Anda di halaman 1dari 20

BAB 9

STUDI KASUS

Studi kasus yang lengkap terdiri dari riwayat anak pada masa lalu dan masa sekarang, riwayat
keluarga, dan penilaian bermakna dari anggota rumah tangga pada saat ini, hasil tes psikologis
dan laporan status mental. Gabungan data ini membantu tim klinisi atau dokter untuk membuat
formulasi dan rencana terapi untuk anak tertentu.
Beberapa materi kasus akan disajikan untuk menggambarkan bagaimana metode studi kasus
mengarah ke formulasi diagnostik. Formulasi mencerminkan pendapat dokter mengenai jenis
dan tingkat keparahan gangguan emosional, penyebab yang paling mungkin dan faktor yang
berperan, dan apa yang ia rasakan sebagai perawatan terbaik untuk pasien . Diakui, pengobatan
sangat dipengaruhi oleh orientasi teoritis dokter. Meskipun demikian, konstruksi teoritis harus
disesuaikan dengan variasi gangguan spesifik yang tampak pada pasien. Pemilihan pengobatan
yang mana untuk anak yang mana, tergantung pada penilaian klinis. Ketajaman klinis secara
berkelanjutan dipengaruhi oleh berkembang pesatnya pengetahuan tentang etiologi dan metode
pengobatan.
Dalam bab 7, formulasi diagnostik menjawab delapan pertanyaan implisit yang muncul di
halaman 178. Pertanyaan-pertanyaan ini memandu pemeriksa dalam menguraikan keparahan
penyakit, penyebab, pengobatan dan prognosis.
Baik riwayat, tes psikologis, maupun pemeriksaan psikiatrik saja dapat memberikan semua
jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini. Riwayat dari orang tua atau wali dan sekolah akan
memberikan pandangan kepada orang tua dan guru mengenai jenis dan tingkat keparahan
gangguan yang mereka lihat pada anak. Derajat penyakit dan bidang kesehatan relatif atau
gangguan kepribadian anak akan lebih khusus diidentifikasi melalui laporan psikolog dan
psikiater. Bukti gangguan sistem saraf pusat (pertanyaan 3) akan diperoleh dari riwayat
kelahiran, perkembangan, tinjauan sistem, dan penyakit masa lalu, dari temuan fisik dan
neurologis dan dari kesan yang didapatkan oleh psikolog dan psikiater. Relevansi temuan ini
dengan gejala sekarang dan konfigurasi kepribadian terletak pada penilaian klinis. Dengan cara
serupa, kesimpulan tentang keadaan sekarang dan faktor psikososial akan tergambarkan dari
riwayat dan pemeriksaan langsung, dievaluasi menurut pengetahuan klinisi pada saat ini dan
hipotesis sehubungan dengan psikopatogenesis
Kebiasaan menetapkan etiologi fungsional atau organik sudah ketinggalan jaman. Seiring dengan
perkembangan ketajaman diagnostik, klinisi menemukan sekian banyak kasus di mana kedua
etiologi, organik dan fungsional, bermakna dalam berkembangnya setiap gangguan. Salah satu

dari faktor ini saja dapat tidak menimbulkan gangguan penyesuaian atau akan menyebabkan
kumpulan gejala yang berbeda.
Serupa, seperti yang dinyatakan dalam bab 7, psikiater anak telah memperluas konsep etiologi
fungsional melampaui alasan hubungan ibu-anak yang terganggu. Pengalaman mengajarkan
bahwa hubungan ayah-anak, interaksi ibu-ayah, atau interaksi seluruh keluarga adalah bermakna.
Fenomena budaya dan ekonomi tidak dapat diabaikan karena pengaruhnya terhadap konfigurasi
pola interaksi keluarga.
Etiologi multipel pada setiap kasus adalah mungkin, dan tampak mencolok pada banyak kasus.
Dengan prinsip ini, konsep etiologi baik pada tidak membantu secara klinis. Pertanyaan klinis
disimpulkan pada pertanyaan 6 dan 7. Bagaimana penyebab yang paling mungkin diarahkan
untuk menghasilkan gambaran gejala? Manakah dari penyebab-penyebab berperanan yang masih
aktif dan problematik pada situasi ini? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini mengarahkan
pada pertanyaan akhir, apa yang dapat dan harus dilakukan pada prosedur perbaikan?
Model diagnostik-terapi dapat digambarkan dengan membandingkan pengobatan psikiatrik anak
dengan beberapa aspek operasi ortopedi. Ahli bedah tidak pernah mengobati tulang yang retak.
Ia mendekatkan fragmen-fragmen dan menempatkan bagian yang cedera pada lingkungan yang
terlindungi, gunanya untuk mencegah trauma berkelanjutan atau paparan bahan berbahaya yang
mempengaruhi proses penyembuhan. Apabila penyakit tulang terlalu parah atau bila
penyembuhan gagal dengan perlakuan konservatif, ia harus menyelidiki lebih dalam mengenai
dasar penyakit, melakukan perubahan struktur dan perubahan lainnya. Dengan menyederhanakan
risiko, perawatan psikiatrik anak dapat dilihat sebagai upaya sejauh mungkin untuk menghapus
agen berbahaya dan traumatis untuk memungkinkan perkembangan yang sehat.
Seringkali upaya psikoterapi untuk mengubah ide-ide, perasaan, dan konsep neurotik diperlukan
dalam satu atau lebih anggota keluarga. Setiap kali psikoterapi dilakukan, gerak langkah bersama
lingkungan terdekat dan fungsi normal yang berangsur-angsur kembali merupakan aspek penting
dari pengobatan. Tulang yang cedera dan kepribadian yang rusak tidak pernah sembuh tanpa
jaringan parut dan beberapa gangguan fungsional. Tujuan akhir dari pengobatan adalah untuk
meminimalkan kecacatan. Pengobatan yang sukses tidak pernah memberikan jaminan
menghadapi perubahan masa depan di bawah tekanan yang cukup, tapi masalah di masa depan
sering dapat dikurangi bila tingkat kerapuhan organisme dipahami sepenuhnya.
Garis besar studi kasus pada beberapa halaman berikutnya memungkinkan ringkasan data
evaluasi, namun cukup inklusif dan fleksibel untuk dapat diterapkan untuk berbagai kondisi.
Garis besar dapat digunakan untuk merekam ringkasan kasus yang relatif tidak rumit serta untuk
merangkum informasi penting tentang anak-anak dengan beberapa masalah karena berbagai
penyebab.
GARIS BESAR STUDI KASUS
2

1. Identifikasi data
Nama______________________________No.Kasus_____________________________
Alamat_____________________________Tanggal Masuk________________________
No.telp_______________Ras___________Tanggal lahir____________Umur_________
Sekolah_____________________________Tingkat______________________________
Agama______________________________Dirujuk oleh__________________________
Orang tua Tanggal Keluarga
kandung
saat ini
Kawin
Tinggal
terpisah
Bercerai

Nama

Hubungan
dengan
pasien

Umur Pekerjaan/
Tingkat
pendidikan

Ayah
Ibu
Anak
(termasuk
pasien)

Tidak
diketahui
Keluarga yang telah meninggal Tanggal Meninggal

Penyebab
Meninggal

Umur

Komentar-komentar
2.
3.
4.
5.
6.

