Anda di halaman 1dari 16

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Untuk mengetahui hak dan kewajiban secara pasti dalam rangka meningkatkan
kesejahteraan dan ketenangan kerja maka perlu adanya suatu pedoman atau aturan dalam
pelaksanaan hubungan kerja
Perjanjian Kerja Bersama adalah suatu kesepakatan secara tertulis dengan
menggunakan bahasa indonesia yang dibuat secara bersama sama antara perusahaan
dengan organisasi serikat pekerja yang sudah terdaftar pada instansi yang bertanggung
jawab dibidang ketenagakerjaan.
Organisasi serikat pekerja ini minimal mempunyai anggota 50% lebih dari seluruh
karyawan yang ada di perusahaan. Persyaratan ini harus dipenuhi karena kalau kurang
maka dapat berkoalisi dengan organisasi serikat pekerja sampai mencapai 50% lebih atau
dapat juga meminta dukungan dari karyawan lainnya. Dalam hal suatu perusahaan
terdapat lebih dari 1 serikat pekerja/ buruh maka yang berhak mewakili pekerja/buruh
adalah serikat pekerja yang memiliki pekerja lebih dari 50% dari seluruh jumlah
pekerja /buruh di perusahaan tersebut. Adapun dasar dibuatnya perjanjian kerja bersama
ini merajuk pada undang undang No. 18 Tahun 1956 yang di diratifikasi dan Konvensi
No . 98 Organisasi Perburuhan internasional (ILO) mengenai berlakunya dasar-dasar dari
hak untuk berorganisasi dan berunding bersama, kemudian oleh pemerintah dikeluarkan :
1. Undang-undang No.13 Tahun 2003 tentang Keteganakerja yang diatur mulai dari
pasal 115 sampai dengan 135
2. Keputusan Menteri Tenaga kerja dan Transmigran RI No. Kep/48/Men/IV/2004
tentang tata cara pembuatan dan peesahan peraturan perusahaan dan pendaftaran
perjanjian kerja bersama
Fungsi perjanjian kerja bersama adalah sarana untuk memuat dan menuangkan
kesepakatan baru yang di dasari atas kesepakatan antara serikat pekerja/buruh dengan
pengusaha yang disebut Lex Spesial artinya sebuah prodak yang tidak diatur dalam
undang undang maka dia akan menjadi normative bila mana sudah disepakati dan
dituangkan dalam PKB serta telah diketahui oleh dinas yang terkait dan Kedua belah
pihak untuk dilaksanakan
1.2 Maksud Dan Tujuan
1.
2.
3.
4.

Mengetahui ketentuan apa saja yang ada dalam KKB


Mengetahui hak hak dan kewajiban setiap karyawan
Mengetahui apa apa saja yang ada di dalam KKB
Mempertegas dan memperjelas hak-hak dan kewajiban pekerja dan pengusaha

BAB II
PERMASALAHAN
2.1 Rumusan masalah
1. Definisi Perusahaan ( Perseroan Terbatas DAHANA)
2. Apa sajakah yang ada di dalam perjanjian yang dibuat oleh PT DAHANA dengan
SEJADAH
3. Bagaimanakah kerangka perjanjian yang dibuat oleh perusahaan PT DAHANA
dengan SEJADAH yang berada di kota Tasikmalaya

2.2 Batasan Masalah


Diharapkan batasan masalah dari makalah ini dapat menjelaskan menngenai
bagaimana isi dari kesepakatan kerja bersama antar dua perusahaan yang benar

BAB III

PEMBAHASAN
3.1 Definisi Kesepakatan Kerja Bersama
Istilah Perjanjian Kerja Bersama (PKB) timbul setelah diundangkannya Undang-undang No.21
Tahun 2000. Istilah Perjanjian Kerja Bersama (PKB) digunakan untuk menggantikan istilah
sebelumnya yaitu Kesepakatan Kerja Bersama (KKB), dikarenakan pembuat undang-undang
berpendapat bahwa pengertian dari Perjanjian Kerja Bersama (PKB) sama dengan Kesepakatan
Kerja Bersama (KKB).
Tetapi Sentanoe Kertonegoro berpendapat lain mengenai persamaan pengertian Perjanjian Kerja
Bersama (PKB) dengan Kesepakatan Kerja Bersama (KKB), beliau mengatakan bahwa :
Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ialah :

