Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM

MEKANISASI PERTANIAN
Kalibrasi

Oleh :
Nama

Indira Intan Dea Mayory

NIM

1410401029

Kelompok :

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TIDAR
MAGELANG
2016

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Keberhasilan aplikasi herbisida ditentukan oleh beberapa hal antara
lain gulma sasaran, cuaca, jenis herbisida yang digunakan dan tata cara
aplikasinya. Syarat pengaplikasian herbisida juga harus sesuai dengan
kondisi di lapangan. Sebelum melakukan aplikasi herbisida terlebih
dahulu harus mengetahui gulma sasaran dan tanaman yang dibudidayakan
serta sifat sifatnya. Jenis herbisida juga penting untuk diketahui apakah
sesuai untuk mengendalikan gulma sasaran dan tidak meracuni tanaman
serta bagaimana herbisida tersebut diaplikasikan. Selain itu,faktor lain
yang sangat menentukan keberhasilan suatu aplikasi herbisida adalah
cuaca, alat yang digunakan dan orang yang mengaplikasikan herbisida
tersebut. Apabila hal hal tersebut sudah dilaksanakan dengan baik maka
aplikasi

herbisida

juga

dilapangan

diharapkan

dapat

baik

pula (Djojosumarto, 2000).


Alat yang digunakan dalam pengaplikasian herbisida adalah alat
penyemprot atausprayer. Alat penyemprot herbisida yang paling banyak
digunakan adalah alat penyemprot punggung. Sebelum melakukan
pengendalian

gulma,

terlebih

dahulusprayer dikalibrasi. Kalibrasi

dilakukan untuk menghindari pemborosan herbisida, memperkecil


terjadinya keracunan pada tanaman akibat penumpukanherbisida, dan
memperkecil

pencemaran

lingkungan

(Yakup,dkk,

1991). Dalam

melakukan kalibrasi sprayer terdapat dua metode yang digunakan yaitu


metode luas dan metode waktu. Dalam melakukan dua metode tersebut
perlu dilakukan praktik secara khusus agar pengaplikasian herbisida dapat
berhasil.

B. Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut :

1. Mengetahui

volume

semprot

dalam

luasan

satu

hektar

dengan

menggunakansprayer.
2. Mengetahui hal-hal yang harus diperhatikan dalam kalibrasi sprayer.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Keberhasilan penggunaan pestisida sangat ditentukan oleh aplikasi yang


tepat, untuk menjamin pestisida tersebut mencapai sasaran yang dimaksud, selain
faktor jenis dosis, dan saat aplikasi yang tepat. Dengan kata lain tidak ada
pestisida yang dapat berfungsi dengan baik kecuali bila diaplikasikan dengan
tepat. Aplikasi pestisida yang tepat dapat didefinisikan sebagai aplikasi pestisida
yang semaksimal mungkin terhadap sasaran yang ditentukan pada saat yang tepat,
dengan liputan hasil semprotan yang merata dari jumlah pestisida yang telah
ditentukan sesuai dengan anjuran dosis. Adapun cara pemakaian pestisida yang
sering dilakukan oleh petani, salah satunya adalah dengan penyemprotan
(Spraying). Cara ini merupakan metode yang paling banyak digunakan
(Wudianto,1999).
Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam menaplikasikan
sesuatu pestisida antara lain:
1. Dosis Pestisida.
Dosis adalah jumlah pestisida dalam liter atau kilogram yang
digunakan untuk mengendalikan sasaran tiap satuan luas tertentu atau tiap
tanaman yang dilakukan dalam satu aplikasi atau lebih (Djojosumarto,
2008).
2. Konsentrasi Pestisida
Konsentrasi penyemprotan

adalah

jumlah

pestisida

yang

disemprotkan dalam satu liter air (atau bahan pengencer lainnya) untuk
mengendalikan sasaran tertentu. (Djojosumarto ,2008).
3. Volume Semprot
Volume semprot adalah banyaknya larutan jadi pestisida yang
digunakan untuk menyemprot sasaran tertentu per satuan luas atau per
satuan individu tanaman (Djojosumarto ,2008).

