Anda di halaman 1dari 14

TUGAS EKONOMI MANAJERIAL

ANALISIS PERMINTAAN

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 1
Isnaeni (A21114013)
Ekawati (A21114022)
Fauziah Mufidah (A21114504)
A. Alya Amaliah (A21114514)

JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2016
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah swt. Karena berkat rahmat, taufik dan
hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Ekonomi
Manajerial berjudul Analisis Permintaan ini.
Makalah ini membahas tentang Analisis permintaan dan secara
terperinci menguraikan tentang teori permintaan secara mendalam
sehingga diharapkan bahwa pembaca akan lebih memahami tentang
Analisis Permintaann itu sendiri.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan
dan masih memiliki banyak kekurangan dan oleh karena itu saran dan
kritik yang membangun tetap kami harapkan untuk perbaikan di masa
yang akan datang.

Makassar, September 2016

Kelompok 1

Ekonomi Manajerial| 2

DAFTAR ISI
Kata Pengantar.....................................................................................2
Daftar Isi...............................................................................................3
PENDAHULUAN.....................................................................................4
A. Latar Belakang............................................................................4
B. Rumusan Masalah.......................................................................4
C. Tujuan Penulisan..........................................................................4
PEMBAHASAN...................................................................................5
A.
B.
C.
D.
E.

Permintaan terhadap suatu komoditi.........................................5


Elastisitas Permintaan terhadap Harga......................................9
Elastisitas Permintaan terhadap Pendapatan............................10
Elastisitas Permintaan silang terhadap Harga...........................11
Penggunaan Elastisitas dalam Pengambilan keputusan
manajerial.................................................................................11
F. Konvergensi Selera Secara Internasional..................................12
G. Electronic Commerce................................................................12
PENUTUP.............................................................................................13
A. Kesimpulan....................................................................................13
B. Saran.............................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................15

Ekonomi Manajerial| 3

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pengetahuan tentang ilmu ekonomi semakin penting dewasa ini karena begitu
kompleksnya kegiatan ekonomi yang dijalankan saat ini sehingga menuntut para
pelaku ekonomi untuk memiliki pemahaman yang mendalam tentang ilmu ekonomi
salah satunya yaitu tentang ekonomi manajerial yang dapat membantu para pelakupelaku tersebut untuk mengambil keputusan.
Salah satu inti pokok yang dibahas dalam ekonomi manjerial yaitu analisis
permintaan yang dimana didalamnya menjabarkan tentang faktor-faktor yang
mempengaruhi permintaan hingga elastisitas permintaan. Analisis permintaan sangat
penting untuk membantu pelaku ekonomi khususnya dalam dunia usaha untuk
membuat keputusan yang tepat agar memberikan laba yang paling optimal. Dan oleh
Karena itu, dalam makalah ini akan membahas tentang Analisis Permintaan secara
terperinci.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah Permintaan terhadap suatu komoditi ?
2. Bagaimana Elastisitas Permintaan terhadap Harga ?
3. Bagaimana Elastisitas Permintaan terhadap Pendapatan ?
4. Bagaimana Elastisitas Permintaan silang terhadap Harga?
5. Bagaimana Penggunaan Elastisitas dalam Pengambilan
keputusan manajerial ?
6. Bagaimana Konvergensi Selera Secara Internasional?
7. Bagaimana penggunaan Electronic Commerce ?
C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui Permintaan terhadap suatu komoditi
2. Mengetahui Elastisitas Permintaan terhadap Harga
3. Mengetahui Elastisitas Permintaan terhadap Pendapatan
4. Mengetahui Elastisitas Permintaan silang terhadap Harga
5. Mengetahui Penggunaan Elastisitas dalam Pengambilan
keputusan manajerial
6. Mengetahui Konvergensi Selera Secara Internasional
7. Mengetahui tentang Electronic Commerce

