Anda di halaman 1dari 26

Prinsip dan Metode Pengujian Tan Delta

A. Prinsip

Tan Delta adalah tes diagnostik yang dilakukan pada isolasi kabel dan belitan .

Hal ini digunakan untuk menguji tingkat degradasi dalam bahan isolasi mesin2
listrik dan kabel listrik.

Tujuannya untuk mengukur kerusakan pada kabel, memberikan gambaran tentang


proses penuaan pada kabel dan untuk memprediksi sisa umur kabel.

Test tangen delta juga dikenal sebagai tes rugi rugi sudut atau tes faktor disipasi. Tes
ini menerapkan tegangan AC dengan frekuensi sangat rendah

Tes Delta Tan bekerja pada prinsip bahwa setiap isolasi dalam keadaan murni
bertindak sebagai kapasitor.

Dalam kapasitor yang ideal, perbedaan sudut phasa antara vektor arus dan tegangan
adalah 90 derajat

Untuk isolasi kondisi yang ideal akan berperilaku sama .

Namun, jika isolasi telah memburuk akibat masuknya kotoran dan kelembaban. Arus
yang mengalir melalui isolasi juga akan memiliki komponen resistif

Ini akan menyebabkan sudut arus menjadi kurang dari 90 derajat

Perbedaan sudut dikenal sebagai rugi sudut (angle loss)

Namun yang keluar dari fase 90 derajat dan arus yang mengalir melalui isolasi adalah
Ic murni kapasitif.

Bila Sudut fase antara arus dan tegangan kini kurang dari 90 derajat memberikan
informasi tingkat degradasi dalam isolasi.

Hal ini pada gilirannya akan meningkatkan arus resistif Ir.

Jadi ini kehilangan sudut diperlukan untuk diukur.

Tangen dari sudut yang Ir / Ic memberikan kita indikasi kondisi isolasi.

Makin tinggi nilai sudut loss akan menunjukkan tingginya tingkat kontaminasi
isolasi.

B. Method of Testing

Kabel atau Belitan yang isolasi akan diuji pertama tama dilepas dan terisolasi.

Tegangan uji yang dipakai dari sumber yang mempunyai Frekuensi sangat rendah
dan pengontrol Tan delta mengambil pengukuran.

Tegangan uji dinaikkan bertahap sampai dengan tegangan pengenal kabel.

Pembacaan dibuat dalam bentuk gambar grafik terhadap tegangan yang dipakai dan
kecenderungannya dipelajari.

Sebuah isolasi baik akan menghasilkan garis lurus.

Pengujian harus dilanjutkan hanya bila gambar grafik berbebntuk lurus .

Jika ada kecenderungan naik berarti menunjukkan kelemahan isolasi

Tes harus dilanjutkan hanya bila grafik adalah garis lurus.

Jika grafik menunjukkan kecenderungan naik akan menunjukkan isolasi lemah yang
mungkin gagal jika tegangan uji dinaikkan melampaui tegangan kabel.

C. Interpretasi data uji

Tidak ada formula standar atau tolok ukur untuk memastikan keberhasilan tes delta
tan.

Untuk memperoleh Isolasi yang baik diperoleh dengan mengamati sifat


kecederungan dari grafik yang digambar dari hasil pengukuran

Kecenerungan yang lurus akan menunjukkan isolasi yang baik , sementara


kecenderungan meningkat akan menunjukkan sebuah isolasi yang telah
terkontaminasi dengan air dan kotoran lainnya.

PROSEDUR PENGUKURAN/PENGUJIAN TAHANAN ISOLASI DENGAN


MENGGUNAKAN MEGGER (MEGA OHM) ANALOG
Tahanan isolasi adalah tahanan yang terdapat diantara dua kawat saluran (kabel) yang
diisolasi satu sama lain atau tahanan antara satu kawat saluran dengan tanah (ground).
Pengukuran tahanan isolasi digunakan untuk memeriksa status isolasi rangkaian dan
perlengkapan listrik, sebagai dasar pengendalian keselamatan. Alat ukur yang digunakan
untuk mengukur atau menguji tahanan isolasi suatu kabel adalah Megger (MegaOhm). Secara
prinsip mengger terdiri dari dua kumparan V dan C yang ditempatkan secara menyilang
seperti terlihat pada gambar1 di bawah ini. Kumparan V merupakan besarnya arus yang
mengalir adalah E/Rp dan kumparan C merupakan besarnya arus yang mengalir adalah E/Rx.
Rx adalah tahanan yang akan diukur. Jarum dapat bergerak disebabkan oleh perbandingan
dari kedua arus, yaitu sebanding dengan Rp/Rx atau berbanding terbalik terhadap tahanan
yang akan diukur.

