Anda di halaman 1dari 19

PROLOG

Pada tahun 1868, Kauman adalah sebuah kampung islam terbesar di Yogjakarta. Dengan Masjid besar sebagai pusat
kegiatan agama, dan dipimpin oleh seorang penghulu bergelar Kamaludiningrat.
Pada saat itu isalm sedang terpengaruh ajaran Syekh Siti Jenar yang meletakkan Raja sebagai perwujudan Tuhan.
Masyaakat meyakini titah Raja adalah Sabda Tuhan.
Syariat islam bergeser ke Arah tahayul dan mistik. Sementara kemiskinan dan kebodohan merajalela akibat politik
tanam paksa pemerintah Belanda.
Agama tidak bisa mengatasi keadaan, karena sibuk dengan tahayul, yang sangat bertentangan dengan Al-Quran dan
Sunnah Rosul, Muhammad SAW.
Sampai tiba suatu masa lahirlah seorang bayi laki-laki dari keluarga Abu Bakar, pada 1 Agustus 1868 di Kauman,
MUHAMMAD DARWIS
Setelah beberapa bulan dari kelahirannya, anak laki-laki yang bernama Muh. Darwis, seperti biasanya keluarga pun
mengadakan upacara adat dan sebagainya. Namun, setelah beranjak remaja Darwis merasa ada yang salah pada
agama yang di yakininya. Ia pun selalu mengahadapi pertengkaran argument yg hebat dengan ayahnya yg juga
merupakan seorang imam di masjid besar pada waktu itu.
Pertumbuhan Darwis dalam waktu ke waktu memang sangat menjajikan untuk bisa menjadi seorang kyai. Dan pada
akhirnya ia memutuskan untuk pergi haji ke Mekkah dalam rangka sekaligus untuk belajar dan memahami lebih
mendalam mengenai agama Islam. namun, niat itu tidak mudah untuk tercipta, banyak dari keluarga Darwis yg tidak
setuju dengan keinginannya itu. Tapi Darwis telah istiqomah dan akhirnya ia pun berangkat ke Mekkah.

(Setelah sepulangnya dari mekah dari 5 tahun lalu Darwis mengganti nama nya dengan Ahmad Dahlan.. .)

Darwis (Riko)

Abu Bakar (Ganis)


haha

: Pak, pak , kulo Darwis pak,

: hahah Darwis?! . pulang dari Mkah orang bawa kitab, kamu malah bawa senapan .

Darwis (Riko)

: ini biola pak , dapet dari kapal bersama teman-teman dari Bugis

Abu Bakar (Ganis)

: jadi sekarang namamu, Ahmad Dahlan ?

Darwis (Riko)

: inggih, kalau bapak menginjinkan saya kan memakai nama itu .

Abu Bakar (Ganis)

: insyaallah lee insyallah . .

Lurah Noor (Citra)

: majalah ini bukannya di larang dikmas? (majalah Al manar)

Darwis (Riko)

: Ngapunten kangmas, majalah ini diterbitkan oleh Jamaludin Alaf komi dan

Muhammad Afduh, seorang pembaharu Islam dari Mesir dan membawa islam sejalan dengan perkembangan jaman,
jadi saya piker tidak ada yang berbahaya kang mas,
Lurah Noor (Citra)

: iyaa, tapi kan mereka tinggal di Paris ketika menerbitkan majalah itu,pemikiran

mereka sudah terpengaruh dengan kaum komunis dan kaum yahudi (menjelaskan dengan lembut dan lantang)
Abu Bakar (Ganis)

: yang penting . . semua pembaharuan itu untuk perbaikan umat, iya kan ?, bukan

yang sebaliknya
Setelah beberapa saat kedatangan AD dari Makkah, ayah AD pun meninggal dan AD ditunjuk sebagai
pengganti ayahnya untuk mengurus langgar dan di masjid besar sebagai imam.
Abu Bakar (Ganis)

: apa yang menjadi paling berharga bagi laki-laki adalah mempunyai istri yang

Abu Bakar (Ganis)

: tugas ku sudah selesai, mulai sekarang kamu yang melanjutkan amanah keluarga,

solihah .

untuk bersiar diagamamu. Aku titipkan langgar ini untuk kamu, gunakan sebaik-baiknya. (Abu Bakar wafat pada
bulan syaban 1869)

(pelantikan Ahmad Dahlan di mesjid gede )

Kyai Cholil (Putra)

: Kanti pangucap Bismillah hirrohmanirrohim ,dalu menika Kyai Ahmad Dahlan bin

H. Abu Bakar katetepaken dados ketib mesjid ageng Kraton NGayogjokarta Hadiningrat

(Saat solat Ashar . . .)

