Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM

MEKANISASI PERTANIAN
Garis Kontur

Oleh :
Nama

Indira Intan Dea Mayory

NIM

1410401029

Kelompok

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TIDAR
MAGELANG
2016

BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar belakang
Pada umumnya peta adalah sarana guna memperoleh gambaran data
ilmiah yang terdapat diatas permukaan bumi dengan cara menggambarkan
berbagai tanda-tanda dan keterangan-keterangan, sehingga mudah dibaca dan
dimengerti. Jadi peta adalah hasil pengukuran dan penyelidikan yang
dilaksanakan baik langsung maupun tidak langsung mengenai hal-hal yang
bersangkutan dengan permukaan bumi dan didasarkan pada landasan ilmiah. Peta
dapat memberikan gambaran mengenai kondisi atmosfer, mengenaii kondisi
permukaan tanah, mengenai keadaan lautan, mengenai bahan yang membentuk
lapisan tanah dan lain-lain. Adapun peta-peta yang memberikan gambaran
mengenai hal-hal tersebut diatas, berturut-turut disebut peta meteorology, peta
permukaan tanah, peta hidrografi, peta geologi dan lain-lain yang kesemuanya
adalah peta dalam arti yang luas.
Dengan mempelajari cara pembuatan kontur dapat kita ketahui keadaan
wilayah hutan yang ingin digambarkan atau dipetakan pada ketinggian yang sama
sehingga dapat mengetahui tinggi rendahnya suatu wilayah . Hal tersebut berguna
untuk mengetahui apa tanaman yang cocok dan cara yang cocok dalam system
penanaman kayu. Dengan cara mempelajari cara pembuatan kontur dapat kita
ketahui wilayah hutan yang ingin digambarkan atau dipetakan pada ketinggian
yang sama sehingga dapat mengetahui tinggi dan rendahnya suatu wilayah. Hal
tersebut berguna untuk mengetahui apa tanaman yang cocok dan cara yang cocok
dalam sistem penanaman kayu (Henrick, 1995).
Jika kita ingin melakukan suatu kegiatan yaitu analisis vegetasi dalam
suatu ilmu ekologi, satu hal atau hal yang kita ketahui adalah mengenai kontur,
terutama apabila melakukan analisis terhadap vegetasi itu di daerah pegunungan.
Kita harus mengambil petak contoh di daerah sekitarnya yang memiliki
ketinggian berbedaberbeda, agar petak contoh yang diambil dapat mewakili
keanekaragaman jenis. Daerahdaerah yang mewakili perbedaan ketinggian yang
berbedaberbeda inilah yang sering kita sebut dengan kontur secara umum. Dalam

penggambaran konfigurasi tanah atau relief tanah ke dalam suatu bentuk peta
banyak digunakan simbolsimbol antara lain relief model serta garis kontur
dimana kedua simbol ini yang paling sering dipakai dalam menyusun sebuah peta.
Garis kontur adalah garis yang menghubungkan titik yang mempunyai ketinggian
yang sama. Beda kontur dalam penggambaran tergantung dari skala yang telah
ditentukan. Dari bilangan skala tersebut selanjutnya dapat digamabar atau dibuat
peta. Penggambaran garis kontur hanya boleh dilakukan dengan melakukan
interpolasi antara dua buah titik detail saja. Pemulihan nilai ketinggian garis
kontur untuk penggambaran diambil bertahap untuk disesuaikan dengan kelipatan
beda kontur sesuai interval kontur, karena interval kontur merupakan jarak antara
dua kontur yang berbeda .
2. Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum yang berjudul Pembuatan Kontur adalah untuk
melatih mahasiswa dalam pembuatan peta kontur dengan pola radial dan
mengetahui konfigurasi lahan ( pola atau bentuk lahan ) .

