Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sebagian besar populasi negara kita adalah anak-anak dan penyakit
diare. Merupakan salah satu insiden penyakit yang sering kita jumpai insiden
angka kejadian 150-430 per seribu penduduk per tahun. Banyak orang yang
masih menganggap diare sebagai penyakit ringan yang tidak begitu berbahaya.
Namun, penyakit ini merupakan salah satu penyakit mematikan jika tidak
diobati dengan benar. Pengambilan kasus ini dimaksudkan membahas
berbagai aspek klinis pada asuhan kebidanannya, sehingga penatalaksanaan
yang menyertai dapat ditekan
1.2 Tujuan Penulisan
A. Tujuan Umum
Mahasiswa dengan pembaca dapat mengetahui berbagai macam aspek
utama kesehatan anak-anak dengan diare dari segi klinis, pencegahan dan
penatalaksanaan
B. Tujuan Khusus
1. Mahasiswa dapat mengkaji data pada kasus diare pada anak
2. Mahasiswa dapat menentukan identifikasi diagnosa dan masalah dari
data yang diperoleh
3. Mahasiswa dapat menentukan antisipasi diagnosa dengan masalah
potensial yang mungkin terjadi
4. Mahasiwa dapat menentukan kebutuhan segera yang dapat diberikan
5. Mahasiwa dapat merencanakan intervensi tindakan yang dilakukan
6. Mahasiswa dapat merencanakan implementasi dari intervensi yang
telah disusun
7. Mahasiswa dapat mengevluasi dari keseluruhan kegiatan yang telah
dilakukan pada pasien anak dengan diare.

1.3 Sistematika Penulisan


BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Tujuan Penulisan
1.3. Sistematika Penulisan

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1.

Konsep Diare pada bayi dan anak


2.1.1. Konsep tumbuh kembang bagi usia 4 bulan
2.1.2. Pemberian makan pada bayi
2.1.3. Jadwal pemberian imunisasi dasar pada bayi

2.2.

Konsep Diare
2.2.1. Pengertian
2.2.2. Macam-macam
2.2.3. Etiologi
2.2.4. patofisiologi
2.2.5. Gejala klinik
2.2.6. Komplikasi
2.2.7. Penanganan

2.3.

Konsep Asuhan Kebidanan


2.3.1. Pengkajian Data
2.3.2. Identifikasi Masalah dan Diagnosa
2.3.3. Antisipasi Masalah Potensial
2.3.4. Identifikasi Kebutuhan Segera
2.3.5. Intervensi
2.3.6. Implementasi
2.3.7. Evaluasi

BAB III

TINJAUAN KASUS
3.1.

Pengkajian

3.2.

Identifiaksi Masalah dan Diagnosa

3.3.

Antisipasi Masalah Potensial

3.4.

Identifikasi Kebutuhan Segera

3.5.

Intervensi

3.6.

Implementasi

3.7.

Evaluasi

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.

Konsep Bayi
1) Konsep tumbuh kumbang bayi usia 4 bulan
-

Bisa mengangkat kepala tegak ketika tengkurap

Tertawa

Menggerakkan kepala ke kiri dan ke kanan

Bisa mengamati tangannya

Mampu mendengarkan berbagai bunyi-bunyian

Bisa meraih sesuatu dengan tangannya


(KIA, 2005; 34)

2) Pemberian makan pada bayi

Umur 1 6 bulan
-

Beri ASI setiapbayi menginginkan sedikitnya 3 kali sehari, pagi ,


siang maupun malam

Jangan beri makanan atau minuman lain selain ASI

Susui / teteki bayi dengan payudara kanan dan kiri secara


bergantian

Umur 6 12 bulan
-

Beri bubur nasi 3 kali sehari setiap makan diberikan sesuai umur

Berikan makanan 2 kali sehari diantara waktu makan seperti bubur


kacang hijau, pisang, biscuit dan sebagainya

Beri buah-buahan atau sari buah

Tambahkan telur / ayam / ikan / tempe / tahu / daging sapi / wortel


/ bayam / bubur kacang hijau / santan / minyak pada bubur nasi
(KIA, 2005 : 34)

3) Jadwal pemberian imunisasi Dasar pada bayi


Umur
0 -7 hari
1 bulan
2 bulan
3 bulan
4 bulan
5 bulan
2.2.

