Anda di halaman 1dari 41

pencemaran udara dan suara

sumber:http://nurjannahindahpgsdipab.blogspot.co.id/2012/10/pencemara
n-udara-dan-suara.html 10.44

BAB 1
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Udara merupakan faktor yang penting dalam kehidupan, namun dengan
meningkatnya

pembangunan

fisik

kota

dan

pusat-pusat

industri,

dan

melonjaknya produksi kendaraan bermotor, kualitas udara telah mengalami


perubahan. Selain itu dengan meningkatnya populasi manusia dan seiring
dengan kemajuan zaman tingkat kebisingan atau hirup-pikuk dalam lingkungan
pun meningkat misalnya dapat kita rasakan ketika kita berada di jalan, kita
mendengar keriuhan lain proyek pembangunan, suara kendaraan umum yang
menderu dan musik yang dinyalakan orang lain.
Perubahan lingkungan udara dan suara pada umumnya disebabkan oleh
pencemaran udara dan pencemaran suara, yaitu pencemaran udara terjadi
karena masuknya zat pencemar (berbentuk gas-gas dan partikel kecil/aerosol) ke
dalam

udara

baik

secara

alamiah

maupun

akibat

manusia,sedangkan

pencemaran suara terjadi akibat peningkatan kebisingan yang disebabkan alam


dan kegiatan manusia pula.
Pencemaran udara dan suara yang terjadi di lingkungan sangat
berdampak pada kehidpan salah satunya berdasarkan survei yang dilakukan
Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia terhadap 20.000 orang di tujuh provinsi itu mencatat bahwa sekitar 38
juta penduduk Indonesia terganggu pendengarannya. Dan sekitar 16,8 persen

dari total penduduk Indonesia mengalami gangguan pendengaran pada 1996.


Dan jumlah ini terus meningkat seiring perubahan gaya hidup yang semakin
modern.

Selain

itu

pencemaran

udara

di

Indonesia

sudah

sangat

mengkhawatirkan, Di kota besar di Indonesia sangat sulit mendapatkan udara


bersih, diperkirakan 70 % pencemaran yang terjadi adalah akibat adanya
kendaraan bermotor.
Dengan melihat dan merasakan dampak dalam kehidupan seharihari
tentang dampak pencemaran udara dan suara seharusnya diambil langkah
langkah yang tepat untuk menanggulangi dan menanggulangi pencemaran
tersebut.
Dengan makalah ini, kami berusaha untuk mencari kajian-kajian materi
tentang penemaran udara dan suara , untuk dibahas dan dipresentasikan
dengan sebaik mungkin agar menjadi bahasan yang bermanfaat, baik bagi
kelompok kami maupun pembaca.
B.

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis merumuskan rumusan
masalah sebagai berikut.

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

C.

Apa pengertian pencemaran?


Apa penyebab terjadinya pencemaran udara?
macam-macam pencemaran udara?
Apa akibat dari pencemaran udara?
Bagaimana cara penanggulangan pencemaran udara?
Apa penyebab terjadinya pencemaran suara?
Apa saja macam-macam pencemaran suara?
Apa akibat dari pencemaran suara?
Bagaimana cara penanggulangan pencemaran suara?

Tujuan Penulisan Makalah

Sejalan dengan rumusan masalah di atas, makalah ini disusun dengan tujuan
untuk mengetahui dan mendeskripsikan :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

D.

Pengertian pencemaran;
Penyebab terjadinya pencemaran udara;
Macam-macam pencemaran udara;
Akibat pencemaran udara;
Cara penanggulangan pencemaran udara;
Penyebab dan macam-macam terjadinya pencemaran suara;
Akibat pencemaran suara;
Cara penanggulangan pencemaran suara;

Manfaat Penulisan Makalah


Makalah ini disusun dengan harapan memberikan kegunaan baik secara teoritis
maupun secara praktis. Secara teoritis makalah ini berguna untuk meningkatkan
mutu pendidikan di Indonesia. Secara praktis makalah ini diharapkan bermanfaat
bagi :

1.

Penulis, sebagai wahana penambah pengetahuan dan wawasan mengenai

2.

masalah lingkungan hidup khususnya tentang pencemaran udara dan suara.


Pembaca, sebagai media informasi tentang masalah lingkungan hidup
khususnya tentang pencemaran udara dan suara serta cara penanggulangannya
dan pengimplentasianya dalam kehidupan sehari-hari.

BAB II

ISI DAN PEMBAHASAN


A.

Pengertian pencemaran
Pencemaran (polusi) adalah proses masuknya polutan ke dalam suatu
lingkungan sehingga menurunkan mutu lingkungan. Pencemaran lingkungan
terjadi bila daur materi dalam lingkungan hidup mengalami perubahn sehingga
keeimbangan dalam hal struktur maupun fungsinya terganggu.
Maka pencemaran dapat diartikan sebagai keberadaan suatu substansi
dalam lingkungan yang disebabkan komposisi kimianya atau kuantitas kerusakan
proses fungsi-fungsi alam dan hasil lingkungan yang tidak diinginkan yang
berdampak pada kesehatan.

B.
1.

Penyebab Terjadinya Pencemaran Udara


Pengertian Pencemaran Udara
Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia,
atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan
manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan.
Adapun pengertian lain adalah peristiwa masuknya, atau tercampurnya,
polutan (unsur-unsur berbahaya) ke dalam lapisan udara (atmosfer) yang dapat
mengakibatkan menurunnya kualitas udara (lingkungan)

2.

Penyebab dan Sumber-sumber Pencemaran Udara

1.

Penyebab Pencemaran Udara

a.

Pembakaran, seperti pembakaran sampah, pembakaran pada kegiatan rumah


tangga, industri, kendaraan bermotor, dan lain-lain. Bahan-bahan pencemar
yang dihasilkan antara lain asap, debu, grit (pasir halus), dan gas (CO dan NO).

b.

Proses peleburan, seperti proses peleburan baja, pembuatan soda,semen,


keramik, aspal. Sedangkan bahan pencemar yang dihasilkannya antara lain
adalah debu, uap dan gas-gas.

c.

Pertambangan dan penggalian, seperti tambang mineral and logam. Bahan


pencemar yang dihasilkan terutama adalah debu.

d.

Proses pengolahan dan pemanasan seperti pada proses pengolahan makanan,


daging, ikan, dan penyamakan. Bahan pencemar yang dihasilkan terutama asap,
debu, dan bau.

e.

Pembuangan limbah, baik limbah industri maupun limbah rumah tangga.


Pencemarannya terutama adalah dari instalasi pengolahan air buangannya.
Sedangkan

bahan

pencemarnya

yang

teruatam

adalah

gas

H 2S

yang

menimbulkan bau busuk.


f.

Proses kimia, seperti pada proses fertilisasi, proses pemurnian minyak bumi,
proses pengolahan mineral. Pembuatan keris, dan lain-lain. Bahan-bahan
pencemar yang dihasilkan antara lain adalah debu, uap dan gas-gas

g.

Proses pembangunan seperti pembangunan gedung-gedung, jalan dan kegiatan


yang semacamnya. Bahan pencemarnya yang terutama adalah asap dan debu.

h.

Proses percobaan atom atau nuklir. Bahan pencemarnya yang terutama adalah
gas-gas dan debu radioaktif.

2.

Sumber Sumber Pencemaran Udara

Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun


kegiatan manusia.
1)

Kegiatan manusia

a)

Transportasi

b)

Industri

c)

Pembangkit listrik

d)

Gas buang pabrik yang menghasilkan gas berbahaya seperti (CFC)

2)

Sumber alami

a)

Gunung berapi

b)

Rawa-rawa

c)

Kebakaran hutan

d)

Nitrifikasi dan denitrifikasi biologi

C. Macam Macam Pencemaran Udara


1.

