Anda di halaman 1dari 18

ASUHAN KEBIDANAN

Pada An R Usia 1 tahun dengan Bronchopneumonia


Di Ruang Anak
RSUD dr. Moch Soewandhie
SURABAYA

Di susun oleh :
Mita khurniasari
0605.27

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
WIDYAGAMA HUSADA - MALANG
2008

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Bronchopneumonia merupakan penyakit infeksi yang terjadi pada saluran
nafas dan jaringan paru yang disebabkan oleh bakteri streptococcus. Penyakit
ini ditularkan melalui penderita batuk bisa juga imunisasi yang tidak lengkap,
kurang gizi, serta pemberian air susu ibu yang tidak memadai
Dalam keadaan normal, paru-paru dilindungi terhadap oleh berbagai
mekanisme infeksi paru-paru bisa terjadi bisa satu atau lebih dari mekanisme
pertahanan terganggu oleh organisme secara aspirasi/ melalui penyebaran
hematogen
Apabila kuman patogen mencapai broncho terminalis, cairan edema masuk
kedalam alveoli, diikutu oleh leukosit dalam jumlah banyak, kemudian
makrofag akan membersihkan akan membersihkan sel dan bakteri. Proses ini
bisa meluas lebih jauh lagi ke segala dan lobus yang sama, atau mungkin ke
bagian lain dari paru-paru melalui cairan bronchial yang terinfeksi melalui
cairan limfe paru, bakteri dapat mencapai aliran darah / pluro viscelaris.
Karena jaringan paru mengalami konsolidasi, maka kapasitas vital dan
comlience paru menurun, serta aliran darah yang mengalami konsolidasi
menimbulkan pirau shunt kanan ke kiri dengan ventilasi perfusi yang
mismatch,sehingga berakibat pada hipoksia. Kerja jantung mungkin oleh
karena saluran oksigen yang menurun dan hiperkapne. Pada keadaan yang
berat bisa terjadi gagal nafas.
1.2 Tujuan penulisan
a. Tujuan umum
Mahasiswa dapat menerapkan asuhan kebidanan secara komprehensif
dengan pendekatan manajemen kebidanan
b. Tujuan khusus
Dengan disusunnya laporan ini diharapkan mahasiswa mampu:

Mengumpulkan dan menganalisa data

Mengidentifikasi diagnosa dan masalah

Mengidentifikasi diagnosa dan masalah potensial

Mengidentifikasi kebutuhan segera

Merencanakan antisipasi masalah potensial

Melaksanakan asuhan kebidanan yang telah direncanakan

Mengevaluasi tindakan yang telah dilakukan

1.3 Metode penulisan


1. Wawancara / anamnesa
Komunikasi langsung yang bertujuan untuk mencari informasi guna
melengkapi data pasien untuk memperoleh data yang adekuat
2. Observasi
Dengan cara mengamati perilaku dan keadaan pasien untuk memperoleh
data kesehatan pasien
3. Studi dokumentasi
Mempelajari dan melengkapi data dengan jalan melihat catatan/ status
pasien, catatan perkembangan pasien dan hasilnya
4. Studi pustaka
Membaca buku dapat mendukung terlaksananya asuhan kebidanan dan
dapat membandingkan teori dan praktek
1.4 Sistematika penulisan
BAB I

: Pendahuluan yang meliputi latar belakang, tujuan penulisan dan


sistematika penulisan

BAB II

: Tinjauan pustaka berisi konsep dasar bronkhopneumonie, dan


konsep dasar manajemen asuhan kebidanan.

BAB III

: Tinjauan kasus yang terdiri dari pengkajian data, identifikasi


diagnosa dan masalah, identifikasimasalah potensial, identifikasi
kebutuhan segera, intervensi, implementasi, dan evaluasi

BAB IV

: Penutup yang berisi kesimpulan dan saran

DAFTAR PUSTAKA

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Konsep dasar bronchopneumonia
2.1.1 Definisi

Pneumonia adalah suatu radang paru yang disebabkan oleh


bermacam-macam etiologi seperti bakteri, virus, jamur, dan benda
asing
(IKA, 1985: 1228)

Bronchopneumonia adalah suatu peradangan pada paru-paru dan


brokhiolus yang disebabkan oleh bakteri misalnya staphilococcus/
streptococcus, virus (influenza) jamur candida albican / aspirasi
karena makanan / benda asing
(Ngastiyah, 1997)