Masalah saat ini


Rangkaian gejala dan pengaturan anak saat ini (penyakit sekarang)
Gambaran keluarga
Riwayat perkembangan pra-sekolah (termasuk riwayat prenatal)
Riwayat medis (termasuk gambaran sistem dan penyakit sebelumnya, trauma dan
operasi)
7. Riwayat sekolah
8. Ibu (riwayat pribadi)
9. Ayah (riwayat pribadi)
10. Anak
a. Pemeriksaan status mental
b. Pemeriksaan fisik
c. Prosedur khusus
1. Laboratorium
2. Hasil tes psikologi
3

3. Hasil konsultasi
11. Formulasi diagnostik
A. Gejala atau masalah utama yang diperoleh berdasarkan riwayat dan observasi
B. Faktor fisik, emosional, dan social (termasuk keluarga) yang menjadi penyebab atau
menjadi faktor yang berkontribusi terhadap gejala yang ada.
C. Pengobatan yang diberikan atau direncanakan.
12. Kunjungan follow-up (termasuk pertemuan orang tua)
13. Tinjauan pengobatan
A. Formulasi kerja sekarang dan kemajuannya
1. Anak
2. Orang tua
B. Rekomendasi pengobatan lebih lanjut

Pada halaman selanjutnya, tiga kasus dipresentasikan dengan detail. Rata-rata klinisi dihadapkan
dengan berbagai variasi masalah psikiatri. Garis besar metode perekaman data klinis menyajikan
panduan untuk studi kasus, memberi gambaran proses analisis dan sintesis kasus yang penting
untuk rencana pengobatan.

MENOLAK BERSEKOLAH (FOBIA SEKOLAH)


Nama

: Jeffrey M.

Tanggal masuk: 20-2-1981

Tanggal Lahir : 29-8-1974


Sekolah

: SD gabungan

Agama

: Protestan

Umur

: 6 tahun

Dirujuk oleh : Dokter keluarga, Dr. N. B


Keluarga
Ayah
Ibu
Anak

Hubungan dengan pasien


R.M. Ayah
E.M. Ibu
F.M. Saudara perempuan
G.M Saudara laki-laki
.
J.M. Pasien

Umur
42
35
12
10

Pekerjaan atau tingkatan


Masinis
Ibu rumah tangga
Kelas 6
Kelas 4

Kelas 1

Anggota keluarga yang meninggal:


Paternal: Kakek meninggal tahun 1955 pada umur 65 tahun
Maternal: Nenek meninggal pada musim gugur tahun 1980 pada umur 65 tahun

Masalah saat ini:


Ia tidak mau pergi ke sekolah. Sejak neneknya meninggal 4 bulan lalu, Jeff tidak mau pergi ke
sekolah. Ketika diantar ke sekolah, ia hanya duduk di bangkunya dan menangis selama 2 jam
atau sampai orang tuanya dipanggil datang dan menjemputnya pulang. Jika seseorang mencoba
menyuruh melakukan sesuatu, ia akan menjadi lancang. Di rumah biasanya ia adalah anak yang
baik, dan ibu mengatakan, Ia adalah kenyamanan bagi saya karena saya membutuhkan
seseorang di rumah bersama saya. Hanya bila dilakukan upaya untuk memisahkannya dari
ibunya, ia menjadi keras kepala dan marah.

Perjalanan Gejala dan Penyesuaian Anak Saat Ini


Jeff memulai tingkat pertama dalam bulan September 1980 pada umur 6 tahun. Ibu dan kepala
sekolahnya menyatakan ia melakukannya dengan baik dan sepertinya suka bersekolah. Pada
bulan November, Jeff menderita campak. Ketika ia di rumah, dikabarkan bahwa ibu Ny.M tibatiba meninggal. Baik Jeff maupun anak yang lain sangat terganggu dengan kabar meninggalnya
nenek mereka. Ibu mereka menghadapinya dengan sangat berat, sering menangis. Pada saat
pemakaman, Jeff hampir sembuh dari campak tapi tetap tinggal di rumah. Selama masa ini, ibu
membawa Jeff mengunjungi makam neneknya. Saat Jeff masuk sekolah kembali, ia mengatakan
ia tidak mau masuk sekolah dan saat tiba di sana, Jeff hanya duduk dan menangis di bangkunya.
Ia mengatakan kepada guru dan orang tuanya bahwa ia takut untuk meninggalkan rumah karena
berpikir bisa saja ibunya tidak ada di rumah ketika ia pulang.
Setelah satu atau dua minggu dengan perilaku ini, ia dikeluarkan dari sekolah sesuai anjuran Dr.
S. Selama di rumah bersama ibunya, kunjungan ke makam neneknya berlanjut. Ibu berkonsultasi
dengan Dr. B yang mengatakan bahwa ia harus berhenti ke makam dan meresepkan beberapa
obat penenang untuknya dan obat penenang putih untuk Jeff. Ny. M mengatakan bahwa obat
penenang membantunya dalam taraf tertentu tapi dalam waktu singkat. Jeff meminum obat
tersebut tapi meludahkannya di kamar mandi. Selama masa ini, ia mengatakan Jeff cukup gugup
dan kecewa. Jeff dapat melompat gembira naik-turun tapi tampaknya menikmati beberapa
program TV (seperti Leave it to Beaver). Ketika mendapati Jeff tidak meminum obatnya, ia
memaksa Jeff untuk menelan obatnya dan Jeff menjadi lebih tenang. Ny.M disarankan oleh
dokternya untuk menghentikan Jeff dari ketergantungannya pada ibu dengan membiarkan Jeff
bersama teman-temannya selama beberapa menit pada saat tertentu dan mulai memasukkannya
ke sekolah selama beberapa menit setiap hari dan meningkatkan waktu tersebut hingga ia bisa
berada di sekolah sepanjang hari. Ia sedikit berhasil dengan program ini meskipun anaknya
belum kembali bersekolah.

Jeff bermain kembali bersama saudaranya, pergi ke gereja dan sekolah minggu bersama
keluarganya. Ny.M berpikir perilaku Jeff mengalami perbaikan dan ia sendiri mulai merasa lebih
baik dalam menerima kematian ibunya.
Informasi Latar Belakang
Gambaran Keluarga
Keluarga tinggal di rumah modern dengan tiga kamar tidur yang dibangun oleh di daerah
pedesaan. Satu kamar digunakan bersama oleh anak laki-laki dengan tempat tidur masingmasing, orang tua dan saudara perempuan di dua kamar lainnya. Dua anak yang lebih tua
melanjutkan sekolah dan tampak tidak terpengaruh dengan masalah saat ini. Pernikahan
umumnya harmonis dengan diskusi bersama tentang masalah dan rencana-rencana. Ibu tidak
puas dalam pernikahan, di mana ia ingin memiliki hubungan seksual lebih dari sekali seminggu.
Ia merasa suaminya tidak memperhatikan dan seringkali lupa memberikan hadiah pada ulang
tahunnya, ulang tahun pernikahan, dan Natal. Pembayaran bulanan untuk rumah, perabot, dan
mobil membebani mereka sehingga mereka tidak mampu untuk membeli satu set gigi palsu.
Orang tua ibunya tinggal berdekatan dan Ny.M sering dipanggil untuk membantunya bila mereka
kurang sehat. Ia juga membantu di gereja dan menerima setrikaan untuk membantu pendapatan
keluarga dan menyibukkan diri.