Merupakan dasar dari individualisme dan liberalisme yang berpandangan bahwa diantara
pekerja/buruh dengan pengusaha adalah dua pihak yang memiliki kepentingan berbeda dalam
perusahaan.
Bebas untuk melakukan perundingan dan juga membuat perjanjian tanpa adanya campur tangan
dari pihak lain.
Dibuat melalui perundingan yang bersifat tawar-menawar (bargaining) masing-masing pihak
akan berusaha memperkuat kekuatan tawar- menawar, bahkan dengan menggunakan senjata
mogok dan penutupan
perusahaan.
Hasilnya adalah perjanjian yang merupakan keseimbangan dari
kekuatan tawar-menawar.
Adapun Kesepakatan Kerja Bersama, yaitu :
Dasar adalah hubungan industrial Pancasila berpandangan bahwa antara pekerja dan
pengusaha terdapat hubungan yang bersifat kekeluargaan dan gotong-royong.
Mereka bebas melakukan perundingan dan memuat perjanjian asal saja, tetapi memperhatikan
kepentingan yang lebih luas, yaitu masyarakat, bangsa, dan negara.
Dibuat melalui musyawarah untuk mufakat, tidak melalui kekuatan tawar-menawar,
tetapi yang diperlukan sifat yang keterbukaan, kejujuran, dan pemahaman terhadap kepentingan
semua pihak. Kehadiran serikat pekerja dalam rangka meningkatkan kerja sama dan tanggung
jawab.

Hasilnya adalah suatu kesepakatan yang merupakan titik optimal yang bisa
menurut kondisi yang ada, dengan memperhatikan kepentingan semua pihak.

dicapai

Apabila dicermati pendapat Sentanoe mengenai perbedaan antara PKB dengan KKB,
tampak ada peluang yang dapat digunakan oleh majikan dalam memanfaatkan suatu keadaan dari
pengertian KKB untuk menekan buruh dalam memperjuangkan haknya. Pada pengertian KKB,
lebih ditekankan bahwa semua pihak tidak hanya mengutamakan kepentingannya, tetapi juga
harus memperhatikan juga kepentingan bangsa dan negara. Sebagai contoh pemerintah telah
menetapkan upah minimun provinsi/kota.
Pasal 103 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 menyebut Perjanjian Kerja Bersama (PKB)
merupakan salah satu sarana dilaksanakannya hubungan industrial. Sangat diharapkan akan
terbentuk PKB yang berkualitas dengan mengkomodasikan tiga kepentingan yaitu buruh,
pengusaha dan negara. Sayangnya sulit terwujud, karena terdapat inkonsistensi aturan hukum
atau terdapat konflik norma di dalam norma pembentukan PKB.
Perjanjian kerja bersama adalah hak yang mendasar yang telah disyahkan oleh anggotaanggota ILO dimana mereka mempunyai kewajiban untuk menghormati, mempromosikan dan
mewujudkan dengan itikad yang baik. Perjanjian kerja bersama adalah hak pengusaha atau
organisasi pengusaha disatu pihak dan dipihak lain serikat pekerja atau organisasi yang mewakili
pekerja. Hak ini ditetapkan untuk mencapai kondisi-kondisi pekerja yang manusiawi dan
penghargaan akan martabat manusia (humane conditions of labour and respect for human
dignity), seperti yang tercantum dalam Konstitusi ILO.
Banyak para ahli yang mengemukakan pendapat mengenai pengertian Perjanjian Kerja
Bersama, diantaranya pendapat dari Prof.Subekti,SH beliau mengatakan dalam bukunya Aneka
Perjanjian, disebutkan bahwa Perjanjian Kerja adalah perjanjian antara seorang buruh dengan
seorang majikan, perjanjian mana ditandai oleh ciri ciri adanya suatu upah atau gaji tertentu yang
diperjanjikan dan adanya suatu hubungan di peratas yaitu suatu hubungan berdasarkan mana
pihak yang satu (majikan) berhak memberikan perintah perintah yang harus ditaati oleh pihak
yang lain.
Pengertian Perjanjian Kerja Bersama (PKB) berdasarkan Pasal 1 angka 21 UU No. 13
Tahun 2003 jo Kepmenakertrans No. KEP.48/MEN/2004 tentang Tata cara pembuatan dan
pengesahan peraturan perusahaan serta pembuatan dan pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama,
adalah perjanjian yang merupakan hasil perundingan antara serikat pekerja/serikat buruh atau
beberapa serikat pekerja/serikat buruh yang tercatat pada instansi yang bertanggung jawab di
bidang ketenagakerjaan dengan pengusaha, atau beberapa pengusaha atau perkumpulan
pengusaha yang memuat syarat syarat kerja, hak dan kewajiban kedua belah pihak.
Bertolak dari pengertian tersebut, tersirat bahwa di dalam perjanjian kerja bersama
terkandung hal-hal yang sifatnya obligator (memuat hak-hak dan kewajiban-kewajiban pihak-