Pencemar udara dibedakan menjadi dua yaitu :

a.

Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari


sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah sebuah contoh dari
pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran.

b.

Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi


pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon dalam [smog
fotokimia] adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder.

2.

Jenis Jenis Pencemaran Udara


Secara garis besar polusi udara dibagi menjadi partikulat dan polusi gas :

a.

Polusi udara dalam Bentuk Gas

1)

Karbon monoksida (CO)


Karbon Dioksida (CO2), Karbon Monoksida (CO), Hidrokarbon: semua hasil
pembakaran menghasilkan gas ini, begitu juga proses industri. Gas ini
menimbulkan efek sistematik, karena meracuni tubuh dengan cara pengikatan
hemoglobin yang amat vital bagi oksigenasi jaringan tubuh akibatnya apabila
otak kekurangan oksigen dapat menimbulkan kematian. Dalam jumlah kecil
dapat menimbulkan gangguan berpikir, gerakan otot, gangguan jantung.

2)

Oksida sulfur (Sox) dan Nitrogen Oksida (NOx)


Gas belerang oksida misalnya belerang dioksida (SO2), dihasilkan oleh batu
bara, bahan bakar minyak yang mengandung sulfur, pembakaran limbah
pertanah, dan proses dalam industri. Dampak: efek iritasi pada saluran napas
sehingga menimbulkan gejala batuk dan sesak napas

3)

Nitrogen dioksida (NO2),


Nitrogen Oksida (N2O), Nitrogen Monoksida (NO), Nitrogen Dioksida (NO2): gasgas ini berasal dari berbagai jenis pembakaran, gas buang kendaraan bermotor,
peledak, pabrik pupuk. Efek: mengganggu sistem pernapasan dan melemahkan
sistem pernapasan paru dan saluran napas sehingga paru-paru mudah terserang
infeksi. Jika bereaksi dengan air akan membentuk senyawa yang bersifat asam,
sehingga dapat menimbulkan hujan asam. Hujan asam yang turun bersama
hujan akan merusak tumbuhan yaitu dapat menghalangi pengambilan nitrogen,
merusak mikroorganisme tanah/air dan mengganggu kehidupan hewan air tawar.

4)

Klorofluokarbon (CFC)
Diantara alat-alat perlengkapan rumah tangga ataupun kantor masih ada yang
menggunakan alat pendingin berupa gas CFC seperti

di atmosfer mampu

bertahan dalam jangka waktu es, hair spray, AC dan lain-lain. Gas CFC sukar
terurai, di atmosfer CFC mampu bertahan dalam jangka waktu sangat lama. Agar
dapat hilang membutuhkan waktu hingga seratus tahun. Gas CFC yang
bercampur dengan udara mampu merusak lapisan ozon.
5)

Hidrokarbon Sulfida (H2S)


Hidrogen Sulfida (H2S): dihasilkan dari kawah gunung yang masih aktif dan
dapat menimbulkan bau yang tidak sedap, dapat merusak indra penciuman
(nervous olfactory).

6)

Amoniak (NH3)
Amoniak berasal dari proses industri. Amoniak menimbulkan bau yang tidak
sedap menyengat. Dan dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan,
bronchitis, merusak indra penciuman.

b.

Polusi Udara dalam BentukPartikulat


Partikulat (partikel) adalah pencemaran udara yang dapat berada bersama-sama
bahan / bentuk pencemaran lain, macam-macam partikulat:

b)

Aerosol: tersebarnya partikel halus zat padat atau cairan dalam gas atau udara.

c)

Kabut (fog): aerosol yang berupa butiran air yang berada diudara.

d)

Asap (smoke): campuran antara butir padatan dan cairan terhembus melayang
diudara.

e)

Debu (dust): aerosol yang berupa butiran melayang diudara karena adanya
hembusan angin.

f)
g)
h)

D.

Fume: aerosol yang berasal dari kondensasi uap logam


Plume: asap yang keluar dari cerobong asap suatu industri.
Smoge: campuran dari smoke dan fog.

Dampak Polusi Udara

1.

Dampak Polusi Udara Bagi Manusia

a)

Penyakit pernapasan, misalnya : jantung, paru-paru dan tenggorokan

b)

Terganggunya fungsi reproduksi

c)

Stres dan penurunan tingkat produktivitas

d)

Kesehatan dan penurunan kemampuan mental anak-anak

e)

Penurunan tingkat kecerdasan (IQ) anak-anak.

2.

Dampak Pencemaran Udara pada Lingkungan

a.

Menghambat fotosistesis tumbuhan.


Terhadap tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara
tinggi dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit, antara lain
klorosis, nekrosis dan bintik hitam. Partikulat yang terdeposisi di permukaan
tanaman dapat menghambat proses fotosintesis.

b.

Menyebabkan hujan asam.

pH biasa air hujan adalah 5,6 karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar udara
seperti SO2 dan NO2 bereaksi dengan air hujan membentuk asam dan
menurunkan

pH

air

hujan.

Dampak

dari hujan

asam ini

antara

lain:

Mempengaruhi kualitas air permukaan, Merusak tanaman, Melarutkan logamlogam berat yang terdapat dalam tanah sehingga mempengaruhi kualitas air
tanah dan air permukaan, serta Bersifat korosif sehingga merusak material dan
bangunan.
c.

Meningkatkan efek rumah kaca


Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan N2O
di lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari yang dipantulkan
oleh permukaan bumi. Akibatnya panas terperangkap dalam lapisan troposfer
dan menimbulkan fenomena pemanasan global. Pemanasan global sendiri akan
berakibat pada; Pencairan es di kutub, Perubahan iklim regional dan global,
Perubahan siklus hidup flora dan fauna.

d.

Kerusakan lapisan ozon


Lapisan ozon yang berada di stratosfer (ketinggian 20-35 km) merupakan
pelindung alami bumi yang berfungsi memfilter radiasi ultraviolet

B dari

matahari. Pembentukan dan penguraian molekul-molekul ozon (O3) terjadi


secara alami di stratosfer. Emisi CFC yang mencapai stratosfer dan bersifat
sangat stabil menyebabkan laju penguraian molekul-molekul ozon lebih cepat
dari pembentukannya, sehingga terbentuk lubang-lubang pada lapisan ozon.
Kerusakan lapisan ozon menyebabkan :
-

sinar UV-B matahri tidak terfilter dan dapat mengakibatkan kanker kulit

mengurangi daya system kekebalan tubuh

menghancurkan algae sehingga membahayakan kehidupan di laut.

E.

Cara Penaggulangan Polusi Udara


Untuk menanggulangi terjadinya pencemaran udara dapat dilakukan melalui
beberapa usaha antara lain:

1.

Membuatdan menggunakan alat pengendalian emisi, berbagai alat


pengendalian emisi antara lain:

a.

Filter Udara: berguna untuk menyaring partikel yang ikut keluar pada serobong
agar tidak ikut terlepas kelingkungan.

b.

Pengendap Silikon: pengendap partikel yang ikut dalam emisi dengan


pemanfaatan gaya sentrifugal dari partikel yang sengaja dihembuskan melalui
tepi dinding tabung silikon.

c.

Pengendap Sistem Gravitasi: berupa ruang panjang yang dialiri udara kotor
secara perlahan sehingga partikel akan mengendap karena gaya beratnya.

d.

Pengendap Elektrostatik: digunakan untuk pemisahan partikel dibawah 5m.


Alat ini cocok untuk membersihkan udara kotor dalam volume besar, alat ini
berupa tabung silinder yang dibagian tengahnya diberi kawat yang dialiri arus
listrik, udara kotor akan menjadi ion negatif dan tertarik kedinding tabung, udara
bersih akan berlalu.

e.

