Anda di halaman 1dari 15

CRITICAL BOOK REPORT (CBR)

FISIKA MODERN

DISUSUN OLEH :
NAMA

: NURLENA SIREGAR
NOVYA AFRYANTY
RIANDA SINAGA
RICO FERNANDO
SANTI MAYA RAMADHANI
SILFHA YANNI PANE

KELAS

: FISIKA DIK D 2015

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2016

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, manusia tidak
terlepas dari berbagai bentuk masalah dalam kehidupan ,olehnya para ilmuan selalu mengkaji
persoalan yang terjadi baik dalam lingkungan maupun alam secara keseluruhan. Dengan hal
tersebut sejarah perkembangan yang diangkat lewat latar belakang ini adalah sejarah
perkembangan system periodik unsur mulai dari pengelompokkan unsurunsur yang
sederhana hingga pengelompokkan yang secara modern. Sistem priodik merupakan suatu
cara untuk mengelompokkan unsur-unsur berdasarkan sifatnya. Pengelompokkan unsur
mengalami sejarah perkembangan, sifat logam, non logam, hukum-hukum, golongan, peride,
dan sifat-sifat unsur dalam system periodik modern.
Untuk mempelajari unsur-unsur yang begitu banyak, diperlukan suatu cara agar mudah
mengenali sifat-sifatnya. Sistem periodik unsur-unsur merupakan suatu sistem yang sangat
baik untuk mempelajari kecenderungan sifat unsur dan beberapa sifat yang lainnya.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan pembahasan tersebut di atas maka penyususn dapat merumuskan beberapa hal
yang menjadi masalah sebagai berikut :
1. Menjelaskan pengelompokan unsur-unsur berdasarkan konfigurasi elektron
2. Pengelompokan unsur-unsur berdasarkan tabel periodik unsur
3. Menjelaskan sifat-sifat unsur dalam sistem periodik unsur
1.3 Tujuan
Tujuannya adalah :
1. Untuk memperoleh gambaran tentang pandangan konsep kimia yang khususnya
menyangkut konfigurasi elektron.
2. Untuk memperkaya khasanah ilmu pengetahuan khususnya ilmu kimia terutama yang
berkaitan dengan tabel periodik Unsur.
3. Agar mampu menjelaskan dan memahami tentang tabel periodik unsur

BAB II
PEMBAHASAN
1.1 KONFIGURASI ELEKTRON
Terdapat dua aturan dasar yang menentukan struktur elektron dari atom berelektron
banyak.
1. Sebuah sistem partikel mantap (stabil) bila energi totalnya mi imum
2. Hanya satu elektron yang dapat berada dalam keadaan kuantum tertentu dalam atom
itu.
Sebelum kita menerapkan aturan ini pada atom yang sebenarnya,marilah kita periksa
perubahan energi elektron terhadap keadaan kuantumnya.
Berbagai elektron dalam atom kompleks tentu saja satu dngan yang lainnya
barinteraksi,banyak mengenai struktur atomik dapat dimengerti dengan memandang masing
masing elektron seakan akan berada dalam satu medan gaya rata rata yang konstan. Untuk
elektron tertentu medan ini secara aproksimasi sama dengannya medan listrik inti bermuatan
Ze dikurangi oleh efek perisai elektron lainnya yang dekat dengan inti itu. Elektron yang
memiliki bilangan kuantum utama n yang sama biasanya (walaupun tidak selalu) kira kira
berada pada jarak rata rata yang sama terhadap inti.Secara konvensional kita katakan bahwa
elektron seperti itu menempati kulit atomik yang sama. Kulit ini diberi lambang dengan huruf
besar menurut skema sebagai berikut:
n

=
1
2
K L M N O. . .

Energi elektron pada kulit tertentu masih bergantung juga pada bilanagn kuantum
orbital l,walaupun kebergantunagn ini tidak begitu besar seperti terhadap n. Dalam atom
komplek derajat muatan intinya terperisai dari suatu elektron oleh kulit yang berada
diantaranya berubah dengan distribusi kerapatan-peluang. Elektron dengan l kecil lebih besar
peluangnya untuk mendapatkan dekat ini (disitu elektron tidak banyak kena efek perisai dari
elektron lainyya ) dari pada elektron dengan l besar sehingga menghasilkan energi total yang
lebih rendah (jadi energi ikatnya lebih besar). Elektron dalam masing masing kulit bertambah
energinya jika l bertambah besar. Efek ini digambarkan dalam plot energi ikat berbagai
elektron atom atomik sebagai fungsi bilanagan atomik untuk unsur ringan.