pihak yg mengadakan perjanjian), hal-hal yg bersifat normatif (mengenai peraturan perundangundangan).


Dengan demikian, dalam suatu perjanjian kerja bersama dimungkinkan untuk memuat
kaedah yang bersifat horizontal (pengaturan dari pihak-pihaknya sendiri), kaedah yang bersifat
vertikal (pengaturan yg berasal dari pihak yg lebih tinggi tingkatannya), dan kaedah yg bersifat
diagonal (ketentuan yang berasal dari pihak yg tidak langsung terlibat dalam hubungan kerja).

3.2 KETENTUAN UMUM DAN PENGERTIAN UMUM


(1) Perusahaan adalah Perusahaan Perseroan Terbatas DAHANA disingkat PT DAHANA
(persero) yang berkedudukan dan berkantor pusat di Tasikmalaya
(2) Direki adalah suatu perangkat Pimpinan puncak perusahaan , dan diangkan dan di
tetapkan oleh rapat umum pemegang saham, yang dipimpin oleh seorang direktur utama
serta di bantu oleh beberapa Direktur
(3) Serikat pekerja PT DAHANA (persero) atau SEJADAH adalah serikat pekerja yang
didirkan /di bentuk dan dikelola oleh karyawan perusahaan
(4) Karyawan adalah personil tetap yang memenuhi syarat-syarat dan ketentuan serta
diangkat berdasarkan surat keputusan Direksi untuk jangka waktu tidak tertentu
(5) Kompensasi adalah imbalan yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan
untuksuatu pekerjaan dapat dalam bentuk natura dan non natura (fasilitas)
(6) Gaji adalah penghasilan karyawan berupa gaji pokok posisi (GPP) ditambah dengan
Tunjangan tetap individu ditambah indek kemahalan/Kerja Site
(7) Gaji pokok posisi ( GPP) adalah besaran omponen gaji yang diberikan kepada karyawan
selama menduduki suatu posisi/ jabatan tertentu
(8) Kesejahteraan Karyawan adalah suatu pemenuhan kebutuhan dan/ atau keperluan yang
bersifat jasmaniah dan rohaniah, baik di dalam maupun di luar hubungan kerja yang
secara langsung atau tidak langsung dapat meningkatkan produksivitas kerja dalam
lingkungan kerja yang aman dan sehat
(9) Syarat kerja adalah hak dan kewajiban pengusaha dan karyawan yang ditetapkan melalui
peraturan

3.3 Ruang Lingkup PKB


(1) PKB adalah perjanjian kerja yang dibuat bersama oleh SEJADAH dan perusahaan
(2) Dalam hal perusahaan mengadakan perubahan nama, pemilik atau penggabungan usaha
dengan perusahaan lain atau bentuk usaha lain, maka pasal-pasal dari PKB ini tetap
berlaku bagi karyawan dan perusahaan dan waktu perubahan tersebut diperlukan

(3) Dalam hal SEJADAH mengadakan perubahan nama, pemilik atau penggabungan usaha
dengan perusahaan lain atau bentuk usaha lain, maka pasal-pasal dari PKB ini tetap
berlaku bagi karyawan dan perusahaan pada waktu perubahan tersebut diperlukan