Filter Basah: untuk memisahkan pencemaran non-partikel, media pemisah


yang digunakan adalah larutan penyerap.

f.
2.

Pengendalian khusus / menyaring gas SO2, NOHX maupun VOCS.


Mengganti bahan bakar kendaraan bermotor dengan bahan bakar yang tidak
menghasilkan gas karbon monoksida.

3.

Pengolahan atau daur ulang limbah asap industry

4.
5.

Penghijauan dan reboisasi atau penanaman kembali pohon-pohon pengganti


Mencegah penebangan hutan secara liar (illegal loging) dan mencegah
terjadinya pembakaran hutan.

6.

Clean Air Act yang dibuat oleh pemerintah dan menambah pajak bagi industri
yang melakukan pencemaran udara.

7.

Mengembangkan teknologi yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui


diantaranya Fuel Cell dan Solar Cell, atau misalnya mengunakan bahan bakar
tenaga surya.

8.

Tidak membakar bahan beracun, seperti plastic di tempat terbuka.

9.

Industry perlu menggunakan pengganti CFC atau bahan-bahan peruasak ozon


lain dengan bahan yang ramah lingkungan.

10. Perlu peratutan dan pemeriksaan pengeluaran asap / emisi kendaraan serta
asap pabrik oleh pihak berwenang.
11. Menghemat Energi yang digunakan.
12. Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.

F.
1.

Penyebab Pencemaran Suara


Pengertian Pencemaran Suara
pencemaran suara adalah gangguan pada lingkungan yang diakibatkan oleh
bunyi atau suara yang mengakibatkan ketidaktentraman makhluk hidup di
sekitarnya. Pencemaran suara diakibatkan suara-suara bervolume tinggi yang
membuat daerah sekitarnya menjadi bising dan tidak menyenangkan. Tingkat
kebisingan terjadi bila intensitas bunyi melampui 70 desibel (dB).

2.

Penyebab dan Macam-Macam Terjadinya Pencemaran Suara


Dalam pencemaran suara, kebisingan yang dialami sehari hari tanpa
sadar merupakan faktor utama terjadinya pencemaran suara. Apalagi pada era
modern seperti sekarang ini banyak sekali alat alat yang menggunakan mesin
yang berbunyi bising serta penggunaan gadget yang bisa memutar bunyi
dengan earphone yang suaranya langsung mengenai gendang telinga tanpa ada
perantara merupakan suatu hal yang beresiko mengakibatkan pencemaran
suara. Saat berada di rumah, telinga kita diisi oleh riuhnya suara binatang
peliharaan, suara AC, televisi, dan banyak hal lain.
Saat berada di jalan, kita juga mendengar keriuhan lain: proyek
pembangunan, suara kendaraan umum yang menderu dan musik yang
dinyalakan orang lain. Di kabin mobil, kapal laut, dan pesawat terbang
menimbulkan suara mesin yang menderu. Juga di pabrik atau tempat kerja yang
memakai kipas angin besar, kompresor, trafo, dan pompa.
Di hotel, perkantoran

atau apartemen biasanya saluran udaranya

mengeluarkan bising. Sebagai contoh beberapa kebisingan yang menyebabkan


kebisingan

yang

kekuatannya

diukur

1. Orang ribut / silat lidah = 80 dB


2. Suara kereta api / krl = 95 dB
3. Mesin motor 5 pk = 104 dB
4. Suara petir = 120 dB
5. Pesawat jet tinggal landas = 150 dB
G.

Dampak Pencemaran Suara

dengan

dB

atau

decibel

adalah

Tingkat pencemaran didasarkan pada kadar zat pencemar dan waktu (lamanya)
kontak. Menurut WHO, tingkat pencemaran dibedakan menjadi 3, yaitu sebagai
berikut :
1.

Pencemaran yang mulai mengakibatkan iritasi (gangguan) ringan pada panca


indra dan tubuh serta telah menimbulkan kerusakan pada ekosistem lain.

2.

Pencemaran

yang sudah mengakibatkan reaksi pada faal tubuh dan

menyebabkan sakit yang kronis.


3.

Pencemaran yang kadar zat-zat pencemarnya demikian besarnya sehingga


menimbulkan gangguan dan sakit atau kematian dalam lingkungan.
Menurut penelitian, musik berirama keras, hingga 'berlimpah ruah'
berdampak

dramatik

pada

psikologi.

Selain

berakibat

merusak

gendang

pendengaran, menurut Dr. Luther Terry, mantan peneliti di Badan Bedah AS,
yang melakukan penelitian adanya akibat negatif terkait suara yang bising,
proses

pendengaran

melibatkan:

kontruksi

jantung,

peredaran

darah,

meningkatkan kerja hati, pernafasan yang meningkat, menghambat penyerapan


kulit dan tekanan kerangka otot, sistem pencernaan berubah, aktivitas yang
berhubungan dengan kelenjar yang memberi pertanda pada zat-zat kimia dalam
tubuh

termasuk

darah

dan

air

seni,

efek

keseimbangan

organ.

Juga

keseimbangan efek perasa dan perubahan kimia di otak. Itu semua merupakan
sebagian dari efek suara bising pada manusia.
Terry juga mengungkapkan adanya efek negatif suara gaduh dalam
perkembangan janin. Penelitian menemukan pula, kalau setelah terpapar suara
berkekuatan tinggi, seperti suara pesawat yang tinggal landas atau tempat kerja
yang sangat ramai, tekanan darah meningkat hingga 30%. Pengaruh negatif

bertambah dengan adanya kenyataan tekanan darah meningkat dalam tingkat


yang tinggi, bahkan saat paparan suara bising berakhir.
Mungkin Anda memilih untuk tak tinggal di dekat bandara agar tak
terkena dampak buruk kebisingan lalu litas pesawat. Meski demikian, suara
gaduh lain yang mungkin kita pertimbangkan secara moderat memang memiliki
pengaruh. Sebuah penelitian di Jerman menemukan, bahwa tinggal di daerah
yang bising dan jalanan yang sibuk memungkinkan mengakibatkan serangan
jantung sebesar 20%, lebih tinggi dari pada orang-orang yang tinggal di daerah
tenang.
Studi tersebut menghubungkan permasalahan dalam mendengarkan, juga
dipengaruhi oleh kebisingan. Selain itu, suara gaduh juga dapat berpengaruh
pada anak-anak dalam belajar bicara, membaca, dan dalam menangkap
pelajaran di sekolah. Pengaruh yang sama juga telah didokumentasikan pada
orang-orang yang tinggal di dekat bandara, dekat rel kereta api dan jalan besar.
Ketidakmampuan untuk mendengar dan memahami segala yang diajarkan guru
dapat diartikan sebagai kwalitas yang menyedihkan, dan bahkan dapat
meningkatkan tingkat ketidaklulusan di sekolah.
Lebih jauh lagi, polusi suara juga membawa dampak pada tingkah laku
anak-anak dan orang dewasa. Sebuah studi mengamati respon seorang pejalan
kaki saat seseorang meminta bantuan di tempat yang gaduh. Sementara
ditengah kebisingan suara mesin pemotong rumput yang meraung di sekitar,
ada seseorang wanita yang patah tulang menjatuhkan bukunya, tak seorangpun
datang untuk memberikan bantuan. Namun pada saat mesin pemotong rumput
yang bersuara ribut dimatikan, dan kejadian yang sama diulang, beberapa
pejalan kaki berhenti guna memberi bantuan pada wanita ini.

Dari

uraian

diatas,

dampak

pencemaran

suara

biasanya

hanya

menyebabkan gangguangangguan kecil yang tidak begitu dirasakan oleh


makhluk yang tercemari. Pencemaran suara yang bersifat terus-menerus dengan
tingkat kebisingan di atas 80 dB itulah yang dapat mengakibatkan efek atau
dampak yang merugikan kesehatan manusia dan juga menimbulkan kerugian
secara materi karena dengan kesehatan yang terganggu maka produktivitas
kerja akan menurun.
H.