Elektron elekton yang memiliki harga l yang sama dengan satu kulit dikatakan menempati
sub kulit nyang sama. Semua elektron dalam sub kulit mempunyai energi yang hampir
sama,karena kebergantungan energi elektron pada m1 dan ms sangat kecil.
Keberadaan elektron yang menempati barbagai sub kulit dalam sebauh atom biasanya
dinyatakan dengan notasi yang diperkenankan dalam bab yang lalu untuk berbgai keadaan
kuantum atom hidrogen. Seperti yang ditunjukkan pada tabel 6,2 masing masing sub kulit di
identivikasi dengan bilanagn kuantum diikuti dengan huruf yang bersesuaian dengan bilangan
kuantum orbital l. Sebuah supersrip setelah huruf itu menentukan banyaknya elektron dalam
sub-kulit . Misalnya konfigurasi elektron natrium ditulis sebagai berikut:
2
2
2
1
1 s 2 s 2 p 3s

Ini berarti sub kulit 1s (n = 1, l = 0) dan 2s(n = 2 , l = 0) masing masing berisi dua elektron,
sub kulit 2p(n = 2, l = 1) brisi enam elektron dan sub kulit 3s (n=3, l=0) berisi satu elektron.

1.2 TABEL PERIODIK


Bila unsur unsur didaftar menurut bilangan atomiknya,unsur yang memiliki sifat
kimiawi dan sifat fisis yang serupa muncul pada selang yang teratur.Pengamatan empiris ini
dikenal dengan hukum periodik (hukum berkala) yang mula mula dirumuskan oleh Dmitri
Mendeleev sekitar satu abad yang lalu. Pengaturan secara tabel dari unsur unsur itu yang
menunjukkan sifat yang muncul periodik ini disebut sistem periodik. Tabel 7.1 merupakan
bentuk sederhana dari tabel periodik yang lebih lengkap telah dibuat untuk menunjukkan
hukum periodik dengan perincian yang lebih halus. Tabel 7.1 sudah cukup untuk maksud
kita.
Unsur yang memiliki sifat yang serupa membentuk group(kumpulan) yang
ditunjukkan dalam kolom vertikal pada tabel 7.1 . Jadi terdiri dari hidrogen ditambah dengan
logam alkali, semuanya sangat aktif secara kimiawi dan semuanya memiliki valensi +1.
Group VII terdiri dari halogen,mudah menguap,non logam yang aktif yang memiliki valensi
-1 dan membentuk molekul dwi-atom dalam keadaan gas. Group VIII terdiri dari gas
mulia,unsur unsur ini sangat tidak aktif sehingga kebanyakan tidak membentuk senyawa,
dengan unsur lain atomnya tidak bergabung menjadi molekul seperti atom-atom gas lain.
Basis horizontal dalam tabel 7.1 disebut perioda. Melintang pada masing-masing
perioda terjadi transisi lunak dari logam aktif melewati logam tidak aktif dan non logam aktif
lemah sehingga non logam sangat aktif dan akhirnya gas mulia. Dalam masing masing kolom
terdapat perubahan sifat secara teratur,tetapi tidak jelas dalam masing masing perioda.
Sebagai contoh, bertambahnya nomor atomik dan logam alkali disertai dengan kativitas
kimiawi yang lebih besar,sedangkan hal sebaliknya berlaku halogen.

Deretan unsur transisi muncul setelah setiap perioda sesudah yang ketiga antara unsur
group II dan group III. Unsur transisi adalah logam dengan sifat kimiawi yang hampir
bersama satu dengan yang lain tetapi tidak terdapat keserupaan yang menonjol seperti pada
unsur dalam group utama. Limabelas unsur transisi dalam perioda 6 hampir tidak bisa
dibedakan sifat-sifatnya,dan dikenal sebagai unsur lantanide (atau tanah jarang).Group yang
serupa itu untuk logam yang hubungannya dekat ialah unsur aktinide didapatkan dalam
perioda 7.
Pengertian kulit elektron dan sub kulit elektron pas masuk dalam pola tabel
periodik,hal i i merupakan cermin dari struktur atomik unsur. Marilah kita periksa bagaimana
pola itu timbul.
Prinsip eksklusi membatasi banyaknya elektron yang dapat menempati suatu sub kulit
tertentu. Suatu sub kulit bercirikan bilangan total kuantum total n dan bilangan kuantum
orbital l dengan
l = 0, 1, 2, . . . . ( n 1 )
Terdapat 2l + 1 harga yang berbeda dari bilanagn kuantum magnetik

