Anda di halaman 1dari 11

Disusun oleh :

Iman Abadi (2119160015)

Pendidikan Biologi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Galuh Ciamis
Kata Pengantar
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan
rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan makalah
tentang Pengaruh penggunaan gadget dalam psikologi sosial.

Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka


menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai pengaruh penggunaan
gadget dalam psikologi sosial dalam kehidupan sehari-hari. Saya juga menyadari
sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata
sempurna. Oleh sebab itu, Saya berharap adanya kritik, saran dan usulan demi
perbaikan makalah yang telah saya buat di masa yang akan datang, mengingat
tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang
membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi saya
sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan saya memohon kritik dan
saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Saat anak sedang dalam usia dini, anak dalam tahap untuk mengeksplor dan
berinteraksi secara langsung terhadap dunia sekitar. Anak usia dini secara umum
menghabiskan waktunya dengan bermain dan mencoba hal-hal baru. Tidak jarang
mereka bermain dan memuaskan rasa penasaran mereka melalui gadget, karena
gadget merupakan suatu alat yang menarik. Namun walaupun gadget sesuatu yang
menarik, anak-anak seharusnya tetap menghabiskan lebih banyak waktu dengan
bermain bersama teman teman mereka. Bukan bermain dengan gadgetnya
sendirian di kamar. Tetapi sayangnya di zaman modern ini, anak-anak jauh lebih
suka menghabiskan waktunya dengan gadgetnya, bukan dengan teman teman nya.
Perkembangan gadget sangat berpengaruh dalam perkembangan kehidupan
manusia. Gadget telah membantu manusia dari hal yang simpel seperti mencari
informasi dengan mudah hingga ke hal-hal yang luar biasa seperti membuat
manusia dapat pergi ke bulan. Tidak dapat di pungkiri bahwa gadget sangat
membantu kehidupan manusia. Belakangan ini, penggunaan gadget tidak saja
menjadi dominasi orang dewasa. Smartphone, tablet, notebook dan aneka gadget
lainnya juga sudah jamak digunakan anak-anak kita. Fenomena ini paling mudah
kita temui pada anak yang berasal dari keluarga berada dimana gadget bukan lagi
menjadi barang mewah bagi mereka. Sebagian lagi anak memang difasilitasi oleh
orang tuanya untuk sibuk ber-gadget ria agar orang tua lebih leluasa beraktivitas
tanpa perlu terus-terusan mendampingi anaknya. Ada juga orang tua yang
mungkin bermaksud mengenalkan teknologi gadget itu sejak dini kepada anakanaknya.
Anak-anak yang sedang berada dalam masa serba ingin tahu juga akan senang
jika dihadiahkan gadget oleh orang tuanya. Apalagi dengan perkembangan
teknologi informasi, anak-anak sekarang ini rasanya jauh lebih sadar teknologi
dibanding generasi-generasi di belakangnya. Saya perhatikan anak-anak sekarang
bisa dengan mudah mengakses aplikasi dalam gadget yang baru didapatinya.
Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk menguasai fitur-fitur gadget tersebut.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise
mengingatkan para orangtua untuk mengontrol anak mereka yang sudah bermain
gadget. Sebab, dari memegang gadget seperti handphone (HP) maupun tablet,
anak bisa mendapat berbagai informasi yang belum tersaring dengan baik
(www.kompas.com).
Jadi orangtua, walaupun memberikan itu (gadget), harus mengontrol anakanak yang menggunakannya. Ada jam-jam tertentu anak pegang HP, ada jam-jam
tertentu anak bersama orangtua.
Menurut saya, perkembangan teknologi turut membawa perubahan perilaku
pada anak. Saya khawatir, anak bisa dengan bebas membuka situs pornografi.
Penggunaan gadget usia dini menurut kami dapat mengganggu konsentrasi belajar
anak dan kurangnya interaksi sosial. Yang lebih mengkhawatirkan lagi, yaitu
prostitusi online yang merupakan dampak buruk dari perkembangan teknologi.

