Anda di halaman 1dari 37

BAB I

PENDAHULUAN
a.

Latar Belakang
Industri pengolahan non migas sebagai salah satu subsektor
perekonomian memiliki kontribusi yang dominan dalam membangun
stabilisasi perekonomian Indonesia. Kontribusi sektor manufaktur yang
besar terhadap perekonomian menyebabkan siklus perekonomian tidak
terlepas dari dinamika sektor manufaktur.
Visi Pembangunan Industri Nasional Jangka Panjang (2025) adalah
Membawa Indonesia pada tahun 2025 untuk menjadi Negara Industri
Tangguh Dunia dimana sebagai Negara Industri Maju Baru, Indonesia
harus mampu memenuhi beberapa kriteria dasar antara lain:
1. Kemampuan tinggi untuk bersaing dengan Negara industri lainnya;
2. Peranan dan kontribusi sektor industri tinggi bagi perekonomian
nasional;
3. Kemampuan seimbang antara Industri Kecil Menengah dengan
Industri Besar;
4. Struktur industri yang kuat (pohon industri dalam dan lengkap, hulu
dan hilir kuat, keterkaitan antar skala usaha industri kuat);
5. Jasa industri yang tangguh.
Visi tersebut hanya akan dapat terpenuhi jika diselaraskan dengan
adanya alokasi Sumber Daya Manusia (dalam hal ini aparatur
pemerintahan di lingkungan Kementerian Perindustrian) yang kompeten
dan unggul dalam menangani bidangnya.
Melalui Peraturan
Menteri Perindustrian

No.:

94/M-

IND/PER/12/2006 tentang Wajib Magang Bagi Pegawai Baru di


Lingkungan

Departemen

Kementerian

Perindustrian

Perindustrian
mewajibkan

ke

Perusahaan
pegawai

baru

Industri,
untuk

melaksanakan kegiatan magang di industri di bawah binaan Kementerian


Perindustrian. Kegiatan magang ini bertujuan untuk meningkatkan
kompetensi dan pengenalan pegawai baru terhadap industri yang akan
dibina selama bekerja di Kementerian Perindustrian, sehingga dapat
berkontribusi dalam pemikiran dan usaha untuk membangun industri di
Indonesia ke arah yang lebih baik lagi.
b. Dasar Hukum
1

Kegiatan magang industri bagi pegawai baru Kementerian


Perindustrian

dilaksanakan

berdasarkan

pada

Peraturan

Menteri

Perindustrian No.: 94/M-IND/PER/12/2006 tentang Wajib Magang Bagi


Pegawai Baru di Lingkungan Departemen Perindustrian ke Perusahaan
Industri.
c.

Maksud dan Tujuan


Maksud dan tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan magang ini
adalah sebagai berikut:
untuk meningkatkan

wawasan

dan

kompetensi

pegawai

di

lingkungan Kementerian Perindustrian;


untuk mempelajari aspek-aspek usaha seperti organisasi dan
manajemen, sistem produksi, sistem pemasaran, dan kegiatan
operasional usaha industri.

d. Sasaran Yang Ingin Dicapai


Sasaran yang ingin dicapai dalam kegiatan magang ini adalah
sebagai berikut:
Tersedianya kader-kader pimpinan Kementerian yang matang dan

profesionalisme di bidangnya masing-masing;


Terciptanya pegawai yang mampu mengetahui tentang karakteristik
industri yang dibinanya sehingga dapat membantu pelaksanaan tugas

sehari-hari di unit kerjanya masing-masing;


Terwujudnya pegawai-pegawai Departemen Perindustrian yang
berwawasan luas, cerdas, dan berpengalaman di Usaha Industri.

BAB II
DATA UMUM PERUSAHAAN
a.

Sejarah Perusahaan
Pura merupakan perusahaan pribadi yang dibangun pada tahun
1908 sebagai percetakan di Kudus. Jacobus Busono merupakan generasi
ketiga, dan memulai kariernya pada saat menjadi pimpinan pura pada
tahun 1970 dan berposisi sebagai presiden direktur.
Pengembangan sumber daya manusia yang intensif dengan cara
membangun sebuah karakter (prioritas yang diikuti pula dengan pelatihan
teknis dan mampu untuk memanage sesuatu akan dapat membuat sebuah
budaya) yang dapat berinovasi dan membentuk suatu kemajuan
perusahan. Hal inilah yang menjadi budaya di Pura, sebuah budaya untuk
membawa filosofi perusahaan.
Setelah tiga dekade, Pura telah berkembang menjadi grup
terintegrasi dari divisi manufaktur, percetakan, pengepakan, pemroduksi
kertas, konverta, permesinan, anti counterfeiting, katu elektronik, dan
label teknologi tinggi. Pura Group sekarang diantara yang terbesar di
dunia industri percetakan dan pengepakan di Asia Tenggara.
Pura juga memproduksi berbagai komoditas ekspor, dan beberapa
inovasi tersebut merupakan yang pertama didunia seperti Hologram
Scratch off, Direct Hologram, Smart Card, Microcapsule, dan masih
banyak yang lainnya.
Berdiri pada tahun 1908 sebagai percetakan kecil dengan
mempekerjakan 8 karyawan, dan sekarang ditangan generasi ketiga
dengan manajemen professional yang dapat mengorganisisr dan
memanage setiap lingkungan perusahaan Pura Group menjadi group
yang berkembang dengan memiliki 24 pabrik dan mempekerjakan 8000
lebih karyawan. Jangkauan usahanya meliputi Paper Making, Paper
Converting,

Printing-Packaging,

Holography,

Engineering,

Security System for Anti Counter Feiting, Smart technology.


3

Total

Perkembangan perusahaan secara lebih lanjut adalah sebagai


berikut :

Tahun 1972 didirikan PT Pura Box yang bergerak di bidang


produksi kotak karton gelombang (packaging box) dan kertas
koran.

Tahun 1973 didirikan PT Pura Roto yang bergerak di bidang


Rotogravure

dan

Converting

yang

dalam

perkembangan

selanjutnya memproduksi kotak karton lipat (Modern Flexible


Packaging).