Jenis imunisasi
HB1
BCG
HB2, DPT1, Polio1
HB3, DPT2, Polio2
DPT3, Polio3
Campak, Polio4

Konsep Diare
1) Pengertian Diare
-

Diare adalah keadaan frekuensi buang air besar lebih dari 4 kali pada
bayi dan lebih dari 3 kali pada anak, konsistensi faces cair, berwarna
kekuningan dan pada berwarna hijau atau dapat pula bercampur lender
dan darah atau lender saja
(FKUI, 1985:283)

Diare adalah tinja yang sedikit lembek dari biasa atau hanya bertambah
sering beberapa kali saja.
(Maria Suryabudhi : 229)

2) Macam-macam Diare
-

Diare akul : Diare yang terjadi secara mendadak pada bayi dan anak
yang sebelumnya sehat

Diare kronik: Diare yang berkanjut lebih dari 2 minggu, disertai


kehilangan berat badan atau tidak bertambah berat
badannya selama masa tersebut.

3) Etiologi
a. Faktor Infeksi
1. Infeksi enternal

: infeksi saluran pencernaan makanan yang


merupakan penyebab utama diare pada anak

2. Infreksi bakteri

: vibrio, Escherichia coli, solmonella, shigella,


compy loboctere, yesenia aeromonoa, dan
lain-lain

3. Infeksi virus : enterovirus, adenovirus, rotavirus, astrovirus, dan


lain-lain
b. Faktor malabsorbsi
-

Malabsorbsi karbohidrat : disakarido (intoleransi lactose, maltose


dan

sucrose),

(intoleransi

monosokorida.

glukose,

fructose

sangalaktose) pada bayi dan anak yang


tersering adalah intoleransi lactose
-

Malabsorbsi lemak

Malabsorbsi protein

c. Faktor makanan
Makanan basi, beracun dan alergi terhadap makanan
(FKUI, 1985:283)
4) Patofisiologi
Mekanisme dasar yang menyebabkan timbulnya diare ialah
a. Gangguan osmotik
Akibat terdapatnya makanan atau zat yang tidak dapat diserap akan
menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus meninggi sehingga
terjadi pergeseran air dan elektronik ke dalam rongga usus. Isi rongga
usus yang berlebihan akan merangsang untuk mengeluarkannya
sehingga timbul diare.
b. Gangguan sekresi
Akibat rangsangan tertentu pada dinding usus akan terjadi peningkatan
sekresi, air dan elektrolit ke dalam rongga usus dan selanjutnya timbul
diare karena terdapat peningkatan isi rongga usus
c. Gangguan matalitoa usus
Hiperperistaltik akan menyebabkan berkurangnya kesempatan usus
untuk menyerap makanan sehingga timbul diare. Sebaliknya bila
peristaltic usus menurun akan mengakibatkan bakteri tumbuh
berlebihan, selanjutnya timbul diare pula.
(FKUI, 1985:284)

5) Gejala klinik
-

Mula-mula pasien cengeng, gelisah, suhu tubuh biasanya meningkat,


nafsu makan berkurang atau tidak ada, kemudian timbul diare, feces
cair, kadang disertai lendir atau lendir bercampur darah. Warna tinja
makin lama berubah kehijau-hijauan karena bercampur dengan
empedu. Anus dan daerah sekitarnya timbul lecet karena sering
detekasi

Gejala muntah dapat timbul sebelum atau sesudah diare dan dapat
disebabkan kaena lambung turut meradang atau akibat gangguan
keseimbangan asam basa dan elektrolit.

Bila pasien telah banyak kehilangan cairan dan elektrolit, gejala


dehidrasi mulai nampak yaitu berat badan turun, turgor kult berkurang
pada bayi maka ubun-ubun menjadi cekung, bibir dan mulut tampak
kering.
(FKUI, 1985 : 285)

6) Komplikasi
Sebagai akibat diare baik akut maupun kronik akan terjadi
1) dihidrasi
2) renjatan hiporolemik
3) hipoglikemia
4) kejang, terjadi pada dehidrasi hipertonik
5) malnutrisi energi protein (akibat muntah dan diaer, jika lama atau
kronik)
(FKUI, 1985 : 286)
7) Penanganan
1) Pemberian cairan peroral
Pada pasien dengan dehidrasi ringan dan sedang cairan yang diberikan
peroral berupa cairan yang berisikan NaCL dan NaHCO 3, KCL dan
Glukosa. Formula lengkap sering diosebut oralit, cairan sederhana
yang dapat dibuat sendiri hanya mengandung garam dan gula atau air

