Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN KUNJUNGAN

MEKANISASI PERTANIAN
CV. KHS (karya Hidup Sentosa) Yogyakarta

Oleh :
Nama

Indira Intan Dea Mayory

NIM

1410401029

Kelompok :

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TIDAR
MAGELANG
2016

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang

CV KARYA HIDUP SENTOSA adalah perusahaan perorangan


yang bermula dari sebuah bengkel kecil milik Bapak Kirjo Hadi Suseno
yang didirikan tahun 1953.Pada mulanya bengkel ini hanya memiliki
sebuah mensi bubut dengan satu orang pekerja. Pada perjalanannya
bengkel I ni berubah menjadi sebuah perusahaan manufactur dengan
nama

CV

KARYA

HIDUP

SENTOSA.

Pada tahun 1973, CV KARYA HIDUP SENTOSA bekerjasama dengan


Kubota Corporation mendirikan pabrik meisn diesel di kota Semarang
dengan nama PT Kubota Indonesia. Karena inilah maka nama KHS
selalu

dikaitkan

dengan

Kubota.

Sampai saat ini KHS adalah perusahaan yang memporduksi alat-alat


pertanian traktor tangan dengan merk QUICK . Kemudian juga
dikembangkan ke produksi Generator set dan produk-produk cor seperti
exhaust manifold untuk memenuhi pesanan dari Kubota Jepang.

BAB II
FASILITAS PABRIK
Sebagai sebuah perusahaan swasta nasional yang cukup besar ,
KHS memiliki pabrik dengan luas 4,5 ha yang terbagi dalam beberpa

divisi
A.

sebagimana

disampaikan

dalam

uraian

berikut

Foundry
Foundry adalah unit atau devisi pengecoran logam yang secara

khusus memproduksi benda cor seperti blok mesin traktor dan beberpa
produk lain yang merupakan produk pesanan dari perusahaan lain.
Teknologi pengecoran yang digunakan adalah pengecoran dengan
cetakan pasir tetapi menggunakan teknologi yang sudah sangat maju
sehingga produk cornya berkualitas tinggi. Beberpa peralatan yang
dimiliki oleh divisi foundry adalah:
a. Tanur Induksi
Tanur induksi berfungsi untuk melebur baja dengan
kapasitas 1,5 dan 0,5 ton menggunakan daya lstrik 1,4
Mega watt
b. Sand Blender
Berfungsi sebagai mesin pencampur antara pasir
setak dengan beberpa unsure lain seperti bentonit dan sea
coal
c. Sand Mixer
Berfungsi untuk mengaduk campuran pasir cetak
agar

mejadi

homogen

dan

memiliki

kemampuan

pembentukan yang baik.


d. Sand Dryer

Sand Dryer berfungsi untuk mengeringkan pasir


e. Moulding Machine
Moulding Machine berfungsi untuk membuat
cetakan pasir. Mesin ini digerakkan oleh tenaga hydrolik.
f. Shell core machine
Shell core machine berfungsi untuk membuat inti
cetakan dengan bahan baku pasir resing.
g. Steel shoot blasting

Berfungsi sebagai penghancur cetakan pasir pada


proses pembingkaran produk coran.Pasir kemudian dikirim
ke silo dengan menggunakan belt konveyor dan dapat
diproses lagi menjadi cetakan
B.

Foundry Laboratory
Foundry laboratory adalah pendukung devisi foundry yang

posisinya sangat penting. Unit ini sangat memegang peranan penting


dalam trangka menjaga kualitas produk cor di CV KHS. Untuk itulah
Foundry laboratory dilengkapi dengan berbagai peralatan berikut :
a. Spectro meter

Spectro meter Adalah peralatan berbasis computer yang


mampu menganalisa kandungan unsur-unsur lain didalam baja
cair

secara

cepat

sehingga

sangat

membantu

dalam

mempertahankan sifat-sifat produk coran yang berkait dengan


kandungan unsur lain seperti misalnya kadar karbon.