Tahun 1974 didirikan Unit Paper Mill sebagai penunjang PT Pura


Box dalam pengadaan kertas medium liner dan kertas test liner.

tahun 1984 menjadi perusahaan pertama di daerah tropis yang


memproduksi dan memperkenalkan Non Carbon Required (NCR).

Tahun 1985 Divisi Kertas diresmikan oleh Presiden Soeharto.

tahun 1986 Divisi Converta telah memproduksi Siliconozed Rease


Paper dan Cork Tipping Paper (untuk kertas rokok).

Tahun 1987 PT Pura Barutama menerima 8 International Thropy


for Technology dari Frankfurt Jerman serta penghargaan American
Recognition of Eficiency.

Tahun 1988 PT Pura Barutama mulai mengekspor ke pasar


internasional seperti USA, Eropa, dan sebagainya.

Tahun 1989 Didirikan PM (Paper Mill) 7 dan 8 yang pada tanggal 1


Juli 1993 diberi nama PT Pura Nusa Persada dan dibagi menjadi
Unit Paper Mill dan Unit Holografi.

Tahun 1991 berdiri divisi Indostamping yang menghasilkan Hot


Stamping Foil.

Tahun 1992 didirikan Pura Micro Capsule.

Tahun 1994 berdiri divisi Human Resource Development (HRD).

Pada tahun 2001 didirikan unit PM IX.


Pada tahun 2004 didirikan unit Koagen/ PLTU/ Unit Power Plant di
daerah Jati.

Pada tahun 2005, Pura mendirikan Unit Smart Tecnology yang


bergerak dalam pembuatan Smart Card dan Label untuk identifikasi
produk dan personel.
Saat ini PT Pura Group terdiri dari beberapa perusahaan, antara
lain:

1.

PT Pura Barutama Kudus

2.

PT Pura Nusa Persada

3.

PT Pura Manika Stone Art

4.

PT Purawisata Barutama

5.

PT Purawidya Graha

6.

PT Pura Produktama Primaindo

Gambar 1. Struktur Pura Group

Pura Group memiliki banyak unit di berbagai lokasi, untuk itu


dalam pembagian lokasinya, Pura Group dikelompokkan menjadi 5
kawasan, yaitu :
1.

Kawasan I
Berada di Jl. Dr. Lukmono Hadi Kudus yang terdiri dari :

Divisi Holografi, bergerak di bidang percetakan hologram.

Divisi Batu Mulia, bergerak di bidang pembuatan batu


perhiasan.

2.

Kawasan II
Berada di Jl. AKBP Agil Kusumadya 203, Jati Wetan Kudus yang
terdiri dari :

Divisi Rotogravure, bergerak di bidang percetakan


rotografi. Produk yang dihasilkan berupa kemasankemasan untuk obat-obatan, rokok, permen, dan cetak CTP
(Cork Tip Paper)

Divisi Paper Mills PM 1, PM 2, dan PM 3 yang


memproduksi kertas CTP untuk pembungkus filter rokok.

3.

Kawasan III
Berada di Jl. Kresna Jati Wetan Kudus yang terdiri dari :

Divisi Offset, bergerak di bidang cetak offset untuk kertas


dan kardus.

Divisi

Coating,

merupakan

unit

Converting

dan

Laminating. Produk yang dihasilkan adalah kertas stiker


dan kertas NCR yang merupakan andalan unit ini.

Divisi Repro, merupakan unit prepress, yang bertugas dan


bertanggung jawab pada proses pra cetak.

4.

Kawasan IV
Berada di Jl. AKBP Agil Kusumadya Jati Kulon Kudus yang terdiri
dari :

Divisi Paper Mills PM 5, PM 6, PM 9, dan PM 10

Divisi Micro Capsule yang memproduksi pelapisan pada


kertas NCR

Divisi TSS unit yang memproduksi dokumen sekuriti dan


yang memproduksi produk yang ada pengamannya.

Divisi Pura Bangunan

Divisi Power Plant

Divisi Indostamping
6


5.

Divisi PST

Kawasan V
Berada di Jl. Raya Kudus-Pati Km 12 Terban Kudus yang terdiri
dari :

Divisi Paper Mills PM 7 dan PM 8. Unit PM 7


memproduksi kertas multi layer dan unit PM 8
memproduksi kertas single layer.

Divisi Workshop atau Pura Rekayasa Mesin Indo, bergerak


di bidang perbengkelan dan pembuatan mesin.

Divisi Boxindo, merupakan unit pembuatan karton


gelombang untuk bahan pembuatan box.

6.

Divisi Agro

Kawasan VI
Berada di Jl. Lingkar Kudus-Jepara yang terdiri dari :

Divisi Transportasi, merupakan unit pengadaan dan


perencanaan

bangunan

dan

tempat

bahan

untuk

pengembangan dan pembangunan Pura Group.

Divisi

Tinta,

bergerak

di

bidang

pembuatan

dan

pengolahan tinta untuk memenuhi kebutuhan Pura Group


sendiri.

Divisi Dekorindo

b. Visi dan Misi Perusahaan

Memenuhi

permintaan

dan

kebutuhan

akan

produk-produk

pengepakan dan percetakan di pasar domestik dan di luar negeri,


dengan menawarkan solusi yang inovatif, berkualitas, dan berbasis
teknologi canggih dan bahan baku lokal.

Menjadi pemain utama di industri percetakan dan pengepakan global,


dengan memanfaatkan inovasi produk, sinergi, dan solusi yang
komprehensif.

c.

Kegiatan Utama Perusahaan


7

Pura

Group

di

dalam

melakukan

kegiatan

produksinya

dikelompokkan menjadi 5 kawasan, yaitu :


1. Kawasan I
Berada di Jl. Dr. Lukmono Hadi Kudus yang terdiri dari :

Divisi Holografi, bergerak di bidang percetakan hologram.

Divisi Batu Mulia, bergerak di bidang pembuatan batu


perhiasan.

