Anda di halaman 1dari 13

MAKALAHPBL2MATAKULIAHKIMIAFISIKA

KESETIMBANGANKIMIA

DisusunOleh:Kelompok11
CatharinaCandra(1506746361)
FaturrohmanS(1506746304)
KaniaZara(1505717790)
LuhPutuDevinaIchasiaPrawira(1506746355)
RyendiKusnan(1506717853)

FAKULTASTEKNIK
UNIVERSITASINDONESIA
DEPOK2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan ke hadirat Allah Yang Maha Esa, karena dengan berkat
karunia dan rahmat-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Ucapan
terima kasih kami sampaikan kepada berbagai pihak yang telah mendukung dalam proses
penyusunan makalah ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Eny Kusrini
sebagai dosen pembimbing kelas Kimia Fisika. Makalah ini disusun dalam rangka untuk
menyelesaikan tugas mata kuliah Kimia Fisika mengenai sifat gas dan cairan
Kami menyadari bahwa makalah yang kami susun ini masih jauh dalam kesempurnaan.
Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan agar dapat membuat
makalah yang lebih baik dari sebelumnya di masa mendatang. Kami mengucapkan terima
kasih yang telah membantu proses pembuatan makalah ini. Akhir kata kami mohon maaf
apabila dalam penyusunan makalah ini terdapat kesalahan. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi penulis dan pembaca sehingga dapat meningkatkan pengetahuan mengenai
materi-materi yang terdapat dalam makalah ini.

Depok, 12 Oktober 2016

Penulis

DAFTARISI
DaftarIsi.3
PetaKonsep....4
BABIDasarTeori
PartA5
PartB....6
PARTC.......7
BABIIIsidanJawabanPertanyaan
PartA8
PartB17
PartC19
DaftarPustaka22
DaftarGambar
Gambar1...8
Gambar2...9
Gambar3...10
Gambar420
DaftarTabel
Tabel115

PETA

KONSEP
BABI
DASARTEORI

PARTA
A. Gas Ideal
Gas ideal adalah konsep teoritis, yang kita gunakan untuk tujuan penelitian. Untuk gas
menjadi ideal, mereka harus memiliki karakteristik sebagai berikut. Jika salah satu dari
ini hilang, maka gas tersebut tidak dianggap sebagai gas ideal. Gaya molekul Inter antara
molekul gas dapat diabaikan. Molekul-molekul gas dianggap sebagai partikel titik. Oleh
karena itu, dibandingkan dengan ruang di mana molekul gas menempati, volume molekul
tidak signifikan. Biasanya molekul gas mengisi setiap ruang yang diberikan. Karena
itu, ketika ruang besar ditempati oleh udara, molekul gas itu sendiri sangat kecil
dibandingkan dengan ruang. Oleh karena itu, dengan asumsi molekul gas sebagai partikel
titik sejati sampai batas tertentu. Namun, ada beberapa molekul gas dengan volume yang
cukup besar. Harus dipertimbangkan bahwa tidak ada interaksi antar molekul antara
molekul gas. Namun, dalam kenyataannya, ada interaksi lemah yang setidaknya terjadi di
antara molekul. Tapi, molekul gas bergerak cepat dan secara acak. Oleh karena itu,
mereka tidak memiliki cukup waktu untuk membuat interaksi antar molekul dengan
molekul lain. Meskipun dikatakan gas yang ideal adalah teoritis, kita tidak dapat
mengatakan itu adalah 100% benar. Ada beberapa kesempatan di mana gas bertindak
sebagai gas ideal. Gas ideal ditandai oleh tiga, yaitu variabel, tekanan, volume dan suhu.
Persamaan berikut mendefinisikan gas ideal.
PV = nRT = NKT
B. Gas Nyata
Ketika salah satu dari dua atau kedua asumsi yang diberikan di atas tidak valid, bahwa
gas yang dikenal sebagai gas nyata. Kita benar-benar menemukan gas nyata dalam
lingkungan alam. Sebuah gas nyata bervariasi dari kondisi ideal pada tekanan yang
sangat tinggi. Hal ini karena, ketika tekanan yang sangat tinggi diterapkan, volume di
mana gas diisi menjadi sangat kecil. Kemudian dibandingkan dengan ruang kita tidak
mengabaikan ukuran molekul. Selain itu, gas ideal berada dalam keadaan sesungguhnya
pada suhu yang sangat rendah. Pada suhu rendah, energi kinetik molekul gas sangat
rendah. Oleh karena itu, mereka bergerak perlahan-lahan. Karena itu, interaksi antar
molekul antara molekul gas, yang kita tidak abaikan. Untuk gas nyata, kita tidak
menggunakan persamaan gas ideal di atas karena mereka berperilaku berbeda. Ada
persamaan yang lebih rumit untuk perhitungan gas nyata. Salah satu persamaannya
dikenal dengan sebutan persamaan Van der Waals.

