Anda di halaman 1dari 4

SOP Pemasangan Infus

BY ASKEP33 FEBRUARY 22, 2016

SOP Pemasangan Infus

SOP Pemasangan Infus

Kali ini admin ingin memberikan informasi mengenai SOP


Pemasangan Infus , sebelumnya sudah ada yang tau
bagaimana SOP Pemasangan Infus ? Baiklah jika belum, admin
akan berbagi sedikit informasi tersebut. Sebelum kita berbicara
lebih jauh mengenai SOP Pemasangan Infus , mari kita mulai
dengan membahas dari pengertiannya.
A. Pengertian
Pemasangan Infus merupakan pemberian sejumlah cairan ke
dalam tubuh lewat sebuah jarum ke dalam pembuluh darah intra
vena (pembuluh balik) untuk dapat menggantikan cairan atau zatzat makanan dari tubuh
B. Tujuan pemasangan infus
1. Mempertahankan dan mengganti cairan tubuh yg
didalamnya mengandung air, vitamin, elektrolit,lemak,
protein ,& kalori yg tidak mampu untuk dapat dipertahankan
secara adekuat melalui oral
2. Agar dapat memperbaiki keseimbangan asam basa

3.

Memperbaiki
volume
komponen-komponen
darah
Memberikan jalan/jalur masuk dalam pemberian obat-obatan
kedalam tubuh
4. Memonitor tekanan darah Intra Vena Central (CVP)
5. Memberikan nutrisi pada saat sistem pencernaan untuk di
istirahatkan.
Lihat SOP Pemasangan Kateter
C. Indikasi pemasangan infus
1. Kondisi emergency (misalnya ketika tindakan RJP), yg
memungkinkan untuk pemberian obat secara langsung ke
dalam pembuluh darah Intra Vena
2. Untuk dapat memberikan respon yg cepat terhadap
pemberian obat (seperti furosemid, digoxin)
3. Pasien yg mendapat terapi obat dalam jumlah dosis besar
secara terus-menerus melalui pembuluh darah Intra vena
4. Pasien yg membutuhkan pencegahan gangguan cairan &
elektrolit
5. Untuk menurunkan ketidaknyamanan pasien dengan
mengurangi kepentingan dgn injeksi intramuskuler.
6. Pasien yg mendapatkan tranfusi darah
7. Upaya profilaksis (tindakan pencegahan) sebelum prosedur
(contohnya pada operasi besar dengan risiko perdarahan,
dipasang jalur infus intravena untuk persiapan seandainya
berlangsung syok, juga untuk memudahkan pemberian obat)
8. Upaya profilaksis pada pasien-pasien yg tidak stabil,
contohnya syok (meneror nyawa) & risiko dehidrasi
(kekurangan cairan) , sebelum pembuluh darah kolaps (tak
teraba), maka tak mampu dipasang pemasangan infus.
Lihat SOP Pemasangan EKG
D. Kontraindikasi
1. Inflamasi (bengkak, nyeri, demam) & infeksi di area
pemasangan infus.
2. Daerah lengan bawah pada pasien gagal ginjal, lantaran
lokasi ini dapat digunakan untuk pemasangan fistula arterivena (A-V shunt) pada tindakan hemodialisis (cuci darah).

3.

Obat-obatan yg berpotensi iritan pada pembuluh vena kecil


yg aliran darahnya lambat (contohnya pembuluh vena di
tungkai & kaki).
E. Persiapan Alat
1. Standar infuse
2. Set infuse
3. Cairan sesuai program medic
4. Jarum infuse dengan ukuran yg tepat
5. Pengalas
6. Torniket
7. Kapas alcohol
8. Plester
9. Gunting Kasa steril
10. Betadin
11. Sarung tangan
Lihat Jenis jenis Cairan Infus
F. Prosedur Kerja :
1. Jelaskan prosedur yg akan dilakukan Pemasangan infus |
dok. Aristianto
2. Cuci tangan
3. Hubungkan cairan & infus set dgn memasukkan ke bagian
karet atau akses selang ke botol infuse
4. Isi cairan ke dalam set infus dgn menekan ruang tetesan
sampai terisi sebagian & buka klem slang sampai cairan
memenuhi selang & udara selang ke luar
5. Letakkan pangalas dibawah lokasi ( vena ) yg akan dilakukan
penginfusan
6. Lakukan
pembendungan
dengan
tornikut
(karet
pembendung) 10 sampai 12 cm di atas tempat penusukan &
anjurkan pasien untuk menggenggam dengan gerakan sirkular
( apabila sadar )
7. Gunakan sarung tangan steril
8. Disinfeksi daerah yg akan ditusuk dengan kapas alcohol
9. Lakukan penusukan pada pembuluh intra vena dengan
meletakkan ibu jari di bagian bawah vena da posisi jarum
( abocath ) mengarah ke atas

10. Perhatikan adanya keluar darah melalui jarum ( abocath /


surflo ) maka tarik ke luar bagian dalam ( jarum ) sambil
melanjutkan tusukan ke dalam vena
11. Setelah jarum infus bagian dalam dilepaskan atau
dikeluarkan, tahan bagian atas vena dengan melakukan
tekanan menggunakan jari tangan agar darah tidak ke luar.
Seterusnya bagian infus dihubungkan atau disambungkan
dengan slang infuse
12. Buka pengatur tetesan & atur kecepatan sesuai dengan
dosis yg diberikan
13. Jalankan fiksasi dengan kasa steril
14. Tuliskan tanggal & waktu pemasangan infus serta catat
ukuran jarum
15. Lepaskan sarung tangan & cuci tangan
Lihat SOP Pemasangan Kateter
G. Dokumentasi Pendokumentasian keperawatan mesti
jelas :
1. waktu pemasangan
2. type cairan
3. Tempat insersi (melalui IV)
4. Kecepatan aliran (tetesan/menit)
5. Respon klien sesudah dilakukan tindakan pemasangan
infuse