Cara Menanggulangi Pencemaran Suara


Dari uaraian diatas tentang begitu berbahayanya pencemaran suara yang
menyebabkan berbagai gangguan pada manusia, kini banyak digunakan sistem
kendali bising yang aktif. Menurut Dr Ir Bambang Riyanto Trilaksono MSc, peneliti
dan dosen pada Departemen Teknik Elektron, Institut Teknologi Bandung (ITB),
secara konvensional bising diredam dengan memakai bahan-bahan peredam.
Bahan tersebut ditempatkan di sekitar sumber bising atau di dinding
ruang yang intensitas bisingnya mau dikurangi. Sayangnya, kendali bising pasif
hanya efektif pada frekuensi tinggi. Jika pada frekuensi rendah diterapkan sistem
ini, bahan peredam yang dibutuhkan akan lebih berat dan tebal. "Ini
meningkatkan

biaya,

bahkan

kadang-kadang

membuat

sistem

sulit

diimplementasikan," kata Bambang.


Pada dasarnya pengendali bising aktif adalah peredam bising dengan
menggunakan sumber suara yang dikendalikan dan melawan sumber bising
yang tidak dikehendaki. Bambang menjelaskan, prinsip yang digunakan dalam
kendali bising aktif (active noise control/ANC) adalah interferensi destruktif
antara bising dan suatu sinyal suara lain, lazimnya disebut antisound). Sistem ini
membangkitkan sinyal yang fasanya berlawanan dengan bising yang mau
diredam.

Meskipun sederhana dalam teori, prinsip ini sulit pada prakteknya.


Penyebabnya karena karakteristik sumber bising akustik dan lingkungan selalu
berubah terhadap waktu, frekuensi, amplitudo, dan fasa. Selain itu, kecepatan
suara bising tidak stasioner. Selain itu kini di perkantoran, hotel atau apartemen
di kota kota besar yang dekat dengan lalu lintas utama atau dekat bandara
yang dirasa lingkungannya mempunyai kebisingan yang tidak bisa ditolerir oleh
pendengaran manusia, maka Direktur Jendera Bina Marga sejak tahun 1999
mencanangkan bangunan peredam bising. Dimensi Bangunan Peredam Bising
tersebut antara lain :
a. Tinggi minimal 2,75m (makin tinggi kemampuan redaman makin baik).
b. Tebal dinding minimal 10 cm.
Sedangkan Bahan bangunan peredam bisik
a.

adalah mengurangi penjualan kendaraan bermotor, karena hal ini merupakan


salah satu pemacu terjadinya kebisingan di jalanan. Karena melihat kenyataan
sekarang ini, setiap individu tidak lepas dari kendaraan bermotor. Penggunaan
bahan untuk mereduksi bising adalah dari hasil olahan industri berupa beton
ringan agregat yang disebut ALWA berupa konblok (masif) dengan komposisi
campuran: Semen : Pasir : ALWA= 1 : 4 : 4

b.

Dimensi konblok ALWA dapat dicetak menurut ukuran pabrik, sebagai berikut:
(30 x 10 x 15) atau (30x15x15)cm

c.

Bahan selain ALWA seperti Bata Merah atau Batako harus dengan rancangan
khusus untuk memperoleh kemampuan redaman bising yang baik.
Secara terus menerus program ini terus disosialisasikan oleh pemerintah dalam
upayanya mengurangi polusi suara

Kebijakan yang sudah diambil oleh pemerintah dalam menanggulangi polusi


suara dan polusi udara adalah mengendarai mobil dengan sistem 3 in 1 yaitu
dalam satu mobil minimal harus diisi dengan 3 orang, agar keributan yang
terjadi akibat kemacetan, asap dan desing suara mesin tidak terlalu memadati
jalan raya. Selain itu yang perlu dilakukan pemerintah

BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan uraian bab sebelumnya penulis dapat mengemukakan
simpulan sebagai berikut.
1.

pencemaran dapat diartikan sebagai keberadaan suatu substansi dalam


lingkungan yang disebabkan komposisi kimianya atau kuantitas kerusakan
proses fungsi-fungsi alam dan hasil lingkungan yang tidak diinginkan yang
berdampak pada kesehatan.

2.

Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau
biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan
manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan.

3.

Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami seperti


Gunung berapi, rawa-rawa, kebakaran hutan, biologi maupun kegiatan manusia
seperti dari transportasi, industri, pembangkit listrik Gas buang pabrik yang
menghasilkan gas berbahaya seperti (CFC).

4.

Secara garis besar polusi udara dibagi menjadi partikulat dan polusi gas
diantaranya Karbon Dioksida (CO2), Karbon Monoksida (CO), Oksida sulfur (Sox)
dan Nitrogen Oksida (NOx), dan partikulat diantaranya Aerosol, Kabut (fog ),
Debu (dust), Fume, Plume, Smoge.

5.

Dampak pencemaran udara pada lingkungan diantaranya dapat menghambat


fotosistesis tumbuhan, menyebabkan hujan asam, meningkatkan efek rumah
kaca, kerusakan lapisan ozon.

6.

Untuk menanggulangi terjadinya pencemaran udara dapat dilakukan melalui


beberapa usaha antara lain membuat dan menggunakan

alat pengendalian

emisi, pengolahan atau daur ulang limbah asap industry, Penghijauan dan
reboisasi atau penanaman kembali pohon-pohon pengganti dan lain-lain.
7.

Pencemaran suara adalah gangguan pada lingkungan yang diakibatkan oleh


bunyi atau suara yang mengakibatkan ketidaktentraman makhluk hidup di
sekitarnya.

8.

Keriuhan seperti proyek pembangunan, suara kendaraan umum yang menderu


dan musik yang dinyalakan orang lain. Di kabin mobil, kapal laut, dan pesawat
terbang menimbulkan suara mesin yang menderu merupakan salah satu
penyebab pencemaran suara.

9.

Pencemaran suara mengakibatkan iritasi (gangguan) ringan pada panca indra


dan

tubuh

serta

mengakibatkan

telah

reaksi

menimbulkan

pada

faal

tubuh

kerusakan
dan

pada

ekosistem

menyebabkan

sakit

lain,
yang

kronis.menimbulkan gangguan dan sakit atau kematian dalam lingkungan.


10. Cara peneanggulangan

pencemaran suara adalah penggunaan bahan untuk

mereduksi bising adalah dari hasil olahan industri berupa beton ringan agregat
yang disebut ALWA lalu dengan melakukan sistem 3 in 1 untuk kendaraan roda
empat

yaitu dalam satu mobil minimal harus diisi dengan 3 orang, agar

keributan yang terjadi akibat kemacetan, asap dan desing suara mesin tidak
terlalu memadati jalan raya.

B.

Saran
Sejalan dengan simpulan di atas, penulis merumuskan saran sebagai berikut.

1.

Diharapkan guru dan calon guru atau mahasiswa dapat mempelajari lebih lanjut
mengenai pencemaran udara dan suara yang telah dijelaskan di atas sehingga
dapat memberikan kesadaran tentang pentingnya memelihara dan menjaga
lingkungan guna terciptanya lingkungan yang lebih sehat, nyaman, dan bersih.

2.

Diharapkan pembaca pada khusunya dan masyarakat pada umumnya dapat


mempelajari dan mengaplikasikan cara penanggulangan pencemaran udara dan
suara yang telah dijelaskan di atas dalam kehidupan sehari-hari.

