Anda di halaman 1dari 13

Nama

NIM
Jurusa
n
Kelas
Kelom
pok

4
PRE-LAB

Ledy Mardiana
Ritonga
165100200111026
Keteknikan
Pertanian
B
B3

PENGAMATAN JARINGAN
TANAMAN

1. Apa yang dimaksud dengan sel eukariotik?


Eukariota adalah jenis sel (atau organisme uniseluler) yang memiliki inti dan organel yang
terikat membran, berbeda dengan prokariota (bakteri dan archaea) yang tidak.Sel eukariotik
cenderung lebih besar (sekitar urutan besarnya) dan jauh lebih kompleks daripada sel
prokariota. Semua tanaman, hewan, jamur, dan banyak mikroorganisme eukariota. Sel
eukariotik memiliki banyak organel, atau selular sub-unit dengan peran yang ditunjuk
(Sudjaji, 2007).
Sel eukariotik adalah sel yang membran inti dan sistem endomembran. Sistem endomembran
adalah organel-organel membran seperti retikulum endoplasma, badan golgi, mitokondria dan
lisosom. Sel tumbuhan dan sel hewan termasuk eukariotik. Struktur sel pada sel eukariotik
tergolong menjadi tiga komponen utama yaitu membran plasma, sitoplasma dan organelorganel sel (Baker, 2010).
2. Sebutkan dan jelaskan jenis jaringan pada tanaman (minimal 3)!
a.Jaringan meristem
Pada tahap perkembangan embrio, semua sel mengalami pembelahan. Pertumbuhan
dan perkembangan sel kebih lanjut menunjukkan adanya diferensiasi menjadi bagian khusu
tumbuhan dan juga masih ada sel yang tetap bersifat embrio (embrional), yaitu mampu
mengadakan pembelahan terus-menerus, jaringan yang bersifat embrio dalam tubuh
tumbuhan dewasa ini disebut meristem (Waluyo, 2006).
Pengelompokan meristem
Pengelompokan meristem didasarkan pada berbagai kriteria, yaitu tempatnya
dalam tubuh tumbuhan, asal-usul dan jaringan yang dihasilkan, struktur, tahap
perkembangan, dan fungsinya. Menurut tempatnya, meristem dalam tubuh tumbuhan
dibedakan menjadi tiga (Mulyani, 2006).
1. Meristem pucuk, yang terdapat pada bagian pucuk akar dan batang.
2. Meristem interkalar, yang terdapat di antara jaringan dewasa, misalnyanpada
buku Graminae.
3. Meristem lateral, yang letaknya sejajar dengan permukaan organ, misalnya
cambium dan felogen.
Disamping itu, dikenal juga meristem primer dan meristem sekunder yang
didasarkan pada asal-usulnya. Secara kesepakatan, meristem primer adalah sel yang
berkembang secara langsung dari sel bersifat embrio dan gtetap bersifat embrio.
Meristem sekunder adalah jaringaan yang berkembang dari jaringan dewasa yang masih

Nama
NIM
Jurusa
n
Kelas
Kelom
pok

Ledy Mardiana
Ritonga
165100200111026
Keteknikan
Pertanian
B
B3

tetap dapat berdiferensiasi Menurut asal pembentukannya jaringan meristem dibagi


menjadi 3 kelompok (Mulyani, 2006).
a. Jaringan Promeristem
Merupakan jaringan yang sudah ada semenjak tumbuhan berfase
embrio.
Fungsi: Pertumbuhan pada embrio dan menghasilkan jaringan meristem primer.
b. Jaringan Meristem Primer
Merupakan jaringan yang ditemukan pada tumbuhan dewasa. Terletak apada ujung akar
dan ujung batang, oleh karena itu jaringan ini disebut juga meristem apikal.
Fungsi: Menambah tinggi dan panjang tumbuhan
c. Jaringan Meristem Sekunder
Merupakan jaringan hasil perkembangan dari meristem primer.
b. Jaringan Epidermis