Gambar 1. Diagram rangkaian sebuah Megger (MegaOhm)


Variasi tegangan tidak akan berpengaruh banyak terhadap harga pembacaan, karena
hasilnya tidak ditentukan dari sumber tegangan arus searah. Sumber tegangan arus searah
adalah sumber tegangan tinggi, yang dihasilkan dari pembangkit yang diputar dengan tangan.
Umumnya tegangannya adalah 100 V, 250 V, 500 V, 1000 V atau 2000 V. Sedangkan daerah
pengukuran yang efektif adalah 0,02 sampai 20 MegaOhm dan 5 sampai 5.000 MegaOhm.
Tetapi pada sekarang pengujian tahanan isolasi menggunakan sumber tegangan tinggi dari
tegangan tetap sebesar 100 V sampai 1.000 V yang didapat dari baterai sebesar 8 V sampai
12 V dan disebut Megger dengan baterai (lihat gambar 2). Alat ini membangkitkan tegangan
tinggi lebih stabil dibanding dengan yang menggunakan generatar diputar dengan tangan.

Gambar 2. Konstruksi Megger menggunakan baterai


Seperti yang ditunjukkan pada gambar 2, bagian-bagian external megger ini dijelaskan
sebagai berikut:

(1) Jarum penunjuk


(2) Kaca, difungsikan untuk mengeliminir kesalahan parallax dalam pembacaan.
(3) Skala
(4) Check baterai
(5) Tombol pengaktif meter
(6) Lubang line untuk colok oranye dan lubang earth untuk colok hitam
(7) Probe meter dengan penjepit
(8) Probe meter runcing, juga sebagai pencolok pengecekan beterai.
A. Pengukuran Tahanan Isolasi
Pengukuran tahanan isolasi untuk perlengkapan listrik dapat menggunakan megger,
yang mana pengoperasiannya pada waktu perlengkapan rangkaian listrik tidak bekerja atau
tidak dialiri arus listrik. Secara umum bahan isolasi yang digunakan sebagai pelindung dalam
saluran listrik atau sebagai pengisolir bagian satu dengan bagian lainnya harus memenuhi
syarat-syarat yang telah ditentukan. Harga tahanan isolasi
antara dua saluran kawat pada peralatan listrik ditetapkan paling sedikit adalah 1000 x harga
tegangan kerjanya. Misal tegangan yang digunakan adalah 220 V, maka besarnya tahanan
isolasi minimal sebesar : 1000 x 220 = 220.000 Ohm atau 220 KOhm. Ini berarti arus yang
diizinkan di dalam tahanan isolasi 1 mA/V. Apabila hasil pengukuran nilai lebih rendah dari
syarat minimum yang sudah ditentukan, maka saluran/kawat tersebut kurang baik dan tidak
dibenarkan kalau digunakan. Waktu melakukan pengukuran tahanan isolasi gunakan tegangan
arus searah (DC) sebesar 100 V atau lebih, hal ini dimaksudkan untuk dapat mengalirkan arus
yang cukup besar dalam tahanan isolasi. Di samping untuk menentukan besarnya tahanan
isolasi, nilai tegangan ukur yang tinggi juga untuk menentukan kekuatan bahan isolasi dari
saluran yang akan digunakan. Walaupun bahan-bahan isolasi yang digunakan cukup baik dan
mempunyai tahanan isolasi yang tinggi, tetapi masih ada tempat-tempat yang lemah lapisan
isolasinya, maka perlu dilakukan pengukuran.
B. Prosedur Pengujian Tahanan Isolasi
Sebelum menggunakan alat pengujian tahanan isolasi perlu dilakukan langkah-langkah
sebagai berikut:
1. Melakukan pengecekan kondisi batere megger dengan menghubungkan colokan oranye ke
line dan B check (lihat gambar 3). Baterai masih dalam kondisi baik, jika jarum menunjuk
pada tanda huruf B di peraga megger (lihat gambar 4).

