Anda di halaman 1dari 6

A.

LATAR BELAKANG
Islam memiliki peran penting historis bagi kita semua, tetapi pada
saat yang sama,pemahaman kita terhadap fenomena ini sangat tidak
memadai. Ada kebutuhan untuk mendorong dan memperkasai pemikiran
yang berani, bebas dan produktif tentang islam sekarang. Berhubungan
langsung dengan persoalan ketuhanan, selalu saja di telaah dari
prespektif ilmu kalam. Tiga aliran kalam, seperti Mutazilah,
Asyariyah, dan Maturidiyah, erupakan tonggak sejarah Dalam bangunan
pemikiran islam klasik, ilmu kalam mempunyai tempat yang cukup
sentral. Sedemikian sentranya sehingga segala persoalan keagamaan
islam, terlebih-lebih yang pemikiran yang tidak dapat dihapus dari
khanzanah intelektual islam klasik, ang samai sekarang masi di kaji di
berbagai pusat pendidikan dan pengajaran islam, baik di pesantren,
madrasah Tsanawiya/Aliyah, IAIN,maupun program-program Islamic
Studies.
Kontemporer artinya dari masa atau waktu ke waktu. Sejarah islam
kontemporer, yaitu suatu ilmu yang mempelajari kebudayaan islam pada
masa lampau dari waktu ke waktu yang di mulai dari masa
Rasulullah.menurut bahasa (etimologi), islam konyemporer adalah agama
yang di ajarkan oleh Nabi Muhammad saw. Pada masa lampau dan
berkembang hingga sekarang.
Menurut istilah (terminologi), islam kontemporer adalah gagasan
untuk mengkaji islam sebagai nilai alternatif baik dalam perspektif
interprestasi, tekstual maupun kajian kontekstual mengenai kemampuan
islam memberikan solusi bari kepada temuan-temuan disemua dimensi
kehidupan dari masa lampau hingga sekarang.
Setiap pemeluk agama yang taat memilih sikap menjauhi fanatisme
buta, dan membangun ketaatannya berdasarkan pengetahuan yang benar
terhadap agama-agama yang di peluk. Selain itu, ia pun harus memiliki
kesadaran yang utuh akan aspek-aspek universal yang terkandung dalam
setiap agama. Di sini, terorisme dan radikalisme perlu disebut sebagai
fenomena-fenomena umum yang tersebar di seluruh dunia, bukan hanya
di dunia islam semata.
Pengetahuan yang benar tentang islam akan menjelaskan bahwa
agama ini menentang segala bentuk radikalisme maupun terorisme. Etos
kasih sayang merupakan salah satu bagian penting dalam ajaran islam.
Karena itu, setiap surat dalam Al-Quran selalu dimulai dengan
kalimat:dengan menyebut nama Allah yang Maha pengasih lagi Maha
penyayang. Betapa kasih sayang Allah begitu luas, mencangkup segala
sesuatu serta seluruh manusia yang berusaha keras mewujudkn keadilan

dan perdamaian. Isu yang kontemporer yang menjadi perhatian islam


sekarang (Radikalisme, Pluralisme, dan kesetaraan Gender). Hal tersebut
perlu dikaji supaya tidak terjadi kesalah pahaman dalam memahami
Radikalisme, Pluralisme, dan Kesetaraan gender.

B. RUMUSAN MASALAH
1.
2.
3.
4.

1.
2.
3.
4.

Apa yang disebut islam radikalisme?


Bagaimana pandangan islam tentang pluralisme?
Bagaimana kesetaraan gender dalam islam kontemporer?
Bagaiman kondisi Ilmu pengetahuan dan teknologi dalam islam
kontemporer?
C. TUJUAN
Mengetahui gerakan-gerakan islam radikalisme
Mengetahui tentang pluralisme dalam islam
Mengetahui kesetaraan gender dalam islam kontemporer
Mengetahui kondisi ilmu pengetahuan dan teknologi dalam islam
kontemporer