2. Kawasan II
Berada di Jl. AKBP Agil Kusumadya 203, Jati Wetan Kudus yang
terdiri dari :

Divisi Rotogravure, bergerak di bidang percetakan


rotografi. Produk yang dihasilkan berupa kemasankemasan untuk obat-obatan, rokok, permen, dan cetak CTP
(Cork Tip Paper)

Divisi Paper Mills PM 1, PM 2, dan PM 3 yang


memproduksi kertas CTP untuk pembungkus filter rokok.

3. Kawasan III
Berada di Jl. Kresna Jati Wetan Kudus yang terdiri dari :

Divisi Offset, bergerak di bidang cetak offset untuk kertas


dan kardus.

Divisi

Coating,

merupakan

unit

Converting

dan

Laminating. Produk yang dihasilkan adalah kertas stiker


dan kertas NCR yang merupakan andalan unit ini.

Divisi Repro, merupakan unit prepress, yang bertugas dan


bertanggung jawab pada proses pra cetak.

4. Kawasan IV
Berada di Jl. AKBP Agil Kusumadya Jati Kulon Kudus yang terdiri
dari :

Divisi Paper Mills PM 5, PM 6, PM 9, dan PM 10

Divisi Micro Capsule yang memproduksi pelapisan pada


kertas NCR
8

Divisi TSS unit yang memproduksi dokumen sekuriti dan


yang memproduksi produk yang ada pengamannya.

Divisi Pura Bangunan

Divisi Power Plant

Divisi Indostamping

Divisi PST

5. Kawasan V
Berada di Jl. Raya Kudus-Pati Km 12 Terban Kudus yang terdiri
dari :

Divisi Paper Mills PM 7 dan PM 8. Unit PM 7


memproduksi kertas multi layer dan unit PM 8
memproduksi kertas single layer.

Divisi Workshop atau Pura Rekayasa Mesin Indo, bergerak


di bidang perbengkelan dan pembuatan mesin.

Divisi Boxindo, merupakan unit pembuatan karton


gelombang untuk bahan pembuatan box.

Divisi Agro

6. Kawasan VI
Berada di Jl. Lingkar Kudus-Jepara yang terdiri dari :

Divisi Transportasi, merupakan unit pengadaan dan


perencanaan

bangunan

dan

tempat

bahan

untuk

pengembangan dan pembangunan Pura Group.


d. Kegiatan Sosial Perusahaan
Kegiatan sosial yang dilakukan oleh perusahaan meliputi kegiatan
pelestarian lingkungan, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan
batuan sosial dan bencana alam.
Bekerjasama dengan masyarakat pedesaan, petani dan perangkat
desa setempat, Pura telah memfasilitasi pembudidayaan Jarak Pagar di
lahan-lahan kritis di Gunung Kidul dan sekitarnya yang meliputi lahan
dengan luas sekitar 25.000 hektar dan akan terus diperluas ke daerahdaerah lain secara bertahap.
9

Pembudidayaan tanaman Jatropha curcas memberikan kesempatan


penambahan penghasilan bagi masyarakat setempat serta berfungsi juga
sebagai penghijauan di lahan-lahan gersang.
Dalam rangka peningkatan pemberdayaan dan kemampuan petani
dan nelayan, Pura bekerjasama dengan Fakultas Kelautan Universitas
Diponegoro dan Dinas Perikanan setempat telah mengadakan pelatihan
pembudidayaan Ikan Kerapu di perairan Karimunjawa.
Bantuan pada korban bencana alam dilakukan sebagai kepedulian
perusahaan terhadap penderitaan korban bencana alam dalam lingkup
lokal dan nasional diantaranya gempa bumi di Yogyakarta dan
JawaTengah, bencana banjir di sekitar Kudus, gempa bumi di Sumatera
Barat, letusan Gunung Merapi.

10

BAB III
ORGANISASI DAN MANAJEMEN
a.

Struktur Organisasi Perusahaan


Penentuan struktur organisasi yang tepat dan sesuai dengan situasi
dan kondisi dalam perusahaan akan memungkinkan perusahaan untuk
mencapai tujuan secara lebih terarah. Selain itu dengan struktur
organisasi yang jelas dan baik maka akan dapat diketahui sampai dimana
wewenang dan tanggung jawab yang dimiliki oleh seseorang dalam
menjalankan tugasnya.
Dalam menjalankan aktivitas usahanya, PT. Pura Barutama
menerapkan tipe Organisasi Garis (Staf) yang merupakan tipe organisasi
tertua dan sederhana dimana tugas, perencanaan, pengendalian dan
pengawasan berada di bawah satu tangan, sehingga garis kewenangan
(line authority) berada langsung dari pimpinan kepada bawahan.
Rangkaian proses kegiatan yang ada dalam suatu perusahaan
selayaknya dilakukan berdasarkan atas untuk meningkatkan kegunaan
segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses
manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika
organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sudah
ditetapkan.
P.T. Pura Barutama dipimpin oleh seorang Direktur yang dibantu
oleh General Manajer. General Manajer dibantu oleh beberapa Plant
Manajer dan Manajer. Plant Manajer dan Manajer bertanggung jawab
kepada General Manajer dan General Manajer sendiri bertanggung jawab
kepada Direktur.

11

Direktur

General Manager

Plant Manager PM 1,2,3

Plant Manager PM 5,6,9

Plant Manager PM 10
Manager QA-R&D

Manager Produksi

Manager Produksi

Manager Produksi

Manager FA

Manager FA

Manager FA

Manager HRD & GA

Manager PPIC

Manager PPIC

Manager Teknik

Manager UPL

Manager Teknik

Manager QC/Laborat

Manager Persiapan
Water Mark

Manager QC/Laborat

Manager Pembelian
Manager Marketing

Gambar 2. Struktur Organisasi Perusahaan

Manager Pengembangan
Sistem Manajemen

b. SDM Perusahaan
Sumber daya manusia adalah manusia yang bekerja di lingkungan
suatu organisasi atau perusahaan, biasa disebut juga personil, tenaga
kerja, pekerja atau karyawan.
Sumber daya manusia merupakan potensi yang menjadi asset
perusahaan dan berfungsi sebagai modal (non finansial/non material) di
mewujudkan eksistensi perusahaan.
Jumlah karyawan P.T. Pura Barutama sebanyak 7.750 pekerja.
Dengan rincian pekerja laki-laki sebanyak 5.598 pekerja dan perempuan
sebanyak 2.152 pekerja. Semua tenaga kerja di PT. Pura Barutama
berasal dari dalam negeri dan tidak memperkerjakan tenaga asing.
Pendidikan
Pasca Sarjana

Jumlah karyawan (orang)


15

Sarjana

570

Diploma III

233

Diploma II

10

Diploma I

SLTA

3.882

SLTP

1.868
12

SD
Jumlah

1.164
7.750

Tabel 1. Jumlah Karyawan PT. Pura Barutama Berdasarkan Tingkat


Pendidikan.
c.

