Anda di halaman 1dari 5

PendahuluanPada hakikatnya kehidupan manusia berpegang kepada satu

prinsiputama, suatu keseimbangan dinamis utama dalam tubuh, yakni


homeostasis
.Banyak sistem yang mengatur terjadinya homeostasis ini, mulai dariintegumen,
sistem endokrin, respirasi, sirkulasi, pencernaan, imun, dan lainnya.Perubahan yang
senantiasa terjadi dalam tubuh mengisyaratkan perlunyasuatu sistem pengaturan
yang dinamis, yang memungkinkan penjagaankeadaan homeostasis.
Penyelenggaran ini terutama merupakan peran dari
sistem saraf otonom (ANS =
Autonomic Nervous System
)
.
Sistem Saraf Otonom
selanjutnya disebut
SSO
Sistem ini merupakan sistem saraf eferen (motorik) yangmempersarafi organ-organ
dalam seperti otot-otot polos, otot jantung, danberbagai kelenjar.
1
Sistem ini melakukan fungsi kontrol, semisal: kontroltekanan darah, motilitas
gastrointestinal, sekresi gastrointestinal,pengosongan kandung kemih, proses
berkeringat, suhu tubuh, dan beberapafungsi lain. Karakteristik utam SSO adalah
kemampuan memengaruhi yangsangat cepat
(misal: dalam beberapa detik saj denyut jantung dapatmeningkat hampir dua kali
semula, demikian juga dengan tekanan darahdalam belasan detik, berkeringat yang
dapat terlihat setelah dipicu dalam
beberapa detik, juga pengosongan kandung kemih).
2
Sifat ini menjadikan
SSOtepat untuk melakukan pengendalian terhadap homeostasis
mengingatgangguan terhadp homeostasis dapat memengaruhi seluruh sistem
tubuhmanusia. Dengan demikian, SSO merupakan komponen dari
refleks visceral
.Gambar 1


Diagram skematik sistem persarafan di manusia. SSO akan terbagimenjadi dua
divisi, yakni simpatis dan parasimpatisSebagai konsekuensi bahwa
ada keterlibatan
sistem saraf pusatterhadap sistem saraf perifer, termasuk SSO, dikenal beberapa
pusat integrasidan pengendalian informasi sebelum diteruskan ke SSO, seperti
medullaspinalis, batang otak, dan hipotalamus. Misalnya: medulla
spinalisbertanggung jawab untuk persarafan otonom yang memengaruhi
sistemkardiovaskular dan respirasi; hipotalamus berfungsi untuk
mengintegrasikanpersarafan otonom, somatik, dan hormonal (endokrin) dan emosi
sertatingkah laku (misal: seseorang yang marah meningkatkan denyut
jantung,tekanan darah, dan laju respirasi).Di samping itu, daerah asosiasi prefronta
memengaruhi eksprei emosional, seperti wajah yhang menampakkan
kesankemerahan apabila seseorang merasa malu.
3
Refleks Visceral
Refleks visceral, sama seperti refleks somatik lainnya, terdiri ataskomponen
reseptor, integrasi, dan efektor. Pembeda refleks visceral denganrefleks somatik
adalah informasi reseptor refleks visceral diterima secarabawah-sadar (
subconscious
). Anda tidak akan pernah tahu kapan pembuluhdarah Anda melebar (kecuali ketika
Anda melihat kulit yang kemerahan).Contoh lain, Anda juga tidak akan pernah tahu
kapan pupil mata Anda melebar,kecuali Anda melihat ke cermin. Informasi-informasi
seperti ini tidak diketahuisecara sadar, dan merupakan bagian dari refleks visceral.
2
Meskipun demikian,reseptor refleks ini tidak harus bersifat visceral.
Perjalanan dari SSP hingga Mempersarafi Organ
3
Perjalanan SSO dimulai dari persarafan sistem saraf pusat (selanjutnyadisebut
SSP). Neuron orde pertama berada di SSP, baik di sisi lateral medullaspinalis
maupun di batang otak. Akson neuron orde pertama ini disebutdengan
serabut preganglion
(

preganglionic fiber
). Serabut ini bersinapsdengan badan sel neuron orde kedua yang terletak di dalam
ganglion. Serabutpascaganglion menangkap sinyal dari serabut preganglion
melaluineurotransmiter yang dilepaskan oleh serabut preganglion. Seperti
yang telahdiketahui, ganglion merupakan kumpulan badan sel yang terletak di luar
SSP.Akson neuron orde kedua, yang disebut dengan
serabut pascaganglion
(postganglionic fiber) muncul dari ganglion menuju organ yang akan
diinervasi.Organ efektor menerima impuls melalui pelepasan neurotransmiter
olehserabut pascaganglion. Kecuali untuk
medulla adrenal
, baik sistem sarafsimpatis dan parasimpatis mengikuti pola seperti yang telah
dijelaskan di atas.Pembedaan antara keduanya akan dibahas di bawah ini
Pembagian SSO
Kebanyakan organ visceral dipersarafi oleh dua jenis saraf otonomsekaligus (
dual-innervation
, persarfan ganda), yakni SSO divisi
simpatis
dan
parasimpatis
. Karakteristik kerja SSO divisi simpatis dan parasimpatiscenderung berlawanan,
walaupun di beberapa organ malah salingmenguatkan. Perbedaan keduanya
dirangkum dalam tabel di bawah ini
3
:
Pembeda Simpatis Parasimpatis
Asal serabut praganglion
Medulla spinalis bagiantorakal dan lumbalBatang otak (sarafkranial) dan
medullaspinalis bagian sakral
Asal serabut pascaganglion
Ganglion symphateticchain

; atau ganglionkolateral (kira-kira disetengah jarak medullaspinalis dengan


efektor)Ganglion terminal(berada dekat denganorgan efektor)
Panjang Serabut*
Pre pendek, termielinasi;Post panjang, taktermielinasiPre panjang; Post pendek
Organ Efektor yangDIpersarafi
Otot jantung, hampir semua otot polos,kebanyakan kelenjar eksokrin,
beberapakelenjar endokrinOtot jantung, banyak ototpolos, hamper semuakelenjar
eksokrin,beberapa kelenjar endokrin
Neurotransmiter*
Pre melepaskan ACh; Postmelepaskan sebagianbesar melepaskannorepinefrin,
sebagiankecil ACh)Pre dan post melepaskanACh
Tipe Reseptor untukNeurotransmiter Pre danPost*
Pre: nikotinik; Post:
adrenergik
1,

1
, 2
,

2
Pre: nikotinik; Post:muskarinik
Peranan
Fight-or-Flight General Housekeeping
*
Pre
adalah serabut preganglion;
Post
adalah serabut pascaganglion;
ACh
adalahasetilkolin
Kelebihan Persarafan Ganda
Persarafan simpatis dan parasimpatis sesungguhnya bekerjabersamaan. Namun
demikian, ada suatu kondisi yang memungkinkan simpatislebih dominan dari

parasimpatis, atau sebaliknya. Keduanya bekerja dengansuatu aktivitas parsial yang


dinamakan tonus simpatis dan parasimpatis, atauaktivitas tonus. Namun demikian,
ada suatu situasi yang mampu memicupersarafan yang satu menjadi lebih aktif
dari yang lain.