Anda di halaman 1dari 20

HASILKALI KELARUTAN

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Umumnya larutan memiliki beberapa sifat. Yaitu larutan non
elektrolit dan larutan elektrolit. Larutan tersebut mempunyai hubungan erat
dengan konsentrsi dari tiap komponennya. Sifat-sifat larutan seprti rasa,
ph, warna, dan kekentalan bergantung pada jenis dan konsentrasi zat
terlarut. Larutan dapat dibuat dari dua macam zat, yaitu zat padat dan zat
cair. Larutan dibuat untuk mendapatkan campuran larutan dari dua atau
lebih zat. Berbagai jenis garam dapat kita jumpai dalam kehidupan seharihari. Meskipun sekilas tampilan fisiknya hampir serupa. Namun hal
tersebut tidak menjamin kemiripan sifatnya. Tiap-tiap garam memiliki
karakter khas, diantaranya dalam hal kelarutan dalam air. Ada garam yang
mudah larut, sedikit larut, hingga tidak dapat larut sama sekali.
Kelarutan adalah banyaknya garam yang dapat larut dalam 1 liter
air ,sedangkan hasil kali kelarutan adalah kali kelarutan konsentrasi ionion zat yang sukar larut dalam air dipangkatkan koefisiennya masingmasing. Faktor-faktor yang mempengaruhi larutan adalah jenis pelarut,
temperature/suhu, dan pengadukan. Sebenarnya tanpa kita sadari begitu
banyak konsep kimia yang sering kita terapkan dalam kehidupan seharihari meskipun hanya mencampurkan dua larutan sederhana akan tetapi
telah ada bentuk reaksi didalamnya.
Dari percobaan ini di maksudkan agar kita bisa mengerti apa itu
kelarutan,larutan jenuh, dan cara menentukan hasil kelarutan dari garam
karbonat.

1.2 Maksud Praktikum

Muh.Wais
15020150149

Mardina H.Halik

HASILKALI KELARUTAN

Menentukan tetapan hasilkali kelarutan


1.3 Tujuan Praktikum
1. Membuat larutan jenuh suatu garam karbonat
2. Menentukan kelarutan garam karbonat
3. Menentukan hasilkali kelarutan garam karbonat

BAB 2
Muh.Wais
15020150149

Mardina H.Halik

HASILKALI KELARUTAN

TINJAUAN PUSTAKA
2 .1 Teori Umum
A.Kelarutan (Solubility)
Istilah kelarutan (solubility) digunakan untuk menyatakan jumlah
maksimal zat yang dapat larut dalam sejumlah tertentu pelarut. Kelarutan
(khususnya untuk zat yang sukar larut) dinyatakan dalam satuan mol.L1.
Jadi, kelarutan (s) sama dengan molaritas (M).
B.Kesetimbangan Hasil Kali Kelarutan
Kesetimbangan kimia adalah kesetimbangan dinamis, karena dalam
sistem terjadi perubahan zat pereaksi menjadi hasil reaksi, dan
sebaliknya. Sebagai contoh :
AB + CD

AC + BD

Dalam kesetimbangan ini, terjadi reaksi AB dan CD menjadi AC dan


BD, dan pada saat yang sama, AC dan BD bereaksi menjadi AB dan CD.
Akibatnya keempat zat dalam sistem itu jumlahnya mendekati konstan.
Sistem kesetimbangan dibagi menjadi dua kelompok yaitu
1. sistem kesetimbangan homogen
2. sistem kesetimbangan heterogen
Kesetimbangan homogen merupakan kesetimbangan yang anggota
sistemnya mempunyai fase yang sama, sehingga sistem yang terbentuk
itu hanya satu fase saja. Kesetimbangan heterogen merupakan suatu
kesetimbangan yang anggota sistemnya mempunyai lebih dari satu fase,
sehingga sistem yang terbentuk pun mempunyai lebih dari satu macam
fase.
Dalam kimia terdapat hubungan antara konstanta kesetimbangan
dengan

persamaan

reaksi

yang

disebut

Hukum

Kesetimbangan.

