Anda di halaman 1dari 5

Pancasila Sebagai Sistem Filsafat

Nama Anggota : - Caesar R


- Silvia
- Sara T.C
Dosen Pembimbing

: Ibu Roce Marsaulina

A. Pengertian Sistem Filsafat


Pengertian Sistem
Sistem adalah suatu kebulatan atau keseluruhan, yang bagian-bagiannya atau unsurunsurnya saling berkaitan, saling berhubungan, saling bekerjasama untuk satu tujuan
tertentu dan merupakan keseluruhan yang utuh.
Secara etimologis istilah Filsafat berasal dari bahasa yunani:
philo, philos, philein berarti cinta/ pecinta/ mencintai.
sophia berarti kebijakan/ kearifan/ hikmah/ hakikat kebenaran
Maka philosophia berarti cinta pada kebijaksanaan, atau kebenaran yang hakiki.
Makna dasar Pancasila Sebagai Sistem Filsafat adalah dasar mutlak dalam berpikir dan
berkarya sesuai dengan pedoman diatas, tentunya dengan saling mengaitkan antara sila
yang satu dengan lainnya.
Misal : Ketika kita mengkaji sila kelima yang intinya tentang kedilan. Maka harus
dikaitkan dengan nilai sila-sila yang lain artinya
Filsafat Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia:
Merupakan kenyataan objektif yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. Pancasila
memberi petunjuk mencapai kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa
membedakan suku atau ras.
Filsafat Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan negara:
Yang dimaksud adalah bahwa semua aturan kehidupan hukum kegiatan dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara berpedoman pada pancasila. Karena pancasila merupakan
sumber dari segala sumber hukum bangsa dan negara republik indonesia.
Orang yang berfikir kefilsafatan ialah orang yang tidak meremehkan terhadap orang yang
lebih rendah derajatnya dan tidak menyepelekan masalah yang kecil, dan selalu berfikiran
positif, kritis, dan berdifat arif bijaksana, universal dan selalu optimis.

1. Pancasila Sebagai Sistem Filsafat


Pancasila sebagai suatu sistem filsafat dapat berupa jati diri bangsa Indonesia. Sebagai
konteksnya, misal pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia, sebagai dasar
filsafat negara Republik Indonesia, sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia.
Pancasila pada hakikatnya merupakan kristalisasi nilai-nilai luhur kebudayaan bangsa
Indonesia sepanjang sejarah, yang berakar dari unsut-unsur kebudayaan luar yang sesuai
sehingga secara keseluruhannya terpadu menadi kebudayaan bangsa Indonesia.Hal
tersebut dapat dilihat dari proses terjadinya Pancasila yaitu melalui suatu proses yang
disebut kausa materialisme karena nilai-nilai Pancasila sudah ada dan hidup sejak zaman
dulu yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, nilai-nilai Pancasila
diungkapkan dan dirumuskan dari sumber nilai utamanya yaitu:

1. Nlai-nilai yang bersifat fundamental, unicersal, mutlak dan abadi dari Tuhan Yang
Maha Esa yang tercermin dalam inti kesamaan ajaran-ajaran agama dalam kitab suci.
2.Nilai-nilai yang bersifat kolektif nasional yang merupakan intisari dari nilai-nilai
yang luhur budaya mastarakat.
3. Rumusan Kesatuan Sila-Sila Pancasila sebagai Suatu Sistem

B. Cabang cabang Filsafat dan Alirannya


Ada Beberapa cabang cabang filsafat pancasila dan alirannya, diantara lain :

Metafisika :yang berkaitan dengan persoalan tentang hakikat yang ada.


