Anda di halaman 1dari 7

FACTORS ASSOCIATED WITH FIRMS DECISIONS TO IMPROVE EARNINGS

QUALITY: THE VOLUNTARY RECOGNITION OF STOCK-BASED COMPENSATION


EXPENSE
David Aboody, Mary E. Bath, dan Ron Kasznik
RINGKASAN PENELITIAN
Krisis kepercayaan dalam akuntansi pada tahun 2002 setelah munculnya skandal akuntansi
perusahaan seperti Enron dan WorldCom, memfokuskan kembali banyak perusahaan pada manfaat
dari melaporkan laba yang kualitasnya tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji
faktor-faktor yang perusahaan trade off dalam menentukan apakah manfaat dari melaporkan laba
yang kualitasnya lebih tinggi melebihi biaya, dan untuk menentukan apakah melaporkan laba yang
kualitasnya lebih tinggi berhubungan dengan efek penilaian positif. Pemfokusan kembali mengenai
kualitas laba sebagian terpusat pada pengakuan biaya kompensasi berbasis saham. Walaupun
kesempatan untuk mengakui biaya tersebut telah ada sejak penerbitan SFAS No.123 pada 1995,
krisis kepercayaan saat ini dalam pasar ekuitas telah meningkatkan fokus perusahaan pada manfaat
potensial dari melaporkan laba yang kualitasnya lebih tinggi. Skema pada penelitian ini adalah
sebagai berikut.
Proporsi direksi non-eksekutif independen
+
Keberadaan komite audit

Luas
pengungkapan sukarela

Keberadaan pihak dominan

Proporsi anggota keluarga pada dewan

Analisis dalam penelitian ini terdiri dari dua bagian. Pada bagian pertama, peneliti menguji
prediksi yang berhubungan dengan faktor-faktor yang menurut mereka berhubungan dengan
Seminar akuntansi- kelompok 3 1
Seminar akuntansi- kelompok 3 1

kemungkinan perusahaan untuk mengakui biaya kompensasi berbasis saham. Pada bagian kedua,
peneliti menguji abnormal return positif terhadap pengumuman keputusan pengakuan. Hipotesis
mengenai faktor yang berhubungan dengan keputusan untuk mengakui biaya diuji dengan
menggunakan analisis regresi logistik. Hasil pengujian berhasil mendukung H 1, H2, H3, H4, H6, H7,
H8, H9, dan H12. Namun tidak berhasil mendukung H5, H10, H11, dan H13. Dukungan terhadap H1
mengindikasikan bahwa perusahaan dengan biaya kompensasi yang lebih besar kurang cenderung
untuk memilih mengakui biaya kompensasi tersebut. Dukungan terhadap H 2 mengindikasikan
bahwa manajer yang rencana kompensasinya sensitif terhadap laba kurang cenderung untuk
mengakui biaya. Dukungan terhadap H3 menunjukkan bahwa perusahaan dengan rasio debt-toequity yang lebih tinggi memilih mengakui biaya sehingga menurunkan rasio tersebut. Dukungan
terhadap H4 mengindikasikan bahwa perusahaan yang aktif dalam pasar modal dengan menerbitkan
ekuitas lebih mungkin untuk membiayakan kompensasi berbasis saham. Dukungan terhadap H 6
menunjukkan bahwa pembelian kembali saham berhubungan positif signifikan dengan
kemungkinan pengakuan biaya. Dukungan terhadap H7 menunjukkan bahwa kepemilikan CEO
berhubungan positif signifikan dengan kemungkinan pengakuan biaya. Dukungan terhadap H8
menunjukkan