tajin yang diberikan garam dan gula. Untuk pengobatan sementera di


rumah sebelum dibawa berobat untuk mencegah dehidrasi lebih jauh.
2) Pemberian cairan parenteral
Pada umumnya cairan yang digunakan adalah Ringer laktat (RL).
Mengenai cairan seberapa banyak yang diberikan tergantung dari
berat/ringannya dehidrasi yang diperhitungkan dengan kehilangan
cairan sesuai dengan umur dna berat badannya.
3) Pengobatan dietetic
Untuk anak dibawah 1 tahun dan anak diatas 1 tahun dengan berat
badan kurang dari 7 kg jenis makanan :
-

susu (ASI atau susu formula yang mengandung laktosa renda dan
asam lemak tak jenuh)

makanan setengah padat (bubut) atau nasi tim

susu khusus yang disesuaikan dengan keluhan yang ditemukan.

Cara memberikan
Hari 1

: Setelah dehidrasi segea diberikan makanan peroral. Bila


diberikan ASI/susu formula tetapi diare masing-masing,
serupa diberikan oeralit selang-seling dengan ASI. Misalnya
2 kali ASI/susu formula 7 kali oralit.

Hari 2-4 : ASI (susu formula rendah laktosa penuh)


Hari 5

: bila tidak ada kelainan pasien bisa dipulangkan.

4) Obat-obatan
Prinsip pengobatan diare ialah menggantikan cairan yang hilang
melalui tinja dengan atau tanpa muntah, dengan cairan yang
mengandung elektrolit dan glukosa atau karbohidrat lain (gula, air,
tajin, tepung beras dan lain-lain).

2.3.

Konsep Asuhan Kebidanan pada Bayi Umur 4 Bulan Dengan Diare


I.

Pengkajian
1. Data Subyektif
1.1. Biodata
Nama

: untuk memudahkan memanggil

Umur

: terjadi pada bayi dan anak berumur di bawah 2


tahun

Alamat

: memudahkan komunikasi dan kunjungan rumah

1.2. Keluhan utama


Keluhan yang tampak dan dirasakan oleh bayi diambil dari orang
tua atau keluarga yang lain.
1.3. Riwayat kehamilan dan persalinan
1.3.1. Riwayat prenatal
Anak ke berapa, Riwayat kehamilan yang mempengaruhi bayi
baru lahir adalah kehamilan yang tidak ada komplikasi seperti
DM, hepatitis, jantung, asma, hipertensi, dan TBC. Frekuensi
ANC, dimana keluhan-keluhan selama hamil, suntikan TT
selama hamil, kebiasaan mengkonsumsi jamu-jamuan, pola
makan ibu, pantangan yang dilakukan selama hamil serta HPHT.
1.3.2. Riwayat Natal
Berapa usia kehamilan, waktu jam persalinan, jenis perslainan
spontan atau tindakan, apgar score 7 10, lama kala I 8 10 jam,
lama kala II 30 90 menit, BB 2500 400 gram, PB 48 52 cm,
denyut nadi 120 150 x/menit, pernafasan 40 80 x/menit, suhu
antara 36-37oC, bagimana ketubannya, letak bagaimana, dan
ditolong oleh siapa.
1.3.3. Riwayat Post Natal
Pada ibu mengobservasi perdarahan post partum, TFU, tandatanda vital, sedangkan pada bayi mengobservasi tanda-tanda
vital, infeksi tali pusat.

1.4. Riwayat Penyakit Keluarga


Adakah Riwayat penyakit keluarga yang berpengaruh pada bayi
adalah penyakit menular atau menahun seperti, DM, jantung
TBC, hipertensi, asma, hepatitis.
1.5. Pola kebiasaan sehari-hari
1.5.1. Pola Nutrisi
Adalah masalah dalam memenuhi kebutuhan nutrisi, misal :
frekuensi, porsi makanan dan nafsu makanan
1.5.2. Pola Eliminasi
Adakah gangguan pada proses pengeluaran detekasi dan
urin, konsistensi, warna BAB dan warna unire.
1.5.3. Pola istirahat / tidur
-

adakah

gangguan

dan

kebiasaan

khusus

dalma

beristirahat
-

berapa jam waktu istirahat (siang dan malam)