PART B

A. Teori Kinetik Gas


Teori kinetika gas didasarkan pada 3 asumsi dasar :
Asumsi 1 , volume partikel ; gas terdiri atas sekumpulan molekul. Volume dari
masing masing molekul tersebut sangatlah kecil dibandingkan volume dari
wadahnya
Asumsi 2, pergerakan partikel ; molekul gas terus menerus dalam arah yang acak
dan gerakannya lurus dengan kelajuan yang tetap kecuali ketika mereka
bertabrakan dengan dinding wadahnya maupun dengan molekul lainnya.
Asumsi 3, tumbukan antar partikel ; molekul molekul tidak menimbulkan gaya
jika tidak berbenturan, dan tumbukan molekul dengan diniding wadah maupun
dengan molekul lainnyabersifat elastic sempurna tanpa adanyakehilangan energy
selama tumbukan. Akibatnya energi kinetiknya selalu konstan
1. Hukum Boyle
Volume dari sejumlah tertentu gas pada temperature tetap berbanding terbalik dengan
tekanannya.
PV = 2/3 K1 T (Pada T tetap, PV nya adalah tetap)
2. Hukum Charles atau Gay Lussac
Pada tekanan tetap, volume gas ideal bermassa tertentu berbanding lurus terhadap
temperaturnya (dalam Kelvin)
PV = 2/3 K1T (Pada P tetap, V = K2T)
3. Distribusi Kecepatan Molekul
Ketika menurunkan persamaan kinetik gas, diasumsikan bahwa semua molekul memiliki
kecepatan yang sama. Tapi pada kenyataannya tidak demikian. Ketika dua molekul
bertumbukan, salah satu molekul mentransfer energi kinetik ke molekul yang
ditabraknya, menyebabkan kecepatan molekul yang menerima energi menjadi lebih cepat
dan yang lainnya menjadi lebih lambat. Oleh karena itu, kecepatannya berubah secara
konstan. Pada tahun 1860, James Clark Maxwell mengkalkulasi distribusi dari kecepatan
molekul menggunakan hukum probabilitas. Dia mendapatkan persamaan dari distribusi
kecepatan molekulnya, yaitu :
MC
d Nc
M 32 2 RT 2
=4
e
C dc
N
2 RT
2

dNc
N
M
T

: Total molekul yang memiliki kecepatan antara C dengan (C+dc)


: Total molekul
: Massa molekuler
: Temperatur skala absolut (K)

4. Hukum Avogadro
6

Pada temperatur dan tekanan sama, gas-gas yang volumenya sama memiliki jumlah
molekul yang sama pula.
1
1
m1 n 1 1= m2 n 2 2
3
3
5. Hukum Graham
1

1 / 2 = (

d2
)
d1 2

6. Tenaga Kinetik Translasi


Ek = 3/2 n R T (Tenaga kinetik hanya bergantung pada temperatur absolut gas.)
7. Frekuensi Tumbukan dan Jalan Bebas Rata-rata
Dalam gas dengan n molekul gas per volume, jumlah molekul yang ditumbuk oleh
sebuah molekul per detik adalah z = (2)1/2 2 n Jalan bebas rata-rata adalah jarak
yang ditempuh oleh molekul sebelum tertumbuk dengan molekul lain.

8. Viskositas gas
Fluida (gas dan cairan) memiliki sifat yang disebut viskositas, yaitu gaya tahan suatu
lapisan fluida terhadap gerakan lapisan lain fluida tersebut.

PART C
Fluida superkritis adalah fluida dengan tekanan dan suhu diatas kritisnya, yaitu suatu keadaan
dimana fluida berada dalam keadaan seimbang antara fasa gas dan fasa cairnya.titik kritis
terletak pada akhir kurva penguapan, dimana fase cair dan gas bergabung unutk membentukk
fase fluida homogen tunggal. Daereah superkritis terletak pada bagian luar titik ini. Kondisi
fluida superkritis memiliki daya melarutkan yang lebih tinggi dan lebih selektif dari pada bentuk
cari atau bentuk gas. Fluida superkritis mempunyai sifat yang unik, yaitu pada sifat-sifat yang
menyerupai gas dan juga sifat sifat yang menyerupai cairan. Densitas dan kemampuan
melarutkan dari fluida superkritis menyerupai cairan. Sifat transpor dari fluida superkritis
menyerupai gas, yaitu difusivitas yang tinggi dan viskositas yang rendah ditambah lagi dengan
tegangan permukaan yang bernilai nol pada fluida superkritis akan memperlancar penetrasi
fluida superkritis ke materi mikoporous. Sifat yang tidak biasa ini, menjadikan fluida superkritis
sebagai pelarut yang ideal dan potensial. Kelarutan komponen dalam fluida superkrkisi
tergantung pada densitas dari pelarut, juga afinitas fisik kimia dari zat terlarut terhadap pelarut.
BAB II
7

ISI DAN JAWABAN PERTANYAAN


PART A
1. Jelaskan tentang konsep kesetimbangan? Apa yang Anda ketahui dengan
kesetimbangan kimia? Bagaimana kesetimbangan kimia itu dapat terjadi? Faktor
apa saja yang dapat mempengaruhi kesetimbangan kimia? Apa yang dimaksud
dengan konstanta kesetimbangan kimia? Apa bedanya dengan quotient reaction?
Jelaskan mengenai kesetimbangan kimia dinamis, tuliskan ciri-cirinya?
Jika ke dalam suatu reaktor tertutup dicampurkan gas N2, O2, dan NO (reaksinya dapat
balik) maka Anda tidak dapat menentukan mana yang bertindak sebagai pereaksi maupun
hasil reaksi. Arah reaksi pun tidak dapat ditentukan secara pasti sebab reaksi dapat balik
(reversible), dapat berlangsung dalam dua arah. Untuk mengetahui arah reaksi dalam
reaksi reversible maka didefinisikan perbandingan reaksi quotient of reaction,
dilambangkan dengan Q, yaitu perbandingan konsentrasi zat-zat yang bereaksi.
Andaikan persamaan reaksi untuk campuran gas N2, O2, dan NO Anda tuliskan
sebagai N2(g) + O2(g) 2NO(g) maka perbandingan reaksinya adalah :

Pada saat reaksi mencapai kesetimbangan, harga Q tidak lagi bergantung pada
konsentrasi awal, tetapi hanya bergantung pada suhu sistem reaksi.
2. Bagaimana bunyi asas Le Chatelier? Faktor apa saja yang mempengaruhi
pergeseran kesetimbangan kimia, jelaskan secara sistematik dan singkat?
Prinsip Le Chatelier
Asas Le Chatelier menyatakan jika kesetimbangan dinamis terganggu akibat adanya
perubahan kondisi, maka kesetimbangan akan bergeser kearah yang berlawanan
dengan perubahan tersebut. Sangat penting untuk memahami asas Le Chatelier,
karena akan sangat membantu ketika kamu menerapkan perubahan kondisi dalam reaksi
yang mengalami kesetimbangan dinamis.

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi sistem kesetimbangan adalah perubahan


konsentrasi, perubahan suhu, perubahan tekanan, dan perubahan volume.
8

a. Perubahan Konsentrasi
Berdasarkan persamaan sebagai berikut :
aA + bB cC + dD
Berdasarkan asas Le Chatelier, posisi kesetimbangan akan bergerak kearah yang
berlawanan dari perubahan. Berarti dengan penambahan konsentrasi A, maka
posisi kesetimbangan akan bergeser kearah pembentukan C dan D.
b. Perubahan Volume atau Tekanan
Jika dalam suatu sistem kesetimbangan dilakukan aksi yang menyebabkan
perubahan

volume

(bersamaan

dengan

perubahan

tekanan), maka dalam

system akan mengadakan reaksi berupa pergeseran kesetimbangan sebagai


berikut.
Jika tekanan diperbesar (volume diperkecil), maka kesetimbangan
akan bergeser ke arah jumlah koefisien reaksi kecil.
Jika tekanan diperkecil (volume diperbesar), maka kesetimbangan
akan bergeser ke arah jumlah koefisien reaksi besar.
c. Perubahan suhu
Menurut Vant Hoff:
Bila pada sistem kesetimbangan suhu dinaikkan, maka kesetimbangan
reaksi akan bergeser ke arah yang membutuhkan kalor (ke arah reaksi
endoterm).
Bila pada sistem kesetimbangan suhu diturunkan, maka kesetimbangan
reaksi akan bergeser ke arah yang membebaskan kalor (ke arah reaksi
eksoterm).

d. Pengaruh Katalisator terhadap Kesetimbangan


Fungsi katalisator dalam reaksi kesetimbangan adalah mempercepat tercapainya
kesetimbangan (Kc tetap). Hal ini disebabkan katalisator mempercepat reaksi ke
kanan dan ke kiri sama besar.
Sehingga hal ini sesuai dengan prinsip Le Chatelier yang mengatakan bahwa posisi
kesetimbangan akan bergerak ke arah yang berlawanan dari perubahan reaksi

3. Berdasarkan persamaan Vant Hoff, apabila pada sistem suhunya dinaikkan atau
diturunkan dapat mempengaruhi kesetimbangan reaksi kimia. Menurut Anda apa
yang akan terjadi pada kesetimbangan kimia tersebut, berikan salah satu contoh
yang berhubungan dengan kasus 1 di atas?

PART B
1. Metode utama pembuatan amonia adalah mereaksikan nitrogen dan hidrogen.
Selanjutnya amonia dapat diubah menjadi senyawa nitrat. Bagaimanakah bentuk
reaksi pembentukan pupuk amonium nitrat? Apa bedanya dengan proses HaberBosch pada pembuatan amonia?
2. Penerapan azas Le Chatelier pada proses pembuatan amonia, bertujuan untuk
meningkatkan jumlah produk. Terangkan secara sistematis proses pembuatan
amonia, berikan gambar prosesnya! Bagaimana pula pengaruh katalis terhadap
reaksi tersebut?
3. Dalam industri kimia, jika campuran reaksi kesetimbangan mencapai
kesetimbangan maka produk reaksi tidak bertambah lagi. Akan tetapi, jika produk
reaksinya diambil atau disisihkan, maka dapat dihasilkan produk lagi. Hal ini
diamati pada proses pembuatan amonia. Tunjukkan proses dan jelaskan fenomena
ini, tambahkan data pendukung video untuk presentasi Anda?

4. Secara komersial nitrogen dipisahkan dari udara dengan cara distilasi bertingkar
udara cair. Jelaskan salah satu proses/teori untuk pengambilan atau pemanfaatan
nitrogen dari udara untuk menghasilkan produk yang lebih bermanfaat dan
komersial yang Anda

5. Amonia dapat digunakan sebagai pelarut. Hal ini dipengaruhi oleh sifat kepolaran
amonia cair. Jelaskan dan berikan ulasan mengenai data tersebut?

10

6. Berikan contoh lain, aplikasi amonia untuk berbagai bahan baku produk kimia
(minimal 5), dan jelaskan salah satu produk tersebut secara detail, meliputi reaksi
dan proses pembuatannya?

