Anda di halaman 1dari 103

USAHA PEMBINAAN

PROFESI GURU
MELALUI LESSON
STUDY
Sukirman
FMIPA UNY
HP 08122719013
e mail : sukirman_mipa@yahoo.com

TUJUAN PELATIHAN
Peserta dapat :
Menjelaskan pengertian lesson study
dan langkah-langkah
pelaksanaannya.
Memilih basis pelaksanaan lesson
study dan menyusun perencanaan
pelaksanaan lesson study sesuai
dengan basis yang dipilih.

Indonesias achievements on education lag


behind other countries both in terms of
access and quality.
Performance
on education
120
100
80
60
40
20
0

Hong Kong

at Level 1

at Level 3

at Level 4

Sumber: The World Bank 2005

at Level 5

Indonesia

Australia

at Level 2

-40

Thailand

Korea

Japan

-20

at Level 6

Makin Tinggi Pendidikan, Makin Rendah Kemandirian


dan Semangat Kewirausahaannya

Sumber : BPS, Susenas 2003

No

Salah Satu
Bukti Guru
Belum
Layak dan
Kompeten

Mata Uji

Jumlah
Soal

Rerata

Standar
Deviasi

Rendah

Tinggi

rat
Direkto
r Data:
(Sumbe
Kepe
Tenaga
n
ndidika
, 2004)

1.

Tes Umum Guru TK/SD

90

34.26

6.56

67

2.

Tes Umum Guru Lainnya

90

40.15

7.29

67

3.

Tes Bakat Skolastik

60

30.20

7.40

58

4.

Guru Kelas TK

80

41.95

8.62

66

5.

Guru Kelas SD

100

37.82

8.01

77

6.

Penjaskes SD

40

21.88

5.56

36

7.

PPKn

40

23.38

4.82

39

8.

Sejarah

40

16.69

4.39

30

9.

Bahasa Indonesia

40

20.56

5.18

36

10

Bahasa Inggris

40

23.37

7.13

39

11

Penjaskes SMP/SMA/SMK

40

13.90

5.86

29

12

Matematika

40

14.34

4.66

36

13

Fisika

40

13.24

5.86

38

14

Biologi

40

19.00

4.58

39

15

Kimia

40

22.33

4.91

38

16

Ekonomi

40

12.63

4.14

33

17

Sosiologi

40

19.09

4.93

30

18

Geografi

40

19.43

4.88

34

19

Pendidikan Seni

40

18.44

4.50

31

20

PLB

40

18.38

4.43

29

PERATURAN PEMERINTAH NO 19 TH
2005 TENTANG STANDAR NASIONAL
PENDIDIKAN

Pasal 19 :
1) Proses pembelajaran pada satuan pendidikan
diseleng- garakan secara interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang, memotivasi peserta
didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberi
ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas dan
kemandirian sesuai bakat, minat dan
perkembangan fisik serta psikologis peserta
didik.
3) Setiap satuan pendidikan melakukan
perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan
proses pembelajaran, penilaian hasil
pembelajaran dan pengawasan proses
pembelajaran untuk terlaksananya proses
pembelajaran yang efektif dan efisien.

PEMBINAAN PROFESI
GURU
UU No 14 Tahun 2005 ttg Guru dan Dosen,
pasal 32 :
Pembinaan dan pengembangan profesi guru
yang meliputi :
Kompetensi pedagogik
Kompetensi kepribadian
Kompetensi sosial
Kompetensi profesional

Kompetensi
Pedagogik
Kemampuan guru dalam pengelolaan
pembelajaran yang meliputi :
- Pemahaman landasan kependidikan
- Pemahaman thd peserta didik
- Pengembangan kurikulum/silabus
- Perancangan pembelajaran

Kompetensi
Pedagogik
- Pelaksanaan pembelajaran yang
mendidik dan dialogis
- Pemanfaatan teknologi pembelajaran
- Evaluasi proses dan hasil belajar
- Pengembangan peserta didik untuk
mengaktualisasikan berbagai potensi
yang dimilikinya.

Kompetensi Kepribadian

Kemampuan kepribadian
yang mantap, stabil, dewasa,
arif dan bijaksana,
berwibawa, berakhlak mulia,
menjadi teladan bagi peserta
didik dan masyarakat, secara
obyektif mengevaluasi
kinerja sendiri, dan
mengembangkan diri secara
mandiri dan berkelanjutan.

Kompetensi
Sosial
Kemampuan guru sebagai bagian dari
masyarakat yang meliputi kompetensi :
Berkomunikasi lisan, tulisan dan atau isyarat
Menggunakan teknologi komunikasi dan informasi
scr fungsional
Bergaul scr efektif dg peserta didik, sesama
pendidik, tenaga kependidikan, orangtua /wali
peserta didik, dan
Bergaul secara santun dengan masyarakat
sekitar.