2. Data Obyektif
2.1. Pemeriksaan Umum
- Keadaan umum

: pada umumnya lemah

- Kesadaran

: pada umumnya menurun

- Berat badan

: pada umumnya menurun

- Nadi

: pada umumnya meningkat

- Pernafasan

: pada umumnya meningkat

- Suhu

: pada umumnya meningkat

2.2. Pemeriksaan fisik


a. Inspeksi
Kepala

: rambut kusam/tidak, keadaan ubun-ubun cekung


/tidak

Muka

: pucat /tidak, oedem/tidak, tampak lelah/tidak,

Mata

: simetris/tidak, kebersihan, pernafasan cuping


hidung ada / tidak

Mulut

: keadaan

bibir

pucat/tidak,

bersih/tidak,

simetris/tidak.
Telinga

: simetris/tidak, kebersihan, adakah pengekuaran


secret/tidak

Leher

: adakah

pembesaran

kelenjar

thyroid

dan

bendungan vena jugularis


Dada

: simeteris

tidak,

adakah

bising

usus,

kembung/tidak, turgor kulit menurun/tidak,


adakah pembesaran apda hepar
Genetalia : pada wanita apakah lebio mayora sudah
menutupi labia minora, maturitasnya, adakah
cairan yang keluar dari vagina. Pada laki-laki
bagaimana posisinya, maturitas sterorum
Anus

: adakah lubang anus, adakah feces/tidak

Ekstrimitas: simeteris

tidak,

kemampuan

menggeakkan

semua

ekstrimitas.

untuk
Adakah

petidakterli dan sindakteli.


b. Palpasi
Kepala

: keadaan

ubun-ubun

cekung/tidak

ada

benjolan/tidak
Leher

: adakah

pembesaran

kelenjar

thyroid

dan

bendungan vena jugularis


Abdomen : keras/tidak adakah pembesaran pada heap,
turgor kulit menurun/tidak.
c. Auskultasi
Dada

: adakah suara ronkhi dan wheezing, nafas


teratur/tidak

Abdomen : adakah bising usus, kembung/tidak


d. Perkusi
e. Abdomen : kembung / tidak

2.3. Pemerikaan Neurologis


2.3.1. Reflek menggenggam
Apabila telapak tangan disentuh dengan jari pemeriksa,
maka bayi akan berusaha mengganggam jari pemeriksa.
2.3.2. Refleks rooting
Apabila bayi disentuh dengan jari maka ia akan
menolehkan kepalanya mencari sentuhan itu.
2.3.3. Reflek menghisaf
Apabila bayi diberi dot atau putting susu di mulutnya
maka ia akan berusaha menghisap
2.4. Pemeriksaan tingkat perkembangan
2.4.1. Motorik halus
Kemmapuan bayi untuk menggerakkan bagian kecil
organ badannya misalnya :
-

tertawa

mengamati tangannya

mendengarkan berbagai bunyi-bunyian

2.4.2. Motorik kasar


Kemampuan bayi untuk melakukan aktivitas dengan
menggerakkan anggota badanya
Misalnya :

II.

Mengangkat kepala tegak ketika tengkurap

Menggerakkan kepala ke kiri dan kekanan

Eraih sesuatu dengan tangannya.

Identifikasi Diagnosa Dan Masalah


Diagnosis Medis

: Bayi denga diare

Ds

: ibu mengatakan bayinya berak cair sejak 3 hari yang


lalu

dengan

frekuensi

5x/hr,

warna

kehijauan, konsistensi encer / cair, bau khas,

kuning

Do

: keadaan umum

pada umumnya lemah

Kesadaran

pada umumnya menurun

Berat badan

pada umumnya menurun

Nadi

pada umumnya meningkat

Pernafasan

pada umumnya meningkat

Suhu

pada umumnya meningkat

III. Antisipasi Masalah Potensial


Masalah Potensial
1. Dehidrasi
2. Malnutrisi energi protein
3. Kejang
IV. Identifikasi Kebutuhan Segera
Rehidrasi oral
V.

Intervensi
Tanggal : . Jam : ..
Dx

: bayi dengan diare

Masalah : bayi dengan diaperush


Tujuan

: diare teratasi dan bayi dalam keadaan sehat serta nyaman

Kriteria : frekuensi BAB 2 3 x/hari


Konsistensi padat
TTV dalam batas normal
Ibu mengerti tetnang kondisi kesehatan anaknya
Ibu menjaga kebersihan bayi
Intervensi
1. Lakukan cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan
dengan sabun
R/ mencuci tangan dengan sabun membunuh kuman 80%
2. Lakukan pendekatan dengan ibu dan kelurga
R/ Ibu dan keluarga kooperatif dalam pelaksanaan tindakan