Bronnchopneumonia adalah suatu peradangan pada paru-paru


dimana peradangan tidak saja pada jaringan paru tetapi juga pada
bronkhioli
(Depkes RI, 1993)

2.1.2 Etiologi

Bakteri

pneumococcus,

streptococcus,

staphilococcus,

haemophilus, influenzae, pseudomonas aeruginosa

Virus : VRS (virus respirasi sensial), virus influenza

Jamur : aspergilus, koksidiodomikosis, histoplasma

Protozoa : pneumokistis karialis

Aspirasi : cairan amnion, makanan, cairan lambung, benda asing

2.1.3 Manifestasi klinis

Manifestasi non spesifik infeksi dan toksisitas berupa demam, sakit


kepala,

gelisah,

malaise,

nafsu

makan

kurang,

keluhan

gastrointerstinal

Gejala umum saluran pernafasan bawah berupa batuk, takhipnu,


ekspektorasi, sputum, nafas cuping hidung, sesah nafas, merintih,
dan sianosis. Anak yang lebih besar dengan pneumonia akan lebih
suka berbaring pada sisi yang sakit dengan lutut tertekuk karena
nyeri dada

Tanda pneumonia berupa retraksi (penarikan dinding dada bagian


bawah ke dalam saat bernafas bersama dengan peningkatan frekuensi
nafas) perkusi pekak, femitus melemah, suara nafas melemah dan
ronkhi

Tanda efusi pleura atau empiema berupa gerak ekskursi dada


tertinggal di daerah efusi, perkusi pekak, femitus melemah, suara
nafas melemah, suara nafas tubuler tepat diatas batas cairan, friotiron
rub, nyeri dada karena iritasi pleura (nyeri berkurang bila efusi
bertambah dan berubah menjadi nyeri tumpul), kaku kuduk/
meningismus bila terdapat iritasi pleura lobus atas, nyeri abdomen
(kadang-kadang terjadi bila iritsi mengenai diafragma pada
pneumonia lobus bawah)

2.1.4 Komplikasi
- Abses kulit
- Abses jaringan lunak
- Otitis media
- Sinusitis
- Meningitis purolenta
- Perikarditis
- Epiglotis kadang ditemukan pada infeksi human influenza tipe B

2.1.5 Pemeriksaan diagnostik


Pada foto thoraks terdapat bercak infiltratpada satu atau beberapa lobus.
Jika pada pneumonia lobaris terlihat adanya konsolidasi pada satu atau
beberapa lobus. Laboratorium gambaran darah tepi menunjukkan
leukositosis, dapat mencapai 15000-40000/nm2 dengan pergeseran kiri.
Kuman penyebab dapat di biakkan dari usapan tenggorok dan mungkin
juga dari darah. Urine biasanya berwarna lebih tua mungki terdapat
albuminuria ringan karena suhu yang baik dan sedikit thoraks hialin.
Analisis gas darah arteri dapat menunjukkan asidosis metabolik dengan
atu tanpa retensi O2
2.1.6 Penatalaksanaan
Seringkali pasien bronkhopneumonia yang di rawat d RS datang sudah
dalam keadaam payah, dpernafasan cuping hidung,sianosis dan gelisah.
Masalah pasien yang perlu diperhatikan ialah menjaga kelancaran
pernafasan, kebutuhan istirahat, kebutuhan nutrisi/cairan, mengontrol suhu
tubuh, mencegah komplikasi dan kurangnya pengetahuan orang tua
mengenai penyakit
Perawatan :
-

Tidur dengan kepala sedikit ekstensi

Bila sesak diberi O2 1-2 liter/ menit

Melakukan penghisapan lendir (Chest fisio terapi) 2x/hari

Observasi tanda-tanda vital tiap 3 jam

Pemberian cairan intravena

Pemberian anti piuretik, obat batuk, anntibiotik (kolaborasi dengan


dokter)