Kompetensi
Profesional
Kemampuan penguasaan materi
pelajaran secara luas dan
mendalam

BAGAIMANA PEMBINAAN
PROFESI GURU
DI
ERA DESENTRALISASI

LESSON STUDY
Lesson Study adalah suatu model
pembinaan profesi pendidik melalui
pengkajian pembelajaran secara
kolaboratif dan berkelanjutan
berlandaskan prinsip-prinsip
kolegialitas dan saling membantu
dalam pembelajaran untuk
membangun masyarakat belajar.

Lesson Study BUKAN suatu metode/model


pembelajaran, tetapi merupakan SUATU
MODEL PEMBINAAN PROFESI PENDIDIK
dengan kebersamaan dan saling belajar di
antara para pendidik

Kolegialitas:

1) membicarakan praktik pembelajaran,


2) saling mengobservasi kelas dalam praktik
pembelajaran,
3) membuat gagasan bersama untuk meningkatkan
mutu pembelajaran
4) untuk saling mendorong satu sama lain dalam
meningkatkan mutu pembelajaran.

LESSON STUDY
Suatu strategi pembinaan profesi pendidik,
bukan suatu metode pembelajaran.
Berkenaan langsung dengan
permasalahan dalam praktik pembelajaran
di kelas.
Secara kolaboratif sesama guru dalam
rumpun bidang studi atau bukan rumpun
bidang studi.
Dilaksanakan secara berkelanjutan, agar
membudaya.
Saling memberi dan menerima
pengetahuan (mutual learning).
Terciptanya masyarakat belajar (learning

LESSON STUDY BUKAN:


1.
2.
3.
4.

METODE PEMBELAJARAN
PERTUNJUKAN PEMBELAJARAN (DIREKAYASA SUPAYA
KELIHATAN BAIK, BAGUS)
PENGETAHUAN YANG HARUS DIHAFALKAN
PTK. TAPI DALAM LS DAPAT DILAKUKAN PTK

LESSON STUDY DAPAT:


5.
6.
7.
8.
9.

MENINGKATKAN PROFESIONALITAS GURU


MENGUBAH SIKAP DAN PANDANGAN GURU
MEMBENTUK KOMUNITAS BELAJAR GURU &
SISWA
MEREFORMASI SEKOLAH
MEMBENTUK BUDAYA AKADEMIK

FALSAFAH LS
1. BELAJAR
a. BELAJAR SEPANJANG HAYAT DAN SALING
BELAJAR.
b. GURU BELAJAR AGAR MAMPU
MEMBELAJARKAN SISWA LEBIH BAIK
b. SETIAP SISWA BERHAK UNTUK BELAJAR
2. TIDAK ADA YANG SEMPURNA
a. TIDAK ADA PROSES PEMBELAJARAN YANG
SEMPURNA
b. GURU MEMILIKI KELEBIHAN DAN
KEKURANGAN MASING-MASING

1. FALSAFAH BELAJAR
a. SETIAP GURU BERUSAHA TERUS MENERUS
BELAJAR SEPANJANG HAYAT
b. GURU MEMPERHATIKAN SETIAP SISWA AGAR
BELAJAR (SEMUA SISWA BELAJAR, BUKAN
SEBAGIAN BESAR SISWA BELAJAR)
2. TIDAK ADA YANG SEMPURNA:
a. SETIAP PROSES PEMBELAJARAN MEMILIKI SISI
YANG DAPAT DIPERBAIKI UNTUK PERBAIKAN
PROSES PEMBELAJARAN BERIKUTNYA
b. GURU HARUS SALING BELAJAR
c. GURU MAU BELAJAR DARI GURU LAIN
MELALUI PROSES PEMBELAJARAN

PENTAHAPAN LESSON STUDY


PLAN
(merencanakan)

DO
(melaksanakan)

SEE
(merefleksi)

PLAN

DO

SATU SIKLUS

SEE
RESEARCH
LESSON

PLAN

DO

SEE

DST

SATU SIKLUS

Perencanaan dalam Lesson Study


1. Pemilihan masalah pembelajaran di kelas sebagai
fokus pembelajaran. Misalnya: materi pelajaran
yang sulit dipahami oleh kebanyakan siswa,
penerapan CTL, life skill, PMRI, muatan lokal,
pembel berbasis masalah, pemecahan masalah,
kemandirian belajar, meningkatkan minat belajar,
pencapaian aspek kognitif yang tinggi, aspek
afektif, Pendidikan Karakter, dll.

Perencanaan dalam Lesson Study

2. Pemilihan metode/pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan

materi topik dan tingkat perkembangan intelektual siswa, dan yang


berpusat pada kegiatan siswa (student center), misalnya : Pendekatan
kolaboratif, PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan
Menyenangkan), Pemecahan masalah, dsb.
3. Penyusunan sajian materi pelajaran yang runtut.
4. Penyusunan RPP yang dapat difahami oleh sesama guru.