3.4 Hak dan Kewajiban Para Pihak


(1) Kedua belah pihak berkewajiban untuk saling menghomati, mentaati, melaksanakan,
menyebarkan serta menjelaskan PKB ini kepada karyawan dan Anggota SEJADAH,
baik isi maupun maknanya untuk diketahui dan dilaksanakan serta dipatuhi dengan
berpedoman pada azas keadilan serta tidak diskriminasi
(2) Kedua belah pihak berhak menegur pihak lain apabila terjadi penyimpangan dalam
pelaksanaan isi dari PKB dan terhadap penyimpangan yang terjadi wajib dikembalikan
sesuai dengan isi PKB
(3) Kedua belah pihak mengajukan keberatan dan atau Masukan atas tindakan salah satu
pihak yang bertentangan dengan ketentuan PKB
3.5 Tujuan Dan Fungsi PKB
Menciptakan Kondisi seoptimal mungkin agar kelancaran kegiatan operasional
perusahaan dilaksanakan dengan tata cara yang efektif dan efisien demi kemajuan
perusahaan dan kesejahteraaan karyawan berdasarkan waktu, syarat dan suasana kerja
yang baik serta pemberian Upah/gaji maupun tunjangan yang pantas sesuai taraf hidup
yang layak bagi kehidupan Karyawan dan keluarganya. Melaksanakan sepenuhnya
ketentuan ketentuan dalam undang-undang bidang ketenagakerjaan dan peraturan
perundang undang lainnya. Membangun hubungan kerja dalam perusahaandengan
menjaga keharmonisan, ketenangan, ketentraman dan ketertiban berdasarkan Hubungan
Industrial. Mnerapkan dan mendudukan pada porsinya segala peraturan, hak hak dan
kewajiban yang harus dipatuhi dan penuhi oleh belah pihak. Merupakan pedoman untuk
menyelesaikan setiap perselisian/perbedaan pendapat menyangkut hubungan Industrial
antara kedua belah pihak

BAB IV
PENGAKUAN DAN FASILITAS SEJADAH
4.1 Pengakuan Para Pihak
(1) Perusahaan mengakui adanya SEJADAH yang pendirinya sesuai dengan Konvensi ILO
Nomer : 87 Tahun 1948 yang diratifikasi oleh pemerintah melalui undang-undang
Nomer : 18 Tahun 1956 jis serta undang undang Nomer : 21 tahun 2000 tentang
SEJADAH/Serikat Buruh
(2) Perusahaan megakui bahwa SEJADAH adalah organisasi serikat pekerja resmi dalam
perusahaan yang mewakili serta bertindak untuk dan atas nama karyawan yang menjadi
anggotanya dalam masalah hubungan Industrial
(3) SEJADAH mempunyai kebebasan penuh dalam mengembangkan dan membina
oerganisasi sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku dan tidak berafiliasi
pada pihak tertentu maupun organisasi tertentu baik organisasipolitik maupun organisasi
massa
(4) Perusahaan mengakui bahwa untuk menjadi anggota SEJADAH adalah hak setiap
Karyawan sesuai dengan AD/ART SEJADAH tanpa membedakan jabatan, golongan ,
agama dan ras
(5) Perusahaan dan SEJADAH saling menghormati dalam menjalankan fungsi dan tugasnya
masing-masing
(6) Sebagai mitra pendukung utama bisnis perusahaan SEJADAH terut serta membina
anggota untuk bersama sama berperan serta dalam memajukan dan menjaga nama baik
perusahaan

BAB V
HUBUNGAN KERJA
5.1 Status Karyawan
Status karyawan dibagi menjadi beberapa kelompok:
A. Calon karyawan yaitu personil yang lulus seleksi penerimaaan dan menjalani masa
percobaan sebelum diangkat menjadi karyawan
B. Management Trainee yaitu karyawan yang sedang mejalani Program Orientasi
C. Karyawan

BAB VI
PENGEMBANGAN KARYAWAN
6.1 Rotasi, Promosi dan Demosi
Perusahaan Mengelola sumber daya manusia antara lain dengan menerapkan
system /pola pengembangan karyawan yang berdasarkan pada jenjang jabatan yang
berbasis kompetensi dengan mengacu pada prinsip persamaan hak, asas keadilan dan
asas transpirasi untuk semua tingkatan posisi karyawan. Untuk kepentingan jalannya
usaha atau guna meningkatkan kinerja atau pengembangan karir karyawan, perusahaan
berhak menempatkn dan merotasikan karyawan dari satu posisi ke posisi lain.
Perusahaan berhak merotasikan seseorang karyawan untuk pendayagunaan sumbar daya
alam manusia dan mencapai tujuan perusahaan, baik di lingkungan internal maupun
eksternal perusahaan dengan memperhatikan kompetensi karyawa.
Bila karyawan dipindahkan atau dirotasi atau kebutuhan perusahaan dari satu
wilayah ke wilayah lain tetap memperhatikan kesejahteraan dan fasilitas. Dengan
persetujuan dari General Manager/ Deputi Direktur atau yang setingkat di departemen
yang bersangkutan karyawan dapat mengajukan rotasi namun demikian keputusan rotasi
tetap menjadi kewenangan perusahaan. Setiap rotasi karyawan harus melalui evaluasi
yang dilakukan secara transparan dan objektif oleh perusahaan. Promosi dilaksanakan
secara trnsparan dan objektif dengan mempertimbangkan unsur-unsur prstasi kerja
moralitas dan cacatan konduite ( Track record) serta memenuhi kompetensi yang telah
disyaratkan memalului seleksi yang dilakukan oleh perusahaan