Manajemen SDM Perusahaan


Sistem jam kerja yang diterapkan di PT. Pura Barutama adalah
sistem jam kerja 1 shift, dimana semua tenaga kerja mendapatkan jam
kerja dan waktu istirahat yang sama untuk tiap harinya.
Setiap karyawan bekerja selama 7 jam setiap hari untuk hari SeninJumat dan selama 4 jam untuk hari Sabtu. Total jam kerja yang dimiliki
oleh karyawan selama satu minggu penuh adalah sebanyak 39 jam.
Perbedaan jam kerja ada pada bagian keamanan yang dapat dilihat pada
Tabel 2 berikut.
Tabel 2. Jam Kerja Perusahaan
Shift I
Shift II
Shift III

06.30 14.30 WIB


14.30 21.30 WIB
21.30 06.30 WIB

Pemberian gaji dilakukan setiap bulan kepada karyawan atau


tenaga kerja tetap. Perusahaan memberikan fasilitas dan tunjangan
kepada karyawannya berupa:
1. Cuti
2. Transportasi
3. Guest House
4. Rekreasi
5. Koperasi Karyawan
6. Tempat Ibadah
7. Sarana Olahraga

13

BAB IV
PEMASARAN
a.

Produk Yang Dipasarkan


Adapun produk-produk yang dipasarkan oleh PT. Pura Barutama adalah
sebagai berikut :
1.
Smart Technology
Contact Card
Produk contact card mengharuskan kontak langsung antara chip
kartu dan alat pembaca/ penulis untuk tranmisi data. Ditawarkan
dalam dua teknologi yang berbeda berbasis memori dan berbasis
prosesor mikro kartu jenis ini digunakan untuk identifikasi,
program pelanggan, dan pengendalian akses keluar-masuk
(memori);

serta

telepon

seluler

(GSM,

CDMA),

media

pembayaran, dan ATM (prosesor mikro).

Contact-less Card
Menggunakan frekuensi radio untuk membangkitkan tenaga
secara

internal,

contact-less

card

digunakan

dengan

mengacungkannya di depan alat pembaca/ penulis. Produk ini


lazim digunakan untuk identifikasi, kontrol akses, pembayaran
mikro (tol, parkir, tiket), dan kartu debit. Keunggulan utama dari
produk contact-less card Pura adalah, dukungan terhadap Mifare
- teknologi contact-less yang paling banyak digunakan di dunia
yaitu Mifare Classic (standar Mifare 1K dan standar Mifare 4K),
Mifare DESFire, Mifare PROX, dan SmartMX (dengan platform
JCOP31).

14

2. Total Security System

Kartu

Security Printing Document

Hologram

Label

Scratch & Holo

Self Destructive Hologram

Decorative Hologram

Hologram On Shrink Film

Hologram Hot Stamping

Hologram On Aluminium

Induction Seal Hologram

Holographic Tear Tape

3. Indostamping
Produk-produk Indostamping terdiri dari:

Foil metalik.

Foil holografis.

Foil pigmen & mutiara.

Foil warna ganda (foil efek khusus).

Foil-foil keluaran Wessler ditawarkan dalam warna-warna emas


metailk, perak, serta warna-warna metalik lainnya; pigmen warna
ganda (flat, semi gloss, dan gloss); motif serat kayu, marmer, krom,
efek kulit; hingga model brushed, bening, pearlescent, dan holografis.
Produk-produk tersebut umumnya digunakan di:

Industri desain grafis: Kartu ucapan, kemasan, tas belanja, label,


dan kartu nama.

15

Industri pencetakan plastik: Kartu plastik, gelang, sisir, jam


dinding, kosmetik, komponen elektronik, dan produk-produk
plastik yang terbuat dari PP, PS, ABS, dan PVC.

Perabot: Bingkai kayu dan papan medium density fiber (MDF).

Alat tulis: Pensil dan pulpen.

Produk kulit: Sampul buku, alas sepatu, dan jaket.

Industri tekstil.

4. Engineering & Industrial Electronics


INARI Agricultural Machinery
KOOREI Fishery Machinery
PARTS & MACHINERY
ENERGY Machinery
5.

Converting
NCR (Carbonless Paper)
NCR adalah kertas copy tanpa karbon, dapat ditulis dengan
beberapa kopi sekaligus. Praktis, bersih, tidak repot dan tahan
lama. Digunakan di kantor-kantor perbankan, lembaga
pemerintahan, penjualan tiket penerbangan, toko dll.

Sticker
Kertas ini banyak digunakan sebagai bahan pembuatan label. Pada
sisi atas dilaminasi dengan kertas metallized film aluminium,
16

sedangkan bagian belakang dilapisi dengan kertas silicon release


paper atau glassine.

Label Pengaman
Label pengaman adalah stiker yang terbuat dari kertas, kertas
sekuriti, kombinasi antara kertas dan plastik, yang dirancang sekali
pakai dan mudah rusak bila dilepas. Pada umumnya digunakan
sebagai segel pengaman terhadap pemalsuan atau pelindung barang
baru dalam industri-industri farmasi, elektronik, dan pembuatan
CD. Label ini mengandung fitur-fitur pengaman diantaranya
hologram, tinta kasat/tidak kasat mata, serat kasat/tidak kasat mata.

