Anda di halaman 1dari 1

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Tahapan proses fillet ikan nila terdiri dari penerimaan bahan baku , sortasi, penimnangan I,
penyisikan, pencucian I, dipotong menjadi fillet, trimming, pencucian II, penimbangan II,
pencucian III dan pembungkusan, penyusunan dalam long pan, pembekuan, penimbangan III,
pengemasan, penyimpanan. Dalam proses pemfilletan dilakukan dengan menyayat daging
dari bagian punggung dekat pangkal kepala hinnga pangkal ekor. Usahakan tidak ada daging
yang menempel pada tulang dan hindari penyayatan berulang-ulang karena akan
menyebabkan tekstur daging menjadi rusak.
Pembekuan dengan menggunakan Contact Plate Freezer (CPF), yaitu suatu pembekuan
dimana suhu dapat diatur di antara -300 sampai -350 C. Pada metode ini bahan dibekukan
dengan plat-plat pembeku yang ditempelkan pada bahan. Ikan yang telah dibekukan perlu
disimpan dalam kondisi yang sesuai untuk mempertahankan kualitasnya. Biasanya ikan beku
disimpan dalam cold storage, yaitu sebuah ruangan penyimpanan yang dingin. Penyimpanan
ini merupakan tahap yang pokok dari cara pengawetan dan pembekuan. Suhu biasanya
direkomendasikan untuk cold storage umumnya -300C hingga -600C, tergantung pada
kebutuhannya. Berikut waktu yang pembekuan dengan suhu mencapai -26,60C.

Disarankan sebaiknya pada saat proses berlangsung, personel lebih berhati-hati lagi dalam
teknisnya, hal ini dimaksudkan agar mendapatkan hasil pekerjaan yang lebih baik lagi