Perencanaan dalam Lesson


Study
5.

6.
7.
8.

Pemilihan alat dan


media pembelajaran
yang sesuai dengan
materi pelajaran.
Penyusunan Lembar
Kegiatan Siswa (LKS)
Penyusunan alat
evaluasinya.
Penyusunan lembar
observasi.

ADA KEBERSAMAAN DALAM PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN,


SEHINGGA MENGHASILKAN PERANGKAT PEMBELAJARAN YANG TELAH
DIFAHAMI BERSAMA.

Perencanaan (Plan)
1) ide awal,
2). prasurvei

yang dimaksudkan untuk


mengetahui secara detail kondisi yang
terdapat
di suatu kelas yang akan
PRIMARY
digunakan
SECONDARY
3) diagnose,
dugaan dugaan sementara
mengenai timbulnya suatu permasalahan
TERTIARY
yang muncul
di dalam satu kelas
4) perencanaan, menyusun rancangan yang
meliputi keseluruhan aspek yang terkait
dengan lesson study. Sementara itu,
perencanaan khusus dimaksudkan untuk
menyusun
rancangan
dari
tahapan
kegiatan ke tahapan berikutnya

Identifikasi Masalah
Untuk mendorong pikiran pikiran dalam
mengembangkan fokus, kita bisa bertanya kepada diri
sendiri, misalnya:

Apa yang sedang terjadi sekarang?


Apakah yang terjadi itu mengandung permasalahan?
Apa yang bisa saya lakukan untuk mengatasinya?
Bila pertanyaan tersebut telah ada dalam pikiran guru
sebagai aktor, maka langkah dapat dilanjutkan dengan
mengembangkan beberapa pertanyaan seperti dibawah
ini:

Saya berkeinginan memperbaiki


Berapa siswakah yang merasa kurang puas tentang
..
Saya dibingungkan oleh..
Saya memilih untuk menguji cobakan di kelas gagasan
tentang;
Dan seterusnya.

KEGIATAN PERENCANAAN
PEMBELAJARAN
1. Kegiatan perencanaan dilakukan di luar
tugas/kewajiban mengajar.
2. Perencanaan pembelajaran dilakukan
oleh suatu kelompok guru melalui
diskusi.
3. Materi bahasan harus sesuai dengan
jadwal materi ajar.
4. Hasil kegiatan perencanaan :
a.
b.
c.
d.
e.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


Media Pembelajaran
Lembar Kegiatan Siswa
Lembar penilaian
Lembar observasi

JADI:
1. RENCANA PEMBELAJARAN HASIL DISKUSI
BERSAMA/MILIK BERSAMA
2.

GURU YANG DITUNJUK UNTUK PROSES


PEMBELAJARAN (GURU MODEL) HANYA
MELAKSANAKAN RENCANA PEMBELAJARAN
HASIL DISKUSI BERSAMA

3.

MAKA DALAM PEMBELAJARAN JANGAN


MENILAI, MENGKRITIK GURU MODEL YANG
MELAKSANAKAN PROSES PEMBELAJARAN,
TETAPI FOKUSKAN PENGAMATAN PADA
KEGIATAN BELAJAR SISWA

FUNGSI PERENCANAAN DALAM LESSON


STUDY
1. Penyusunan Skenario pembelajaran
beserta perangkatnya dan instrumen
observasinya.
2. Pengimbasan pengetahuan secara
kolaboratif.
3. Pelatihan yang langsung diterapkan
dalam pembelajaran.
4. Penyusunan lesson plan (RPP) yang dapat
dipahami sesama guru.
5. Penyusunan awal proposal penelitian
tindakan kelas, jika diperlukan.

Perencanaan
(Para guru matematika dan guru bekerjasama
secara
kolaboratif membuat perencanaan
pembelajaran)

Persiapan sebelum DO dan


Pengamatan
1. Pembekalan singkat tentang rencana
pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh
Guru model
2. Pengamat menyiapkan lembar observasi ,
RPP, LKS, atau perangkat lain yang
diperlukan.
3. HP disetel ke profile silent (bisu) atau getar
supaya nada panggil tidak berbunyi.
4. Pastikan agar pada waktu pengamatan nanti
tidak keluar masuk kelas, karena akan
mengganggu konsentrasi siswa.

IMPLEMENTASI RPP

Implementasi RPP dilakukan oleh seorang guru


(sebagai guru model) di kelas yang telah
disepakati.
Guru lain dalam kelompoknya bertindak sebagai
pengamat/observer
Observer melakukan pengamatan secara teliti
terhadap kegiatan belajar siswa, interaksi
siswa-siswa, siswa - bahan ajar, siswa - guru,
siswa - lingkungan, motivasi belajar siswa,
siswa yang kurang memperhatikan pelajaran,
siswa yang tidak ikut serta dalam diskusi, dll
dengan menggunakan lembar pengamatan
yang telah disiapkan sebelumnya.