m1

untuk setiap l

m1

. Jadi masing-

karena
m1=0, 1, 2,.. . .. . 1

Dan dua harga bilangan kuantum spin

1
dan1/2
2
ms

) untuk setiap

masing sub-kulit dapat berisi maksimum 2(2l + l ) elektron dan untuk masing-masing kulit
maksimum.
l=n1

2 ( 2 l +1 )=2 [ 1+ 3+5++2 ( n1 ) +1 ]

l=0

2 [ 1+3+5+ +2 n1 ]

Kuantitas dalam tanda kurung berisi n suku yang harga rata-ratanya ialah [1+(2n-1)], jadi
jumlah maksimum elektron dalam kulit ke n ialah
2x

n
1+ ( 2 n1 ) ] =2n2
[
2

Kulit atomik sub-kulit atomik yang berisi penuh jatah elektronnya disebut tertutup.
Sebuah sub-kulit s ( l = 0 ) yang tertutup mengandung dua elektron, sub kulit p(l = 1) yang
tertutup mengandung enam elektron,sub-kulit d(l=2) yang tertutup mengandung sepuluh
elektron dan sebagainya.

Momentum sudut orbital total dan spin total dalam sub-kulit tertutup adalah nol, dan
distribusi muatan efektifnya mempunyai simetri sempurna . Elektron dalam kulit tertutup
semuanya terikat kuat, karena muatan inti yang positif lebih besar dibandingkan dengan
muatan negatif elektron perisai yang didalam. Karena sebuah atom yang hanya mengandung
kulit tertutup tidak memiliki momen dwi-kutub, atom itu tidak menarik elektron lain dan
elektron-elektronnya tidak mudah terlepas. Atom semacam itu dapat kita duga bersifat
kimiawi pasif, seperti pada gas mulia dan gas mulia ternyata semuanya mempunyai
konfigurasi elektron kulit tertutup atau yang setara dengan itu.

Sebuah atom dari setiap logam alkali dalam group I mempunyai elektron tunggal yang
kulit terluarnya. Elektron seperti itu letaknya relatif jauh dari inti dan terperisai oleh elektrondalam, sehingga muatan inti efektif yang dilihatnya hanya +e alih-alih +Ze. Jadi hanya kerja
relatif kecil yang diperlukan untuk melepaskan elektron dari atom seperti itu. Sehingga logam
alkali mudah jadi ion positif dan bervalensi +1. Gambar 7-7 menunjukkan bagaimana energi
ionisasi unsur-unsur berubah terhadap nomor atomik. Lebih besar atom itu,lebih jauh elektron
terluarnya dari inti, dan lebih lemah gaya yang mengikatnya dalam atom itu, hal ini
menerangkan mengapa energi ionisasi pada umumnya menurun jika kita turun kebagian
bawah tabel periodik. Bertambahnya energi ionisasi kiri kekanan sepanjang setiap perioda
dapat diterangkan karena bertambahnya muatan inti, sedangkan jumlah elektron perisai
didalamnya tetap konstan. Dalam perioda 2 misalnya, elektron luar dalam atom litium diikat
oleh muatan efektif +e, sedangkan masing masing elektron-luar pada berilium, boron, karbon
dan sebagainya diikat oleh muatan efektif +2e, +3e, +4e dan sebagainya.
Pada ekstrim yang lain dari atom logam alkali yang cenderung untuk kehilangan
elektron terluarnya, atom halogen yang muatan intinya terperisai tak sempurna cenderung
untuk melengkapi sub-kulitnya dengan mengambil satu elektron tambahan. Jadi atom