Jaringan epidermis terdiri dari sel-sel epidermis yang tersusun rapat dan tanpa rongga
antarsel. Biasanya hanya terdiri dari satu lapisan sel. Epidermis berfungsi sebagai pelindung
bagi
jaringan-jaringan
yang
ada
di
bawahnya.
Epidermis dapat mengalami modifikasi membentuk stomata, lentisel, rambut akar, dan
trikoma. Pada daun tumbuhan yang hidup di darat, sel-sel epidermis menghasilkan kutikula
yang dapat mencegah penguapan yang berlebihan dari sel-sel daun (Mulyani, 2006).
c. Jaringan Parenkim
Jaringan parenkim terdiri dari sel-sel yang telah dewasa. Walaupun demikian, sel-sel
parenkim masih dapat membelah. Jaringan parenkim terdapat di semua organ tumbuhan
dengan bentuk dan fungsi yang beragam. Misalnya terdapat sebagai empulur yang mengisi
sebagian besar atau seluruh korteks akar dan batang, mesofil daun, dan bagian buah yang
berdaging (Mulyani, 2006).
Jaringan Pengangkut
Jaringan pengangkut pada tubuh tumbuhan terdiri atas xilem dan floem. Jaringan ini
merupakan jaringan khusus. Kegunaannya bagi tumbuh tumbuhan, yaitu sebagai jaringan
untuk mengangkut zat-zat mineral yang diserap oleh akar dari tanah atau zat-zat makanan
yang telah dihasilkan pada daun untuk disalurkan ke bagian-bagian lainnya yang semuanya
memungkinkan tumbuhan untuk hidup dan berkembang. Jaringan pengangkut hanya terdapat
pada tumbuhan tingkat tinggi, sedangkan pada tumbuhan tingkat rendah tidak ditemui
jaringan ini. Hal ini disebabkan pada tumbuhan tingkat rendah pengangkutan air dan zat-zat
makanan cukup berlangsung dari sel ke sel (Rachmadiarti, 2007).
Jaringan Gabus
Jaringan ini mempunyai sifat lebih kuat daripada epidermis, terdapat di bagian tepi alat-alat
tumbuhan. Pada tumbuhan yang berumur panjang, bila epidermis telah mati atau tidak aktif,

Nama
NIM
Jurusa
n
Kelas
Kelom
pok

Ledy Mardiana
Ritonga
165100200111026
Keteknikan
Pertanian
B
B3

maka jaringan gabus ini menggantikan fungsi epidermis yaitu sebagai pelindung jaringan di
bawahnya. Jaringan gabus dibentuk oleh kambium gabus yang disebut felogen. Sel-sel gabus
mengandung suberin dan kutin. Letak jaringan gabus rapat antara satu dengan yang lainnya.
Ruang antarselnya tidak ada, sehingga sukar ditembus air dan gas. Dengan adanyacelah-celah
atau pori-pori pada lapisan gabus yang disebut lentisel, maka kesulitan itu dapat
ditanggulangi karena air dan gas-gas bisa menerobos dan melaluinya (Rachmadiarti, 2007).
a. Berilah tanda (v) untuk setiap komponen yang dimiliki oleh sel tanaman
Komponen
Sel Tanaman
Dinding sel
v
Plasma membran
v
Nukleus
v
Nukleolus
v
Ribosom
v
Endoplasmic retikulum
v
Aparatusgolgi
v
Lisosom
Mitokondria
v
kloroplas
v
Peroxisomes
v
Sistokeleton
v
sentriol
(Mulyani, 2006).
b. Jelaskan prinsip pengujian atau pengamatan jaringan tanaman!
Prinsip pengamatan struktur jaringan pada tanaman suatu sel atau irisan jaringan tanaman
yang sering disebut eksplan secara aseptik diletakaan dan dipelihara pada medium yang
cocok dan dalam keadaan steril. Pengamatan kultur jaringan pada tumbuhan merupakan suatu
cara untuk mengamati suatu rangkaian (kumpulan) sel-sel yang mempunyai bentuk dan
fungsi yang sama. Dan struktur jaringan tertentu mempunyai bentuk,ukuran dan fungsi yang
khusus. Beberapa macam jaringan berangkai membentuk suatu kesatuan dalam bentuk,
susunan dan fungsi yang disebut organ atau alat tumbuhan (Fried, 2006).