Gambar 3. Pengecekan kondisi bateray megger

Gambar 4. Bateray dalam kondisi masih baik


2. Meter siap digunakan, dengan menghubungkan colokan oranye ke lubang line dan colokan
hitam ke lubang earth (lihat gambar 5).

Gambar 5. Megger siap digunakan


3. Yakinkan bahwa kawat/kabel yang akan diukur tahanan isolasinya tidak terhubung dengan
sumber tegangan (tidak berarus).
4. Hubungkan colokan oranye dan colokan hitam dengan ujung-ujung kawat/kabel yang akan
diukur tahanan isolasinya, kemudian tekan tombol pengaktif megger dan baca penunjukkan
jarum (lihat gambar 6).

Gambar 6. Mengukur/menguji tahanan isoasi kabel


C. Pengujian Tahanan Isolasi Pada Instalasi Listrik
Jika kawat/kabel listrik terdiri dari dua kawat saluran misal kawat fasa (P) dan kawat
netral (N), maka tahanan isolasinya adalah :

(1) antara kawat fasa (P) dengan kawat netral (N),


(2) antara kawat fasa (P) dengan tanah (G),
(3) antara kawat netral (N) dengan tanah (G).
Pada saat melakukan pengukuran tahanan isolasi antara fasa (P) dan netral (N), hal
pokok yang perlu diperhatikan adalah memutus atau membuka semua alat pemakai arus yang
terpasang secara paralel pada saluran tersebut, seperti lampu-lampu, motormotor, voltmeter,
dan sebagainya. Sebaliknya semua alat pemutus seperti : kontak, penyambung-penyambung,
dan sebagainya yang tersambung secara seri harus ditutup.

Gambar 7. Pengujian tahanan isolasi antara fasa (P) dengan netral (N)
Di samping digunakan untuk mengetahui keadaan tahanan isolasi, juga untuk
mengetahui kebenaran sambungan yang ada pada instalasi. Jika terjadi sambungan yang salah
atau hubung singkat dapat segera diketahui dan diperbaiki. Gambar 8 dan 9 di bawah ini
mencontohkan pengujian tahanan isolasi pada instalasi listrik bangunan baru.

Gambar 8. Pengujian tahanan isolasi antara fasa (P) dengan tanah (G)

Gambar 9. Pengujian tahanan isolasi antara netral (N) dengan tanah (G)
Sedangkan untuk pengujian tahanan isolasi antara jaringan instalasi dengan tanah/ground (G),
hal pokok yang perlu diperhatikan adalah memasang semua alat pemakai arus yang terpasang
secara paralel pada saluran tersebut, seperti lampu-lampu, motormotor, voltmeter, dan
sebagainya. Semua alat pemutus seperti : kontak, penyambung-penyambung, dan sebagainya
yang tersambung secara seri harus ditutup.

Gambar 10. Pengujian tahanan isolasi antara instalasi dengan tanah (G)
Diberdayakan ole

Pengukuran Sistem Pertanahan (Grounding)


Earth Tester adalah alat untuk mengukur nilai resistansi dari grounding,berikut ini adalah cara
penggunaan earth tester:
Pada switch pilih mode . Tekan push button. Lihat penunjuk voltase tanah apabila jarum
bergerak dengan cepat sampai mentok ke ujung volt meter, check kembali instalasi kabel.
Adjust ohm meter sampai nilai voltase pada galvanometer 0 volt. Lakukan instalasi earth
tester seperti tampak jarak L adalah sebesar 5 meter. Baca nilai resistansi yang terbaca pada
alat tersebut. Itulah nilai resistansi tanah.

Grounding suatu peralatan listrik sangat vital, baik itu untuk peralatan itu sendiri
maupun untuk keselamatan orang. Contoh sederhana di rumah adalah kulkas (mesin
pendingin), kulkas memiliki motor listrik untuk menggerakkan freon yang dinamakan
compressor. Compressor ini pada saat hidup bisa saja terjadi kebocoran arus listrik. Bila
grounding kulkas tidak bagus, maka bisa membahayakan orang yang menyentuh-nya. Ini
adalah contoh sederhana di rumah.