Konstanta kesetimbangan konsentrasi adalah hasil perkalian antara zat


hasil reaksi dibagi dengan perkalian konsentrasi zat pereaksi, dan masingmasing dipangkatkan dengan koefisien reaksinya (Syukri, 1999).
Muh.Wais
15020150149

Mardina H.Halik

HASILKALI KELARUTAN

C. Larutan Jenuh
Kepekatan larutan secara kuantitatif sering juga di ungkapakan dalam
istilah jenuh,tidak jenuh,dan lewat jenuh. Larutan jenuh didefinisikan
sebagai larutan yang mengandung zat terlarut dalam jumlah yang
diperlukan untuk adanya kesetimbangan antara zat terlarut yang larut dan
yang tak larut. Pembentukan larutan jenuh dapat dipercepat dengan
pengadukan yang kuat dari zat terlarut yang berlebih. Banyaknya zat
terlarut yang melarut dalam pelarut yang banyaknya tertentu, untuk
menghasilkan suatu larutan jenuh disebut kelarutan zat terlarut. Lazimnya
kelarutan dinyatakan dalam gram zat terlarut per 100 cm 3 atau 100 gram
pelarut pada temperatur yang sudah ditentukan (Brady, 1999).
Larutan tidak jenuh mengandung zat terlarut dengan kosentrasi yang
lebih kecil daripada larutan jenuh.Larutan NaCl pada 25 C yang
mengandung NaCl kurang dari 36,5 gram di sebut larutan tidak
jenuh.Dalam larutan tidak jenuh belu tercapai kesetimbangan antara zat
terlarut dan zat yang tidak melarutnya.Jika zat terlarut di tambahkan ke
dalam larutan maka larutan mendekati jenuh (Yayan Sunarya,2012).
Larutan lewat jenuh menunjukan keadaan yang tidak stabil,sebab
larutan mengandung zat terlarut yang jumlahnya melebihi kosentrasi
kesetimbangannya.Larutan lewat jenuh umumnya terjadi jika larutan yang
sudah melebihi jenuh pada suhu tinggi di turunkan sampai mendekati
suhu kamar.Misalnya Natrium Asetat,CH3COONa dengan mudah dapat
membentuk larutan lewat jenuh dalam air (Yayan Sunarya,2012).
D. Kelarutan Suatu Garam
Kelarutan dari suatu garam adalah banyaknya garam yang dapat larut
dalam suatu pelarut sampai garam tersebut tepat akan mengendap.Jika
suatu garam memiliki tetapan hasil kali larutan yang besar, maka
dikatakan garam tersebut mudah larut. Sebaliknya jika harga tetapan hasil
kali larutan dari suatu garam tertentu sangat kecil, dapat dikatakan bahwa
garam tersebut sukar untuk larut.
Muh.Wais
15020150149

Mardina H.Halik

HASILKALI KELARUTAN

Harga tetapan hasil kali kelarutan dari suatu garam dapat berubah
dengan perubahan temperatur. Umumnya kenaikan temperatur akan
memperbesar kelarutan suatu garam, sehingga harga tetapan hasil kali
kelarutan garam tersebut juga akan semakin besar (Petrucci, 1987).
Dalam suatu larutan jenuh dari suatu elektrolit yang sukar larut,terdapat
kesetimbangan antara zat padat yang tidak larut dan ion-ion zat itu yang
larut.Karena zat padat tidak mempunyai molaritas, maka tetapan
kesetimbangan reaksi di atas hanya melibatkan ion-ionnya saja, dan
tetapan kesetimbangannya disebut tetapan hasil kali kelarutan (Ksp)
(James E. Brady, 1990).
E.Hubungan Kelarutan (s) dengan Tetapan Hasil Kali Kelarutan(Ksp)
Nilai Ksp berguna untuk menentukan keadaan senyawa ion dalam
larutan, apakah belum jenuh, tepat jenuh, atau lewat jenuh, yaitu dengan
membandingkan hasil kali ion dengan hasil kali kelarutan, kriterianya
adalah sebagai berikut :
1. Apabila hasil kali ion-ion yang dipangkatkan dengan koefisiennya
masing- masing kurang dari nilai Ksp maka larutan belum jenuh dan tidak
terjadi endapan.
2. Apabila hasil kalli ion ion yang dipangkatkan koefisiennya masing
masing sama dengan nilai Ksp maka kelarutannya tapat jenuh, namun
tidak terjadi endapan.
3. Apabila hasil kali ion ion yang dipangkatkan koefisiennya lebih dari
nilai Ksp, maka larutan disebut lewat jenuh dan terbentuk endapan.
Hubungan antara kelarutan dengan Ksp yaitu Ksp dapat menentukan
kelarutan dan kelarutan dapat pula dihitung dari tabel Ksp. Pengaruh ion
senama, sejak ini larutan jenuh yang mengandung ion-ion yang berasal
dari satu sumber padatan murni. Kelarutan senyawa ion yang sedikit larut
semakin rendah kelarutannya dengan kehadiran yang memberikan ion
senama. Pengaruh ion senama dalam kesetimbangan kelarutan adalah
Muh.Wais
15020150149