Nama
NIM
Jurusa
n
Kelas
Kelom
pok

Ledy Mardiana
Ritonga
165100200111026
Keteknikan
Pertanian
B
B3

Diagram Alir
Preparat jaringan tumbuhan

Diletakkan di meja preparat

Diatur hingga tepat pda lingkaran

Ditentukan perbesaran lensa yang digunakan

Diamati objek yang dilihat

Digambar

Hasil

Daftar Pustaka

Nama
NIM
Jurusa
n
Kelas
Kelom
pok

Ledy Mardiana
Ritonga
165100200111026
Keteknikan
Pertanian
B
B3

Baker.2010.Biology.London:Routledge
Fried, Ph.D,George H.,Hademenos, Ph.D.,George J.2006.Schaums Outline of Theory and
Problems of BIOLOGY.PT Gelora Aksara Pratama.Erlangga
Mulyani E.S,Prof.Dr.Sri.2006.Anatomi Tumbuhan.penerbit Kanisius.Yogyakarta
Rachmadiarti, Fida. 2007. Biologi Umum. Surabaya: Unesa University Press
Sudjaji,B.2007.biologi sains dalam kehidupan. Surabaya:Yudhistira
Waluyo, Joko. 2006. Biologi Dasar. Jember: Universitas Jember

Tangga
l

Nilai

Paraf
Asisten

PENGAMATAN JARINGAN HEWAN

Nama
NIM
Jurusa
n
Kelas
Kelom
pok

Ledy Mardiana
Ritonga
165100200111026
Keteknikan
Pertanian
B
B3

PRE-LAB
1. Sebutkan dan jelaskan minimal 3 perbedaan sel tanaman dan sel hewan!
Tubuh hewan terdiri atas jaringan-jaringan atau sekelompok sel yang mempunyai
struktur dan fungsi yang sama. Pada saat perkembangan embrio, jaringan mudah (germ
layers) berdiferensiasi dan spesialisasi menjadi empat macam jaringan dasar, yaitu: jaringan
epitel, jaringan ikat jaringan otot, dan jaringan saraf. sedangkan Jaringan pada tumbuhan
dikelompokkan berdasarkan tempatnya dalam tumbuhan, tipe sel, fungsi, asal-usul, dan
tahap perkembangannya. Berdasarkan jumlah tipe sel penyusunnya, jaringan dibedakan
menjadi jaringan sederhana dan rumit. Jaringan sederhana bersifat homogeny, hanya terdiri
atas satu tipe sel, sedangkan jaringan rumit bersifat heterogen, terdiri atas dua atau lebih tipe
sel. Parenkim, kolenkim, dan sklerenkim adalah jaringan sederhana, sedangkan xylem dan
floem, dan epidermis adalah jaringan rumit (Waluyo, 2006 : 35).
Perbedaan antara sel hewan dan tumbuhan antara lain adalah sebagai berikut (Istaman, 2007).
Sel Hewan
1. Tidak memiliki dinding sel.
2. Tidak memiliki butir plastid.
3. Bentuk tidak tetap karena hanya memiliki membran sel yang keadaannya tidak kaku.
4. Jumlah mitokondria relatif banyak.
5. Vakuolanya banyak dengan ukuran yang relatif kecil.
6. Sentrosom dan sentriol tampak jelas.
7. Memiliki lisosom.
Sel Tumbuhan
1. Memiliki dinding sel.
2. Memiliki butir plastida.
3. Bentuk tetap karena memiliki dinding sel yang terbuat dari selulosa.
4. Jumlah mitokondria relatif sedikit karena fungsinya dibantu oleh butir plastid.
5. Vakuola sedikit tapi ukurannya besar.
6. Sentrosom dan sentriolnya tidak jelas.
7. Tidak memiliki lisosom.
Lisosom
Lisosom adalah organel sel berupa kantong terikat membran yang berisi enzim hidrolitik
yang berguna untuk mengontrol pencernaan intraseluler pada berbagai keadaan. Lisosom

