Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN
A. Hadist ke-6 Halal dan Haram itu jelas


" :
, , ,
, , ,
, , ,
Terjemahan:
Dari Abu 'Abdillah An-Nu'man bin Basyir radhiallahu 'anhuma berkata,"Aku
mendengar Rasulullah bersabda: Sesungguhnya yang Halal itu jelas dan yang haram itu
jelas, dan diantara keduanya ada perkara yang samar-samar, kebanyakan manusia tidak
mengetahuinya, maka barangsiapa menjaga dirinya dari yang samar-samar itu, berarti ia telah
menyelamatkan agama dan kehormatannya, dan barangsiapa terjerumus dalam wilayah
samar-samar maka ia telah terjerumus kedalam wilayah yang haram, seperti penggembala
yang menggembala di sekitar daerah terlarang maka hampir-hampir dia terjerumus
kedalamnya. Ingatlah setiap raja memiliki larangan dan ingatlah bahwa larangan Alloh apaapa yang diharamkan-Nya. Ingatlah bahwa dalam jasad ada sekerat daging jika ia baik maka
baiklah seluruh jasadnya dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa
segumpal daging itu adalah hati. [Bukhari no. 52, Muslim no. 1599]
B. Penjelasan Hadist
Hadits ini merupakan salah satu pokok syariat Islam. Abu Dawud As Sijistani
berkata, Islam bersumber pada empat (4) hadits. Dia sebutkan diantaranya adalah hadits
ini. Para ulama telah sepakat atas keagungan dan banyaknya manfaat hadits ini.
Yang pertama Kalimat, Sesungguhnya yang Halal itu jelas dan yang haram itu jelas,
dan diantara keduanya ada perkara yang samar-samar maksudnya segala sesuatu terbagi
kepada tiga macam hukum. Sesuatu yang ditegaskan halalnya oleh Allah, maka dia adalah
halal, seperti firman Allah (QS. Al-Maaidah 5 : 5),Aku Halalkan bagi kamu hal-hal yang
1

baik dan makanan (sembelihan) ahli kitab halal bagi kamu dan firman-Nya dalam (QS. AnNisaa 4:24), Dan dihalalkan bagi kamu selain dari yang tersebut itu dan lain-lainnya.
Adapun yang Allah nyatakan dengan tegas haramnya, maka dia menjadi haram, seperti
firman Allah dalam (QS. An-Nisaa 4:23), Diharamkan bagi kamu (menikahi) ibu-ibu kamu,
anak-anak perempuan kamu .. dan firman Allah (QS. Al-Maaidah 5:96), Diharamkan
bagi kamu memburu hewan didarat selama kamu ihram. Juga diharamkan perbuatan keji
yang

terang-terangan

maupun

yang

tersembunyi.

Setiap

perbuatan

yang

Allah

mengancamnya dengan hukuman tertentuatau siksaan atau ancaman keras, maka perbuatan
itu haram.
Adapun yang syubhat (samar) yaitu setiap hal yang dalilnya masih dalam
pembicaraan atau pertentangan, maka menjauhi perbuatan semacam itu termasuk wara. Para
Ulama berbeda pendapat mengenai pengertian syubhat yang diisyaratkan oleh Rasulullah .
Pada hadits tersebut, sebagian Ulama berpendapat bahwa hal semacam itu haram hukumnya
berdasarkan sabda Rasulullah, barangsiapa menjaga dirinya dari yang samar-samar itu,
berarti

ia

telah

menyelamatkan

agama

dan

kehormatannya.