Mardina H.Halik

HASILKALI KELARUTAN

misalnya larutan yang jernih dengan penambahan sedikit larutan yang


mengandung ion senama akan menurunkan kelarutan zat, dan kelebihan
terlarut mengendap. Pengaruh ion senama lebih dikenal dengan istilah
pengaruh garam. Kelarutan meningkat apabila terjadi pembentukan
pasangan ion dalam larutan. Faktor yang lebih nyata dari pasangan ion
adalah jika ion yang berperan serta dalam kesetimbangan kelarutan
secara bersamaan terlibat dalam kesetimbangan asam basa atau ion
kompleks. Maka nilai Ksp tergantung pada suhu (Administrator,2009).
2 .2 Uraian Bahan
1. Barium Karbonat (Ditjen POM ,1979,Hal : 656 )
Nama resmi

: BARIUM CHLORIDUM

Nama lain

: Barium Klorida

Rumus molekul

: BaCO3

Berat molekul

: 244,28

Pemerian

: Hablur,tidak berwarna

Kelarutan

: Larut dalam 5 bagian air

2. Kalsium Karbonat (Ditjen POM,1979,Hal : 120)


Nama resmi

: CALCII CARBONAS

Nama lain

: Kalsium Karbonat

Rumus molekul

: CaCO3

Berat molekul

: 68,09

Pemerian

: Serbuk Hablur,putih,tidak berbau,tidak

berasa

Muh.Wais
15020150149

Mardina H.Halik

HASILKALI KELARUTAN

Kelarutan

: Praktis tidak larut dalam air,sangat sukar larut

dalam air yang mengandung karbondioksida


3. Magnesium Karbonat (Ditjen POM,1979,Hal : 351)
Nama resmi

: MAGNESII CARBONAS LEVIS

Nama lain

: Magnesium karbonat

Rumus molekul

: MgCO3

Berat molekul

: 2,015

Pemerian

: Serbuk putih,tidak berbau,tidak berasa

Kelarutan

: Praktis tidak larut dalam air ,larut dalam

asam encer dan disertai terjadinya buih yang kuat


4. Asam Klorida (Ditjen POM,1979,Hal : 53)
Nama resmi

: ACIDUM HIDROCHIORIDUM

Nama lain

: Asam Klorida

Rumus molekul

: HCl

Berat molekul

: 36,5

Pemerian

: Cairan tidak berwarna,berasap,dan bau

merangsang jika di encerkan dengan 2 bagian air,asap dan bau


hilang
Kelarutan

: Larutan yang sangat encer masih bereaksi

asam kuat terhadap kertas lakmus P


5. Natrium Hirdoksida (Ditjen POM,1979,Hal : 421)
Nama resmi

: NATRII HIDROCIDIUM

Nama lain

: Natrium Hidroksida

Muh.Wais
15020150149

Mardina H.Halik

HASILKALI KELARUTAN

Rumus molekul

: Na(OH)

