Anda di halaman 1dari 7

LAMPIRAN 1

GOLONGAN MANUSIA YANG DICINTAI ALLAH


Ada tiga golongan yang dicintai oleh Allah tetapi ada tiga
golongan lagi yang lebih dicintai Allah Taala.
Allah subhanahu wa taala berfirman dalam hadits qudsi, Rasulullah
shallallahu alaihi wasallam bersabda:
. .. :
.. , ..
.
Aku cinta, kata Allah pada tiga macam golongan manusia tapi aku
lebih cinta kepada tiga macam lagi. Jadi ada 3 yang dicintai Allah,
tapi ada 3 hal lain yang lebih dicintai oleh Allah.
Yang pertama:
..
Aku cinta pada orang-orang kaya yang pemurah tapi aku lebih cinta
orang fakir yang pemurah.
Orang kaya pemurah Allah cinta, orang miskin pemurah, Allah lebih
cinta, orang kaya yang memiliki kepekaan sosial yang tinggi, gemar
memberikan pertolongan akan dicintai oleh Allah.
Dizaman sekarang ini seiring dengan makin tajamnya persaingan
hidup, makin tingginya tensi ekonomi, antara pencari kerja dan
lowongan kerja yang tidak seimbang menyebabkan gaya hidup orang
semakin konsumtif dan individualis. Kepekaan sosial mulai luntur dan
luntur, padahal Islam mengajarkan, Allah cinta pada orang yang
pemurah, gemar memberikan pertolongan, peka terhadap kesulitan
dan penderitaan orang lain.
Allah Subhanahu wa Taala melebihkan harta sebagian kita dari
sebagian yang lain dimaksudkan untuk saling tolong-menolong, bahumembahu dan bantu-membantu. Sehingga dengan demikian apa
yang disabdakan oleh nabi dalam hadits:

Orang-rang yang punya sifat belas kasih akan dikasihi oleh Allah.
Sayangilah orang dibumi maka nanti yang dilangit akan menyayangi
kamu.
Akan turun rahmah-Nya dibumi ini. Alangkah indahnya hidup ini bila
yang berkuasa menyayangi yang lemah lalu melindunginya, yang
alim menyayangi yang jahil lalu mengajarinya dan yang kaya
meyayangi yang fakir lalu menyantuninya akan terciptya rahmah
dalam kehidupan.
Namun bila terjadi sebaliknya, bila penguasa menindas yang lemah,
yang alim meremehkan yang jahil dan yang kaya membiarkan fakir
miskin maka akan terjadilah bala dan bencana dalam kehidupan.
Tapi orang miskin yang pemurah lebih dicintai oleh Allah, mengapa
demikian? Karena orang miskin tapi dia tetap mau menolong sesama

maka itu luar biasa. Karena untuk mencari sepeser uang, dia harus
berkerja keras, harus memenuhi kebutuhan keluarga tapi dia masih
mau bersodakoh, masih mau menolong sesama sehingga Allah pun
sangat mencintainya.
Golongan kedua:
..
Aku cinta orang fakir yang rendah hati dan cintaku lebih besar pada
orang kaya yang rendah hati.
Golongan yang kedua yang dicintai Allah adalah orang fakir yang
rendah hati, orang fakir yang tidak sombong dengan kefakirannya.
Maksudnya adalah orang fakir yang tetap mau berusaha mencari
karunia Allah dibumi, dan tetap melaksanakan perintah Allah. Karena
saat ini kita banyak melihat orang miskin yang sombong, orang
miskin yang sok kaya. Orang miskin yang enggan berkerja, apalagi
bersodakoh.
Tapi orang kaya yang rendah hati lebih dicintai oleh Allah. Orang
miskin rendah hati sudah lah suatu keharusan sesuai dengan
kondisinya tapi orang kaya yang rendah hati dan tidak sombong itu
sangat sulit dan jarang, sehingga sangat dicintai oleh Allah.
Dan golongan ketiga:
.. .
Aku cinta orang tua yang bertobat dan cintaku lebih besar pada
pemuda yang bertobat.
Setiap manusia pasti pernah melakukan dosa, tapi sebaik-baik orang
yang berbuat dosa adalah orang yang mau bertobat. Namun yang
terjadi saat ini adalah, pemuda masa depan kita beranggapan bahwa
masa muda adalah masa yang bebas, masa berapi-api sehingga dia
melakukan apapun yang dia inginkan, ketika dia diingatkan maka
dengan mudahnya menjawab saya kan masih muda, dan umur ku
masih panjang.
Padahal kita tidak mengetahui kapan kita mati dan malaikat pencabut
nyawa pun tidak pilih-pilih dalam mencabut nyawa bila memang
disaat itulah nyawa seseorang harus dicabut. Sehingga Allah
mencintai orang tua yang mau bertobat dan Allah lebih cinta lagi
pada pemuda yang mau bertobat.
Hal ini senada dengan firman Allah dalam surat An-Nisaa ayat 17:


Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang
yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian
mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima
Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Rahasia Agar Dicintai Allah

Setiap hamba pasti menginginkan untuk dicintai oleh Rabbnya.