A.D (Riko)

: Islam adalah agama rohmatan lil alamin. Al islam , wa addin rahmatan lil alamin .

merohati siapapun yang bernaung di bawahnya. baik orang islam maupun bukan islam . merohmati artinya
mengayomi, melindungi, dan membuat damai. tidak mengekang, membuat takut, membuat rumit dengan upacaraupacara dan sesaji. dalam hadist Allah berfirman bahwa sesungguhnya aku begitu dekat dengan makhlukku, maka
berdoalah kepadaKu dengan sungguh-sungguh, dan mohon ampun, maka niscahya aku akan mengabulkan.
jadi dalam yang dibutuhkan dalam berdoa hanyalah sabar dan ikhlas . bukan kyai, Imam, Ketib apalagi sesaji.tapi
langsung kepada Allah.
(Di langgar kidul Ahmad Dahlan sedang memainkan biola nya dan pada saat inilah beberapa pemuda
datang ..)

pemuda 1(Taufan)

: ono music londo neng langgar

pemuda 2 (Nur)

: ki rung pernah kualat cah iki.

pemuda 3 (Nadia)

: Aku tak bali yo?!

Pemuda 2 (Nur)

: hee sek sek ! meh nyandi koe ?

pemuda 3 (Nadia)

: aaku arep bali aku. meh pengajian ke tempat yang lain aja .

pemuda 2 (Nur)

: halaahh piee to

pemuda 1 (Taufan)

: yowes jajal mlebu wae lah !

pemuda 2 (Nur)

: kulo nuwun kyai ?

A.D (Riko)

: woo yaya masuk masuk .

Pemuda 2 (Nur)

: pengajiane sampun kyai?

A.D (Riko)

: Saya menunggu kalian

Pemuda 2 (Nur)

: kira- kira kita mau ngaji apa ya kyai ?

A.D (Riko)

: laa kalian maunya ngaji apa?

pemuda 1(Taufan)

: biasanya kalau pengajian itu pembahasannya dari guru ngajinya lo kyai?

A.D (Riko)

: Nanti yang pintar gurunya, muridnya hanya mengikuti gurunya . pengajian disini

kalian yang menentukan, dimulai dari kalian yang bertanya, ayo siapa yang mau bertanya?
pemuda 2 (Nur)

: eemmmm agama ituu, apa kyai?

(Ketika pemuda 2 bertanya , Ahmad Dahlan pun sejenak terdiam, kemudian dia mengambil
biolanya lalu memankannya dengan begitu lembut dan indah sehingga ke tiga pemuda itu pun hamper
terlelep dalam buaian alunan biola tersebut)

A.D (Riko)

: Apa yang kalian rasakan?

pemuda 1 (Taufan)

: Keindahan

A.D (Riko)

: kamu du?
: kayak . mimpi

pemuda 2 (Nur)
A.D (Riko)

: sepertinya semua maslah itu hilang kyil .


: Itulah agama, orang yang beragama akan merasakan keindahan, tentram, damai,

cerah, karena hakekat agama itu seperti music,mengayomi, menyelimuti, naah sekarang ayook cepet pegang biola
ini
Pemuda 4 (Muh)

: ahh mboten kyai, ndak bisa

A. D (Riko)

: sebisanya ayo mainkan .

(Dahlan meminta salah satu pemuda untuk memainkan biola tersebut, meskipun Dahlan tahu dia tidak lihai
memmainkannya, )

A.D (Riko)

: Bagaimana rasanya?

pemuda 4 (Muh)

: kacau ya kyai ya? heheh

A.D (Riko)

: Itulah agama, kalau kita tidak mempelajarinya dengan benar itu aka membuat resah

lingkungan kita dan jadi bahan tertawaan.

(Wonokromo, Bantul 1888, saat sholat Dhuhur, Dahlan sedikit tersentak akan arah kiblat di mesjid yang dia
gunakan untuk sholat, seketika dia langsung mengeluarkan kompas nya, lalu dia melihat bahwa arah kiblat mesjid
tersebut keliru. Setelah melihat itu ia pun pulang dan mempelajari secara detail arah mana yang benar, melalui
beberapa benda yang mendukung, peta, kompas, dll. Dahlan menemui beberapa takmir masjid di masjid masjid
lain, salah satunya di daerah Semarang)

A.D (Riko)

: Jadi bukan ke arah timur laut Kyai?

Takmir 2 (Diva)

: ohh iya timut laut.

A.D (Riko)

:Kenapa masjidnya diarahkan ke timur laut kyai?

Takmir 2 (Diva)

: haa ini disesuaikan dengan jalan ini, biar dilihat itu enak dimata , di pandang ,

Demez

(Di langgar Dhwur, kauman)

Takmir 1 (Engga)
A.D (Riko)

: salah kiblat , maksude pie dimas?


: Semua masjid mengarah lurus ke Barat termasuk majid besar, bahkan ada yang

mengarah ke timur laut kangmas. ini tidak benar, kecuali masjid Panemahan Senopati di kota Gede. saya juga sudah
berdiskusi dengan sejampek jampek di Bukittinggi dan ini yang juga menjadi masalah mereka kang mas, kita harus
betulkan
Takmir 2 (Diva)

: ora gampang kang mas, ora gampang ngrubah kiblat mesjid gede, Kyai penghulu

mesti ora setuju!