Barangsiapa

tidak

menyelamatkan agama dan kehormatannya, berarti dia telah terjerumus kedalam perbuatan
haram. Sebagian yang lain berpendapat bahwa hal yang syubhat itu hukumnya halal dengan
alasan sabda Rasulullah, seperti penggembala yang menggembala di sekitar daerah
terlarang kalimat ini menunjukkan bahwa syubhat itu halal, tetapi meninggalkan yang
syubhat adalah sifat yang wara. Sebagian lain lagi berkata bahwa syubhat yang tersebut pada
hadits ini tidak dapat dikatakan halal atau haram, karena Rasulullah menempatkannya
diantara halal dan haram, oleh karena itu kita memilih diam saja, dan hal itu termasuk sifat
wara juga.
Sabda Nabi saw., Sesungguhnya yang halal itu jelas, dan yang haram itu jelas, dan
di antara keduanya terdapat perkara-perkara syubhat (samar, belum jelas) yang tidak
diketahui oleh kebanyakan orang, mengandung pengertian bahwa segala sesuatu itu terbagi
menjadi tiga: Pertama: Sesuatu yang jelas halalnya, seperti; biji-bijian, buah-buahan, hewanhewan ternak. Itu semua halal jika tidak didapatkan dari cara yang haram.Kedua: Sesuatu
yang jelas haramnya, seperti meminum khamr (minuman keras memabukkan), memakan
bangkai, menikahi wanita-wanita yang mahram.Kedua hal ini diketahui oleh orang-orang
khusus (para ulama) ataupun orang-orang awam.Ketiga: Perkara-perkara syubhat (samar)
yang berkisar antara yang halal dan haram. Ia bukan termasuk hal-hal yang jelas halalnya,
dan bukan pula termasuk hal-hal yang jelas haramnya. Hal-hal inilah yang tidak diketahui
oleh kebanyakan orang. Namun, hanya diketahui oleh sebagian mereka.
2

Sabda Nabi saw.,Maka barangsiapa yang menjaga (dirinya) dari syubhat, ia telah
berlepas diri (demi keselamatan) agama dan kehormatannya. Dan barangsiapa yang
terjerumus ke dalam syubhat, ia pun terjerumus ke dalam (hal-hal yang) haram. Bagaikan
seorang penggembala yang menggembalakan hewan ternaknya di sekitar kawasan terlarang,
maka hampir-hampir (dikhawatirkan) akan memasukinya. Ketahuilah, sesungguhnya setiap
penguasa (raja) memiliki kawasan terlarang. Ketahuilah, sesungguhnya kawasan terlarang
Allah adalah hal-hal yang diharamkan-Nya. Ini kembalinya kepada bagian yang ketiga,
yaitu perkara-perkara syubhat.Maka,hendaknya seseorang menjauhinya. Karena pada hal
demikian ini terdapat keselamatan bagi agamanya yang urusannya berkaitan antara ia dan
Allah. Juga terdapat keselamatan bagi kehormatannya yang hubungannya antara ia dan orang
lain. Sehingga, dengan demikian tidak ada lagi celah dan kesempatan bagi orang lain untuk
mencelanya.
Namun, jika ia menganggap remeh perkara-perkara syubhat ini, ia pun mungkin akan
terjerumus ke dalam perbuatan yang jelas keharamannya. Dan sungguh Nabi saw.,` telah
memberikan sebuah perumpamaan hal itu bagaikan seorang penggembala yang
menggembalakan hewan ternaknya di sekitar kawasan terlarang.Maka apabila ia jauh dari
kawasan terlarang tersebut, ia pun akan selamat dalam menggembalakan hewan-hewan
ternaknya. Namun, jika ia dekat-dekat dengan kawasan terlarang tersebut, dikhawatirkan
akan memasukinya berserta hewan-hewan ternaknya, sedangkan ia tidak menyadarinya.
Yang dimaksud dengan ( )adalah lahan atau kawasan (khusus) yang subur (yang
biasa) dijaga oleh para penguasa (raja). Mereka melarang orang lain untuk mendekatinya.
Maka, orang yang mengembalakan hewan-hewan ternaknya, ia sudah sangat dekat dan
hampir-hampir memasukinya. Dengan demikian, ia membahayakan dirinya karena akan
dihukum.Sedangkan, kawasan terlarang Allah adalah hal-hal yang diharamkan-Nya. Maka
wajib bagi setiap orang untuk menjauhinya. Sehingga, ia pun wajib menjauhi perkara-perkara
syubhat yang bisa mengantarkannya kepada perbuatan haram.
Sabda Nabi saw., Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal
daging. Apabila segumpal daging tersebut baik, baiklah seluruh tubuhnya, dan apabila
segumpal daging tersebut buruk, buruklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah, segumpal daging
) adalah sepotong daging dengan ukuran yang dapat dikunyah. Hal
itu adalah hati..(
ini mengandung penjelasan agungnya kedudukan hati dalam tubuh ini. Sebagaimana juga
mengandung penjelasan bahwa hati adalah penguasa seluruh anggota tubuh. Baiknya seluruh
3