Nama
NIM
Jurusa
n
Kelas
Kelom
pok

Ledy Mardiana
Ritonga
165100200111026
Keteknikan
Pertanian
B
B3

ditemukan pada tahun 1950 oleh Christian de Duve dan ditemukan pada semua sel
eukariotik. Di dalamnya, organel ini memiliki 40 jenis enzim hidrolitik asam seperti protease,
nuklease, glikosidase, lipase, fosfolipase, fosfatase, ataupun sulfatase. Semua enzim tersebut
aktif pada pH 5. Fungsi utama lisosom adalah endositosis, fagositosis, dan autofagi (Istaman,
2007).
Dinding Sel
Dinding sel hanya terdapat pada sel tumbuhan. Dinding sel terdiri daripada selulosa yang
kuat yang dapat memberikan sokongan, perlindungan, dan untuk mengekalkan bentuk sel
(Hamka, 2006).
Plastida
Plastida adalah organel sel yang menghasilkan warna pada sel tumbuhan. Ada tiga macam
plastida, yaitu (Susilowarno, 2009):
1. Leukoplast: plastida yang berbentuk amilum (tepung)
2. Kloroplast: plastida yang umumnya berwarna hijau. terdiri dari : klorofil a dan b
(untuk fotosintesis), xantofil, dan karoten
3. Kromoplast: plastida yang banyak mengandung karoten
Mitokondria
Mitokondria adalah tempat di mana fungsi respirasi pada makhluk hidup berlangsung.
Respirasi merupakan proses perombakan atau katabolisme untuk menghasilkan energi atau
tenaga bagi berlangsungnya proses hidup (Hamka, 2006).
Vakuola
Vakuola merupakan ruang dalam sel yang berisi cairan (cell sap dalam bahasa Inggris).
Cairan ini adalah air dan berbagai zat yang terlarut di dalamnya. Vakuola ditemukan pada
semua sel tumbuhan namun tidak dijumpai pada sel hewan dan bakteri, kecuali pada hewan
uniseluler tingkat rendah (Hanum, 2009).
Fungsi vakuola adalah (Hanum, 2009):
1. Memelihara tekanan osmotik sel.
2. Penyimpanan hasil sintesa berupa glikogen, fenol, dll.
3. Mengadakan sirkulasi zat dalam sel.
Membran Sel
Membran sel merupakan lapisan yang melindungi inti sel dan sitoplasma. Membran sel
membungkus organel-organel dalam sel. Membran sel juga merupakan alat transportasi bagi
sel yaitu tempat masuk dan keluarnya zat-zat yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan oleh sel.
Struktur membran ialah dua lapis lipid (lipid bilayer) dan memiliki permeabilitas tertentu
sehingga tidak semua molekul dapat melalui membran sel (Susilowarno, 2009).

Nama
NIM
Jurusa
n
Kelas
Kelom
pok

Ledy Mardiana
Ritonga
165100200111026
Keteknikan
Pertanian
B
B3

Sentriol (Sentrosom)
Sentorom merupakan wilayah yang terdiri dari dua sentriol (sepasang sentriol) yang terjadi
ketika pembelahan sel, dimana nantinya tiap sentriol ini akan bergerak ke bagian kutub-kutub
sel yang sedang membelah. Pada siklus sel di tahapan interfase, terdapat fase S yang terdiri
dari tahap duplikasi kromosom, kondensasi kromoson, dan duplikasi sentrosom (Hanum,
2009).