BAB II

Ekonomi Manajerial| 4

PEMBAHASAN
A. Permintaan Terhadap Suatu Komoditi
a. Permintaan Individual terhadap suatu Komoditi
Permintaan akan suatu komoditi timbul karena keinginan konsumen dan
kemampuannya (dari hasrat atau keinginan yang didukung dengan pendapatan)
untuk membeli suatu komoditi.
Teori permintaan konsumen mempostulatkan bahwa jumlah komoditi yang
diminta merupakan suatu fungsi dari atau bergantung pada harga komoditi
tersebut, pendapatan konsumen,harga komoditi yang berhubungan (komplementer
atau substitusi) dan selera konsumen.
Dalam bentuk fungsi, dapat dituliskan sebagai berikut :
Qdx=f ( Px , I , Py ,T )
Dimana :
Qdx = kuantitas komoditi x yang diminta oleh individu per periode waktu
(tahun,bulan,minggu,hari atau satuan unit waktu yang lainnya)
Px = Harga per unit dari komoditi x
I = Pendapatan Konsumen
Py = Harga dari komoditi yang berhubungan (substitusi atau komplementer)
T = Selera Konsumen
Pada saat harga meningkat kuantitas barang yang diminta akan menurun dan
pada saat harga menurun, kuantitas yang diminta akan meningkat/
Pada sisi yang lain, saat pendapatan konsumen meningkat, mereka biasanya
akan

membeli

lebih

banyak

komoditi

umum

Sepatu,

stik,

film,liburan,pendidikan,mobil,rumah dan lain sebagainya).Ini dikenal sebagai


barang-barang normal (normal goods). Adapun barang-barang inferior (inferior
goods) adalah barang-barang yang akan dibeli lebih sedikit oleh konsumen pada
saat pendapatannya meningkat.
Kuantitas komoditi yang diminta oleh individual juga bergantung pada harga
dari berbagai komoditi yang berhubungan. Individu akan membeli lebih banyak
suatu komoditi tertentu jika harga dari komoditi substitusinya meningkat atau jika
harga komplementernya menurun.
Lebih penting lagi, kuantitas dan komoditi yang dibeli oleh individu sangat
bergantung pada selera. Sebagai contoh, sekarang ini konsumen kebanyakan akan
membeli jenis daging yang tidak berlemak karena meningkatnya kekhawatiran
tentang tingkat kolestrol dalam darah dan berat badan.
Maka untuk meringkas semuanya, teori

permintaan

konsumen

mempostulatkan bahwa kuantitas komoditi yang diminta per satuan periode waktu
akan meningkat jika harganya menurun, pendapatan konsumen meningkat, adanya
Ekonomi Manajerial| 5

peningkatan dalam harga barang substitusi dan pengurangan harga barang


komplementernya, dan dengan peningkatan dalam selera terhadap komoditi
tersebut. Pada sisi yang lain, kuantitas komoditi yang diminta akan menurun
dengan perubahan-perubahan sebaliknya.
Untuk kepentingan analisis, kadang akan berguna jika diselidiki mengenai
hubungan antara kuantitas komoditi yang diminta per satuan waktu dengan
harganya saja (terlepas dari kekuatan lainnya yang mempengaruhi permintaan).
Ini dapat dipenuhi dengan menganggap, untuk saat ini, bahwa pendapatan
konsumen, harga komoditi yang berhubungan dan selera tidak berubah. Hubungan
terbalik antara harga dengan jumlah komoditi yang diminta per satuan waktu
disebut sebagai skedul permintaan individual (individuals demand schedule )
untuk komoditi tersebut, dan plot datanya (dengan harga di sumbu vertical dan
kuantitas di sumbu horizontal) memperlihatkan kurva permintaan individual
(individuals demand curve).
Berikut ini contoh kurva permintaan individu :

Keterangan :
Jika harga sebesar 2.00 maka permintaan sebesar 1 namun jika harga turun
menjadi 1.00 maka permintaan akan meningkat menjadi 3.
Jika berbagai faktor yang dianggap konstan dalam penggambaran perubahan suatu
kurva permintaan berubah, maka seluruh kurva tersebut akan bergeser ke arah
kanan atas (sehingga individu meminta lebih banyak komoditi dalam setiap
harganya) jika pendapatan meningkat, harga komoditi substitusi meningkat dan
harga komplementer menurun serta selera konsumen meningkat terhadap
komoditi tersebut.
b. Dari Permintaan Individual menjadi Permintaan Pasar