anggota tubuh bergantung pada baiknya hati, dan rusaknya anggota tubuh bergantung pada
rusaknya hati.
Imam An-Nawawi berkata, sabda Nabi saw.,
( ) dan barangsiapa yang terjerumus ke dalam syubhat, ia
pun terjerumus ke dalam (hal-hal yang) haram., mengandung dua makna/perkara:
Pertama: Ia terjerumus ke dalam keharaman, namun ia mengira bahwa hal itu tidak haram.
Kedua: Ia mendekati (hampir-hampir) terjerumus ke dalam keharaman. Dan hal ini seperti
perkataan (
) Maksiat-maksiat mengantarkan kepada kekafiran.. Karena
seseorang, jika terjatuh kepada perbuatan menyimpang (maksiat), ia akan bertahap dan
berpindah kepada kerusakan (maksiat) yang lebih besar dari yang semula. Telah dikatakan,
hal ini diisyaratkan oleh ayat,


dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka
durhaka dan melampaui batas. (QS. Ali Imran: 112).
Maksudnya, mereka bertahap dalam bermaksiat, sampai akhirnya pada tahapan membunuh
para nabi. Dan dalam hadits disebutkan,


Allah melaknat pencuri, ia mencuri sebutir telur lalu dipotong tangannya, ia pun mencuri
seutas tali lalu dipotong tangannya. (HR. al-Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah r.a.)
Maksudnya, ia bertahap dalam mencuri, mulai dari mencuri sebutir telur, lalu seutas tali, dan
seterusnya.
An-Numan bin Basyir radhiyallahu anhuma termasuk di antara para sahabat kecil.
Tatkala Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam wafat, umur beliau baru mencapai delapan
tahun. Dan dalam periwayatan hadits ini, ia telah berkata,
:

4

Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda Hal ini
menunjukkan sahnya periwayatan anak kecil mumayyiz (yang sudah bisa membedakan yang
baik dan buruk). Dan segala sesuatu yang ia dengar (dari Rasulullah) pada masa kecilnya,
lalu ia sampaikan tatkala ia dewasa, maka diterima. Demikian halnya orang kafir yang
mendengar pada saat ia kafir, maka (juga diterima) jika ia menyampaikannya tatkala ia
(sudah menjadi) muslim.
Yang Kedua Kalimat, kebanyakan manusia tidak mengetahuinya maksudnya tidak
mengetahui tentang halal dan haramnya, atau orang yang mengetahui hal syubhat tersebut
didalam dirinya masih tetap menghadapi keraguan antara dua hal tersebut, jika ia mengetahui
sebenarnya atau kepastiannya, maka keraguannya menjadi hilang sehingga hukumnya pasti
halal atau haram. Hal ini menunjukkan bahwa masalah syubhat mempunyai hokum tersendiri
yang diterangkan oleh syariat sehingga sebagian orang ada yang berhasil mengetahui
hukumnya dengan benar
Yang Ketiga Kailmat, maka barangsiapa menjaga dirinya dari yang samar-samar itu,
berarti ia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya maksudnya menjaga dari perkara
yang syubhat.
Yang Keempat Kalimat, barangsiapa terjerumus dalam wilayah samar-samar maka
ia telah terjerumus kedalam wilayah yang haram hal ini dapat terjadi dalam dua hal :