bahwa

kepemilikan

institusional

berhubungan

negatif

signifikan

dengan

kemungkinan pengakuan biaya. Dukungan terhadap H9 menunjukkan bahwa proporsi ekuitas yang
dimiliki oleh outside directors berhubungan positif signifikan dengan kemungkinan pengakuan
biaya. Dukungan terhadap H12 menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berhubungan positif
signifikan dengan kemungkinan untuk mengakui biaya kompensasi berbasis saham. Hipotesis
mengenai adanya abnormal return positif atas pengumuman keputusan pengakuan diuji
menggunakan analisis regresi. Hasil pengujian yang dilakukan menemukan bahwa perusahaan yang
mengumumkan lebih awal mengenai keputusannya untuk mengakui biaya kompensasi saham
memiliki abnormal return positif pada saat pengumuman.
Penelitian ini menguji prediksi mengenai faktor-faktor yang perusahaan trade-off dalam
menentukan apakah manfaat dari melaporkan laba yang kualitasnya lebih tinggi melebihi biaya, dan
menentukan apakah melaporkan laba yang kualitasnya lebih tinggi berhubungan dengan efek
penilaian positif. Penelitian ini menguji prediksi pada sampel perusahaan yang sejak Juli 2002
secara sukarela memutuskan untuk mengakui biaya tersebut. Konsisten dengan prediksi yang
dibuat, penelitian ini menemukan bahwa kemungkinan mengakui biaya kompensasi berbasis saham
berhubungan signifikan dengan pengaruh biaya pada laba yang dilaporkan dan kontrak berbasis
Seminar akuntansi- kelompok 3 2
Seminar akuntansi- kelompok 3 2

akuntansi, berbasis investor dan struktur tata kelola perusahaan, sejauh mana perusahaan aktif
dalam pasar modal, dan apakah perusahaan merupakan pemimpin dalam industrinya.
A. MOTIVASI PENELITIAN
Krisis kepercayaan dalam akuntansi pada tahun 2002 setelah munculnya skandal akuntansi
perusahaan seperti Enron dan WorldCom, memfokuskan kembali banyak perusahaan pada
manfaat dari melaporkan laba yang kualitasnya tinggi. Pemfokusan kembali mengenai kualitas
laba sebagian terpusat pada pengakuan biaya kompensasi berbasis saham. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang perusahaan trade off dalam
menentukan apakah manfaat dari melaporkan laba yang kualitasnya lebih tinggi melebihi biaya,
dan untuk menentukan apakah melaporkan laba yang kualitasnya lebih tinggi berhubungan
dengan efek penilaian positif.
B. MASALAH PENELITIAN
1. Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan perusahaan untuk mengakui secara
sukarela biaya kompensasi berbasis saham dalam rangka meningkatkan kualitas laba?
2. Apakah melaporkan laba yang kualitasnya lebih tinggi berhubungan dengan efek penilaian
positif?
C. LANDASAN TEORI
Teori utama yang mendasari penelitian ini adalah teori keagenan dan teori sinyal, sedangkan
teori pendukungnya adalah corporate governance dan teori akuntansi positif. Teori keagenan
menyatakan menyatakan adanya hubungan kerja antara pihak yang memberi wewenang
(principal) yaitu investor dengan pihak yang menerima wewenang (agensi) yaitu manajer,
dalam bentuk kontrak kerja sama yang disebut nexus of contract. Teori keagenan
mengasumsikan bahwa semua individu bertindak atas kepentingan mereka sendiri. Pemegang
saham sebagai principal diasumsikan hanya tertarik kepada hasil keuangan yang bertambah atau
investasi mereka di dalam perusahaan. Namun, para agen diasumsikan menerima kepuasan
berupa kompensasi keuangan dan syarat-syarat yang menyertai dalam hubungan tersebut. Teori
sinyal menunjukkan adanya asimetri informasi antara manajemen perusahaan dan pihak-pihak
yang berkepentingan dengan informasi tersebut. Teori sinyal mengemukakan tentang bagaimana
seharusnya perusahaan memberikan sinyal-sinyal pada pengguna laporan keuangan. Corporate
governance dipandang sebagai penggambaran secara efektif hak dan tanggung jawab setiap
kelompok pemegang saham dalam perusahaan. Teori akuntansi positif berkaitan dengan
Seminar akuntansi- kelompok 3 3
Seminar akuntansi- kelompok 3 3

