Anda di halaman 1dari 13

lrlK\()L()(n tit()t)tiKSI t)t LAHA\ sA\(/AH

ll.

I'cnyr:rpln Lahan

I
I)
E.
I;.
(

Inokulrrsi llhizobium
l)erlakuan Benih
i)enanaman
l)emupuken
I cngcnJ rltan LrLrtm I rrf rJu
l'engcndalian Hama Penyakrt Tcrpadu

Fl.

TEKNOLOGI PRODLJKSI I)t LAH,.\* KEIUN(I


A. I'ola Tanam dan l,ergiliran Tanarnan.................

ll.
( l.
I)
E.
F

Pcnyiapan Lahan.--................._.
I'enanaman
Pemupukan

l)cnyiangan...
l)rngairan

I'EN(

A.
1i.

]ENI)ALI,{,\ HAMA I).A,N PENYAKIT


Hama yang Perlu Diwaspadai
Pcnyakit Irenring pada Kacang Tanah

I),T\E\ I),{N PASCAPANTE\'


A. Pcnenruan Saat Panen
l]. (lara l'anen
(1. Perontokan Polong
l). Pengeringan Polong
E. Pembijian.......................
F. l'cnv rrprn
10.

PRODIIK PRIMER Dr\,.' SEKI]NDEI{

A.

B.
tl

Produk Primer
Produk Sekunder

PEMASARAN

A.
D.

I)AF|AR

I)A\ ANALI\I\ I SAHA TANI

I'emasaran
n natlsls L saha l,rnl
PI

]STAKA

lll
l9
l9
40
40

4I
4J
44

PERIGMBANGAN PRODUIGI
I(ACANG TANAH DI
INDONESIA

4f)
46
47
4rJ

50

;0

i0

5l

tt

60
0b

66
67
68

69
69

i0
73
73
17

80
80

ul
85

i Indoncsia, kacang tanah mcrupakan salal.r satu sumbcr protcin


nabati yang cukup penting daiam pola menu makanan penduduk.
Di mrsyarrkat, kacrng tanah ini mcrniliki bcbcrapa nama antara
lain kacang cina, kacang brol, dan kacang brudul (awa).
Berdasarkan luas pcrtanaman, kacang tanah mcncmpati urutan
keempat setelah padi, jagung, dan kcdclai. Dcwasa ini pcrtananan
kacang tanah sudah tcrscbar hampir di scluruh pclosok dunia dcngan roral luas panen sekitar Zl juta ha dan produktivitas rataratanya l,l0 ton./ha polong kcring. Di kawasan Asia, lndoncsia mcnempati urutan ketiga terbesar menurut luas arealnya (650.000 ha)
setelah India (9,0 jura ha) dan Cina (2,2 juta ha)" Selain itu, lndonesra
pun dikenal sebagai negara ketu;uh terbesar penghasil kacang tanah
di dunia setelah India, Cina, Nigcria, Scncgal, USA, dan Brasil.
Dari segi produktivitasnya, lndonesia dinilai nasih rendah,
yaitu hanya sekitar 1,0 ton,/ha. Tingkat produktivitas hasil yang dicapai ini baru separo dari potcnsi hasil riil apabila dibandingkan dc'
ngan USA, Cina, dan Argentina yang sudah mencapai lebih dari
2,0 ron./ha. Perbedaan tingkat produktivitas ini sebenarnya bukan
semata-mata dnebabkan olch pcrbcdaan tcknologl produksi yang sudah

ditcrapkan pctani, rcrapi juga karena adanya pengaruh faktor-faktor


lain, cli anraranya ialah sifat atau karaktcr agroklimat, inrcnsitas dan
vlt

--"1*

jenis hama-pcnyakit, varietas yang ditanam, umur panen, serta cara


usaha taninya. Dari hasjl pcnclitian menunjukkan potcnsi biologis
tcrtinggi tingkat produktivitas kacang tanah yang pcrnah dicapai di
Indonesia adalah antara J,0-4,5 ton/ha.

A.

Perkembangan Areal, Produksi, dan


Produktivitas

Selama kurun waktu sampai pcriodc akhir PELITA

B. Kebutuhan Dalam Negeri


lV VI,

perkembangan luas areal panen, produksi, dan produktivitas kacang

tanah di Indonesia belum mcnunjukkan adanya peningkatan yang


menggembirakan. Pcningkatannya hanya sebesar l,Z87o per tahun.
Itu pun merupakan kontribusi dari perkembangan luas areal panen
yang dapat mcningkat mcncapai rata-rata sebesar I,89o/o per tahun"
Scmcnrar: itu, trngkat produktivitas kacang tanah per hektar
rnasih tctap rcndah walautrlun hanya nampu menunjukkan kenaikan
sebesar 0,03o/o. Total produksi yang dicapai masih cukup berfluktuasL
sctiap rahunnya. Hal ini umumnya diindikasikan sebagai akibat dari
adanya masa kekeringan. Produksi tcrtinggi yang pernah dicapai terjadi
pada tahun 1992, yaitu sekitar 740.000 ton, yang kemudian diulangi
kcmbali pada tahun 1995.
TABEL

1.

t..',1 ''
masih berada di
Sampai saat rnl scntra prorluksi kacang tanah
Dacrah di luar
Barat'
tu*n.-*r* ]awa Trmur, Jawa Tcngah, dan Jawa
produksi secara rursional'
i;;; il;;t'-..be.i ,ndil rerhaclap total
Barat'
s.po,i iui"*..i Selatan, Sumatera, Baii, dan Nusa Tenggara

KERAGAAN LUAS PANEN, PRODUKTIVITAS, DAN PRODUKSI KACANG


TANAH TAHUN 1388-19S8

tanah clalam
Selama periode 1989 I994, kebutuhan kacang
yaitu dari
.r"geri *..tuniukkan angka kenaikan yang cukup besar'

sebesar
Oi?,0 tilu ton mcnjadi 801,1 ribu ton atau meningkat
produksi
yang
sama'
4,4% per tahun. Sementara sclama periode
mcningkat
hanya'naik dari 620 ribu ton mcnjadi 702 ribu ton atau

sebesar 2,5%.
sclama

Untuk mcnutupi kekurangan tcrsebut' impor kacang tanah


per tahun Namun' r1i lain
neri()dc tcrrcbut pun m.ningkat 85,9oln
ekspor menirqgkat cukup bcsar' yaitu rata-rata 76'?o/o
ir,f.r"l f*"..
0'75o/o dari iumlah
i", taftt", *al"up,l.t volumc yang dicapai baru
kebutuhan imPor (Tabel