Berat molekul

: 40

Pemerian

: Bentuk batang,masa hablur atau keping-

keping ,rapuh dan mudah meleleh basah,sangat alkalis dan korosif


Kelarutan

: Sangat mudah larut dalam air dan etanol

(95%)
6. Nenol Merah (Ditjen POM,1979,Hal : 704)
Nama resmi

: FENOL SULFAKTALEN

Nama lain

: Fenol Merah

Rumus molekul

: C19H14O5S

Berat molekul

: 318,32

Pemerian

: Serbuk hablur bermacam-macamwarna

merah tua sampai merah


Kelarutan

: Larut dalam air,mudah larut dalam kloroform

eter

Muh.Wais
15020150149

Mardina H.Halik

HASILKALI KELARUTAN

2 .3 Prosedur Kerja
A).Larutan MgCO3
1. Ambil larutan MgCO3 jenuh sebanyak 25 cm3 dengan pipet
gondok.masukan ke dalam enlemeyer 100 cm 3 tambah dengan 5
cm3 larutan HCl 0,01 M,gunakan pipet gondok (volume) 5 cm 3 .
2. Ke dalam larutan campuran (1) itu tambah 10 cm 3 larutan NaOH
0.01 M dan kemudian tambah larutan penunjuk fenol merah
3. Ambil larutan baku HCl o,01 M masukan dalam buret
4. Larutan campuran hasil kerja (2) dititasi dengan larutan HCl baku
yang telah di siapkan di langkah (3).Pada saat titrasi ,enlemeyer di
goyangkan agar terjadi reaksi sempurna dan merata
5. Hentikan penambahan HCl dari buret,bila larutan telah berubah
warna dari merah ke jingga (antara merah dan kuning)
6. Catat volume HCl 0,01 M pada akhir titrrasi
7. Ulangi cara kerja 1,2,3,4,5,dan 6 dua kali lagi,sehingga anda dapat
3 data
B).Larutan CaCO3
1. Ambil larutan CaCO3 jenuh sebanyak 25 cm3 dengan pipet
gondok.masukan ke dalam enlemeyer 100 cm 3 tambah dengan 5
cm3 larutan HCl 0,01 M,gunakan pipet gondok (volume) 5 cm 3 .
2. Ke dalam larutan campuran (1) itu tambah 10 cm 3 larutan NaOH
0.01 M dan kemudian tambah larutan penunjuk fenol merah
3. Ambil larutan baku HCl o,01 M masukan dalam buret
4. Larutan campuran hasil kerja (2) dititasi dengan larutan HCl baku
yang telah di siapkan di langkah (3).Pada saat titrasi ,enlemeyer di
goyangkan agar terjadi reaksi sempurna dan merata
5. Hentikan penambahan HCl dari buret,bila larutan telah berubah
warna dari merah ke jingga (antara merah dan kuning)
6. Catat volume HCl 0,01 M pada akhir titrrasi
7. Ulangi cara kerja 1,2,3,4,5,dan 6 dua kali lagi,sehingga anda dapat
3 data
C).Larutan BaCO3
Muh.Wais
15020150149

Mardina H.Halik

HASILKALI KELARUTAN

1. Ambil larutan BaCO3 jenuh sebanyak 25 cm3 dengan pipet


gondok.masukan ke dalam enlemeyer 100 cm 3 tambah dengan 5
cm3 larutan HCl 0,01 M,gunakan pipet gondok (volume) 5 cm 3 .
2. Ke dalam larutan campuran (1) itu tambah 10 cm 3 larutan NaOH
0.01 M dan kemudian tambah larutan penunjuk fenol merah
3. Ambil larutan baku HCl o,01 M masukan dalam buret
4. Larutan campuran hasil kerja (2) dititasi dengan larutan HCl baku
yang telah di siapkan di langkah (3).Pada saat titrasi ,enlemeyer di
goyangkan agar terjadi reaksi sempurna dan merata
5. Hentikan penambahan HCl dari buret,bila larutan telah berubah
warna dari merah ke jingga (antara merah dan kuning)
6. Catat volume HCl 0,01 M pada akhir titrrasi
7. Ulangi cara kerja 1,2,3,4,5,dan 6 dua kali lagi,sehingga anda dapat
3 data