Orang yang tidak bertaqwa kepada Allah dan tidak memperdulikan perkara syubhat
maka hal semacam itu akan menjerumuskannya kedalam perkara haram, atau karena
sikap sembrononya membuat dia berani melakukan hal yang haram, seperti kata
sebagian orang : Dosa-dosa kecil dapat mendorong perbuatan dosa besar dan dosa

besar mendorong pada kekafiran


Orang yang sering melakukan perkara syubhat berarti telah menzhalimi hatinya,
karena hilangnya cahaya ilmu dan sifat wara kedalam hatinya, sehingga tanpa
disadari dia telah terjerumus kedalam perkara haram. Terkadang hal seperti itu
menjadikan perbuatan dosa jika menyebabkan pelanggaran syariat.
Rasulullah bersabda : seperti penggembala yang menggembala di sekitar daerah

terlarang maka hampir-hampir dia terjerumus kedalamnya ini adalah kalimat perumpamaan
bagi orang-orang yang melanggar larangan-larangan Allah. Dahulu orang arab biasa
5

membuat pagar agar hewan peliharaannya tidak masuk ke daerah terlarang dan membuat
ancaman kepada siapapun yang mendekati daerah terlarang tersebut. Orang yang takut
mendapatkan hukuman dari penguasa akan menjauhkan gembalaannya dari daerah tersebut,
karena kalau mendekati wilayah itu biasanya terjerumus. Dan terkadang penggembala hanya
seorang diri hingga tidak mampu mengawasi seluruh binatang gembalaannya. Untuk kehatihatian maka ia membuat pagar agar gembalaannya tidak mendekati wilayah terlarang
sehingga terhindar dari hukuman. Begitu juga dengan larangan Allah seperti membunuh,
mencuri, riba, minum khamr, qadzaf, menggunjing, mengadu domba dan sebagainya adalah
hal-hal yang tidak patut didekati karena khawatir terjerumus dalam perbuatan itu.
Yang kelima Kalimat, Ingatlah bahwa dalam jasad ada sekerat daging jika ia baik
maka baiklah seluruh jasadnya yang dimaksud adalah hati, betapa pentingnya daging ini
walaupun bentuknya kecil, daging ini disebut Al-Qalb (hati) yang merupakan anggota tubuh
yang paling terhormat, karena ditempat inilah terjadi perubahan gagasan, sebagian penyair
bersenandung, Tidak dinamakan hati kecuali karena menjadi tempat terjadinya perubahan
gagasan, karena itu waspadalah terhadap hati dari perubahannya. Allah menyebutkan bahwa
manusia dan hewan memiliki hati yang menjadi pengatur kebaikan-kebaikan yang
diinginkan. Hewan dan manusia dalam segala jenisnya mampu melihat yang baik dan buruk,
kemudian Allah mengistimewakan manusia dengan karunia akal disamping dikaruniai hati
sehingga berbeda dari hewan. Allah berfirman, Tidakkah mereka mau berkelana dimuka
bumi karena mereka mempunyai hati untuk berpikir, atau telinga untuk mendengar (QS.
Al-Hajj 22:46). Allah telah melengkapi dengan anggota tubuh lainnya yang dijadikan tunduk
dan patuh kepada akal. Apa yang sudah dipertimbangkan akal, anggota tubuh tinggal
melaksanakan keputusan akal itu, jika akalnya baik maka perbuatannya baik, jika akalnya
jelek, perbuatannya juga jelek.

1.3 Faidah Hadist


Adapun Faidah Hadist kw-6 ini adalah :

Penjelasan pembagian segala sesuatu dalam syariat ini kepada tiga bagian, halal yang
jelas, haram yang jelas, dan perkara yang samar berkisar di antara keduanya.

Sesungguhnya perkara yang syubhat tidak diketahui oleh mayoritas orang, dan hanya
sebagian mereka saja yang mengetahui hukumnya dengan dalilnya.

Meninggalkan perkara yang syubhat sampai (benar-benar) diketahui kehalalannya.