dengan
Dari total impor yang mencapai sekitar 150 ribu ton
petresar
nilai US$ .j2 juta pada tahun 1994 scbenarnya cukup
unruk ..ningk"tkan produk"i dalam,n'geri' Yl':g" :::
i;:;,r;
l)u'r liu nlr
dikjt sama dcngan impor atJu setara dengan arcal seluas

apabila produktivitasnya sekitar 1,0 ton'/ha'

produksi tersebut
samping itu, dcngan upaya peningkatan
Apabila peluang
diharapkan akai terladi penghematan devisa negara'
dup"t dllokro.t"k"t' dalam waktu dekat maka paling tidak
;;;il;
mendatang' Hal
o.A"-to"ur-ot" ke arah efisiensi produksi di masa perdagangan
besistem
akan diberlakukannva
i;;.;i;;;"*an
"tahun
pada
ASEAN.'lan
negara
Z00J di antara
;;t^AFit pada
perdagangan dengan APEC Padahal pada
,"-ua
u.r,uk
tahun-202.0
;;;;.---";t" mendatang dLpcrkirakan kebutuhan kacang tanah terus
jumlah pcnduduk' kcbutuhan
-..ri"gLo, selalan dengin mcningkatnya scrta kapasitas industri pakan
pangan'
div"rslfikasi

Di

1988
1989
1990

928.256
620.817

1991

624.256
719.703
624.289
642.998
739.305
688.908
628.203
645.000

1992
1993
19S4

1995
1996
1997
1998

635 0'14

Sumber. BPS dan FAO

lr-

.O4

652.11S

1.00
1,02

619.585
650.560

144

652.1'19

739.050
638.708

,03

,02
,00
1 ,03
1

63'J.971
754.091

1,O7

737.815

,06

683.700

684.741
1

Z)'

;t;';;t"kr,,

dan makanan.

IABEL

2.

PERKEMBANGAN IIIIPOR DAN EKSPOR KACANG TANAH TAHUN

1989-1995

1989
i 990
1991

1992
1993
1994
1 995
Rata-rata

npor (!onl

Nilai (tls$)

14 620
50 390

8.210.000
22.885.000

96 550
54 592
108.097
150.902

32.2/3.OOO

i03

31.861.000
59.900.000
89 818 000
61.131.000

418
751

95.542

("6)

8s,9

Nilai,(US$l
528
196

552
285

329.919
70 710
54 787
449.5i 9
944.246
2 714.214
434.759

76.7

rnenjadi penyebab
Adapun bcbcraPa kendala aspck tcknis yang
bcrikut'
scbagai
lain
rcndahnya Produktivitas kacang tanah antara
rnasih kua) Pengolahan tanah untLrk pcrsiapan tanam umumnya
rang rlalam, yaitu kurang dari Z0 cm'
kadar ba'
b) Tanah menjadi kcras atau padat akibat rendahnya

han organik.

c)

kurang memcnuhi
Pembuatan drainase tanah masih buruk atau
pada awal
untuk menghindari genilngan air' tcrutama

standar
pertumbuhan.

d)

pada
Perioilc kckeringan yang cukup lama terjadi terutama
fasc Pcngisian Polong'

Sumber: Deoariemen Pertanian 1996

C. Kendala Peningkatan Produksi


Usaha tani kacang tanah yang paling banyak ditanam di lahan
kering (707o) sebenarnya mampu membcrikan nilai jual dan pcndapatan lcbih tinggi bagi petani dibanding usaha tani tanaman pangan

lainnya. Di lahan kcring, kacang tanah mampu memberi kontribusi


sebanyak 65ol dari total pcndapatan keluarga tani.
Scmentara di lahan sawah karcna harus bersaing dengan
tanaman pangan atau hortikultura lain yang lebih ekonomis
- maka
kontribusi kacang tanah hanya sckitar ZOoln dari pendapatan keluarga
tani untuk daerah-dacrah scntra produksi kacang tanah. Walaupun
demikian, upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi rclatif tidak ada atau bolch dikarakan statis dalam dua dasawarsa. Di
samping itu, hingga saat ini pcmcrintah pusat belum mempunyf,i
program khusus untuk n.reningkarkan produksi kacang tanah.
Khusus unruk Kabuparcn Tuban, Jawa Timur, pemerintah setempat
tclah rncncanangkan kacang tanah merupakan salah saru produk
komoditas unggulan. Pertanyaan yang timbul dcngan scndirinya
adalah sampai bcrapa jauh program daerah tersebut mendapat dukungan yang kuat dari instansi tcrkait schingga program pcningkatan
kacang tanah tcrschut dapat dilaksanakan dengan baik di tingkat
daerah.

e)
0
s)

hektarnya masih ktlPopulasi tanaman yang tumbuh setiap


rarrg,rptimal karcna kualitas benih tidak baik'
dikendali
Ad".tv" scrangan hama penyakit yang belum dapat

kan secara oPtimal'


tanah dengan
Masih ada kompctisi antara tanaman kacang
gulma karcna teriambat diiakukan penyiangan'
(1995)

sarnping bebcrapa faktor teknis tersebut' Sumarno


dan pert"lah -..tgid".tiifikasi bcberapa faktor hambatan utama
antara
petani
oleh
*ur"f"nr""""iuf atau kelembagaan yang dihadapi

Di

lain sebagai berikut.


tanah memerlukan modal tunai yang besar'
a)
-' Usaha tani kacang"pengadaan
benih bermutu Padahal petani
u.ttuk

;;;r;-;

b)

umumnYa kekurangan modal'


walaupun mempunyai
Penanaman varitas lokal masih cukup luas

.)

produktivitas rendah'
komersial oleh
Kr.".tg tanah belum diperlakukan sebagai tanaman
petani.

..'
d)

tcknis untuk irsaha


Br:lum ada program bantuan dan bimbingan
t*i ka.ang't".tah yang ditangani oleh pemerintah'

-'"P{','i

2. Diversifikasi

UPAYA PENINGI(ATAN

PRODUI(SI I(ACANG TANAH

Diversifikasi diartikan scbhgai pcnganekaragaman jenis komoditas


yang ditanam di suatu iahan meialui penggantian dari tanaman lain,
sisipan, tumpang sari, atau sebagai tanaman susulan dalam suatu pola
tanam. Untuk tujuan tersebut kacang tanah dapat ditanam di antara

tanaman tahunan yang masih muda (kurang dari tiga tahun) atau
secara tumpang sari dengan tebu yang masih muda (3-5 bulan)-

3. Rehabilitasi
Rehabilitasi adalah perbaikan potensi varictas unggul dengan
pemurnian benih atau penggantian benih yang sudah berkali-kali
ditanam. Selain perbaikan vadetas, program ini pun menyangkut pcrbaikan segala aspek penanaman, termasuk masalah lahan'

II
Votuk

memenuhr kebutuhan, mengurangi impor, ilan meningkatkan


ek-spor maka upaya peningkatan produksi harus sungguh-sungguh

dilakukan. Upaya ini akan tercapai apabila ada k.rnitraa., a.r."."


pemerintah, petani, dan swasta.