Implementasi RPP dan Observasi

Seorang sebagai Guru model


Guru lain dan pakar sebagai Observer.

Observer mengambil tempat sedemikian hingga dapat


leluasa mengamati jalannya proses pembelajaran tanpa
mengganggu aktivitas dan konsentrasi siswa. Observer
tidak diperkenankan melakukan intervensi pada
pembelajaran, seperti menegur guru, membantu atau
bertanya kepada siswa. Fokus observasi pada aktivitas
belajar siswa, baik secara individual maupun kelompok.

PEMBELAJARAN DENGAN PENGELOLAAN KELAS YANG


KONVENSIONAL SULIT TERJADI KOLABORASI ANTAR SISWA DALAM
PROSES BELAJAR

PARA PENGAMAT MENGAMATI SISWA BELAJAR: APA YANG DIKATAKAN


SISWA, APA YANG DIKERJAKAN SISWA DAN BAHASA TUBUH SISWA

PENGAMAT BERUSAHA MENGINTIP APA YANG DIKERJAKAN SISWA


DAN BAGAIMANA HASILNYA TANPA MENGGANGGU SISWA

Guru
model

POSISI PENGAMAT YANG SALAH, BERJAJAR BERDIRI DI BELAKANG


SEHINGGA TIDAK DAPAT MENGAMATI APA YANG DILAKUKAN SISWA,
PERUBAHAN WAJAH SISWA

Selama Observasi
1. Begitu memasuki ruangan semua pengamat hendaknya
tidak lagi berkeinginan keluar masuk kelas.
2. Pengamat mengambil posisi sedemikian sehingga dapat
memperhatikan perubahan raut wajah dan gerak-gerik
siswa ketika belajar.
3. Pada awalnya, setiap pengamat berlatih mengamati satu
kelompok. Kelak jika sudah lebih dari 5 kali pengamatan,
pengamat dapat mengamati beberapa kelompok lain
sehingga dapat mengetahui atmosfir kelas
4. Tidak membantu guru dalam proses pembelajaran dalam
bentuk apapun. Misalnya ikut membagikan LKS,
menenangkan siswa, dsb.
5. Tidak mengganggu konsentrasi siswa dalam belajar,
misalnya berbicara dengan pengamat lain, keluar masuk
ruangan.

Selama Observasi
6. Jika menggunakan kamera untuk mengambil gambar kegiatan
pembelajaran, lampu kilat (flash) hendaknya dimatikan.
7. Fokuskan pengamatan pada siswa belajar, bukan hanya pada guru yang
mengajar. Gunakan lembar pengamatan yang tersedia.
8. Tidak mengganggu pandangan guru/siswa selama pembelajaran. Jika
anda sedang mendekati kelompok atau berada di tengah-tengah kelas,
kemudian tiba-tiba guru ingin memberikan arahan secara klasikal, maka
segeralah menepi agar tidak mengganggu pandangan siswa.
9. Pengamat melakukan pengamatan secara penuh sejak awal sampai
akhir pembelajaran.
10.Tidak makan, minum dan merokok di dalam ruangan pembelajaran.
11.Selain mengamati siswa belajar, pengamat juga perlu memperhatikan:
a) Teknik pengelolaan kelas yang dilakukan guru
b) Bagaimana guru mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran?
c) Bagaimana guru memanfaatkan media pembelajaran sederhana dari
lingkungan?
d) Bagaimana upaya guru membuat siswa kreatif?

REFLEKSI (SEE)
SEGERA DILAKUKAN SETELAH PEMBELAJARAN

DALAM DISKUSI REFLEKSI:


1. MODERATOR (DARI PENGAMAT, HARUS IKUT
MENGAMATI SEBELUMNYA)
2. NOTULIS (MENCATAT SEMUA PROSES)
3. OBSERVER/PENGAMAT
4. SETTING TEMPAT DUDUK DIUPAYAKAN AGAR MUDAH
BERKOMUNIKASI

MODERATOR:
MEMPERSILAHKAN GURU MODEL MEREFLEKSI DIRI
HAL-HAL YG DAPAT DIUNGKAPKAN GURU MODEL:
1. MENGAPA MENUNJUK SI A KETIKA BERTANYA
2. MENGAPA MENYURUH SI B MENJELASKAN
3. MENGAPA URUTAN PEMBELAJARAN MENYIMPANG
DARI SKENARIO YANG DISUSUN BERSAMA
4. MENGAPA TIDAK JADI DISKUSI
5. APAKAH TUJUAN PEMBELAJARAN BERHASIL?
6. DST

Rambu-rambu untuk Moderator


1.Moderator hendaknya orang yang mengenal siswa dan
mengikuti proses pembelajaran yang direfleksi.
2.Pada waktu yang telah ditetapkan, moderator membuka
diskusi refleksi.
3.Moderator memperkenalkan peserta (menyebut nama dan
yang diperkenalkan berdiri); moderator juga
memperkenalkan diri
4.Setelah itu moderator membacakan tata tertib refleksi
5.Refleksi hendaknya terfokus pada proses belajar siswa.
6.Refleksi pertama kali dilakukan oleh guru model,
selanjutnya oleh pengamat.
7.Masalah yang didiskusikan hendaknya masalah nyata
berdasar hasil pengamatan selama proses pembelajaran.