Contoh grounding menara dengan kabel BC


Contoh lain di pabrik adalah mesin-mesin yang menggunakan motor-motor listrik atau
transformator. Biasanya motor-motor tersebut arus amper-nya besar-besar, sehingga bila
terjadi kebocoran arus listrik, maka bisa membahayakan keselamtan operator mesin tersebut.
Oleh sebab itu dalam ISO tentang K3, maka grounding termasuk syarat utama ISO

Contoh grounding menara dengan coaxial cable


Syarat utama sebuah grounding itu baik adalah tahanan grounding itu sama dengan 0
Ohm ini adalah tahanan grounding ideal, tetapi kenyataannyaboleh sampai 5 Ohm. Jadi bila
terjadi hubungan pendek atau short circuit suatu peralatan listrik, maka dengan cepat

kebocoran itu dibuang ke bumi atau grounding. Bila gounding tidak bagus, maka peralatan
bisa terbakar dan bisa membahayakan keselamatan orang
Penangkal petir tidak akan bekerja / berfungsi tanpa sistem grounding (pentanahan)
yang benar (maksimal nilai resistansi 5 Ohm). Jadi grounding berfungsi sebagai sarana
pengarah arus petir yang bisa menyebar ke segala arah yang kemudian langsung diarahkan ke
dalam tanah. Yang perlu diperhatikan dalam perancangan sistem pentanahan adalah tidak
timbulnya bahaya tegangan yang mengalir.
Namun demikian baik-buruknya sistem pentanahan sangat menentukan rancangan
sistem penangkal petir internal, semakin tinggi nilai resistansi suatu pentanahan, akan
menyebabkan semakin tinggi pula tegangan yang terdapat pada penyama potensial (Potensial
Equalizing Bonding), sehingga upaya proteksi internalnya akan akan kurang efektif. Dengan
demikian kita harus menyadari bahwa betapa perlunya sistem pentanahan untuk menghindari
resiko kerugian yang lebih besar dari bahaya sambaran petir
Pada sistem tenaga listrik, sistem tidak lagi dibiarkan terapung atau sistem delta,
tetapi titik netral sistem itu diketanahkan melalui tahanan atau reaktansi. Pengetanahan itu
umumnya dilakukan dengan menghubungkan titik netral transformator daya dengan tanah.
Lakukan pemilihan lokasi penanaman grounding road, rencanakan berapa titik yang
akan ditanamkan. Pemasangan grounding road yang makin banyak akan menghasilkan sistim
pentanahan yang baik. Jika anda akan memasang beberapa buah grounding road usahakan
jangan terlalu berdekatan, supaya pembumian menyebar dan untuk menjaga bila salah satu
grounding rod sitim pembumiannya tidak bagus maka bisa dibumikan oleh grounding rod
lainnya.

Contoh grounding road diparalel jadi satu


Harus diperhatikan bahwa masing masing grounding road semua harus terhubung.
Sehingga perlu diatur supaya sistim kabel penghubungnya mudah dipasangkan. Lakukan
pencarian tanah yang mudah ditancapkan. Hindari penanaman grounding road di daerah

tanah berbatu atau berpasir, disamping penancapannya yang susah, juga kurang bagus untuk
pembumian.

Contoh penanaman grounding road


Usahakan lokasi penempatan grounding road tidak terlalu jauh dari bangunan atau gedung,
tapi harus diingat jangan sampai merusak sistim instalasi yang telah ada. Usahakan
penempatan antara grounding road dalam garis lurus, tidak terlalu banyak berbelok belok.

Contoh grounding road dari tembaga


Pemilihan grounding road dan kabel grounding yang akan diinstalasi harus sesuai standar ,
baik jenis maupun ukurannya. Grounding road yang paling bagus adalah pipa padat yang
terbuat dari tembaga. Disamping sebagai daya hantar yang kuat, tembaga tidak mudah
berkarat. Perlu memeriksa barang tersebut saat pembelian, karena kadang kadang banyak
pipa yang dijual kelihatannya terbuat dari bahan tembaga padahal bagian dalamnya adalah
besi biasa tapi bagian luarnya disepuh dengan tembaga. Untuk men-check-nya anda bisa
memotong secara diagonal, maka akan kelihatan apakah asli atau tidak. Penggunaan besi
biasa harus dihindari karena bahan ini sangat mudah berkarat.