30 juta anak-anak dan remaja di Indonesia adalah pengguna internet dan


media digital. Demikian hasil survei Kementerian Komunikasi dan Informatika
(Kominfo) bekerjasama dengan UNICEF berjudul Digital Citizenship and Safety
menyebutkan.
Dilkutip dari (www.Liputan6.com), Hasil studi Kominfo ini (liputan6.com)
menjelaskan alasan utama anak-anak dan remaja mengakses internet mulai dari
memenuhi tugas-tugas sekolah hingga hanya sekadar memenuhi kebutuhan
pribadi untuk bergaul atau hiburan. Kita harus mendorong anak-anak dan remaja
untuk menggunakan internet sebagai alat yang penting untuk membantu
pendidikan, meningkatkan pengetahuan, dan meraih kualitas kehidupan yang
lebih baik.
Teknologi dan informasi baru selalu menarik perhatian anak-anak dan remaja,
hal ini menjadi perhatian dan kekhawatiran UNICEF Country Representative of
Indonesia, Angela Kearney. Kaum muda selalu tertarik untuk belajar hal-hal baru,
namun terkadang mereka tidak menyadari resiko yang dapat ditimbulkan.
Penelitian ini penting untuk memastikan ada keseimbangan resiko dan peluang
dari penggunaan teknologi.
Hasil studi "Digital Citizenship Safety among Children and Adolescents in
Indonesia" ini juga memberikan kesimpulan bahwa sebanyak 400 responden yang
berusia 10 - 19 tahun hampir semuanya tidak setuju terhadap isi pornografi di
internet. Namun, sejumlah besar anak dan remaja telah terekspos dengan konten
pornografi, terutama ketika muncul secara tidak sengaja (pop up) atau dalam
bentuk iklan yang bernuansa vulgar. Untuk mengatasi hal tersebut rekomendasi
utama yang dihasilkan dari studi ini salah satunya meningkatkan peranan orang
tua, sekolah dan pendidikan integrasi media digital, seperti yang tertera pada hasil
riset "Mengenai Perilaku Anak dan Remaja Dalam Menggunakan Internet" di
website Kominfo.

1.2 Rumusan Masalah


Apakah gadget dapat mempengaruhi interaksi sosial pada anak usia dini?
Mengapa gadget dapat mempengaruhi anak usia dini dalam interaksi sosial?
Bagaimana pengaruh gadget terhadap interaksi sosial pada anak usia dini?
1.3 Tujuan

Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh gadget terhadap interaksi sosial anak
usia dini.
1.4 Manfaat
Untuk mengetahui pengaruh gadget terhadap interaksi sosial pada anak usia dini.
Untuk mengetahui alasan mengapa gadget dapat mempengaruhi anak usia dini.
Untuk mengetahui alasan gadget dapat mempengaruhi interaksi sosial anak usia
dini.

1.5 Sistematika Penelitian


Untuk mempermudah pembaca menulusuri dan memahami isi makalah
ini, disini kami akan simpulkan pada bab 1 mengenai latar belakang terdapat
penjelasan mengenai gadget, dampak, penelitian, fenomena dan sebagainnya. Lalu
pada bab 2 adalah landasan teori terdapat penjelasan lebih lanjut mengenai
pengertian gadget serta interaksi sosial. Dan terakhir pada bab ke tiga yaitu
metodologi penelitian. Pada bab tersebut kami menjelaskan mengenai bagaimana
kami meneliti mengenai pengaruh gadget pada perkembangan interaksi sosial
anak usia dini.

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Gadget
Gadget merupakan sebuah inovasi dari teknologi terbaru dengan
kemampuan yang lebih baik dan fitur terbaru yang memiliki tujuan maupun

fungsi lebih praktis dan juga lebih berguna. Gadget adalah sebuah istilah yang
berasal dari bahasa Inggris, yang artinya perangkat elektronik kecil yang memiliki
fungsi khusus. Contoh-contoh dari gadget di antaranya adalah telepon pintar
(smartphone) seperti iphone dan blackberry, serta netbook (perpaduan antara
komputer portabel seperti notebook dan internet).

2.2 Sejarah Gadget


Kata gadget sering muncul dalam buku yang ditulis oleh Vivian Drake
berjudul Above the Battle yang diterbitkan pada 1918.Dalam buku itu tertulis
sebuah kutipan seperti ini Our ennui was occasionally relieved by new gadgets.
Gadget is the Flyng slang for invention! Some gadgets were good, some comic
and some extraordinary. Pada saat ini istilah gadget berkonotasi sebuah
kekompakan dan mobilitas.