Perumpamaan digunakan untuk memahami perkara yang abstrak kepada perkara yang
kongkrit.

Sesungguhnya seseorang, jika ia terjatuh ke dalam perkara syubhat, ia akan mudah


meremehkan perkara-perkara yang jelas (haramnya).

Penjelasan agungnya kedudukan hati, dan seluruh anggota tubuh mengikutinya.


Seluruh anggota tubuh akan baik jika hatinya baik, dan akan buruk jika hatinya buruk.

Sesungguhnya kerusakan lahir (seseorang) menunjukkan kerusakan batinnya.

Berhati-hati (dan menjuhi diri) dari perkara-perkara syubhat merupakan penjagaan


diri terhadap agama seseorang dari kekurangan, dan penjagaan terhadap harga dirinya
dari celaan-celaan.

Bila kita telah memahami hal diatas, maka kita bisa menangkap dengan jelas sabda
Rasulullah , Ingatlah bahwa dalam jasad ada sekerat daging jika ia baik maka baiklah
seluruh jasadnya dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa
segumpal daging itu adalah hati. Kita memohon kepada Allah semoga Dia menjadikan hati
kita yang jelek menjadi baik, wahai Tuhan pemutar balik hati, teguhkanlah hati kami pada
agama-Mu, wahai Tuhan pengendali hati, arahkanlah hati kami untuk taat kepada-Mu.
1.4.Ayat Al-Quran Tentang Halal dan Haram.
Adapun Ayat Al-Quran yang mnjelaskan tentang halal dan haram adalah sbb :
1. QS Al Baqarah: 168

Artinya: Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di
bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan
itu adalah musuh yang nyata bagimu.
2. QS Al Baqarah: 172

Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami
berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu
menyembah.
Di dalam ayat ini, Allah mengulangi kembali agar memakan makanan yang baik,
sebagaimana yang ditegaskan dalam ayat 168. Selanjutnya Allah menyeru agar selalu
bersyukur terhadap nikmat-Nya jika benar-benar beribadah dan menghamba kepada-Nya.
3. QS Al Baqarah: 173

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan
binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam
keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula)
melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang.
Dalam ayat 173 Allah menjelaskan jenis-jenis makanan yang diharamkan, yaitu bangkai,
darah, daging babi, dan binatang yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah.
Laranagan memakan empat jenis itu juga disebutkan dalam surah lainnya. Lihat misalnya,
dalam surah Al-Anam: 145 juga al Maidah: 3.

BAB III
PEMBAHASAN
A. Pengertian Halal
Halal berasa dari bahasa AraB yang berarti diperolehkan, yaitu segala objek atau
kegiatan yang diizinkan untuk digunakan atau dilaksanakan, dalam agama islam. Istilah ini
dalam kosakata sehari-hari lebih digunakan untuk menunjukan makanan dan minuman yang
diizinkan ubntuk dikonsumsi menurut ila, menurut jenis makanan dan cara memperolehnya.
Pasangan halal adalah Thayyib yang berarti baik. Suatu makanan dan miuman tidak hanya
halal, tetapi thayyib apakah layak konsumsi atau tidak, ataukah bermanfaat bagi kesehatan
atau tidak. Sedangkan dalam konteks yang lebih luas, istilah hlal merujuk pada kepada segala
sesuatu yag diizinkan menurut hukum islam(aktivitas, tingkah laku, cara berpakaian dll).
Sesuatu yang dinash halal oleh Allah. Tak diragukan lagi bahwa ia
adalah halal. Seperti daging hewan yang disembelih dengan menyebut
nama Allah, buah-buahan, biji-bijian, kurma, anggur, dan lain-lain. Banyak
disebutkan dalam hadist bahwa makanan-makanan tersebut halal untuk
dimakan. Sedikit kami ingatkan bahwa kita mesti berhati-hati dalam
memilih dan memilah produk yang halal. Terlebih dalam hal makanan,
minuman, dan pakaian. Sebab, di antara faktor terkabulknya doa adalah
makanan atau minuman yang masuk ke dalam perut kita harus halal.
Begitu pun pakaian yang kita kenakan, harus berasal dari sumber dan
jenis yang halal.
Artinya : Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang
Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang
kamu beriman kepada-Nya.
B. Pengertian Haram
Adapun Haram adalah status hukum terhadap suatu aktivitas atau keadaan suatu
benda ( misalnya makanan). Aktivitas yang berstatus haram adalah dilarang keras. Orang
yang melakukan tindakan haram atau makan binatang yang haram ini akan mendapatkan
konsekuensi berupa dosa.
Sesuatu yang dinash haram oleh Allah. Maka tidak diragukan lagi
bahwa ia jelas haram. Seperti bangkai, daging babi, dan daging hewan
yang disembelih tanpa menyebut nama Allah. Ini semua telah dinash oleh
Allah sebagai makanan yang haram. Contoh lain ialah pacaran dan
9