hipotesis bonus plan dan didasarkan pada proses kontrak keagenan antara manajer dengan
pihak lain seperti investor, kreditor, auditor, pihak pengelola pasar modal dan institusi
pemerintah
D. HIPOTESIS
H1: terdapat hubungan negatif antara biaya kompensasi berbasis saham dan kemungkinan
perusahaan memilih untuk mengakui biaya tersebut
H2: terdapat hubungan negatif antara rasio bonus kas CEO terhadap kompensasi kas total dan
kemungkinan perusahaan memilih untuk mengakui biaya kompensasi berbasis saham
H3: terdapat hubungan positif antara rasio debt-to-equity yang dihitung sebelum pengaruh
pengakuan biaya dan kemungkinan perusahaan memilih untuk mengakui biaya
kompensasi berbasis saham
H4: perusahaan yang menerbitkan ekuitas akan lebih mungkin untuk mengakui biaya
kompensasi berbasis saham
H5: perusahaan yang mendanai akuisisinya dengan saham akan lebih mungkin mengakui biaya
kompensasi berbasis saham
H6: perusahaan yang mengumumkan pembelian kembali saham akan lebih mungkin untuk
mengakui biaya kompensasi berbasis saham
H7: terdapat hubungan positif antara kepemilikan ekuitas CEO dan kemungkinan perusahaan
memilih untuk mengakui biaya kompensasi berbasis saham
H8: terdapat hubungan antara kepemilikan institusional dan kemungkinan perusahaan memilih
untuk mengakui biaya kompensasi berbasis saham
H9: terdapat hubungan positif antara proporsi ekuitas yang dimiliki oleh outside directors dan
kemungkinan perusahaan memilih untuk mengakui biaya kompensasi berbasis saham
H10: terdapat hubungan negatif antara jumlah kompensasi kas yang diberikan kepada outside
directors dan kemungkinan perusahaan memilih untuk mengakui biaya kompensasi
berbasis saham
H11: perusahaan yang CEOnya juga menjabat sebagai direksi kurang cenderung untuk
mengakui biaya kompensasi berbasis saham
H12: terdapat hubungan positif antara ukuran perusahaan dan kemungkinan perusahaan memilih
untuk mengakui biaya kompensasi berbasis saham

Seminar akuntansi- kelompok 3 4


Seminar akuntansi- kelompok 3 4

H13: terdapat hubungan positif antara profitabilitas dan kemungkinan perusahaan memilih
untuk mengakui biaya kompensasi berbasis saham
H14: pengumuman perusahaan mengenai maksud mereka untuk membiayakan kompensasi
berbasis saham berpengaruh positif terhadap nilai ekuitas perusahaan
E. KARAKTERISTIK KUALITATIF DESAIN PENELITIAN
1. Rantai Kausal dan Validitas Logika
Penelitian ini memiliki rantai kausal dan validitas logika yang baik karena peneliti telah
menjelaskan terlebih dahulu mengenai krisis kepercayaan yang menyebabkan banyak
perusahaan kembali berfokus pada kualitas laba, di mana salah satunya adalah berkaitan
dengan pengakuan biaya kompensasi berbasis saham. Peneliti kemudian menjelaskan faktorfaktor yang mempengaruhi keputusan perusahaan untuk mengakui biaya kompensasi berbasis
saham sesuai dengan SFAS No.123 berdasarkan teori yang ada dan berdasarkan hasil-hasil
penelitian sebelumnya sehingga memberikan pemahaman yang baik mengenai hipotesis yang
dibangun dan pengujian yang akan dilakukan. Selain itu, peneliti juga telah menjelaskan
reaksi pasar yang berkaitan dengan pengumuman pembiayaan kompensasi berbasis saham
untuk menunjukkan bahwa peningkatan kualitas laba memiliki efek penilaian positif.
2. Pengendalian Variabel Ekstraneous
Variabel ekstraneous dalam penelitian ini dikendalikan dengan melakukan analisis tambahan
untuk mengetahui apakah kesimpulan penelitian ini dipengaruhi oleh faktor lainnya yang
berhubungan dengan keanggotaan industri. Hasil analisis tambahan menemukan bahwa
hubungan negatif antara biaya kompensasi berbasis saham dan kemungkinan pengakuan biaya
merupakan suatu efek industri.
3. Validitas Internal
Penelitian ini memiliki validitas internal yang tinggi karena terdapat konsistensi antara
masalah penelitian, hipotesis, dan analisis data, serta konsistensi antara hasil pengujian
dengan simpulan. Masalah penelitian sudah konsisten dengan hipotesis yang diajukan dan
data yang diperoleh telah dianalisis dengan tepat sehingga mampu memberikan bukti untuk
mendukung atau menolak hipotesis yang diajukan. Hasil pengujian juga telah dijelaskan
dengan baik pada bagian hasil penelitian, dan dipertegas kembali pada bagian kesimpulan.
4. Validitas Eksternal
Seminar akuntansi- kelompok 3 5
Seminar akuntansi- kelompok 3 5