b. Permeability testing equipment

Permeability testing equipment adalah peralatan yang


digunakan untuk menguji permeabilitas cetakan pasir. Uji permeabilitas penting dilakukan agar diketahui kemampuan cetakan
untuk mengeluarkan gas yang terjada ketika proses penuangan
sehingga cacat coran karena adanya gas terjebak didalam logam
cair dapat dihindari.
c. Moisture testing equipment
Moisture testing equipment

adalah

peralatan

yang

digunakan untuk menguji kadar air didalam cetakan pasir . Uji ini
penting dilakukan agar dapat diketahui kadar air dalam cetakan
secar tepat. Kadar air yang terlalu tinggi dapat menyebabkan

produksi gas yang berlebihan yang dapat menyebabkan cacact


coran
d. Universal Sand Strength Testing Equipment
Universal Sand Strength Testing Equipment adalah
peralatan yang digunakan untuk menguji kekuatan cetakan pasir.
Kekuatan cetakan juga santa penting diperhatikan . Kekuatan
cetakan yang kurang menyebabkan terjadinya erosi oleh cairan
logam pada proses penuangan sehingga akan menyebabkan
terjadinya perubahan bentuk dan cacat coran.
C.

Mould Workshop
Mould workshop adalah satu unit yang bertugas untuk

menyiapkan pola cetakan. Pola-pola dibuat ditempat ini mula-mula


mengunakan bahan kayu dan resin. JIka setelah digunakan untuk
membuat model , ukuran dan bentuknya telah sesuai maka pola ini
diganti menjadi pola logam (aluminium). Sebagian pola lain tidak
dikerjakan di Mould workshop tetapi di Machine work shop terutama
pola-pola logam. Di Machine work shop pola dibuat dengan
menggunakan mesin-mesin CNC
D.

Machine Work Shop


Machine work shop adalah unit yang bertugas membuat

komponen dengan proses pemesinan seperti pembubutan poros ,


pembuatan
E.

roda

gigi,

dan

beberapa

komponen

lain

Sheet Metal Work Shop


Sheet metal work shop adalah unit yang berfungsi untuk

menyiapkan komponen-komponen berbahan pelat

F.

Toolmaking Shop
Toolmaking Shop adalah unit yang berfungsi untuk menyiapkan

dan

membuat

peralatan-peralatan

bantu

terutama

untuk proses

assembling
G.

Quality Control
Quality Control adalah unit yang bertugas melaksanakan

pengukuran dan pengecekan produk baik dari devisi foundry maupun


devisi machine untuk memastikan bahwa produk telah memenuhi
persyaratan.

H.

Asembling
Asemblin adalah unit perakitan yang bertugas menyusun

komponen-komponen yang dihasilkan dari devisi foundry ,machine dan


sheet metal untuk dijadiklan produk yang diinginkan.

BAB III
PROSES PRODUKSI BENDA COR
A. Bahan dan Alat
a. Pola

Pola pada tahab awal dibuat dari kayu dengan teknik


layer. Artinya , untuk menghasilkan bentuk bentuk yang
rumit, dilakukan dengan membuat lapisan-lapisan yang
disusun menjadi satu. Setelah bentuk tersusun , kemudian
dilapisi dengan dempul dan dilakukan proses finishing
Pola kemudian diuji coba untuk membuat cetakan.
Kemudian cetakan ini digunakan untuk membuat sampel.
Jika sampel telah memenuhi syarat, sampel ini digunakan
untuk membuat pola dari logam.
b. Rangka Cetak
Rangka cetak terbiuat dari besi cor yang dibuat
sendiri oleh KHS. Pemilihan bahan cetak dari besi cor
didasarkan pada alasan dimana proses pembuatan cetakan

dilakukan dengan mesin yang menggunakan tekanan tinggi.


Penggunaan rangka cetak kayu seperti pada umumnya tidak
memungkinkan sebab kayu tidak mampu menahan beban
selama proses pembuatan cetakan
c. Cetakan
Cetakan yang digunakan di KHS adalah cetakan
pasir yang merupakan campuran tiga komponen yakni pasir
silica, bentonit dan sea coal. Pasir silica diperoleh dari
Probolonggo Jawa Timur sedangkan bentonit dan seacoal
diimpor dari America
d. Inti
Inti cetakan dibuat dari pasir dan resin. Setelah
dicetak , inti dipanaskan sehingga berubah kuning
kecoklatan. Proses pemanasan ini meningkatkan sifat
mekanis inti coran menjadi lebih kuat dari sebelumnya
e. Coran
Coran mengunakan bahan besi tuang kelabu dan besi
skrap. Karena kualitas besi skrap yang beragam maka
didalam proses peleburan biasanya ditambahkan unsure lain
seperti C , Si dan Mn untuk memastikan bahwa kualitas
coran sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh standar mutu
yang ditetapkan oleh CV KHS.
B. Proses
a. Pembuatan Cetakan
Pasir silica , bentonit dan sea coal di campur dengan
perbandingan tertentu didalam Sand Blender kemudian di
keluarkan dan dikirim dengan menggunakan belt konveyor
ke Sand mixer. Didalam Sand mixer campuran tadi
ditambahkan cairan dengan komposisi tertentu pula agar
dapat

dibentuk.