PART C

1. Jelaskan perbedaan kesetimbangan homogen dan heterogen secara singkat?

2. Hubungan secara matematis, antara harga Kc dan Kp dapat diturunkan dari


persamaan gas ideal. Tunjukkan sehingga diperoleh persamaan matematis sebagai

berikut :

RT

Kp=Kc

3. Dari kasus 3, reaksi di atas dapat dituliskan adalah sebagai berikut :


2 SO 2( g) +O2(g )
Dimana nilai Kp = 1,0 x

109

2 SO3( g)

pada 1030 . Pada saat kesetimbangan, pada

volume tetap dan suhu 1030 , bagaimanakah nilai Kc da jelaskan hubungannya


dengan Kp?
4. Pada proses kontak tidak digunakan tekanan besar seperti pada prose pembuatan
amonia. Mengapa dan berapa nilai tekanan yang digunakan pada kasus 3, jelaskan
sistematika proses reaksinya? Dan menurut Anda, pada tekanan normal (1 atm),
apakah reaksi di atas bisa terjadi?
5. Contoh lain, pada kesetimbangan sistem homongen untuk reaksi pembentukan
dari NO dan

O2

ditunjukkan dengan

NO2

negatif. Dari studi kasus ini, tuliskan

issue secara stoikiometri dan termodinamika serta hubungkan dengan kesetimbangan

11

kimia yang Anda sedang pelajari saat ini? Buatlah asumsi sekiranya diperlukan untuk
menentukan pergeseran reaksi ke arah kanan atau kiri?
6. Pada reaksi kesetimbangan penguraian gas N 2 O 4 menjadi gas
keadaan setimbanga saat kecepatan terurainya
kecepatan membentuk kembali
peruraian

N2O4

N2O4

NO2

tercapai

sama besarnya dengan

artinya tercapainya kesetimbangan dinamis

N 2 O 4 . Dari persamaan reaksi berikut :

N 2 O 4(g )

diketahui nilai Kp masing-masing pada suhu 600 dan 1000


dan 2,8 x 104 .
Mengapa Kp berbeda pada suhu berbeda?
Apa pengaruh dan hubungannya jika tekanan parsial

2 NO 2(g ) ,
adalah 1,8 x

NO2

10

jika suhu

dinaikkan?
Secara termodinamika, apakah reaksi tersebut terjadi secara spontan?
Bagaimana

H , reaksi bersifat endoterm atau eksoterm, jelaskan?

Petunjuk : cari data pendukung!


Dilihat dari stoikiometrinya, jika diketahui Kp = Kc, bagaimana perubahan
koefisien, konsentrasi serta tekanan total ataupun parsial, buatlah asumsi
sekiranya diperlukan?
PART D
1. Kesetimbangan kimia di atas adalah menunjukkan kesetimbangan dalam sistem
heterogen. Pada reaksi kesetimbangan dalam sistem padatgas berikut, yaitu pada
CaO(s) +CO 2(g ) Tentukan persamaan Kc atau Kp?
reaksi : CaCO3(s )
2. Terangkan metode mana pada kasus 4, yang lebih berhasil untuk mendekomposisi
CaCO3 ? Petunjuk : Mengacu pada prinsip Le Chatelier! Apabila ada kenaikan
tekanan, reaksi kesetimbangan kimia akan bergeser ke arah mana? Jelaskan mengapa
demikian!
3. Buatlah analisis ataupun kesimpulan dari persamaan reaksi pada kasus 4?
4. Andaikan reaksi dekomposisi di atas terjadi pada suhu 1200 K dan Go

= -13,8

kJ/mol. Bagaimanakah Anda dapat menentukan nilai konstanta kesetimbangan reaksi


tersebut? Apa yang terjadi, jika suhu diturunkan atau dinaikkan? Bagaimana
5.

pengaruhnya dengan nilai konstanta kesetimbangannya?


CaCO3 dapat digunakan sebagai bahan pengisi dalam berbagai produk inovasi
modern. Terangkan salah satunya dan sebutkan proses pembuatannya secara singkat

12

dan sistematik?

DAFTAR PUSTAKA
Sukardjo, Prof. Dr., 2013. Kimia Fisika. 4th ed. Jakarta: Rineka Cipta.
Atkins, P.W, 1986. Physical Chemistry. 3rd ed. Oxford: Oxford University.
Bird, Tony, 1987. Kimia Fisika until Universities. 2nd ed. Jakarta: Gramedia.
Gases, liquids, and solids (2010) Available at:
https://www.chem.purdue.edu/gchelp/liquids/character.html (Accessed: 20 September 2016).
2015 (2012) Gas Ideal dan Gas Nyata. Available at:
http://www.ilmukimia.org/2012/11/gas-ideal-dan-gas-nyata.html (Accessed: 20 September
2016).

13