halogen mudah menjadi ion negatif dan bervalensi -1. Jalan pikiran sebuah seperti ini
menerangkan keserupaan sifat anggota group dalam tabel periodik.
Walaupun secara ketat sebuah atom dari suatu jenis tertentu mempunyai ukuran
tertentu dari pandangan praktis ukuran hampir tertentu dapat dipakai untuk atom itu
berdasarkan jarak interatomik yang teramati dalam kisi kristal yang tetap (closely packed)
Gambar 7-8 menunjukkan bagaimana jejari yang didaptakan berubah tentang nomor atomik.
Perioditasnya disini jelas terlihat seperti dalam kasus energi ionisasi, dan sesungguhnya
memang asalnya sama yaitu perisaian sebagian dalam elektron dalam pada muatan inti :lebih
besar perisainya, lebih rendah energi ikat elektron terluar, dan lebih jauh letak rata-ratanya
dari inti itu. Kisaran yang relatif kecil dari jejari atomik tidaklah mengejutkan dipandang dari
Deretan unsur transisi muncul setelah setiap periode sesudah yang ketiga antara unsur group
II dan group III. Unsur transisi ialah logam dengan sifat kimiawi yang hampir bersamaan satu
dengan yang lain tetapi terdapat keserupaan yang menonjol seperti pada unsur dalam group
utama. Limabelas unsur transisi dalam periode 6 hampir tidak bisa dibedakan sifat-sifatnya,
dan dikenal sebagai unsur lantanide (tanah jarang). Group yang serupa itu untuk logam yang
hubungannya dekat ialah unsur aktinide didapatkan dalam periode 7.
Pengertian kulit elektron dan sub kulit elektron pas masuk dalam pola tabel periodik;
hal ini merupakan cermin dari struktur atomik unsur itu. Marilah kita periksa bagaimana pola
itu timbul.
Prinsip eksklusi membatasi banyaknya elektron yang dapat menempati suatu sub-kulit
tertentu. Suatu sub-kulit bercirikan bilangan kuantum total n dan bilangan kuantum orbital l,
dengan
l 0,1,2,3,..., (n 1)

Terdapat

2l 1

harga yang berbeda dari bilangan kuantum magnetik ml untuk setiap l, karena

0,1,2,...,l

m 1 / 2dan 1 / 2
s

dan dua harga bilangan kuantum spin

untuk setiap ml. Jadi masing-

2(2l 1)

masing sub-kulit dapat berisi maksimum


maksimum

elektron dan untuk masing-masing kulit

l n 1

2(2l 1) 21 3 5 ... 2 n 1 1
l 0

21 3 5 ... 2n 1

Kuantitas dalam tanda kurung berisi n suku yang harga rata-ratanya ialah
jadi jumlah maksimum elektron dalam kulit ke n ialah
2x

n
1 2n 1
2

1 / 21 2n 1

2n2

Kulit atomik atau sub-kulit atomik yang berisi penuh jatah elektronnya disebut
s (l 0)

tertutup. Sebuah sub-kulit

p (l 1)

yang tertutup mengandung dua elektron, sub-kulit


d (l 2)

yang tertutup mengandung enam elektron, sub-kulit

yang tertutup mengandung

sepuluh elektron da sebagainya.


Gambar 7-6 gambaran skematik dari perisisaian elektron dalam atom natrium dan Argon.
Menurut model yang kasar ini, masing-masing elektron-luar dalam atom argon mengalami
aksi

dari

muatan efektif yang muatannya 8 kali lebih besar daripada yang dialami oleh elektron-luar
dalam atom natrium. Atom argon berukuran lebih kecil dan mempunyai energi ionisasi yang

lebih besar. Dalam atom yang sebenarnya, distribusi kerapatan-peluang dari berbagai elektron
saling bertindihan dengan cara yang kompleks sehingga mengubah jumlah perisaiannya,
tetapi efek dasarnya sama saja. Sebuah atom dari setiap logam alkali dalam group I
mempunyai elektron tunggal pada kulit terluarnya. Elektron seperti itu letaknya relatif jauh
dari inti dan terperisai oleh elektron- dalam, sehingga muatan inti efektif yang dilihatnya

hanya +e alih-alih +Ze. Jadi hanya kerja relatif kecil yang diperlukan untuk melepskan
elektron dari atom seperti itu, sehingga logam alkali mudah menjadi ion positif dan
bervalensi +1.