Transfer Slip Paper


Digunakan di dunia perbankan sebagai verifikasi tanda tangan pada
buku tabungan, kartu kredit, dan dokumen berharga.Demi
keamanan nasabah, tandatangan tersebut hanya dapat dilihat di
bawah sinar ultraviolet. Kertas slip tersebut kemudian dilapis
dengan lapisan pelindung berupa stiker transparan yang dapat
dicetak dengan printer dot matrix.

17

Security & Non Security Gummed Paper


Salah satu dari sisi kertas berperekat ini dilapis dengan gum (lem),
biasanya digunakan untuk pengepakan, perangko, dan meterai.

Kertas tahan minyak (Grecoil Paper)


Kertas grecoil adalah kertas dengan lapisan tahan minyak yang
aman bagi makanan (foodgrade), digunakan sebagai pembungkus
makanan yang mengandung minyak, baik panas maupun dingin.

Kertas tahan basah (Wet Strength Paper)


Kertas ini dilapis dengan bahan kimia sehingga tahan air dan cairan
lainnya. Kertas ini umumnya digunakan untuk label bir, soda, dan
lain sebagianya.

18

Kertas Pearlescent (Pearlescent Paper)


Kertas dengan efek pearlescent (tampilan seperti mutiara),
digunakan untuk wall paper, kartu ucapan/undangan, kartu nama,
iklan cetak, pembungkus kosmetik dan kebutuhan untuk dekorasi.

Black Core Paper atau Black insert Paper


Black core paper / Black insert paper yang terdiri dari dua lapis
atau lebih, digunakan sebagai pengaman / penutup nomor seri pada
kertas kartu telepon, atau pada kertas scratch off.

19

Kertas Linen (Linen Paper)


Merupakan laminasi antara vinyl dan kertas, berfungsi sebagai
pelapis dudukan kalender, book binder, agenda, dan sebagainya
sehingga memerikan tampilan yang atraktif.

Thermal Paper
Merupakan kertas khusus yang dilapisi bahan kimia yang akan
berubah warna bila terkena panas. Penggunaan thermal paper
meliputi cash register, kartu kredit, kertas ATM, kertas fax, security
parking dan sebagainya.

Paper Roll
Merupakan kertas HVS dan NCR dalam bentuk rol-rol kecil
dengan tembusan 2-3 ply yang biasa dipakai untuk cash register di
swalayan, mini market, toko, dan sebagainya.

20

6.

7.

8.

Thermal Insulator

Metalizing

Hologram Paper Board

Metallized Paper Board

Aluminium Paper Board

Metallized Film Laminated

Microcapsule

Microcapsule

Cat Marka Jalan

Lem / Adhesives

Bahan Coating Thermal Paper

RWP (Recycle Wood Pallet Block)

Decorindo
Kertas Melamine Impregnated
21

9.

Kertas Phenolic Impregnated


Finished Foil
Kertas Dekorasi
Kertas Casting
Pelapis Pinggir
Lantai Laminasi
Deco Board

Paper Mills

Kertas Uang & Kertas Sekuriti


Dilengkapi dengan pelindung terhadap pemalsuan yang efektif,
kertas sekuriti kami memenuhi kualifikasi pencetakan dokumen
dan label sekuriti termasuk cek, paspor, visa, diploma, sertifikat
tanah/ kendaraan bermotor, kertas suara dalam pemilihan umum,
tiket, dan lain sebagainya. Ditawarkan beragam fitur sekuriti
seperti serat yang dapat/ tidak dapat dilihat; single tone dan
double tone watermark, thread yang kelihatan (window) dan
tertanam (embedded); planchette yang tidak dapat dilihat dan
berefek warna pelangi; serta titik-titik warna fluorescent.
Kertas Sekuriti juga dilengkapi dengan berbagai bahan kimia
yang peka terhadap alkali, oksidasi, dan cairan organik untuk
melindungi dari penghapusan dengan cairan penghapus tinta.

Kertas & Karton Khusus


Kertas Kitab Suci
Kertas dengan opasitas tinggi dan poros yang rapat khusus untuk
mencetak Alkitab dan Al Qur an .
2)Kertas Pembungkus Filter Rokok (CTP)
CTP (cigarette tipping paper / kertas pembungkus filter rokok)
adalah kertas tipis yang digunakan untuk membungkus filter
rokok, dengan kerapatan dan kekuatan yang tinggi serta poripori yang rapat.
1)

22

3)Kertas dan Karton Fancy


Kertas fancy mudah dicetak dan memiliki tampilan yang
artistik, umumnya digunakan untuk sampul buku, brosur, dan
kartu undangan. Kertas ini juga dapat diperindah sehingga
tampak lebih berseni.
4) Karton Berwarna
Karton berwarna memiliki warna yang lembut, permanen, dan
stabil. Terdapat lebih dari 20 pilihan warna.
5)Kertas Chain Laid
Kertas ini memiliki tekstur yang bergerigi yang dihasilkan pada
proses produksinya.
6)Kertas Sack Kraft
Kertas kraft yang fleksibel dan bertekanan ini biasanya
digunakan untuk kantong semen, kantong gula, kantong batu
bara, serta dan memiliki titik ledak yang tinggi. Kertas kraft
produksi kami terdiri dari 3 jenis - Clupax, Semi Clupax, dan
Reguler.
7)Kertas Gummed Tape
Biasanya digunakan di industri kayu lapis, kertas ini digunakan
untuk melapis cacat dan goresan di permukaan kayu.
10. Kertas & Karton Komoditi
Pengolahan Kertas Pura juga menawarkan kertas komoditi untuk
industri, seperti:

Karton LinerPutih
Karton untuk digunakan di sisi luar kotak karton gelombang
(corrugated carton box). Dengan permukaannya yang berwarna
putih, karton ini dapat diwarnai dan dicetak sehingga tampak
lebih menarik untuk digunakan di permukaan kotak. Oleh sebab
itu papan ini juga dapat digunakan untuk album foto dan
kemasan.

Karton Kraft Putih


Pada dasarnya sama dengan karton liner putih, papan ini lebih
tahan lama dan memiliki warna yang lebih terang karena
menggunakan bahan baku bubur kertas.
23

Karton KraftLiner
Karton kraft liner digunakan sebagai bahan dasar dari bagian
dalam dan luar kotak korugasi karena kekuatannya.

Test Liner
Sebagai pengganti karton kraft liner, liner uji coba digunakan
sebagai pelapis bagian dalam dan bagian luar kotak korugasi,
khususnya untuk kemasan barang-barang yang berbobot ringan.

Liner Medium Korugasi

11. Printing Ink


Tinta thermo-chromic.
Tinta UV.
Tinta bi-fluorescent.
Tinta iridescent.
Tinta phosphorescent.
Tinta optical variable.
Tinta chameleon
12. Offset

Aplikasi Cetakan Biasa


Calendering varnish, UV & WB varnish, hot stamping foil,
microflute, wax, dan lain sebagainya.

Aplikasi Cetakan Sekuriti

24

Cetakan sekuriti dengan kandungan unsur-unsur pengaman anti


pemalsuan pada dokumen-dokumen dan kemasan khusus,
seperti:

Security by Pre-press (Pra Cetak)

Security by Hologram

Security by Ink

Aplikasi Cetakan Inovasi

Kemasan Cetak Metallized

13. Rotogravure
Kemasan Lapis Ganda
Produk-produk kemasan lapis ganda yang kami tawarkan
dilengkapi dengan pelindung serta dicetak dan dilaminasi dengan
metode yang unik (extrusion atau dry lam), dengan menggunakan
film

transparan

(cellophane,

polyester,

polypropylene,

polyamide), aluminum foil, kertas, dan resin food grade.


Karena lapisan pelindungnya yang berkualitas tinggi, kemasan
lapis ganda umumnya digunakan untuk produk-produk seperti:
Obat-obatan farmasi dan herbal.
Produk agrikultur dan hasil olahan susu.
Permen dan makanan ringan, segel wadah, film, barangbarang rumah tangga, tas dan kantong, tabung (tube) pasta
gigi, bahan pembungkus, dan lain sebagainya.
Strip dan blister, tas, catch cover, leaflet, dan kotak lipat.
Kemasan diproses dengan metode khusus untuk mencegah
pemalsuan, seperti security printing, security stamping foil,
dan hologram.

Kotak Lipat & Pembungkus Rokok


Sub Divisi Kotak Lipat membuat berbagai jenis kemasan untuk
bermacam produk seperti:

Kemasan obat-obatan farmasi dan herbal.

Kemasan kosmetik.

Kemasan makanan & minuman.


25

Kemasan pasta gigi.

Kemasan cerutu dan rokok, dan lain sebagainya.

Sub

Divisi

Pembungkus

Rokok

juga

dikenal

dengan

keanekaragaman produknya - mulai dari soft pack, hard pack,


inner wrapper frame, dan display, hingga pembungkus luar, label,
dan kertas pembungkus rokok. Semua produk dilengkapi dengan
fitur anti pemalsuan seperti special printing, stamping foil, atau
hologram. Sarana produksi dilengkapi dengan pemotong datar
(flat bed) dan pemotong memutar (rotary) untuk menghasilkan
proses pemotongan dan pelipatan yang efektif.

Kertas Pembungkus Rokok


Kertas Pembungkus Rokok (cigarette tipping paper) terbuat

dari kertas berwarna putih atau kuning berukuran 32-39 gsm,


yang dapat diberi lubang-lubang untuk mengurangi kandungan
ter

dan

nikotin.

Mengandalkan

teknologi

mikro

gas

elektrostatis dan perforasi laser CO2, produk kertas kami


dijamin berkualitas tinggi.
Produk-produk ini dapat diberikan pemanis atau perasa dengan

pelapis khusus serta

ujungnya dapat dilapisi agar tidak

mudah robek. Untuk keindahan penampilan, digunakan juga


tinta pearlescent khusus bersama dengan logo/ teks foil
stamping.
b. Wilayah Pemasaran
Pihak PT. Pura Barutama menyampaikan bahwa produk yang
dihasilkan dari perusahaan ini telah dipasarkan baik pada pasar domestik
maupun manca Negara.
c. Jalur Distribusi
Alur distribusi produk yang dihasilkan pada perusahaan ini
sangatlah beragam, ada produk yang didistribusikan oleh pemasok besar
dan ada juga produk yang langsung digunakan oleh user-nya.
d. Volume dan Nilai Penjualan Serta Posisi Pangsa Pasar
26

Volume dan nilai penjualan PT. Pura Barutama pada pangsa pasar
industri kertas sekuritas adalah yang terbesar di Indonesia.
e. Tata Niaga Dalam Negeri dan Ekspor
Tata Niaga Kertas dalam negeri diatur dalam permendag serta SK
dirjen Kemenperin:
1. Dalam Negeri
Peraturan Menteri Perdagangan No. 39/M-DAG/PER/9/2009
tanggal 2 September 2009 tentang Ketentuan Impor Limbah Non

Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).


Peraturan Direktur Jenderal Industri Agro No. 29/IA/PER/7/2012
tanggal 24 Juli 2012 tentang Tata Cara Pemberian Rekomendasi

Impor Barang Industri Tertentu Sektor Industri Agro.


2. Ekspor
Peraturan Menteri Perdagangan 64/M/DAG/PER/10/2012 tentang

Ketentuan Ekspor Produk Industri Kehutanan


Peraturan Direktur Jenderal Industri Agro 27/IA/KEP/4/2013 Tata
Cara Pemberian Rekomendasi Ekspor Produk Industri Pulp Dan
Kertas Berbahan Baku Non Kayu Dan Kertas Bekas

f. Posisi dan Strategi Persaingan


Secara nasional jumlah produsen kertas nasional saat ini berjumlah
80 perusahaan. Dalam menghadapi persaingan yang ada PT. Pura
Barutama menciptakan blue ocean dalam kompetisi perusahaan kertas
sebagai dengan cara melakukan pengembangan produk pada kertas
sekuritas ataupun kertas khusus sehingga untuk saat ini PT. Pura
Barutama merupakan perusahaan kertas yang memproduksi kertas
sekuritas terbesar secara nasional.
g. Program Pengembangan Pasar
Strategi pemasaran yang dilakukan PT. Pura Barutama meliputi
pengembangan produk kertas, misalnya mengembangkan produk kertas
zack kraft, menetapkan harga dengan membahas price list setiap
bulannya, melakukan promosi dengan personal selling menggunakan
sales, dan saluran distribusi yang dipakai adalah saluran distribusi
langsung tanpa perantara. Dalam memasarkan produk kertas PT. Pura
Barutama mengalami beberapa hambatan. Hambatan tersebut antara lain
27

hambatan internal yang meliputi kerusakan mesin, keterbatasan


kemampuan produksi, dan lebar mesin tidak lagi sesuai dengan lebar
kertas yang diinginkan pelanggan. Sedang hambatan eksternal meliputi
banyaknya pesaing dalam pasar industri, fluktuasi, kenaikan harga bahan
baku, kenaikan BBM, dan perkembangan teknologi.