Contoh grounding road dari tembaga


Teknik menanam grounding road. Lakukan penggalian tanah ukuran 30 x 30 cm
kedalaman 50 cm Coba tancapkan grounding road tersebut apakah mudah atau susah
ditancapkan. Jika agak susah, buatkan lubang dimana grounding rod akan ditanamkan.
Tuangkan air kedalam lubang tersebut hingga penuh. Tancapkan grounding rod kedalam
lubang tersebut dan tekan secara pelan pelan hingga beberapa centimeter. Angkat sedikit
grounding rod, dan biarkan air turun kebawah. Tekan kembali grounding rod. Tuangkan
kembali air kedalam lubang, lalu ulangi menekan grounding rod. Sepanjang anda tidak
menemukan tanah yang keras atau tanah berbatu, air akan membantu anda untuk menggeser
lumpur atau pasir di dalam tancapan hingga grounding roda tertancap sampai habis.

Contoh pasang grounding road


Jika anda mengalami kesulitan saat penancapan grounding road, anda bisa menggunakan alat
bantu berupa palu untuk memukul ujung atas grounding road hingga tertancap semuanya,
atau bisa juga dengan menggunakan alat bantu stang pipa, lakukan penjepitan stang pipa ke
grounding road kemudian anda berdiri di stang pipa sambil menekan grounding road
kebawah.

Contoh pem-bor-an tanah untuk pasang grounding road


Untuk hal tertentu anda kemungkinan penanaman grounding road yang lebih dalam
dari ukuran panjang grounding road misalnya sampai kedalaman 30 m, sehingga penancapan
tidak bisa dilakukan lagi. Anda bisa meminta bantuan tukang bor untuk melakukan
pengeboran lubang. Setelah kedalaman yang dibutuhkan tercapai, anda kemudian
menanamkan grounding road ke dalamnya. Sebelumnya lakukan pengikatan) antara
grounding rod dengan kabel road. Dengan menggunakan pipa besi yang bisa disambung,
lakukan pendorongan grounding road ke dalam lubang. Anda bisa menandai jarak dari ujung
grounding road dan kabel grounding untuk memastikan penanaman kabel sudah sesuai
dengan kedalaman yang diinginkan.

Contoh kabel grounding dari tembaga


Cara yang biasa digunakan untuk penyambungan grounding rod dan kabel grounding
dengan menggunakan clamp. Sebelum dilakukan penimbunan kabel grounding, lakukan
pengukuran tahanan grounding terlebih dahulu, bilamana nilai yang dihasilkan belum sesuai
standard maka lakukan penambahan grounding road. Jika nilai tahanan sudah sesuai standard
lakukan penimbunan kabel dengan segera.

Contoh pengukuran tahanan grounding


Lakukan penggalian tanah dari titik dimana grounding menuju masing masing titik
grounding yang saling terhubung. Dan lakukan penggalian ke arah terminal grounding. Buat
galian di sepanjang jalur lintasan dengan kedalaman antara 50 -60 cm. Tarik kabel grounding
melalui jalur kabel tersebut, kemudian tempatkan di bawah galian. Pastikan panjang kabel
sudah cukup hingga proses pengikatan dengan grounding road tidak akan susah.
Setelah semua tersambung, berikan pipa marking di tempat grounding rod tersebut. Gunakan
pipa PVC dan ditutup dop pipa. Kemudian lakukan penimbunan tanah didaerah galian sampai
ketinggian 20 cm. Lalu padatkan. Kemudian beri tanda misalnya batu bata supaya
dikemudian hari jika ada penggalian di sepanjang areal penanaman kabel, maka kabel akan
aman. Setelah bata terpasang semua, kemudiann timbun kembali hingga penuh. Lakukan
penimbunan hingga betul betul padat.