Selanjutnya

dengan

belt

konveyor

campuran pasir cetak ini dikirim ke Moulding Machine.

Didalam mesin ini pola dan rangka cetak telah disiapkan


oleh operator, kemudian pasir dituang kedalam rangka
cetak dan dipadatkan dengan mesin. Setelah pola
dikeluarkan , cetakan pasir langsung dikirim ke bagian
penuangan dengan mengunakan roller konveyor.
b. Peleburan
Cairan logam diperoleh dengan melebur besi tuang
kelabu dan besi skrap pada tanur induksi.Tanur induksi
adalah tanur/ dapur peleburan dengan energy panas dari
induksi listrik. Dengan tanur ini kualitas cairan logam
sangat terkontrol karena mudahnya mengontrol suhu tanur.
Besi tuang kelabu dan besi skrap dimasukkan kedalam
tanur melalui lubang yang berada di bagian atas tanur.
Dalam waktu yang relative singkat bahan tersebut akan
melebur dan kemudian secara kontinyu ditambahkan lagi
sehingga kapasitas dapur terpenuhi yakni 1,5 ton dan 0,5
ton.
Selama proses peleburan ,komposisi cairan logam
dikontrol dengan cara diambil sampel dan kemudian
diperiksa dengan spectrometer.Jika komposisi cairan logam
belum memenuhi persyaratan maka ditambahkan sejumlah
unsur lain seperti C , Si dan Mn dengan cara menuang
langsung kedalam tanur. Pemanasan pada tanur diteruskan
hingga suhu tuang tercapai.
c. Penuangan
Penuangan adalah proses pemasukan logam cair
kedalam cetakan. Cairan logam dituang dari tanur kedalam
ladel. Kemudian ladel dengan cepat mengirim cairan logam
ke area penuangan. Agar suhu tuang terjaga , ladel juga

dipanaskan dengan mengunakan nyala api dari semacam


brander.
d. Pembongkaran
Beberapa saat setelah cairan logam membeku
didalam cetakan , dilakukan pembongkaran menggunakan
mesin Steel shoot blasting.Pembongkaran dilakukan dengan
cara menggetarkan cetakan didalam sebuah wadah didalam
mesin

sehingga

pasir

cetak

rontok.

Pada

proses

pembongkaran ini diperoleh tiga komponen yakni Produk


coran, sisa logam pada saluran saluran dan pasir cetak.
Produk diperiksa satu persatu. Produk yang baik diteruskan
ke proses machining , sedangkan produk yang cacat
disampaikan

ke

bagian

moulding

untuk

dievaluasi

penyebabnya. Selanjutnya produk ini dapat dituang kembali


ke tanur bersama dengan sisa saluran. Sedangkan pasir
cetak dikirim kembali ke Sand mixer dengan belt konveyor
untuk dipakai lagi sebagai pasir cetak.

BAB IV
KESIMPULAN

A. CV KHS adalah perusahaan keluarga yang sejak awal berdirinya


selalu konsisten meproduksi alat-alat pertanian. Pada perkembang
sekarang brubah menjadi perusahaan swasta nasional yang sangat
maju yang didukung oleh teknologi dan peralatan yang sangat
maju dan modern.
B. Unit Pengecoran logam / foundry CV KHS adalah unit usaha
tersendiri didalam tubuh KHS sehingga perkembangannya sangat
pesat, teknologinya sangat maju sehingga mampu memproduksi
rpoduk dengan kualitas yang sangat baik, terbukti bahwa
produknya dapat diterima oleh KUBOTA Corp Japan
C. Pengecoran dengan cetakan pasir yang merupakan teknologi tua
ternyata masih dapat dipakai untuk proses produksi dengan
kualitas tinggi , asalkan segala aspek yang berkait dengan proses
dari pembuatan pola, cetakan, peleburan logam, penuangan dan
pemesinan dilakukan dengan control kualitas yang ketat.