2.3 Pengertian Anak Usia Dini


Pengertian Anak usia dini secara umum adalah anak-anak yang berusia di
bawah 6 tahun. Jadi mulai dari anak itu lahir hingga ia mencapai umur 6 tahun ia
akan dikategorikan sebagai anak usia dini. Beberapa orang menyebut fase atau
masa ini sebagai golden age karena masa ini sangat menentukan seperti apa
mereka kelak jika dewasa baik dari segi fisik, mental maupun kecerdasan. Tentu
saja ada banyak faktor yang akan sangat mempengaruhi mereka dalam perjalanan
mereka menuju kedewasaan, tetapi apa yang mereka dapat dan apa yang diajarkan
pada mereka pada usia dini akan tetap membekas dan bahkan memiliki pengaruh
dominan dalam mereka menentukan setiap pilihan dan langkah hidup.

2.4 Pengertian Interaksi Sosial


Berdasrkan Kamus besar Bahasa Indonesia, Interaksi sosial adalah hal
saling melakukan aksi, berhubungan, mempengaruhi, antar hubungan.
Sosial adalah hubungan sosial yang dinamis antara perse-orangan dan orang
perseorangan, antara perseorang dan kelompok, dan antara kelompok dan
kelompok; Verbal adalah hubungan atntara orangyang satu dan yang lain dengan
menggunakan bahasa, ber-in-ter-ak-si adalah mengadakan interaksi.
2.5 Hubungan Gadget Terhadap Perkembangan Interaksi Sosial pada Usia
Dini
1. Anak Akan Menjadi Pasif
Studi terbaru yang dipublikasikan pada jurnal Infant Behavior and
Development menemukan bahwa menonton televisi akan meningkatkan risiko

keterlambatan perkembangan kognitif, motorik, dan bahasa pada anak usia di


bawah usia dua tahun. Semakin panjang durasi interaksi anak dengan
perangkat elektronik, maka semakin parah gangguan yang dialaminya.
Para peneliti pun meyakini bahwa apabila anak semakin tergantung pada
alat elektronik, maka hubungannya dengan orangtua pun akan merenggang
dan dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan tersebut. Oleh sebab
itu, penting bagi orang tua untuk tetap berinteraksi dengan anak. Lakukan
obrolan ringan atau bacakan dongeng sebelum tidur agar anak bisa
berinteraksi dengan Anda.
2. Anak Menjadi Pemalas dan Berpotensi Obesitas
Beberapa penelitian menunjukkan, terlalu sering berinteraksi dengan
perangkat elektronik memicu otak melepaskan dopamin. Zat ini dilepaskan
ketika Anda melihat sesuatu yang menarik dan penghargaan. Namun, memiliki
kebiasaan berinteraksi dengan gadget sejak kecil membuat anak mencari
penghargaan dari perangkat tersebut, akhirnya ia lebih memilih duduk dengan
gadget ketimbang bermain dengan anak lain.
Perilaku semacam ini juga menggantikan aktivitas lain. Itulah mengapa
kebiasaan interaksi dengan perangkat elektronik dikaitkan dengan tingkat
obesitas. siswa TK yang menonton televisi selama satu jam sehari cenderung
mengalami peningkatan risiko obesitas.
3. Anak Alami Gangguan Perilaku
Sebuah studi yang dipublikasikan tahun 2014 pada jurnal Pediatrics
menyebut bahwa bayi yang rewel biasanya lebih banyak menonton televisi.
Menurut para peneliti, perilaku bayi ini diyakini lantaran perangkat elektronik
mengganggu pola tidur anak.
Namun demikian, studi lain menunjukkan bahwa seringnya waktu yang
dihabiskan di depan layar kaca saat bayi tumbuh dewasa akan berkorelasi
dengan masalah-masalah perilaku. Solusinya, sering-seringlah menghabiskan
waktu dengan bermain bersama anak.
4. Anak Berisiko Menderita Rabun Dekat
Tingkat rabun dekat di seluruh dunia semakin meningkat. Meskipun
gangguan pada mata banyak dipengaruhi faktor keturunan, namun beberapa
ahli meyakini bahwa penggunaan gadget dan penglihatan yang buruk ternyata

