Anda di halaman 1dari 13

METABOLISME MIKROORGANISME

NAMA ANGGOTA:
Ima Supiana
2.
Doni Wijaya
3.
Dyaricha Amanda C.K
4.
Wiwin Nurkhasanah
5.
Regena Azizah Melyna
6.
Fatimah Kusumaningrum
7.
Tlita Yuli Andari
8.
Putri Kurniasari
9.
Ana Hidayatul Afifah
10. Heplin Rahman
1.

19133755A
19133774A
19133781A
19133790A
19133793A
19133795A
19133797A
19133799A
19133808A
19133810A

PENDAHULUAN
Sama
seperti
makhluk
hidup
lainnya,
mikroorganisme dalam hidupnya juga mengalami
metabolisme karena metabolisme merupakan
salah satu ciri yang dilakukan oleh makhluk hidup.
Kehidupan
makhluk
hidup,
termasuk
mikroorganisme tidak luput dari sebuah proses
dalam kehidupannya. Proses itulah yang secara
sederhana boleh diartikan sebagai metabolisme.
Metabolisme adalah sebuah rangkaian reaksi
bersifat kimia yang terjadi dalam tubuh makhluk
hidup. Reaksi ini terjadi sebagai modal/sumber
makhluk
hidup
untuk
mempertahankan
kehidupannya.

Metabolisme sangatlah berkaitan erat dengan


kerja enzim sebagai substansi yang ada dalam sel
yang jumlahnya amat kecil dan mampu
menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan
yang berkaitan dengan proses-proses seluler
dan kehidupan. Semua aktivitas metabolisme
prosesnya dikatalisis oleh enzim. Jadi kehidupan
tidak akan terjadi tanpa adanya enzim dalam
tubuh mahluk hidup.

DEFINISI METABOLISME
Mikroorganisme dalam hidupnya melakukan aktivitas
metabolisme.
Metabolisme
mikroorganisme
merupakan proses-proses kimia yang terjadi di dalam
tubuh mikroorganisme. Metabolisme disebut juga
reaksi enzimatis, karena metabolisme terjadi selalu
menggunakan katalisator enzim. Dalam metabolisme
mikroorganisme, energi fisik atau kimiawi dikonversi
menjadi energi melalui metabolisme mikrorganisme
dan disimpan dalam bentuk senyawa kimia yang
disebut
adenosine
5-triphospate
(ATP).
Mikroorganisme misalnya bakteri dalam hidupnya
melakukan aktivitas metabolisme. Tujuan metabolisme
agar bakteri dapat bertahan melangsungkan fungsi
hidup.

PROSES METABOLISME
1. Anabolisme
Anabolisme adalah penyusunan/pengambilan zat makanan,
pembentukan karbohidrat yang membutuhkan energi dan
sintetis protoplasma. Merupakan sintesis protoplasma yang
meliputi proses sintesa makromolekul seperti asam nukleat,
lipida dan polisakarida, dan penggunaan energi yang dihasilkan
dari proses katabolisme.
2. Katabolisme
Katabolisme adalah penguraian bahan organik kompleks
menjadi bahan organik yang lebih sederhana, pembentukan
energi dengan menguraikan karbohidrat melalui reaksi
oksidasi substrat. Merupakan oksidasi substrat yang diiringi
dengan terbentuknya energi, meliputi proses degradasi
sebagai reaksi penguraian bahan organik kompleks menjadi
bahan organik sederhana atau bahan anorganik yang
menghasilkan energi dalam bentuk ATP.

Senyawa Pembawa Energi, ATP


dan ADP

Mikroorganisme memerlukan energi untuk :


1.Synthesa bagian sel (dinding sel, membran sel,
dan substansi sel lainnya).
2.Synthesis enzim, asam nukleat, polisakarida,
phospholipids, atau komponen sel lainnya.
3.Mempertahankan kondisi sel (optimal) dan
memperbaiki bagian sel yang rusak .
4. Pertumbuhan dan perbanyakan .
5.Penyerapan hara dan ekskresi senyawa yang
tidak diperlukan atau waste products.
6. Pergerakan (Motilitas).