Mengenal elektroda pentanahan, jenis tahanan tanah dan cara mengukurnya

Elektroda adalah konduktor yang digunakan untuk bersentuhan dengn bagian atau media
non-logam, dari sebuah circuit. Elektroda dalam sel elektrokimia dapat disebut Anoda dan
Katoda, kata tersebut di namai oleh Michael Faraday
Jadi Elektroda untuk pentanahan adalh sebuah konduktor yang bersentuhan langsung dengan
tanah

Jenis Jenis elektroda pentanahan


Elektroda batang (ROD)
Elekroda batang adalah elektroda dari pipa atau besi profil yang dipasangkan ke dalam tanah.
Elektroda ini merupakan elektroda yang pertama kali digunakan sekalis menjadi landasan
teori teori baru dari elektrodajenis lain.
Secara teknis, elektroda batang ini mudah pemasangannya, yaitu dengan menancabkannya
kedalam tanah.kelebih elekroda jenis batang (ROD) adalah tidak memerlukan lahan yang
luas. Elektroda ini sering digunakan pada gardu gardu induk.

Berikut rumus tahanan pentanahan untuk elektroda batang (ROD)

Dengan keterangan
RG = Tahanan pentanahan (ohm)
RR = Tahanan Pentanahan untuk batang tunggal (ohm)
= Tahanan jenis tanah (ohm-meter)
LR = panjang elektroda (meter)
AR = diameter elekroda (meter)

Eletroda pelat

Elektrodaplat adalah elektroda dari bahan pelat logam (utuh atau berlubang) atau dari kawat
kasa. Elektroda ini digunakan bila diinginkan tahanan pentanahan yang kecil dan sulit
diperoleh dengan menggunakan jenis jenis elektroda yang lain. Pada umumnya elektroda
ini ditanam dalam.
Berikut rumusnya sob

Yaitu :

RP = tahanan pentanahan pelat (ohm)


P = tahanan jenis tanah (ohm-meter)
LP = panjang pelat (m)
WP = lebar pelat (m)
TP = tebal pelat (m)

Elektroda Pita

Elektroda pita adalah elektroda yang terbuat dari hantaran berbentuk pita atau
berpenampang bulat atau hantaran pilin yang pada umumnya ditanam secara dalam.
Pemasangan eketroda jenis ini akan sulit dilakukan bila mendapati lapisan lapisan tanah
yang berbatu.
Disamping sulit pemsangannya, untuk mendapati nilai tahanan yang rendah juga akan
bermasalah. Untuk mengatasi hal tersebut pemasangan secara vertikal kedalam tanah dapat
dilakukan dengan menanam batang hantaran secara mendatar (horizontal) dan dangkal

Disamping itu, ternyata tahanan pentanahan yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh
bentuk konfigurasi elektrodanya, seperti dalam bentuk melingkar, radial atau kombinasi antar
keduanya
Berikut rumus dari perhitungannya :

Dimana :
RW = Tahanan dengan kisi kisi (grid) kawat (ohm)
P

= Tahanan jenis tanah (Ohm-meter)

LW = panjang total grid kawat (m)


dW = Diameter kawat (m)
AW = Luasan yang dicakup oleh grid (m0)
ZW = kedalaman penanaman (m)

Tahanan jenis tanah


Tahanan jenis tanah sangat menentukan tahanan pentanahan dari elektroda elektroda
pentanahan. Tahanan jenis tanah diberikan dalam satuan Ohm-meter.
Ada beberapa hal yang mempengaruhi tahana tanah dalam sistem tahanan
pentanahan. Tidak hanya tergantung pada jenis tanah saja, melainkan dipengaruhi oelh
kandungan moistur, kandungan mineral, dan suhu (suhu tidak berpengaruh bila diatas titik
beku air)

Pada kesimpulannya, tahanan jenis tanah dapat dibedakan sesuai dengan


tempatdimana beradanya tanah tersebut. Sebagai pedoman, tabel berikut ini berisikan tahanan
jenis tanah yang ada di negara kita tercinta indonesia.....
Tahanan jenis tanah tabel.....