Islam dan pluralisme


Pluralisme (agama) adalah terdapat banyaknya ragam latar
belakang (agama) dalam kehidupan masyarakat yang mempunyai
eksistensi hidup berdampingan, saling bekerja sama dan saling
berinteraksi antara penganut satu agama dengan penganut agama
lainnya, atau dalam pengertian yang lain, setiap penganut agama dituntut
bukan saja mengakui keberadan dan menghormati hak agama lain, tetapi
juga terlibat dalam usaha memahami perbedaan dan persamaan, guna
tercapainya kerukunan bersama.
Al-quran melihat kemajemukan agama sebagai misteri ilahi yang harus
diterima untuk memungkinkan hubungan antar kelompok dalam wilayah
publik.
Namun, Al-quran mengakui ekspresi keberagamaan manusia yang
berbeda
memiliki nilai spiritual interinsik atau nilai perennial. Islam meletakkan
prinsip menerima eksistensi agama lain dan memberikan kebebasan
kepada pemeluk agama lain untuk menjalankan ajaran agamanya tanpa
batasan. Dengan adanya kebebasan inilah, Yahudi, Kristen, dan agama
yang lain mendapatkan kebesannya secara sempurna.
Islam telah menjamin hak-hak golongan lain dalam hal ketidakpuasan
(tidak menerima seruan islam), yaitu setelah diberikan kebebasan
memilih kepada
mereka dan diumumkan penjelasan ilahi, yang terdapat dalam firmanNya. QS.
Al-kahfi (18): 29 Barang siapa yang ingin (beriman), hendaklah ia
beriman. Dan
barang siapa yang ingin (kufur), maka biarlah mereka kufur. Dan
bahwasanya
pada hari kiamat kelak Allah Swt. Adalah hakim diantara semua mahluk.
Sedangkan di dunia, maka difirmankan , QS Al Kafirun : 6, Untukmulah
agammu
dan untukkulah agamaku.
Islam adalah agama universal yang

menjunjung tinggi aspek-aspek kemanusiaan, persamaan hak dan


mengakui
adanya pluralisme agama. Pluralisme agama menurut Islam adalah
sebuah aturan
Tuhan (sunnatullah) yang tidak akan berubah, juga tidak mungkin dilawan
atau
diingkari. Ungkapan ini menggambarkan bahwa Islam sangat menghargai
pluralisme karena Islam adalah agama yang dengan tegas mengakui hakhak
penganut agama lain untuk hidup bersama dan menjalankan ajaran
masing-masing
dengan penuh kesungguhan.
Sejarah mencatat bahwa Muhammad saw. diutus oleh Allah sebagai Nabi
dan Rasul yang terakhir dengan membawa risalah Islamiyah, dengan misi
universal rahmatallilaalamin sebagaimana tertuang dalam Firman Allah
Dan
Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi)
rahmat
bagi seluruh alam. (QS. Al-Anbiya: 21/107).
Agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad menjadi penutup semua
ajaran langit (agama samawi) untuk umat manusia, Islam tidak
mempersoalkan
lagi mengenai asal ras, etnis, suku, agama dan bangsa. Semua manusia
dan
makhluk Allah akan mendapatkan prinsip-prinsip rahmat secara universal.
Alquran
telah mencapai puncaknya dalam berbicara soal pluralisme ketika
menegaskan sikap penerimaan al-quran terhadap agama-agama selain
Islam untuk
hidup bersama dan berdampingan. Yahudi, Kristen dan agama-agama
lainnya baik

agama samawi maupun agama ardhi eksistensinya diakui oleh agama


Islam. Ini
adalah suatu sikap pengakuan yang tidak terdapat di dalam agama lain.
Sebagaimana Firmannya Tidak ada paksaan dalam agama. (QS. Al
Baqarah: 2/256). Manusia adalah makhluk yang punya kebebasan untuk
memilih
dan inilah salah satu keistimewaan manusia dari makhluk lainnya, namun
tentunya
kebebasa itu adalah kebabsan yang harus dipertanggungjawabkan kelak
di
hadapan Allah swt.
Pluralisme mengajak keterlibatan aktif dengan orang yang berbeda
agama
(the religious other) tidak sekedar toleransi, tetapi jauh dari itu
memahami akan
substansi ajaran agama orang lain. Pluralisme agama dapat berfungsi
sebagai
paradigma yang efektif bagi pluralisme sosial demokratis di mana
kelompokkelompok
manusia dengan latar belakang yang berbeda bersedia membangun
sebuah komonitas global.