BAB V
SISTEM PRODUKSI DAN OPERASI
a. Produk dan Teknologi Proses Produksi
Budaya Pura Group dibentuk oleh inovasi tiada henti dan konsepkonsep baru.Sebagai faktor utama yang memotori proyek-proyek dalam
Perusahaan, budaya tersebut merupakan budaya perusahaan Pura yang
juga merupakan inti dari filosofi perusahaan ini. Sebagai perusahaan anti
pemalsuan, perusahaan ini mengembangkan nanoteknologi yang akan
diaplikasikan pada produk-produk kertas, percetakan, pengepakan dan
converting
b. Bahan Baku
Bahan baku yang digunakan oleh PT. Pura Barutama untuk
memproduksi kertas ialah pulp dan kertas bekas. Pulp didapatkan dari
perusahaan nasional yang memproduksi pulp, sedangkan untuk
memenuhi kebutuhan kertas bekas PT. Pura Barutama mengimpor bahan
baku ini dari luar negeri
c. Lisensi Teknologi
Sampai dengan akhir tahun 2012, jumlah paten Pura Group yang
sudah bersertifikat sejumlah 43 invensi dan paten yang dalam proses
sertifikat sejumlah 88 invensi (Indonesia) dan 5 invensi (Luar Negeri).

28

d. Kapasitas Terpasang dan Produksi Riil


Kapasitas terpasang PT.Pura Barutama adalah sebesar 65.500 ton
kertas pertahun, dengan produksi riil sebesar 63.535 ton kertas pertahun
(97%).
e. Sistem Perencanaan dan Pengendalian Produksi
Perencanaan dan Pengendalian Produksi pada perusahaan ini
dilakukan secara sistematis, dalam hal ini bagian yang bertanggung jawab
adalah bagian produksi. Pada PT. Pura Barutama, seluruh aktifitas
produksi telah terkomputerisasi sehingga secara otomatis kegiatan
produksi yang sedang berjalan dapat dipantau dari ruang pantau produksi,
akan tetapi untuk memastikan produksi berjalan secara baik.
f. Sistem Manajemen Mutu/Kwalitas
Pura Divisi Offset memiliki sertifikat sebagai berikut :

ISO 9001: 2008: Sistem Manajemen Mutu

ISO 22000: 2005: Sistem Manajemen Keamanan Pangan

SMK3/ OHSAS: Sistem Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja

g. Sistem Manajemen Lingkungan


Sistem manajemen lingkungan merupakan bagian dari sistem
manajemen perusahaan secara keseluruhan yang berupa pengaturan
sistematis

dalam

memberikan

mekanisme

untuk

mencapai

dan

menunjukkan performa lingkungan yang baik melalui upaya pengendalian


dampak lingkungan dari kegiatan produksi yang dilakukan oleh
perusahaan. Sistem manajemen lingkungan dapat digunakan untuk
memenuhi tuntutan konsumen dan peraturan pemerintah.
Penerapan sistem manajemen lingkungan pada perusahaan dapat
memberikan jaminan kepada produsen maupun konsumen bahwa produk
yang dihasilkan (termasuk limbah sebagai by product)sudah melalui suatu
proses yang memperhatikan kaidah pengelolaan lingkungan. Pengolahan
limbah merupakan bagian dari sistem manajemen lingkungan yang perlu
mendapat perhatian karena dapat menurunkan performa lingkungan jika
tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu PT. Pura Barutama melakukan
upaya dalam pengelolaan limbah yang dihasilkan dari proses produksi
kertas agar tidak memberikan dampak buruk bagi lingkungan di
29

sekitarnya. Limbah yang dihasilkan dari perusahaan ini hampir tidak ada
sama sekali, dikarenakan seluruh limbah yang dihasilkan diolah atau
dipergunakan kembali.
Sebagai wujud dari komitmen PT. Pura Barutama untuk menjaga
agar lingkungan sekitar tetap bersih dan sehat, Pura senantiasa berusaha
memberikan yang terbaik untuk menjalankan aktifitas bisnisnya dengan
cara-cara yang ramah lingkungan.Sebagai contoh, perusahaan ini telah
berinvestasi secara substansial di instalasi sistem pengolahan air limbah
dan pencegahan polusi udara.
Air limbah sisa proses manufaktur papan diproses secara biologis,
sehingga dihasilkan air bersih yang telah disaring yang lalu dialirkan
kembali ke dalam siklus produksi. Lumpur yang tersisa dari proses
pemisahan tersebut lalu dikeringkan dan disimpan untuk kebutuhan lain
nantinya.
h. LITBANG
PT. Pura

Barutama

memiliki

mempunyai

divisi

khusus

Litbang/R&D. Kegiatan utama bagian ini adalah melakukan penelitian


dan

pengembangan

terkait

usaha-usaha

pengembangan

produk,

peningkatan produktivitas, efisiensi operasi, kualitas, cost reduction,


serta pengembangan perusahaan yang dilakukan oleh Technical Advisor.
Program kerja bagian bersifat fleksibel, menyesuaikan dengan
kegiatan yang diselenggarakan perusahaan. Secara garis besar tugastugas dan kegiatan dari masing-masing unit adalah mengadakan
penelitian terhadap faktor-faktor eksternal maupun permasalahan internal
perusahaan dan mengusulkan langkah-langkah yang perlu diambil dalam
usaha penyelesaiannya dan kegiatan tersebut meliputi:
1. Penelitian dasar termasuk bahan baku, bahan penolong maupun
proses produksi.
2. Mengikuti perkembangan proses dan teknologi khususnya untuk
produksi kertas.
3. Penelitian permasalahan proses dan teknologi pabrik.
4. Pilot plant dan percobaan-percobaan dalam pabrik.
5. Efisiensi proses produksi, dan evaluasi, serta kerjasama dengan
bagian terkait.
6. Bekerjasama dengan departemen terkait dalam memuat usulan untuk
perbaikan-perbaikan.
30

