Anda di halaman 1dari 2

Pembahasan

Embriogenesis adalah proses pembentukan dan perkembangan embrio. Proses


ini merupakan tahap perkembangan sel setelah mengalami pembuahan atau fertilisasi.
Embriogenesis meliputi pembelahan sel dan pengaturan di tingkat sel. Sel pada
embriogenesis disebut sebagai sel embriogenik. Secara umum, sel embriogenik
tumbuh dan berkembang melalui beberapa fase (Setiawan, 2002).
Tipe pembelahan sel telur pada amphibi adalah holoblastik tidak
sempurna/Unequel. Holoblastik tidak sempurna merupakan sel yang
membelah/blastomer hanay dominan pada satu kutup, sehijngga blastomer terbagi
menjadi makromer (dominan) dan mikromer(Sakura, 2000).
Pembelahan pertama pada katak dimulai pada kutubanima dan secara perlahan
bergerak menuju daerah vegetatif dan membagi dua sabit kelabu. Pembelahan kedua
juga dimulai pada kutub anima, tegak lurus pembelahan pertama. Bidang pembelahan
ketiga adalah horizontal, melintas dekat kutub anima, dan membelah blastomer kecil
kearah hemisphere anima, dan 4 blastomer besar pada kutub vegetative. Pembelahan
keempat adalah meridional simultan, dan pembelahan kelima adalah equator atau
horizontal(Adnan, 2008).
Pada pengamatan yang kami lakukan dengan menggunakan preparat awetan
basah embrio katak dengan menggunakan mikroskop stero telah tampak proses
pembelahan pada embrio katak terjadi secara holoblastik, dan telihat pada telur katak
mengandung banyak yolk dan berpigmen hitam serta sedikit sebit kelabu. Hal ini
telah sesuai dengan teori bahwa pembelahan embrio katak terjadi secara holoblastik
(Sukra,2000).
Setelah mengamati preparat basah, kami melanjutkan mengapati preparat
awetan, yaitu preparat awetan morula, blastula, gastrula awal, gastrula akhir dan
neurola. Yang pertama kami amati adalah preparat awetan morula dengan
menggunakan mikrokop cahaya. Pada preparat yang telah diamati, telah Nampak
blastosol yang berukuran kecil dan memiliki banyak sel yang ukurannya lebih besar
dibandingkan blastula.
Selanjutnya pengamatan ke dua, kami mengamati preparat awetan blastula
akhir, pada pengamatan telah terlihat rongga yang disebut blastosol dan terletak pada
kutub anima, selain blastosol juga terlihat mikromer pada bagian anima dan
makromer pada bagian vegetal.

Pengamatan ke tiga pada preparat awetan gastrulasi awal dan akhir, pada
preparat ini nlastosol telah mulai menyempit atau mengecil pada bagian anima, dan
juga terdapat arkenterin pada bagian vegetatif. Penyempitan blastosol ini terjadi
karena terjadinya invaginasi pada embrio. Sehingga pada preparat gastrula akhir telah
Nampak bahwa terdapatnya gastrosol seperti lempeng kecil dan pada bagian
vegetative juga terlihat jelas terdapatya blastopore (blastoporus) yang
menghubungakan arkenteron yang akan berubah menjadi anus bila embrio
berkembang. Tetapi pada fase ini pada preparat masih belum terlihat bagiam
ectoderm, mesoderm dan endoderm.
Yang terakhir kami mengamati preparat awetan neurola, pada pengamatan
awetan ini embrio sudah dapat di bagi antara mesoderm,ektoserm dan endoderm serta
memiliki gastrosol pada bagian anima serta terdapat porus pada bagian vegetative,
lipatan neuron pada fase ini terlihat jelas pada bagian ujung embrio.