3. Timbang berat badan bayi


R/ Untuk mengetahui perubahan dan penurunan berat badan bayi
4. Lakukan pemeriksaan TTV
R/ Parameter untuk mendeteksi adanya komplikasi
5. Anjurkan kepada ibu untuk segera mengganti popok setelah bayi
BAK/BAB
R/ Agar daerah bokong tidak lembab
6. Anjurkan kepada orang tua untuk tidak memberi celana waterproof
sementera kulit kemerah-merahan
R/ Membuat daerah paha dan pantat lebih lembab
7. Anjurkan pada ibu cara menjaga agar daerah bokong kering dna
bersih
R/ Mencegah radang kulit yang meluas di daerah bokong
8. Berikan pengobatan oralit sesuai kebutuhan
R/ Rehidrasi oral
9. Jelaskan pada ibu untuk melakukan rujukan apabila keadaan bayi
memburuk
R/ Agar masalah segera tertangani
10. Lakukan kolaborasi dengan tim medis
R/
VI. Implementasi
Sesuai dengan intervensi
VII. Evaluasi
Sesuai dengan tujuan dan kriteria hasil

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
1. Konsep Kontrasepsi Suntikan
A. Pengertian
Kontrasepsi suntikan adalah suatu metode kontrasepsi yang berdaya kerja
panjang (lama), yang tidak membutuhkan pemakaian
setiap hri atau setiap akan bersenggama, tetapi tetap
reversible.
(Hanafi. , 2003 : 163)
Kontrasepsi ialah usaha-usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan
(Sarwono. P. 1999 : 534)
B. Jenis
1) Suntikan Kombinasi
Yang termask suntikan kombinasi ialah:
a) Cyclotem dan cyclogeston
Mengandung 25 mg DMPA dan 5 mg estrodial sipional dalam
bentuk larutan aqua steril
b) Mesigeno
Mengandung 50 mg noretindion etantat dan 5 mg estradiol valerat
2) Suntikan progestin
a) Depo provera, depogeston, depo progrestin
Mengandung depo medroksi progresteron asetat (DMPA) 150 mg
dalam bentuk larutan aqua steril
b) Noristeral (net en)
Mengandung 20 mg noristrindron etontat dalma bentuk laruan
campuran benzyl benzoate dan minyak kestov steril
C. Cara kerja
1) Mencegah ovulasi
2) Mengentalkan lender servik sehingga menurunkan kemampuan
penetrasi sperma

3) Menjadikan

selaput

lender

rahim

tipis

dan

atroti

sehingga

implementasi terganggu
4) Mengambat transportasi gamet oleh tiba-tiba
D. Efektifitas
1) Suntikan kombinasi
Sangat efektif (0,1 0,4 kehamilan per 100 perempuan)
Selama tahun pertama penggunaan
2) Suntikan progestini
Memiliki efektivitas yang tinggi, dengan 0,3 dengan kehamilan per
100 perempuan per tahun asal penyuntikannya dilakukan secara
teratur sesuai jadwal yang telah ditentukan
E. Keuntungan dan kerugian
1) Kontrasepsi suntikan kombinasi
Keuntungan
-

Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri

Jangka panjang

Efek samping sangat kecil

Mengurangi jumlah pendarahan

Mengurangi nyeri saat haid

Khasiat pencegahan terhadap kanker ovarium dan kanker endo


metrium

Melindungi klien dari jenis penyakit tertentu seperti penyakit


radang panggul

Kerugian
-

Terjadinya perubahan pada pola haid seprti haid tidak teratur,


perdarahan becak/spoting atau perdarahan sela sampai 10 hari

Mual, sakit kepala, nyeri payudara ringan dan keluhan ini akan
hilang setelah suntukan kedua dan ketiga

Klien harus kembali setiap 30 hari untuk mendapatkan suntikan

Penambahan berat badan

Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular


seksual (IMS), Hepatitis B, virus (HBV) atau infeksi virus HIV.

2) Kontrasepsi Suntikan Progrestri


Keuntungan
-

Sangat efektif

Pencegahan kehamilan jangka panjang

Tidak mengandung estrogen sehingga tidak berdampak serius


terhaap penyakit jantung dan gangguan pembukuan darah.

Tidak memiliki pengaruh ASI.

Sedikit efek samping

Dapat digunakan oleh perempuan usia lebih 35 tahun sampai


perimanepouse.

Menurunkan kejadian penyakit jinak payudara

Kerugian
-

sering ditemukan gangguan haid seperti = siklus haid yang


memendek atau memanjang, perdarahan yang banyak atau sedikit,
perdarahan tidak teratur atau perdarahan bercak (spotting) atau
tidak haid sama sekali.