BAB 3

METODE KERJA
3. 1 Alat dan Bahan Praktikum
Muh.Wais
15020150149

Mardina H.Halik

HASILKALI KELARUTAN

Enlermeyer 100 cm3 2 buah,kaca kimia 1 buah,Pipet volume 10 cm 3 1


buah,Pipet volume 25 cm3 1 buah,pipet volume 5 cm 3,buret 50
cm3,corong,Tissu,Larutan jenuh MgCO3,CaCO3,BaCO3,larutan baku HCl
0,01 M,larutan baku NaOH0,01 M,penunjuk fenol merah.
3. 1 Cara Kerja
A).Larutan MgCO3

Ambil larutan MgCO3 sebanyak 25 ml masukan dalam


enlemeyer tambahakan larutan 5 ml HCl 0,01 M,kemudian
tambahkan 10 ml larutan NaOH 0,01 M dan tetesi sebanyak 5

tetes larutan penunjuk fenol merah


Titrasi larutan baku HCl 0,01 M sampai beubah warna dari ungu

menjadi kuning muda


Cata volume HCl 0,01 M pada akhir titrasi

B).Larutan CaCO3

Ambil larutan CaCO3 sebanyak 25 ml masukan dalam


enlemeyer tambahakan larutan 5 ml HCl 0,01 M,kemudian
tambahkan 10 ml larutan NaOH 0,01 M dan tetesi sebanyak 5

tetes larutan penunjuk fenol merah


Titrasi larutan baku HCl 0,01 M sampai beubah warna dari ungu

menjadi kuning muda


Cata volume HCl 0,01 M pada akhir titrasi

C).Larutan BaCO3

Ambil larutan BaCO3 sebanyak 25 ml masukan dalam enlemeyer


tambahakan larutan 5 ml HCl 0,01 M,kemudian tambahkan 10 ml
larutan NaOH 0,01 M dan tetesi sebanyak 5 tetes larutan
penunjuk fenol merah

Muh.Wais
15020150149

Mardina H.Halik

HASILKALI KELARUTAN

Titrasi larutan baku HCl 0,01 M sampai beubah warna dari ungu

menjadi kuning muda


Cata volume HCl 0,01 M pada akhir titrasi

BAB 4

HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil
Muh.Wais
15020150149

Mardina H.Halik

HASILKALI KELARUTAN

Larutan
jenuh
yang di
amati
25 ml
MgCO3
25 ml
MgCO3
25 ml
MgCO3
25 ml
CaCO3
25 ml
CaCO3
25 ml
CaCO3
25 ml
BaCO3
25 ml
BaCO3
25 ml
BaCO3

Penamb Penamba
ahan HCl han NaOH
0,01 M
0,01 M

penunjuk
fenol
merah

Warna
larutan

Volume
HCl
0,01 M

5 ml

10 ml

5 tetes

10 ml

5 ml

10 ml

5 tetes

5 ml

10 ml

5 tetes

5 ml

10 ml

5 tetes

5 ml

10 ml

5 tetes

5 ml

10 ml

5 tetes

5 ml

10 ml

5 tetes

5 ml

10 ml

5 tetes

5 ml

10 ml

5 tetes

Kuning
muda
Kuning
muda
Kuning
muda
Kuning
muda
Kuning
muda
Kuning
muda
Kuning
muda
Kuning
muda
Kuning
muda

Perhitungan MgCO3
10+9,5+8,7

Volume HCL rata-ratanya =

= 9,4 mL
3
0,01 M

HCl yang bereaksi dengan NaOH sisa = 9,4 x


1000 mL
Muh.Wais
15020150149

Mardina H.Halik

9,5 ml
8,7 ml
8,3 ml
8,3 ml
9,1 ml
8,8 ml
11,6 ml
9,3 ml

HASILKALI KELARUTAN

NaOH sisa = 9,4 . 10-5 mol


0,01 M
10.10 -5
1000 mL

NaOH yang di tambahkan = 10 mL x


NaOH yang bereaksi dengan HCl sisa =
10.10-5 mol - 9,4 . 10-5 mol = 6.10-6 mol
HCl sisa =0,6.10-5 mol