Riwayat Perkembangan Prasekolah


Selain mengalami sedikit mual dan muntah selama dua bulan pertama, kehamilannya normal
sampai dua bulan terakhir ketika Ny.M mengatakan ia menjadi sedemikian gemuk sehingga ia
kesulitan berjalan karena tekanan dan nyeri di bagian bawah. Ia, lahir 2 minggu setelahnya, berat
badan 8 pon, 13 ons (2 pon lebih berat daripada dua anak lainnya), setelah 9 jam persalinan
dengan nyeri yang lebih hebat dan lebih cepat dari kehamilan lainnya. Ibu diberikan oksigen
selama persalinan, bayi lahir dengan kepala lebih dulu, dan semuanya normal. Ibu dan anak
keluar dari rumah sakit dua hari setelah persalinan, dan ibu mulai untuk merawat anaknya. Ibu
merasa ASI-nya tidak cukup banyak karena merawatnya sepanjang waktu, dan berpikir ia
kehilangan berat badan meskipun ia tidak ditimbang. Setelah satu minggu perawatan, ia diberi
susu formula, ia muntah; dan kemudian diberi Wilson formula, ia muntah, dan akhirnya saat
berumur 10 hari ia diberikan susu homogen yang cocok dengannya. Ibu tidak ingat kapan usia
duduk, berjalan, atau mulai bicara, meskipun ibu berpikir semuanya berada dalam batas normal.
Ibu mengatakan, ia menangis lebih sering daripada anak yang lain, terutama bila ia
meninggalkan kamar atau rumah. Toilet training dimulai pada umur 2 tahun, dan hanya
membutuhkan beberapa bulan untuk menyelesaikannya. Sejak itu, ia tidak pernah mengompol.
Riwayat Sekolah
Lihat Perjalanan Gejala.
6

Riwayat Medis
Ia mendapatkan imunisasi lengkap, sering mengalami infeksi saluran nafas hingga satu tahun
yang lalu, dan cacar air pada bulan November tahun lalu.
Ibu:
Ny. M adalah wanita sederhana berusia 35 tahun yang tampak lebih tua seperti berusia 50 tahun,
Ia memiliki ekspresi sedih di wajahnya, tanpa gigi, dan mengatakan betapa sedihnya ia dan
meyakini bahwa teman dan saudara perempuannya tidak peduli kepadanya. Ia adalah anak
kelima dari delapan bersaudara. Ia menggambar kakeknya dadalah pria baik yang tegas dan
melatih anak-anaknya dengan baik. Ia adalah petani, juga bekerja sebagai kru kereta api dan juga
melakukan pekerjaan tukang kayu. Ia tidak ke gereja bersama keluarganya atau kegiatan lain
bersama anak-anak. Ia menggambarkan nenek dari pihak ibu sebagai wanita yang baik, selalu
memberi kepada yang lain (meskipun tidak mengorbankan kebutuhan sendiri. Ia mengantar
anak-anak ke gereja dan senang ketika mereka ikut. Anak yang termuda, Ellen, saat ini berumur
21 tahun adalah kesayangannya. Ellen lahir pada saat neneknya mengalami perubahan hidup dan
sering sakit, menderita gangguan lambung dan saraf. Semua saudara ibu, kecuali Ellen berhenti
bersekolah karena tidak menyukainya atau karena menikah. Hanya Ellen yang lulus SMA. Ny. M
sendiri keluar dari sekolah pada umur 16 tahun setelah menyelesaikan kelas 8. Nenek adalah
seorang yang ambisius, pekerja keras yang ingin memiliki perusahaan besar. Ia menderita
rematik dan artritis. Saat Ny. M berusia 16 tahun, penyakit neneknya bertambah berat sehingga
ia harus menggunakan tongkat dan alat bantu selama 6 bulan. Berobat dengan bahan-bahan dari
rumah seperti jus lemon membantu nenek menjadi cukup baik sehingga lepas dari kruk dan
tongkat. Meskipun demikian, ibu masih tetap tinggal di rumah hingga bertemu suaminya dan
menikah pada usia 19 tahun.
Ny. M selalu sensitif dengan kritikan dan bahkan bisa menangis bila dimarahi oleh gurunya. Ia
selalu menyesal bahwa ia tidak bisa menyelesaikan SMA. Ia mengingat kembali masa kecil di
negerinya dan mengatakan kehidupan berikutnya lebih baik daripada sekarang. Ketika saudara
laki-lakinya meninggal tahun 1943, neneknya mengalami serangan jantung dan terbaring di
tempat tidur karena gangguan pernapasan selama satu minggu tapi tidak diantar ke rumah sakit.
Deskripsi pertemuan ibu dan ayah sebagaimana yang disampaikan ayahnya. Ia mengatakan
bahwa si ibu tertarik karena ayah tidak nakal dan genit seperti laki-laki lain. Ia tidak peminum. Ia
tampan dan pekerja yang tenang. Ibu mengatakan ingin memiliki empat anak tapi tidak
menunjukkan preferensi seksual. Ia menikmati dan mencapai klimaks di setiap hubungan
seksualnya. Meskipun ia mau memiliki empat anak, namun dokter mengatakan hal itu terlalu
sulit baginya karena Jeff sudah sedemikian besar dan akan melukainya bila memiliki anak lain.
Setelah Jeff lahir, mereka pindah ke rumah sekarang yang tampaknya terlalu besar untuk tetap
bersih. Ia takut untuk mencambuk dan mendisiplinkan anaknya karena ia berpikir itu dapat
7

melukai mereka. Selama masa ini, ia lebih banyak menangis dan diberikan obat penenang, yang
dikonsumsi selama satu atau dua bulan. Ia merasa murung dan sedih selama beberapa hari dalam
periode itu. Sekitar 4 tahun lalu, ia mengalami kram pada perut bagian bawah sebelum
menstruasi selama beberapa bulan, dan menjalani operasi eksplorasi. Appendiks-nya diangkat
dan disampaikan bahwa ada cacing kremi di dalamnya. Kista juga diangkat dari salah satu
ovarium, meskipun menurut dokter tidak berbahaya. Sejak itu, ia tidak pernah lagi mengalami
nyeri perut.
Menurut ibu, ia mulai sering menangis dalam satu tahun terakhir. Ia juga merasa bahwa temanteman dan saudara perempuannya tidak begitu perhatian padanya, dan suaminya mengabaikan
hari pernikahan dan ulang tahun. Ia cukup berkabung dengan kematian ibunya dan merasa
nyaman bila Jeff ada di rumah bersamanya. Di sisi lain, ia merasa jika Jeff tidak tinggal di rumah
karena campak satu minggu setelah ibunya, ia harus bisa menyelesaikan semua masalahnya
sendiri. Ia membersihkan gereja dan menyetrika, menyatakan lebih baik menyetrika daripada
makan.
Sekitar Juni atau Juli 1980 (10 bulan lalu), ia mengalami sakit kepala karena masalah sinus. Ia
mengatakan pada sudara perempuannya, Jika tidak berpikir itu dapat membuat orang
membicarakan saya, saya akan mengambil semua botol Anacin untuk membebaskan semua
masalah. Ia merasa hidup tidak layak, sehingga ia lebih senang untuk tidur dan pergi dari itu
semua, dan menangis sepanjang hari, namun ia tidak berpikir untuk bunuh diri. Tidurnya
nyenyak dan tidak ada masalah untuk memulai tidur pada malam hari atau terbangun tengah
malam. Sekitar dua tahun lalu, ia mengalami mimpi buruk di mana ia menyalahkan sarafnya. Ia
merasa semua dinding ruangan tertutup untuknya dan ia tidak bisa melarikan diri. Ia juga
mengkhawatirkan keuangan keluarga. Ia merasa bahwa ia menyebabkan semua orang
mencemaskannya.
Tilikan Ny. M terhadap masalahnya sendiri dan masalah Jeff kurang, meskipun pada wawancara
kedua ia menyatakan bahwa permasalahan mungkin karena sarafnya dan bukan hanya karena
Jeff menjadi keras kepala dan tidak mau ke sekolah. Kesan pemeriksa bahwa ibu adalah orang
yang agak dependen, selalu terkait dengan nenek, berusaha untuk menyenangkan hatinya dan
figur otoritas lain, mengorbankan pendidikannya untuk ibunya dan mengalami persaingan
dengan adik perempuan yang disukai. Ia tampaknya cukup tertekan untuk saat ini dan telah
menunjukkan gejala depresi sejak Jeff lahir.
Ayah:
Tn. M, umur 42 tahun, adalah yang termuda dari keluarga yang beranggotakan enam orang,
termasuk dua saudara tiri dari pernikahan ibunya yang sebelumnya. Ia adalah pria biasa yang
mengenakan pakaian kerja yang menyatakan bahwa ia tidak suka datang ke kota metropolitan
karena ia selalu tersesat di kota besar. (Pada kunjungan ke klinik, keluarga dibawa oleh adik
Ny.M yang berada di pinggiran kota dan mengantar mereka melintasi kota). Kakek dari pihak
ayah digambarkan sebagai petani tua yang khas yang nyaris tidak ditemukan di lahan pertanian
8