Tabel diatas akan sangat penting khususnya bagi para perancang sistem pentanahan.
Ada satu hal yang penting sobat ketahui, yaitu sifat sifat tanah bisa berubah antara musim
yang satu dengan musim yang lain. Dan tentu hal tersebut harus benar benar
dipertimbangkan bagi sobat yang hendak memasang sistem pentanahan
Dan tabel dibawah ini dapat digunakan sebagai acuan kasar harga tahanan pentanahan pada
tanah dengan tahanan jenis tanah tipikal berdasarkan jenis dan ukuran elektroda

Selanjutnya ada tabel yang memuat ukuran ukuran elektroda pentanahan yang
umum digunakan dalam sistem pentanahan. Selain itu, tabel dibawah ini juga dapat
digunakan sebagai petunjuk tentang pemilihan jenis, bahan dan luas penampang elektroda
pentanahan

Selanjutnya, ada juga tabel berikut ini memberikan petunjuk tentang luas penampang
minimum dari beberapa jenis kondisi hantaran pengaman.

Pengukuran Tahanan pentanahan (Earth Tester)


Maksud dari pengukuran ini adalah pengujian, pengujian yang dimaksud sebenarnya
adalah pengukuran tahanan elektroda pentanahan yang dilakukan setelah pemasangan
elektroda atau setelah perbaikan atau secara periodik setiap satu tahun sekali

Pada saat ini telah banyak beredar dipasaran alat ukur tahanan pentanahan yang biasa
disebut Earth tester atau Ground Tester. Dari yang untuk beberapa fungsi sampai dengan yang
banak fungsi dan kompleks.

Pada instrukment cara pengukuran terbagi menjdi dua yaitu Pengukuran Normal
(metode 3 kutub), dan pengukuran praktis (metode 2 kutub)

Cara pengukuran normal (metode 3 kutub)


Langkah awal adalah memposisikan saklar terminal Earth tester pada 3a,
Cek tegangan baterai! (Range saklar : BATT, aktifkan saklar /ON). Jarum harus dalam range
BATT
Cek tegangan pentanahan (range saklar : - V, matikan saklar / OFF)
Cek tahanan pentanahan bantu (range saklar : C&P, matikan saklar 0)

Ukurlah tahanan pentanahan (range saklar : x1 ke x1000 ) dengan menekan tombol


pengukuran dan memutar selektor, sehingga diperoleh jarum pada galvometer seimbang /
menunjukan angka Nol. Maka hasil pengukuran adalah angka yang ditunjukan pada selektor
dikalikan dengan posisi range saklar (x1 ) atau (x1000 )

Cara pengukuran Metode 2 kutub (praktis)


Jika pada metode 3 kutub, saklar berposisi pada 3a, maka untuk pengukuran praktis
adalah dengan memposisikan saklar terminal pada 2a
Jika jalur pentanahan digunakan sebagai titik referensi pengukuran bersama, maka semua
sambungan yang terhubung dengan pentanahan itu selelu terhubung dengan tanah. Jika
terjadi bunyi bippp, maka putuskan dan cek lagi
Cek tegangan baterai dan cek bagian tegangan pentanahan. Caranya hampir sama
dengan metode pengukuran normal, hanya pengecekan tekanan tahanan bantu tidak
diperlukan
Ukur tahanna pentanahan (range saklar : saklar (x1 ) atau (x1000 ) dan hasil pengukuran
= Rx + Ro
Perhatikan gambar dibawah ini

Berdasarkan pengukuran diperoleh V = 20 V dan I = 1 A, maka tahanan elektroda adalah :

R = V/I = 20/1 = Ohm

Prinsip pengukuran tahanan elektroda pentanahan menggunakan metode jatuh tegangan 3


titik

Dalam pengukuran yang menggunakan alat ukur tahanan pentanahan, tidak dilakukan
pengukuran satu per satu seperti diatas, namuan alat ukur telah dilengkapi sistem internal
sehingga memungkinkan pembacaan secara langsung dan mudah
Selain 2 metode pengukuran diatas, ada satu mode pengukran yang caranya agak cukup
berbeda yaitu :

Cara Pengukuran elektroda pentanahan metode 62%


Pengukuran ini digunakan setelah mempertimbangkan beberapa hal yaitu grafis dan
setelah dilakukan pengujian. Metode 62% adalah metode pengukuran yang paling akurat
namun hanya terbatas pada elektroda tunggal.
Metode 62% ini hanya dapat digunakan untuk elektroda elektroda yang tersusun
berjajar secara garis lurus dan pentanahannya menggunakan elektroda tunggal, pipa, atau
pelat, dan lain lain

Dan gambar gambar dibawah ini adalah gambar daerah resistansi efektif tumpang tidih