A.D (Riko)

: Ngapunten kang mas, sebelum kita bicara dengan Kyai penghulu,kita bicara dulu

dengan kangmas Lurah Noor, beliaukan kepala berjamaah mesjid besar.


Takmir 1 (Engga)

: haaa aku ra yakin, ora oraa..angel kui !

(Dirumah Lrah Noor)

Lurah Noor (Citra)

: mesjid besar itu sudah berdiri lebih dari setengah abad, menyalahkan kiblat sama

dengan menyalahkan ngarso dalem sebagai pemanut agama ! ngerti kowe?


A.D (Riko)

: Khalifah itu juga manusia kangmas , tidak luput dari salah. khalifah Usman bin

afan saja pernah melakukan kesalahan sehingga menimbulkan perang saudara.


Lurah Noor (Citra)

: pendapatmu itu harus dibuktikan . mana anakku sini sini .

(Dimasjid Gede)

Abdullah Siraj (Adi) : Kiblat itu bukan soal arah . Kiblat itu soal Qalbu, GustiAllah iku sing kagungan lor,
kidul, wetan lan kulon, Gusti Allah jumeneng tidak berdasar arah, tapi ada dalam Qolbu umat.
Kyai Cholil (Putra)

: saya setuju kyai, ini hanya soal keyakinan dimas. Allah itu menyatu menunggal

dengan umatnya. dimana pun manusia itu menghadap disitu ada Allah
A.D (Riko)
Kyai Cholil (Putra)

: jika demikian apa gunanya Masjidil harom?.


: Kalau arah kiblat masjid besar itu slah, lalu apa? yang membuat kita yakin bahwa

arah kiblat jenengan itu benar?


A.D (Riko)

: Sekedap Kyai, jazuri tolong ..


Nuwun sewu kyai, berdasakan ilmu falaq, plau jawa tidak lurus dengan mekah.jadi

tidak ada alas an kita untuk mengaragkan kiblat kita lurus ke arah barat.karena bila kita mengarah ke barat berarti
kita mengaah ke Afrika, lagi pula kita tidak perlu membongkar masjid, kita hanya mengubah arah kiblat kita ke 23o
dari arah semula. Ketika Allah memerintaj Rasulullah SAW, memindahkan kiblat dari alaqsa ke alharom beliau
berputar 180o
Lurah Noor (Citra)

: apakah dimas yakin gambar itu benar?

A.D (Riko)

: Kebenaran hanya milik Allah kangmas,manusia hanya sebatas berikhtiar

Abdullah Siraj (Adi) : sek sek mengko disik, kelihatannya gambar itu buatanya orang kafir, saya pernah
melihatnya di kantor Buferman, kalau kita mengarahkan kiblat berdasarkan gambar itu, sama saja kita kafir . ngati-

ati yo lee dengan kaum kafir dan munafik. mereka melakukan berbagai macam cara untuk mempengaruhi keimanan
kita.
takmir 1 (Engga)

: dimas Dahlan ini sudah melenceng, harus di luruskan, nanti kalau dibiarkan ,

keluarga kita jadi melenceng semua


Lurah Noor (Citra)

: panjenengan yang lebih pantas meluruskan .

(pada malam harinya ke 4 pemuda dengan inisiatif sendiri mereka pergi ke mesjid gede, lalu mereka lah
yang mengubah arah kiblat secara sembunyi-sembunyi sesuai dengan arah Dahlan)

Kyai Cholil (Putra)

: siapa yang berani lancang seperti ini? oo astaghfirullah hal adzim sopo?!

(Mesjid Gede)

Kyai Cholil (Putra)


A.D (Riko)

: ini pelanggaran kyai,


: siapa yang berbuat? saya tidak akan menghukum kalian jika memang kalian yang

berbuat .
Kyai Cholil (Putra)
A.D (Riko)

: ada 4 orang anak muda yang melakukan semua ini..


: nuwun sewu kyai, ada banyak anak muda di Kauma ini kyai, sebagian besar yang

merawat mesjid ya anak anak muda


Kyai Cholil (Putra)
A.D (Riko)

: ora mungkin mereka selancang ini


: Kalau memang yang melakukan itu murid-murid saya, saya sendiri yang akan

bertindak
Bocah (Lutfi)

: saya yang melakukannya pakde,

(Ditempat lain)

Kyai Cholil (Putra)

: bocah ngrusak ! ngerti opo kowe soal agama?!

Bocah (Lutfi)

: menurut saya ki Dahlan itu benar pakde

Kyai Cholil (Putra)

: Dahlan iku sopo? kanjeng nabi? gusti Allah? Dahlan iku menungso, isoh wae

salah . heh pakdemu iki penghulu, diangkat langsng karo sinuwun ! ora gampang dadi penghulu ! jadi yang kamu
lakukan itu menurunkan derajat kedudukan ku?! dan meremehkan pengetahuan agama ku?!