Rambu-rambu untuk Moderator


8. Masalah yang sudah disampaikan oleh pengamat
sebelumnya tidak perlu diulang-ulang. Masalah yang
disampaikan oleh pengamat terdahulu boleh
dibahas untuk memperdalam refleksi.
9. Moderator dapat mempersilakan guru model untuk
mengklarifikasi permasalahan yang disampaikan
oleh pengamat setelah ada beberapa permasalahan
yang dibahas.
10. Pada akhir refleksi akan disampaikan refleksi akhir
oleh pakar (pakar pendidikan, dosen)

Penyampaian Hasil Pengamatan


1. Hasil pengamatan yang disampaikan terfokus pada
masalah proses belajar siswa, bukan hanya pada aktivitas
guru.
2. Komentar yang disampaikan harus berdasarkan data
pengamatan saat observasi, bukan berdasarkan keinginan
pengamat.
3. Gunakanlah nada yang lembut dan pilihan kata yang halus.
4. Gunakanlah kata pembelajaran kita untuk mengomentari
proses pembelajaran bukan pembelajaran dari guru model.
5. Komentar yang disampaikan sebaiknya jauh dari sifat
menggurui atau menurut pandangannya sendiri.
6. Kemukakan juga pelajaran apa yang dapat dipetik dari
permasalahan tersebut.

MENGAPA LESSON STUDY PERLU DIIMPLEMENTASIKAN?

1.

2.
3.

Pengembangan lesson study dilakukan dan didasarkan pada


hasil sharing pengetahuan profesional yang
mempertimbangkan pada praktik dan hasil pembelajaran yang
dilaksanakan para guru,
Penekanan dari lesson study adalah bagaimana para siswa
memiliki kualitas belajar yang tinggi
Pengembangan kompetensi siswa dijadikan fokus dan titik
perhatian utama dalam implementasi lesson study.

4.
5.
6.
7.

Lesson study dapat menjadi landasan bagi


pengembangan pembelajaran yang dilakukan para
guru secara kolaboratif.
Lesson study akan menempatkan peran para guru
sebagai peneliti pembelajaran.
Mengurangi keterasingan guru (dari komunitasnya),
khususnya dalam pembelajaran.
Meningkatkan akuntabilitas kinerja guru

8.

Membantu guru dalam mengobservasi dan


mengkritisi (refleksi diri) pembelajaran yang
dilakukannya
9. Memperdalam pemahaman guru tentang materi
pelajaran, cakupan dan urutan materi dalam
kurikulum.
10. Menciptakan terjadinya pertukaran pengetahuan

13. Menumbuhkan sikap keterbukaan di antara


sesama kolega guru;
14. Menumbuhkan rasa percaya diri yang tinggi
pada guru.
15. Dapat menjadi alat evaluasi terhadap kelebihan
dan kekurangan yang dimiliki guru
16. Dapat merangsang keinginan untuk membuat
karya ilmiah (Action Research) dan buku ajar.
17. Ajang pemilihan berbagai metode pembelajaran
yang relevan dengan kemampuan siswa.

SEMINAR HASIL LESSON STUDY


Pemutaran VCD pelaksanaan LS oleh
tim dokumentasi.
Presentasi hasil monitoring dan
evaluasi pelaksanaan LS oleh tim
Monevin.
Pemaparan hasil lesson study di
antara kelompok lesson study atau
antar sekolah
Tukar pengalaman lesson study
tentang permasalahan yang muncul
dan penyelesaiannya.
Penulisan artikel hasil lesson study

SEMINAR HASIL LESSON STUDY


(Tukar pengalaman di antara para guru, Kepala Sekolah,
guru, pakar dan stakeholders)

SEMINAR HASIL LESSON STUDY


DI FMIPA UNY

SUATU KEGIATAN LESSON STUDY


DI FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta

MANFAAT LESSON STUDY

MENURUT KEPALA SEKOLAH:


1.
2.
3.
4.
5.
6.

GURU LEBIH PERCAYA DIRI


MENGHASILKAN RPP/LKS LEBIH BAIK
GURU LEBIH PEDULI SISWA
MENGGUNAKAN MEDIA/METODE BER-VARIASI
GURU LEBIH KREATIF
KERJASAMA ANTARA GURU MENINGKAT

MENURUT GURU
1.
2.
3.
4.
5.
6.