Pelita Ilmu
Kamis, 18 Oktober 2012
pencemaran udara dan suara
BAB 1
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Udara merupakan faktor yang penting dalam kehidupan, namun dengan
meningkatnya pembangunan fisik kota dan pusat-pusat industri, dan melonjaknya produksi
kendaraan bermotor, kualitas udara telah mengalami perubahan. Selain itu dengan

meningkatnya populasi manusia dan seiring dengan kemajuan zaman tingkat kebisingan atau
hirup-pikuk dalam lingkungan pun meningkat misalnya dapat kita rasakan ketika kita berada
di jalan, kita mendengar keriuhan lain proyek pembangunan, suara kendaraan umum yang
menderu dan musik yang dinyalakan orang lain.
Perubahan lingkungan udara dan suara pada umumnya disebabkan oleh pencemaran
udara dan pencemaran suara, yaitu pencemaran udara terjadi karena masuknya zat pencemar
(berbentuk gas-gas dan partikel kecil/aerosol) ke dalam udara baik secara alamiah maupun
akibat manusia,sedangkan pencemaran suara terjadi akibat peningkatan kebisingan yang
disebabkan alam dan kegiatan manusia pula.
Pencemaran udara dan suara yang terjadi di lingkungan sangat berdampak pada
kehidpan salah satunya berdasarkan survei yang dilakukan Kementerian Kesehatan bekerja
sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia terhadap 20.000 orang di tujuh
provinsi itu mencatat bahwa sekitar 38 juta penduduk Indonesia terganggu pendengarannya.
Dan sekitar 16,8 persen dari total penduduk Indonesia mengalami gangguan pendengaran
pada 1996. Dan jumlah ini terus meningkat seiring perubahan gaya hidup yang semakin
modern. Selain itu pencemaran udara di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan, Di kota
besar di Indonesia sangat sulit mendapatkan udara bersih, diperkirakan 70 % pencemaran
yang terjadi adalah akibat adanya kendaraan bermotor.
Dengan melihat dan merasakan dampak dalam kehidupan seharihari tentang
dampak pencemaran udara dan suara seharusnya diambil langkah langkah yang tepat untuk
menanggulangi dan menanggulangi pencemaran tersebut.
Dengan makalah ini, kami berusaha untuk mencari kajian-kajian materi tentang
penemaran udara dan suara , untuk dibahas dan dipresentasikan dengan sebaik mungkin agar
menjadi bahasan yang bermanfaat, baik bagi kelompok kami maupun pembaca.
B.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis merumuskan rumusan masalah sebagai
berikut.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
C.

Apa pengertian pencemaran?


Apa penyebab terjadinya pencemaran udara?
macam-macam pencemaran udara?
Apa akibat dari pencemaran udara?
Bagaimana cara penanggulangan pencemaran udara?
Apa penyebab terjadinya pencemaran suara?
Apa saja macam-macam pencemaran suara?
Apa akibat dari pencemaran suara?
Bagaimana cara penanggulangan pencemaran suara?
Tujuan Penulisan Makalah
Sejalan dengan rumusan masalah di atas, makalah ini disusun dengan tujuan untuk
mengetahui dan mendeskripsikan :

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

D.

Pengertian pencemaran;
Penyebab terjadinya pencemaran udara;
Macam-macam pencemaran udara;
Akibat pencemaran udara;
Cara penanggulangan pencemaran udara;
Penyebab dan macam-macam terjadinya pencemaran suara;
Akibat pencemaran suara;
Cara penanggulangan pencemaran suara;

Manfaat Penulisan Makalah


Makalah ini disusun dengan harapan memberikan kegunaan baik secara teoritis maupun
secara praktis. Secara teoritis makalah ini berguna untuk meningkatkan mutu pendidikan di
Indonesia. Secara praktis makalah ini diharapkan bermanfaat bagi :

1. Penulis, sebagai wahana penambah pengetahuan dan wawasan mengenai masalah lingkungan
hidup khususnya tentang pencemaran udara dan suara.
2. Pembaca, sebagai media informasi tentang masalah lingkungan hidup khususnya tentang
pencemaran udara dan suara serta cara penanggulangannya dan pengimplentasianya dalam
kehidupan sehari-hari.

BAB II
ISI DAN PEMBAHASAN
A.

Pengertian pencemaran
Pencemaran (polusi) adalah proses masuknya polutan ke dalam suatu lingkungan
sehingga menurunkan mutu lingkungan. Pencemaran lingkungan terjadi bila daur materi
dalam lingkungan hidup mengalami perubahn sehingga keeimbangan dalam hal struktur
maupun fungsinya terganggu.
Maka pencemaran dapat diartikan sebagai keberadaan suatu substansi dalam
lingkungan yang disebabkan komposisi kimianya atau kuantitas kerusakan proses fungsifungsi alam dan hasil lingkungan yang tidak diinginkan yang berdampak pada kesehatan.

B.

Penyebab Terjadinya Pencemaran Udara

1. Pengertian Pencemaran Udara


Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi
di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan
tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan.
Adapun pengertian lain adalah peristiwa masuknya, atau tercampurnya, polutan
(unsur-unsur berbahaya) ke dalam lapisan udara (atmosfer) yang dapat mengakibatkan
menurunnya kualitas udara (lingkungan)

2. Penyebab dan Sumber-sumber Pencemaran Udara


1. Penyebab Pencemaran Udara
a.

Pembakaran, seperti pembakaran sampah, pembakaran pada kegiatan rumah tangga,


industri, kendaraan bermotor, dan lain-lain. Bahan-bahan pencemar yang dihasilkan antara
lain asap, debu, grit (pasir halus), dan gas (CO dan NO).

b.

Proses peleburan, seperti proses peleburan baja, pembuatan soda,semen, keramik, aspal.
Sedangkan bahan pencemar yang dihasilkannya antara lain adalah debu, uap dan gas-gas.

c.

Pertambangan dan penggalian, seperti tambang mineral and logam. Bahan pencemar yang
dihasilkan terutama adalah debu.

d. Proses pengolahan dan pemanasan seperti pada proses pengolahan makanan, daging, ikan,
dan penyamakan. Bahan pencemar yang dihasilkan terutama asap, debu, dan bau.
e.

Pembuangan limbah, baik limbah industri maupun limbah rumah tangga. Pencemarannya
terutama adalah dari instalasi pengolahan air buangannya. Sedangkan bahan pencemarnya
yang teruatam adalah gas H2S yang menimbulkan bau busuk.

f.

Proses kimia, seperti pada proses fertilisasi, proses pemurnian minyak bumi, proses
pengolahan mineral. Pembuatan keris, dan lain-lain. Bahan-bahan pencemar yang dihasilkan
antara lain adalah debu, uap dan gas-gas

g.

Proses pembangunan seperti pembangunan gedung-gedung, jalan dan kegiatan yang


semacamnya. Bahan pencemarnya yang terutama adalah asap dan debu.

h. Proses percobaan atom atau nuklir. Bahan pencemarnya yang terutama adalah gas-gas dan
debu radioaktif.
2. Sumber Sumber Pencemaran Udara
Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia.
1) Kegiatan manusia

a)

Transportasi

b)

Industri

c)

Pembangkit listrik

d)

Gas buang pabrik yang menghasilkan gas berbahaya seperti (CFC)

2) Sumber alami
a)

Gunung berapi

b)

Rawa-rawa

c)

Kebakaran hutan

d)

Nitrifikasi dan denitrifikasi biologi

C. Macam Macam Pencemaran Udara


1. Pencemar udara dibedakan menjadi dua yaitu :
a.

Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber
pencemaran udara. Karbon monoksida adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer
karena ia merupakan hasil dari pembakaran.

b.

Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemarpencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon dalam [smog fotokimia] adalah sebuah
contoh dari pencemaran udara sekunder.

2. Jenis Jenis Pencemaran Udara


Secara garis besar polusi udara dibagi menjadi partikulat dan polusi gas :
a.