(bulan ramadhan 1890,Langgar Kidul menjelang buka puasa. ..)

A.D (Riko)

: Mari sebelum buka puasa kita buka pengajian hari ini dengan membaca surat Al-

Maun ! Surat ini membahas tentang menyantuni yatim piatu dan rakyat miskin .
Pemuda 1 (Taufan)

: pangapunten kyai, sudah 4 kali pertemuan yang selalu kita bahas pasti surat Al-

Maun, padahal di Al-Quran ini ada 114 surat llo kyai .


A.D (Riko)

: Sudah berapa banyak yatim piatu dan rakyat miskin yang kamu santuni lee? buat

apa kita mengaji banyak-banyak tapi hanya dihafal ?

(pada saat buka puasa ditengah-tengah mereak makan ada seseorang datang dengan membawakan surat
undangan untuk Dahlan)

pesuruh (Dhani)

: assalamualaikum ?

A.D (Riko)

: Waalaikumsalam wr wb

pesuruh (Dhani)

: saya mendapatkan amanat untuk menyampaikan surat ini dari kyai penghulu, kyai .

A.D (Riko)

: saya tidak bisa menutup langgar saya, sampaikan maaf saya kepada kyai penghulu

Pesuruh (Dhani)

; Kyai, ! kalau kyai tidak mau menutup langgar ini, maka kyai penghulu sendiri yang

akan membongkar dengan paksa !


A.D (Riko)

: Berarti selama ini saya berada di lingkungan yang salah!

(Pada saat yang sama kyia penghulu mempelopori warga masjid gede untuk membongkar paksa Langgar
kidul )

Kyai Cholil (Putra)

: Para sederek sedaya ! kita harus melindungi kewibawaan masjid besar!

warga (semua)

: Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar !

( dengan mengumandangkan nama Allah para warga pun berbondong-bondong menuju langgar Kidul )

pesruh (Dhani)

: mana kyai kafir?

pemuda 2 (Nur)

: ono opo iki? gak ada kyai kafir disini ! kalian semua yang kafir !

pesuruh (Dhani)

: woo bocah cilik !

(keadaan menjdai semakin semrawut dan akhirnya para warga dari masjid gede pun berhasil menguasai
langgar kidul dan merobohkannya hingga tiada sisa !)
(Lurah Noor yang menyaksikan kejadian itu juga tidak bisa berbuat apa-apa disamping dia sangat sedih
melihat adiknya menangis tak ada daya)

(Keesokan harinya . ..)

Pakde Dahlan (Intan) : Dahlan woy Dahlan


Bude (Tia)

: Ya Allah ki Mau opo yo manungso sing ngalkoke koyo ngene ki ya Allah kang

mas iki gek ono opo to iki ?? (Panik)


Pakde Dahlan (Intan) : koe yakin adikmu ra pamit ?
Bude (Tia)

: Mboten, loo kang mas badhe ke mana?

(Distasiun Tugu pakde dan bude melihat Dahlan dan istri berada di dalam kereta dan )

Pakde Dahlan (Intan) : He Dahlan ! arep neng ngendi kowe? ayo muleh ! Dahlan rungokno aku ! ayo
muleh !
Bude (Tia)

: ungokno kang mas mu to Dahlan ayo muleh !

A.D (Riko)

: jangan paksa saya kangmas

Pakde Dhlan (Intan) : Dahlan keluarga masih butuh kamu .

A.D (Riko)

:sudah tidak ada tempat lagi untuk orang seperti saya di Kauman kang mas

Pakde Dahlan (Intan) : sopo sing ngomong? sopo ? keluargamu masih sangat menghargaimu , muridmuridmu juga ! ojo ngawur kowe !
yowes , langgarmu isoh dibangun meneh, isoh ! aku sing mbangun .
Bude (Tia)

: demi Allah Dahlan, sekali ini saja mbakyu minta sama kamu muleh ! seorang

pemimpin yang baik di mata Allah tidak akan pernah meninggalkan keluarganya, apalagi umatnya !

(Akhirnya Dahlan pun terbujuk untuk kembali ke Kauman . setelah sampai dirumah. . .)

Pakde Dahlan (Intan) : iIni, bangun lagi langgarmu ! rasah dipikir


Siti dewasa (Yustika) : ini uang tabunganku !

(beberapa keluarga turut mendukung Dahlan Pakde, Bude, bahakan sang istri tercinta Siti Walidah selalu
setia disisinya)

(Lebih dari 100 abad kapal Portugis merapat di selat Sunda, tanah jawa memulai sejarahnya menjadi pulau
tertindas. Pemerintah Belanda menciptakan jurang pemisah antara Pribumi dan Belanda. Ironisnya kaum Kyai
melanggengkan itu semua sebagai system social. Kita menjadi Budak di negri kita sendiri. Jika kita tidak memulai
negri ini akan hancur. Sudah saatnya kita berubah)
(Langgar Kidul pun kembali berdiri )

A.D (Riko)

: Seperti yang dikatakan Syekh Muhammad Ab agama islam tertutup untuk orang

islam itu sendiri. Islam semakin jauh dari islam itu sendiri, karena dipahami secara dangkal.