2. Sebutkan dan jelaskan minimal 3 jenis jaringan pada hewan!


1. Jaringan epitel
Jaringan epitel tersusun atas sel-sel yang dikemas dengan rapat dan melapisi-melapisi
permukaan tubuh.seringkali epitel berfungsi sebagai sawar (barrier), pengatur
penyerapan zat-zat, ataupun pelindung dari dehidrasi, dingin, serangan mikroba dan
lain-lain. Kulit, misalnya, sebagian besar terdiri dari jaringan-jaringan epitel, saluran
pencernaan dan rongga-rongga lain pada tubuh, begitu pula halnya dengan saluransaluran dan pembuluh-pembuluh darah, juga dilapisi oleh jaringan epitel ketiga jenis
sel yang menyusun jaringan epitel (sel-sel skuamosa yang tipis dan rata, sel-sel
kuboidal, dan sel-sel kolumnar) salah satu ujungnya biasanya tertambat pada
membrane basal yang berserat, sementara ujung satunya lagi memiliki berbagai
macam fungsi.
Bentuk jaringan epitel pada dasarnya dapat dibedakan atas dasar bentukan
sel dan jumlah lapisannya. Jaringan epitel dapat terdiri atas selapis sel atau
bertingkat yang terdiri atas dua atau lebih lapisan. Bentuk sel individu dapat
berbentuk pipih (squamosa), kubus (epitel kuboidal), dan kolumnar (epitel
kolumnar). Sel-sel bertingkat semu atau pseudostratifield kolumnar yang
bersilia dapat dibedakan dengan melihat nukleus epitelnya (Rachmadiarti,
2007 : 197).
2. Jaringan ikat
Jaringan ikat terdapat dalam berbagai bentuk, tetapi dicirikan oleh matriks
ekstraseluler tempat sel-selnya berada. Misalnya saja, tulang terutama terdiri atas
matriks ekstraselular, denga sel-sel tulang yang relatife sedikit berada dalam lakuna
(ruang kosong) dalam matrik yang padat. Bentuk-bentuk jaringan ikat yang lain
adalah darah, kartilago tulang rawan (zat penyokong yang keras namun fleksibel
yang menyusun, misalnya telinga), dan bernagai jenis serat penyokong yang memberi

Nama
NIM
Jurusa
n
Kelas
Kelom
pok

Ledy Mardiana
Ritonga
165100200111026
Keteknikan
Pertanian
B
B3

kekuatan dan, terkadang, elastis bagi tubuh dan kerap kali menghubungkan sutu
jaringan dengan jaringan lain (misalnya saja tendon, yang melekatkan otot ke tulang)
(Ernawati.2011).
3. Jaringan saraf
Jaringan saraf terdiri atas neuron (sel-sel saraf), beberapa diantaranya dapat mencapai
semester panjangnya. Impuls saraf bergerak dari badan sel neuron melalui akson-nya
dan menuju badan sel neuron melalui salah satu dendrit-nya. Neuron sensoris
seringkali sangat terspesialisasi untuk memberikan respon terhadap rangsangan yang
spesifik (sentuhan, suara, baud an lain-lain). Neuron motoris berperan dalam
mengaktifkan respon otot dan biasanya berkoordinasi dengan neutron sensorin
melalui neuron asosiasi. Jaringan saraf ditemukan diseluruh tubuh, terutama di otak
dan urat saraf tulang belakang (George H. Fried, Ph.D. dan George J. Hademenos,
Ph.D.2006:41-42)
4. Jaringan otot
Jaringan ini sebagian besar sel-sel yang berbentuk serabut-serabut dengan ukuran
panjang bervariasi. Dapat dikatakan tidak mengandung matriks. Sel-sel tersusun
dalam berkas-berkas yang dibungkus oleh jaringan pengikat. Jaringan otot
mempunyai daya kerut yang cukup tinggi, panjangnya dapat menyusut sampai
separuh atau sepertiga panjang normal (Ernawati.2011).
Jaringan otot dapat dibedakan atas: oto seranlintang, otot polos, dan otot jantung
(Waluyo,2006).
a. Otot seran lintang
Otot ini umumnya melekat pada tulang-tulang kecuali pada otot lidah. Dipandang dari
ujudnya otot ini disebut otot seranlintang, tetapi dari segi faalnya disebut otot yang
dipengaruhi kehendak. Setiap otot seran lintang tersusun atas sejumlah besar serabutserabut halus yang rata-rata panjangnya 120 mm dan diameternya 100 mikron
(Waluyo,2006).
b. Otot polos
Tersusun atas sel-sel atau serabut-serabut otot yang berbentuk kumparan pipih,
kadang-kadang ujungnya berbelok.serabut itu panjangnya 0,05 mm dan lebarnya