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Berdasarkan isinya peta dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu peta
umum dan peta khusus (tematik). Peta umum adalah peta yang menggambarkan
permukaan bumi secara umum. Peta ini memuat semua penampakan yang terdapat
di suatu tempat (daerah), baik penampakan yang terdapat di suatu tempat, baik
kenampakan fisis, misalnya sungai, gunung, laut, danau dan lainnya.Kenampakan
sosial, misalnya jalan raya, jalan kereta api, pemukiman kota dan lainnya. Peta
umum ada dua jenis, yaitu peta topografi dan peta khorografi. Peta topografi yaitu
peta yang menggambarkanbentuk relief permukaan bumi. Dalam peta topografi
digunakan garis kontur (contur line), yaitu garis yang menghubungkan tempattempat yang mempunyai ketinggian sama. Peta khorografi merupakan peta yang
menggambarka seluruh atau sebagian permukaan bumi dengan skala yang lebih
kecil. Dalam peta khorografi digambarkan semua kenampakan yang ada pada
suatu wilayah. Untuk mengetahui ketinggian suatu tempat dan untuk
memperhatikan tingkat keamanan suatu lereng. Ciri utama peta topografi adalah
menggunakan garis kontur. Dimana garis tersebut dapat memberikan informasi
baik secara relif maupun secara absolut (Wongsotjitro, 1985).
Garis kontur adalah suatu garis yang menghubungkan tempattempat yang
sangat tinggi dan suatu permukaan tanah di dalam peta. Dari simbolsimbol yang
ada garis kontur yang lebih sering dipakai dalam penggambaran sebuah peta,
karena selain banyaknya elevasi yang dapat digambarkan, garis kontur merupakan
petunjuk langsung dari suatu elevasi tertentu. Garis kontur ini dapat kita
bayangkan sebagai tepi dari suatu danau atau laut. Kerapatan jarak kontur pada
suatu peta dengan lainya menunjukkan keadaan wilayah yang curam. Sebaliknya
semakin jarang jarak antara garis kontur pada suatu peta menunjukan bahwa
daerah yang disebut termasuk dalam kategori landai (Frick , 1991).

Garis kontur merupakan sebuah garis yang digambarkan pada daerah yang
menghubungkan semua titik yang ketinggiannya sama diatas atau dibawah datum
tertentu. Konsep garis kontur tersebut dapat dengan mudah dipahami jika kita
mempu membayangkannya. Dengan mempelajari pembuatan kontur kita dapat
mengetahui keadaan wilayah hitam yang ingin digambarkan atau dipetakan pada
ketinggian yang sama. Di dalam pembuatan kontur, terdapat beberapa sifat sifat
garis kontur yaitu :
1. Jarak horizontal 2 buah garis kontur akan semakin rapat dengan kontur
interval .
2. Pada tanah dengan lereng seragam maka garis kontur akan semakin sejajar
dan berjarak satu sama lain .
3. Garisgaris kontur tidak akan berpotongan satu sama lain kecuali dalam
keadaan khusus.
4. Pada permukaan datar atau rata garis kontur akan merupakan suatu garis
lurus, berjarak sama dan sejajar satu sama lain
5. Suatu garis kontur tidak akan terletak pada dua buah garis kontur yang
lebih tinggi atau lebih rendah evaluasinya.
Garis- garis kontur memberikan informasi yang maksimum tentang daerah
peta, dan tidak menyembunyikan rincian peta lainnya yang penting garis kontur
juga memperhatikan elevasi dan konfigurasi permukaan tanah (Ligfesink, 1973).
Garisgaris kontur memberikan informasi yang maksimum tentang daerah
peta, dan tidak menyembunyikan rincian peta lainnya yang penting. Garis kontur
juga memperlihatkan elevasi dan konfigurasi permukaan tanah. Elevasi titik titik
yang tidak terletak diatas garis kontur bisa dicari dengan interpolasi antara dua
garis kontur yang terletak dikedua sisi titik tersebut. Adapun bidang acuan umum
yang sering dipakai adalah bidang permukaan laut rata-rata. Informasi relief
secara absolut memperlihatkan dengan cara menuliskan nilai kontur yang
merupakan garis ketinggian tersebut di atas di suatu bidang tertentu (Irvine,
1995).

BAB III
METODE PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat
Adapun

praktikum

yang

berjudul Pembuatan

Kontur dilaksanakan pada Hri dan waktu yang telah ditentukan, di


Laboratorium Fakultas Pertanian UNTIDAR.
B. Bahan dan Alat
Adapun bahan yang digunakan adalah:
1. Data pembuatan kontur sebagai objek untuk dihitung dan
dimasukkan ke dalam peta.
2. Buku panduan mahasiwa sebagai bahan bacaan mahasiswa dalam
mempelajari Geodesi dan Kartografi.
3. Kertas millimeter A2 sebagai media gambar
Adapun alat yang digunakan adalah:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Busur sebagai alat pengukur sudut.


Kalkulator sebagai alat penghitung.
Penggaris sebagai alat pemersatu titik atau menggaris.
Pulpen sebagai alat pencatat data.
Pengapus sebagai alat menghapus kesalahan gambar.
Pinsil mekanik sebagai alat menggambar peta.