(Dahlan pun menyatakan dirinya mundur dari jabatan ketib mesjid besar. Dan Sultan Hamengkubuwono
VII pun menanggapi dengan )

Sultan (Adi)

: aku we krungu sak kabehane

A.D (Riko)

: Katetepan menika dalem pilih kagem jagi kawontenan ingkang mboten sae

Sultan (Adi)

: awet jaman politik etis ing nagri Walanda, lahir uga pamikiran-pamikiran parubahan

ing tanah jowo . jamane wes geseh . soko perang gaman, dadi perang pikiran. merga kui pikiran-pikiranmu mu uga
banget dibutuhke.
A.D (Riko)

: Nuwun pangapunten sinuwun, Nganggitan dalem mboten dibetahaken wonten

Kauman .
Sultan (Adi)

: Kauman iku kan mung sakuplek . ora mungkin cukup nggo nampung pikiran-

pikiran mu iku. dibutuhke wadah kang luweh gede lan luweh jembar soko Kauman. Aku duwe rencana nggo kowe
sing luwih apik .Munggaho Kaji , mengko Kraton sing ngragati. Sinauni maneh ilmu agama, sinambi srawung
hubungan kalian sarjana soko Mesir, Syiria lan Madinah . Lungaira ingkang Mekah iku sak ora-orane bakal
nglerem konflik ing Kauman

(Sementaa itu, bangsa Indonesia sendiri sedang gencarnya membuat suatu pergerakan , salah satunya
adalah pergerakan organisasi Boedi Utomo yang diketuai oleh Dr. Wahidin Soedirohoesodo)

Dr.Wahidin (Suara) : Sodara-sodara kita harus berpikir cerdas . kalau bangsa kita bersatu dan kita samasama meludah , Belanda pasti akan tenggelam

(Lalu beberapa saat setelah itu murid Dahlan pun kembali dari Mekah . dan 5 Thun kemudian . . .)

A.D (Riko)

: jadi sekarang nama mu Muh. Fakhruddin ?

pemuda 2 (Nur)

: nggih kyai .Daniel (josua) mengganti namanya dengan Ahmad Sudja

pemuda 4 (Muh)

: seperti pak Kyai to? setelah pergi haji mendapat sertifikat dengan nama baru?

A.D (Riko)

: lee kalau pulang haji kamu mau ganti namajuga ?

pemuda 3 (Nadia)

:insyaalah tidak kyai, saya akan tetap memakai nama pemberian dari ibu saya,

Muhammad Sangidu
A.D (Riko)

: waa bagus bagus . ohh yaa , kalian ada yang tahu tentang perkummpulan Boedi

Utomo?
Pemuda 4 (Muh)

: hanya sekilas Kyai,perkumpulan Boedi Utomo itu adalah perkumpulan kaum

terpelajar dan dari keluarga Priyayi .itu kalau tidak salah.


Pemuda 2 (Nur)

: wonten punapa to kyai? apa kyai ingin bergabung dengan perkumpulan itu?

A.D (Riko)

: aku belum tahu. fakhurid kamu bisa bantu aku cari tahu tenteng perkumpulan itu?

pemuda 2 (Nur)

: nggih kyai.

(beberapa hari kemudian . .)

pemuda 2 (Nur)

: nuwun sewu kyai , saya sudah mendapatkan informasi tentang Boedi Utomo,

ketuanya adalah Drs. Wahidin Soedirohoesodo dan kebetulandi Kauman ada kerabat yang dekat dengan beliau
namanya mas Joyo Soemarto
A.D (Riko)

: yoyoyo bisa tolong sampaikan surat saya kepada beliau ? bantu aku dulu din

pemuda 2 (Nur)