4. Bahan Penyampur
Pestisida sebagai bahan racun aktif (active ingredients) dalam
formulasi biasanya dinyatakan dalam berat/volume. Bahan penyampur
yang dapat digunakan adalah alkohol, minyak tanah, xyline dan air
(Sastroutomo, 1992).

Salah

satu alat

semprot

yang

digunakan,

antara

lain Knapsack

Sprayer. Alat ini merupakan alat semprot yang sangat meluas digunakan. Alat
ini hanya bisa untuk bahan cair dengan bahan pelarut air. Kapasitas tangki antara
15-20 liter dioperasikan secara manual dengan pompa tangan dan daya
jangkaunnya sangat terbatas yaitu 2 meter. Dalam melakukan kalibrasi hal yang
diperhatikan adalah kecepatan jalan harus konstan, tekanan semprot sprayer tetap,
ukuran/tipe nosel, ketinggian nosel di atas permukaan tanah (Djojosumarto,,
2000)

BAB III
METODE PRAKTIKUM
A.

Waktu dan Tempat

Praktikum dilakukan pada hari Kamis tanggal yang telah


ditentukan, pukul 15.00 - selesai. Praktikum ini dilaksanakan di area
B.

C.

Fakultas Pertanian UNTIDAR.


Alat dan Bahan
1. Alat :
Lahan Modifikasi seluas 2m x 4m
Sprayer
Stopwatch
Gelas Ukur 1liter
2. Bahan :
Air
Pestisida
Prosedur Kerja
1. Mencampur larutan pestisida dan air menggunakan perbandingan yang
2.
3.
4.
5.

telah ditentukan
Memasukkan larutan yang sudah jadi kedalam spayer
Menentukan berapa volume sprayer
Menyemprotkan pestisida tersebut kelahan yang telah dimodifikasi
Menghitung waktu yang digunakan

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
Hasil yang diperlukan dalam praktikum ini antara lain
1. Ukuran lahan 2m x 4m
2. Volume sprayer 10liter
3. Waktu yang dibutuhkan untuk menyemprot lahan seluas 2m x 4m (8m 2)
adalah selama 28detik
4. Sisa volume terpakai 7,3liter (volume yang digunakan 2,7liter)

5. 1liter memerlukan waktu untuk menghabiskan isi spayer selama 1menit


46detik
B. Pembahasan
Dalam praktikum ini telah diketahui bahwa dalam lahan yang
berukuran 2m x 4 m atau 8m2 didapatkan hasil memerlukan waktu 28 dan
volume 2,7 liter. Jadi untuk ukuran lahan 1ha memerlukan waktu
penyemprotan selama 35.000 detik atau setara dengan hampir 10 jam serta
memerlukan volume 3375liter

BAB V
KESIMPULAN
Kesimpulan yang diperoleh dari praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Kalibrasi dilakukan

dengan tujuan

agar dalam

penyemprotan

dapat

dilakukan dengan jumlah yang tepat ke arah sasaran dan penggunaan


herbisida menjadi efisien dan efektif.
2. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam kalibrasi sprayer.yaitu kecepatan
jalan dan tekanan dalam tangki harus konstan/ tetap, serta operator, alat,
dan lahannya harus sama pada saat aplikasi dan kalibrasi.

3. Perbedaan kalibrasi sprayer antara metode luas dan metode waktu yaitu,
jika metode luas bertujuan untuk menentukan volume semprot per satuan
luas.

DAFTAR PUSTAKA
Djojosumarto, P. 2008. Teknik Aplikasi Pestisida Pertanian. Kanisius: Yogyakarta
Djojosumarto, Panut. 2000. Teknik Aplikasi Pestisida dalam Bidang Pertanian.
Kanisius: Yogyakarta
Sastroutomo, Soetikno

S.

1992.Pestisida

Dasar-Dasar dan Dampak

Penggunaanya. Gramedia: Jakarta.


Sukma,Y. dan Yakup, 1991. Gulma dan Teknik Pengendaliannya. Rajawali Press,
Jakarta.

Wudianto, R. 1999. Petunjuk Penggunaan Pestisida. Penebar Swadaya, Jakarta