7. Penelitian pemanfaatan limbah produksi.


8. Evaluasi produk yang telah berjalan
9. Melakukan studi untuk pengembangan perusahaan
10. Studi kelayakan produk baru

31

BAB VI
PERMASALAHAN DAN ANALISIS MASALAH
a.

Permasalahan
Permasalahan yang dialami oleh PT. Pura Barutama terdapat pada

tiga aspek, yaitu bahan baku, proses produksi dan pemasaran.


b. Analisis Masalah

Bahan Baku
Permasalahan yang ada pada bahan baku dipengaruhi oleh adanya
Pemberlakuan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor : 39/MDAG/PER/9/2009 tentang Ketentuan Impor Limbah Non Bahan
Berbahaya dan Beracun (Non B3) dimana pada Pasal 8 ayat (1)
menyebutkan bahwa setiap importasi Limbah Non B3 oleh IP Limbah
Non B3 wajib dilakukan verifikasi atau penelusuran teknis di negara
muat sebelum dikapalkan. Perlu diketahui bahwa recoverred paper
(kertas bekas) sebagai bahan baku kertas dengan kode HS 4707
termasuk yang diatur pada Permendag ini.
Selama ini hanya terdapat 1 (satu) Surveyor yang ditunjuk sehingga
mengakibatkan proses verifikasi atau penelusuran teknis di negara
muat membutuhkan waktu lama.

Lamanya proses verifikasi

mengakibatkan impor kertas bekas terhambat. Ini mengganggu


produksi karena persediaan bahan baku pabrik semakin menipis.
Kalau berkepanjangan, kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak
pada penutupan pabrik.
Menindaklanjuti hal ini, PT. Pura Barutama mengharapkan
Pemerintah untuk mengkaji ulang Permendag tersebut.

Proses Produksi
Permasalahan yang dihadapi dalam proses produksi adalah
perbedaan hasil kalibrasi pada mesin kertas (Honeywell) pada saat
pengujian di laboratorium dengan di lapangan. Menindaklanjuti hal
tersebut Perusahaan memakai hasil pengujian di laboratorium.
Selain ditemukannya hasil kalibrasi yang berbeda, pada proses
produksi juga dijumpai adanya masalah pada control system sehingga
hasil pengecekannya berbeda dengan kondisi di lini produksi. Untuk

ini Perusahaan melakukan pengecekan kembali pada control system.


Pemasaran
Dalam hal pemasaran, permasalahan yang dihadapi oleh PT. Pura
Barutama antara lain :
32

Tender pengadaan beberapa pecahan uang kertas Indonesia yang


dimenangkan oleh Rusia dan Jerman yang notabene jarak Negara

tersebut dengan Indonesia sangat jauh.


Tidak adanya regulasi yang mengatur tataniaga kertas sehingga
harga kertas ditentukan oleh masing-masing perusahaan.
Menindaklanjuti hal tersebut, terkait dengan dimenangkannya

tender pengadaan uang oleh Rusia den Jerman, PT. Pura Barutama
mengusulkan kepada Pemerintah untuk melakukan penyelidikan
terkait dugaan dumping yang dilakukan negara tersebut. PT. Pura
Barutama juga mengusulkan agar Pemerintah membuat regulasi yang
mendorong industri kertas dalam negeri berkembang dan mengekspor
produknya ke luar negeri.
Terkait dengan harga kertas yang ditentukan oleh perusahaan, PT.
Pura Barutama juga mengusulkan agar Pemerintah membuat regulasi
tataniaga yang mencontoh seperti cukai pada industri rokok dan pada
penentuan HP Jual dan HP Beli pada komoditas kedelai.

33

BAB VII
PENUTUP
a.

Kesimpulan
1. PT. Pura Barutama (Pura Group) adalah grup kumpulan perusahaan
yang bergerak di bidang percetakan & kemasan, pembuatan kertas,
pengolaha lanjut kertas & film, system anti pemalsuan, smart card &
engineering. Didukung oleh inovasi yang berkesinambungan dan
dedikasi para profesional, PT. Pura Barutama kini merupakan yang
terdepan di dalam ekspansi dan cakupan industri percetakan &
pengepakan di Asia Tenggara.
2. Kegiatan sosial yang dilakukan oleh perusahaan meliputi kegiatan
pelestarian lingkungan, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan
batuan sosial dan bencana alam.
3. Permasalahan yang dialami oleh PT. Pura Barutama terdapat pada
tiga aspek, yaitu bahan baku, proses produksi dan pemasaran.

b. Saran
1. Dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat l, PT. Pura
Barutama perlu selalu mengembangkan strategi pemasaran yang
tepat dan mengembangkan produk baru yang inovatif, berteknologi
tinggi dan anti pemalsuan
2. Melalui program magang, dapat diperoleh masukan bahwa banyak
hal yang masih harus dilakukan oleh pemerintah dalam rangka
pembinaan

industri,

terutama

terkait

peraturan

yang

lebih

mendukung pengembangan produk dalam negeri agar semakin dapat


bersaing dengan produk luar yang semakin banyak dengan adanya
era perdagangan bebas, termasuk pengembangan teknologi dan
dukungan infrastuktur yang baik agar mendukung perkembangan
perindustrian nasional.

34

LAMPIRAN
Lampiran 1 Alur Proses Pembuatan Aga White/Alexandria

Lampiran 2 Alur Proses Pembuatan Aga Red

35

Lampiran 3 Alur Proses Pembuatan Sparkling Wine

36

37