7.

TIDAK TAKUT DIAMATI, KARENA


PENGAMATAN TERFOKUS PADA SISWA
SALING BELAJAR
LEBIH MEMAHAMI SISWA BELAJAR
DAPAT MENGOBSERVASI SISWA BELAJAR
DAPAT MEREFLEKSI DIRI
MEMPEROLEH TAMBAHAN PENGETAHUAN
TENTANG: PEMBUATAN RPP/LKS YANG KREATIF,
PENDALAMAN MATERI, METODE, MENULIS KARYA
ILMIAH
MENINGKATNYA INOVASI DALAM PEMBELAJARAN

MANFAAT
LESSON STUDY
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)

Mengurangi keterasingan guru (dari komunitasnya), khususnya


dalam pembelajaran
Meningkatkan akuntabilitas kinerja guru
Membantu guru untuk mengobservasi dan mengkritisi
pembelajarannya
Memperdalam pemahaman guru tentang materi pelajaran, cakupan
dan urutan materi dalam kurikulum.
Membantu guru memfokuskan bantuannya pada seluruh aktivitas
belajar siswa.
Menciptakan terjadinya pertukaran pengetahuan para guru tentang
pemahaman berpikir dan belajar siswa
Meningkatkan kolaborasi pada sesama guru.

DAMPAK PADA SISWA:


1.
2.
3.
4.
5.

LEBIH AKTIF BELAJAR


BERANI BERTANYA DAN BERPENDAPAT
SENANG BELAJAR
MUDAH MEMAHAMI PEMBELAJARAN
MERASA DIPERHATIKAN GURU DAN
DIHARGAI HAK BELAJARNYA
6. MENINGKATNYA KOLABORASI (BELAJAR)
ANTAR SISWA

DAMPAK LESSON
STUDY
1.

2.

Peningkatan mutu guru


dan mutu pembelajaran
yang pada gilirannya
berakibat pada
peningkatan mutu lulusan
(siswa).
Guru memiliki banyak
kesempatan untuk
membuat bermakna ideide pendidikan dalam
praktik pembelajaran nya
sehingga dapat merubah
perspektif tentang
pembelajaran, dan belajar
praktik pembelajaran dari
perspektif siswa.

3. Guru mudah berkonsultasi dengan akrab


kepada pakar dalam hal pembelajaran
atau kesulitan materi pelajaran.
4. Perbaikan praktik pembelajaran di kelas.
5. Peningkatan kolaborasi antar guru dan
antara guru dan pakar/guru dalam
meningkatkan kualitas pembelajaran.
6. Peningkatan ketrampilan menulis karya
tulis ilmiah atau buku ajar.

PERENCANAAN (PLAN)

Diskusi kelompok
MGMP IPA

Diskusi kelompok
MGMP Matematika

PELAKSANAAN (DO)

Mula-mula

Observer bergerombol pada


suatu tempat

Perkembangan

Observer mengamati kegiatan


siswa secara lebih dekat

PELAKSANAAN (DO)

Mula-mula

Observer saling berbicara satu


sama lain

Perkembangan

Observer lebih serius mengamati


kegiatan siswa

PELAKSANAAN (DO)

Semua siswa diberi kesempatan


untuk berkembang

Suasana kegiatan siswa selama


jam pelajaran IPA

Diskusi lanjut di luar jam


pelajaran IPA

PELAKSANAAN (DO)

Mula-mula
Setting tempat duduk di kelas
berbanjar dalam deretan.

Perkembangan
Setting tempat duduk di kelas
berbentuk U.

BEBERAPA KELEMAHAN
DALAM PELAKSANAAN LESSON STUDY
Belum berawal dari permasalahan
pembelajaran yang dialami siswa, dan
masih berkutat pada bagaimana
mengajarkan suatu materi ajar.
Belum berfokus pada pemecahan masalah
pembelajaran atau penerapan ide
pembelajaran yang mengacu pada
pencapaian kompetensi pada aspek
kognitif pada level tinggi dan aspek afektif.

BEBERAPA KEKURANGAN DALAM


MELAKSANAKAN LESSON STUDY

Adanya anggapan sebagian guru bahwa


pembelajaran yang dilakukannya sudah
paling baik
Adanya anggapan sebagian guru bahwa
siswanya kurang responsif dalam
pembelajaran
Pembelajaran yang dilakukan oleh
sebagian guru berorientasi pada materi
dan kurang berorientasi pada
kompetensi yang perlu dimiliki siswa.

