Anda di halaman 1dari 2

Ketika lidah tak mampu berucap meski

hanya sepatah kata


Ketika tangan tak lagi mampu meski hanya
menggenggam
Ketika kaki tak mampu berjalan meski hanya
selangkah
Ketika mata hanya menatap kosong tak
memiliki makna
Saat itulah kesadaran akan satu hal mulai
terkuak
Waktu yang dulu terbuang tanpa ada tujuan
Jasmani yang sering tidak medapatkan
haknya
Rohani yang kerap meronta karena
kehausan
Semua itu terjadi hanya karena keegoan
pemiliknya
Nafsu yang selalu menjadi leader
Menguasai seluruh sendi dalam raga yang
kerontang
Menjadikan hati kaku
Beku seolah mati dalam jiwa yang senyap
Seolah raga ini bagaikan kapas
Diterbangkan angin kearah mana saja yang
diinginkannya
Bahkan seperi buih

Pasrah terombang ambing oleh gelombang


Terbawa oleh pasang surut kehidupan
Begitulah waktu membawanya,,
Hingga penyesalan tak lagi berguna