Pemberian kompres dingin

2.1.7 Patofisiologis
Bakteri penyebab terhisap ke paru perifer melalui saluran nafas
menyebabkan reaksi jaringan berupa edema, yang mempermudah
poliferasi dan penyebaran kuman. Bagian paru yang terkena mengalami
konsolidasi yaitu serbukan PMN (polimorfonuklear)., fibrin, eritrosit,
cairan edema kan kuman. Proses ini termasuk stadium hepatisasi merah,
sedangkan stadium hepatisasi kelabu adalah kelanjutan proses infeksi
berupa deposisi fibrin ke permukaan pleura. Ditemukan pula fibrin dan
leukosit PMN di alveoli dan proses fagositosis yang cepat. Dilanjutkan
stadium resolusi dengan peningkatan jumlah sel makrofag di alveoli.
Degenerasi sel dan menipisnya fibrin serta menghilangnya kuman dan
debris
2.2Konsep dasar asuhan kebidanan pada Bronchopneumonia
2.2.1 PENGKAJIAN DATA
Tanggal pengkajian

Jam

Tempat

No. Reg

A. Data subyektif
1. Biodata
Nama

Agama

Umur

Jenis kelamin

Nama ibu :

Nama suami :

Umur

Umur

Agama

Agama

Pendidikan :

Pendidikan

Pekerjaan :

Pekerjaan

Alamat

2. Keluhan utama
Badan panas, nafsu makan kurang, gelisah, sesak, dan batuk
3. Riwayat penyakit keluarga
Adakah riwayat keluarga yang menderita penyakit menular, menurun
dan menahun seperti TBC
4

Pola kebiasaan sehari-hari

Pola istirahat
Kebutuhan istirahat kurang terpenuhi karena nafasnya sesak

Pola eliminasi

Pola nutrisi

Pola kebersihan

C. Data obyektif
1. Pemeriksaan umum
Keadaan umum

: Lemah

Kesadaran

: Composmentis- somnolen

TTV

: Nadi : normalnya 80-120 x/menit


Suhu : normalnya 36,5-37,5 oC
RR

: normalnya 30-60 x/menit

BB

: kg

2. Pemeriksaan khusus
Inspeksi
Muka : terlihat pucat
Mata : konjungtiva pucat
Hidung : terdapat pernafasan cuping hidung
Leher : terdapat pembesaran kelenjar limfe
Dada : terdapat retraksi diding dada
Ekstremitas : atas ( kuku sianosis)

bawah (sianosis, biasanya terpasang infuse D5 20 tetes)


Palpasi
Leher : terdapat pembesaran kelenjar limfe
Auskultasi
Dada : terdapat bunyi ronkhi
Perkusi
5. Pemeriksaan penunjang
2.2.2 IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH
Dx : An usia 1-5 tahun dengan bronchopneumonia
Ds : ibu mengatakan bayi sesak mulai hari
Do : Keadaan umum

: Lemah

Kesadaran

: Composmentis - somnolen

TTV

: Nadi : normalnya 80-120 x/menit


Suhu : normalnya 36.5-37.5 oC
RR

: normalnya 30-60 x/menit

Muka : terlihat pucat


Mata : konjungtiva pucat
Hidung : terdapat pernafasan cuping hidung
Leher : terdapat pembesaran kelenjar limfe
Dada : terdapat retraksi diding dada, terdapat bunyi ronkhi
Ekstremitas : kuku cyanosis
2.2.3 ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL
Hipoksia
Gagal nafas
2.2.4 IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
Bebaskan jalan nafas
Berikan O2

2.2.5 INTERVENSI
Dx : An usia 1-5 tahun dengan bronchopneumonia
Tujuan : setelah dilakukan asuhan kebidanan diharapkan sesak nafas hilang
Kriteria hasil :

KU dan TTV dalam batas normal

Tidak terjadi komplikasi

Jalan nafas longgar dan sesak nafas berkurang

Intervensi
1.

Lakukan pendekatan pada pasien dan keluarga


R/ pasien dan keluarga kooperati terhadap tindakan yang diberikan

2.

Lakukan observasi TTV dan keadaan umum


R/deteksi dini adanya kelainan dan komplikasi

3.

Bebaskan jalan nafas dengan posisi ekstensi, nebulasi, suction dan


kleeping, dan berikan O2
R/ mempermudah pasien untuk bernafas spontan

4.

Lakukan kolaborasi dengan dokteruntuk pemberian terapi


R/ penegak diagnosa dan pemberian terapi yang benar serta melakukan
fungsi dependent seorang bidan

5.