Kelemahan dalam observasi dan


refleksi
Para observer banyak bicara antar observer
yang mengganggu konsentrasi belajar siswa.
Kemampuan dan ketrampilan observer dalam
mengamati aspek-aspek pada aktivitas belajar
siswa (misalnya : konsentrasi, motivasi,
kepuasan, interaksi belajar) masih perlu
ditingkatkan.
Dalam kegiatan refleksi, kebanyakan observer
menyampaikan kekurangan-kekurangan guru
dan kurang menyampaikan bagaimana
aktivitas siswa, dan tidak menyampaikan
langkah-langkah berikutnya.

KENDALA DALAM IMPLEMENTASI


LESSON STUDY
Budaya kerja guru : terisolasi,
transparansi/ keterbukaan, komitmen,
akuntabilitas, hanya pelaksana,
paternalistik, etos kerja.
Komitmen Kepala Sekolah dan Pengawas
sangat menentukan keberhasilan
Komitmen Dinas Pendidikan Kab dan
Pemerintah Daerah.
Keberlanjutan / kekontinuan
Lemahnya monitoring dan evaluasi
pelaksanaan
Mengubah kemapanan guru.
Managemen

PELAKSANAAN LESSON
STUDY
Berbasis
MGMP/KKG
Berbasis Sekolah

LANGKAH-LANGKAH
PELAKSANAAN LESSON STUDY
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Membentuk kelompok lesson study.


Memfokuskan lesson study.
Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran
(RPP) dan perangkat lainnya.
Melaksanakan pembelajaran di kelas dan
mengamatinya (observasi).
Refleksi dan menganalisis pembelajaran yang
telah dilaksanakan.
Merencanakan pembelajaran tahap selanjutnya.

LESSON STUDY
BERBASIS SEKOLAH

Dilaksanakan pada sekolah tertentu


Banyaknya guru tiap rumpun bidang studi
minimal 3 orang.
Jadwal pelajaran diatur sedemikian hingga
pelaksanaan lesson study tidak mengganggu
tugas guru.
Bentuk kelompok-kelompok guru bidang studi/
rumpun bidang studi
Melakukan langkah-langkah lesson study
Dapat memasukkan misi sekolah dalam kegiatan
lesson study.
Guru senior/pakar pada setiap bidang studi
sebagai koordinator.
Bentuk Tim Monev dan Tim Dokumentasi

Pengelompokan Guru dlm Lesson Study


Berbasis Sekolah

SMA/SMP/MA/MTs/SMK/MAK .
Kel guru
Mapel A

Kel guru
Mapel B

Kel guru
Mapel C

Kel guru
Mapel D

Kel guru
Kelas II

Kel guru
Kelas III

Kel guru
Kelas IV

DSB

SD/MI .
Kel guru
Kelas I

DST

LESSON STUDY
BERBASIS MGMP/KKG
Kesepakatan pengurus MGMP/KKG untuk
melaksanakan lesson study
Membentuk kelompok lesson study (kelompok
dapat diubah-ubah untuk pengimbasan
pengetahuan)
Melaksanakan langkah-langkah lesson study
Bentuk Tim Monev dan Tim Dokumentasi
Melakukan seminar hasil lesson study antar
kelompok rumpun bidang studi
Pelaksanaan LS tidak boleh mengganggu tugas
para guru, sehingga pelaksanaannya pada hari
MGMP/KKG

Pengelompokan Guru dlm Lesson


Study Berbasis KKG/MGMP

KKG
Kel guru
Kelas I

Kel guru
Kelas II

Kel guru
Kelas III

Kel guru
Kelas IV

DST

MGMP .
Kel A

Kel B

Kel C

Kel D

DSB

TIM MONITORING DAN EVALUASI


(MONEV)
TUGAS :
Menyusun data baseline sebelum dilakukan
lesson study
Menyusun instrumen evaluasi, tes untuk
siswa, angket untuk siswa, angket
untuk guru, observasi, wawancara dan
menguji-cobakan.
Mengumpulkan, mengolah data dan
menyusun laporan dan
mempresentasikannya pada seminar
hasil LS.
Melaksanakan seminar hasil dari
kelompok-kelompok pelaksana lesson
study.

Tim Dokumentasi
Tugasnya:
Menyusun perencanaan kegiatan
dokumentasi yang disesuaikan dengan
jadwal pelaksanaan LS pada tiap kelompok
guru.
Mengarsip semua perangkat yang
digunakan dalam pelaksanaan LS, daftar
kehadiran peserta, dsb.
Merekam kegiatan LS
Mempresentasikan hasil rekaman pada
kegiatan refleksi dan seminar hasil LS.
Menyusun hasil rekaman dalam CD sebagai
bahan pembelajaran dan laporan akhir.

PERANAN KEPSEK DAN PENGAWAS DLM


PELAKSANAAN LESSON STUDY
1. Sebagai penggerak, motivator dan
koordinator secara keseluruhan
2. Mengatur jadwal pelajaran, agar pelaksanaan
lesson study tidak mengganggu tugas pokok
guru di sekolah
3. Memimpin kegiatan lesson study, khususnya
dalam perencanaan dan refleksi
4. Mengarahkan kegiatan lesson study
5. Memonitor dan mengevaluasi kegiatan
pelaksanaan lesson study dengan bekerja
sama dengan tim monein dan tim
dokumentasi.