berikhtilat dengan wanita non-mahram. Ini juga telah dinash haram oleh
syariat.
Artinya : dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang
tidak

disebut

nama

Allah

ketika

menyembelihnya.

Sesungguhnya

perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya


syaitan

itu

membisikkan

kepada

kawan-kawannya

agar

mereka

membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, Sesungguhnya kamu


tentulah menjadi orang-orang yang musyrik.
C. Pengertian Syubhat
Syubhat ialah segala sesuatu yang masih samar dan di pertentagkan hukumnya
berdasarkan

dalil-dalil yang ada dalam kitab dan sunah, dan maknanya pun masih di

perdebatkan.
D. Macam-macam Halal
Binatang darat : Kambing, unta, dll (QS. Al-Maidah [4[:1)
Binatang laut : ikanSemua binatang yang hidupnya di dalam air baik berupa ikan atau
lainnya, kecuali yang menyerupai binatang haram seperti anjing laut, menurut syariat
Islam hukumnya halal dimakan. Artinya :Dihalalkan bagimu binatang buruan laut
dan makanan yang berasal dari laut yang lezat bagimu dan orang-orang yang sedang
dalam perjalanan .(QS. Al-Maidah : 96).Maksudnya: binatang buruan laut yang
diperoleh dengan jalan usaha seperti mengail, memukat dan sebagainya. Termasuk
juga dalam pengertian laut disini Ialah: sungai, danau, kolam dan sebagainya.
Bianatang halal sebab ada dalil Khusus : Belalang, kuda dll
Makanan : Sayur-sayuran, buah-buahan, susu, gandum, kedelai
Perbuatan : Berzina, mencuri, mabuk dll
E. Macam-macam Haram
1. Binatang yang diharamkan dalam penjelasan Al-Quran.
Binatang yang disebutkan pada al-Quran surah al-Maidah ayat 3 yang
artinya: Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah[394], daging babi, (daging
hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang
jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu
menyembelihnya[395], dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala
a. Bangkai
Bangkai yaitu hewan yang mati bukan dengan cara syari, baik karena mati
sendiri atau karena anak Adam yang tanpa melalui cara syari.

10

Jenis-jenis bangkai berdasarkan ayat-ayat di atas:

Al-Munhaniqoh, yaitu hewan yang mati karena tercekik.


Al-Mauqudzah, yaitu hewan yang mati karena terkena pukulan keras.
Al-Mutaroddiyah, yaitu hewan yang mati karena jatuh dari tempat yang tinggi.
An-Nathihah, yaitu hewan yang mati karena ditanduk oleh hewan lainnya.
Hewan yang mati karena dimangsa oleh binatang buas.
Semua hewan yang mati tanpa penyembelihan, misalnya disetrum.
Semua hewan yang disembelih dengan sengaja tidak membaca basmalah.
Semua hewan yang disembelih untuk selain Allah walaupun dengan membaca