6.2 Pengembangan Kompetensi Karyawan

Pembinaan dan pengembangan kompetensikaryawan bertujuan untuk proses


meningkatan kopetensi karyawan dapat dilaksanakan secara terpadu sistematis dan
berkesinambungan . Proses perkebangan kopeensi karyawan mengacu pada kebutuhan
perusahaan dan menjangkau seluruh lapisan karyawan diinformasikan secara terbuka
melalui mekanisme atau seleksi tertentu serta setiap karyawan diberi peluang yang sama
sesuai dengan kopetensinya. Program orentasi bagi calon karyawan bertujuan untuk
memiliki pengetahuan dasar kopetensi dasar yang diperlukan untuk mempercepat proses
adaptasi sosialisasi dan memahami budaya serta proses bisnis perusahaan. Proses
orientasi kerja bagi karyawan bertujuan untuk membekali karyawan yang akan menjalani
rotasi untuk orientasi kerja ini dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan antara lain
pelatihan kerja (workshop). Program pembekalan karyawan masa persiapan pensiun
dengan mandiri dan berdaya guna melalui pendidikan dan pelatihan antara lain pelatihan
kerja ( workshop) dan kursus singkat . Pendidikan yang dapat diselesaikan oleh karyawan
dengan biaya sendiri dan mendapat ijazah Negara atau terakreditasi dicatat dalam
administrasi perusahaan . Karyawan yang lulus sebagai dimaksud disesuaikan untuk
memperoleh posisi jabatan yang baru , tetapi apabila karyawan tersebut tidak lulus tetap
pada posisi jabatan semula

6.3 Penilaian Kinerja

(1) Penilaian kinerja dilaksanakan minimal dua kali dalam satu tahun oleh rekan,
bawahannya dan atasannya karyawan bersangkutan
(2) Peilaian kinerja dipergunakan sebagai masukan untuk perhitungan system kompetensi
pola karir program pelatihan dan pengembangan serta aktivitas sumber daya manusia di
perusahaan
(3) Peninailan kinerja sebagaimana dimaksud didasarkan pada tata cara penilaian yang
objektiv yang dapat dikatagorikan sebagai pelanggaran

6.4 Penugasan Karyawan

Penugasan karyawan adalah status penugasan seorang karyawan untuk bekerja


pada instasi lain atau perusahaan lain . Dalam rangka pengembangan karir karyawan
perusahaan dapat menugaskan karyawan ke perusahaan lain ataun instasi lain. Di
tugaskerjakan adalah jenis penugasan dimana seseorang
karyawan
bekerja
pada
instasi lain atau perusahaan lain dan yang bersangkutan dibebaskan dari tugas atau
jabatan pada perusahaan. Ditugasbantukan adalah jenis penugasan dimana seorang
karyawan bekerja rangkap dengan instasi atau perusahaan lain. Masa kerja selama
penugasan tetap dihitung sebagai masa kerja di perusahaan. Selama masa penugasan
perusahaan tetap melakukan penilaian terhadap karyawan kondite dicatat dalam catatan
kondite ( track record) yang bersangkutan . Apabila penugasan sebagaimana dimaksud
maka perusahaan wajib menerima Karyawan tersebut dan menempatkan pada eselon
terakhir yang dimilikinya .