A. Memperluas Areal

panen

Perluasan areal panen merupakan faktor pcmberi peluang terbcsar

dalam upaya peningkatan produksi. Beberapi kegiatan dala"mr.lpoy,

perluasan areal panen adalah sebagai berikut.

l.

Ekstensifikasi
Ekstensifikasi merupakan kegiatan yang diarahkan pada penam-

bahan areal pancn baru yang sebelumnya tidak pernah diiar,"-,


kacang ranah. Apabila pcnambahan areal baru ini dapat mencapar
ratusan ribu hektar per tahun maka diharapkan akan terjadi lonjakan
peningkatan produksi kacang tanah secara nyata di tingkat nasional.
Pcnambahan arcal baru pcrtanaman kacang tanah sangar
dianjurkan dilaksanakan di daerah bukaan baru sepcrti hutan ranaman
industri (HTI), dacrah transmigrasi, lahan pasang surur, lahan lebak,
dan lahan tidur.
6

4. Peningkatan intensitas penanaman


Kegiatan ini mengartikan kacang tanah ditanam

dalam suatu
Pada pola
bertambah.
luas
areal
sehingga
daerah
di
suatu
pola tanam
(lP
kacang
200),
(lP
padi-palawija-bera
100)
atau
tanam padi-bera
panen
luas
penambahan
sebagai
tanah dapat diatur untuk dimasukkan
100'
tr
200
dan
IP
untuk masing-masing pola tanam tersebut menjadi
sepern
Pola tanam ini masih harus memperhatikan banyak faktor
ketersediaan air yang disesuaikan dengan umur varietas agar produksi
ridak terlalu rendah.

B. Meningkatkan Produktivitas
Upaya meningkatkan produktivitas adalah dengan menggunakan
varietas unggul yang berpotensi hasil tinggi' Upaya ini dapat dieapai
bila penamarnan diikuti dengan pcnerapan komponen teknologi
produksi secara efekti( efisien, dan benar.
Selain rendah, produktivitas kacang tanah di lndonesia masih
beragam antara 0,?0 1,50 ton/ha atau rata-rata I,l0 ton/ha Untuk

itu, bila setiap kecamatan dalam kabupaten berupaya menyamli


produktivitas tingkat propinsi maka kcnaikan ini dapat menyumbang
produksi cukup besar di tingkat propinsi dan juga nasional.

pemerintah dcnilan sasaran intensifikasi produksi


kacang
,Program
tanah memang belum ada. Walaupun demikian, di
daerah scntra pr()_
duksi rrenun;ukkan sudah adanya beberapa petani,-,"1, y".,g

-J"trr'me.,ghasilka.,
nakan pcnanaman kacang tanah seca.a intcnsif dan
dapat

SISTEM PRODUIGI
IGCANG TANAH

sekitar 1,0 ton/ha.

C. Menekan Senjang Hasil


Pcrbedaan riil (nyata) tingkat
.handing

hasil yang diperolch petani dihasii demplot,/pe nelitian dikatagorik"an ,"b"gui ;oiu
,..,jang hasil. Makin besar perbedaan tcrsebut
maka -aii., b"sa. p..,1"
senjang hasil yang tcrjadi.
.Banyak faktor yang mempcnEaruhi besarnya senjang hasil
rcrscbut, yairu faktor biotik dan abiotik scrta faktorunsi"l
ef,n.,u.,
'fru.",
dalum proscs pcncrapan k,,mponcn pakct tcknologi
O.oautrr,
3lrn teknolugj ke perJni untuk kacang tanah dapat dikatakan
masih sangat. rendah. Sebagai misal, hasil_hasil penelitia.,
pada
areal cukup luas sudah mcncapai 2,A_2,5 ton/ha
atau demplot
2,0 ron/ha, scdangkan di tingkat petani masih sekitar
11,"ro 1.,5

D,

Indoncsia, kacang tanah sebagian bcsar ditanam di Iahan


kerlng dan scbagian kecilnya di lahan sawah Masing-masing jenis
lahan terscbut memiliki karakteristik yang berbeda-beda schingga
potensi hasilnya pun dapat saja berbeda.

.1,0 ton./ha

D. Menekan Kehilangan Hasil


t:i,

yang ndak repat dengan cara yang tradisionil merupa,Kan


_ saran nancn
penyebah
satu
utama banyaknya hasil polong kacang tanah
yang.hilang dan diperkirakan dapat mencapai
lo_ti",t. a;;'"n

dilakukrn dengan cara d"., ,aat ,".rg *pui ,"r,"


"",
1lrb,.lt or1.,r arrr
drtun,rng.oreh
mesin perranian (alsintan) maka kehilangan hasil
terscbur dapat clirckan minimri menjadi sekitar
S.,t. l""gguriur"
uf"t
-""rf,
perontok
kacang ranah merupakan salah satu
.polong
menekan kchilangan hasil.
"0"r,

A. Varietas dan Sistem Budi

DaYa

Varictas kacang tanah, baik varietas lokal maupun varieras


unggul, yang umum ditanam adalah tipc Spanish yang bercirikan
polong berbiji I Z. Walaupun demikran, juga masih ada kacang
ranah yang ditanam dcngan tipe Valencia yang dicirikan dari polong berbiji -1-4. Sedangkan di dacrah subtropis kebanvakan
tcrmasuk tipe Virginia. Adapun perbedaan morfologi kedua tipe
terscbut disajikan pada Tabel 3.
Tabel 1 tampak bahwa perbedaan varictas pun menentttkan
perbcdaan produktivitas yang dicapai. Sementara perbedaan cara
budi daya antara Indonesia dan Amerika Serikat yang disajikan
pada Tabcl 4 rnemperlihatkan bahwa potcnsi hasil di daerah subtro'
pis lebih tinggi dibanding daerah tropis. Di samping itu' periodc

tumbuh di dacrah subtropis pun lebih panjang (dapat mencap3r


4-5 bulan), sedanglan di daerah tropis hanva 1,0' 1,5 bulan

--

T.
TABEL

3.