20-acre meskipun ia adalah pekerja keras. Ia digambarkan sebagai orang yang baik hati. Ia
relative lebih santai dibandingkan kakek tapi mampu untuk membuat aturan dan ketertiban ia
antara anak-anak dengan menggunakan tali pisau cukur dan ikat pinggang. Kakek mengantar
anak-anak ke gereja setiap minggu, meskipun kakek jarang pergi. Ayah tidak dapat
menggambarkan kedekatan tertentu dengan salah satu orang tua.
Tn. M tampaknya memiliki masa kanak-kanak yang relatif lancar, berkuda, bermain bola,
berburu, mengendarai jerami dengan pemuda-pemuda dari gereja, dan menonton bioskop untuk
hiburan. Tentu saja, ia harus bekerja keras di sawah. Ia menikmati sekolah dan mendapat nilai
cukup baik. Ia mengikuti semua program dalam bahasa Latin yang ditawarkan di sekolahnya dan
mau mengikuti pelajaran selanjutnya tapi tidak bisa karena tidak ada yang mengajarkannya.
Selama tahun pertamanya di SMA, ayahnya meninggal karena masalah ginjal, dan pada musim
semi selanjutnya ia berhenti sekolah dan bekerja untuk mencari makan. Dua saudara kandung
perempuannya yang hanya beberapa tahun lebih tua darinya mampu menyelesaikan
pendidikannya di SMA. Ia bekerja sebagai pekerja sawah dan memiliki pekerjaan yang
bervariasi hingga akhirnya diajak bergabung sebagai tentara pada akhir Perang Dunia II. Ia
menyelesaikan pelatihan hanya dalam waktu 18 bulan di Army of Occupation sebagai MP. Ia
pergi dengan beberapa gadis Jerman tetapi "tidak melakukan hal-hal yang banyak prajurit lain
lakukan dengan mereka." Sekembalinya dari tentara, ia meminta seorang teman untuk pekerjaan
sebagai tukang kayu. Ia bekerja untuk ini pria selama beberapa tahun sampai diminta untuk pergi
ke kota untuk membangun rumah. Ia pikir ini terlalu jauh, dan tidak menyukai kota besar,
sehingga ia berhenti dan mendapat pekerjaan lain di sekitar rumahnya. Pada saat pernikahannya
pada tahun 1951 ia bekerja untuk pelataran batubara tapi kehilangan pekerjaannya dalam
seminggu setelah ia menikah. Setelah beberapa minggu berburu, ia kembali bekerja untuk tukang
kayu sesungguhnya dan telah bekerja selama 15 tahun terakhir di kota asalnya.
Mr M mengatakan ia bertemu istrinya di bioskop pada suatu malam. Ketika ditanya apa yang
membuatnya tertarik untuk menikahinya ia berkata, "Itu adalah pertanyaan yang sulit, saya tidak
tahu". Ia mengatakan bahwa sekarang ia menghargainya karena istrinya adalah seorang juru
masak yang baik dan merawat anak-anak dengan baik. Ia merayu istrinya dengan membawanya
ke bioskop, akan mengunjungi tetangga, mengemudi ke luar kota, dan pergi ke permainan bola.
Ia ingat melamar istrinya saat mengemudi pada suatu hari Minggu tapi tidak ingat apa pun yang
ia maupun istrinya katakan. Mereka tidak punya rencana untuk jumlah atau jenis kelamin anak
yang mereka inginkan sebelum menikah. Ia mengatakan hubungan seksual mereka cukup
memuaskan dan bahwa sekarang hubungan seksual seminggu sekali sudah cukup baginya
meskipun selama tahun-tahun awal pernikahan mereka ia "lebih dari seorang laki-laki". Ia
bersedia untuk memiliki "anak sebanyak yang akan Tuhan berikan" tetapi ia merasa sudah
saatnya untuk berhenti sekarang.
Pewawancara menangkap kesan bahwa Tn.M adalah orang yang sederhana dan polos. Kekuatan
egonya tampaknya cukup untuk situasi yang dihadapinya, dalam batasan itu, ia mengakui bahwa
ia tidak tahan tekanan dunia sekitar yang lebih besar dan menjadi tidak ada apa-apanya bila ia
datang ke kota dan tersesat dalam lalu lintas. Afeknya sesuai. Ia tampak agak tidak nyaman
9

dengan pemeriksa, meskipun ia kooperatif dan mampu merespon. Dalam wawancara bersama
keluarga ia tampaknya menawarkan sedikit dukungan kepada istrinya dalam penjelasan masalah
emosionalnya. Ia mengambil peran aktif dalam urusan rumah, bermain bola dan permainan
lainnya dengan anak-anak dan mendisiplinkan mereka ketika ia ada di sana. Ia mengantar
keluarga ke gereja hampir setiap hari Minggu dan senang bahwa anak-anak tampak tertarik
dalam kegiatan itu. Tilikan terhadap Jeff dan masalah keluarga sangat terbatas, meskipun ia
menyadari bahwa masalah utama tidak ingin pergi ke sekolah berhubungan dengan istrinya dan
kesedihannya atas kematian ibunya. Salah satu tanda kewaspadaan terhadap kebutuhan istrinya
akan dukungan adalah fakta ia memberi istrinya sekotak permen di Hari Valentine tahun ini,
yang merupakan kejutan sempurna untuknya dan membuatnya bahagia.
Pemeriksaan Status Mental
Jeff tampak rapi mengenakan setelan biru, berbeda dengan pakaian polos orang tuanya. Ia
tampak sedih dan berdiri menempel dekat ibunya di ruang tunggu. Ketika dikatakan bahwa ia
datang untuk bermain, ia menjadi cemberut dengan mata tertunduk dan berkata, "Aku tidak akan
pergi". Ibunya diundang ke ruang pemeriksaan bersama kami. Jeff menunjukkan minatnya pada
mainan tapi menolak bermain dan duduk di atas kursi dengan tangan terlipat. Saat itu, ibu
disarankan meninggalkan ruangan. Jeff disarankan alternatif permainan di ruangan sementara
ibunya mengikuti tes MMPI. Pada kunjungan kedua ia siap dan dengan senang hati
meninggalkan ibunya untuk pergi dan bermain. Sementara di dalam ruangan, kata ia beberapa
kali, Ruang lain tidak memiliki banyak mainan di dalamnya seperti ruangan yang satu ini" dan
"Alasan anak-anak tidak suka bermain saat pertama kalinya adalah karena mereka tidak tahu
bahwa di klinik itu menyenangkan. "
Orientasi dan persepsi Jeff baik. Integrasi neuromuskular normal. Proses pikirnya dewasa dan
verbalisasinya baik. Kecerdasannya pada taraf rata-rata. Fantasi dan komentarnya menunjukkan
preokupasi terhadap orang-orang yang terluka atau terbunuh, terutama ibu. Ia secara spontan
mulai menggambar sosok coklat dalam sebuah bentuk rumah yang katanya adalah sebuah
gunung dengan batu yang jatuh, menghancurkan mobil-mobil di bawahnya dan menyakiti orangorang. Ia juga berkomentar bahwa rumah boneka tampak seperti telah diserang tornado. Ia
mengatakan bahwa berbahaya bagi orang-orang untuk hidup di rumah boneka tersebut karena
mereka mungkin terserang tornado. Ia sering terganggu oleh suara sirene, mengatakan bahwa
ambulans akan mengangkut orang-orang sakit yang telah terluka dalam sebuah kecelakaan, atau
ada truk pemadam kebakaran, atau bahwa mereka mungkin akan menjemput orang-orang sakit
atau pergi ke sebuah kecelakaan. Ia mengatakan bahwa mereka melihat kecelakaan dalam
perjalanan pulang di mana seseorang terbunuh, dan ibunya telah melihat mobil terguling di jalan
hari ini. Saat bermain dengan truk, ia memindahkan perabotan keluar dari rumah boneka, ia
meletakkan bayi di rumah, mengatakan bahwa rumah itu mungkin tertabrak truk tersebut. Ia
melanjutkan dengan mengatakan bahwa ibu mungkin juga tertabrak truk dan meninggal.
Selanjutnya keluarga itu tidak lagi memiliki ibu.
10