BAB VII
SISTEM KARIR

7.1 Maksud dan Tujuan

(1) Sistem karir dimaksud untuk memberikan kepastian karir bagi setiap karyawan, sehingga
diharapkan dapat meningkatkan motivasi kerja karyawan
(2) Posisi jabatan dimaksud untuk menentukan posisi atau kedudukan karyawan di dalam
jenjang karir
Pengembangan Karir
Perusahaan memberikan peluang dan kesempatan kepada setiap karyawan untuk berkarir
dengan memperhatikan prinsip keadilan dan trnsparan . lintas karir yaitu perpindahan
karyawan dari suatu rumppun ( job family ) ke rumpun yang berbeda dapat dilakukan
sepanjang memenuhi kriteria yang ditentukan . Pengembangan atau peningkatan karir
setiap karyawan dilakukan secara objektif dan transparan dengan mempertimbangkan
unsur unsur kepetensi prestasi moralitas serta catatan kondiute (track record )

BAB VIII
WAKTU KERJA

8.1 Waktu Kerja


(1) Waktu kerja adalah waktu bagi semua Karyawan untuk mlakukan pekerjaan yang dapat
dilaksanakan pada siang hari ataupun malam hari
(2) Hari kerja adalah kinerja karyawan sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh perusahaan
dengan berpedoman kepada peraturan perundang undangan yang berlaku
(3) Waktu kerja tersebut dapat diubah dengan mengindahkan peraturan perundang undangan
yang berlaku
(4) Waktu istirahat ditentukan setelah 4 jam bekerja. Bagi pekerja yang sifat kerjanya tidak
dapat ditinggalkan jam istirahat dapar di atur lain oleh atasannya tanpa mengurangi hak
istirahat pekerja yang telah diatur oleh undang udang ketenagakerja yang berlaku
(5) Waktu kerja untuk karyawan yang bekerja di lapangan /site tidak diatur di dalam pasal
ini namun di atur tersendiri oleh peraturan Direksi dengan tetap mengindahkan Undangundang ketenagakerjaaan beserta keputusan menteri tenaga kerja dan transmigrasi yang
berlaku
Waktu kerja normal adalah waktu kerja yang berlaku bagi karyawan yang tidak
melaksanakan kerja bergilir , lima hari dalam satu minggu , delapan jam dalam satu hari
dan maksimal 40 jam dalam satu minggu , dimuai dengan hari senin sampai dengan
jumat , waktu kerja dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir pukul 17.00 WIB kecuali hari
jumat pukul 16.30 WIB
Waktu kerja bergilir ialah waktu kerja pada hari yang berlaku bagi karyawan yang
pada kondisi tertentu dilakukan pengaturan kerja dengan cara bergilir biasanya dilakukan
pada karyaawan yang bekerja di pabrik dan atau yang berhubungan dengan aktifitas
produksi. Kerja lembur adalah yang melebihi waktu kerja normal pekerjaan tersebut
dilakukan pada hari libur mingguan , hari libur resmi pemerintah atau hari resmi dari
perusahaan . pada dasarnya kerja lembur diadakan atas dasar suka rela dan kebutuhan
operasional perusahaan dalam keadaan mendesak . kerja lembuar dapat dilakukan atas
perintah tertulis dari deputi direktur atau general managent atau pejabat yang setingkat
atau serendah rendahnya seior manager. Cuti besar perusahaan memiliki masa kerja 5
tahun terus menerus yang di laksanakan masing masing 1 bulan pada tahun keenam dan
1 bulan pada tahun ketujuh dan selanjutnya berlaku untuk setiap kelipatan masa kerja 5
tahun. Apabila karyawan sakit pada saat malakukan cuti besar maka hari hari sakitnya itu
tidak dianggap sebagai hari hari cuti besarnya sehingga tidak mengurangi hari cuti
besarnya pada tahun tersebut
BAB IX
KOMPENSASI
9.1 Kebijakan Umum

Sebagai kopensasi atas hasil kerja, perusahaan memberikan penghasilan kepada


karyawan baik dalam bentuk gaji , kinerja , kesejahteraan maupun fasilitas fasilitas
lainnya ketentuan lebih lanjut diatur dalam system kompensasi. Penghasilan yang
diberikan oleh perusahaaan kepada karyawan berpedoman kepda prinsip pay for position
. untuk menjaga nilai penghasilan karyawan tidak mengalami penurunan , perusahaan
melakukan penyesuaian penghasilan dengan memperhitungkan besaran inflasi nasional
setiap setahun evluasi dan penyesuaian system kompensasi setiap 2 bulan tahun sekali
sesuai dengan kemampuan perusahaan
BAB X
DISIPLIN DAN TATA TERTIB KERJA
10.1