Sebagai seorang hamba tentunya kita ingin menapaki tingkatan dari
yang mencintai Allah menjadi yang dicintai Allah. Lalu bagaimanakah
agar kita bisa menjadi hamba yang dicintai oleh Allah?
1. Mentadabburi AlQuran dan Mengamalkannya
Untuk menapaki cinta kepada Allah adalah membaca Al-Quran
dengan khusyuk, disertai perenungan mendalam terhadap maknamakna yang terkandung di dalamnya dengan menghadirkan
kesadarannya secara total bahwa kita sedang bermunajat kepada
Allah. Inilah rahasia menuju cinta kepada Allah.
Setelah memahami makna-makna Al-Quran, maka kita harus
mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari dan mengajarkannya
kepada orang lain. Hidup dengan mempraktikkan pedoman dalam AlQuran akan membuat hidup kita bermakna, karena selalu menapaki
jalan kebajikan. Seperti yang telah diriwayatkan oleh Usman bin Affan
bahwa Rasulullah bersabda Sebaik-baik kalian adalah orang yang
mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.
2. Mendekatkan Diri kepada Allah dengan Amalan-amalan
Sunnah
Ada dua golongan dari seorang hamba Allah yang beruntung.
Pertama, yang mencintai Allah yaitu yang menjalankan amalanamalan wajib. Kedua, yang dicintai Allah yaitu jika kita melakukan
amalan-amalan sunnah setelah tuntas amalan wajib. Golongan inilah
yang disebut Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyah dengan Kualitas diri yang
sampai kepada kualitas yang dicintai Allah setingkat lebih tinggi
setelah mencintai Allah. Jika kita telah menuntaskan amalan wajib
dan menambahnya dengan amalan sunnah maka kualitas diri kita
meningkat menjadi Yang dicintai Allah.
3. Mengingat Allah di dalam Hati, Lisan, dan Tindakan Seharihari
Mengingat Allah adalah kesadaran diri akan Allah, baik hati, ucapan,
maupun tindakan. Apabila kita mengingat Allah maka seorang hamba
akan mendapatkan ampunan dan ridha-Nya. Allah berfirman ..Lakilaki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah
menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar (QS AlAhzab: 35). Jadi dengan mengingat Allah hidup menjadi lurus dan
selaras dalam kebaikan. Mengingat Allah dalam hati, lisan, dan
perbuatan adalah bekal untuk masuk surga dan menapaki tingkatantingkatan di dalamnya.
4. Cinta kepada Allah membawa Cinta Kepada Seluruh
Makhluk-Nya
Ridha kepada Allah membawa diri kita pada ridha selain-Nya,
maksudnya diri kita merasa ridha bahwa apa pun yang ada di alam
semesta ini di bawah ketentuan Allah. Inilah ketentraman jiwa yang
diperoleh dari keridhaan kepada-Nya. Ketentraman inilah yang dimilki
oleh orang yang beriman dengan ridha kepada-Nya.