Polusi udara dalam Bentuk Gas

1) Karbon monoksida (CO)

Karbon Dioksida (CO2), Karbon Monoksida (CO), Hidrokarbon: semua hasil pembakaran
menghasilkan gas ini, begitu juga proses industri. Gas ini menimbulkan efek sistematik,
karena meracuni tubuh dengan cara pengikatan hemoglobin yang amat vital bagi oksigenasi
jaringan tubuh akibatnya apabila otak kekurangan oksigen dapat menimbulkan kematian.
Dalam jumlah kecil dapat menimbulkan gangguan berpikir, gerakan otot, gangguan jantung.
2) Oksida sulfur (Sox) dan Nitrogen Oksida (NOx)
Gas belerang oksida misalnya belerang dioksida (SO2), dihasilkan oleh batu bara, bahan
bakar minyak yang mengandung sulfur, pembakaran limbah pertanah, dan proses dalam
industri. Dampak: efek iritasi pada saluran napas sehingga menimbulkan gejala batuk dan
sesak napas
3) Nitrogen dioksida (NO2),
Nitrogen Oksida (N2O), Nitrogen Monoksida (NO), Nitrogen Dioksida (NO2): gas-gas ini
berasal dari berbagai jenis pembakaran, gas buang kendaraan bermotor, peledak, pabrik
pupuk. Efek: mengganggu sistem pernapasan dan melemahkan sistem pernapasan paru dan
saluran napas sehingga paru-paru mudah terserang infeksi. Jika bereaksi dengan air akan
membentuk senyawa yang bersifat asam, sehingga dapat menimbulkan hujan asam. Hujan
asam yang turun bersama hujan akan merusak tumbuhan yaitu dapat menghalangi
pengambilan nitrogen, merusak mikroorganisme tanah/air dan mengganggu kehidupan hewan
air tawar.
4) Klorofluokarbon (CFC)
Diantara alat-alat perlengkapan rumah tangga ataupun kantor masih ada yang menggunakan
alat pendingin berupa gas CFC seperti di atmosfer mampu bertahan dalam jangka waktu es,
hair spray, AC dan lain-lain. Gas CFC sukar terurai, di atmosfer CFC mampu bertahan dalam

jangka waktu sangat lama. Agar dapat hilang membutuhkan waktu hingga seratus tahun. Gas
CFC yang bercampur dengan udara mampu merusak lapisan ozon.
5) Hidrokarbon Sulfida (H2S)
Hidrogen Sulfida (H2S): dihasilkan dari kawah gunung yang masih aktif dan dapat
menimbulkan bau yang tidak sedap, dapat merusak indra penciuman (nervous olfactory).
6) Amoniak (NH3)
Amoniak berasal dari proses industri. Amoniak menimbulkan bau yang tidak sedap
menyengat. Dan dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, bronchitis, merusak indra
penciuman.

b. Polusi Udara dalam BentukPartikulat


Partikulat (partikel) adalah pencemaran udara yang dapat berada bersama-sama bahan /
bentuk pencemaran lain, macam-macam partikulat:
b) Aerosol: tersebarnya partikel halus zat padat atau cairan dalam gas atau udara.
c) Kabut (fog): aerosol yang berupa butiran air yang berada diudara.
d) Asap (smoke): campuran antara butir padatan dan cairan terhembus melayang diudara.
e) Debu (dust): aerosol yang berupa butiran melayang diudara karena adanya hembusan angin.
f)

Fume: aerosol yang berasal dari kondensasi uap logam

g)

Plume: asap yang keluar dari cerobong asap suatu industri.

h) Smoge: campuran dari smoke dan fog.

D.

Dampak Polusi Udara

1. Dampak Polusi Udara Bagi Manusia


a) Penyakit pernapasan, misalnya : jantung, paru-paru dan tenggorokan

b) Terganggunya fungsi reproduksi


c)

Stres dan penurunan tingkat produktivitas

d) Kesehatan dan penurunan kemampuan mental anak-anak


e) Penurunan tingkat kecerdasan (IQ) anak-anak.
2. Dampak Pencemaran Udara pada Lingkungan
a.

Menghambat fotosistesis tumbuhan.


Terhadap tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat
terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit, antara lain klorosis, nekrosis dan bintik
hitam. Partikulat yang terdeposisi di permukaan tanaman dapat menghambat proses
fotosintesis.

b. Menyebabkan hujan asam.


pH biasa air hujan adalah 5,6 karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar udara seperti SO2
dan NO2 bereaksi dengan air hujan membentuk asam dan menurunkan pH air hujan. Dampak
dari hujan asam ini antara lain: Mempengaruhi kualitas air permukaan, Merusak tanaman,
Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga mempengaruhi kualitas
air tanah dan air permukaan, serta Bersifat korosif sehingga merusak material dan bangunan.
c.

Meningkatkan efek rumah kaca


Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan N2O di
lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan
bumi. Akibatnya panas terperangkap dalam lapisan troposfer dan menimbulkan
fenomena pemanasan global. Pemanasan global sendiri akan berakibat pada; Pencairan es di
kutub, Perubahan iklim regional dan global, Perubahan siklus hidup flora dan fauna.

d. Kerusakan lapisan ozon

Lapisan ozon yang berada di stratosfer (ketinggian 20-35 km) merupakan pelindung alami
bumi yang berfungsi memfilter radiasi ultraviolet B dari matahari. Pembentukan dan
penguraian molekul-molekul ozon (O3) terjadi secara alami di stratosfer. Emisi CFC yang
mencapai stratosfer dan bersifat sangat stabil menyebabkan laju penguraian molekul-molekul
ozon lebih cepat dari pembentukannya, sehingga terbentuk lubang-lubang pada lapisan ozon.
Kerusakan lapisan ozon menyebabkan :
-

sinar UV-B matahri tidak terfilter dan dapat mengakibatkan kanker kulit

mengurangi daya system kekebalan tubuh

menghancurkan algae sehingga membahayakan kehidupan di laut.

E.

Cara Penaggulangan Polusi Udara


Untuk menanggulangi terjadinya pencemaran udara dapat dilakukan melalui beberapa usaha
antara lain:

1. Membuatdan menggunakan alat pengendalian emisi, berbagai alat pengendalian emisi antara
lain:
a.

Filter Udara: berguna untuk menyaring partikel yang ikut keluar pada serobong agar tidak
ikut terlepas kelingkungan.

b. Pengendap Silikon: pengendap partikel yang ikut dalam emisi dengan pemanfaatan gaya
sentrifugal dari partikel yang sengaja dihembuskan melalui tepi dinding tabung silikon.
c.

Pengendap Sistem Gravitasi: berupa ruang panjang yang dialiri udara kotor secara perlahan
sehingga partikel akan mengendap karena gaya beratnya.

d. Pengendap Elektrostatik: digunakan untuk pemisahan partikel dibawah 5m. Alat ini cocok
untuk membersihkan udara kotor dalam volume besar, alat ini berupa tabung silinder yang
dibagian tengahnya diberi kawat yang dialiri arus listrik, udara kotor akan menjadi ion negatif
dan tertarik kedinding tabung, udara bersih akan berlalu.

e.

Filter Basah: untuk memisahkan pencemaran non-partikel, media pemisah yang digunakan
adalah larutan penyerap.

f.

Pengendalian khusus / menyaring gas SO2, NOHX maupun VOCS.

2. Mengganti bahan bakar kendaraan bermotor dengan bahan bakar yang tidak menghasilkan
gas karbon monoksida.
3. Pengolahan atau daur ulang limbah asap industry
4. Penghijauan dan reboisasi atau penanaman kembali pohon-pohon pengganti
5.

