Siswa


Masalah Belajar

Klien merasakan tidak pentingnya mengikuti pelajaran yang ada disekolah karena ada
beberapa faktor yang dapat membuat siswa cepat merasa bosan untuk belajar. Hal ini terjadi
akibat klien yang lebih senang berada diluar sekolah ketimbang berada disekolah.
a) Faktor Internal (dari dalam diri siswa <klien> )
Klien merasa cepat bosan belajar
Merasa Orang tua tidak peduli dengan pendidikan
Tidak suka dengan belajar
Masalah Keluarga
b) Faktor Eksternal (dari orang lain / lingkungan )
Klien tidak peduli dengan pelajaran sekolah
Pergaulan yang tidak baik
Pendekatan guru disekolah yang kurang baik
3.2 Faktor-faktor Penyebab Timbulnya Masalah
3.2.1

Masalah Keluarga
a) Klien merasa orang tua tidak peduli dengan pendidikannya
b) Membeda-bedakan anak

3.2.2

Masalah Personal
a) Perasaan yang termarginalkan
b) Kurangnya kepercayaan diri

3.3.3

Masalah Sekolah
a) Interaksi yang minim antara orang tua dan sekolah
b) Kebijakan mengenai pembolosan yang tidak konsisten

3.3 Teknik Pengumpulan Data


3.3.1

Observasi
a. Klien terkesan berperilaku sedikit nakal
b. Klien malas mengkuti KBM yang sedang berlangsung
c. Klien sering absen dihari hari tertentu

3.3.2

Wawancara
a. Klien sering membolos sekolah karena bosan dengan pelajaran disekolah
b. Klien membolos sekolah dengan teman seangkatan / sekelas
c. Klien biasa membolos pergi ke warung internet (warnet) / ke warung biasa.

3.4 Prognosa/Pemecahan Masalah

Pihak sekolah harus bisa mempertegas hukuman atau sanksi ketika ada siswa yang

melakukan hal seperti ini lagi


Pihak sekolah harus lebih sering berkomunikasi dengan orang tua siswa bila anak

didiknya tidak masuk


Klien harus bisa menjauhi pergaulan yang salah
Klien harus lebih rajin dan giat dalam bersekolah

BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Membolos adalah kegiatan dimana siswa mengalami kemalasan dan tidak mau untuk
mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru tersebut. Dari kasus ini bisa dikatakan bahwa
siswa membolos bukan hanya karena keinginan dari diri sendiri, melainkan ada beberapa faktor
yang menyebabkan seorang siswa membolos, yaitu malas dan teman yang mengajak siswa lain
untuk membolos. Kegiatan membolos ini bisa berdampak negative kepada siswa diantaranya
siswa yang bersangkutan mengalami kesusahan dalam study nya dan dia tidak mengerti pelajaran
tersebut dan bisa membuatnya susah dalam Ujian Semester dan tentunya dia tidak akan lulus.

4.2 Saran
Diharapkan kepada kita semua bahwa pendidikan itu sangat lah penting. Kegiatan seperti
membolos tidak akan berguna bagi kehidupan kita sekarang maupun masa yang akan datang, dan
diharapkan juga untuk seluruh sekolah untuk mempertegas sanksi-sanksi yang diberikan kepada
siswa, dan juga komunikasi oleh pihak sekolah dengan orang tua siswa yang bersangkutan
sangatlah membantu dalam mencari apakah siswa tersebut membolos atau tidaknya. Dan
diharapkan kasus seperti ini menurun setiap harinya.