Lakukan cuci tangan sebelum dan susedah melakukan tindakan


R/ upaya pencegahan masuknya kuman/ bakteri yang merupakan sumber
infeksi

2.2.6 IMPLEMENTASI
Sesuai dengan intervensi
2.2.7

EVALUASI

Tanggal :
Jam

Mangacu pada kriteria hasil dengan menggunakan metode SOAP

BAB III
TINJAUAN KASUS
3.1 PENGKAJIAN DATA
Tanggal pengkajian

: 08 juli 2008

Jam

: 09.30 WIB

Tempat

: Ruang anak

No. Reg

: 061783

A. Data subyektif
1. Biodata
Nama

: An R

Agama

: Islam

Umur

: 1,5 tahun

Jenis kelamin

: laki-laki

Nama ibu : Ny R

Nama suami : Tn J

Umur

: 25 tahun

Umur

: 35 tahun

Agama

: Islam

Agama

: Islam

Pendidikan : SD

Pendidikan

: SD

Pekerjaan : Tukang cuci

Pekerjaan

: Tukang becak

Alamat

: Jl Gubeng masjid IV/46 surabaya

2. Keluhan utama
Ibu mengatakan bahwa anaknya sesak nafas 2 hari dan batuk sudah 3
hari, masuk rumah sakit tgl 06-07-2008 jam 24.30 WIB dengan
keluhan batuk sesak dan panas
3. Riwayat penyakit keluarga
Kontak TB positif (+) yaitu ayahnya
a. Pola kebiasaan sehari-hari

Pola istirahat
Anak bias tidur, kebutuhan istirahat terpenuhi karena telah
mendapat Oksigen

Pola eliminasi
BAB 1x/hari
BAK 3-4x/hari

Pola nutrisi
Kebutuhan nutrisi anak sangat terkontrol yaitu dengan diberikan
cairan intravena glukosa 5% dan NaCl 0,225% dan susu entrasol

Pola kebersihan
Selama sakit anak tidak dimandikan

B. Data obyektif
1. Pemeriksaan umum
Keadaan umum

: Lemah

Kesadaran

: Composmentis

TTV

: Nadi : 100 x/menit


Suhu : 37 oC
RR

: 34 x/menit

BB

: 8,3 kg

2. Pemeriksaan khusus
Inspeksi
Muka : bentuk bulat, tidak ada kelainan, sedikit pucat
Mata : simetris, sclera tidak icterus, konjungtiva pucat
Mulut : bibir tidak kering, tidak pucat, tidak terdapat stomatitis
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid maupun bendungan vena
jugularis, terdapat pembesaran kelenjar limfe
Dada : simetris terdapat retraksi diding dada
Abdomen : tidak ada pembesaran organ-organ abdomen
Ekstremitas : atas (tidak oedema, tidak ada sianosis)
bawah (tidak ada oedema, terpasang infuse D5 20 tetes)
Palpasi

Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid maupun vena jugularis,


terdapat pembesaran kelenjar limfe
Abdomen : turgor kulitbaik tidak oedema
Auskultasi
Dada : terdapat bunyi ronkhi, tidak terdapat bunyi wheezing
Abdomen : bising usus 20 x/menit
Perkusi
Abdomen : tidak kembung
2. Pemeriksaan penunjang
Foto thoraks : S.BP
Pemeriksaan lab:
Hb 9,9 gr % (anemis)
Trombocyte 710.000 (normalnya 150.000-400.000 mm2)
Tx :

Infus D5 % 20 tetes
Injeksi Terfacef 1x500
Obat peroral : Paracetamol, Nystatin (cezetin)
NaCl
Transfusi PRC 85 cc selama 3 hari

3.2 IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH


Dx : An R usia 1,5 tahun dengan bronchopneumonia
Ds : ibu mengatakan bahwa pasien sesak 2 hari dan batuk 3 hari
Do : Keadaan umum

: Lemah

Kesadaran

: Composmentis

TTV

: Nadi : 100 x/menit


Suhu : 37 oC
RR

: 34 x/menit

Muka : bentuk bulat, tidak ada kelainan, sedikit pucat


Mata : simetris, sclera tidak icterus, konjungtiva pucat
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid maupun bendungan vena
jugularis, terdapat pembesaran kelenjar limfe

Dada : simetris terdapat retraksi diding dada

3.3 ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL


Hipoksia
Gagal nafas
3.4 IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
Bebaskan jalan nafas
Berikan O2
3.5 INTERVENSI
Dx : An R usia 1,5 tahun dengan bronchopneumonia
Tujuan : setelah dilakukan asuhan kebidanan diharapkan sesak nafas hilang
Kriteria hasil :

KU dan TTV dalam batas normal

Tidak terjadi komplikasi

Jalan nafas longgar dan sesak nafas berkurang

Intervensi
1.

