Anda di halaman 1dari 2

PENYAKIT AORTA

1. Stenosis Aorta
Stenosis katup aorta merupakan penyakit penuaan dan pada wanita berusia kurang
dari 30 tahun kelainan ini kemungkinan besar disebabkan oleh lesi kongenital.
Lesi stenosis kongenital yang paling sering terjadi adalah katup bikuspid.
Stenosis memperkecil orifisium aorta normal yang memiliki luas 2 sampai 3 cm2 yang
menimbulkan resistensi terhadap semburan (ejeksi). Terbentuk tekanan gradien
sistolik antara ventrikel kiri dan jalur aliran keluar arteri sistemik. Pengurangan luas
katup menjadi seperempat ukuran normalnya yang menimbulkan obstruksi berat
terhadap aliran dan kelebihan tekanan progresif diventrikel kiri . Kemudian terjadi
hipertrofi ventrikel kiri konsentrik dan jika parah tekanan akhir diastolik menjadi
meningkat, fraksi ejeksi berkurang dan curah jantung menurun. Manifestasi klinis
khas terjadi pada tahap lanjut dan mencakup nyeri dada,sinkop,gagal
jantung,kematian mendadak akibat artitmia. Usia harapan hidup setelah timbulnya
nyeri dada setelah aktivitas berat rata-rata hanya 5 tahun dan untuk pasien yang
menunjukkan gejala diindikasikan pemasangan katup prostetik.
Stenosis aorta yang secara klinis signifikan jarang dijumpai pada wanita hamil.
Meskipun stenosis ringan sampai sedang dapat ditoleransi dengan baik namun
stenosis yang parah dan mengancam nyawa. Masalah hemodinamik utama yang
mendasari adalah curah jantung yang tetap dan berkaitan dengan stenosis berat.
Selama kehamilan, sejumlah faktor yang sering semakin mengurangi preload
sehingga memperparah curah jantung yang sudah menetap tersebut.
Faktor-faktor tersebut mencakup analgesia regional,oklusi vena kava, dan perdarahan.
Yang penting hal-hal ini juga mengurangi perfusi jantung, otak, dan uterus.Karena itu
stenosis aorta berat sangat berbahaya saat kehamilan.
Dari studi multisentra besar di Kanada oleh Siu dkk., (2001) yang dikutip diatas,
terjadi peningkatan penyulit jika luas katup aorta <1,5 cm2. Wanita dengan gradien
katup melebihi 100 mmHg tampaknya beresiko lebih besar. (Carabello,2002).

Penatalaksanaan
Bagi wanita hamil tanpa gejala tidak diperlukan pengobatan kecuali pengawasan
ketat. Penatalaksanaan wanita dengan gejala mencakup pembatasan ketat aktivitas dan
terapi dini infeksi. Jika gejala menetap meskipun pasien sudah tirah baring mungkin
perlu dipertimbangkan penggantian katup atau valvotomi dengan menggunakan

bypass kardiopulmoner. Secara umum, valvotomi balon untuk penyakit aorta


dihindari karena penyulit-penyulit serius yang melebihi 10% mencakup stroke,ruptur
aorta,insufisiensi katup aorta dan kematian. Pada kasus-kasus yang jarang
penggantian katup lebih disarankan ketika hamil.
Bagi wanita dengan stenosis aorta berat harus dilakukan pemantauan intensif selama
persalinan. Kateterisasi arteri pulmonalis mungkin membantu karena sempitnya batas
yang memisahkan kelebihan beban cairan dari hipovolemia (Carabello,2002).
2. Insufisiensi Aorta
Regurgitasi aorta adalah aliran diastolik darah dari aorta kedalam ventrikel kiri.
Kausa umum inkompetensi katup aorta adalah demam rematik,kelainan jaringan
ikat,dan lesi kongenital. Insufisiensi akut dapat terjadi pada endokarditis bakteri
atau diseksi aorta