C. Prosedur Kerja
1. Dicatat data pembuatan kontur dalam kertas data.
2. Dihitung interval, jumlah titik, dan jarak antar titik kontur dengan
data yang telah tersedia.
3. Dilakukan penggambaran dalam kertas grafik A2, dengan arah
utuara sebagai acuan.
4. Ditentukan posisi alat I dalam penggambaran kertas grafik A2.
5. Ditarik garis dari titik I sesuai dengan derajat yang telah diketahui
kea rah titik P sesuai dengan tinggi yang telah ditentukan pada data
yang tersedia.
6. Ditarik garis dari titik satu kearah titik a, b, dan c sesuai dengan
derajat dan ketinggiannya.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
(Terlampir)

B. Pembahasan
Kontur merupakan garis khayal yang menghubungkan titik-titik dengan
ketinggian yang sama, dan digolongkan dalam peta umum dan termasuk dalam
peta topografi. Hal ini sesuai dengan literatur Wongsotjitro (1985) yang
menyatakan bahwa berdasarkan isinya peta dapat digolongkan menjadi dua jenis,
yaitu peta umum dan peta khusus (tematik). Peta umum adalah peta yang
menggambarkan permukaan bumi secara umum. Peta ini memuat semua
penampakan yang terdapat di suatu tempat (daerah), baik penampakan yang
terdapat di suatu tempat, baik kenampakan fisis, misalnya sungai, gunung, laut,
danau dan lainnya. Kenampakan sosial, misalnya jalan raya, jalan kereta api,
pemukiman kota dan lainnya. Peta umum ada dua jenis, yaitu peta topografi dan
peta khorografi. Peta topografi yaitu peta yang menggambarkanbentuk relief
permukaan bumi. Dalam peta topografi digunakan garis kontur (contur line), yaitu
garis yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai ketinggian sama.
Peta khorografi merupakan peta yang menggambarka seluruh atau sebagian
permukaan bumi dengan skala yang lebih kecil.
Makin rapat jarak kontur yang satu dengan yang lain pada suatu peta
menandakan daerah tersebut tergolong curam, dan sebaliknya jika semakin jarang
maka daerah yang dimak suk semakin landai. Hal ini sesuai dengan literatur Frick
(1991) yang menyatakan bahwa garis kontur adalah suatu garis yang
menghubungkan tempattempat yang sangat tinggi dan suatu permukaan tanah di
dalam peta. Dari simbolsimbol yang ada garis kontur yang lebih sering dipakai
dalam penggambaran sebuah peta, karena selain banyaknya elevasi yang dapat
digambarkan, garis kontur merupakan petunjuk langsung dari suatu elevasi
tertentu. Garis kontur ini dapat kita bayangkan sebagai tepi dari suatu danau atau
laut. Kerapatan jarak kontur pada suatu peta dengan lainya menunjukkan keadaan
wilayah yang curam. Sebaliknya semakin jarang jarak antara garis kontur pada
suatu peta menunjukan bahwa daerah yang disebut termasuk dalam kategori
landai.
Jarak horizontal dua buah garis kontur akan semakin sejajar dan berjarak sama
satu sama lain. Hal ini sesuai dengan literatur Ligfesink (1937) yang menyatakan

bahwa garis kontur merupakan sebuah garis yang digambarkan pada daerah yang
menghubungkan semua titik yang ketinggiannya sama diatas atau dibawah datum
tertentu. Konsep garis kontur tersebut dapat dengan mudah dipahami jika kita
mempu membayangkannya. Dengan mempelajari pembuatan kontur kita dapat
mengetahui keadaan wilayah hitam yang ingin digambarkan atau dipetakan pada
ketinggian yang sama. Di dalam pembuatan kontur, terdapat beberapa sifat sifat
garis kontur salah satunya adalah Jarak horizontal 2 buah garis kontur akan
semakin rapat dengan kontur interval .

BAB V
KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang dapat diambil pada praktikum ini adalah :
1. Garis

kontur

adalah

garisgaris

yang

berada

pada

peta

menghubungkan dua titik di peta dengan ketinggian yang sama.

yang

2. Data yang didapat harus akurat, karena data menentukan peta kontur yang
akan dibuat.
3. Dua garis kontur yang mempunyai ketinggian sama tidak dapat
dihubungkan menjadi satu garis kontur.
4. Garisgaris kontur harus berjarak sama, kecuali tersedia data yang
menunjukkan data sebaliknya.
5. Garis kontur harus tegak lurus terhadap jurusan kelandaian maksimum.
6. Dalam praktikum garis kontur diperlukan ketelitian supaya data yang
diperoleh akurat.
7. Dalam pembuatan peta, garis kontur sangat perlu untuk diketahui karena
bumi ini tidak semuanya yang rata.
8. Dengan cara mempelajari cara pembuatan kontur kita dapat mengetahui
keadaan wilayah hutan yang ingin digambarkan atau dipetakan pada
ketinggian yang sama.