Lakukan pendekatan pada pasien dan keluarga


R/ pasien dan keluarga kooperati terhadap tindakan yang diberikan

2.

Lakukan observasi TTV dan keadaan umum


R/deteksi dini adanya kelainan dan komplikasi

3.

Bebaskan jalan nafas dengan posisi ekstensi, nebulasi, suction dan


kleeping, dan berikan O2
R/ mempermudah pasien untuk bernafas spontan

4.

Lakukan kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi


R/ penegak diagnosa dan pemberian terapi yang benar serta melakukan
fungsi dependent seorang bidan

5.

Lakukan cuci tangan sebelum dan susedah melakukan tindakan


R/ upaya pencegahan masuknya kuman/ bakteri yang merupakan sumber
infeksi

3.6 IMPLEMENTASI
Tanggal

: 08 Juli 2008

Jam

: 09.50 WIB

Dx : An R usia 1,5 tahun dengan bronchopneumonia


1. Melakukan pendekatan pada pasien dan keluarga dengan cara memberikan
salam agar keluarga lebih kooperatif pada setiap tindakan
2. Melakukan observasi TTV dan keadaan umum
Hasil : keadaan umum : lemah
Kesadaran

: Composmentis

Nadi

: 100 x/menit

RR

: 34 x/menit

Suhu

: 37 oC

3. Membebaskan jalan nafas yaitu dengan cara memberikan posisi sedikit


ekstensi melakukan nebule, suction, kleeping dan O2 2 liter
4. Melakukan kolaborasi dengan dokter untuk pemberian
Infus D5 % 20 tetes
Injeksi Terfacef 1x500
Obat peroral : Paracetamol, Nystatin (cezetin)
NaCl
O2 2 lt/mn
Transfusi PRC 85 cc selama 3 hari
5. Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tidakan dan memberikan
KIE pada keluarga tentang personal hygiene untuk mencegah penularan
penyakit

3.7 EVALUASI
Tanggal : 08 Juli 2008
Jam

: 10.00 WIB

S : Ibu mengatakan anaknya masih batuk dan sesak


O : Keadaan umum

: lemah

Kesadaran

: composmentis

TTV

: Nadi : 100 x/menit


Suhu : 37,3 oC
RR : 34 x/menit

A : An R usia 1,5 tahun dengan bronchopneumonia masalah belum teratasi


P : Intervensi dilanjutkan
CATATAN PERKEMBANGAN
Tanggal : 09 Juli 2008
Jam

: 10.00 WIB

S : Ibu mengatakan sedih karena anaknya sudah meninggal jam 09.50 WIB
O : Nadi
RR

(-)
(-)

A : An R usia 1,5 tahun dengan bronchopneumonia masalah tidak teratasi


P : intervensi dihentikan dan dilanjutkan dengan perawatan jenazah

BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Bronchopneumonia merupakan masalah yang dapat terjadi pada anak
berusia dibawah 2 tahun dan kematian dapat terjadi pada bayi yang berusia 2
bulan. Kuman penyebab bronchopneumonia antara lain karena bakteri, virus,
Jamur,

aspirasi,

pneumonia

hypostatic,

dan

sindrom

loeffler.

Bronchopneumonia adalah infeksi saluran pernafasan akut bagian bawah yang


mengenai bronkus dan perenkim paru.
Saran
Apabila ada seseorang anak terkena bronchopneumonia maka penanganan
pertama adalah bebaskan jalan nafas
Untuk mencegah terjadinya sesak maka perlu diperhatikan kebersihan
lingkungan dan makanan karena factor pencetus utama bronchopneumonia
adalah virus

DAFTAR PUSTAKA
Ngastiyah. 1997. Perawatan anak sakit. Jakarta : EGC
Sumadi dkk. 1999. ASKEB pada anak edisi I. Jakarta : PT Fajar intrapratama
Harjono, Abdurrachman H. 1993. Hubungan gangguan saluran nafas bagian
atas terhadap saluran nafas bagian bawah. PTB : IKA