Tata Tertib Kerja


Kewajiban umum bagi setiap karyawan :
Mentaati PKB dan peraturan lainnya sesuai dengan perundang undangan yang
berlaku .menyimpan harasia perusahaan dan rahasia jabatan. Memelihara suasana
kekeluargaan dan saling menghormati dengan sesame karyawan terhadapan atasan
maupun bawahan . mewujudkan kesatuan dan persatuan karyawan , mendahuukan kepe
ntingan perusahaan di atas kepentingan pribadi dan golongan . melaksanakan tugas
dengan sebaik baiknya dengan penuh pengabdian dan kesadaran akan tanggungjawab .
mematuhi segala instruksi dan direksi pejabat lain yang berwenang ataupun atasan
masing masing demi kelancaran kerja yang tidak bertentangan dengan peraturan maupun
perundangan yang berlaku . Merasa ikut memiliki perusahaan dan bertanggung jawab
atas kelangsungan hidup perusahaan dengan berusaha untuk memajukan mengamankan
dan menjaga nama baik perusahaan . Memperhatikan dan menyelesaikan setiap laporan
yang di terima mengenai pelanggaran disiplin aturan yang berlaku. Kewajiban pada saat
masuk kerja bagi setiap karyawan masuk kerja tepat waktu , mencatat kehadiran atau
absensi pada saat masuk , memakai tanda pengenal , memakai pakaian kerja yang telah
di tentukan. Kewajiban pada waktu bekerja bagi setiap karyawan , berada di tempat kerja
selama jam kerja kecuali mendapat izin atasan yang berwenang memakai atau
menggunakan perlengkapan kerja sesuai dengan lingkungan kerjanya , mengikuti dan
mematuhi petunjuk atau instruksi dari atasannya atau direksi yang berwenang . menjaga
kebersihan dan kerapihan lingkungan kerja , menggunakan dan memelihara alat-alat
kerja
Kewajiban pada saat selesai bekerja bagi setiap karyawan . Merapihkan dokumen
sarana maupun prasarana kerja yang menjadi tanggung jawab nya masing maing
sebelum meninggalkan tempat kerja , mematikan alat alat kerja yang seharusnya
dimatikan setelah sesuai digunakan , melaksanakan absensi pulang kerja

10.2

Larangan Bagi Karyawan


Larangan umum bagi setiap karyawan :
Melanggar atau tidak mengindahkan PKB serta surat peraturan Direksi atau
kententuan ketentuan lainnya sesuai dengan peraturanperundang undangan yang berlaku .
melakukan tindakan dan atau perbuatan sebagaimana dimaksud. Menyalahgunakan
wewenang jabatan dan atau melakukan tindakan manipulasi untuk kepentingan pribadi
golongan ataupun pihak lain . Mengalihkan hak meminjamka barang dan atau uang milik
perusahaan secara tidak sah kepada siappapun , meminta maupun menerima pemberian
dari pihak lain yang diketahui atau patut diduga pemberian itu bersagkutan dengan
jabatan atau pekerjaan karyawan bersangkutan . Melakukan tindak korupsi kolasi dan
nepotisme . Memberikan perlakuan istimewa kepada siapapun yang dapat mengakibatkan
keuntungan secara pribadi dan atau merugikan perusahaan.
Pelanggaran disiplin adalah setiap ucapan , tulisan atau perbuatan karyawan yang
melanggar tata tertib kerja, larangan bagi karyawan dan peraturan atau kebijakan yang
berlaku di perusahaan yang dapat menyebabkan dijatukannya sanksi kepada karyawan .
Jenis-Jenis pelanggaran disiplin adalah :
1. Terlambat masuk kerja lebih dari 20jam kerja dalam sebulan
2. Tidak menggunakan pakaian dinas atau pakaian kerja atau identitas karyawaan atau
perlengkapan kerja atau pelindung kerja yang sesuan dengan ketentuan yang berlaku
3. Menggunakan alat perlengkapan kerja tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku
4. Tidak menjaga kerapihan dan kebersihan di lingkungan kerja
5. Tidur pada jam kerja
6. Meninggalkan jam kerja tanpa seizin atasan
7. Lalai dalam menjalankan tugas sehigga merugikan perusahaan
8. Melakukan tindakan pemorosan dengan sengaja terhadap pemanfaatan utilisasi atau
perlengkapan perusahaan
9. Tidak melaksanakan pekerjaan sesuai dengan prosedur yang telah di tetapkan
10. Tidak melaporkan kerusakan yang terjadi pada peralatan yang menjadi tanggung
jawabnya
Pelanggaran sedang :
1. Tidak mematuhi peringatan lisan sebanyak tiga kali
2. Mangkir 2 sampai 4 kali hari kerja secara berturut turut tanpa alas an yang dapat
dipertanggungjawabkan
3. Menolak pemeriksaan atau penggeledahan oleh pihak keamanan yang sesuai dengan
prosedur yang berlaku
4. Melakukan perbuatan yang mengakibatkan terganggunya suasana kerja atau
menimbulkan keonaran
5. Menolak perintah atasan dalam melaksanakan tugas
6. Tidak melaksanakan tugas pekerjaan yang sudah menjadi tanggung jawabnya
7. Melakukan kegiatan kampanye politik di lingkungan perusahaan
8. Tidak menindak lanjuti hasil pemeriksaan oleh penjabat yang berwenang