PERBEDAAN MORFOLOGI KACANG TANAH TIPE VIRGINIA,


SPANISH,

DAN VALENCIA

Tipe tumbuh batang Menjalar


Cabang utama
Dari ruas berseling
Warna daun
Hijau tua
Pembungaan/letak
Pada ruas cabang
polong

Jumlah biji/polong
tjkuran biji
Warna biji
Dormansi biji

umur panen
Potensi hasil
Adaptasi

Tegak

Tegak

Dari ruas berurutan


Hijau muda
Pada balang utama dan cabang pada pangkal batang
2 hiji
2 btji
Besaf, 10-16 mm
Kecil, 3- mm
Merah muda, cokelat Merah, ungu, putih
Dorman sekitar 2 bl
Tidak ada dorman
150-170 hr
80-95 hr
Hingga 4,5 ton/ha
Hingga 3,0 ton/ha
Daerah subtropis
Daerah tropis

Dari ruas berurutan


Hijau muda
Pada batang utama
dan cabang pada
pangkal batang

3-4

Kecil,

biji

mm

l\4erah, putih, ungu


Tidak ada dorman
85-110 hr
Hingga 4 0 ton/ha
Daerah tropis

4.

penanam.

B. Lingkungan Tumbuh Kacang Thnah


Berbicara lingkungan tumbuh berarti pula berbicara mengenai
tanah.dan iklim yang dikehendaki oleh kacang tanah untuk tumbuh
dan berkembang dengan baik. Berikut diulas tentang lingkungan

tumbuh tcrsebut.

1.

Sumber: Sumarno, .1993 dan T.ustinah. 1996

TABEL

Menurut Sumarno (1991) perbedaan mendasar lebih banyak


pada penekanan sifat komersial yang belum banyak dilakukan perani
di Indo.resia. Seiain status pernilihan lahan yang masih sempit,
penentuan harga jual masih sangat tergantung pada pedagang
pengumpul,/penebas yang sering kali jauh di bawah harapan petani

PERBEDA,AN BUDI DAYA KACANG TANAH DI INDONESIA DENGAN


DI
AMERIKA SERIKAT

Thnah

Tanah merupakan hal mutiak yang perlu diadakan untuk memproduksi komoditas pertanian. Pembahasan mengenai tanah ini hanya pada jenis tanah yang cocok untuk kacang tanah dan tingkat
kesuburannya.

a.
Luas iahan tanam

.tL

sempit, menyebar,
sangat beragam

relatif luas, seragam

Struktur tanah

nngan-berat

Tujuan penanaman

tambahan pendapatan

gembur, angan
komersial
Mrginia, biji besar
sedifikat

Varietas

Spanish, biji kecil

Kualitas benih

asalan

Umur tanaman

80-110

ProduKivitas
Penyiapan lahan
Cara tanam
Pemupukan
Penyakit daun
Hama daun dan polong
Cara panen
Pemasaran

0,5-1,5

l0

hari

(ton/ha)
tenaga ternak
tugal, tumpang sari
jarang/sedikit
endemik, berat
oanyaK

tradisional
tergantung pedagang,
jumlah sedikit (< 2 ton)

150-170

2,0-3,0

hari
(ton/ha)

kaKor
mestn tanam, monokultur
banyaldintensif
sedikit
sedikit
mekanis
produsen sendiri,
jumlah banyak (> 50 ton)

Jenis tanah

Kacang tanah lebih menghendaki jenis tanah lempung berpasir, liat berpasir, atau lempung liat berpasir. Kemasaman (pH) tanah
optimal adalah sekitar 6,5-7,0. Apablla pH tanah lebih besar dari
7,0 maka daun akan berwarna kuning akibat kekurangan suatu unsllr
hara (N, S, Fe, Mn) dan sering kali tirnbul bercak hitam pada polong.
Pada jenis tanah berstruktur berat seperti Vcrtisol, kacang tanah
masih dapat tumbuh baik. Namun, pada saat panen banyak polong
yang tertinggal di dalam tanah sehingga mengurangi hasil panen.
Untuk itu, pada jenis tanah ini perlu dibuatkan bedengan. Sementara
pada jenis tanah berstruktur remah berpasir, tingkat keberhasilan
perkecambahan benih akan lebih besar dan ginofor lebih mudah
melakukan penetrasi untuk masuk ke dalam lapisan tanah sehingga
poiong menjadi lebih mudah dicabut saat panen.

Untuk itu, biia kesuburan tanahnya rendah dtperlukan pcnarnhahan


unsur hara dengan cara pcmupukiln.
Kacang tanah mcrupakan salah satu tanaman yang Incrrerlttkan
unsur hara yang cukup banyak untuk mempcrolch produksi tcrtentu'

Agar hasii polong mencapai sckitar l'0 ton/ha' diperlukan sckitar


?9kg N,6 kg l, dan 43 kg K untuk setiap hcktarnva Adapun gambaran kebutuhan unsur hara yang penting adalah scbagai berikut'

1)

penanaman pada
bedengan Sangal dtanlurkan terutama
pada jenis tanah yang Oerstruttui
berat

b.

Kesuburan tanah
Di samping kondisi fisik

r,."Hl'T.t
j:l f d "0, p".i" iu,
i::H
?;1,;*"T:r
trng.untuk dipcrhatikan adaiah kesuburan
tarlah. Tirrgiat keisubu.a.,

i".'i"il

tanah dipengaruhi olch kandungan atau


kecukupan unsur hara
lam tanah.

da_

Seperti halnya tanaman lain kacang


tanah pun memcrlukan
unsur hara makro dan mikro. Unsur h".""_rk.;
u;;;;"'i"ir.ia,rrn.,
ntd,r:g." (H), oksisen (O),.nitrigen (N), fosfor (p),
kalsium

(Ca),
la): (K), m,agne,sium
dan ,utfu. tSj. S.^."o." lr"i". nar"
:1llum
.fMe),
mrkro.antara lain besi (Fe), ma.ngan. (Mn),
,..frgu fCut,l",ic fZ.,l,
moiibdenum (Mo), boron (B), dan klor (ii).