Klien sangat tergantung pada tempat sarana pelayanan kesehatan


(harus kembali untuk suntikan)

Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikut

Permasalahan berat baan merupakan efek samping tersering

Pada penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan kekeringan


pada vagina, menurunkan libido, gangguan emosi (jarang), sakit
kepala, neurositos dan jewarat.

F. Yang Dapat Menggunakan Kontrasepsi


1) Suntikan kombinasi
-

Usia reproduksi

Telah memiliki anak ataupun yang belum memiliki anak

Ingin mendapatkan kontrasepsi dengan efektivitas yang tinggi

Menyusui ASI pasca persalinan lebih dari 6 bulan

Haid teratur

Riwayat kehamilan ektropik

2) Suntikan Progestin
-

Usia reproduksi

Multi para dan telah memiliki anak

Menghendaki kontrasepsi jangka panjang dan yang memiliki


efektivitas tinggi

Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi yang sesuai

Setelah melahirkan dan tidak menyusui

Tekanan darah kurang dari 100/110 mmHg dengan masalah


gangguan pembukuan darah

Tidak dapat memakai kontrasepsi yang mengandung estrogen

Mendekati usia menopause yang tidak mau atau tidak boleh


menggunakan pil kontrasepsi kombinasi.

G. Yang tidak boleh menggunakan kontrasepsi


1) Suntikan kombinasi
-

Hamil atau diduga hamil

Menyusui dibawah 6 minggu pasca persalinan

Perdarahan pervaginan yang berlum jelas penyebabnya

Usia lebih dari 35 tahun yang merokok

Riwayat penyakit jantung, stroke atau kencing manis lebih dari 20


tahun

Keganasan payudara

2) Suntikan Progestin
-

Hamil atau dicurigai hamil

Perdarahan pervaginan yang belum jelas penyebabnya

Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid terutama amenore

Menderita kanker payudara atau Riwayat kanker payudara.

H. Efek Samping dan Panggulangan


1) Ganguan Haid
Gejala dan Keluhan
-

Amenore adalah tidak datangnya haid pada setiap 3 bulan berturutturut

Spotting adalah bercak-bercak perdarahan di luar haid yang terjadi


selama akseptor mengikuti KB suntik

Metroragia adalah datangnya darah haid yang berlebiha jumlahnya.

Pelayanan Konseling
Memberikan penjelasan kepada calon akseptor suntik bahwa pada
pemakaian suntikan dapat menyebabkan gejala tersebut dan gejala
tersebut adalah akibat pengaruh hormonal suntikan
Biasanya gejala perdarahan tidak berlangsung lama. Bila terjadi
amenore, berikan penjelasan dengan baik kadar progesteran darah
tidak pernah turun.
Penanggulangan dan pengobatan
Bila akseptor ingin haid, dapat dilaksanakan. Pemberian Pil KB
hari 1-2 masing-masing 3 tablet selanjutnya hari 4 : 1x1 selama 4-5
hari. Bila terjadi perdarahan, dapat pula diberikan premparat
esterogen misalnya : lynoral 2x1 sehari sampai perdarahan
berhenti, setelah perdarahan berhenti dapat dilaksanakan tapering
of (1x1 tablet) selama beberapa hari.
2) Depresi
Gejala dan keluhan
Rasa lesu, tak bersemangat dalam kerja/kehidupan
Konseling
Penjelasan kepada calon akseptor KB guna menghindari perasaan
bersalah dari calon akseptor
Pengobatan medis
Terapi psikologis bagi yang menderita depresi, pemberian vitamin
BC 50mg

3) Keputihan
Gejala dan keluhan
Adanya cairan putih yang berlebihan yang kelihan dari vagina dan
terasa mengganggu. Hal ini jarang terjadi pada peserta KB suntik
dan bila terjadi pasti ada penyebab lain. Tidak berbahaya kecuali
bila berbau, panas dan terasa gatal.
Konseling
Menjelaskan pada peserta KB bahwa suntik bukan penyebab
terjadinya keputihan. Bila hal ini terjadi, harus cari penyebabnya
dan diberikan pengobatan, konseling sebaiknya dilakukan sebelum
peserta ikut KB suntik.
Pengobatan Medis
Pengobatan medis biasanya tidak diperlukan pada kasus dimana
cairan berlebihan dapat diberikan premparat anti chulienergic
seperti extract beladona 10 mg 2x1 tablet untuk mengurangi cairan
tersebut, perubahan warna dan bau biasanya disebabkan oleh
infeksi.
4) Perubahan Libido
Gejala dan keluhan
Menurun / meningkatnya libido akseptor, hal ini bersifat subyektif
dan sulit dinilai
Konseling
Menjelaskan pada pasien kemungkinan hal ini dan sifatnya yang
subyektif
Pengobatan medis
Pengobatan medis tidak diperlukan
5) Penambahan berat badan
Gejala dan keluhan
Berat badan bertambah bebrapa kg dalam beberapa bulan setelah
pemakaian suntik KB