Validitas eksternal berkaitan dengan teknik pemilihan sampel yang digunakan dalam
penelitian. Penelitian ini menggunakan semua perusahaan yang memilih untuk mengakui
biaya kompensasi berbasis saham sejak Juli 2002. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa
validitas eksternal penelitian ini adalah tinggi.

5. Pengumpulan dan Analisis Data


Semua data laporan keuangan dan data pasar diperoleh dari Compustat, data untuk
menghitung penerbitan ekuitas, akuisisi dengan saham, dan pembelian kembali saham
diperoleh dari Securities Data Corporation database, data untuk menghitung kepemilikan
institusional diperoleh dari CDA/Spectrum Institutional (13-F) Holdings database, dan data
untuk kompensasi eksekutif, kepemilikan saham, dan struktur tata kelola diperoleh dari
ExecuComp database dan proxy statements. Semua variabel laporan keuangan dan variabel
pasar adalah tahun fiskal yang berakhir pada 2001.
6. Uji Statistik
Ketiga belas hipotesis mengenai faktor yang berhubungan dengan keputusan untuk mengakui
biaya diuji dengan menggunakan analisis regresi logistik. Sedangkan hipotesis yang
berhubungan dengan reaksi pasar atas pengumuman pembiayaan kompensasi berbasis saham
diuji menggunakan analisis regresi linier.
7. Konsistensi antara Masalah Penelitian, Hipotesis, dan Analisis Data
Telah terdapat konsistensi antara masalah penelitian, hipotesis, dan analisis data dalam
penelitian ini. Hipotesis yang diajukan telah sesuai dengan masalah penelitian, dan data yang
dikumpulkan telah dianalisis dengan baik menggunakan analisis regresi logistik dan analisis
regresi linier sehingga mampu memberikan bukti untuk mendukung atau menolak hipotesis
yang diajukan.
8. Konsistensi Hasil Pengujian dengan Simpulan
Telah terdapat konsistensi antara hasil pengujian dan simpulan dalam penelitian ini. Hasil
pengujian telah dibahas secara mendetail pada bagian hasil penelitian, dan dinyatakan kembali
secara ringkas pada bagian kesimpulan.
9. Implikasi Kebijakan

Seminar akuntansi- kelompok 3 6


Seminar akuntansi- kelompok 3 6

Penelitian ini dapat menjadikan masukan bagi para penentu standar akuntansi, dan regulator
pasar modal dalam membuat aturan kebijakan untuk mengurangi perdebatan dengan para
investor dan manajer perusahaan terkait pengakuan dan pengungkapan yang dilakukan oleh
perusahaan untuk meningkatkan kualitas laba yang dilaporkan perusahaan.

Seminar akuntansi- kelompok 3 7


Seminar akuntansi- kelompok 3 7