Kcbutuhan unsur hara tersebut clapat


dipcnuhi dari udara, air,
tanah, maupun sisa-sisa ranaman. Makin
tinggi ,ingt
"
tanah maka makin banyak unsur hara yu"g
", tlJu"r.".,
,"""rr"ai"" Uugl
,"J"rnrr,.
IZ

Kalsium (Ca)

Llnsur Ca merupakan hara yang paling mcnentukan tingkat


kebernasan polong kacang tanah. Olch karena itu, keterscdialnnya
dalam katagori cukup sangar dibutuhkan. Pada jtnis tanah bt:rat
scring kali dijumpai gc;ala kr:kurangan Ca.
Kcbutuhan pupuk Ca yang acla dalam kapur pertanian (kaptan)
maupun dolomit mencapai sekitar 100-400 kg'/ha Oleh karena
berfungsi scbagai hara maka saat pemberiannya yang paling tepat
adalafr. sekitar umur 20 l0 hari sctelah tanam ltau schclum
pcrnbentukan polong. Pemhcriannya dengan cara ditebarkan di
sepa.r;ung jalur antara dua baris tanaman' lalu dicampur dcngan
t".rah. Kebutuh"., Ca untuk katang tanah berbiji besar lebih banyak
dibanding bcrbiji kecil. Perbandingan optimum kadar Ca dan K
adalah 10

:I

dalam tanah bagian atas sekitar pctnbentukan ginofor'

2)

Nitrogen (N)
Unsur hara ini dibutuhkan oleh kacang tanah scbanyak I 1,5
kali dibanding tanarnan sereal (agung atau padi) \y/alaupun demikian, kacang tanah dapat memenuhi sebagian dari kebutuhan N
tcrscbut iewat penambltan N cli udara melalui rnikroba rizobium
yang mencapai ?5 80"/". lJntuk itu, pernberian pupuk N (urca) pada
kacang tanah cukup sckitar 25-50 kglha.

3)

FosJor (P)

Di daerah pertanaman kacang tanah sering kali tampak gejala


kekurangan fosfor. Untuk itu, penambahan pupuk SP-j6 sebanyak

ll

50-75 kg/ha umumnya sudah dapat mengarasi kekuranagn tersebut.


Pada tanah dengan kadar P sekitar 22 ppm biasanya tidak rcspon
tcrhadap pcmakaian pupuk P.

4) Kolium (K)
Pengaruh pemupukan K tcrhadap hasil kacang tanah tidak selalu
konstan dan tidak sclalu kadar K dalam tanah berhubungan derrgan
rcspon hasil. Hanya pada kadar K yang sangat rendah, respon kacang
tanah terhadap penambahan pupuk K akan terjadi. Itupun masih
dipengaruhi olch ringkat pcngelolaan ranamannya.

2.

Iklim
laktor iklim yang sangat

bcrpengaruh tcrhadap pertumbuhan


dan hasil kacang tanah adalah suhu, cahaya, cian cuiah hujan.

a.

Suhu

Suhu tanah mcrupakan faktor penentu dalam pcrkecambahan

biji dan pertumbuhan awal tanaman. pada suhu tanah kurang dari
180 C, kecepatan bcrkecambah akan lanbat. Suhu tanah dr atas
40o C;ustru akan mematikan benih yang baru ditanam. Suhu tanah
maksimum untuk perkembangan ginofor adalah 30_340 C. Serrrcntara suhu optimum untuk perkecambahan benih kacang tanah
terletak antara 20-30() C. Selain suhu tanah, suhu uda.a p"un ber-

pengaruh terutama pada periode pcmbungaan. pada fase generarif,


suhu udara optimum adalah 24-270 C.

b.

Cahaga

Faktor iklim lain yang bcrpengaruh adalah cahaya- Kacang tanah


merupakan tanaman C3, scdangkan cahaya mempengaruhi forosrntesis dan respirasi. Kacang tanah termasuk tanaman hari pendek,
sedangkan pembungaan ddak rcrgantung pada fotoperiode. Seh,ngga
t+

terbukanya bunga dan lumlah bunga Yang terbentuk sang-at tergantung pada cahaya lntcnsitas cahaya yang rendah pada saar
pe-bcntukan ginofc>r akan mengurangi jurnlah ginofor' Di samping
itu, rerrdah.rya intensitas penyinaran pada masa pengisian polong
akan menurunkan jumlah dan berat polong scrta akan menambah
jumlah polong hamPa.

c.

Curah huian

Kcragaman dalam jurnlah dan distribusi curah hujan sangat


b..p.rrg"tuh atau dapat menjadi kendala tcrhadap pertumbuhan dan
pcncap;ian hasil kacang tanah. Total curah hujan optimum selama
3 1,5 bulan atau scpanjang pcriodc pcrtumbuhan sampai panen
adalah 100-500 rnm. Sangat idcal apabila curah hujan tcrscbut
terbagi merata selama pertumbuhan tanaman Curah hujan yang
cukuf dan tidak tcrlalu lembap/basah pada saat tanam sangat dibutuhk"., ag", tanaman dapat berkecambah dengan baik' Curah hujan
yang terlalu banyak pada awal tumbuh akan menekan pertumbuhan
dn.r.d"pm menurunkan hasil. Demikian pula bila curah hujan agak
banyak pada periodc pemasakan polong maka polong akan pecuh
dan biji akan berkecambah karena penundaan saat pancn' Oleh
karena itu, kelembapan tanah yang cukup pada pcriode awal tumbuh, saat berbunga, serta saat pembentukan dan pcngisian polong
sangat penting untuk memperolch hasil polong yang tinggi Di
daerah-daerah yang mcndapat tambahan air irigasi sesuai dengan
kebutuhan tanaman menunjukkan produktivitas yang dicapai cukup
baik, yaitu antara 1,5-2,0 ton./ Lra.
Lingkungan tumbuh dan sistcm produksi utama kacang tinah
terdapat pada dua jcnis lahan utama, yaitu sawah dan lahan kering
Dari masing-masing sistem produksi tcrsebut menunjukkan porcnsi
produktivitas yang bc;beda-beda scsuai tingkat kesuburan dan domi'
nasi jenis tanah. Dari gambaran tersebut terlihat kombinasi antara
varietas yang diianam dan lingkungan tumbuh sangat crat k'itan-

nya dengan tingkat produksi maksimal yang dapat clitrp'ri


(Tabel

5).