5. Merenungkan Nama-nama dan Sifat-sifat Allah serta


Bermarifat terhadapNya
Hamba yang beriman adalah orang yang mengenal Allah melalui
nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, dan perbuatan-perbuatan-Nya.
Kemudian dia membenarkan Allah dalam pergaulannya sehari-hari,
ikhlas niat dan tujuannya, serta tidak berperilaku melainkan dengan
budi pekerti yang luhur.
Hamba yang mengimani sifat-sifat Allah dan kesadaran diri akan
kesempurnan-Nya adalah pembangkit bagi hati untuk cinta kepadaNya. Hati pasti akan selalu cinta kepada yang dikenalnya dan terus
rindu untuk selalu bersama-Nya.
6. Menyadari Kebaikan Allah dan Segala Kenikmatan dariNya
Sebagai hamba senantiasa diliputi oleh segala kebaikan dari Allah.
Segala kenikmatan, kasih sayang, dan segala hak dapat memenuhi
perasaannya. Tidak ada yang memberikan kenikmatan dan
kebahagiaan di dunia ini kepada kita selain Allah. Semua yang ada di
alam semesta ini, pasti semuanya dariNya. Dengan demikian, tidak
ada yang layak untuk dicintai dengan segala ketulusan selain Allah.
7. Menyerahkan Diri Sepenuhnya Hanya kepada Allah
Maksud menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah adalah
kekhusyukan hati, penyerahan diri sepenuhnya, kesadaran diri sangat
butuh kepada-Nya, dan menjaga etika menghamba kepada-Nya.
Semua definisi tersebut menunjukkan bahwa hati adalah sumber dari
praktik khusyuk yang kemudian mendisiplinkan tubuh.
8. Bermunajat kepada Allah di Tengah Malam
Allah memberikan sanjungan bagi siapa saja yang lambungnya jauh
dari tempat tidur untuk berdoa dan bermunajat kepada Allah. Kita
mendirikan shalat malam di mana shalat tersebut adalah seutamautama shalat sunnah. Inilah praktik yang meningkatkan kualitas cinta
kita kepada Allah. Kita bangun malam dan mendirikan shalat ketika
orang-orang sedang terlelap tidur.
9. Bersahabat dengan Para Pecinta Allah
Disnilah Ibnu Al-Qayyim menjadikan interaksi dengan para pecinta
Allah sebagai keniscayaan menuju cinta kepada Allah. Rasulullah
bersabda Allah berfirman, Cintaku menjadi keniscayaan bagi orangorang yang mencintai-Ku. Cintaku menjadi keniscayaan bagi orangorang yang mencintai-Ku. Cintaku menjadi keniscayaan bagi orangorang yang mengunjungi-Ku. (Hr. Ahmad).
Sesungguhnya cinta seorang muslim kepada saudaranya karena Allah
adalah buah dari ketulusan iman dan budi pekerti yang luhur. Cinta
tersebut dijaga oleh Allah dalam hati seorang hamba yang beriman,
sehingga keimanan tersebut tidak melenceng ataupun melemah.
10. Menjauhi Segala Hal yang Dapat Melalaikan Hati
Jika kita ingin mencintai Allah, maka tidak ada pilihan bagi kita untuk
senantiasa menjaga hati agar tetap bersih. Oleh karena itu mari
menjaga hati dari segala sesuatu yang dapat melalaikan hati dengan

senantiasa mengawasi dan membersihkan hati dari penyakit yang


dapat membuatnya kotor.
Hati yang bersih adalah hati yang senantiasa menyadari bahwa Allah
itu benar adanya, hari kiamat pasti kedatangannya, dan Allah pasti
membangkitkan manusia dari kuburnya. Hati yang bersih adalah hati
yang sehat. Sehatnya hati karena menaati perintah-perintah Allah
dan menjauhi segala larangan-Nya. Semoga kita termasuk hamba
yang memiliki hati yang bersih.
Semoga kita dapat menjadi hamba yang memiliki kedudukan yang
mulia di hadapan-Nya. Ya Allah, kami memohon kepada-Mu agar
menuntun kami dapat senantiasa berada dalam jalan yang lurus,
menyerahkan diri sepenuhnya kepada-Mu, mengenal-Mu, dan
mentauhidkan-Mu. Anugerahkanlah kepada kami cinta-Mu dan cinta
orang-orang yang mencintaimu, dan cinta untuk meningkatkan
kualitas diri yang dapat mengantarkan kami kepada cinta-Mu. Aamiin

Referensi:
Kamal, A.A. 2012. 10 Rahasia Agar Dicintai Allah. Solo: Pustaka Iltizam
Ustadz Abu Muhammad Jibriel Abdurrahman. 2015. Golongan
manusia yang dicintai dan paling dicintai Allah. (Arrahmah.com)

LAMPIRAN 2
ABSENSI
Nama Kegiatan
Hari/ Tanggal
Ruang/Wisma
Moderator
Mentor
Fasilitator

: Halaqah Golongan Manusia yang Dicintai Allaah


: Rabu, 14 September 2016
:
:
:
:

Nama Klien

Keterangan

LAMPIRAN 3
LEMBAR OBSERVASI
No.
1
2

2.

Kegiatan
Persiapan dan pra orientasi:
menyiapkan klien dan tempat
pelaksanaan kegiatan
Orientasi:
Memberi salam
Menyampaikan kontrak waktu
Menyampaikan pokok bahasan
Menyampaikan tujuan
Fase Kerja:
Membaca Al-Quran Bersama
Menggali pengetahuan klien tentang
golongan manusia yang dicintai Allaah
Tausiyah golongan manusia yang dicintai
Allaah

Pelaksana
Moderator

Moderator

Moderator
Penyaji/Mento
r

Ya

Tidak

Memfasilitasi peserta untuk sharing


Diskusi
Menggali amal yaumi klien
Terminasi:
Menanyakan kembali pada klien
terkait materi yang di sampaikan
Menyimpulkan materi
Shalawat Nariyah
Memberikan salam penutup
Membantu jalannya acara

Evaluasi
Daftar Sharing :
1.
2.
3.
4.
5.
Saran :

Fasilitator
Penyaji
Moderator

Moderator
Moderator
Moderator
Fasilitator