0,01 M
= 5 . 10 -5 mol

HCl yang di tambahkan = 5 mL x


1000 mL

HCl yang beraksi dengan MgCO3 = (5-0,6).10-5 mol = -4,4 . 10-5 mol
-4,4 . 10-5 mol
Jumlah mol MgCO3 =
= -2,2 .10-5 mol
2
Kepekatan MgCO3 = -8,8.10-8 mol/L
Ksp MgCO3 = [Mg2+] + [CO32-]
= (-8,8.10-8 mol )( -8,8.10-8 mol)
= 77,44 . 10-8 mol
Ksp teoritisnya = 3,510-8 mol
Perhitungan CaCO3
8,3+8,3+9,1
Volume HCL rata-ratanya =
= 8,5 mL
3
0,01 M
HCl yang bereaksi dengan NaOH sisa = 8,5 x
1000 mL
NaOH sisa = 8,5 . 10-5 mol
0,01 M
10.10 -5
1000 mL

NaOH yang di tambahkan = 10 mL x


NaOH yang bereaksi dengan HCl sisa =
10.10-5 mol 8,5 . 10-5 mol = 1,5.10-5 mol
HCl sisa =1,5.10-5 mol

0,01 M
= 5 . 10 -5 mol

HCl yang di tambahkan = 5 mL x


1000 mL

HCl yang beraksi dengan CaCO3 = (5-1,5).10-5 mol = 3,5 . 10-5 mol
3,5 . 10-5 mol
Jumlah mol CaCO3 =
= 1,75 .10-5 mol
2
Muh.Wais
15020150149

Mardina H.Halik

HASILKALI KELARUTAN

Kepekatan CaCO3 = 7.10-7 mol/L


Ksp CaCO3 = [Ca2+] + [CO32-]
=(1,75 .10-7 mol)( 1,75 .10-7 mol)
= 3,06 . 10-7 mol
Ksp teoritisnya = 2,810-9 mol
Perhitungan BaCO3
8,8+11,6+9,3
Volume HCL rata-ratanya =

= 9,9 mL
3
0,01 M

HCl yang bereaksi dengan NaOH sisa = 9,9 x


1000 mL
NaOH sisa = 9,9 . 10-5 mol
0,01 M
10.10 -5

NaOH yang di tambahkan = 10 mL x


1000 mL
NaOH yang bereaksi dengan HCl sisa =
10.10-5 mol 9,9 . 10-5 mol = 0,1.10-5 mol
HCl sisa =0,1.10-5 mol
0,01 M

= 5 . 10 -5 mol

HCl yang di tambahkan = 5 mL x


1000 mL

HCl yang beraksi dengan BaCO3 = (5-0,1).10-5 mol = 4,9 . 10-5 mol
4,9 . 10-5 mol
= 2,45 .10-5 mol

Jumlah mol BaCO3 =


2
Kepekatan BaCO3 = 9,8.10-7 mol/L
Ksp CaCO3 = [Ca2+] + [CO32-]

=(9,8 .10-7 mol)( 9,8 .10-7 mol)


= 96,04 . 10-7 mol
Ksp teoritisnya = 8,1 . 10-9 mol
4.2 Pembahasan
Dalam praktikum kali ini, bahan yang digunakan yaitu MgCO 3 , kalsium
karbonat (CaCO3) dan BaCO3. Pada larutan jenuh MgCO3 dengan volume
larutan jenuh sebanyak 20 ml, ditambahkan 1 mL HCl 0,001 M dan 10 mL
Muh.Wais
15020150149