15

UN-GKUNGAN TUMBUH UTAMA OAN


SENTRA PRODUKSI
KACANG TANAH OI INDONESIA

Persentase dari total


arear Kacang tanah

20%

Rata-rata hasit (ton/ha)


Potensi hasit (ton/ha)
Kesuburan tanah
Dominasi jenis tanah
Sistem tanam

3,0
Subur
Entisol
Monokultur

Pola tanam

Sentra pertanaman

BENIH BERMUTU
506

10%

0,8

1,1

10

2,0

2,0

1,5

Agak subur

Agak subur

Entisol
Monokultur

Alflsol
Monokultur/
tumpang sari
uk+is+kr

Kurang subul
Podzolik
lvonokultur/
tumpang sari
kt-is

is-K

pg-K

pd-pd-K
pd-K-jg
tb-kt

k-K

Kediri
Blitar

Tuban
Blitar

Pasuruan
Jepara

Wonogiri

Bantul

65%

Pati
Kebumen

Subang

Tuban
Lamongan
Bangkalan
Pati

Malarg
Purwodadi

Majalengka

Garut
Sukabumi

Sopeng
Badung

Buleleng

Karangasem
Lombok Barat

Keteransa

[:==i"1J;;-:Tx'rl;l

is=

jasuns: uk=uD'| kavu

K+lg+uk
Lampung
sumsel
Jambi

Ft
U

f-eneadran benih bermutu varictas unggul yang tepat jumlah' waktu,


dan standar yang ditetapkan merupakan salah satu syarat utama yang
harus dipcnuhi bila pertanaman tersebut ditujukan untuk mencapai
tingkat produksi tinggi. Kebcradaan benih bermutu ini di tingkat
petani sering kali masih merupakan kendala utama bila akan dilakukan
upaya intensifikasi pcningkatan produksi.
Benih untuk musim tanam utama kacang tanah di lahan kering

pada awal musim kemarau (marengan) bulan Februari/Maret


,-tltrr^yu dipersiapkan dari hasil panen dari penanaman pada awal
musim hujan. Hanya saja kualitas biii yang dihasilkan umumnya
masih sangat rcndah karena faktor kesulitan dalam prosesing'

A. Kelas Benih Bermutu


Saat ini benih kacang tanah masih dibedakan daiam empat kelas
berdasarkan mutu genetik, yaitu benih penjenis (BS), benih dasar (FS),
benih pokok (SS), dan benih sebar (ES).

Benih pcnjenis adalah benih yang diawasi dan dievaluasi secara


ketat di lapang maupun di gudang serta diproduksi langsung oleh
pemulia tanaman kacang tanah. Benih dasar adalah benih drrri
keturunan pertanta benih pen;cnis. Benih pokok adalah benih darj
lo

t?

r,|l|1rni[] l)r'rtarnr l)cni]r dasar atau keturunan kcdua benih penjcrrr,. Scrrcrrrrrr;r bcnih scbar adalah bcnih dari kcturunan pcrtama
1,,r'rlr lr,rlioli yrng cliprodrrksi sedcmikian rupa schingga identitas
,lrr. licrrrrrnian varictas dapar dipcrtahankan dan mcmenuhi standar
1,rrr11 srrtlrlr rlitctapkan bcrdasarkan pcraturan pcrbcnihan dan
f

Oleh karena program perbenihan kacang tanah bclurr berscrnentara


kcmbang dcngan baik maka di lapangan saar ini unruk

sa; kelas benih lagi c]i bauah bcnih scbar' var'tu bcnih
"i"
J""g"- t"b"l mcrah jambu. Standar lapangan dan iaboratorium lntuk
,r"rt[

tr"r,it,

-"rrt,

jambu ini dapat dilihat pada Tabcl 6 dan Tabcl

,lir,,rtilikusi olch Balai I'engawasan Scrtifikasi Bcnih.

IJcnih k('ias FS, SS, dan ES sudah dapat diproduksi oleh


nrrrrgkur
bcnih yang mcmenuhi syarat. Dalam pelaksanaannya,
l,,
rrrcruproiLLLksl bcnih berscrtifikasi harus mengacu pada proscdur

rrrn(lirf l)('rncriksaan, baik pada saat di lapang rnaupun di

labo-

rirr(riurn s(suai dcngan kelas benih yang akan dihasilkan.

lJenrh dasar
llenih pokok
llcnrh sebar
lJenrh merah jambu

l)

K(lcr3ngan CVL = campuran varietas

lain

K!dar Air

CVL

B gnlh Lain

K4h$ Benih

Maks.

Mats.

(%l

{%)

{%)

ll'{Ilr

11 0

01

bila petani diarahkan- untuk


kcmurdnp"t -..,.uk.,!i kebutuhan benih scndLri tanpa ncngurangi
perlu
diccrm'rtr'
,rio., u".i",", - masih acla bcberapa hal lagi yang
Benih yang akan ditanam harus ada jlminan tcntang

o2

IIM,J

11,0
11,0
11,0

05
1,0

R!npul
Eedrahaya
Eenih
6l Maks (%)
90
90

10

80
70

0
0
2

benLh dapat diperbanyak lima kali


BMJ = benih merah jarrbu
CVL = campuran varietas an
Sub DireKorat Pangawasan Mutu dan Sertifikasi Benih 1991

1..,.1,.r,Ir(run l\,4asing-masing keas

lii

dava
hingga pada konclisi pcnyimpanan yang bersuhu tinggi'
mcnurun'
tumbuhnya akan ccPat
Kulit ari bLji umumnya tipis sehingga mudah tcrin{cksi olch
c(ndawJn, bal t cri. mruPun viru''

Selain ketiga si{at urnum

Sub-Direktorat Pengawasan l\,4utu dan sertifikasi Benih, 1991

IAIIEL 7, STANDAR LABORATORIUM BENIH KACANG TANAH

dasar
llr{rlr pokok
ll,.nrlr sebar

Apabila ingin melakukan kcgiatan usaha tani untuk.mcmawai


produksi dan mcnasarkan bcnih kacang tanah' sebagai bckal
benih
sifar
sebaiknya perlu mengetahui terlebjh dahulr'r bebcrapa

kacang tanah pada umumnya, yaitu sebagai berikut'


l)' Sangat higrokopis karena mcngisap air clarl lingkungan sckeltlt;g;lt, ,"hingg, L".1,t air biii akan ccprt naik rncnglkuti pola
k"ll"^b"p",, uJara/ranah di tcrnpar benih tcrscLrut diletakkrn'
Z) Proses metabolisme dan rcspirasi dalam bcnih sangat tinggi sc'

I^BEL 6. STANDAR LAPANG SERTIFIKASI BENIH KACANG TANAH

ii(nfibcr

B. Sifat Benih

0
0
0
0

l)
Z)
(l

tcrscbut

kebenaran nama varictas,


kcjelasan dan legalitas sumber benih dari varictas' serta

lingka! lemur n'an

,,r5Jl

vJriclJs'

ylrng
Sctelah dipcrolch jaminan kepastian pemilihan varictas
pcrlu dilakrrkan
akan ditanam maka tindakan di lapangan yang
dan ncnyang
berbeda
varietas
bekas
o.lrl"h ,ldnk menanam dari
rrcnyimpang'
tipc
atar'r
lain
cabut tanaman yang berasal dari varietas
harus
Untuk memperoleh hasil yang tinggi, u'aktu tanam optimaLbaik
dan
ntlrmal
,fun"u"f.r" agar pertumbuhan tanaman mcnjadi

l9

| lll t I t l;!