9. Berindak dibatas kewenangan kepada bawahan


10. Menghina sesame karyawan , atasan , bawahan atau keluarganya secara lngsung
ataupun tidak langsung
11. Melakukan penilaian kerja atau jabatan terhadap karyawan tidak sesuai dengan
ketentuan yang berlaku
12. Memberikan data pribadi karyawan dan atau keluarganya secara tidak benar
13. Melakukan kelalaian dalam menjalankan tugas sehingga mengakibatkan kerugian
kepada perusahaan
14. Tidak melaporkan perubahan data pribadi karyawan dan atau keluarga nya kepada
perusahaan bagian yang menangani fungsi sumber daya manusia (SDM)

BAB XI
PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK)
11.1 Pemutusan Hubungan Kerja
PHK adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang
mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban karyawan dan perusahaan. PHK dapat
terjadi apabila karyawan :
A. Mencapai batas usia pensiun
B. Berhenti atas permintaan sendiri
C. Mangkir selama 5 hari kerja berturut turut atau lebih dalam sebulan
D. Sakit berkepanjangan
E. Meninggal dunia
F. Terkena rasionalisasi
G. Melakukan pelanggaran berat yang bobotnya sama dalam masa berlakunya
peringatan tertulis
PHK karna pensiun batas usia pensiun normal karyawan adalah 56 tahun.
Karyawan yang pensiun normal memperoleh manfaat berupa iuran pasti dari
DPLK, jaminan hari tua , dan iuran hari tua atau program lain sesuai dengan
ketentuan. Manfaat pensiun diberikan sesuai dengan ketentuan dari lembaga
keuangan yang ditunjuk
PHK karna pelanggaran berat perusahaan dapat memutuskan hubungan
kerja terhadap karyawan dengan alas an karyawan yang bersangkutan telaj
melakukan pelanggaran berat

BAB XII
PENUTUP

12.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan kesepakatan kerja bersama antara PT DAHANA dengan
SEJADAH telah disampaikan ketentuan ketentuan apa saja yang tercantum dalam
kesepakatan kerja bersama. Kesepakatan kerja bersama tersebut disepakati oleh dua
belah pihak . Dengan adanya kesepakatan kerja bersama perusahaan dapat menjalankan
keinginan keinginan apa saja yang ingin di terapkan dalam perusahan dapat berjalan
dengan lancer dan dengan adanya kesepakatan kerja antar perusahaan dapat
memberikan tanggung jawab lebih antar karyawan yang bekerja dalam perusahaan
tersebut dan dapat memberikan kontribusi yang lebih dalam bekerja.
12.2 Saran

Diharapkan dalam kerja bersama antar perusahaan harus ada kesepakatan kerja
bersama. Kesepakatan kerja bersama telah tercantum, Adapun dasar dibuatnya
perjanjian kerja bersama ini merajuk pada undang undang No. 18 Tahun 1956. Maka
diharapkan setiap perusahaan atau pengusaha yang ingin melakukan PKB harus ada
kesepakatan kerja bersama .

DAFTAR PUSTAKA
1. kurnianingsih31207335.wordpress.com/2010/04/18/bab-vii-kesepakatan-kerja-bersama
2. mantanburuh.wordpress.com/2009/10/19/kesepakatan-kerja-bersama-kkb
3. documentslide.com/documents/makalah-hubungan-industrial.