Mardina H.Halik

HASILKALI KELARUTAN

NaOH 0,01 M dengan 5 tetes indikator fenol merah. Kemudian campuran


ini dititrasi dengan larutan standar HCl. Titrasi dilakukan sebanyak 2 kali,
sehingga volume larutan HCl rata-rata yang digunakan untuk titrasi adalah
77,44 mL denga perubahan larutan berwarna merah muda menjadi kuning
muda akibat hasil dari dititrasi dengan larutan standar HCl sehingga
menghasilkan menghasilkan perubahan warna tersebut. Perubahan warna
ini disebabkan karena adanya reaksi antara indikator fenol merah dengan
larutan HCl yang bersifat asam
Hasil Ksp dari percobaan dengan nilai Ksp teoritis terdapat
perbedaan. Perbedaan ini dimungkinkan karena kesalahan dari praktikan
misalnya dalam pengambilan larutan dengan menggunakan pipet gondok,
mungkin saja larutan yang diambil tidak tepat besarnya, sehingga
mempengaruhi hasil titrasi yang kemudian akan berpengaruh pada hasil
perhitungan kelarutan MgCO3. jika kekurangan atau kelebihan dalam
memipet larutan uji, maka larutan HCl yang digunakan untuk memperoleh
keadaan seimbang pada titik akhir titrasi akan berbeda-beda besarnya
sesuai dengan banyaknya zat yang akan direaksi.Selain itu suhu juga
berpengaruh, suhu yang tidak sesuai dengan suhu ruangan 25 C, sulit
untuk tetap pada suhu kamar. Kebersihan alat-alat juga sangat
berpengaruh, kemungkinan alat yang digunakan kurang bersih dan
terkontaminasi dengan zat lain yang memungkinkan data yang diperoleh
kurang akurat.
Sedangkan pada larutan jenuh CaCO3 yang merupakan larutan yang
tepat akan mengendap apabila di dalamnya ditambahkan padatan
CaCO3 dimana padatan tersebut tidak akan larut dan membentuk
endapan kembali.Kesetimbangan hasil kali kelarutan yang dilakukan pada
percobaan CaCO3dengan volume larutan jenuh sebanyak 25 mL yang
ditambahkan dengan 5 ml larutan HCl 0,01 M dan ditambahkan lagi
dengan NaOH 0,01 M 10 ml beserta indikator fenol merah sebanyak 5
tetes dititrasi dengan HCl baku dari buret hingga menghasilkan warna dari
yang berwarna merah muda menjadi warna kuning muda Rata-rata
Muh.Wais
15020150149

Mardina H.Halik

HASILKALI KELARUTAN

volume HCl yang dihasilkan untuk titrasi

adalah sebanyak 8,5

mL. Perubahan warna tersebut diakibatkan karena perubahan pH larutan


campuran yang sebelumnya lebih bersifat basa, namun setelah dititrasi
dengan HCl, pH larutan menjadi berubah. Pada penambahan HCl
kedalam larutan CaCO3 jenuh terjadi reaksi, dalam hal ini HCl yang
ditambahkan berlebihan, karena belum diketahui berapa Ca2+ yang ada
dalam larutan .
pada larutan jenuh BaCO3 yang merupakan larutan yang tepat akan
mengendap apabila di dalamnya ditambahkan padatan BaCO3 dimana
padatan

tersebut

tidak

kembali.Kesetimbangan

akan

hasil

kali

larut

dan

kelarutan

membentuk
yang

endapan

dilakukan

pada

percobaan BaCO3dengan volume larutan jenuh sebanyak 25 mL yang


ditambahkan dengan 5 ml larutan HCl 0,01 M dan ditambahkan lagi
dengan NaOH 0,01 M 10 ml beserta indikator fenol merah sebanyak 5
tetes dititrasi dengan HCl baku dari buret hingga menghasilkan warna dari
yang berwarna merah muda menjadi warna kuning muda Rata-rata
volume HCl yang dihasilkan untuk titrasi

