Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Penyakit infeksi adalah penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme
patogen.Menurut WHO tahun 2012, penyakit infeksi membunuh 3,5 juta orang tiap
tahunnya. Penyakit infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling utama
dinegara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Salah satu mikroorganisme yang
tumbuh subur di negara tropis ini adalah bakteri mycobacterium. Dengan temperatur
pertumbuhan optimum25 C - 50 C membuat bakteri tersebut berkembang subur di
Indonesia. Saat ini telah ditemukan lebih dari 100 spesies mycobacterium, dan dapat
menimbulkan berbagai manifestasi klinik yang berbeda (Loachimescu, 2010).
Secara umum mycobacterium dibagi menjadi tiga klasifikasi,

yaitu

Mycobacterium tuberculosis, Mycobacterium leprae, dan Mycobacterium non


tuberculosis. Berbeda

dengan

infeksi

Mycobacterium tuberculosis dan

Mycobacterium leprae, dimana tidak ada pelaporan sistematis mengenai penyakit akibat
infeksi Mycobacterium non tuberculosis baik tipe slowly growing dan rapidly growing
sehingga hanya sedikit data mengenai epidemiologi dan angka kejadian penyakit ini
(De Groote, 2006).
Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia.
Organisasi Kesehatan Dunia/World Health Organization (WHO) memperkirakan
sepertiga dari populasi dunia telah terinfeksi Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis
masih merupakan salah satu masalah kesehatan yang utama di dunia. Setiap tahun
terdapat 9 juta kasus baru dan kasus kematian hampir mencapai 2 juta manusia. Di
semua negara telah terdapat penyakit ini, tetapi yang terbanyak di Afrika sebesar 30%,
Asia sebesar 55%, dan untuk China dan India secara tersendiri sebesar 35% dari semua
kasus tuberkulosis.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apakah yang dimaksud dengan penyakit infeksi?

2. Apakah yang dimaksud dengan penyakit infeksi tuberculosis (TBC)?


C. TUJUAN PEMBAHASAN
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan penyakit infeksi.
2. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan penyakit infeksi tuberculosis
(TBC).

BAB II
PEMBAHASAN
A. PENYAKIT INFEKSI
a) PENGERTIAN INFEKSI
Penyakit infeksi adalah penyakit yang disebabkan karena masuknya bibit
penyakit. Penyakit ini menular dari satu orang ke orang lain. Orang yang sehat
harus dihindarkan dari orang-orang yang menderita penyakit dari golongan ini.
Penyebab utama infeksi diantaranya adalah bakteri dan jasad hidup (organisme).
Kuman-kuman ini menyebar dengan berbagai cara dan vector.
Infeksi adalah proses invasive oleh mikroorganisme dan berproliferasi
didalam tubuh yang menyebabkan sakit (potter & perry, 2005). Sedangkan menurut
2

Smeltzer & Brenda (2002), Infeksi dalah beberapa penyakit yang disebabkan oleh
pertumbuhan organisme patogenik dalam tubuh.
b) PENYEBAB INFEKSI
Tipe mikroorganisme penyebab infeksi dibagi menjadi empat kategori, yaitu :
1) Bakteri (jasad renik atau kuman)
Bakteri merupakan penyebab terbanyak dari infeksi. Ratusan
spesies bakteri dapat menyebabkan penyakit pada manusia dan dapat
hidup didalam tubuhnya. Bakteri bisa masuk antara lain melalui
udara, tanah, air, makanan, cairan dan jaringan tubuh dan benda mati
lainnya. Berikut beberapa penyakit yang disebabkan oleh bakteri
serta penularannya yaitu :
TBC
: Ditularkan melalui udara
Tetanus
: Melalui luka yang kotor
Mencret
: lalat, air dan jari yang kotor
Pneumonia
: lewat batuk (udara)
Sakit telinga
: dengan selesma (masuk angin dan pilek)
Gonorrhea dan sifilis : hubungan kelamin
2) Virus (kuman yang lebih kecil dari bakteri)
Virus terutama berisi asam nukleat (nukleat acid) karenanya harus
masuk dalam sel hidup untuk di produksi.berikut ini beberapa
penyakit yang disebabkan oleh virus serta cara penularannya yaitu :
Selesma, influensa, campak, gondok : ditularkan melalau
udara, batuk, ataupun lalat
Rabies : melalui gigitan binatang
Penyakit kulit : melalui sentuhan

3) Parasit
Parasit hidup dalam organisme hidup lain, termasuk kelompok
parasit adalah protozoa, cacing dan arthropoda.terdiri atas 2 yaitu :
1. Parasit internal (hewan yang berbahaya yang hidup di dalam
tubuh)
Disentri: ditularkan dari kotoran ke mulut
Malaria: melalui gigitan nyamuk
2. Parasit eksternal (hewan yang berbahaya yang hidup pada
permukaan tubuh)
Kutu rambut, kutu hewan, kutu busuk berupa kudis:
penularannya dari orang-orang yang telah terinfeksi atau
melalui pakaian.
4) Fungi
3

Fungi terdiri dari ragi dan jamur (kurap, kutu air, dan gatal
pada lipatan paha: ditularkan melalu sentuhan atau dari pakaian yang
dipakai secara bergantian).
c) TIPE INFEKSI
1) Kolonisasi
Merupakan suatu proses dimana benih mikroorganisme menjadi flora
yang menetap/residen. Mikroorganisme bisa tumbuh dan berkembang biak
tetapi

tidak

bisa

menimbulkan

penyakit.

Infeksi

terjadi

ketika

mikroorganisme yang menetap tadi sukses menginvasi/menyerang bagian


tubuh/host manusia yang system pertahanannya tidak efektif dan pathogen
menyebabkan kerusakan jaringan.
2) Infeksi local
Spesifik dan terbatas pada bagian tubuh dimana mikroorganisme tinggal.
3) Infeksi Sistemik
Terjadi bila microorganisme menyebar kebagian tubuh yang lain dan
4)
5)
6)
7)

menimbulkan kerusakan.
Bakterimia
Terjadi ketika didalam darah ditemukan adanya bakteri.
Septikimia
Multiplikasi bakteri dalam darah sebagai hasil dari infeksi sistemik.
Infeksi akut.
Infeksi yang muncul dalam waktu singkat.
Infeksi kronik
Infeksi yang terjadi secara lambat dalam periode yang lama (dalam

hitungan bulan/tahun).
d) PROSES INFEKSI
Infeksi terjadi secara progresif dan beratnya infeksi pada klien tergantung
dari tingkat infeksi, patogenisitas mikroorganisme dan kerentanan penjamu.
Dengan proses perawatan yang tepat, maka akan meminimalisir penyebaran dan
meminimalkan penyakit. Perkembangan infeksi mempengaruhi tingkat asuhan
keperawatan yang diberikan.
Berbagai komponen dari system imun memberikan jaringan kompleks
mekanisme yang sangat baik yang jika utuh, berfungsi mempertahankan tubuh
terhadap mikroorganisme asing dan sel-sel ganas. Pada beberapa keadaan,
komponen-komponen baik respon spesifik maupun non spesifik bisa gagal dan
hal tersebut bisa mengakibatkan kerusakan pertahanan hospes. Orang-orang
yang mendapat infeksi yang disebabkan oleh defisiensi dalam pertahanan dari

segi hospesnya disebut hospes yang melemah. Sedangkan orang-orang dengan


kerusakan mayor yang berhubungan dengan respon imun spesifik disebut hospes
yang terimunosupres.
Ciri-ciri umum yang berkaitan dengan hospes yang melemah adalah :
infeksi berulang, infeksi kronik, ruam kulit, diare, kerusakan pertumbuhan dan
meningkatnya kerentanan terhadap kanker tertentu.
Secara umum proses infeksi adalah sebagai berikut :
1) Periode inkubasi
Interval antara masuknya pathogen kedalam tubuh dan
munculnya gejala pertama.
2) Tahap prodromal
Interval dari awitan tanda dan gejala non spesifik (malaise,
demam ringan, keletihan) sampai gejala yang spesifik. Selama
masa ini, mikroorganisme tumbuh dan berkembang biak dan klien
lebih mampu menyebarkan penyakit ke orang lain.
3) Tahap sakit
Klien memanifestasikan tanda dan gejala yang spesifik
terhadap jenis infeksi.
4) Pemulihan
Interval saat munculnya gejala akut infeksi.
e) TANDA-TANDA INFEKSI
Tanda-tanda infeksi menurut Abrams, 1995; Rukmono, 1973; Mitchell &
Cotran, 2003 antara lain :
1) Rubor
Rubor atau kemerahan merupakan hal pertama yang terlihat di daerah
yang mengalami peradangan. Saat reaksi peradangan timbul, terjadi
pelebaran arteriola yang mensuplai darah ke daerah peradangan. Sehingga
lebih banyak darah mengalir ke mikrosirkulasi lokal dan kapiler meregang
dengan cepat terisi penuh dengan darah. Keadaan ini disebut hiperemia atau
kongesti, menyebabkan warna merah lokal karena peradangan akut.
2) Kalor
Kalor terjadi bersamaan dengan kemerahan dari reaksi peradangan
akut. Kalor disebabkan pula oleh sirkulasi darah yang meningkat. Sebab
darah yang memiliki suhu 37oC disalurkan ke permukaan tubuh yang
mengalami radang lebih banyak daripada ke daerah normal.
3) Dolor
Perubahan pH lokal atau konsentrasi lokal ion-ion tertentu dapat
5

merangsang ujung-ujung saraf. Pengeluaran zat seperti histamin atau zat


bioaktif lainnya dapat merangsang saraf. Rasa sakit disebabkan pula oleh
tekanan yang meninggi akibat pembengkakan jaringan yang meradang.
4) Tumor
Pembengkakan sebagian disebabkan hiperemi dan sebagian besar
ditimbulkan oleh pengiriman cairan dan sel-sel dari sirkulasi darah ke
jaringan-jaringan interstitial.
5) Functio laesa
Berdasarkan asal katanya, functio laesa adalah fungsi yang hilang
(Dorland, 2002). Functio laesa merupakan reaksi peradangan yang telah
dikenal. Akan tetapi belum diketahui secara mendalam mekanisme
terganggunya fungsi jaringan yang meradang.
B. PENYAKIT INFEKSI TUBERKULOSIS (TBC)
a) PENGERTIAN TUBERCULOSIS (TBC)

Tuberkulosis
infeksi

adalah

menular

dan

suatu
bisa

berakibat fatal, yang disebabkan


oleh Mycobacterium tuberculosis, Mycobacterium bovis atau Mycobacterium
africanum. Tuberkulosis menunjukkan penyakit yang paling sering disebabkan
oleh Mycobacterium tuberculosis, tetapi kadang disebabkan oleh M.bovis atau
M.africanum. Bakteri lainnya menyebabkan penyakit yang menyerupai
tuberkulosis, tetapi tidak menular dan sebagian besar memberikan respon yang
buruk terhadap obat-obatan yang sangat efektif mengobati tuberkulosis.

Tuberkulosis ditularkan melalui udara yang terkontaminasi oleh bakteri


M. tuberculosis. Udara terkontaminasi oleh bakteri karena penderita tuberkulosis
aktif melepaskan bakteri melalui batuk dan bakteri bisa bertahan dalam udara
selama beberapa jam. Janin bisa tertular dari ibunya sebelum atau selama proses
persalinan karena menghirup atau menelan cairan ketuban yang terkontaminasi.
Bayi bisa tertular karena menghirup udara yang mengandung bakteri.
Di negara-negara berkembang, anak-anak terinfeksi oleh mikobakterium
lainnya yang menyebabkan tuberkulosis. Organisme ini disebut M. bovis, yang
bisa disebarkan melalui susu yang tidak disterilkan.
Sistem kekebalan seseorang yang terinfeksi oleh tuberkulosis biasanya
menghancurkan bakteri atau menahannya di tempat terjadinya infeksi. Kadang
bakteri tidak dimusnahkan tetapi tetap berada dalam bentuk tidak aktif (dorman)
di dalam makrofag (sejenis sel darah putih) selama bertahun-tahun.
Sekitar 80% infeksi tuberkulosis terjadi akibat pengaktivan kembali
bakteri yang dorman. Bakteri yang tinggal di dalam jaringan parut akibat infeksi
sebelumnya (biasanya di puncak salah satu atau kedua paru-paru) mulai
berkembangbiak. Pengaktivan bakteri dorman ini bisa terjadi jika sistem
kekebalan penderita menurun (misalnya karena AIDS, pemakaian kortikosteroid
atau lanjut usia). Biasanya seseorang yang terinfeksi oleh tuberkulosis memiliki
peluang sebesar 5% untuk mengalami suatu infeksi aktif dalam waktu 1-2 tahun.
Perkembangan tuberkulosis pada setiap orang bervariasi, tergantung
kepada berbagai faktor:

Suku : tuberkulosis berkembang lebih cepat pada orang kulit hitam dan

penduduk asli Amerika.


Sistem kekebalan : infeksi aktif lebih sering dan lebih cepat terjadi pada
penderita AIDS. Penderita AIDS memiliki peluang sebesar 50% utnuk
menderita infeksi aktif dalam waktu 2 bulan. Jika bakteri menjadi
resisten terhadap antibiotik, maka kemungkinan meninggal pada
penderita AIDS dan tuberkulosis dalam waktu 2 bulan adalah sebesar
50%.
Tuberkulosis aktif biasanya

dimulai di paru-paru (tuberkulosis

pulmoner). Tuberkulosis yang menyerang bagian tubuh lainnya (tuberkulosis


ekstrapulmoner) biasanya berasal dari tuberkulosis pulmoner yang telah
menyebar melalui darah. Infeksi bisa tidak menyebabkan penyakit, tetapi bakteri
tetap hidup normal di dalam jaringan perut yang kecil.
1) Tuberculosis millier
Tuberkulosis yang bisa berakibat fatal dapat terjadi jika sejumlah besar
bakteri menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Infeksi ini disebut
tuberkulosis milier, karena menyebabkan terbentuknya jutaan luka kecil
seukuran jewawut (makanan burung).
Gejala tuberkulosis milier bisa sangat samar dan sulit dikenali; yaitu
berupa penurunan berat badan, demam, menggigil, lemah, tidak enak badan dan
gangguan pernafasan. Jika menyerang sumsum tulang, bisa terjadi anemia berat
dan kelainan darah lainnya, yang menyerupai leukemia. Pelepasan bakteri
sewaktu-waktu ke dalam aliran darah dari luka yang tersembunyi bisa
menyebabkan demam yang hilang-timbul, disertai penurunan berat badan secara
bertahap.
b) GEJALA
Pada awalnya penderita hanya merasakan tidak sehat atau batuk.
Pada pagi hari, batuk bisa disertai sedikit dahak berwarna hijau atau kuning.
Jumlah dahak biasanya akan bertambah banyak, sejalan dengan perkembangan

penyakit. Pada akhirnya, dahak akan berwarna kemerahan karena mengandung


darah.
Salah satu gejala yang paling sering ditemukan adalah berkeringat di
malam hari. Penderita sering terbangun di malam hari karena tubuhnya basah
kuyup oleh keringat sehingga pakaian atau bahkan sepreinya harus diganti.
Sesak nafas merupakan pertanda adanya udara (pneumotoraks atau cairan (efusi
pleura) di dalam rongga pleura.Sekitar sepertiga infeksi ditemukan dalam bentuk
efusi pleura.
Pada infeksi tuberkulosis yang baru, bakteri pindah dari luka di paruparu ke dalam kelenjar getah bening yang berasal dari paru-paru. Jika sistem
pertahanan tubuh alami bisa mengendalikan infeksi, maka infeksi tidak akan
berlanjut dan bakteri menjadi dorman. Pada anak-anak, kelenjar getah bening
menjadi besar dan menekan tabung bronkial dan menyebabkan batuk atau
bahkan mungkin menyebabkan penciutan paru-paru. Kadang bakteri naik ke
saluran getah bening dan membentuk sekelompok kelenjar getah bening di leher.
Infeksi pada kelenjar getah bening ini bisa menembus kulit dan menghasilkan
nanah.
Tuberkulosis bisa menyerang organ tubuh selain paru-paru dan keadaan
ini disebut tuberkulosis ekstrapulmoner. Bagian tubuh yang paling sering terkena
adalah ginjal dan tulang. Tuberkulosis ginjal bisa hanya menghasilkan sedikit
gejala, tetapi infeksi bisa menghancurkan sebagian dari ginjal. Lalu tuberkulosis
bisa menyebar ke kandung kemih.

Tuberkulosis ginjal.

Pada pria, infeksi juga bisa menyebar ke prostat, vesikula seminalis dan
epididimis, menyebabkan terbentuknya benjolan di dalam kantung zakar.
Pada wanita, tuberkulosis bisa menyerang indung telur dan salurannya,
sehingga terjadi kemandulan. Dari indung telur, infeksi bisa menyebar ke selaput
rongga perut dan menyebabkan peritonitis tuberkulosis, dengan gejala berupa
lelah, nyeri perut disertai nyeri tekan ringan sampai nyeri hebat yang
menyerupai radang usus buntu. Infeksi bisa menyebar ke persendian,
menyebabkan artritis tuberkulosis. Sendi meradang dan nyeri. Yang paling
sering terkena adalah sendi pinggul dan lutut; tetapi bisa juga menyerang tulang
pergelangan tangan, dan sikut.
Tuberkulosis bisa menginfeksi kulit, usus dan kelenjar adrenal.. Infeksi
pada dinding aorta (arteri utama) menyebabkan pecahnya aorta. Infeksi pada
kantung jantung menyebabkan perikarditis tuberkulosis, dimana perikardiuim
teregang oleh cairan. Cairan ini bisa mengganggu kemampuan jantung dalam
memompa darah. Gejalanya berupa demam, pelebaran vena leher dan sesak
nafas.
infeksi pada dasar otak disebut meningitis tuberkulosis. Gejalanya
berupa demam, sakit kepala yang menetap, mual dan penurunan kesadaran.
Kuduk sangat kaku sehingga dagu tidak dapat didekatkan ke dada. Kadang
setelah meningitisnya membaik, akan terbentuk massa di dalam otak, yang
disebut tuberkuloma. Tuberkuloma bisa menyebabkan kelemahan otot (seperti
yang terjadi pada stroke) dan harus diangkat melalui pembedahan.
Pada anak-anak, bakteri bisa menginfeksi tulang belakang dan ujung
tulang-tulang panjang pada lengan dan tungkai. Jika keadaan ini tidak segera
diatasi, bisa terjadi kolaps pada 1 atau 2 tulan belakang yang dapat
menyebabkan kelumpuhan.
Di negara-negara berkembang, bakteri tuberkulosis bisa disebarkan
melalui susu yang terkontaminasi dan tinggal di dalam kelenjar getah bening
leher atau di dalam usus halus. Selaput lendir dari saluran pencernaan resisten

10

terhadap bakteri, karena itu infeksi baru terjadi jika bakteri terdapat dalam
jumlah yang sangat banyak atau jika terdapat gangguan sistem kekebalan.
Tuberkulosis intestinalis bisa tidak menimbulkan gejala, tetapi
menyebabkan pertumbuhan jaringan yang abnormal di daerah yang terinfeksi,
yang bisa disalahartikan sebagai kanker.
Tuberkulosis pada berbagai organ

Bagian Yg

Gejala atau komplikasi

Terinfeksi

Rongga perut

Lelah, nyeri tekan ringan, nyeri seperti apendisitis

Kandung kemih

Nyeri ketika berkemih

Otak

Demam, sakit kepala, mual, penurunan kesadaran,


kerusakan otak yg menyebabkan terjadinya koma

Perikardium

Demam, pelebaran vena leher, sesak nafas

Persendian

Gejala yg menyerupai artritis

Ginjal

Kerusakan gijal, infeksi di sekitar ginjal

Organ reproduksi
pria

Benjolan di dalam kantung zakar

Organ reproduksi Kemandulan

11

wanita

Tulang belakang

Nyeri, kollaps tulang belakang & kelumpuhan tungkai

c) DIAGNOSA
Yang seringkali merupakan petunjuk awal dari tuberkulosis adalah foto
rontgen dada. Penyakit ini tampak sebagai daerah putih yang bentuknya tidak
teratur dengan latar belakang hitam. Rontgen juga bisa menunjukkan efusi
pleura atau pembesaran jantung (perikarditis).
Pemeriksaan diagnostik untuk tuberkulosis adalah:
1. Tes kulit tuberkulin, disuntikkan sejumlah kecil protein yang berasal
dari bakteri tuberkulosis ke dalam lapisan kulit (biasanya di lengan).
2 hari kemudian dilakukan pengamatan pada daerah suntikan, jika
terjadi pembengkakand an kemerahan, maka hasilnya adalah positif.
2. Pemeriksaan dahak, cairan tubuh atau jaringan yang terinfeksi.
Dengan sebuah jarum diambil contoh cairan dari dada, perut, sendi
atau sekitar jantung. Mungkin perlu dilakukan biopsi untuk
memperoleh contoh jaringan yang terinfeksi.
Untuk

memastikan

diagnosis

meningitis

tuberkulosis,

dilakukan

pemeriksaan reaksi rantai polimerase (PCR) terhadap cairan serebrospinalis.


Untuk memastikan tuberkulosis ginjal, bisa dilakukan pemeriksaan PCR
terhadap air kemih penderita atau pemeriksaan rontgen dengan zat warna khusus
untuk menggambarkan adanya massa atau rongga abnormal yang disebabkan
oleh tuberkulosis. Kadang perlu dilakukan pengambilan contoh massa tersebut
untuk membedakan antara kanker dan tuberkulosis. Untuk memastikan
diagnosis tuberkulosis pada organ reproduksi wanita, dilakukan pemeriksaan
panggul melalui laparoskopi. Pada kasus-kasus tertentu perlu dilakukan

12

pemeriksaan terhadap contoh jaringan hati, kelenjar getah bening atau sumsum
tulang.
d) PENGOBATAN
Terdapat 5 jenis antibotik yang dapat digunakan. Suatu infeksi
tuberkulosis pulmoner aktif seringkali mengandung 1 miliar atau lebih bakteri,
sehingga pemberian 1 macam obat akan menyisakan ribuan organisme yang
benar-benar resisten terhadap obat tersebut. Karena itu, paling tidak, diberikan 2
macam obat yang memiliki mekanisme kerja yang berlainan dan kedua obat ini
akan bersama-sama memusnahkan semua bakteri.
Setelah penderita benar-benar sembuh, pengobatan harus terus
dilanjutkan, karena diperlukan waktu yang lama untuk memusnahkan semua
bakteri dan untuk mengurangi kemungkinan terjadi kekambuhan.
Antibiotik yang paling sering digunakan adalah isoniazid, rifampicin,
pirazinamid, streptomisin dan etambutol. Isoniazid, rifampicin dan pirazinamid
dapat digabungkan dalam 1 kapsul, sehingga mengurangi jumlah pil yang harus
ditelan oleh penderita. Ketiga obat ini bisa menyebabkan mual dan muntah
sebagai akibat dari efeknya terhadap hati. Jika timbul mual dan muntah, maka
pemakaian obat harus dihentikan sampai dilakukan tes fungsi hati. Jika tes
fungsi hati menunjukkan adanya reaksi terhadap salah dari ketiga obat tersebut,
maka biasanya obat yang bersangkutan diganti dengan obat yang lain.
Pemberian etambutol diawali dengan dosis yang relatif tinggi untuk
membantu mengurangi jumlah bakteri dengan segera. Setelah 2 bulan, dosisnya
dikurangi untuk menghindari efek samping yang berbahaya terhadap mata.
Streptomisin

merupakan

obat

pertama

yang

efektif

melawan

tuberkulosis, tetapi harus diberikan dalam bentuk suntikan. Jika diberikan dalam
dosis tinggi atau pemakaiannya berlanjut sampai lebih dari 3 bulan, streptomisin
bisa menyebabkan gangguan pendengaran dan keseimbangan.

13

Jika penderita benar-benar mengikuti pengobatan dengan teratur, maka


tidak perlu dilakukan pembedahan untuk mengangkat sebagian paruparu.Kadang pembedahan dilakukan untuk membuang nanah atau memperbaiki
kelainan bentuk tulang belakang akibat tuberculosis.
e) PENCEGAHAN
Terdapat beberapa cara untuk mencegah tuberkulosis:
1. Sinar ultraviolet pembasmi bakteri, bisa digunakan di tempat-tempat
dimana sekumpulan orang dengan berbagai penyakit harus duduk
bersama-sama selama beberapa jam (misalnya di rumah sakit, ruang
tunggu gawat darurat). Sinar ini bisa membunuh bakteri yang terdapat
di dalam udara.
2. Isoniazid sangat efektif jika diberikan kepada orang-orang dengan
resiko tinggi tuberkulosis, misalnya petugas kesehatan dengan hasil tes
tuberkulin positif, tetapi hasil rontgen tidak menunjukkan adanya
penyakit. Isoniazid diminum setiap hari selama 6-9 bulan.
Penderita tuberkulosis pulmoner yang sedang menjalani pengobatan
tidak perlu diisolasi lebih dari beberapa hari karena obatnya bekerja secara cepat
sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya penularan. Tetapi penderita yang
mengalami batuk dan tidak menjalani pengobatan secara teratur, perlu diisolasi
lebih lama karena bisa menularkan penyakitnya. Penderita biasanya tidak lagi
dapat menularkan penyakitnya setalah menjalani pengobatan selama 10-14 hari.
Mengurangi kontak dengan penderita penyakit TBC aktif. Menjaga
standar hidup yang baik, dengan makanan bergizi, lingkungan yang sehat, dan
berolahraga.Di negara-negara berkembang, vaksin BCG digunakan untuk
mencegah infeksi oleh M. tuberculosis.

14

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Penyakit infeksi adalah penyakit yang disebabkan karena masuknya bibit
penyakit. Penyakit ini menular dari satu orang ke orang lain. Orang yang sehat harus
dihindarkan dari orang-orang yang menderita penyakit dari golongan ini. Penyebab
utama infeksi diantaranya adalah bakteri, virus, fungi, dan parasit. Kuman-kuman
ini menyebar dengan berbagai cara dan vector. Salah satu penyakit infeksi yang
disebabkan oleh bakteri adalah penyakit infeksi tuberculosis (TBC) yang mana
bakteri penyebab penyakit ini yaitu Mycobacterium tuberculosis, Mycobacterium
bovis atau Mycobacterium africanum.

B. SARAN
Diharapkan dengan adanya makalah ini membuat masyarakat sadar akan
bahaya dari berbagai macam penyakit infeksi sehingga akan lebih menjaga
kesehatan. Terutama penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium
tuberculosis, mycobacterium bovis atau mycobacterium africanum yang mana
penyakit ini banyak sekali mengancam kesehatan sebagian besar manusia didunia
terutama dinegara-negara berkembang.

15

DAFTAR PUSTAKA
http://www.academia.edu/9069276/BAB_I_PEMBAHASAN_1._Konsep_Dasar_Infeks
i.html
http://prasmagabo.blogspot.co.id/2011/10/penyakit-infeksi-degeneratif-dan.html
http://mypotik.blogspot.co.id/2009/07/penyakit-infeksi.html
http://www.sanggarkesehatan.com/2015/06/makalah-penyakit-tuberkulosis-tbc.html

16