[lll lI

C. Pengadaan Benih Bermutu


Untuk memperoleh benih berkualitas tinggi dari segi genetik,
fisik, maupun fisiologi perlu dilakukan langkahJahgkah yang benar
dan harus sudah dimulai sejak penyiapan lahan, penanaman,
pemanenan, pengelolaan hasil panen, pengeringan, pengepakan, penyimpanan, serta pengangkutan benih ke tempat-tempat yang
membutuhkan benih.

l.

Pemilihan lokasi

Lokasi yang baik sangat mendukung tercapainya tujuan untuk


memperoleh benih bermutu. Berikut beberapa hal menyangkut perni.
lihan lokasi tersebut.

Waktu tanam untuk tujuan memperoleh benih kacang tanah


bermutu dapat dibedakan menjadi empat, yaitu
l) April-Juni (musim kemarau pertama/MK I), awal musim
kemarau di lahan sawah sesudah padi'
2) Juli-Oktober (MK II), akhir musim kemarau di lahan sawah,

3)
4)

Oktober-Januari (musim hujan pertama/MH I), awal musim


hujan di lahan kering, serta
Februari-April (MH II), akhir musirn hujan (rnarengan) di lahan
kering.

3.

4)

Lokasi penanaman mudah dijangkau dengan kendaraan sehingga


memperlancar kegiatan pengawasan maupun ftansportasi.

Penyiapan lahan
Lahan yang disiapkan untuk pengadaan benih bermutu harus
diolah secara intensif sampai gembur dan remah. Ini bertujuan agar
dapat menjamin pertumbuhan lebih baik dan bebas dari gulma'
Untuk lahan sawah yang jenis tanahnya berstruktur ringan,
sesudah penanaman padi maka penyiapannya cukup dengan pembabatan jerami padi. Selanjutnya, jerami padi tersebut dipakai seba'
gai mulsa. U.ttuk l"ha., sawah yang tanahnya berstruktur berat,
Sementara untuk
f,enyiapa.rrrya dilakukan dengan cara sempurna
cara pengolahan
dengan
dilakukan
penyiapan
lahan
iaha.r ieri.rg,
jenis
maupun berat,
ringan
tanah
tanah secara intensif, baik untuk
dengan kedalaman olah lebih dari l0 cm.

2.

Waktu tanam

4.

l)

Penanaman diupayakan pada lokasi yang merupakan wilayah


jangkauan dari pengembangan varietas yang akan ditanam.

Z)

Kondisi tanah dan iklimnya menunjang pertumbuhan tanaman


secara optimal sehingga akan mengurangi kehilangan hasil karena cekaman lingkungan yang suboptimal.

3)

Tanah yang akan ditanami benih kacang tanah harus bebas


dari kontaminasi varietas lain, pertumbuhan gulma, dan gang.
guan hama penyakit.

Penanaman kacang tanah untuk tujuan penyediaan benih dilakukan lebih awal, paling tidak satu musim sebelum penanaman untuk
tujuan produksi. Hal ini dimaksudkan agar jumlah benih yang
dibutuhkan dapat disesuaikan dengan rencana penanarnn berikumya.
Sampai saat ini
mekanisme pengadaan benih bermutu
- karena
belum berjalan lancar
tahapan awal yang mungkin dapat dilakukan
adalah memperlancar sistem pengadaan benih antarlapang, antarmusim, dan antarlokasi.

Pembuatan saluran
Genangan air di areal penanaman dapat mengganggu perkembangan akar tanaman. Untuk menghindarinya, perlu dibratkan
saluran lembuangan air dengan jarak antarsaluran sekitar 2-5 m
tergantung kondisi lahan. Kedalaman saluran sekitar 25-30 cm
derigan lebar 20*25 cm. Saluran tersebut berfungsi ganda' yaitu selain
sebagai saluran pembuangan air, juga dapat dipakai sebagai saluran
irigaii. Saluran irigasi bertujuan untuk mempercepat penyebaran air
irigasi pada petakan yang ditanami.

zl

5. Perlakuan benih
Kalau lahan yang rkan clitanami sering rerjadi serangan lalat
bibir pada stadia awal pcrrumbuhan, scbaiknya benih dibcri perla_
kuan tcrlebih dahulu sebciurrr ditanam. perlakuan benih ini rnenggunakan rnsekrisida bcrbahan akrif karbofuran sepcrti Dharmafur
J G, Furadan I G, dan Pcrrofur I G. Pemberiannya dilakukan pada
iubang tanam dengan dosis sebanyak l0 kglha.

6.

Penanaman
lcnananan unruk pengadaan benih harus sccara teratur dengan
jarak tanam optimal. Pada jarak tanam yang reratur, tanaman yang
tumbuh bcrbeda dapar scgcra rampak sehingga dapat segera dicabut
untuk rne:mpcrtahankln hcscragarnan tipc varietas yang dittnam.
Dalam setiap hektarnya, jurnlah populasi dapat mencapai sekitar 250.000 tanaman clengan jarak tanam 40 cm x l0 cm. Setiap
lubang tanam dimasukkan sebanyak satu bi;i bcnih.
Kegiatan pcnyulaman atau penanaman sisipan pada pertanaman benih untuk tujuan pcngadaan benih ini tidak boleh dilakukan.
Hal ini disebabkan akan rerjadi masa panen dan pertumbuhan yang
tidak scragam.

7. Pemupukan

9. Pengamatan dan roguing


Pcngarraran yang tcpat untuk menentukan kcmurnian suatu
varictas yang ditanam adalah pada periodc bcrbunga. Apabila terjadi pcnyimpangan pada pertanarnan, sebaiknya dilakukan pcnca'
butan ranaman (roguing). Di samping itu, roguing pun dilakukan
untuk rnenghindari adanya campuran varietas atau tanaman lain.
Pclaksana pengamatan dan roguing ini harus tahu secara pasti
karakter atau dcskripsi varietas yang ditanam. Hal ini perlu untuk
mcnghindari kekcliruan yang bakal tcrjadi dalam mengklariffkasi sccara
tepat karakter varietas yang ditanam.

lO.