Ekonomi Manajerial| 6

Kurva permintaan pasar (market demand curve) untuk suatu komoditi secara
sederhana merupakan penjumlahan secara horizontal dari kurva-kurva permintaan
semua konsumen dalam suatu pasar.
Berikut adalah gambar dari permintaan Individual ke Permintaan Pasar :

Gambar diatas memperlihatkan bahwa kurva permintaan pasar untuk komoditi Dx


dihasilkan dari penjumlahan secara horizontal kurva permintaan individu 1 dan kurva
permintaan individu 2.
Kurva permintaan pasar untuk suatu komoditi menunjukkan berbagai kuantitas
yang diminta dari suatu komoditi di suatu pasar per satuan periode waktu tertentu
pada berbagai tingkat alternative harga dari komoditi tersebut dengan menganggap
hal-hal yang lainnya konstan. Hal-hal yang dianggap konstan dalam menggambarkan
kurva permintaan pasar adalah jumlah konsumen dalam pasar (N), pendapatan
konsumen (I), harga komoditi yang (substitusi atau komplementer) yang berhubungan
(Py) dan Selera (T). Perubahan dalam salah satu dari hal-hal tersebut akan
menyebabkan kurva permintaan pasar dari suatu komoditi akan bergeser ke arah yang
sama (dan sebagai akibatnya) dengan pergeseran kurva permintaan individual.
Sehingga, kita dapat menuliskan fungsi permintaan pasar (market demand function)
untuk komoditi x sebagai berikut :
QDx=F ( Px , N , I , Py , T )
Akhirnya, harus diperhatikan bahwa kurva permintaan pasar hanya merupakan
jumlah secara horizontal dari kurva permintaan individual hanya jika keputusan
konsumsi dari masing-maisng individu adalah independen. Ini tidak selamanya
demikian. Sebagai contoh, orang kadang melakukan permintaan terhadap sesuatu
komoditi karena orang lain membelinya dan agar tampak mengikuti mode. Hasilnya
adalah efek kereta (bandwagon effect) untuk menyamai jones. Ini cenderung
menyebabkan kurva permintaan pasar menjadi lebih datar daripada yang
diindikasikan oleh penjumlahan horizontal secara sederhana dari kurva-kurva
Ekonomi Manajerial| 7

permintaan individual. Pada waktu yang lain, keadaan sebaliknya, efek kesombongan
(snob effect), timbul pada saat banyak kosnumen yang berusaha untuk tampil berbeda
dan ekslusif dengan meminta lebih sedikit komoditi-komoditi yang banyak diminta
oleh orang. Ini menyebabkan kurv apermintaan pasar menjadi lebih curam daripada
yang diindikasikan oleh penjumlahan horizontal secara sederhana dari kurva-kurva
permintaan individual.
c. Permintaan yang Dihadapi oleh Perusahaan
Di dalam setiap bentuk dari organisasi pasar kecuali persaingan sempurna,
perusahaan menghadapi kurva permintaan suatu komoditi yang kemiringannya
negative, dan kurv apermintaan ini akan bergeser seiring perubahan jumlah
konsumen dalam pasar, pendapatan konsumen, harga komoditi yang berhubungan,
serta selera konsumen, bersamaan dengan faktor lain yang lebih spesifik yang
dapat mempengaruhi permintaan perusahaan pada pasar atau industry tertentu.
Faktor-faktor lain tersebut dapat berupa ekspektasi terhadap harga, tingkat
periklanan, dan usaha promosi lainnya dari perusahaan, penentuan harga dan
promosi perusahaan yang lainnya dalam industry (terutama dalam oligopoly),
ketersediaan kredit,tipe barang yang dijual dan lain sebagainya.
Kita dapat membuat bentuk linier dari fungsi permintaan yang dihadapi oleh
suatu perusahaan (demand function faced by a firm) sebagai berikut :
Qx=a 0+a 1 Px +a 2 N +a 3 I + a 4 Py+ a 5T +
Permintaan yang dihadapi oleh suatu perusahaan kemudian akan menentukan
jenis dan kuantitas dari input atau sumberdaya (barang-barang produsen) yang
harus dibeli atau disewa oleh perusahaan guna melakukan proses produksi untuk
memenuhi permintaan akan barang atau jasa yang ia jual. Karena permintaan akan
input atau sumber daya yang digunakan oleh suatu perusahaan bergantung pada
permintaan akan barang dan jasa yang ia jual, maka permintaan perusahaan akan
input merupakan permintaan turunan (derived demand).
Jadi, kita mempunyai beberapa buah permintaan yaitu permintaan individual
untuk suatu komoditi, permintaan pasar untuk suatu komoditi,ada permintaan
komoditi yang dihadapi perusahaan dan ada permintaan turunan dari suatu
perusahaan untuk input yang dibutuhkan dalam memproduksi produk akhirnya.
B. Elastisitas Permintaan terhadap Harga
Kepekaan respon dari kuantitas komoditi yang diminta terhadap perubahan
harganya merupakan faktor yang sangat penting bagi perusahaan. Kadang, penurunan
harga akan menyebabkan peningkatan penjualan yang cukup berarti sehingga

