Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN LENGKAP PERKEMBANGAN ANAK

PADA AN. ISNA USIA 7 BULAN


DI PUSKESMAS PUSTU BULUSAN

DI SUSUN OLEH :
AYU NOVITA SARI
P1337420614027

PRODI D IV KEPERAWATAN SEMARANG


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG
2016

LAMPIRAN MATERI
A. Pengertian Tumbuh Kembang
Pertumbuhan adalah bertumbuhnya bayi dari segi jasmani. Perkembangan
ialah berkembangnya kepribadian bayi, dari seorang mahluk yang tadinya secara
mutlak bergantung pada lingkungannya, menjadi seorang yang secara relatif
mandiri dan berguna bagi lingkungannya (Desmita, 2011).
Perkembangan bayi merupakan proses yang artinya, perkembangan itu
meliputi berbagai aspek kehidupan manusia, dan terjadi sebagai hasil interaksi
antara faktor bawaan dan faktor lingkungan. Agar perkembangan itu berjalan
sebaik-baiknya, bayi perlu diasuh dan dibimbing oleh orang dewasa, terutama
dalam lingkungan kehidupan berkeluarga (Syah, 2008).
B. Cara Deteksi Dini Tumbuh Kembang Usia 0-12 bulan
Menurut Hidayat (2008) menyebutkan ciri dari tumbuh kembang sesuai usia
meliputi :
1. Dari lahir sampai 3 bulan :
a. Mampu mengangkat kepala
b. Mampu mengikuti obyek dengan matanya
c. Mampu melihat ke muka orang dengan tersenyum
d. Mampu bereaksi terhadap suara/bunyi
e. Mampu mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh
2. Dari 3 sampai 6 bulan :
a. Mampu mengangkat kepala 90 derajat dan mengangkat dada
b. Mulai belajar meraih benda yang ada dalam atau di luar jangkauannya
c. Menaruh benda-benda di mulutnya
d. Mampu tertawa dan menjerit karena gembira bila diajak bermain
3. Dari 6 sampai 9 bulan
a. Mampu duduk tanpa dibantu
b. Mampu tengkurap dan berbalik sendiri
c. Mampu merangkak meraih benda atau mendekati seseorang
d. Mampu memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lain
e. Mampu memegang benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk
f. Mampu melempar benda-benda
g.Mampu mengeluarkan kata-kata yang tanpa arti
h.Mulai berpartisipasi dalam permainan tepuk tangan dan sembunyisembunyian
4. Dari 9 sampai 12 bulan :
a. Mampu berdiri sendiri tanpa dibantu

b. Mampu berjalan dengan dituntun


c. Mampu menirukan suara
d. Mampu belajar menyatakan satu atau dua kata
e. Mampu mengerti perintah sederhana atau larangan
f. Ingin menyentuh apa saja dan memasukkan benda-benda ke mulutnya
g. Berpartisipasi dalam permainan
C. Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang usia 0-12 bulan
1. Faktor Herediter
Faktor herediter merupakan faktor yang dapat diturunkan sebagai dasar
dalam mencapai tumbuh kembang bayi, faktor herditer meliputi factor bawaan,
jenis kelamin, ras, dan suku bangsa. Pertumbuhan dan perkembangan bayi
dengan jenis kelamin laki-laki setelah lahir akan cenderung cepat dibandingkan
dengan bayi perempuan serta akan bertahan sampai usia tertentu. Baik bayi
laki-laki atau bayi perempuan akan mengalami pertumbuhan yang lebih cpat
ketika mereka mencapai masa pubertas (Hidayat, 2008).
2. Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan merupakan faktor yang memegang peranan penting
dalam menentukan tercapai atau tidaknya potensi yang sudah dimiliki. Faktor
lingkungan ini dapat meliputi lingkungan prenatal (yaitu lingkungan dalam
kandungan) dan lingkungan postnatal (yaitu lingkungan setelah bayi lahir).
Faktor lingkungan secara garis besar dibagi menjadi :
a. Faktor lingkungan prenatal
1) Gizi pada waktu ibu hamil
2) Zat kimia atau toksin
3) Hormonal
b. Faktor lingkungan postnatal
1) Budaya lingkungan
Dalam hal ini adalah budaya dalam masyarakat yang mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan bayi, budaya lingkungan dapat
menentukan bagaimana seseorang mempersepsikan pola hidup sehat.
2) Status sosial ekonomi
Bayi dengan keluaraga yang memiliki sosial ekonomi tinggi umumnya
pemenuhan kebutuhan gizinya cukup baik dibandingkan dengan bayi
dengan sosial ekonomi rendah.
3) Nutrisi
Nutrisi menjadi kebutuhan untuk tunbuh dan berkembang selama masa
pertumbuhan, dalam nutrisi terdapat kebutuhan zat gizi yang diperlukan
untuk pertumbuhan dan perkembangan seperti protein, karbohidrat,

lemak, mineral, vitamin, dan air.


4) Iklim dan cuaca
Pada saat musim tertentu kebutuhan gizi dapat dengan mudah diperoleh
namun pada saat musim yang lain justru sebaliknya, sebagai contoh pada
saat musim kemarau penyediaan air bersih atau sumber makanan
sangatlah sulit.
5) Olahraga atau latihan fisik
Dapat memacu perkembangan bayi karena dapat meningkatkan sirkulasi
darah sehingga suplai oksigen ke seluruh tubu dapat tertur serta dapat
meningkatkan stimulasi perkembangan tulang, otot, dan pertumbuhan sel
lainnya.
6) Posisi bayi dalam keluarga
Secara umum bayi pertama memiliki kemampuan intelektual lebih
menonjol dan cepat berkembang karena sering berinteraksi dengan orang
dewasa namun dalam perkembangan motoriknya kadang-kadang
terlambat karena tidak ada stimulasi yang biasanya dilakukan saudara
kandungnya, sedangkan pada bayi kedua atau tengah kecenderungan
orang tua yang sudah biasa dalam merawat bayi lebih percaya diri
sehingga kemamapuan bayi untuk berdaptasi lebih cepat dan mudah
meski dalam perkembangan intelektual biasanya kurang dibandingkan
dengan ank pertamanya.
7) Status kesehatan
Apabila bayi berada dalam kondisi sehat dan sejahtera maka percepatan
untuk tumbuh kembang menjadi sangat mudah dan sebaliknya sebagai
contoh apabila bayi mempunyai penyakit kronis yang ada pada diri bayi
maka pencapaian kemampuan untuk maksimal dalam tumbuh kembang
akan terhambat karena bayi memiliki masa kritis.
c. Faktor Hormonal
Faktor hormonal yang berperan dalam tumbuh kembang bayi antara
lain hormon somatotropin, tiroid dan glukokortikoid. Hormon somatotropin
(growth hormone) berperan dalam mempengaruhi pertumbuhan tinggi badan
dengan menstimulasi terjadinya proliferasi sel kartilgo dan system skeletal,
hormone tiroid berperan menstimulasi metabolism tubuh. Hormon
glukokortiroid mempunyai fungsi menstimulasi pertumbuhan sel intertisial
dari

testis

memproduksi

(untuk

memproduksi

estrogen),

testosteron)

selanjutnya

hormon

dan

ovarium

tersebut

(untuk

menstimulasi

perkembangan seks, baik pada bayi laki-laki maupun perempua yang sesuai

dengan peran hormonnya (Hidayat, 2008).


D. Kebutuhan Dasar Usia 0-12 bulan
1. Kebutuhan fisik (asuh)
a. Nutrisi/gizi merupakan kebutuhan terpenting
b. Perawatan kesehatan dasar, antara lain imunisasi, pemberian ASI,
c.
d.
e.
f.

penimbangan bayi/bayi yang teratur, pengobatan kalau sakit, dll


Tempat tinggal yang layak
Higiene perorangan, sanitasi lingkungan
Pakaian
Kesegaran jasmani, rekreasi

2. Kebutuhan emosi/kasih sayang (asih)


Pada tahun-tahun pertama kehidupan, hubungan yang erat, mesra dan
selaras antara ibu/pengganti ibu dengan bayi merupakan syarat mutlak untuk
menjamin tumbuh kembang yang selaras baik fisik, mental maupun psikososial.
Kekurangan kasih sayang ibu pada tahun-tahun pertama kehidupan mempunyai
dampak negatif pada tumbuh kembang bayi baik fisik, mental maupun sosial
emosi.
3. Kebutuhan akan stimulasi mental (asah)
Stimulasi mental merupakan cikal bakal dalam proses belajar (pendidikan
dan pelatihan) pada bayi. Stimulasi mental ini mengembangkan perkembangan
mental psikososial ; kecerdasan, keterampilan, kemandirian, kreativitas, agama,
kepribadian, moral-etika, produktivitas dan sebagainya.

E. Stimulasi Dalam Tumbuh Kembang Usia 0-12 bulan


Stimulasi sangat penting dalam perkembangan bayi, karena bayi yang
mendapat stimulasi akan lebih cepat berkembang dibandingkan bayi yang kurang
mendapat stimulasi. Berbagai macam stimulasi seperti visual, verbal, auditif,
taktil, dapat mengoptimalkan perkembangan bayi. Cara memberikan stimulasi
pada bayi yaitu :
1. Usia 0-3 bulan
a. Stimulasi motorik kasar
1) Posisikan bayi dalam posisi tengkurap. Lakukan beberapa kali untuk
melatih kekuatan motoriknya.
2) Beri semangat bayi untuk mengangkat kepalanya dalam posisi
tengkurap. Meletakkan cermin atau gambar besar di depan, atau
menyelaraskan wajah ibu dengan bayi saat memanggil namanya.

3) Membelai kepala dan leher, sehingga bayi akan mengangkat


kepalanya.
b. Stimulasi motorik halus
1) Ketika bayi mengepalkan telapak tangannya, ibu dapat membuka
kepalan tangannya, jari-jari ibu menyentuh jari-jari satu per satu dan
meluruskannya seperti memijat.
2) Berikan pijatan lembut di jari-jari kecil dan berikan mainan yang
lembut dengan warna mencolok dan dapat juga keluarkan bunyibunyian untuk mendorongnya bereaksi.
3) Pegang jemari bayi kemudian lakukan gerakan lengan menyilang di
dadanya. Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan kekuatan otot
lengan atas, bahu dan punggung atas.
2. Usia 4-6 bulan
a. Stimulasi motorik kasar
1) Membunyikan mainan di atas kepala bayi dan menggerakannya
perlahan ke satu sisi. Ini akan merangsang bayi untuk miring dan
menggulingkan badan.
2) Baringkan dalam posisi tengkurap kemudian bunyikan mainan dari atas
atau depan sehingga kecil mengangkat kepalanya. Ativitas ini dapat
melatih otot-otot leher.
3) Dudukkan di kursi untuk merangsangnya agar mampu duduk sendiri,
dengan pengawasan orang tua.
b. Stimulus motorik halus
1) Memberikan mainan yang memiliki pegangan dan dapat digigit
sehingga bayi terus-menerus menggenggam.
2) Letakkan bayi dalam posisi tengkurap. Lalu letakkan mainan berwarnawarni dalam jangkauan dan biarkan bayi mencoba untuk mengambil
mainan tersebut.
3) Kenalkan bayi dengan tekstur yang beragam pada objek di dalam
rumah, seperti kain yang kasar dan halus.
4) Memberikan mainan yang berwarna kontras dan mengeluarkan suara.

3. Usia 7-9 bulan


a. Stimulasi motorik kasar
1) Menempatkan cermin di depan bayi. Biarkan dia melakukan gerakangerakan yang mengangkat punggung dan pantat, serta ayunkan itu maju
dan mundur.
2) Merangkaklah bersama-sama bayi untuk melatihnya keseimbangan
tubuh.
3) Latih berdiri untuk melatih otot kakinya.
b. Stimulasi motorik halus
1) Melakukan gerakan dengan jari-jari dan meminta bayi untuk meniru
gerakan ibu. Lakukan buku tutup tangan sambil bernyanyi.
2) Memberikan obyek yang dapat digenggam seperti tongkat drum,
sendok, garpu, dan sebagainya.
3) Memberikan

sendok

plastik

kecil

untuk

melatihnya

makan

menggunakan sendok makan.


4. Usia 10-12 bulan
a. Stimulasi motorik kasar
1) Tempatkan mainan di lokasi yang dapat diraih dan dipindah gerakkan
bayi. Kemudian, berikan semangat untuk mencapai objek sambil
menepuk-nepuk lantai.
2) Ajak bayi mencoba berjalan di rumput taman atau kebun.
3) Melatihnya berjalan, pegang kedua tangan dan berikan semangat
dengan meminta bayi untuk mengayunkan kaki langkah demi langkah.
Usia satu tahun bayi sudah bisa berjalan sendiri tanpa dipandu, tetapi
jika bayi Anda belum mampu, terus berikan stimulus agar berjalan.
b. Stimulasi motorik halus
1) Siapkan sebuah kotak mainan dan isi dengan berbagai mainan.
Stimulasi bayi untuk memindahkan objek dari tempatnya dan
kemudian diletakkan pada tempatnya kembali.
2) Beri kesempatan bayi untuk makan menggunakan sendok plastik dan
makan sendirian di kursinya.

3) Susun mainan warna-warni dan membiarkan dia memasukkan objek


untuk melatih kemampuan koordinasi mata dan tangan.

DAFTAR PUSTAKA
Desmita. 2011. Psikologi Perkembangan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Wong, L. Donna. 2009. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik Vol. 1 Edisi 6. Jakarta:
EGC
Hidayat, A.Aziz. 2008. Pengantar IlmuAbayi Untuk Pendidikan Kebidanan.
Jakarta : Salemba Medika
Indiarti, MT. 2009. Perkembangan Bayi Sehat 0-3 tahun. Yogyakarta: Andi
Offset
Syah, Muhibbin, 2008. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Riyadi, Sujiono. 2009. Asuhan Keperawan Pada Bayi. Yogyakarta: Graha Ilmu