saling berkait. Hal ini berhubungan juga dengan kebiasaan anak meletakkan
layar ponsel atau tablet dengan jarak yang terlalu dekat dengan mata.
Untuk menghindari risiko gangguan penglihatan pada anak, seringlah
mengajak anak beraktivitas di luar ruangan. Sebab, sebuah studi yang
dilakukan di Australia menemukan bahwa semakin jarang anak berkativitas di
luar ruangan, maka ia akan lebih berisiko menderita rabun dekat.
2.6 Manfaat Gadget
Terjalin interaksi dan komunikasi ketika orang tua mengenalkan dan
membimbing anak tentang tata cara penggunaan gadget. Contohnya dengan
memperkenalkan game yang ada edukasinya otomatis anak akan mengeluarkan
pertanyaan-pertanyaan yang anak lihat dalam game tersebut, kemudian Anda
berikan penjelasan yang baik melalui gadget tersebut. Kemudian, lebih dekat dan
perhatian. Saat anak mulai main gadget dan senang bermain game, baiknya Anda
temani dan ajak menonton video bersama pada gadget tersebut. Dengan begitu
Anda bisa menonton bersama anak melalui media gadget tersebut seraya
memberikan arah atau edukasi dari film atau video yang sedang Anda dan Anak
lihat bersama dari gadget itu.

BAB III
METODOLOGI
3.1 Jenis Penelitian
Penelitian yang kami lakukan ini merupakan penelitian secara kualitatif
dengan menggunakan penelitian non eksperimen. Penelitian non eksperimen
adalah penelitian yang observasinya dilakukan terhadap sejumlah variabel subjek
penelitian menurut keadaan apa adanya, tanpa ada manipulasi (intervensi)
penelitian.

3.1.1 Waktu dan Lokasi Penelitian


Lokasi penelitian dilakukan di sekitar rumah (tetangga terdekat)
3.1.2 Subyek Penelitian
Subyek penelitian adalah orang, tempat, atau benda yang diamati
dalam rangka pembubutan sebagai sasaran (Kamus Bahasa Indonesia,
1989: 862).
3.1.3 Instrumen Penelitian
Instrumen adalah alat yang dipakai untuk mengerjakan sesuatu
(Kamus Besar Bahasa Indonesia).

3.2 Jenis Data dan Pendekatan


Data penelitian ini adalah data kualitatif. Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia, data kualitatif adalah data tidak berbentuk angka yang diperoleh dari
rekaman, pengamatan, wawancara, atau bahan tertulis. Sedangkan bentuk data
penelitian ini adalah melalui pendekatan kualitatif korelasional. Menurut
Creswell, korelasional merupakan suatu uji statistic untuk menentukan
kecenderungan atau pola untuk dua atau lebih variable atau data bervariasi secara
konsisten.

3.3 Teknik Pengumpulan Data


Wawancara (interview)
Wawancara adalah tanya jawab dengan seseorang yang diperlukan untuk
dimintai keterangan atau pendapatnya mengenai suatu hal. Teknik wawancara
yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik wawancara yang
terstruktur. Berikut pertanyaan wawancara :
1.
2.
3.
4.

Bagaimana cara mengawasi anak anda ketika bermain gadget?


Bagaimana gadget dapat memberikan dampak positif bagi anak anda?
Bagaimana cara mengatur waktu anak anda dalam bermain gadget?
Menurut anda, bagaimana gadget dapat mengganggu perkembangan anak
anda?
5. Bagaimana gadget dapat mengganggu interaksi sosial anak?

3.4 Teknik Analisis Data


Analisis data adalah upaya yang dilakukan dengan cara
menganalisa/memeriksa data, mengorganisasikan data, memilih dan memilahnya
menjadi sesuatu yang dapat diolah, mencari dan menemukan pola, menemukan

10

apa yang penting berdasarkan kebutuhan dalam penelitian dan memutuskan apa
yang dapat dipublikasikan. Langkah analisis data akan melalui beberapa tahap
yaitu: pengumpulan data, mengelompokkannya, memilih dan memilah data, lalu
kemudian menganalisanya. Analisa data ini berupa narasi dari rangkaian hasil
penelitian yang muaranya untuk menjawab rumusan masalah.

BAB IV
PENUTUP

11