Ekonomi Manajerial| 8

penerimaan total meningkat. Tetapi pada waktu yang lain, penurunan harga komoditi
dapat menurunkan penerimaan total perusahaan.
a. Elastisitas Permintaan Titik terhadap harga
Elastisitas permintaan terhadap harga (Ep) diberikan oleh persentase perubahan
kuantitas komoditi yang diminta dibagi dengan persentase perubahan harganya
dengan menjaga semua variabel yang lainnya dalam fungsi permintaan konstan.
Yaitu :
Ep=
Dimana

dan

Q/Q Q P
=

P/ P P Q

secara berturut-turut merupakan perubahan dalam

kuantitas dan perubahan dalam harga. Persamaan diatas merupakan elastisitas


permintaan terhadap titik harga atau elastisitas pada titik tertentu dari suatu kurva
permintaan.
Perlu dicatat bahwa nilai

Q/ P

ditunjukkan oleh a1, koefisien estimasi

dari P. Oleh karena itu, rumus untuk elastisitas permintaan titik terhadap harga
dapat dituliskan sebagai :
P
Ep=a1.
Q
b. Elastisitas Permintaan Busur terhadap Harga
Lebih sering daripada elastisitas permintaan titik, kita mengukur elastisitas
permintaan busur terhadap harga atau elastisitas permintaan terhadap harga antara
dua titik dalam suatu kurva permintaan, di dunia nyata..
Rumus untuk elastisitas permintaan busur terhadap harga dapat ditulis sebagai
berikut :
Q ( P2+ P 1)/2 Q 2Q 1 P 2+ P 1
Ep=

P (Q2+Q 1)/2 P 2P 1 Q 2+ Q1
c. Elastisitas Terhadap Harga, Penerimaan Total dan Penerimaan Marjinal
Ada suatu hubungan yang penting antara elastisitas permintaan terhadap harga
dengan penerimaan total dan penerimaan marjinal dari suatu perusahaan.
Penerimaan Total (TR) adalah sama dengan harga (P) dikalikan dengan kuantitas
(Q), sementara penerimaan marjinal (MR) merupakan perubahan dari TR per unit
perubahan dari penjualan atau output (kuantitas yang diminta).
Secara matematis sebagai berikut :
TR=P Q
MR=

TR
Q
Ekonomi Manajerial| 9

Dengan penurunan dalam harga, TR meningkat jika permintaanyya elastis (Ep>1),


TR tidak berubah jika permintaannya elastic uniter dan TR menurun jika
permintaannya inelastic.
d. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan terhadap Harga
Elastisitas permintaan terhadap harga pada suatu komoditi sangat bergantung dari
ketersediaan substitusi untuk komoditi tersebut dan juga terhadap jangka waktu
yang diperlukan kuantitas komoditi yang diminta untuk memberikan responnya
terhadap perubahan harga. Ukuran elastisitas permintaan terhadap harga makin
besar jika makin dekat atau maksin banyak jumlah komoditi yang mampu
mensubstitusinya.
C. Elastisitas Permintaan Terhadap Pendapatan
Kita dapat mengukur kepekaan perubahan dari permintaan akan suatu
komoditi terhadap perubahan pendapatan konsumen dengan menggunakan elastisitas
permintaan terhadap pendapatan (Ei). Ini diberikan oleh persentase perubahan
permintaan suatu komoditi dibagi dengan persentase perubahan pendapatan dengan
menganggap variabel lain dalam persamaan permintaan konstan, termasuk harga.
Sama seperti elastisitas terhadap harga, kita mempunyai elastisitas titik dan busur
terhadap pendapatan.
Elastisitas permintaan titik terhadap pendapatan dinyatakan secara matematis
sebagai berikut :
Q/Q Q I
Ei=
=