basmalah.
Semua bagian tubuh hewan yang terpotong/terpisah dari tubuhnya
b. Daging babi, yaitu mencakup seluruh bagian-bagian tubuhnya termasuk
lemaknya.
c. Himar kampung/jinak dan Gighal (okulasi kuda dan himar/ keledai)
d. Binatang yang Diharamkan Menurut Penjelasan al-Hadits(Khimar atau keledai
jinak yaitu keledai peliharaan
e. Binatang yang diharamkan melalui dalil umum, yaitu : dalil yang hanya menyebut
sifat-sifat binatang.
2. Semua burung yang memiliki cakar/ berkuku tajam.
Semua burung yang memiliki cakar yang kuat yang dia memangsa dengannya,
seperti: Elang, Rajawali, Kakatua, Nasar, burung hantu.
3. Hewan yang dilarang untuk dibunuh
Hewan dilarang untuk dibunuh seperti : Semut, lebah dan burung hud-hud,
burung Shurad (kepalanya besar, perutnya putih, punggungnya hijau dan katanya
biasa memangsa burung pipit), katak/kodok.
4. Hewan yang diperintahkan untuk dibunuh
Hewan yang diperintahkan untuk dibunuh, seperti: ular, burung gagak, burung
elang, kalajengking, tikus, dan anjing liar
5. Setiap binatang menjijikkan (Khobits)
Khobits bermakna segala sesuatu yang merasa jijik untuk memakannya,
seperti ular dan hasyarot (berbagai hewan kecil yang hidup di darat).Termasuk juga
dalam kategori binatang ini adalah binatang-binatang yang kotor dan secara umum
menjijikkan, seperti : lalat, tungau, kutu, kecoa, kumbang, cacing, bekicot dan
sejenisnya .
11

6. Binatang yang hidup di 2 (dua) alam


Sejauh ini belum ada dalil dari Al-Quran dan hadits yang shahih yang
menjelaskan tentang haramnya hewan yang hidup di dua alam (laut dan darat).
Dengan demikian binatang yang hidup di dua alam dasar hukumnya asal hukumnya
adalah halal kecuali ada dalil yang mengharamkannya.

Berikut contoh beberapa hewan hidup di dua alam dan hukum memakannya:
Kepiting: hukumnya halal sebagaimana pendapat Atha dan Imam Ahmad.
Kura-kura dan penyu: juga halal sebagaimana madzab Abu Hurairah, Thawus,
Muhammad bin Ali, Atha, Hasan Al-Bashri dan fuqaha Madinah. (Lihat Al-

Mushannaf (5/146) Ibnu Abi Syaibah dan Al-Muhalla (6/84).


Anjing laut: juga halal sebagaimana pendapat imam Malik, Syafei, Laits, Syaibi dan

Al-Auzai (lihat Al-Mughni 13/346).


Katak/kodok; hukumnya haram secara mutlak menurut pendapat yang rajih karena

termasuk hewan yang dilarang dibunuh sebagaimana penjelasan di atas.


Buaya; termasuk hewan yang haram karena memiliki taring yang kuat.

F. Macam-macam syubhat

Contoh perbuatan syubhat adalah merokok. Pada mulanya


(ketika pertama kali ditemukan) perkara ini termasuk syubhat.
Tetapi di zaman sekarang, di saat teknologi medi berkembang
dengan pesatnya, dan setelah diadkan penelitian padanya, maka
disimpulkan bahwa rokok mutlak haram. Bagi kami, keharamannya
tidak diragukan lagi. Jadi, pada mulanya rokok termasuk perkara
syubhat dan belum memiliki kejelasan. Setelah itu keharamannya
terbukti dan ada larangan uantuka menghisabnya.
Bahwa sebab ketidakjelasan perkara syubhat ada empat :