ENZIM
Enzim adalah katalisator organik (biokatalisator)
yang dihasilkan oleh sel. Enzim berfungsi sebagai
katalisator anorganik yaitu untuk mempercepat
reaksi kimia. Setelah reaksi berlangsung enzim
tidak mengalami perubahan jumlah sehingga
jumlah enzim sebelum dan setelah reaksi adalah
tetap. Enzim mempunyai spesifitas yang tinggi
terhadap reaktan yang direaksikan dan jenis reaksi
yang dikatalisis. Enzim melakukan berbagai aktifitas
fisiologik seperti penyusunan bahan organik,
pencernaan, dan pembongkaran zat yang
memerlukan aktivator berupa biokatalisator.

Katabolisme : Respirasi dan


Fermentasi
1. Respirasi
Respirasi merupakan proses terjadinya pembongkaran suatu zat
makanan sehingga menghasilkan energi yang diperlukan oleh
mikroorganisme tersebut. Jika oksigen yang diperlukan dalam
proses respirasi maka disebut respirasi aerob. Ada juga spesies
bakteri yang mampu melakukan respirasi tanpa adanya oksigen,
maka peristiwa itu disebut respirasi anaerob.
2. Fermentasi
Bila respirasi tidak bisa dilakukan, organisme harus menggunakan
mekanisme alternatif untuk membentuk pasokan koenzim, selama
oksidasi glukosa menjadi piruvat. Jika NAD (P) H tidak teroksidasi
kembali ke NAD (P)+, katabolisme akan berhenti. Akibatnya,
akseptor terminal elektron yang cocok harus ditemukan untuk
mengambil elektron. Fermentasi adalah proses perombakan senyawa
organik dalam kondisi anaerob menghasilkan produk berupa asamasam organik, alkohol dan gas, yang kemudian dikeluarkan dari sel.

Anabolisme : Fotosintesis
Proses metabolisme mikroorganisme dapat
dibedakan menjadi dua berdasarkan sumber
energinya yaitu fototrof dan kemotrof.
Sedangkan apabila berdasarkan kemampuan
mendapat sumber karbonnya menjadi dua
juga
yaitu
autotrof
dan
heterotrof.
Mikroorganisme
fototrof
adalah
mikroorganisme yang menggunakan cahaya
sebagai sumber energi utamanya. Fototrof
dibagi menjadi dua yakni : fotoautotrof dan
fotoheterotrof.

1. Fotoautotrof
Organisme yang termasuk fotoautrotrof melakukan
fotosintesis. Sedangkan fotosintesis adalah proses
mensintesis senyawa organik kompleks dari unsur-unsur
anorganik dengan menggunakan energi cahaya matahari.
Fotosintesis tidak hanya dilakukan oleh tumbuhan
namun juga dilakukan oleh mikroba. Mikroba yang
melakukan fotosintesis seperti Cyanobacteria, serta
beberapa jenis algae.
2. Fotoheterotrof
Fotoherotrof adalah kelompok kecil bakteri yang
menggunakan energi cahaya tapi membutuhkan zat
organik seperti alkohol, asam lemak, atau karbohidrat
sebagai sumber karbon. Organisme ini meliputi bakteri
non-sulfur, bakteri ungu, dan hijau.

Mikroorganisme kemotrof dibagi menjadi dua yakni kemoautotrof


dan kemoheterotrof.
1.
Kemoautotrof
Kemoautotrof adalah organisme kemotrof yang sumber karbonnya
berasal dari CO2, hanya memerlukan CO2 sebagai sumber karbon
bukan sebagai sumber energi. Bakteri ini memperoleh energi
dengan mengoksidasi bahan-bahan anorganik.
2.
Kemoheterotrof
Kemoheterotrof adalah organisme kemotrof yang sumber
karbonnya dari senyawa-senyawa organik (mengonsumsi molekul
organik untuk sumber energi dan karbon). Dibagi menjadi dua
berdasarkan akseptor elektron terakhirnya. Apabila akseptor
terakhirnya adalah O2 contohnya adalah hewan dan hampir semua
fungi, protozoa, serta bacteria. Apabila akseptor terakhirnya bukan
O2 adalah Streptococcus sp dan Clostridium sp.

KESIMPULAN
Mikroorganisme mengalami proses kimia
dalam tubuhnya yang meliputi proses
anabolisme dan katabolisme. Anabolisme
misalnya
pada
fotosintesis,
dan
katabolisme contohnya respirasi. Selain itu,
ada pula mikroorganisme yang bergantung
kepada reaksi oksidasi dan reduksi akan
zat anorganik atau organik sebagai sumber
energi mereka, disebut mikroorganisme
kemotrof.

TERIMA KASIH