: insyallah kyai

(akhirnya AD mendatangai perkumpulan boedi oetomo dan bertemu dengan Dr. Wahidin Soedirohoesodo
selaku ketua dari organisasi pendidikan tersebut, AD diterima dengan baik oleh organisasi tersebut. Kedekatan AD
dan OBU mulai erat, dia mulai mengajar di sekolah-sekolah dan dia pun mulai menerima sesuatu yang baru dari apa
yg dia dapatkan selama mengajar. Namun, hal itu pula menjadi suatu hal ganjil yg baru di mata keluarga dan
masyarakat kauman. Mereka menganggap AD telah terpengaruh boleh budaya belanda yg dianggap oleh masyarakat
sebagai budaya kafir.
Beberapa hari kemudian AD mengumpulkan seluruh muridnya dan memberikan tugas kepada muridnya. AD
berencana membuat madrasah ibtidaiyyah diniyah islam di kediamannya. AD menyuruh muridnya untuk
mengumpulkan anak-anak di sekitar daerah tersebut yang tidak bersekolah agar dapat dating dan belajar di madrasah
yang ia bangun. Madrasah tersebutpun memiliki banyak murid dan beritapun tersebut ke pelosok mengenai
madrasah tersebut dan akhirnya sampai ke telinga seorang kyai dari magelang dan akhirnya kyai tersebut
mendatangi madrasah AD.
Kyai Magelang: Assalamualaikum
Kyai AD dan Para Murid: Waalaikumsalam..
Kyai AD: Eh, ada apa kyai datang ke sini, tumben jauh-jauh dari magelang.
Kyai Magelang: jadi ini madrasah yang banyak dibicarakan oleh orang-orang?
Kyai AD: iyah kyai, Alhamdulillah bisa memberikan sedikit bantuan untuk anak-anak di sekitar ini.
Kyai Magelang: Madrasah Ibtidaiyyah Diniyyah Islam, kamu tau itu artinya apa ?
Kyai AD: tentu Kyai, kalau tdak tau, tidak mungkin saya menggunakan nama tersebut.
Kyai Magelang: terus kalau tau, kenapa menggunakan barang-barang orang kafir ?
Kyai AD: maaf kyai, yg mana yang barang-barang orang kafir ?
Kyai Magelang: Ini (sambil menunjuki satu persatu barang-barang yg ada di madrasah), ini semua barang-barang
orang kafir, semuanya dibuat oleh orang kafir.
Kyai AD: (sambil tersenyum kecil) mohon maaf kyai, boleh saya bertanya ?
Kyai M: boleh, silahkan.
Kyai AD: Kyai dari Magelang ke Kauman naik apa ?

Kyai M: Hahaha, saya tidak mungkin mau menyiksa tubuh saya dari Magelang ke Kauman dengan jalan kaki.
Hanya orang bodoh yg mau menyiksa diri dari Magelang ke Kauman dengan jalan kaki. Tentu saja saya naik kereta
api.
Kyai AD: (masih tersenyum kecil dan berbicara dengan suara yg kecil dan lembut) Kalau begitu berarti hanya orang
bodoh yang bilang kalau madrasah saya ini kafir.
Kyai M: kok bisa ? (sambil kaget)
Kyai AD: Karena kereta api perlengkapan yg dibuat oleh orang kafir.
Kyai M: (tertegun mendengarnya sembari menanggung malu) ayo pulang (kyai mengajak murid-muridnya)
(keesokan harinya Kyai AD mendapatkan surat undangan dari kyai penghulu dan memenuhi undangan tersebut)
Kyai P: Kamu, menyederhanakan agama Islam !
Kyai AD: loh, bagian mana yg saya sderhanakan kyai ?
Kyai 1: ajaranmu yang melarang orang yasinan dan tahlil
Kyai AD: saya tdak melarang orang Yasinan ataupun Tahlil Kang Mas, tiap surah dalam Al- Quran memilik
fadilahnya masingmasing,tapi tidak untuk diputuskan kalau kita hanya membaca yasin terus menerus, ditambah
sekaligus upacara-upacara saya takut akan menghancurkan makna surah-surah yg lain.
Kyai 2: Lalu tahlil, kenapa Dimas melarangnya ?
Kyai AD: Rasulullah menganjurkan selalu berzikir agar selalu mengingat asma-Nya. Tapi apakah rasul mewajibkan
kita untuk melakukannya secara bersama-sama ? apalagi bersuara keras sambil menganggu tetangga ? Ayat
Kyai Ipar: Kamu tahu dampak dari ajaran kamu terhadap umat ? mereka akan menggampangkan Islam
Kyai AD: Agama itu bukan rangkaian aturan-aturan yang bisa dipermudah atau dipersulit Kang Mas, Agama itu
sebuah proses, seperti udara pagi yang kita hirup secara perlahan-lahan ke tubuh kita, menyegarkan hati dan pikiran
kita, bayangkan yg kita hirup itu angina putting beliung, tubuh kita tak hanya hancur tapi terhempas tak berdaya
terbawa arus tak tentu arah, apakah kita rela melihat umat kita berserakan dan lari menjauh dari agama, hanya
karena kita salah memberikan pengertian.
(semua orang terdiam dalam pikiran mereka masing-masing terngiang perkataan Kyai AD sebelumnya)
Keesokan harinya, salah seorang murid datang ke rumah kyai AD untuk menemui AD
Kyai AD: ada apa ?