Kurang menguasai ilmu (agama). Hal ini akan menyebabkan suatu


perkara menjadi samar, karena dengan banyaknya ilmu, seseorang
akan banyak mengetahui masalah yang tidak diketahui oleh orang

banyak.
Lemahnya pemahaman akan suatu ilmu. Bias jadi seseorang
memiliki ilmu yang cukup banyak, namun ia tidak memahami
maksudnya. Hal ini pula yang menyebabkan tidak jelasnya suatu

masalah.
Sedikitnya upaya penelitian, dimana ia tidak mau bersusah payah
meneliti sebuah

masalah, dengan menulis,


12

mengamati, atau

menelusuri makna yang sulit dari sebuah teks, dengan dalil hal itu

tidak diperlukan.
Yang paling buruk dari ketiga hal di atas adalah niat yang buruk, di
mana seseorang hanya (berusaha) memenangkan argumentasinya
tanpa memperdulikan pendapatnya benar atau salah. Sapa yang
memiliki niat seperti ini, maka sulit baginya untuk sampai kepada
ilmu yang benar, -kita memohon kepada-Nya keselaman dari seperti
ini- karena dia tidakk berniat dengan ilmunya kecuali mengikuti
hawa nafsunya saja.

G. Manfaat adanya Halal dan Haram

Diantara beberapa manfaat menggunakan makanan dan minuman halal, yaitu :


Membawa ketenangan hidup dalam kegiatan sehari-hari,
Dapat menjaga kesehatan jasmani dan rohani.
Mendapat perlindungan dari Allah SWT.
Mendapatkan iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Tercermin kepribadian yang jujur dalam hidupnya dan sikap apa adanya,
Rezeki yang diperolehnya membawa barokah dunia akhirat
Ada beberapa mudlarat lainnya, yaitu :

1. Doa yang dilakukan oleh pengkonsumsi makanan dan minuman haram, tidak
mustajabah (maqbul).
2. Uangnya banyak, namun tidak barokah, diakibatkan karena syetan mengarahkannya
kepada kemaksiatan dengan uang itu.
3. Rezeki yang haram tidak barokah dan hidupnnya tidak tenang.
4. Nama baik, kepercayan, dan martabatnya jatuh bila ketahuan.
5. Berdosa, karena telah melanggar aturan Allah.
6. Merusak secara jasmani dan rohani kita.
7. Tanamkan dalam diri sikap benci dan tidak suka terhadap makanan dan minuman
yang di haramkan
8. Hendaklah di fahami betul macam-macam makanan danminuman yang di haramkan
9. Jika terdapat keraguan, mintalah pendapat ulama terdekat
10. Bersikap hati-hati dalam makanan yang diolah atau dalam kemasan

13

11. Tanamkan dalam diri bahwa makanan haram akan merusak dan membahayakan jiwa
kita

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sesuatu yang halal adalah sesuatu yang sudah dinaskan halal oleh
allah, dan yang haram adalah sesuatu yang sudah dinaskan haram oleh
14

allah, dan diantara perkara kedua itu terddapat syubhat, sesuatu yang
belum jelas. Dan sebaiknya sesuatu yang belum jelas itu ditinggalkan oleh
manusia, karena bisa menjerumuskan seseorang itu kedalam sesuatu
yang haram.
B. Saran
Selama masih ada yang halal lagi baik, kenapa mengkonsumsi yang haram.Yang lebih
aman itu yang halal lagi baik, selain kita dapat pahaa kita juga sehat.

DAFTAR PUSTAKA

DR. Dieb Al-Bugha Musthafa, 2003 Al-Itisom : Al-wafi syarah kitab Arbain Annawawiyah
http://www.armaila.com/2015/11/hadits-arbain-nawawi-ke-6-tentanghalal.html
(dikses tanggal 5.10.. pukul 13.32)
https://sepdhani.wordpress.com/2014/09/13/syarah-hadits-arbain-no-6ketentuan-hukum-yang-halal-haram-dan-syubhat/

http://www.myhalalcorner.com/binatang-haram-dalam-al-quran-dan-as-sunnah/
http://imamsyah.alkhoirot.net/2011/06/skema-halal-atau-haramnya-makanan-dan.html
http://ad-dai.blogspot.com/2012/03/hukum-makan-daging-landak.html

15

16