adalah sebanyak 9,9

mL. Perubahan warna tersebut diakibatkan karena perubahan pH larutan


campuran yang sebelumnya lebih bersifat basa, namun setelah dititrasi
dengan HCl, pH larutan menjadi berubah. Pada penambahan HCl
kedalam larutan BaCO3 jenuh terjadi reaksi, dalam hal ini HCl yang
ditambahkan berlebihan, karena belum diketahui berapa Ba2+ yang ada
dalam larutan .
Pada perhitungan Ksp garam MgCO3,CaCO3,dan BaCO3,diperoleh
harga tersebut ternyata tidak sama dengan harga nilai Ksp teoritisnya.
Perbedaan ini kemungkinan terdapat kesalahan beberapa faktor saat
titrasi. Beberapa faktor tersebut seperti kurang telitinya praktikan dalam
pembacaan volume pada buret, kurang tepatnya dalam mengamati
perubahan

warna

pada

proses

titrasi

serta

kurang

teliti

dalam

penambahan antara larutan yang satu dengan yang lain,pengukuran


volume bahan, ketika pengenceran, suhu ruangan yang tidak sesuai
Muh.Wais
15020150149

Mardina H.Halik

HASILKALI KELARUTAN

sejumlah 25o C, dan juga pada kebersihan alat-alat yang kemungkinan


kurang

bersih

atau

terkontaminasi

dengan

zat

lain

sehingga

mengakibatkan data yang diperoleh masih kurang akurat.


Dalam setiap praktikum tidak selalu mendapatkan hasil yang
memuaskan, tepat dan sempurna. Karena setiap proses metode ilmiah
tidak bisa jika dilakukan hanya dalam satu kali percobaan saja, tetapi
diperlukan pengulangan, waktu lama dan ketelitian praktikan.

BAB 5

Muh.Wais
15020150149

Mardina H.Halik

HASILKALI KELARUTAN

KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 kesimpulan

Dalam suatu larutan jenuh dari suatu elektrolit yang sukar larut,
terdapat kesetimbangan antara zat padat yang tidak larut dan ionion zat itu yang larut.Karena zat padat tidak mempunyai molaritas,
maka tetapan kesetimbangan reaksi di atas hanya melibatkan ionionnya saja, dan tetapan kesetimbangannya disebut tetapan hasil

kali kelarutan (Ksp)


Kelarutan MgCO3 pada percobaan ini adalah 77,44 . 10-8 mol
Hasil kali kelarutan (Ksp) MgCO 3 pada percobaan ini adalah 77,44 .

10-8 mol, sedangkan Ksp teoritisnya 3,5 x 10-8 mol


Kelarutan CaCO3 pada percobaan ini adalah 3,06 . 10-7 mol
Hasil kali kelarutan (Ksp) CaCO3 pada percobaan ini adalah 3,06 .

10-7 mol ,sedangkan Ksp teoritisnya 2,8 x 10-9


Kelarutan MgCO3 pada percobaan ini adalah 96,04 . 10-7 mol
Hasil kali kelarutan (Ksp) MgCO3 pada percobaan ini adalah 96,04 .
10-7 mol ,sedangkan Ksp teoritisnya 8,1 x 10-9

5.2 saran
Sebelum

memulai

praktikum,hendaknya

praktikan

terlebih

dulu

mengecek semua alat-alat yang akan digunakan agar dalam keadaan


steril. Praktikan juga diharapkan fokus dan teliti terhadap percobaan,
agar hasil yang didapat maksimal dan juga akurat. Agar bias
mendapatkan hasil yang sama dengan teoritis.

DAFTAR PUSTAKA

Muh.Wais
15020150149

Mardina H.Halik

HASILKALI KELARUTAN

Brady, James E. 1999. Kimia Universitas. Jilid I. Binarupa Aksara :


Jakarta.
Brady, James E. Kimia Universitas Asas dan Struktur Edisi kelima jilid
1. Binarupa Aksara : Jakarta.
Petrucci. 1987. Kimia Dasar Jilid 2. Erlangga, Jakarta.
Sunarya,Yayan .2012.kimia dasar 2.Yrama Widya : Bandung
Syukri. 1999. Kimia Dasar 2. ITB, Bandung.

Muh.Wais
15020150149

Mardina H.Halik