Mencegah penebangan hutan secara liar (illegal loging) dan mencegah terjadinya
pembakaran hutan.

6.

Clean Air Act yang dibuat oleh pemerintah dan menambah pajak bagi industri yang
melakukan pencemaran udara.

7. Mengembangkan teknologi yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui diantaranya Fuel
Cell dan Solar Cell, atau misalnya mengunakan bahan bakar tenaga surya.
8. Tidak membakar bahan beracun, seperti plastic di tempat terbuka.
9.

Industry perlu menggunakan pengganti CFC atau bahan-bahan peruasak ozon lain dengan
bahan yang ramah lingkungan.

10. Perlu peratutan dan pemeriksaan pengeluaran asap / emisi kendaraan serta asap pabrik oleh
pihak berwenang.
11. Menghemat Energi yang digunakan.
12. Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.

F.

Penyebab Pencemaran Suara

1. Pengertian Pencemaran Suara

pencemaran suara adalah gangguan pada lingkungan yang diakibatkan oleh bunyi atau suara
yang mengakibatkan ketidaktentraman makhluk hidup di sekitarnya. Pencemaran suara
diakibatkan suara-suara bervolume tinggi yang membuat daerah sekitarnya menjadi bising
dan tidak menyenangkan. Tingkat kebisingan terjadi bila intensitas bunyi melampui 70
desibel (dB).
2. Penyebab dan Macam-Macam Terjadinya Pencemaran Suara
Dalam pencemaran suara, kebisingan yang dialami sehari hari tanpa sadar
merupakan faktor utama terjadinya pencemaran suara. Apalagi pada era modern seperti
sekarang ini banyak sekali alat alat yang menggunakan mesin yang berbunyi bising serta
penggunaan gadget yang bisa memutar bunyi dengan earphone yang suaranya langsung
mengenai gendang telinga tanpa ada perantara merupakan suatu hal yang beresiko
mengakibatkan pencemaran suara. Saat berada di rumah, telinga kita diisi oleh riuhnya suara
binatang peliharaan, suara AC, televisi, dan banyak hal lain.
Saat berada di jalan, kita juga mendengar keriuhan lain: proyek pembangunan, suara
kendaraan umum yang menderu dan musik yang dinyalakan orang lain. Di kabin mobil, kapal
laut, dan pesawat terbang menimbulkan suara mesin yang menderu. Juga di pabrik atau
tempat kerja yang memakai kipas angin besar, kompresor, trafo, dan pompa.
Di hotel, perkantoran

atau apartemen biasanya saluran udaranya mengeluarkan

bising. Sebagai contoh beberapa kebisingan yang menyebabkan kebisingan yang kekuatannya
diukur

dengan

dB

1. Orang ribut / silat lidah = 80 dB


2. Suara kereta api / krl = 95 dB
3. Mesin motor 5 pk = 104 dB
4. Suara petir = 120 dB
5. Pesawat jet tinggal landas = 150 dB

atau

decibel

adalah

G.

Dampak Pencemaran Suara


Tingkat pencemaran didasarkan pada kadar zat pencemar dan waktu (lamanya) kontak.
Menurut WHO, tingkat pencemaran dibedakan menjadi 3, yaitu sebagai berikut :

1.

Pencemaran yang mulai mengakibatkan iritasi (gangguan) ringan pada panca indra dan tubuh
serta telah menimbulkan kerusakan pada ekosistem lain.

2.

Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi pada faal tubuh dan menyebabkan sakit yang
kronis.

3.

Pencemaran yang kadar zat-zat pencemarnya demikian besarnya sehingga menimbulkan


gangguan dan sakit atau kematian dalam lingkungan.
Menurut penelitian, musik berirama keras, hingga 'berlimpah ruah' berdampak
dramatik pada psikologi. Selain berakibat merusak gendang pendengaran, menurut Dr. Luther
Terry, mantan peneliti di Badan Bedah AS, yang melakukan penelitian adanya akibat negatif
terkait suara yang bising, proses pendengaran melibatkan: kontruksi jantung, peredaran
darah, meningkatkan kerja hati, pernafasan yang meningkat, menghambat penyerapan kulit
dan tekanan kerangka otot, sistem pencernaan berubah, aktivitas yang berhubungan dengan
kelenjar yang memberi pertanda pada zat-zat kimia dalam tubuh termasuk darah dan air seni,
efek keseimbangan organ. Juga keseimbangan efek perasa dan perubahan kimia di otak. Itu
semua merupakan sebagian dari efek suara bising pada manusia.
Terry juga mengungkapkan adanya efek negatif suara gaduh dalam perkembangan
janin. Penelitian menemukan pula, kalau setelah terpapar suara berkekuatan tinggi, seperti
suara pesawat yang tinggal landas atau tempat kerja yang sangat ramai, tekanan darah
meningkat hingga 30%. Pengaruh negatif bertambah dengan adanya kenyataan tekanan darah
meningkat dalam tingkat yang tinggi, bahkan saat paparan suara bising berakhir.
Mungkin Anda memilih untuk tak tinggal di dekat bandara agar tak terkena dampak
buruk kebisingan lalu litas pesawat. Meski demikian, suara gaduh lain yang mungkin kita

pertimbangkan secara moderat memang memiliki pengaruh. Sebuah penelitian di Jerman


menemukan, bahwa tinggal di daerah yang bising dan jalanan yang sibuk memungkinkan
mengakibatkan serangan jantung sebesar 20%, lebih tinggi dari pada orang-orang yang
tinggal di daerah tenang.
Studi tersebut menghubungkan permasalahan dalam mendengarkan, juga dipengaruhi
oleh kebisingan. Selain itu, suara gaduh juga dapat berpengaruh pada anak-anak dalam
belajar bicara, membaca, dan dalam menangkap pelajaran di sekolah. Pengaruh yang sama
juga telah didokumentasikan pada orang-orang yang tinggal di dekat bandara, dekat rel kereta
api dan jalan besar. Ketidakmampuan untuk mendengar dan memahami segala yang diajarkan
guru dapat diartikan sebagai kwalitas yang menyedihkan, dan bahkan dapat meningkatkan
tingkat ketidaklulusan di sekolah.
Lebih jauh lagi, polusi suara juga membawa dampak pada tingkah laku anak-anak dan
orang dewasa. Sebuah studi mengamati respon seorang pejalan kaki saat seseorang meminta
bantuan di tempat yang gaduh. Sementara ditengah kebisingan suara mesin pemotong rumput
yang meraung di sekitar, ada seseorang wanita yang patah tulang menjatuhkan bukunya, tak
seorangpun datang untuk memberikan bantuan. Namun pada saat mesin pemotong rumput
yang bersuara ribut dimatikan, dan kejadian yang sama diulang, beberapa pejalan kaki
berhenti guna memberi bantuan pada wanita ini.
Dari uraian diatas, dampak pencemaran suara biasanya hanya menyebabkan
gangguangangguan kecil yang tidak begitu dirasakan oleh makhluk yang tercemari.
Pencemaran suara yang bersifat terus-menerus dengan tingkat kebisingan di atas 80 dB itulah
yang dapat mengakibatkan efek atau dampak yang merugikan kesehatan manusia dan juga
menimbulkan kerugian secara materi karena dengan kesehatan yang terganggu maka
produktivitas kerja akan menurun.
H.