Ia menembakkan pistol dan mengatakan ia berharap bisa memiliki satu, tapi ibunya tidak akan
membiarkan ia memilikinya karena ia takut senjata. Ia membuat gambar perahu, dan meskipun ia
tidak bisa melihat orang di atasnya ia membuat sebuah cerita tentang sebuah keluarga di sana. Ia
mengatakan orang-orang merasa senang di atas perahu, tetapi beberapa diantaranya mungkin
sedih karena mereka tidak bisa naik ke atas dan mengendarai perahu karena takut terlempar dan
tenggelam. Hal ini akan membuat keluarga sedih dan mereka akan "menendang orang lain" dan
kemudian menangis. Ia mengungkapkan pikiran bahwa jika bayi ditendang ia mungkin mati atau
jika suami ditendang bahwa ia mungkin menendang ibu kembali. Ia mengatakan bahwa anak itu
dapat membantu ibunya yang bersedih dengan tinggal di rumah atau dengan membeli hadiah
untuk ibunya, bukannya pergi ke luar dan bermain.
Ia mengatakan acara televisi favoritnya adalah "Casper, Si Hantu". Ia mengatakan bahwa Casper
tidak punya teman dan selalu berusaha untuk bersahabat tapi setiap kali mereka mengetahui
bahwa ia adalah hantu mereka akan takut dan pergi. Ia juga menceritakan sebuah kisah TV
tentang sebuah kapal roket yang jatuh dan mengakibatkan penumpangnya cedera. Tiga
keinginannya dalam hal materi: untuk memiliki pistol seperti yang ada di ruang bermain,
memiliki mobil sendiri, dan untuk memiliki mobil lain, sebuah truk pick-up. Ia meminta saya
untuk menyalin gambar beruang dari sebuah buku, dan setelah itu ia berkata "Buatlah sedih"
meskipun beruang dalam buku itu tersenyum. Ketika ditanya mengapa beruang bersedih, ia
berkata, "Ibu tidak akan mengizinkan ia memiliki senjata." Ketika menggambar seseorang, ia
menggambar sosok samar-samar dan awalnya mengatakan itu adalah ibu dan kemudian
mengatakan itu adalah seorang gadis kecil dalam kostum beruang untuk Halloween.
Jeff tampaknya bergumul dengan rasa takut bahwa ia tidak akan tumbuh menjadi seorang lakilaki. Keinginannya untuk melepaskan diri dari dominasi ibu ditunjukkan oleh minatnya dalam
mainan maskulin dan kemampuannya untuk meninggalkannya dengan senang hati pada
kunjungan kedua. Ketakutannya akan pemisahan tampak dalam sebagian besar reaksi formasi
permusuhan yang disebabkan oleh konflik dengan ibu. Namun, kematian neneknya dan depresi
ibu saat ini membuatnya takut ibu terluka atau meninggal sebagai realitas dasar. Komentarkomentarnya tentang senjata dan beruang menunjukkan bahwa, pada tingkat bawah sadar,
konflik pada masa Oedipal dan kecemasan kastrasi mempengaruhi rasa tidak nyaman yang
dialaminya.
Pertemuan Diagnostik
Formulasi:
Gejala Jeff adalah anxietas separasi. Ibu tampaknya adalah seorang wanita yang agak
menonjolkan diri sepanjang hidupnya, tergantung persetujuan dari nenek, khususnya, tetapi
kurang disukai dibandingkan adik perempuannya yang sakit-sakitan. Ia telah menunjukkan
11

gejala depresi setidaknya sejak kelahiran Jeff, diperparah oleh kematian nenek baru-baru ini. Ia
menganggap Jeff ambivalen, sebagai anak yang sulit untuk dilahirkan dan berakhir pada
kemampuannya untuk merawat anak, yang membutuhkan dukungan dan penerimaan di saat
sekarang nenek telah tiada. Sang ibu memeluknya erat dan takut untuk melepasnya. Ayah adalah
orang yang canggung, tergantung pada orang lain, hanya dapat menjalankan fungsinya dalam
komunitas rumah yang tidak berubah, sederhana, dan tidak mampu memberikan dukungan dan
persetujuan yang dibutuhkan istrinya. Jeff tampaknya siap untuk melepaskan diri dari dominasi
ibunya. Sang ibu tampaknya membutuhkan bantuan atas perasaan canggung dan
ketergantungannya dan seharusnya mendapat manfaat dari terapi. Sang ayah menunjukkan
sedikit minat untuk membantu dirinya sendiri, tetapi mungkin dapat didorong untuk memberikan
sedikit dukungan kepada ibu dibandingkan sebelumnya.
Rekomendasi-rekomendasi pertemuan:
1. Jeff siap untuk sesi bermain aktif yang akan melibatkan pengendalian perasaannya
terhadap agresi dan ketergantungan. Ia perlu mengekspresikan dan memahami lebih baik
tentang hubungannya dengan ibunya, yang menurut pandangannya tidak memungkinkan
ia untuk menjadi laki-laki.
2. Ibu M seharusnya dinilai sebagai orang yang perlu diperhatikan oleh terapis, yang
menawarkan dukungan, mengenali frustrasi akan ketergantungannya lebih dini, dan
secara bertahap beralih kepada suaminya dan mungkin orang-orang di luar rumahnya
untuk kepuasan tersebut. Sulit untuk menentukan pada titik ini berapa tilikan yang
dicapai terhadap depresinya.
3. Adakalanya sang ayah harus ditemui, dan mungkin dengan istri dan terapisnya dalam
upaya untuk membantu ayah agar lebih banyak memberi dan mendukung istri.
4. Jeff harus segera kembali ke sekolah. Kepala sekolah harus dihubungi dan didesak agar
anak dapat bersekolah meskipun ia mungkin tidak bisa lulus kelas satu. Selanjutnya ia
harus tinggal sepanjang hari sekolah dan jika ia menjadi kacau, diizinkan untuk pergi ke
kantor kepala sekolah sampai ia dapat dikendalikan dan boleh kembali ke kelas. Anak
harus datang ke pertemuan penempatan, dijamin dapat pergi ke sekolah dan ibunya akan
berada di sana saat ia pulang.
(Tertanda) Ketua Pertemuan

Pertemuan Penempatan dengan Orang Tua:


Tn dan Ny.M datang terlambat sekitar 1 jam karena Tn. M takut mengemudi di kota. Ibu
menerima pendapat bahwa ia tertekan dan menyuruh anak tinggal di rumah adalah keinginannya,
sehingga menyebabkan dan memperberat fobia sekolah. Ia menerima terapi individu untuk
dirinya sendiri, Jeff kembali bersekolah. Sekali lagi, tampaknya jelas bahwa kekhawatiran ibu
yang paling berperan dalam hal ini. Ia khawatir seberapa sering anaknya menangis di sekolah.
12

Ayah mendukung keinginan untuk menyuruh anaknya membantu melakukan pekerjaan


pertukangan di sekitar rumah, seperti membangun rumah anjing untuk anjing liar baru yang Jeff
temukan. Terapi pada jam 01.00 pagi akan menjadi yang terbaik untuk keluarga.
Pertemuan Terapi
(Tiga bulan setelah pertemuan diagnostik)
Formulasi Kerja dan Kemajuan Saat Ini:
Anak: Jeff telah diamati selama 12 jam selama 3 bulan terakhir. Awalnya ia tegang dan gemetar.
Ia mencoba untuk melibatkan saya dalam permainan dengannya, seperti permainan bilyar tapi ia
begitu tegang sehingga tidak bisa bermain. Misalnya, di meja bilyar ia tidak dapat menahan
tongkat bilyar cukup mantap untuk menembak. Saya mengalihkannya dari permainan dan
memberinya jarak. Kecemasan telah menghilang setelah beberapa sesi. Ia kemudian menjadi
banyak menuntut, mencari hadiah dan gratifikasi. Ia ingin membawa pulang berbagai mainan. Ia
selalu ingin pergi ke kantor lain untuk menemukan mainan yang berbeda dari apa yang ada di
kantor saya. Ketika dibatasi ke kantor saya dan menggunakan mainan di dalamnya, ia menerima
batasan itu dan sekarang kurang menuntut. Ia bermain dengan senjata berserdawa dan senjata
panah, menembak target di depan pintu. Ia sering bermain dengan balok susun, truk, softball dan
alat pemukulnya. Ia selalu bermain sendiri dan menceritakan semua kejadian dan hal yang terjadi
dan ia lihat di rumah. Pada beberapa waktu terapi ia mengajak saya ikut dalam permainannya.
Setiap kali ada suara sirene di luar, Jeff akan berkomentar, Akan ada ambulans lain". Ketika
saya bertanya tentang hal ini, ia akan segera mengganti topik, hingga akhirnya mengatakan
bahwa ia melihat sebuah ambulans di jalan dengan seseorang di dalamnya. Kemudian ia berkata
bahwa hal itu mengingatkannya akan neneknya yang meninggal pada bulan November. Ia
mengatakan bahwa dokter tidak berada di sana tepat waktu untuk menyelamatkan neneknya.
Setiap kali ia mendengar ambulans, ia memikirkan hal itu dan berharap dokter akan tiba untuk
menyelamatkan siapapun yang terluka. Ia tidak tahu mengapa dokter tidak sampai di sana untuk
menyelamatkan neneknya, tapi dokter adalah orang yang lamban. Ia menyangkal kemarahannya
pada dokter. Beberapa jam terapi setelahnya, saat Jeff berkomentar tentang sirene yang
didengarnya, saya menanyakan apakah ia merasa tidak nyaman ketika mendengar sirene
tersebut. Ia menjawab, Saya tidak lagi merasakan itu, saya hanya kasihan pada nenek. Ia
meninggal. Apa gunanya memikirkannya? Ia tidak dapat hidup kembali. Saya bahkan tidak
pernah memimpikannya lagi. Lagipula, siapa yang mau membahasnya lagi. Kau tahu,
pembahasan tentang nenek.
Jeff selalu menghindari topik tentang ibunya dan kekhawatirannya tentang ibu dan seluruh
keluarga. Ia membahas bahwa ia diharuskan menyelesaikan kelas satu dan tampak telah
menerimanya. Ia mengatakan ia tidak lulus dan tidak gagal. Mereka hanya ingin ia untuk
13

menyelesaikannya karena ia melewatkan begitu banyak masa sekolah. Ia bilang ia tidak peduli
karena ia akan belajar lebih banyak pula.
Laporan sekolah mengindikasikan kehadiran yang teratur dan kemajuan dalam hubungannya
dengan teman-teman dan orang dewasa. Rentang perhatian dan sikap terhadap studinya
membaik. Namun, ia akan tinggal di kelas satu karena ia telah ketinggalan banyak hal.
Singkatnya, saya pikir Jeff telah membuat beberapa kemajuan, setidaknya dalam masa terapi.
Kecemasannya yang jelas berkurang, lebih mandiri, dan telah mengungkapkan banyak perasaan.
Meskipun ia sering melakukan pengingkaran, ia dapat mengungkapkan beberapa pandangan/
tilikan. Somatisasi berlebihan telah dipelajari dan sekarang ia mengikuti saran dokter. Pekerjaan
paruh waktu di luar rumah banyak berperan pada perbaikannya saat ini.
Kedua orang tua dan sekolah Jeff melaporkan keadaan Jeff yang lebih baik. Kasus ditutup. Tidak
ada perawatan lanjut yang diperlukan.
(Tertanda) Ketua Konferensi
PERILAKU MENYERANG PADA ANAK 7 TAHUN
Nama

: Granville A.

Tanggal lahir :29-12-69

Tanggal Masuk: 17-5-77


Umur: 7 tahun

Sekolah

: Sekolah Dasar Lyman

Agama

: Protestan

Dirujuk oleh : Dokter keluarga. Dr. A. W.

Ayah
Ibu
Anak

Keluarga

Hubungan dengan pasien

Umur

Tidak diketahui
Mary A.
Granville
Ellen
Sybille

Ibu
Pasien
Saudara tiri perempuan
Saudara tiri perempuan

29
7
3
2

Pekerjaan
atau
tingkat sekolah
Tidak bekerja
Kelas satu

Orang lain yang tinggal serumah:


Nenek dari pihak ibu, usia 52 tahun
Kakek tiri dari pihak ibu, usia 59 tahun
14

Masalah Saat Ini:


Masalah perilaku di rumah dan sekolah. Hingga 4 bulan lalu di sekolah paroki, ia mencekik,
mencubit, dan menyerang anak-anak lain. Seringkali diperingati oleh guru tapi hanya bertahan
sebentar saja.
Perjalanan Gejala dan Perlakuan Saat Ini
Pasien adalah anak laki-laki berkulit hitam berusia 7 tahun. Ibunya mencatat awal perubahan
perilaku dialami sekitar 4 bulan lalu. Sebenarnya baru pada saat ini ibu menyadari betapa
seriusnya masalah anak ini.
Pada bulan Maret tahun ini, ibu menerima telepon dari sekolah paroki dan dikabari bahwa pasien
dikeluarkan dari sekolah. Si penelpon mengatakan kepada ibu bahwa pasien terlibat perkelahian
besar dan terlihat menendang, berkelahi, dan mencekik murid lain. Menurut pihak sekolah,
pasien harus dipindahkan ke fasilitas yang lain.
Ibu menyatakan hal ini membuatnya terkejut. Meskipun ia mengetahui bahwa anaknya
mengalami kendala dalam hal akademik, ia tidak mengetahui perilaku agresif yang disampaikan
kepadanya. Anak tersebut kemudian dipindahkan ke sekolah negeri Lyman, dimana ia diajar oleh
guru pria. Sekolah melaporkan bahwa ia dapat berhubungan baik dengan guru ini. Nilainya,
merupakan satu-satunya alasan ia tinggal di kelas satu.
Granville adalah anak tertua dari tida bersaudara, memiliki dua saudara tiri perempuan, berusia 3
tahun dan 2 tahun. Ibunya tidak pernah menikah. Ibu menyatakan bahwa Granville sulit diatur,
tapi tidak pernah menyangka ia menjadi nakal. Ketika saudara perempuannya yang kini berusia 3
tahun lahir, Granville mendorong bayi itu menjauh dari ibu dan mengambil botol bayinya. Ia
berkata, Mama tidak membutuhkan bayi itu, sayalah bayimu. Dalam beberapa tahun
belakangan, pasien telah mampu beradaptasi dengan saudara tirinya dan bermain bersamanya.
Ibu dan saudara tiri pasien datang ke daerah ini sekitar 2 tahun lalu karena desakan nenek. Pasien
didaftarkan di taman kanak-kanak gereja karena mereka mengajarkan agama dan mereka
memiliki bus sekolah sehingga ia tidak perlu berjalan kaki. Ia nampak siap untuk naik ke kelas
satu, tidak ada kendala selama di taman kanak-kanak.
Ibu menggambarkan pasien sebagai anak yang mudah marah. Ia menjadi marah ketika
sesuatu berjalan tidak sesuai keinginannya. Seringkali, ia menangis ketika frustrasi. Ia tidak
mengatakan alasan ketika bermasalah dengan anak-anak lain. Ibu juga mengatakan bahwa
pasien, yang telah dilatih buang air (toilet-trained) pada usia 2 tahun, mengompol setiap malam
dalam 6 atau 7 bulan terakhir.
Informasi Latar Belakang
Gambaran Keluarga:
15