Murid: saya minta maaf pak kyai


Kyai AD: soal apa?
Murid: karena selama ini saya telah suudzan sama pak Kyai
Kyai AD: kamu ingat kisa musa dan khaidir?
Murid: Musa tdak dapat melihat apa yg dilihat oleh gurunya
Kyai AD: ya udah, tak difikirkan, yang penting pemikiran mu telah terbuka
Murid: terima kasih kyai
(murid-murid yang lain mendatangi Kyai AD)
Murid 1: Rasulullah pernah bersabda: sesungguhnya islam datang dalam keadaan terasing dan akan kembali dalam
keadaan terasing, maka beruntunglah orang-orang yang terasing itu, karena merekalah yang merapikan segala
sesuatu yang salah. Saya akan selalu berada di depan untuk melindungi kyai
(murid-murid yg lain ikut bersorak)
Beberapa hari kemudian Kyai AD mempunyai misi baru dalam melanjutkan dakwahnya, yaitu membentuk sebuah
perkumpulan yang dinamai Muhammadiyah
Kyai AD: saya sudah mantap mau mendirikan perkumpulan sesuai perintah Allah dalam surah al-imran ayat 114.
Murid 1: saya setuju dengan itu kyai (membacakan arti)
Murid 2: permisi kyai, untuk apa mendirikan perkumpulan kyai ? apakah langgar kita belum cukup ?
Kyai AD: langgar itu untuk ibadah, perkumpulan untuk aktifitas social kita
Murid 3: tapi kita mesti berurusan sama pemerintah Belanda kyai, kan kalau perkumpulan mesti butuh izin reziden
Keesokan harinya Kyai AD bertemu dengan organisasi Boedi Oetomo untuk meminta bantuan dalam membentuk
perkumpulan yang ia buat agar dapat mendapatkan izin. Beliapun pulang untuk menyampaikan kepada muridmuridnya mengenai apasaja yg ia dapatkan sekaligus merundingkan kembali mengenai perkumpulan baru mereka.
Kyai AD: kemarin Sangidu mengusulkan nama Muhammadiyah untuk perkumpulan kita, saya sudah melakukan
shalat istikharah dan saya sepakat dengan nama itu.
Murid Dim: Muhammadiyah apa tidak seperti nama perempuan kyai ?
Murid 1: Bukan Dim, di kauman kita mengenal jamiah nuriyah yang di ambil dari nama pemimpinnya Muhammad
nur, jadi nuriyah itu artinya pengikut nur.

Murid 2: jadi kalau muhammadiyah berarti pengikut kanjeng nabi Muhammad ?


Kyai AD: bagaimana ? setuju ?
Murid-murid: aku setuju, setuju..
Murid 3: seandainya kami semua menjadi pengurus muhammadiyah, apa kita semua mendapatkan upah ?
Kyai AD: saya ini berharap, Muhammadiyah bisa menjadi perkumpulan yang benar-benar bertujuan untuk
masyarakat, bukan untuk keuntungan pribadi. Hidup, hidupilah muhammadiyah, jangan mencari hidup di
muhammadiyah.
Akhirnya syarat-syarat pembentukan perkumpulan pun sudah terpenuhi, Muhammadiyah pun akhirnya menemui
titik cerah, maka dari itu Kyai AD pun meminta izin kepada sultan kerajaan Jogyakarta untuk dapat lebih
memantapkan pergerakan organisasinya.
Sultan: aku turut bahagia
Kyai AD: terima kasih, sinuwun
Sultan: saya berpesan dua perkara, yang pertama jangan sampai perkumpulan muhammadiyah mengecilkan
kedudukan masjid besar. Yang kedua, saya tidak mau ada perselisihan dikalangan umat masalah agama.
Kyai AD: Maaf sinuwun, Muhammadiyah bukan agama tidak ada maksud Muhammadiyah untuk menyebarkan
keyakinan agama sendiri.
Sultan: iyah, aku ngerti. Kalau begitu aku ikut mendoakan semoga organisasi ini bermanfaat untuk umat.
Kyai AD: Terima kasih banyak, sinuwun
Beberapa saat setelah itu, muncullah surat berita mengenai pembentukan perkumpulan muhammadiyah yang sampai
ke Kyai penghulu..
Kyai Penghulu: Residen !!!!, Dahlan jadi Residen ???!!! masa ngankat diri jadi residen, ingin menggeser
kedudukanku yah.
Kyai Penghulu pun yang geram mengeumpul kyai-kyai yang lainnya untuk membicarakan hal ini,
Kyai 1: ini pemberontakan, pemberontakan dahlan mundur dari jabatan khatib,menggalang massa di langgar kidul
bergabung dengan budi utomo mempengaruhi goverment dan sultan untuk meraih kedudukan sebagai residen.
Kyai 2: kalau sampai Muhammadiyah berdiri di kauman, akan menyebarkan paham modern yang dibawah oleh
orang kafir dan itu bertentangan dengan syariat Islam