I /I
I Q
Sedangkan untuk elastisitas permintaan busur terhadap pendapatan dinyatakan
sebagai berikut :
Q ( I 2+ I 1)/2 Q2Q1 I 2+ I 1
Ei=

I (Q 2+Q 1)/2 I 2I 1 Q 2+Q 1


D. Elastisitas Permintaan Silang Terhadap Harga
Kita dapat mengukur kepekaan perubahan dari permintaan akan komoditi x
terhadap perubahan harga dari komoditi y dengan menggunakan elastisitas permintaan
silang terhadap harga. Ini diberikan oleh persentase perubahan dalam permintaan
komoditi x dibagi dengan persentase perubahan dalam harga komoditi y dengan
menganggap konstan semua variabel lainnya dalam fungsi permintaan termasuk
variabel pendapatan dan harga komoditi x.
Elastisitas permintaan titik terhadap harga dirumuskan sebagai :
Qx/Qx Qx Py
Exy=
=

Py / Py Py Qx
Sedangkan elastisitas permintaan silang busur terhadap harga dinyatakan :
Ekonomi Manajerial| 10

Exy=

Qx (Py 2+ Py 1)/2 Qx 2Qx 1 Py 2+ Py 1

Py (Qx 2+ Qx 1)/2 Py 2Py 1 Qx 2+Qx 1

E. Penggunaan Elastisitas Dalam Pengambilan Keputusan Manajerial


Analisis dari kekuatan atau variabel-variabel yang mempengaruhi permintaan dan
estimasi yang dapat dipercaya terhadap dampaknya secara kuantitatif terhadap
penjualan adalah sangat penting bagi perusahaan untuk membuat keputusan produksi
yang terbaik dan rencananya untuk pertumbuhan.
Perusahaan dapat memperkirakan elastisitas permintaan terhadap semua kekuatan
yang mempengaruhi permintaan komoditi yang mereka jual. Sebagai contoh, jika
permintaan untuk produknya inelastic terhadap harga, perusahaan tidak akan
menurunkan harganya karena akan mengakibatkan penurunan penerimaan total dan
meningkatkan biaya totalnya (sehubungan dengan bertambah banyak komoditi yang
dijual pada harga yang lebih rendah) dan karenanya memberikan laba yang lebih
rendah.
F. Konvergensi Selera Secara Internasional
Konvergensi yang sangat cepat pada selera mulai terjadi. Selera di seluruh amerika
Serikat mempengaruhi selera di dunia, dan selera di dunia secara kuat turut
mempengaruhi selera Amerika Serikat. Coca Cola dan MCDonalds hanya dua
diantara produk AS yang paling jelas sudah menjadi kebutuhan rumah tangga di
seluruh dunia.
G. Electronic Commerce
Produsen dan penjual telah menemukan bahwa koneksi online dengan konsumen pada
satu sisi, dan perusahaan pelanggan dan pemasok di sisi yang lain telah menyebabkan
penurunan biaya pelaksanaan bisnis yang sangat tajam, pemotongan waktu untuk
memberikan jawaban dan perluasan jangkauan penjualan.