Konseling
Menjelaskan kepaa akseptor suntik bahwa kenaikan BB adalah
salah satu efek samping dari pemakaian suntik KB. Kenaikan BB
dapat disebabkan hal-hal lain. Dapat pula terjadi penurunan BB.
Hal ini [un tidaklah selalu disebabkan oleh suntik KB dan perlu
diteliti.
Pengobatan medis
Pengobatan diet merupakan pilihan utama. Dianjurkan untuk
melaksanakan diet rendah kalori disertai olah raga. Bila terlalu
kurus dianjurkan untuk mengganti cara kontrasepsi dan hormonal.
6) Pusing dan skait kepala
Gejala dan keluhan
Rasa berputar/sakit pada kepala yang dapat terjadi. Pada satu sisi,
kedua sisi atau seluruh bagian kepala. Biasanya bersifat sementera
Konseling
Menjelaskan

secara

jujur

kepada

calon

akseptor

bahwa

kemungkinan-kemungkinan tersebut ada, tetapi jarang terjadi.


Biasanya bersifat sementera
Pengobatan medis
Pemberian

anti

proktoglandiri

untuk

mengurangi

keluhan,

misalnya acetocal 500 mg 3x1


I. Waktu Mulai menggunakan kontrasepsi
1) Suntikan kombinasi
Suntikan pertama dapat diberika dalam waktu 7 hari siklus haid / tidak
diperlukan kontrsepsi tambahan
Bila suntikan pertama diberikan setelah hari ke 7 hari/menggunakan
kontraepsi lain untuk 7 hari
Bila klien tidak haid, suntikan pertama dapat diberikan setiap saat, asal
saja dapat dipastikan ibu tersebut tidak normal
Bile klien pasco perslainan 6 bulan, menyusui serta belum haid
suntikan pertama, dapat diberiokan asal saja dipastikan tidak hamil

Bila pasca persalinan 3 minggu dan tidak menyusui, suntikan dapat


diberikan
Pasca keguguran, suntikan kombinasi dapat segera diberikan atau
dalam waktu 7 hari.
2) Suntikan progestin
Suntikan saat selama siklus haid, asal ibu tersebut tidak hamil.
Bila ibu sedang menggunakan jenis kontrasepsi jenis lain dan ingin
menggantinya dengan jenis kontraepsi suntikan yang lain lagi,
kontrasepsi suntikan yang akan diberikan dimulai pada saat awal
kontrasepsi yang sebelumnya.
Ibu ingin menggantinya AKDR dengan kontrasepsi ormonal, suntikan
pertama dapat diberikan pada hait pertama sampai hari ke 7 siklus
haid, asal saja yakin ibu tersebut tidak hamil.
Ibu tidak haid atau ibu dengan perdarahan tidak teratur. Suntikan
pertama dapat diberikan setiap saat, asal saja ibu tersebut tidak
hamil dan selama 7 hari setelah suntik tidak boleh melakukan
hubungan seksual.
2.

Konsep Asuhan Kebidanan


I. Pengkajian

( tanggal . Jam )

A. Data Subyektif
1. Biodata
Nama = untuk memudahkan memanggil
Umur = untuk mengetahui apakah ibu resiko tinggi/tidak
Agama = untuk mengetahui kepercayaan
Pendkn= untuk memberikan bimbingan sesuai dengan tingkat
pendidikan
pekrjan

= untuk mengetahui tingkat ekonomi

alamat = untuk memudahkan melakukan kunjungan rumah.