PERAN PAKAR DALAM LESSON STUDY


Sebagai Nara Sumber
yang
mengarahkan/melatih
materi/model
pembelajaran
Sebagai Guru Model
Membimbing penulisan
karya ilmiah
Membimbing penulisan
buku ajar.
Dalam refleksi, memberi
masukan dan membantu
menyelesaikan
permasalahan
pembelajaran yang
muncul.

Latar Belakang LESSON STUDY


1. 120 TAHUN YANG LALU, JEPANG MENGALAMI
PERUBAHAN DARI SEKOLAH TRADISIONAL (TIDAK
ADA KELAS) MENUJU KE SEKOLAH MODERN (ADA
KELAS)
2. PARA GURU BINGUNG, KEMUDIAN MEREKA
SALING BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN
KEPROFESIONALAN MEREKA
3. KOLABORASI ANTAR GURU TERSEBUT
BERLANGSUNG HINGGA PADA TAHUN 60AN
BANYAK MAHASISWA JEPANG MENONJOL DI
BIDANG MATEMATIKA DI AMERIKA

4.

SARJANA AMERIKA MENELUSURI KE JEPANG ADA APA DI


JEPANG

5.

TERNYATA MEREKA MELAKSANAKAN JUGYOKENKYU. LEWIS


MENERJEMAHKAN SEBAGAI LESSON STUDY

6.

DI JEPANG SENDIRI, SAAT INI LS DILAKSA-NAKAN OLEH 20%


SEKOLAH

7.

LS AKHIRNYA MENYEBAR KE AMERIKA SERIKAT, NEGARANEGARA AMERIKA LATIN, ASIA (CHINA, KOREA, VIETNAM,
MALAYSIA, SINGAPURA, BANGLADES, INDONESIA, NEGARA-2
EROPA, AFRIKA.

8.

DI INDONESIA, LS DILAKSANAKAN DI 3 KABUPATEN PERINTIS


YAITU PASURUAN, BANTUL, SUMEDANG, YANG
DIKEMBANGKAN BERSAMA UM, UNY DAN UPI ATAS KERJASAMA
DENGAN JICA DAN PEMERINTAH SEJAK TAHUN 2006

B. MENGAPA LESSON STUDY?


1.

MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DAN BELAJAR

2.

MENGHASILKAN GURU YANG PROFESIONAL DAN INOVATIF

3.

PADA AKHIRNYA MENINGKATKAN KUALITAS BELAJAR SISWA

PERMASALAHAN DI INDONESIA:
4.

GURU KURANG DAPAT MENERAPKAN HASIL PENATARANNYA


DI KELAS.

5.

BANYAK PERMASALAHAN PEMBELAJARAN YANG


PEMECAHANNYA KURANG BERORIENTASI KE KELAS NYATA
MISAL: JUMLAH SISWA BESAR, GURU KURANG WAKTU, GURU
INTI SULIT MENDESIMINASIKAN HASIL PENATARANNYA, DSB

6.

KUALITAS PENDIDIKAN TETAP RENDAH

ALASAN GURU TIDAK MENERAPKAN HASIL


PENATARAN (IN SERVICE TRAINING) DI SEKOLAH:

a.
b.
c.
d.
e.
f.

KURANG WAKTU,
MATERI BANYAK,
MEDIA BELAJAR KURANG,
ALAT/BAHAN TIDAK ADA,
TIDAK PUNYA LAB,
DANA TIDAK ADA

DI LAIN PIHAK:
g. TIDAK ADA KONTROL/PEMANTAUAN
h. TIDAK ADA SANGSI TERHADAP GURU

HAL-HAL YG PERLU DIPERHATIKAN


1.
2.
3.

4.

5.
6.

TIDAK SETIAP SAAT GURU HARUS BUKA KELAS


(OPEN LESSON). 1 SEMESTER CUKUP SEKALI
UNTUK PROGRAM INDUKSI, JADWAL SUDAH
DITENTUKAN SEBULAN SEKALI
LESSON STUDY BUKAN PENGETAHUAN YANG
HARUS DIHAFALKAN, MELAINKAN KEGIATAN
YANG DILAKUKAN/DIPRAKTIKKAN
SASARAN KEGIATAN LS ADALAH PERUBAHAN
SIKAP DAN PANDANGAN GURU UNTUK MENJADI
GURU PROFESIONAL
BELAJAR SECARA KOLABORATIF
SEMUA PESERTA MENDAPATKAN PEMBELAJARAN
YANG BERHARGA

H
I
S
A
K
A
M
I
TER