Ekonomi Manajerial| 11

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Teori permintaan konsumen mempostulatkan bahwa jumlah komoditi yang
diminta merupakan suatu fungsi dari atau bergantung pada harga komoditi
tersebut, pendapatan konsumen,harga komoditi yang berhubungan (komplementer
atau substitusi) dan selera konsumen.
Dalam bentuk fungsi, dapat dituliskan sebagai berikut :
Qdx=f ( Px , I , Py ,T )
2. Kepekaan respon dari kuantitas komoditi yang diminta terhadap perubahan
harganya merupakan faktor yang sangat penting bagi perusahaan. Kadang,
penurunan harga akan menyebabkan peningkatan penjualan yang cukup berarti
sehingga penerimaan total meningkat. Tetapi pada waktu yang lain, penurunan
harga komoditi dapat menurunkan penerimaan total perusahaan.
3. Kita dapat mengukur kepekaan perubahan dari permintaan akan suatu komoditi
terhadap perubahan pendapatan konsumen dengan menggunakan elastisitas
permintaan terhadap pendapatan (Ei). Ini diberikan oleh persentase perubahan
permintaan suatu komoditi dibagi dengan persentase perubahan pendapatan
dengan menganggap variabel lain dalam persamaan permintaan konstan, termasuk
harga. Sama seperti elastisitas terhadap harga, kita mempunyai elastisitas titik dan
busur terhadap pendapatan.
4. Kita dapat mengukur kepekaan perubahan dari permintaan akan komoditi x
terhadap perubahan harga dari komoditi y dengan menggunakan elastisitas
permintaan silang terhadap harga. Ini diberikan oleh persentase perubahan dalam
permintaan komoditi x dibagi dengan persentase perubahan dalam harga komoditi
y dengan menganggap konstan semua variabel lainnya dalam fungsi permintaan
termasuk variabel pendapatan dan harga komoditi x.
5. Analisis dari kekuatan atau variabel-variabel yang mempengaruhi permintaan dan
estimasi yang dapat dipercaya terhadap dampaknya secara kuantitatif terhadap
penjualan adalah sangat penting bagi perusahaan untuk membuat keputusan
produksi yang terbaik dan rencananya untuk pertumbuhan.
6. Konvergensi yang sangat cepat pada selera mulai terjadi. Selera di seluruh
amerika Serikat mempengaruhi selera di dunia, dan selera di dunia secara kuat
Ekonomi Manajerial| 12

turut mempengaruhi selera Amerika Serikat. Coca Cola dan MCDonalds hanya
dua diantara produk AS yang paling jelas sudah menjadi kebutuhan rumah tangga
di seluruh dunia.
7. Electronic Commerce
Produsen dan penjual telah menemukan bahwa koneksi online dengan konsumen
pada satu sisi, dan perusahaan pelanggan dan pemasok di sisi yang lain telah
menyebabkan penurunan biaya pelaksanaan bisnis yang sangat tajam, pemotongan
waktu untuk memberikan jawaban dan perluasan jangkauan penjualan.
B. Saran
Analisis Permintaan merupakan hal yang sangat penting dan fundamental untuk
diketahui sehingga diharapkan bahwa mahasiswa benar-benar memahami tentang
analisis permintaan tersebut secara mendalam agar suatu saat dapat mengambil
keputusan dengan tepat.

DAFTAR PERTANYAAN
KELOMPOK 1
1

Bagaimana bunyi hukum permintaan ?Bagaimana implikasinya terhadap kurva

permintaan ?
Faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi permintaan konsumen terhadap
suatu komoditi tertentu ?

Ekonomi Manajerial| 13

Mengapa kurva permintaan berbentuk menurun dari kiri atas ke kanan bawah

4
5
6

(downward sloping) ?
Apa yang dimaksud dengan efek substitusi dan efek pendapatan ?
Bagaimana kurva permintaan pasar untuk suatu komoditi terbentuk ?
Jika terjadi kenaikan harga terhadap barang substitusi dan barang komplementer suatu

komoditi maka bagaimana permintaan untuk komoditi tersebut ?


Berdasarkan elastisitasnya jika terjadi penurunan harga, apa yang akan terjadi pada

penerimaan total (TR) suatu perusahaan ?


Bagaimana elastisitas permintaan dapat

pengambilan keputusan manajerial ?


Mengapa permintaan perusahaan akan input merupakan permintaan turunan (derived

membantu

decision

maker

dalam

demand) ?
10 Apa yang dimaksud dengan efek kereta (bandwagon effect) dan efek kesombongan
(snob effect) ?

DAFTAR PUSTAKA
Salvatore, Dominick.2002.Managerial Economics dalam Perekonomian
Global.Erlangga : Jakarta.

Ekonomi Manajerial| 14