Kyai Penghulu: jadi, apakah saya pantas memberikan izin permohonan berdirinya perkumpulan Muhammadiyah ?
blablabla. Pendapat sampean ?
Kyai 3: saya serahkan semua kepada beliau, sebagai rat penegak hokum agama
Kyai Penghulu: baiklah, sebagai rat hokum agama dan adat saya tidak mengabulkan permohonan kyai dahlan untuk
mendirikan muhammadiyah.
Berita mngenai pembentukan perkumpulan muhammadiyah mulai tersebar luas di kauman, hal tersebut menuai
banyak kecaman dari para kyai dan warga kauman karena dianggap sebagai suatu pemberontakan terhadap masjid
besar. Murid-murid Kyai AD menjadi korban dari kericuhan, mereka dipukuli oleh orang-orang dan juga dihina
sebagai kafir.
Orang datang : assalamualaikum..
Dahlan : waalaikum salam wr.wb
Org dtang : kita ini keluarga tidak sepatutnya kita saling membenci hanya karna memprthankan pemikira
kita sendiri.
Dahlan: masing mempunyai tanggung jawab berjhad menjdi yg trbaik dimta allah. Tapi apkah hbungan
kluarga hrus d.bubarkan?
Org dtang : tdk ada niat untk mngorbankan siapapun kang mas.
Dahlan : sya justru menghormati siapa pun yang berda pndpat dgn sya
Org dtang: langgar ini jdi saksi prbuatan pling rendah dari mnusia menghancrkan rusak apapun alasannya
Dahlan: dimana pun manusia itu bsa merusak tdak hnya dilanggar ini,apapun manusia biasa pnya khndak
untk mnguasai dan tdak mau diperslahkan .
Org dtang : kamulah yg trbaik nimas , kamu tahu jgn kmu brfikir klau sya ini membnci kamu kamu itu adik
ku,kluarga ku. Assalamualaikum
Dahlan : waalaikum salam wr.wb.
Berita mengenai kyai penghulu sampai kepada sultan
Kanjeng: muhamadiyah itu bukan perkumpulan politik jadi tdak ada alasan apapun

untuk menolak

permohonan Dahlan
Pengabdi: saya mengerti kanjeng tapi ini juga perhimpunan itu harus mendpat ini hofd dari Penghulu.

Kanjeng : Apa?! Hofd penghulu??! Jadi hofd penghulu tdak mengijinkan ?


Pengabdi: (mengangguk)
Pak kumis : Dahlan itu bekas khotib masjid besar,jika Dahlan menjdi resident maka dia mnjadi pnguasa
islam muhammadiyah,islam kauman,dan jga arsidenan Jogjakarta. Lalu bgaimna org tdk lgi mnuruti prntah sya
sbgai koh penghulu di masjid bsar
Pengabdi: tunggu dulu,resident. Yg mau jdi resident itu siapa?
Pak kumis: loh,siapa lagi? Dahlan ingin jdi resident .
Pengabdi: Dahlan ingin mngajukan diri sbgai president bkan resident. President itu direktur,kepala. Anda
mengerti atau tdak?
Pak kumis : (salah paham) astagzfirullah haldzim.
Pengabdi: anda itu penghulu agama pnuntun umat. Semestinya arif dan bijaksana .
Di dalam langgar/mushola
Pak kumis: saya tdk tau hrus bebuat apa,bahkan sya tdk tau apa yg hrus sya ktakan.
Dahlan: klau tdk brkenan brkata tdk prlu dpaksakan. Sya akan ttap dsni mnemani anda untk brdzikir.
Pak kumis: kita ini sma muslim kita adlah saudra
Dahlan: bnar kyai,bkan kah ssama saudra kita sling mngingatkan?
Pak kumis: kdang mnusia lbih memilih mlindungi kwibawaannya drpda brtnya untk apa sbnarnya
kwbawaan yg dia pnya itu bgi drinya.
Dahlan: sya jga bkan org yg lput dri hal itu.
Pak kumis: lalu smua ini untk apa?
Dahlan: membuat kita ingat akan tgas kita di dunia ini. Jdi khalifah pemimpin bgi driya sndri sbelum
memimpin org lain.
Pak kumis: (ketawa) ketika kita memimpin org lain,kita lpa brtnya bahwa kita apkanh sdah mampu
memimpin dri kita sndri.
Dahlan : setiap manusia mempunyai hak untk bnar
Pak kumis: kita lakukan tgas kita msing mlindungi kwibawaan agama kita kbnaran ada ditngan allah.
Manusia sprit kita hnya berihtiar.

Dahlan: (berjbat tngan dgn pak kumis) insya allah ki,insya allah.
Dahlan : hari ini kta sma bljar untk mnjadi yg trbaik di mata allah. Tdak hnya untk dri sndri tpi untk
kpntingan org bnyak . hidup ini singkat dan hnya satu kali manfaatkan tdk hnya untk diri sndiri. Allah beserta org
yg pduli,insya allah ini akan di ridhoi . sekalipun surat resmi pndirian prkumpulan blum trun,tetapi hari ini saya
tetapkan sbgai hari lahirnya muhammadiyah. Ya allah tnjukan jlan yg lrus yaitu jlan yg tlah engkau beri nikmat bkan
jlan org yg kau beri sesat. Amin
Semua : amin