Cara Menanggulangi Pencemaran Suara

Dari uaraian diatas tentang begitu berbahayanya pencemaran suara yang


menyebabkan berbagai gangguan pada manusia, kini banyak digunakan sistem kendali bising
yang aktif. Menurut Dr Ir Bambang Riyanto Trilaksono MSc, peneliti dan dosen pada
Departemen Teknik Elektron, Institut Teknologi Bandung (ITB), secara konvensional bising
diredam dengan memakai bahan-bahan peredam.
Bahan tersebut ditempatkan di sekitar sumber bising atau di dinding ruang yang
intensitas bisingnya mau dikurangi. Sayangnya, kendali bising pasif hanya efektif pada
frekuensi tinggi. Jika pada frekuensi rendah diterapkan sistem ini, bahan peredam yang
dibutuhkan akan lebih berat dan tebal. "Ini meningkatkan biaya, bahkan kadang-kadang
membuat sistem sulit diimplementasikan," kata Bambang.
Pada dasarnya pengendali bising aktif adalah peredam bising dengan menggunakan
sumber suara yang dikendalikan dan melawan sumber bising yang tidak dikehendaki.
Bambang menjelaskan, prinsip yang digunakan dalam kendali bising aktif (active noise
control/ANC) adalah interferensi destruktif antara bising dan suatu sinyal suara lain,
lazimnya disebut antisound). Sistem ini membangkitkan sinyal yang fasanya berlawanan
dengan bising yang mau diredam.
Meskipun sederhana dalam teori, prinsip ini sulit pada prakteknya. Penyebabnya
karena karakteristik sumber bising akustik dan lingkungan selalu berubah terhadap waktu,
frekuensi, amplitudo, dan fasa. Selain itu, kecepatan suara bising tidak stasioner. Selain itu
kini di perkantoran, hotel atau apartemen di kota kota besar yang dekat dengan lalu lintas
utama atau dekat bandara yang dirasa lingkungannya mempunyai kebisingan yang tidak bisa
ditolerir oleh pendengaran manusia, maka Direktur Jendera Bina Marga sejak tahun 1999
mencanangkan bangunan peredam bising. Dimensi Bangunan Peredam Bising tersebut antara
lain :
a. Tinggi minimal 2,75m (makin tinggi kemampuan redaman makin baik).

b. Tebal dinding minimal 10 cm.


Sedangkan Bahan bangunan peredam bisik
a.

adalah mengurangi penjualan kendaraan bermotor, karena hal ini merupakan salah satu
pemacu terjadinya kebisingan di jalanan. Karena melihat kenyataan sekarang ini, setiap
individu tidak lepas dari kendaraan bermotor. Penggunaan bahan untuk mereduksi bising
adalah dari hasil olahan industri berupa beton ringan agregat yang disebut ALWA berupa
konblok (masif) dengan komposisi campuran: Semen : Pasir : ALWA= 1 : 4 : 4

b. Dimensi konblok ALWA dapat dicetak menurut ukuran pabrik, sebagai berikut: (30 x 10 x
15) atau (30x15x15)cm
c.

Bahan selain ALWA seperti Bata Merah atau Batako harus dengan rancangan khusus untuk
memperoleh kemampuan redaman bising yang baik.
Secara terus menerus program ini terus disosialisasikan oleh pemerintah dalam upayanya
mengurangi polusi suara
Kebijakan yang sudah diambil oleh pemerintah dalam menanggulangi polusi suara dan polusi
udara adalah mengendarai mobil dengan sistem 3 in 1 yaitu dalam satu mobil minimal harus
diisi dengan 3 orang, agar keributan yang terjadi akibat kemacetan, asap dan desing suara
mesin tidak terlalu memadati jalan raya. Selain itu yang perlu dilakukan pemerintah

BAB III

PENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan uraian bab sebelumnya penulis dapat mengemukakan simpulan sebagai
berikut.
1.

pencemaran dapat diartikan sebagai keberadaan suatu substansi dalam lingkungan yang
disebabkan komposisi kimianya atau kuantitas kerusakan proses fungsi-fungsi alam dan hasil
lingkungan yang tidak diinginkan yang berdampak pada kesehatan.

2.

Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di
atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan
tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan.

3.

Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami seperti Gunung berapi,
rawa-rawa, kebakaran hutan, biologi maupun kegiatan manusia seperti dari transportasi,
industri, pembangkit listrik Gas buang pabrik yang menghasilkan gas berbahaya seperti
(CFC).

4. Secara garis besar polusi udara dibagi menjadi partikulat dan polusi gas diantaranya Karbon
Dioksida (CO2), Karbon Monoksida (CO), Oksida sulfur (Sox) dan Nitrogen Oksida (NOx),
dan partikulat diantaranya Aerosol, Kabut (fog ), Debu (dust), Fume, Plume, Smoge.
5.

Dampak pencemaran udara pada lingkungan diantaranya dapat menghambat fotosistesis


tumbuhan, menyebabkan hujan asam, meningkatkan efek rumah kaca, kerusakan lapisan
ozon.

6. Untuk menanggulangi terjadinya pencemaran udara dapat dilakukan melalui beberapa usaha
antara lain membuat dan menggunakan alat pengendalian emisi, pengolahan atau daur ulang
limbah asap industry, Penghijauan dan reboisasi atau penanaman kembali pohon-pohon
pengganti dan lain-lain.

7. Pencemaran suara adalah gangguan pada lingkungan yang diakibatkan oleh bunyi atau suara
yang mengakibatkan ketidaktentraman makhluk hidup di sekitarnya.
8.

Keriuhan seperti proyek pembangunan, suara kendaraan umum yang menderu dan musik
yang dinyalakan orang lain. Di kabin mobil, kapal laut, dan pesawat terbang menimbulkan
suara mesin yang menderu merupakan salah satu penyebab pencemaran suara.

9. Pencemaran suara mengakibatkan iritasi (gangguan) ringan pada panca indra dan tubuh serta
telah menimbulkan kerusakan pada ekosistem lain, mengakibatkan reaksi pada faal tubuh dan
menyebabkan sakit yang kronis.menimbulkan gangguan dan sakit atau kematian dalam
lingkungan.
10. Cara peneanggulangan pencemaran suara adalah penggunaan bahan untuk mereduksi bising
adalah dari hasil olahan industri berupa beton ringan agregat yang disebut ALWA lalu dengan
melakukan sistem 3 in 1 untuk kendaraan roda empat yaitu dalam satu mobil minimal harus
diisi dengan 3 orang, agar keributan yang terjadi akibat kemacetan, asap dan desing suara
mesin tidak terlalu memadati jalan raya.

B.

Saran
Sejalan dengan simpulan di atas, penulis merumuskan saran sebagai berikut.

1. Diharapkan guru dan calon guru atau mahasiswa dapat mempelajari lebih lanjut mengenai
pencemaran udara dan suara yang telah dijelaskan di atas sehingga dapat memberikan
kesadaran tentang pentingnya memelihara dan menjaga lingkungan guna terciptanya
lingkungan yang lebih sehat, nyaman, dan bersih.
2. Diharapkan pembaca pada khusunya dan masyarakat pada umumnya dapat mempelajari dan
mengaplikasikan cara penanggulangan pencemaran udara dan suara yang telah dijelaskan di
atas dalam kehidupan sehari-hari.

Diposkan oleh Nurjannah Indah di 23.16


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke
Pinterest
2 komentar:
1.
nurul3 September 2013 07.01
makasih yaaa berguna bngt keren
Balas
2.
Ridwan Tompei12 April 2014 04.10
thanks gan
Balas
Muat yang lain...
Posting Lebih Baru Beranda
Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Mengenai Saya

Nurjannah Indah
Lihat profil lengkapku
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Cuteki ecards

Link Terpopuler

e-learning

Universitas Pendidikan Indonesia

Digital clock
Pengikut
Arsip Blog

2012 (16)
o Desember (8)
o November (2)
o Oktober (6)

ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) SD RANGKAIAN


LISTRIK....

video Pembelajaran tata surya

Siklus Hidrologi

Rpp ipa tentang jenis benda (padat,gas,cair)

pencemaran udara dan suara

pencemaran udara dan suara

Template Picture Window. Diberdayakan oleh Blogger.