Anda di halaman 1dari 14

RANGKAIAN AC

bagus....bagus

8.26 nov 8

TUGAS TEKNIK TENAGA LISTRIK


Dibuat untuk memenuhi tugas makalah Teknik Tenaga Listrik pada Jurusan
Teknik Pertambangan Fakultas Teknik
Universitas Sriwijaya

Oleh
Achmad Oktoriandy (03021381320048)
Bagus Dwi Anggana (03021181320086)
Hamdan (03021181320018)
TEKNIK PERTAMBANGAN B
INDRALAYA

UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
2014

ABSTRAK
Rangkaian Listrik AC atau biasa disebut Alternating Current ini
mempunyai besaran tegangan dan juga arus yang memiliki fungsi periodik
terhadap waktu yang berputar. Berbeda dengan listrik DC atau biasa disebut
direct current yang tidak memiliki hubungan dengan fungsi waktu. Dan nilai dari
amplitudo atau beda potensial pada rangkaian listrik DC Sendiri adalah
bilangan yang konstan atau statis dan tidak memiliki perubahan waktu. Sifat dari
rangakain listrik AC atau Alternating Current ini seperti yang sudah disebutkan
diawal bahwa merupakan listrik memiliki nilai arus dan juga tegangan yang akan
mempunyai fungsi periodik terhadap waktu. Artinya rangkaian listri AC ini bisa
berubah-ubah secara berkala dan juga periodik. Sementara untuk melakukan
perhitungan terhadap persamaan arus dan juga beda potensial kepada rangkaian
listrik AC tersebut adalah Imax sin (t).
Secara

umum,

listrik

bolak-balik

berarti

penyaluran listrik dari

sumbernya (misalnya PLN) ke kantor-kantor atau rumah-rumah penduduk.


Namun ada pula contoh lain seperti sinyal-sinyal radio atau audio yang
disalurkan melalui kabel, yang juga merupakan listrik arus bolak-balik. Di dalam
aplikasi-aplikasi ini, tujuan utama yang paling penting adalah pengambilan
informasi yang termodulasi atau terkode di dalam sinyal arus bolak-balik
tersebut.
Kata kunci :pengertian rangkaian ac, rangkaian ac

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis sampaikan ke hadirat Allah SWT, karena berkat
rahmat dan kharunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah
dengan judul Rangkaian AC ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknik
Tenaga Listrik. Tak lupa pada kesempatan ini pula penulis mengucapkan terima
kasih kepada:
1.

Ir. Sri Agustini, MT sebagai dosen mata kuliah Teknik Tenaga Listrik.

2.

Teman-teman Teknik Pertambangan Universitas Sriwijaya

3.

Serta semua pihak yang membantu proses pembuatan makalah ini yang
tidak dapat disebutkan satu per satu.
Semoga dengan ditulisnya makalah ini, dapat berguna bagi banyak pihak

sebagai bahan referensi atau pembelajaran kedepannya, penulis menyadari bahwa


makalah ini masih memiliki banyak kesalahan, untuk itu penulis mengharapkan
kritik dan saran pada semua pembaca yang sifatnya membangun untuk kemajuan
bersama.

Inderalaya, Oktober 2014

BAB I
PENDAHULUAN

Penulis

I.1

Latar Belakang
Arus bolak-balik (AC/alternating current) adalah arus listrik dimana
besarnya dan arahnya arus berubah-ubah secara bolak-balik. Berbeda
dengan arus searah dimana arah arus yang mengalir tidak berubah-ubah
dengan waktu. Bentuk gelombang dari listrik arus bolak-balik biasanya
berbentuk gelombang sinusoida, karena ini yang memungkinkan
pengaliran energi yang paling efisien. Namun dalam aplikasi-aplikasi
spesifik yang lain, bentuk gelombang lain pun dapat digunakan, misalnya
bentuk gelombang segitiga (triangular wave) atau bentuk gelombang segi
empat (square wave).
Secara

umum,

listrik

bolak-balik

berarti

penyaluran listrik dari

sumbernya (misalnya PLN) ke kantor-kantor atau rumah-rumah penduduk.


Namun ada pula contoh lain seperti sinyal-sinyal radio atau audio yang
disalurkan melalui kabel, yang juga merupakan listrik arus bolak-balik. Di
dalam aplikasi-aplikasi ini, tujuan utama yang paling penting adalah
pengambilan informasi yang termodulasi atau terkode di dalam sinyal arus
bolak-balik tersebut.
I.2

Rumusan Masalah
1. Apakah Pengertian Rangkaian AC ?
2. Apakah Peranan Rangkaian AC dalam kehidupan sehari-hari ?
3. Apakah Perbedaan Rangkaian AC dan Rangkaian DC ?

I.3

Tujuan Penulisan
Agar dapat memahami bagaimana peranan Rangkaian AC dalam
kehidupan sehari-hari.

I.4

Metodologi Penulisan
Metode yang digunakan dalam menulis makalah ini adalah dengan
mengumpulkan segala informasi yang ada tentang Rangkaian Listrik AC
dan DC melalui internet.

I.5

Batasan Masalah
Penulis membatasi makalah ini dengan membahas penjelasan
Rangkaian AC dan Peranan Rangkaian AC dalam kehidupan sehari-hari.

BAB II
ISI
II.1

Pengertian Rangkaian AC

Rangkaian Listrik AC atau biasa disebut Alternating Current ini


mempunyai besaran tegangan dan juga arus yang memiliki fungsi periodik
terhadap waktu yang berputar. Berbeda dengan listrik DC atau biasa
disebut direct current yang tidak memiliki hubungan dengan fungsi waktu.
Dan nilai dari amplitudo atau beda potensial pada rangkaian listrik DC
Sendiri adalah bilangan yang konstan atau statis dan tidak memiliki
perubahan waktu. Sifat dari rangakain listrik AC atau Alternating Current
ini seperti yang sudah disebutkan diawal bahwa merupakan listrik
memiliki nilai arus dan juga tegangan yang akan mempunyai fungsi
periodik terhadap waktu. Artinya rangkaian listri AC ini bisa berubah-ubah
secara berkala dan juga periodik. Sementara untuk melakukan perhitungan
terhadap persamaan arus dan juga beda potensial kepada rangkaian listrik
AC tersebut adalah Imax sin (t).
Salah satu contoh rangkaian listrik AC adalah Generator AC atau
Alternating Current yang merupakan alat untuk menghasilkan arus listrik
AC atau biasa arus listri bolak-balik. Dalam perangkat generator tersebut
terdapat 2 komponen rotor dan stator yang terdapat di dalamnya. Fungs
dari rotor akan bekerja seperti halnya kumparan. Sementara fungsi stator
sendiri sebagai generator yang diam bekerja seperti magnet permenandan
terminal.
Arus bolak-balik (AC/alternating current) adalah arus listrik dimana
besarnya dan arahnya arus berubah-ubah secara bolak-balik. Berbeda
dengan arus searah dimana arah arus yang mengalir tidak berubah-ubah
dengan waktu. Bentuk gelombang dari listrik arus bolak-balik biasanya
berbentuk gelombang sinusoida, karena ini yang memungkinkan
pengaliran energi yang paling efisien. Namun dalam aplikasi-aplikasi
spesifik yang lain, bentuk gelombang lain pun dapat digunakan, misalnya
bentuk gelombang segitiga (triangular wave) atau bentuk gelombang segi
empat (square wave).

Secara umum, listrik bolak-balik berarti penyaluran listrik dari


sumbernya (misalnya PLN) ke kantor-kantor atau rumah-rumah penduduk.
Namun ada pula contoh lain seperti:
sinyal-sinyal radio atau audio yang disalurkan melalui kabel, yang
juga merupakan listrik arus bolak-balik. Di dalam aplikasi-aplikasi ini,
tujuan utama yang paling penting adalah pengambilan informasi yang
termodulasi atau terkode di dalam sinyal arus bolak-balik tersebut.
Sumber arus bolak-balik adalah generator arus bolak-balik. Prinsip
dasar generator arus bolak-balik adalah sebuah kumparan berputar dengan
kecepatan sudut yang berada didalam medan megnetik. Generator ini
menghasilkan gaya listrik induksi yang berbentuk sinusoida, dapat
dinyatakan secara matematik.
Secara umum, listrik bolak-balik berarti penyaluran listrik dari
sumbernya (misalnya PLN) ke kantor-kantor atau rumah-rumah penduduk.
Namun ada pula contoh lain seperti sinyal-sinyal radio atau audio yang
disalurkan melalui kabel, yang juga merupakan listrik arus bolak-balik. Di
dalam aplikasi-aplikasi ini, tujuan utama yang paling penting adalah
pengambilan informasi yang termodulasi atau terkode di dalam sinyal arus
bolak-balik tersebut. Rangkaian listrik (Inggris: electrical circuit) adalah
sambungan dari bermacam-macam elemen listrik pasif seperti resistor,
kapasitor, induktor, transformator, sumber tegangan, sumber arus, dan
saklar (switch). Istilah sirkuit listrik sedikit dibedakan dari jaringan listrik
(electrical network atau electrical distribution network), di mana jaringan
listrik membahas penggunaan sirkuit listrik dalam skop yang lebih luas
seperti dalam jaringan distribusi pembangkit listrik dari generator
pembangkit sampai pada pelanggan listrik di masing-masing rumah.
Sebetulnya kedua macam rangkaian ini menggunakan prinsip dasar yang
sama, hanya dalam jaringan listrik dibahas mengenai jalur transmisi yaitu
mengenai sifat kabel pada frekuensi tinggi.
Sirkuit listrik ini sering dibahas dan dianalisis dalam tiga macam
respons (tanggap waktu): respons-nya terhadap arus atau tegangan DC

(Direct Current, atau arus batrei misalnya), respons-nya terhadap arus atau
tegangan AC (Alternating Current, seperti arus PLN misalnya), dan
respons-nya terhadap waktu transien. Listrik arus DC sering dikenal juga
sebagai listrik arus searah, dan listrik arus AC diartikan juga sebagai listrik
arus bolak-balik.
Rangkaian listrik (Inggris: electrical circuit) adalah sambungan
dari bermacam-macam elemen listrik pasif seperti resistor, kapasitor,
induktor, transformator, sumber tegangan, sumber arus, dan saklar
(switch). Istilah sirkuit listrik sedikit dibedakan dari jaringan listrik
(electrical network atau electrical distribution network), di mana jaringan
listrik membahas penggunaan sirkuit listrik dalam skop yang lebih luas
seperti dalam jaringan distribusi pembangkit listrik dari generator
pembangkit sampai pada pelanggan listrik di masing-masing rumah.
Sebetulnya kedua macam rangkaian ini menggunakan prinsip dasar yang
sama, hanya dalam jaringan listrik dibahas mengenai jalur transmisi yaitu
mengenai sifat kabel pada frekuensi tinggi.
Sirkuit listrik ini sering dibahas dan dianalisis dalam tiga macam
respons (tanggap waktu): respons-nya terhadap arus atau tegangan DC
(Direct Current, atau arus batrei misalnya), respons-nya terhadap arus atau
tegangan AC (Alternating Current, seperti arus PLN misalnya), dan
respons-nya terhadap waktu transien. Listrik arus DC sering dikenal juga
sebagai listrik arus searah, dan listrik arus AC diartikan juga sebagai listrik
arus bolak-balik.
Sumber arus bolak-balik adalah generator arus bolak-balik. Prinsip
dasar generator arus bolak-balik adalah sebuah kumparan berputar dengan
kecepatan sudut yang berada didalam medan megnetik. Generator ini
menghasilkan gaya listrik induksi yang berbentuk sinusoida, dapat
dinyatakan secara matematik.
II.2

Peranan Rangkaian AC pada Kehidupan Sehari-Hari

Arus AC atau kepanjangan dari Alternating Curren adalah arus


yang sipatnya mempunyai dua arah atau lebih di kenal dengan sebutan
arus bolak-balik yang tidak memiliki sisi negatif, dan hanya mempunyai
ground (bumi). Arus AC biasa di gunakan untuk tegangan listrik PLN
sebesar misalnya 220 Volt 50 hezh. ini adalah tegangan standard untuk
Indonesia, beda halnya dengan standard Tegangan untuk Negara lainnya.
Oleh karena itu belum tentu elektronika-elektronika yang ada di indonesia
dapat di operasikan di negara lain, seperti misalnya TV buatan indonesia
untuk di konsusmsi di Indonesia nah kali kita bawa ke negara lain belum
tentu bisa di operasikan, di karnakan beda untuk tegangan jala-jala
listriknya.
Arus AC ini biasanya di dapat dari generator listrik dimana
generator listrik ini dapat di operasikan melalu beberapa cara untuk
menggerakkannya, seperti PLTU (PEmbangkit Listrik Tenaga UAp),
PLTG ( Pembangkit Listrik Tenaga Gas) dan lainnya-lainnya. banyak hal
yang dapat kita gunakan untuk menggerakkan Generator listrik sebagai
media untuk penggeraknya, misalnya saja kita bisa memanfaatkan aliran
air di sungai, ataupun aliran air terjun dan sebagainya. Nah dari generator
listrik inilah nantinya tegangan-tegangan yang di hasilkan akan kecilkan
lagi yang umumnya menggunakan trafo pembagi tegangan.Di tiang-tiang
listrik ada terdapat beberapa trafo, nah trafo inilah yang nantinya
menghasilkan tegangan standard 220 Volt. yang dapat di konsumsi oleh
kita dan peralatan elektronika lainnya.
Telah kita ketahui bahwa listrik DC dapat dihasilkan oleh reaksi
kimia seperti pada elemen basah (contohnya accumulator) atau elemen
kering (contohnya baterai). Listrik DC juga dapat dihasilkan dari dinamo
DC (dinamo juga dilengkapi dengan komutator). Keuntungan listrik DC
dibanding AC adalah sumber arus listrik DC mudah untuk dibawa kemanamana sehingga listrik DC lebih banyak digunakan untuk peralatan
elektronika.

Karena sifat listrik DC yang mengalir satu arah, maka hanya listrik
DC yang dapat mengisi muatan accumulator (aki). Listrik DC pun dapat
digunakan untuk melapisi logam dengan logam lainnya secara kimia dan
menjadi sumber daya bagi mainan anak-anak yang menggunakan motor.
Seperti penjelasan di atas, hampir semua peralatan elektronika
menggunakan arus DC. Jika input peralatan elektronik seperti televisi
menggunakan listrik rumah (yang tergolong arus AC), maka terdapat suatu
alat yang disebut penyearah (rectifier) untuk mengubah arus AC menjadi
DC.
Listrik AC memberikan banyak keuntungan daripada DC, karena
saat ini energi listrik banyak di bangkitkan, di transmisikan, dan digunakan
dalam bentuk AC. Semua peralatan listrik di rumah-rumah seperti kulkas,
pendingin ruangan dan lain-lain, menggunakan listrik AC yang di suplai
oleh PLN ke rumah-rumah.
Ada tiga keuntungan utama sistem AC yang mengungguli sistem
DC. Pertama, tegangan AC dapat diperbesar atau diperkecil secara efisien
oleh sebuah trafo. Ini memungkinkan energi listrik pada tegangan tinggi
dan mendistribusikan daya listrik sesuai dengan tegangan yang
dikehendaki. Kedua, motor AC (motor induksi) berharga lebih murah dan
lebih sederhana konstruksinya daripada motor DC. Ketiga, switchgearmisalnya, saklar-saklar, pemutus daya (circuit breaker) untuk sistem AC
lebih sederhana daripada sistem DC.
II.3

Perbedaan Rangkaian AC dan Rangkaian DC


AC merupakan singkatan dari Alternating Current. Arus AC adalah
arus listrik yang nilainya berubahterhadap satuan waktu. Arus ini dapat
pula disebut dengan arus bolak-balik. Listrik arus bolak-balikdihasilkan
oleh sumber pembangkit tegangan listrik yang terdapat pada pusat-pusat
pembangkit tenagalistrik. Pada umumnyalistri arus bolak-balik banyak
digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnyasebagai penerangan
rumah (lampu) dan keperluan rumah tangga seperti kipas angina, setrika,

dan lain-lain (Kanginan, 2006:226).Sementara itu, DC merupakan


singkatan dari Direct Current.
Arus DC adalah arus listrik yang nilainyatetap atau konstan
terhadap satuan waktu. Arus ini dapat pula disebut dengan arus searah.
Contohsumber listrik arus searah adalah baterai dan akumulator (accu).
Karena itulah listrik banyak digunakanuntuk alat elektronik, control,
automotive, dan lain-lain.Perbedaan yang pertama dapat dilihat dari bentuk
gelombangnya. Bentuk gelombang ini dapat ditelitidengan menggunakan
osiloskop. Osiloskop adaah alat yang digunakan untuk melihat gelombang
sinusyang ditimbulkan tenaga AC dan DCPerbedaan yang kedua dapat
dilihat dari metode penggunaannya. Arus AC memiliki besar dan arah
yangberubah-ubah secara bolak-balik. Maksudnya, kutub arus ini selalu
berubah-ubah dari positif ke negartif dan negative ke positif. Karena
itulah, walaupun stop kontak (colokan listrik) dipasang bolak-balik
tidakakan terjadi konsleting ataupun kerusakan lainnya. Sebaliknya jika
sebuah baterai yang merupakanlistrik arus DC dipasang terbalik, maka
beterai tidak akan berfungsi.

BAB III
PENUTUP
III.1

Kesimpulan
Rangkaian Listrik AC atau biasa disebut Alternating Current ini
mempunyai besaran tegangan dan juga arus yang memiliki fungsi periodik
terhadap waktu yang berputar. Berbeda dengan listrik DC atau biasa
disebut direct current yang tidak memiliki hubungan dengan fungsi waktu.

Dan nilai dari amplitudo atau beda potensial pada rangkaian listrik DC
Sendiri adalah bilangan yang konstan atau statis dan tidak memiliki
perubahan waktu. Sifat dari rangakain listrik AC atau Alternating Current
ini seperti yang sudah disebutkan diawal bahwa merupakan listrik
memiliki nilai arus dan juga tegangan yang akan mempunyai fungsi
periodik terhadap waktu. Artinya rangkaian listri AC ini bisa berubah-ubah
secara berkala dan juga periodik. Sementara untuk melakukan perhitungan
terhadap persamaan arus dan juga beda potensial kepada rangkaian listrik
AC tersebut adalah Imax sin (t).
Salah satu contoh rangkaian listrik AC adalah Generator AC atau
Alternating Current yang merupakan alat untuk menghasilkan arus listrik
AC atau biasa arus listri bolak-balik. Dalam perangkat generator tersebut
terdapat 2 komponen rotor dan stator yang terdapat di dalamnya. Fungs
dari rotor akan bekerja seperti halnya kumparan. Sementara fungsi stator
sendiri sebagai generator yang diam bekerja seperti magnet permenandan
terminal.
Arus AC ini biasanya di dapat dari generator listrik dimana
generator listrik ini dapat di operasikan melalu beberapa cara untuk
menggerakkannya, seperti PLTU, PLTG, dan lainnya-lainnya. banyak hal
yang dapat kita gunakan untuk menggerakkan Generator listrik sebagai
media untuk penggeraknya. Nah dari generator listrik inilah nantinya
tegangan-tegangan yang di hasilkan akan kecilkan lagi yang umumnya
menggunakan trafo pembagi tegangan.Di tiang-tiang listrik ada terdapat
beberapa trafo, nah trafo inilah yang nantinya menghasilkan tegangan
standard 220 Volt. yang dapat di konsumsi oleh kita dan peralatan
elektronika lainnya.
III.2

Saran
Dalam pembuatan makalah ini, penulis berharap semoga makalah
ini dapat bermanfaat untuk pembaca sebagai bahan referensi atau bahan
pembelajaran mengenai Rangkaian AC . Apabila terdapat

kesalahan

dalam penulisan makalah ini, maka penulis memohon maaf yang sebesarbesarnya, kepada Tuhan penulis mohon ampun.
Buat tugas itu baca apa yang ibu inginkan. Kan sudah ib berikan kerangka
penulisan, apa saja yang akan ditulis. Gak masuk kuliah,ya ?
Soal UTS
1. Apa saja yang dapat dijadikan sumber arus bolak-balik (ac) ?
2. Bagaimana prilaku komponen R, L dan C ketika dialiri arus ac ?
3. Apa yang dimaksud dengan faktor daya, frekuensi resonansi dan
sudut fasa ?
4. Tentukan persamaan impedansi, jika
a. R, L dan C terhubung seri
b. R,L dan C terhubung paralel
Jawab :
1. Arus PLN
2. R : Memiliki arah yang sama ( sudut beda fasa = 0). Nilai seaat dari
tegangan (v) dan arus (iR) mencapai lintasan nol positif ( lintasan nol
naik ke arah positif ) dimulai secara bersamaan
L : Arus dan tegangan bergeser sejauh 90. Vektor arus (iL) berada
(/2) di belakang vektor tegangan (v). Di dalam diagram bentuk
gelombang, arus (iL) mencapai nol positif (/2) sesudah lintasan nol
positif tegangan (v)
C : Arus dan tegangan bergeser sejauh 90. Vektor arus (iC) berada
(/2) di belakang vektor tegangan (v). Di dalam diagram bentuk
gelombang, arus (iC) mencapai nol positif (/2) sesudah lintasan nol
positif tegangan (v)
3.

Faktor daya dapat didefinisikan sebagai rasio perbandingan antara


daya nyata (Watt) dan daya semu (VA) yang digunakan dalam
rangkaian arus bolak balik.

Frekunesi resonansi adalah frekuensi yang mana frekuensi sumber


sama dengan frekuensi pribadi sistem
Sudut Fasa adalah dua gelombang sinus pada kelistrikkan yang tidak
lulus melalui nol pada waktu yang sama.
4. Persamaan arus total R-L-C seri
Dimana
Z = impedansi (Ohm/0)
R = Resistensi (Ohm/0)
Xl= Reaktansi induktif (Ohm/0)
Xc= Reaktansi Kapasitif (Ohm/0)
-Z = v (R+(Xc-Xl) )
Persamaan impedansi R-L-C Paralel
Zt= Impedansi total total (Ohm/0)
Vt= Tegangan total (volt/V)
It= Arus total (Ampere/A)
Zt=V/It