Nama
NIM
Jurusa
n
Kelas
Kelom
pok

1
160

Ledy Mardiana
Ritonga
165100200111026
Keteknikan
Pertanian
B
B3

mm. Di tengah tengah serabut terdapat nucleus dikelilingi oleh sarkoplasma.

Di dalam sitoplasma terdapat myofibril-miofibril, yang merupakan unsur-unsur


kontraktil (Waluyo,2006).
c. Otos jantung
Dalam beberapa hal strukturnya ada kemiripan dengan otot seranlintang maupun otot
polos. Serabut-serabutnya tidak terpisah satu sama lain seperti serabut-serabut otot
polos, melainkan berhubungan satu sam lain dengan perantaan penghubungpenghubung yang berjalan condong sehingga membentuk jaringan kontraktil. Pada
serabut-serabut itu menjadi sejumlah ruas, tiap ruas mengandung nucleus yang
terletak di tengah-tengahnya. Otot jantung dapat mengkerut secara teratur dan tidak
kenal lelah (Waluyo,2006).

3. Berilahtanda (v) untuksetiapkomponen yang dimilikiolehselhewan


Komponen
Sel Hewan
Dinding sel
Plasma membran
v
Nukleus
v
Nukleolus
v

Nama
NIM
Jurusa
n
Kelas
Kelom
pok

Komponen
Ribosom
Endoplasmic retikulum
Aparatusgolgi
Lisosom
Mitokondria
kloroplas
Peroxisomes
Sistokeleton
sentriol

Ledy Mardiana
Ritonga
165100200111026
Keteknikan
Pertanian
B
B3

Sel Hewan
v
v
v
v
v
v
v
v
(Hamka,2006).

Diagram Alir
Preparat hewan

Diamati dengan mikroskop perbesaran 100x dan 400x

Nama
NIM
Jurusa
n
Kelas
Kelom
pok

Ledy Mardiana
Ritonga
165100200111026
Keteknikan
Pertanian
B
B3

Digambar

Hasil

Daftar Pustaka
Arman, Said, dkk. 2007. Biologi Umum. Makassar: Fakultas Tarbiah dan Keguruan
Ermawati, Rastie. 2011. 100 % Suka Biologi. Yogyakarta : Mata Elang Media
Fried, Ph.D,George H.,Hademenos, Ph.D.,George J.2006.Schaums Outline of
Theory and Problems of BIOLOGY.PT Gelora Aksara Pratama.Erlangga
Istaman. 2007. Jaringan Hewan. Jakarta: AMPI
Hamka, dkk. 2006. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Makassar: FMIPA UNM.
Hanum, Eva. 2009. Biologi 2. Jakarta: Pusat Perbukuan

Nama
NIM
Jurusa
n
Kelas
Kelom
pok

Ledy Mardiana
Ritonga
165100200111026
Keteknikan
Pertanian
B
B3

Rachmadiarti, Fida. 2007. Biologi Umum. Surabaya: Unesa University Press


Waluyo, Joko. 2006. Biologi Dasar. Jember: Universitas Jember

Tangga
l

Nilai

Paraf
Asisten