Anda di halaman 1dari 1

PENDAYAGUNAAN PEGAWAI NEGERI DI MALAYSIA : MENCAPAI VISI 2020

MELALUI MALAYSIA INCORPORATED


Abstrak
Salah satu cara untuk membangun tuntutan karakter dalam mengatasi citra negatif
dari sektor pemerintahan adalah melalui penguatan nilai-nilai dan etika di PNS di dalam
masyarakat. Terdapat tiga nilai utama yang utama yaitu, Bersih, Cekap, dan Amanah.
Pendayagunaan administratif berarti perubahan dalam banyak aspek managemen
suatu organisasi yang mencakup dimensi struktural, prosedural, dan perilaku. Beberapa
pendayagunaan yang berorientasi pada program diantaranya Malaysia Incorporated (1980-an)
yang merupakan Look East Policy, jadi dikatakan bahwa negara akan menjalankan bisnis
korporasi, dengan sektor swasta mengikuti pertumbuhan dan ekspansinya, dan sektor
pemerintah menyediakan semua dukungan penting yang diperlukan untuk keberhasilan
perusahaan. Selain itu terdapat Clients Charter (1993) yaitu sebuah pernyataan yang di buat
oleh pejabat negara bahwa layanan yang diberikan sesuai standar kualitas yang ada, sesuai
dengan harapan publik. Pelaksanaan MS ISO 9000 (1996) bertujuan mengembangkan sistem
manajemen berkualitas efisien dan efektif dalam pemberian layanan terbaik kepada publik,
kaitannya dalam reformasi utamanya adalah pelaksanaan Elektronic Government dan EPublic Service. Dalam rangka pelaksanaan target untuk Lima Tahun Pertama, terdapat salah
satu faktor yang harus dipertimbangkan adalah etnis dari PNS sebab masyarakat Malaysia
sangat unik, multi ras; multi agama ; dan multilateral. Restruksturisasi pegawai negara sangat
diperlukan untuk memastikan bahwa beberapa bentuk sistem kuota yang digunakan untuk
merekrut non- Melayu ke dalam kepegawaian negara, untuk menjaga kepentingan hukun
non-Melayu. Sering terdapat kecemburuan yang berlebihan terhadap birokrat Melayu dari
kebijakan yang pro- Melayu. Untuk mengatasinya (2008), pemerintah mengadopsi kebijakan
One Service, One Delivery, No Wrong Door, ada harapan bahwa kebijakan ini meningkatkan
keragaman etnis di kepegawaian melalui rekruitmen dan pengembangan karier.
Aset yang paling berharga dalam sebuah organisasi adalah sumber daya manusianya.
Hal penting lainnya adalah akuntabilitas, terdapat dua masalah terkait di Malaysia yaitu
penyimpangan administrasi dan ketidakefisienan administrasi. Penyimpangan ini
menggunakan kekuasaan bertindak dengan membedakan etnis, agama, dan kelas dalam
perekrutan dan kenaikan jabatan. Sedangkan ketidakefisienan, terkait dengan sikap dan
orientasi kerja pegawai.
Kata kunci : Reformasi Administrasi Malaysia, Malaysia Incorporated, Pendayagunaan
Pegawai Negeri Sipil