Saat ini keluarga terdiri dari Granville, ibunya Mary, dan saudara tirinya, di mana semuanya
tinggal bersama nenek dari pihak ibu dan kakek tirinya. Paman dari pihak ibu tinggal bersama
keluarganya di kota yang sama. Ada beberapa sepupu laki-laki yang dekat dengan Granville.
Kakek tirinya adalah buruh. Ibu menerima bantuan kesejahteraan untuk anak-anaknya.
Riwayat Perkembangan Prasekolah
Ia lahir di rumah dan sepertinya tanpa komplikasi. Pasien memiliki riwayat penyakit masa kanak
yang lazim, tetapi tidak mengalami penyakit serius yang membutuhkan rawat inap di rumah
sakit. Ia dapat duduk pada usia 3-4 bulan, berjalan pada usia 10 bulan. Terlatih buang air (toilettrained) pada usia 2 tahun, di mana ia masih mengompol 6 bulan sebelumnya. Ia juga mengigau
saat tidur dan ini berlangsung untuk beberapa waktu.
Riwayat Sekolah
Laporan sekolah: perilaku lebih baik sejak dikirim ke sekolah umum, dan diajar oleh guru lakilaki. Meskipun kehadirannya baik, namun ia tidak datang pada hari ujian. Walaupun terjadi
peningkatan perilaku, tapi ia tidak memahami dasar keterampilan akademik dan akan tinggal di
tingkat satu. Ibu sepertinya jauh dan tidak memperhatikan.
Riwayat Medis
Tidak ada penyakit medis yang bermakna pada riwayat sebelumnya.
Ibu:
Mary A., perempuan berkulit hitam berusia 29 tahun. Ia memiliki deformitas fisik yang nyata,
skoliosis kanan yang berat dengan elevasi skapula kanan, menyebabkan ia terlihat lebih pendek
dan bungkuk.
Nn. A adalah anak ketiga dari lima bersaudara. Ia lahir pada 22 Juni 1947. Ia memiliki saudara
laki-laki, empat dan dua tahun lebih tua, dua dan empat tahun lebih muda. Keluarganya tinggal
di Selatan dan ibu pasien mulai bersekolah di sana. Saat ia berusia enam atau tujuh tahun, kakek
meninggalkan neneknya pergi bersama perempuan lain. Kemudian nenek bersama keluarganya
pindah ke negara lain.
Nn. A., yang telah menyelesaikan 2 tahun di sekolah dasar, dimasukkan sekolah kembali dan
harus memulai dari awal. Sepertinya ia tidak mengalami kesulitan di sekolah sampai kira-kira 11
tahun. Pada saat itu ia jatuh dari pohon dan mengatakan "tulang belakang saya mulai tumbuh
bengkok". Pada saat berusia 13 tahun, dokter memasangkan alat penyokong. Setelah itu (ibu
tidak ingat persis kapan) ia dibawa ke Memphis, Tennessee, di mana ia menjalani operasi, yang
berlanjut dengan pemasangan gips sekitar 6 bulan. Ia menjelaskan seberapa tinggi ia dan
seberapa baik ia merasa ketika tubuhnya digips. Namun, ketika gips itu dilepas, kondisi skoliotik
tidak berubah dan bahkan memburuk. Selama periode ini, Nn. A menjadi muak dengan segala

16

sesuatu dan ingin berhenti sekolah. Namun, atas desakan ibunya, ia melanjutkan ke sekolah
menengah dan lulus pada usia 19 tahun.
Nn. A. terdaftar di universitas negeri tapi hanya bertahan 1 tahun. Ia menyatakan ia tidak dapat
menjalaninya secara akademik. Ia kemudian didaftarkan di sekolah perdagangan. Saat masih
bersekolah, ia menghamilkan pasien. Ia menyatakan bahwa ayahnya berjanji untuk menikahinya
tapi pada kenyataannya tidak. Ia menjadi cukup muak dan akhirnya berhenti sekolah. Pasien
lahir pada bulan Desember 1969. Nn. A. menyatakan bahwa sebelum hamil ia tahu sedikit
tentang seks, mempelajari semua yang diketahuinya dari gadis-gadis lain. Sebelumnya, ibu
hanya mengatakan padanya untuk menjaga jarak dengan pria. Sang ibu mencoba berbagai jenis
pil agar siklus haidnya dimulai, tapi tidak berusaha aktif untuk menggugurkan kandungan. Ia
menyatakan bahwa ia tidak menginginkan kehamilan itu, tapi menerimanya. Ia lalu tinggal
bersama paman tertua dan istrinya, lalu terus tinggal di sana hingga pasien lahir. Ia membagi
tugas menjaga bayi dengan istri paman dan bisa beberapa kali keluar rumah. Ketika Granville
berusia 5 tahun, ibunya hamil dengan pria lain. Ia menyatakan bahwa ia mencintai pria ini dan
berpikir bahwa ia akan menikahinya. Ia telah memiliki dua anak dengannya tapi tidak menikah.
Sekitar 2 tahun yang lalu, ibu diminta oleh nenek untuk datang tinggal di sini. Nenek menikah
lagi saat ibu berusia 15 tahun. Nenek telah memberinya "neraka" karena memiliki tiga anak di
luar nikah dan karena kegagalan nenek. Nn. A menyatakan bahwa hal ini membuatnya kecewa
dan sangat marah tapi sekarang ia mengabaikan nenek.
Nenek dari pihak ibu digambarkan sebagai "wanita yang baik, ia membesarkan kami berlima
tanpa seorang ayah. Namun nenek dari ibu terus mendominasi keluarga. Kakek tiri dari pihak ibu
digambarkan sebagai pria pendiam yang baik "yang telah mencoba untuk membantu saya
sebanyak yang ia bisa."
Ibu mengikuti latihan program rehabilitasi kejuruan sekitar 2 minggu yang lalu. Ia menyatakan
bahwa pada awalnya ia tidak yakin ia akan mampu melakukannya dan ini membuatnya bersedih.
Meskipun demikian, sekarang ia dapat melakukannya.
Ia terkait dalam cara yang agak berbeda jauh, menunjukkan bukti dari kecemasan atau
kekhawatiran. Ada banyak retardasi psikomotor, tapi ia menyangkal sedang tertekan. Pada
pertanyaan langsung ia menyatakan bahwa ia merasa fakta bahwa Granville hitam mungkin
menjadi sesuatu yang bermasalah di sekolah. Ia menunjukkan bahwa anak-anak berkulit hitam
lain telah mengeluhkan diintimidasi oleh pemuda kulit putih di sekolah.
Ayah:
Semua informasi tentang ayah diperoleh dari ibu. Ia mengatakan bahwa ayah Granville sekarang
tinggal di daerah selatan. Ia merasa bahwa Granville tahu siapa ayahnya karena, saat mereka
tinggal di dekatnya, ayah kadang-kadang menghentikan Granville di jalan dan memberikan uang
17