Epistemologi :yang berkaitan dengan persoalan hakikat pengetahuan
Metodolog i:yang berkaitan dengan persoalan hakikat metode ilmiah
Logika :yang berkaitan dengan persoalan penyimpulan
Etika :yang berkaitan dengan persoalan moralitas
Estetika :yang berkaitan dengan persoalan keindahan

C. Rumusan sila-sila pancasila sebagai suatu system


Kesatuan Sila-sila Pancasila
1. Susunan kesatuan pancasila yang bersifat organis
Kesatuan sila-sila Pancasila yang bersifat organis tersebut pada hakikatnya secara
filosofis bersumber pada hakikat dasar ontologis manusia sebagai pendukung dari inti
substansi manusia.
2. Susunan kesatuan pancasila yang bersifat Hierarkhis dan berbentuk pyramidal
Susunan pancasila adalah hierarkis dan berbentuk piramidal. Pengertian matematis
piramidal digunakan untuk menggambarkan hubungan hierarki sila-sila pancasila
dalam urutan-urutan luas (kuantitas) dan juga dalam hal isi sifatnya (kualitas).
3. Hubungan sila-sila pancasila yang saling mengisi dan saling mengkualifikasi Setiap
sila terkandung sila keempat lainnya, dengan kata lain dalam setiap pancasila
senantiasa dikualifikasi oleh keempat sila lainnya.

D. Kesatuan sila-sila pancasila sebagai suatu sistem filsafat


1. Aspek Ontologis

Ontologi adalah bidang filsafat yang menyelidiki makna yang ada (eksistensi dan
keberadaan), sumber ada, jenis ada, dan hakikat ada, termasuk ada alam, manusia,
metafisika dan kesemestaan atau kosmologi.
2. Dasar Epistemologis
Epistemologis adalah bidang/cabang filsafat yang menyelidiki asal, syarat,
susunan, metode, dan validitas ilmu pengetahuan.
Pancasila sebagai suatu sistem filsafat pada hakikatnya adalah suatu sistem pengetahuan.
suatu sistem cita-cita atau keyakinan-keyakinan (belief system) sehingga telah menjelma
menjadi ideologi (mengandung tiga unsur yaitu :
Logos (rasionalitas atau penalaran),
Pathos (penghayatan), dan
Ethos (kesusilaan).
3. Aspek Aksiologi
Aksiologi mempunyai arti nilai, manfaat, pikiran dan atau ilmu/teori.
MenurutBrameld, aksiologi adalah cabang filsafat yang menyelidiki : Tingkah laku
moral, yang berwujud etika, Ekspresi etika, yang berwujud estetika atau seni dan
keindahan, Sosio politik yang berwujud ideologi.

E. Pancasila sebagai Nilai Dasar Fundamental Bagi Bangsa dan


Negara Republik Indonesia
1. Dasar filsofis
Suatu nilai yang bersifat sistematis, fundamental dan menyeluruh. Maka, sila-sila
pancasila merupakan suatu kesatuan yang bulat dan utuh,hierarkhis dan sistematis.
2. Nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Fundamental Negara
Negara indonesia adalah negara kesatuan
Negara hendak mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
Negara berkedaulatan rakyat
Negara berdasarkan atas ketuhanan yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang
adil dan beradab.

F. Inti Sila sila Pancasila


Sila Ketuhanan Yang Maha Esa,
Negara memberikan kebebasan dalam memilih agama dan meyakini agama sesuai
dengan kepercayaan dan keyakinan.

Sila kemanusiaan yang adil dan beradab


bahwa negara harus menjunjung tinggiharkat dan martabat manusia sebagai makhluk
yang beradab.
Persatuan Indonesia
bahwa negara adalah sebagai penjelmaan sifat kodrat manusia monodualis yaitusebagai
makhluk individu dan makhluk sosial.
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan
/perwakilan.
Ada nya kebebasan yang harus disertai dengan tanggung jawab baik.
Mengakui atas perbedaan individu,kelompok, ras,suku,agama.
Mewujudkan dan mendasarkan suatu keadilan dalam kehidupan sosial agar tercapainya
tujuan bersama.
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Untuk mewujudkan suatu kesejahteraan untuk seluruh warganya,untuk seluruh
rakyatnya,mencerdaskan seluruh warganya