Anda di halaman 1dari 1

Masalah keindahan kota tentu saja bukan satu-satunya masalah yang ditimbulkan oleh sampah

tas belanja plastik ini, dari segi lingkungan ternyata tas belanja plastik dapat menimbulkan
bahaya yang amat besar. Menurut Muthu et al. (2011) tas belanja plastik dibuat dengan
menggunakan sumberdaya tak terbarukan (minyak dan gas bumi). Menurut Teuten et al. (2009)
tas belanja plastik juga mengandung berbagai zat berbahaya yang dapat mencemari air dan tanah
ketika berada pada kondisi kelembapan tertentu dan radiasi sinar ultraviolet.
Menurut Sununianti et al. (2014) tas belanja plastik yang terbawa arus laut dapat mencemari
biota laut, bahkan menimbulkan kematian pada hewan-hewan laut yang mengkonsumsi limbah
plastik. Di darat, tanah yang mengandung racun partikel plastik dapat membunuh hewan
pengurai, seperti cacing, yang menyebabkan tingkat kesuburan tanah menurun. Sampah tas
belanja plastik yang menumpuk di sungai dapat menimbulkan pendangkalan dan penyumbatan
aliran sungai, sehingga terjadi banjir.
Menurut Kamarudin dan Yusuf (2012) beberapa upaya yang dilakukan dengan tujuan
mengurangi tingkat konsumsi tas belanja plastik ialah seperti yang dilakukan oleh Selangor,
sebuah negri di Malaysia dimana pemerintahnya melakukan kampanye Hari tanpa tas plastik
yang dilakukan setiap hari sabtu dan telah dimulai sejak tanggal 1 Januari 2010. Bahkan di
bagian lain dari Malaysia, yakni Penang, sebuah kota kepulauan yang terkenal di Malaysia,
sudah menerapkan kampanye Hari tanpa tas plastik setiap hari senin sejak 1 juli 2009 dan pada
tahun 2010 pemerintah Penang memperpanjang kampanye ini menjadi setiap hari senin sampai
rabu untuk mengurangi lebih banyak penggunaan tas belanja plastik.
Tindakan lain yang dilakukan dengan tujuan serupa yakni mengurangi tingkat konsumsi tas
belanja plastik juga dilakukan di kota Buenos Aires, Argentina. Sebuah studi kasus dilakukan
oleh Jakovcevic et al. (2014) di ibu kota Argentina tersebut, dengan cara menerapkan kebijakan
harga untuk tas belanja plastik sesuai dengan ukurannya. Hasil dari studi kasus tersebut
membuktikan bahwa kebijakan penerapan tarif pada tas belanja plastik efektif untuk mengurangi
penggunaan tas belanja plastik pada konsumen di Argentina.
Berbagai himbauan serta larangan yang diedarkan Pemerintah Kota Semarang berkaitan dengan
menjaga kelestarian alam dengan cara membuang sampah pada tempatnya, memisahkan sampah
organik dan anorganik, membawa tas belanja sendiri saat belanja, dan berbagai himbauan lain
yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan.