Anda di halaman 1dari 8

Analisa Mercury (Hg) yang diganggu matriks Mg dalam sampel

kosmetik
dengan metode Cold Vapour Technique

Dalam kehidupan sehari-hari kita tak sadar banyak bersinggungan dengan


logam-logam. Logam ini ada yang memang dibutuhkan oleh tubuh kita namun
ada pula yang sangat berbahaya bagi tubuh. Contoh logam yang dibutuhkan
untuk tubuh diantaranya Besi (Fe) dimana zat besi berguna untuk mengangkut
oksigen dari paru paru ke seluruh tubuh dan menghilangkan racun dari tubuh.
Bila tubuh sampai kekurangan zat besi akan menimbulkan gejala-gejala
kekurangan darah. Jika diperhatikan, orang yang kekurangan zat besi bagian
bawah kelopak matanya akan berwarna pucat. Contoh besi lain yang dibutuhkan
oleh tubug adalah Mangan (Mn) yaitu zat logam yang penting untuk menjaga
kesehatan otak, tulang, dan berperan dalam pertumbuhan rambut sertakuku.
Mangan juga diperlukan untuk membantu menghasilkan enzim yang berguna
untuk metabolisme tubuh. Karbohidrat dan protein memerlukan mangan untuk
dapat diubah menjadi energi yang kita gunakan sehari hari. Contoh lainnya
adalah Magnesium (Mg) yang berperan penting untuk menjaga kesehatan
jantung, ginjal dan otot. Jika tubuh kekurangan Magnesium dapatmenyebabkan
serangan jantung, ginjal, darah tinggi dan serangan asma. Namun zat zat logam
tersebut juga harus dalam jumlah yang sesuai, karena kelebihan zat logam akan
memberikan dampak buruk di dalm tubuh. Misalnya magnesium yang berlebih
dapat menyebabkan diare.
Sementara itu logam logam yang berbahaya untuk tubuh sering kita
jumpai pula di sekitar kita seperti Merkuri (Hg) yang banyak digunakakan dalam
produksi krim krim kosmetik sebagai pengawet, seperti pemutih wajah, sabun,
maskara, dll. Logam berat lain yang juga berbahaya seperti Arsen (As), Timbal
(Pb) dan tembaga (Cu). Merkuri sangat populer dalam kandungan produk
pemutih karena kemampuannya menghambat pembentukan melanin sehingga
kulit tampak lebih cerah dalam waktu singkat. Padahal di balik hal itu, merkuri
justru sangat berbahaya dan sebaiknya Anda mewaspadai produk-produk
tersebut. Di Indonesia, penggunaan merkuri pada produk-produk tersebut sudah
dilarang

berdasarkan

Peraturan

Menteri

Kesehatan

Nomor

1175/Menkes/Per/VIII/2010

Tahun

2010

tentang

Izin

Produksi

Kosmetika.

Kemudian, diperjelas dalam Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan


Makanan RI Nomor HK.03.1.23.08.11.07517 Tahun 2011 tentang Persyaratan
Teknis Bahan Kosmetik. BPOM juga sekaligus mengeluarkan peringatan publik
terhadap produk-produk berbahaya tersebut untuk diketahui masyarakat luas.

1. Merkuri (Hg)

Logam merkuri mempunyai nama kimia hydragyrum yang berarti perak cair.
Logam merkuri dilambangkan dengan Hg, dan pada tabel peroksida menempati
urutan NA 80 dan mempunyai bobot atom (BA) 200,59. Berat jenis logam
merkuri adalah 13,6. Memiliki titik didih 357,33 oC dan titik leburnya -38,9oC.
Merupakan logam yang berkilat seperti perak. Titik cairnya sangat rendah yaitu
38,85oC sehingga pada suhu kamar fasenya cair. Merupakan logam yang paling
mudah menguap jika dibandingkan dengan logam-logam lainnya. Merkuri
merupakan penghantar panas yang baik sekali. Merkuri merupakan unsur yang
sangat eracun bagi semua makhluk hidup, baik itu dalam bentuk unsur tunggal
(logam) ataupun dalam bentuk persenyawaannya. (BPOM, 2002).
Merkuri terdapat pada tiga bentuk yaitu:
a. Merkuri Elemental,
Elemental merkuri yang sering disebut sebagai logam cair digunakan pada
termometer dan juga pada dental amalgam, tensimeter air raksa, alat
elektrik batu baterai dan cat. Juga digunakan sebagai katalisator dalam
produksi soda kaustik dan desinfektan serta untuk produksi klorin dari
sodium klorida.
b. Merkuri Organik,
Merkuri organik merupakan bentuk senyawa organologam dimana logam
merkuri berikatan langsung dengan unsur karbon, contohnya metal
merkuri. Contoh yang paling populer adalah metilmerkuri(atau
monometilmerkuri) CH3-Hg-COOH. Ada juga thiomersal dan garam fenil

merkuri yang biasanya digunakan sebagai pengawet dalam eye make up


cleansing dan maskara. Metil merkuri dan etil merkuri yang keduanya
termasuk bentuk alkil rantai pendek dijumpai sebagai kontaminan logam
di lingkungan. Merkuri dalam bentuk alkil dan aryl rantai panjang dijumpai
sebagai antiseptik dan fungisida. Karena sifatnya yang larut dalam lipida,
maka pengendapan dan akumulasinya dapat mencapai 80% dan
memungkinkan melintasi kulit. Senyawa organik merupakan senyawa
yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.
c. Merkuri Anorganik.
Senyawa merkuri anorganik terjadi ketika merkuri dikombinasikan dengan
elemen lain seperti klorin (Cl), sulfur atau oksigen. Senyawa-senyawa ini
biasa disebut garam-garam merkuri. Senyawa merkuri anorganik
berbentuk bubuk putih atau kristal, kecuali merkuri sulfida(HgS) yang
biasa disebut Chinabar adalah berwarna merah dan akan menjadi hitam
setelah terkena sinar matahari. Senyawa anorganik biasanya digunakan
pada sabun pemutih, krim pemutih, krim malam, berupa ammoniated
mercury, mercurous klorida, merkuri oksida atau merkuri klorida.
Kehadiran Hg dalam krim pencerah kulit di mana bentuk anorganik dari
logam ini menghambat pembentukan melanin dengan bersaing dengan
tembaga dalam aksi dari enzim tirosinase yang dihasilkan, dengan
demikian, dalam warna kulit lebih cerah. Hal ini didukung dengan
harganya yang tidak mahal (Haman et al, 2014).
Dalam kosmetik, merkuri akan menembus kulit dan masuk ke dalam tubuh
kita melalui aliran darah. Ketika menggunakannya dalam jangka waktu pendek,
merkuri akan memberikan efek buruk pada tubuh seperti diare, mual dan
muntah serta iritasi kulit. Sedangkan efek dalam penggunaan jangka panjang,
merkuri akan menyebabkan gangguan bahkan kerusakan permanen pada ginjal,
saraf dan otak manusia. Merkuri hanya bisa digunakan pada kosmetik dalam
kategori sediaan tata rias mata dan pembersih tata rias mata dengan kandungan
Phenylmercuric dalam bentuk garam (termasuk borates) pada kadar maksimum
0,007% (dihitung sebagai Hg). Jika dicampur dengan senyawa merkuri lain yang
diizinkan dalam peraturan ini, maka konsentrasi maksimum Hg tetap 0,007%
yang telah tercantum dalam PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN
MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.03.1.23.08.11.07517 TAHUN 2011
TENTANG PERSYARATAN TEKNIS BAHAN KOSMETIKA pada lampiran III poin 44.
Pada lampiran V bahan yang dialarang dalam kosmetik poin 871 yaitu merkuri
tidak diperbolehkan untuk digunakan pada kosmetik kecuali pada lampiran III
poin 44 dan 51.
Dalam organ, logam Hg tersebut akan berubah menjadi senyawa
anorganik, lalu merkuri akan dibuang melalui kotoran, urin, dan pernapasan.
Keracunan akut oleh Hg uap menunjukkan gejala faringitis, sakit pada bagian

perut, mual-mual dan muntah yang disertai darah, dan shock. Apabila tidak
segera diobati, akan berlanjut dengan terjadinya pembengkakan kelenjar ludah,
nefritis, dan hepatitis. Hg selain diakumulasi pada berbagai organ juga mampu
menembus membran plasenta sehingga bisa mencapai janin. Hasil penelitian
menunjukkan

bahwa

otak

janin

lebih

rentan

terhadap

metil

merkuri

dibandingkan otak orang dewasa. Setiap orang pada umumnya terpapar Hg yang
diperkirakan berasal dari paparan udara sebesar 1 g/hari, air sebesar 2
g/hari, makanan sebesar 20 g/hari, dan bisa mencapai 75g/hari tergantung
pada jumlah ikan yang dikonsumsi. Standar Hg yang diizinkan untuk kadar
merkuri anorganik di udara di daerah tempat kerja adalah 0,05 mg/m3. Angka
tersebut setara dengan ambang batas udara 0,0 15 g/m3 di wilayah penduduk
paparan selama 24 jam. World Health Organization (WHO) menghitung apabila
ikan terus-menerus dikonsumsi sebanyak 60 g/orang/hari, maka kadar Hg
maksimum yang diizinkan adalah 0,5g/g ikan basah. Batasan tersebut dibuat
atas dasar persyaratan batas maksimum kandungan Hg yang terus-menerus
masuk ke dalam tubuh manusia sebanyak 30 g/orang/hari

(Widowati W.,

Astiana S. dan Raymond J.R., 2008).


Hingga saat ini belum ditemukan antidot maupun obat untuk menangani
keracunan kronis Hg. Untuk menanggulangi toksisitas tersebut dapat dilakukan
beberapa tindakan sebagai berikut. Untuk keracunan akut, bisa diberikan BAL
(British Anti-Lewisite), senyawa yang mengandung 2,3-merkapto propanol
(H2SC-CSH-CH2OH), atau Ca-EDTA (kalsium etilendiamin tetra asetat) dan NAP
(N-asetil-d,-penicilamin). Senyawa tersebut akan membentuk kompleks dengan
Hg serta meningkatkan ekskresi Hg melalui urin. Hewan yang keracunan: Hg bisa
diberi BAL (dimercaptopropanol, dimercaprol, dithioglycero) atau D-Penidilamine
sebagai antidot bagi manusia, sedangkan sebagai pertolongan pertama bisa
diberikan pencuci alat pencemaran berupa larutan yang mengandung protein,
seperti susu atau putih telur (Widowati W., Astiana S. dan Raymond J.R., 2008).
2. Magnesium (Mg) ??????

3. Macam metode analisa Merkuri


Metoda analisa merkuri dalam suatu sampel dapat dilakukan dengan metode
dibawah ini:
a. Cold Vapour Absorption Atomic Spectroscopy (CVAAS)
Metode ini paling banyak digunakan dalam analisa merkuri pada suatu
sampel. Metode CV-AAS memeiliki beberapa keunggulan antara lain
emmpunyai kepekaan, ketepatan, dan ketelitian yang tinggi serta bisa
untuk analisis dalam orde ultra mikro (ppt).
Kelemahan metode CV-AAS adalah tidak dapat mendeteksi berbagai jenis
merkuri yang ada dalam sampel. Untuk mengatasi hal ini, maka sampel
sebelum dianalisis dengan metode CV-AAS terlebih dahulu dilakukan
pemisahan, dengan tujuan untuk memisahkan berbagai jenis spesies
merkuri yang ada. Pada proses pemisahan ini tentu saja diperlakukan suat
pelurut yang benar-benar sesuai atau selektif. Pemilahan pelarut ini harus
benar-benar diperhatikan, karena akan menentukan keberhasilan dari
analisis. Pelarut yang digunakan biasanya pelarut organik seperti
kloroform, karbon tetra klorida, dan n-heksana. Dengan cara esktraksi
diharapkan spesies merkuri organik (khususnya metil merkuri) akan
berada dalam fasa organik; sedangkan merkuri anorganik akan berada
dalam fasa organik; sedangkan merkuri anorganik akan berada dalam

b.
c.
d.
e.

fasa air, yang selanjutnya dapat dianlisis dengan metode CV-AAS.


Cold Vapour Atomic Fluorescence Spectroscopy
Direct Analysis by Thermal Decomposition
Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry (ICP or ICP-MS )
Inductively Coupled Plasma Atomic Emission Spectrometry (ICPAES)

4. Metode Analisa Hg dengan Cold Vapour Technique


Metode Spekroskopi Serapan Atom digunakan untuk menganalisis unsur
berupa logam, baik logam alkali, alkali tanah, maupun logam berat. Saat ini
perkembangan metode SSA sangat pesat dengan menggabungkan teknik yang
baru seperti STAT (Slotted Tube Atom Trap), metode analisis hidrida, dan metode
analisis uap dingin atau Cold Vapour, dimana penggabungan teknik atau metode
tersebut dimaksudkan untuk memperoleh hasil analisis yang lebih akurat.
Beberapa teknik digunakan untuk penetapan raksa, termasuk flame absorbsi
spektrometri,

elektrothermal

atom

absorbsi

spektrometri,

induksi

plasma

digabung spektrometri massa, induksi plasma digabung spektrometer emisi


atom, spektrometer flouresensi atom, dan cold vapour spektrometer serapan
atom,

Masing-masing metode memiliki keuntungan dan kerugian dengan

berdasarkan sensitifitas, selektifitas, ataupun kecepatan analisisnya (Chen Y.,


2008). Selain teknik tersebut dapat juga digunakan metode pembakaran grafit
spektrometer serapan atom, atau cold vapour spektrometer flouresensi atom,
akan tetapi cold vapour spektrometer serapan atom adalah teknik yang paling
banyak digunakan untuk analisis kuantitatif raksa dalam jumlah kecil dalam
berbagai jenis sampel atau bahan (Silva M.F., 2006)
3.1 Prinsip Dasar
Semua bentuk sampel yang mengandung merkuri, termasuk bahan
organik, terlebih dahulu mengalami pre-oksidasi menjadi senyawa ionik merkuri
(II), hal ini dapat dicapai dengan mendidihkan sampel 5 10 menit dengan satu
reagen pengoksidasi. Setelah didinginkan, kelebihan reagen pengoksidasi
dihilangkan dengan penambahan ammonium hidroksida, dan kemudian senyawa
merkuri yang terbentuk direduksi dengan Timah (II) Chlorida (SnCl 2), dan
selanjutnya secara langsung ditentukan kadarnya dengan CVAAS (Cold Vapour
Atom Absorbsi Spektometer) (Euro Chlor, 2009).
Metode AAS berprinsip pada absorbsi cahaya oleh atom, atom-atom akan
menyerap cahaya tersebut pada panjang gelombang tertentu, tergantung pada
sifat unsurnya. Misalkan merkuri (Hg) menyerap pada 357,3 nm . Apabila cahaya
dengan

panjang

gelombang

tertentu

dilewatkan

pada

suatu

sel

yang

mengandung atom-atom bebas, maka sebagian cahaya tersebut akan diserap


dan intensitas penyerapan akan berbanding lurus dengan banyaknya atom
bebas logam yang berada pada sel. Hubungan antara absorbansi dengan
konsentrasi diturunkan dari:
Hukum Lambert: bila suatu sumber sinar monkromatik melewati medium
transparan,

maka

intensitas

sinar

yang

diteruskan

berkurang

dengan

bertambahnya ketebalan medium yang mengabsorbsi.


Hukum Beer: Intensitas sinar yang diteruskan berkurang secara eksponensial
dengan bertambahnya konsentrasi spesi yang menyerap sinar tersebut.
Dari kedua hukum tersebut diperoleh suatu persamaan:
A = a.b.c
Dimana:
a = absortivitas molar
b = panjang medium
c = konsentrasi atom-atom yang menyerap sinar
A = absorbansi
Dari persamaan di atas, dapat disimpulkan bahwa absorbansi cahaya berbanding
lurus dengan konsentrasi atom (Day & Underwood, 1989)
1.

Instrumentasi (Silva M.F., 2006)

Gambar skematis instrument Cold Vapour Atom Absorbsi Spektrometer sebagai


berikut :