kepadanya. Ia tidak pernah berbicara kepada pasien tentang ayahnya, meskipun ia telah sering
bertanya. Deskripsi satu-satunya tentang ayah adalah bahwa ia seorang pria peminum yang
tampaknya memiliki beberapa kesulitan belajar di sekolah.
Pemeriksaan Status Mental
Granville diperiksa pada tiga kesempatan. Ia awalnya terlihat dengan ibunya dalam sebuah
wawancara bersama. Ia juga saya amati pada beberapa kesempatan ketika ia berada di lobi di
klinik bimbingan anak, seperti yang terlihat selama dua sesi bermain individual pada interval
satu mingguan.
Pada setiap kesempatan, Granville tampak cukup tenang. Ia dapat memindai lingkungannya
dalam kebanyakan kasus. Ia muncul untuk menjadi pemuda cerdas dengan rasa ingin tahu yang
besar. Terutama penting adalah kemudahan yang ia bisa meninggalkan ibunya. Bahkan ia sering
benar-benar menyadari kehadirannya. Pada saat wawancara awal, ia berjabat tangan dengan
saya. Ia duduk di kursi hanya dalam waktu singkat sebelum ia sampai memeriksa kantor saya. Ia
segera mengangkat senjata panah dan dimuat itu. Ia kemudian disebut, "Ibu!" Ketika ia berbalik,
ia mengarahkan senjata itu, tapi tidak menembak.
Granville berorientasi-baik pada hampir semua bagian. Namun pada wawancara awal, ia
mengatakan bahwa ia diberitahu akan ke dokter mata. Ketika diinformasikan tentang siapa saya,
ia hanya mengangguk tapi tidak memberikan komentar. Hranville mengatakan bahwa ia akan
tinggal di kelas satu karena ia buruk, namun ia tidak bisa menunjukkan sumber informasi ini.
Sepamjang setiap wawancara, ia terus menerus menembak anak panah baik pada target di pintu
atau di domino yang telah berbaris di rak buku tersebut. Ia akan menjawab pertanyaanpertanyaan dengan membelakangi saya.
Ia berkoordinasi baik. Pembicaraannya koheren, meskipun kadang-kadang sulit didengar. Ia
menggambarkan mimpi buruk berulang di mana seorang pria bongkok hitam akan
membunuhnya. Gambarnya tentang seorang pria dan seorang wanita yang agak aneh, dengan
sedikit perhatian terhadap bentuk tubuh dan pelengkap. Gambarannya tentang seorang wanita,
pada kenyataannya, sangat kurang. Ia berharap bahwa: 1. Ia bisa memiliki kuda sehingga ia bisa
mengendarainya di seluruh negeri 2. Ia bisa memiliki baju koboi dan menjadi anak barat
sehingga ia bisa menembak dengan pistol asli, dan 3. Ia bisa memiliki pistol asli sehingga ia bisa
menunjukkannya kepada orang-orang dan menembakkannya di langit. Saya adalah penembak
yang baik. Akan menjadi penembak yang baik dengan bongkahan batu. Ketika ditanya tentang
ibunya, ia hanya mengatakan, "Saya tidak dapat mengatakan apa-apa tentang ia. Kadang-kadang
ia keluar dan bermain dengan saya. Ia segera mulai berbicara tentang senjata lagi setelah
peralihan ini. Ia menawarkan diri tidur di bawah bangku tidur dengan ibunya karena ia takut
jatuh dari tempat tidur atas. Ia tidak membahas saudara-saudara perempuannya. Ketika ia selesai
bermain, ia akan meninggalkan mainan dan anak panah di lantai. Namun, ketika diingatkan akan
18

hal ini, ia akan segera mengambilnya. Menurut saya, ia akan merespon ketika batasan ditetapkan,
tetapi hal ini tidak mungkin dilakukan secara konsisten di masa lalu.
Granville merasa ia pastilah dianggap ebagai anak nakal karena ia ditahan di tingkat satu. Namun
dalam fantasinya, ia ingin menjadi salah satu anak yang baik. Ia mengatakan ingin menjadi
sheriff dan mengejar anak-anak nakal.
Kesimpulannya, laki-laki berkulit hitam berumur 7 tahun ini berpenampilan cukuprapi. Ia
tampaknya sibuk dengan pikiran agresif dan terus-menerus menunjukkannya. Ia juga tampaknya
selalu berpikir tentang ide keburukannya sendiri. Ia tampaknya memiliki kecerdasan rata-rata.
Tampaknya ada banyak kendala dengan identitas diri. Juga ada indikasi miskinnya konsep
tentang perempuan sebagaimana dicontohkan oleh ibunya, yang membuatnya marah.
Pemeriksaan Psikologik
Tes yang diberikan:
Draw-A-Person Test
Wechsler Inteliligence Scale for Children
Rorschach
Thematic Apperception Test
Structured Doll Play- Technic

Granville adalah anak laki-laki tampan berkulit hitam usia 7 tahun yang diperiksa atas
permintaan Dr. L. Konsultasi yang diminta terutama memperhatikan pertanyaan-pertanyaan
berikut:
1.
2.
3.
4.

Tingkat intelektual
Kemampuan untuk menangani impuls agresif
Kewaspadaan atas kesulitan diri sendiri
Kemampuan untuk bekerja dalam terapi dengan terapis laki-laki

Granville kooperatif meskipun kadang lambat dalam sesi pemeriksaan, dan ia tampaknya
berhubungan lebih baik dengan saya.
Kesan predominan dari materi tes adalah Granville memiliki hubungan yang rumit dan
membingungkan dengan ibunya. Ia merasa untuk menyenangkan ibunya ia harus menjadi kuas
dan bertanggung jawab atau ibunya akan menolak dan/atau meninggalkannya. Ia juga merasakan
tekanan untuk melakukan apa yang ibunya inginkan. Granville kesulitan untuk memuaskan
ibunya dan ia merasa tidak mampu untuk memenuhi harapan ibunya. Perasaan tidak mampu juga
19

dikontribusikan oleh persepsi tentang pria dewasa sebagai sosok yang tidak efektif dan jauh; ia
tampaknya tidak mampu mengidentifikasi dengan sosok pria yang memadai.
Meskipun ia mencoba memuaskan ibunya dengan menjadi pria kecil, adakalanya kebutuhan
ketergantungan menjadi cukup kuat dan ia merasa bahwa ibunya tidak mencoba untuk bertemu
dengan mereka. Meskipun merasa dekat dengan ibunya, (mungkin neurotik sehingga) ia cukup
marah pada jarak emosional antara dirinya dan ibunya. Selama ia menjadi pria kecil, ia dan
ibunya memiliki hubungan yang memadai, tetapi ketika ia menuntut ketergantungan-pemuasan
kebutuhan, ia juga takut akan penolakan. Karenanya, ia enggan untuk mengungkapkan
kemarahannya tentang ketidakpuasan akan ketergantungan kepada ibunya dan melampiaskan
permusuhan pada orang lain. Misalnya, ia mungkin memusuhi anak-anak lain. Di samping itu,
perasaan ketidak-mampuannya diperburuk oleh pengalamannya di sekolah, di mana.

20