Gambar 7-7 Perubahan energi ionisasi terhadap nomor atomik


Gambar 7-7 menunjukkan bagaimana energi ionisasi unsur-unsur berubah terhadap nomor
atomik. Lebih besar atom itu, lebih jauh elektron terluarnya dari inti, dan lebih lemah gaya
yang mengikatnya dalam atom itu; hal ini menerangkan mengapa energi ioniasi pada
umumnya menurunkan jika kita turun ke bagian bawah tabel periodik. Bertambah energi
ionisasi kiri ke kanan sepanjang setiap periode dapat diterangkan karena bertambahnya
muatan inti, sedangkan jumlah elektron perisai dalamnya tetap konstan. Dalam perioda 2,
misalnya, elektron-luar dalam atom litium diikat oleh muatan efektif +e, sedangkan masing-

masing elektron-luar pada berilium, boron, karbon dan sebagainya diikat oleh muatan efektif
+2e, +3e, +4e, dan sebagainya.
Walaupun secara ketat, sebuah atom dari satu jenis tertentu mempunyai ukuran
tertentu, dari pandangan praktis ukuran hampir tertentu dapat dipakai untuk atom itu
berdasarkan jarak interatomik yang teramati dalam kisi kristal yang tetap (closely packed).

Gambar 7-8 Jejari atomik unsur


Gamabar 7-8 menunjukkan bagaimana jejari yang didapatkan berubah terhadap nomor
atomik. Perioditasnya disini jelas terlihat seperti dalam kasus energi ionisasi, dan
sesungguhnya memang asalnya sama yaitu perisaian-sebagian dari elektron-dalam pada
muatan inti: lebih besar perisainya, lebih rendah energi ikat elektron terluar, dan lebih jauh
letak rata-ratanya dari inti itu.
Tabel 7-2 menunjukkan konfigurasi elektron unsur-unsur. Asal-mula unsur transisi
jelas terlihat pada energi ikat yang lebih kuat untuk elektron s dibandingkan dengan untuk
elektron d dan f dari sebuah atom kompleks yang dibahas dalam pasal yang lalu. Unsur
pertama yang menunjukkan sifat ini adalah kalium yang elektron terluarnya terdapat pada
sub-keadaan 4s alih-alih 3d. Perbedaan energi ikat antara elektron 3d dan 4s tidak begitu
besar, seperti terlihat pada konfigurasi kromium dan tembaga. Pada kedua unsur itu tambahan
elektron 3d terdapat sehingga timbul kekosongan dalam sub-kulit 4s. Dalam hubungan ini
dianjurkan untuk melihat lagi gambar 7-5.

Urutan bagaimana sub-kulit elektron cenderung untuk diisi, bersama dengan


kandungan maksimum masing-masing sub-kulit ialah sebagai berikut:
Ketakteraturan dalam energi ikat elektron atomik ini juga merupakan penyebab dari
ketiadaan kulit terluar yang penuh pada gas mulia yang berat. Helium (Z = 2) dan neon (Z
=10) mengandung berturutan kulit K dan L tertutup, tetapi argon (Z=18) hanya mengamdung
8 elektron pada kulit M, bersesuaian dengan sub-kulit 3s dan 3p tertutup. Sebab sub kulit 3d
yang lain tidak berisi dengan electron 4s yang sederhana mengikat energi yang lebih tinggi
electron 3d, dan telah dikatakan bahwa sub-kulit 4s terisi lebih dahulu dalam kalium dan
kalsium. Ketika sub-kulit 3d unsur transisi yang lebih berat diisi berturut-turut,masih ada satu
atau dua electron 4s terluar yang memungkinkan aktivitas kimiawi.
Gambar 7-9 urutan keadaan kuantum dalam atom. Skalanya tidak tepat.

Pada umumnya, elektron dalam atom tetap tak-berpasangan-jadi spinnya sejajar bila
memungkinkan. Prinsip ini disebut aturan Hund. Feromagnetisme besi,kobalt,dan nikel
merupakan akibat dari aturan Hund: sub-kulit 3d-nya hanya terisi sebagian,dan electron
dalam sub-kulit ini tidak berpasangan sehingga momen magnetik spinnya tidak saling
meniadakan.
Aturan Hund timbul karena elektron atomik saling tolak menolak. Karena tolakan ini, lebih
saling berjauhan elektron-elektron itu,lebih kecil energi atomnya. Elektron dalam sub-kullit
yang sama dengan spin yang sama dengan spin yang sama pula harus memiliki m l yang
berbeda sehingga diberikan oleh fungsi gelombang yang distribusi ruangnya berbeda pula.