2. Keluhan Utama
Ibu mengatakan ingin mengikuti KB suntik 1 bulan

3. Riwayat kebidanan
a. Riwayat haid
Menarche = tahun
Siklus

= hari

banyaknya = kotek/hari
Keluhan

Fluor albus=
b. Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
Kehamilan
Suami keham UK

J Pers

Persalinan
Nifas
4-5 J.Kel BPS/PB MSI Laktasi

KB

Ket

4. Riwayat kesehatan yang lalu


Apakah ibu pernah menderita penyakit menular atau tidak
5. Riwayat kesehatan keluarga
Ibu mengatakan dam keluarganya tidak ada yang menerita penyakit
menular/menurut atau keturunan kembar baik dari pihak ibu
maupun suami
6. Pola kebisaan sehari-hari
a. Pola nutrisi
-

porsi makan, frekuensi dan minum

b. Pola eliminasi
-

Frekuensi BAB dan BAK

Ada gangguan /tidak dan konsistensi BAB

c. Pola aktivitas
-

Kegiatan apa saja yang dilakukan ibu

d. Poa istirahat
-

Berapa jam waktu istirahat

e. Personel Hygiene
-

Mandi berapa kali sehari

Ganti pakaian berapa kali sehari

f. Keadaan psikologis
-

Apakah ibu sudah mantap untuk mengikuti KB suntik 1


bulanan

B. Data Obyektif
1. Pemeriksaan umum
a. Keadaan Umum
KU

= baik / cukup/lemah

Kesadaran = composmentis
b. TTV
TD

= Peningkatan histole tidak 30 mmHg


Peningkatan diastole tidak 15 mm Hg

Nadi

= 60 88 x/menit

Respirasi = 16 24 x/menit
Suhu

= 36 37,5oC

Berat Bdn = . Kg (dalam batas normal)


2. Pemeriksaan khusus
a. Inspeksi
Kepala

:rambut lurus/tidak, warna, rontok/tidak

Muka

:pucat /tidak, ada oedem/tidak

Mata

:simetris, konjungtiva pucat/tidak, skelra icterus/


tidak

Hidung

: lubang simetris/tidak, bersih/tidak, ada polip/tidak

Mulut

:bersih/tidak, keadaan bibir, caries gigi/tidak

Telinga

:simetris/tidak, bersih/tidak, ada serumen /tidak

Leher

:ada pembesaran kelenjar thyroid dan bendungan


vena jugularis/tidak

Payudara :simeteris/tidak,

bersih/tidak,

putting

susu

luka

bekas

menonjol/tidak
Abdomen :ada

pembesaran

operasi/tidak

/tidak,

ada

Genetalia :bersih / tidak, ful albus +/+, varises/tidak


Ekstrimitas: simeteris / tidak, oedem /tidak, varies -/+
b. Palpasi
Leher

:ada pembesaran kelenjar thyroid dan bendungan


vena jugularis/tidak

Axila

:ada pembesaran kelenjar limfe/tidak

Payudara :ada benjolan /tidak, ASI +/Abdomen :ada benjolan /tidak.


Extrimitas : odema/tidak
c. Auskultasi
Jantung

:normal

Bising usus:normal (+)


II. Identifikasi Masalah
Dx

: Akseptor baru kontrasepsi suntik 1 bulan (cyclofem)

Ds

: Ibu mengatakan ingin mengikuti KB suntik 1 bulan

Do

: KU

= baik

Kesadaran

= composmentis

TTV

= TD : systole 30 mmHg
Diastole 15 mmHG
N

: 60 88 x/menit

RR

: 16 24 x/menit

: 36 37,5oC

BB

: . Kg (dalam batas normal)

III.Antisipasi Masalah potensial


Potensial terjadi efek samping
-

Gangguan haid, spotting, amenorrhea

Mual, sakit kepala, nyeri payudara

Pertambahan berat badan

Keputihan

IV.Identifikasi Kebutuhan Segera


Kolaborasi dengan dokter sepesialis kandungan

V. Intervensi
Dx

: Akseptor baru kontrsepsi suntik 1 bulan (cyloterm)

Tujuan : tidak terjadi kehamilan selama menggunakan KB suntik


cyclofem
Kriteria hasil = tidak terjadi kehamilan
Pola haid tidak terganggu
Berat badna dalam batas normal
Intervensi
1. Berikan KIE tentang KB cyclofem
R/ Pengetahuan ibu bertambah tentang KB cyclofem
2. Berikan informasi consent
R/ Persetujuan dilakukan tindakan medis
3. Lakukan injeksi KB suntik cyclofem
R/ Dengan pemberian kemampuan penetrasi sperma maka kehamilan
tidak terjadi
4. Anjurkan ibu control 1 bulan lagi atau sewaktu-waktu bila ada keluhan
R/ untuk mendapatkan suntikan KB cyclofem yang berikutnya
VI.Implementsi
Sesuai dengan intervensi
VII.Evaluasi
(tanggal . Jam .. )
S

= subyektif

= obyektif

= Assesoment

= Planning