Kcseimbangan unsur hara mcrupakan rnodal dasar yang harus

dipenuhi agar pertumbuhan tanaman tidak tcrhambat sehrngga


diperolch henih herlualitas tinggi. Anjuran dasar pemberian pupuk
untuk setiap hektar penanaman adalah 25-50 kg urea, 50-?5 kg
SP-16, dan 50-75 kg KCl. Pemberiannya diiakukan dengan cara
seluruhnya disebar scsaat scbclum atau bcrsamaan dengan tanam.

8. Pengendalian hama, penyakit, dan gulma


Scrangan harna pacla kacang ranah relatif tidak begitu serius
dibanding dcngan scrangan pcnyakit. pcnyakit yang perlu dikendalikan adalah bercak claun awal (scrangan pada umur 2l-15 hst) dan
bercak daun akhrr (scrangan pada umur 40 55 hst), yaitu dengan

t)

fungisida pada umur 49 dan 56 hst (lrari setelah tanam). Apabila


scrangannya cukup banyak, juga dapat ditanbahkan dcngan penyemprotan awal pada umur 42 hst. Kualitas bcnih akan menurun l.rila
pengendalian harna penyakit dilakukan kurang tepat.
Gulma yang tidak dikcndalikan secara scmpurna pun dapat
mengganggu pertumbuhan tanaman. Masa kritis populasi gulrna yang
bcrpcngaruh adalah pada awal pcrtumbuhan hingga umur 2l hst.
Untuk iru, diupayakan agar gulma tidak terlalu banyak tumbuh
pada periode tersebut.

Panen
Saat dan cara panen nerupakan kegiatan prapancn tahap tcr
akhir yang menentukan tinggi redahnya mutu bcnih yang dihrrsil
kan. Penentuan saat panen lebih didasarkan pada penilian umur
ranaman, ciri rnasak fisiologis, dan kondisi cuaca. Mutu fisiologi
bcnih tertihggi dapat dicapai biia tanaman dipanen saat masak fisicr
logis. Di samping itu, kondisi iklim saat pelaksanaan pancn sangat
mencntukan kualitas benih yang dihasilkan karena secara tidak
Iangsung akan bcrpcngaruh terhadap viabilitas dan vigor benih
Cara panen dengan mencabut tanaman masih dirasakan cukup
baik unruk menperkccil kerusakan dLbanding cara mekanis. Cara mckanis mungkin akan timbul banyak kerusakan karcna mcmakai alat
panen yang ridak tePat.
z3

11. Pascapdnen
Untuk memproduksi benih, ada beberapa kegiatan pascapanen
yang harus dilakukan secara beruntun, Kegiatan-kegiatan tersebut

d.

Penyimpanan benih

Setelah polong cukup kering, kegiatan selanjutnya adalah


pembijian. Pembijian dilakukan secara manual dengan tangan. Dalam pembijian tersebut juga sekaligus dilakukan pemilihan biji.
Pemilihan biji ini hanya untuk rnemisahkan biji yang baik dengan
biji yang jelek.

Untuk kacang tanah, penyimpanan merupakan kegiatan paling


penting dalam penanganan benih. Penyimpanannya lebih banyak
dalam dalam bentuk polong dibanding bentuk bl.1i. Kelemahan
penyimpanan dalam bentuk polong ialah diperlukan volume ruang
penyimpanan yang cukup besar.
Penyimpanan polong dalam jumlah besar sebaiknya dilakukan
dalam karung plastik atau karung'goni. Kadar air polong sekitar
9-10o.6. Karung tersebut harus disimpan dalam ruang yang sejuk
dan kering (suhu 2?o C dan kelernbapan nisbi 70o.6. Selain itu,
karung harus tidak kontak langsung dengan dinding atau lantai
ruang penyimpanan. Tumpukan karung sebaiknya tidak sembarangan, tetapi diatur dengan memberikan lorong-lorong pada antartumpukan. Ini diilakukan agar mudah dibersihkan dan dikontrol'
Untuk mencegah serangan hama dapat digunakan fungisida methllbromid<. d,errga.o dosis 16-24 g/mt pada suhu 25o C selama 24 hari'
Sementara penyimpanan dalam bentuk biji rnemerlukan kadar
air lebih rendah, yaitu 70.6. lfadah penyimpanannya dapat berupa
kaleng bekas biskuit yang berkapasitas 5-10 kg atau drum bekas
(kapasitas 100 kg) yang bertutup. Dengan penyimpanan ini maka
ku;litas biji benih tersebut dapat bertahan hingga ? bulan dengan
daya tumbuh lebih dari 850,6.

c.

e.

antara lain perontokan dan pengeringan polong, pembi.lian, pcmilihan benih, pengemasan, serta perawatan.

a.

Perontokan dan trrngeringan polong

Setelah dirontokkan, polong segera dikeringkan agar kadar air


yang cukup tinggi (sekitar 30-35%) dalam biji dapat diturunkan
menjadi 18-200.6, kemudian diturunkan lagi menjadi lZo/o dan
menjadi 1006 apabila dimasukkan dalam penyimpanan. Penurunan
kadar air ini harus secara bertahap. Hal ini sangat penting unruk
menjaga agar mutu benih tetap tinggi. Penurunan secara cepat akan
merusak benih sehingga tidak dapat tumbuh.

b.

Pembijian

Pemilihan benih

Biji-biji yang sudah dipilih harus dipilah lagi untuk mendaparkan benih yang baik. Biji untuk benih diusahakan mempunyai ukuran yang seragam sesuai deskripsi varietas tersebut. Biji yang baik
adalah yang bentuknya bernas dengan warna kulit biji terang.
Pemilihan biji pada kegiatan ini pun bertujuan untuk membuang biji kusam, biji gulma atau biji tanaman lain. Bila pemilihan dilakukan untuk benih dengan jumlah yang besar, alat sortasi
biji (grader) dapat dipakai agar tidak mernakan waktu yang terlalu

Pemwatan benih

Benih yang telah disimpan dalam kurun waktu cukup lama


(6-12 bulan) perlu dicek kembali kadar airnya agar tetap sekitar
100.6. Untuk itu, benih tersebut dikeringkan kembali pada lantai
jenuran dengan menggunakan alas. Penjemuran tersebut paling
lama sekitar 4-5 jam, tergantung kondisi penyinaran matahari'

lama,

24

)\