Anda di halaman 1dari 7

MAMALIA

Pengertian Mamalia (Binatang Menyusui)


Pengertian Mamalia Karakteristik Dan Ciri-ciri Mamalia -Mamalia atau binatang menyusui
ialah berada dalam kelas hewan vertebrata yang secara utama dicirikan dengan adanya suatu
kelenjar susu, yang berada pada betina , mamalia tersebut menghasilkan susu ialah sebagai
sumber makanan anaknya. Otak pada mamalia tersebut mengatur suatu sistem peredaran darah,
termasuk pada jantung yang beruang 4(empat).

MAMALIA PEMANGSA SERANGGA


Sebagian besar insektivora (hewan pemakan serangga) adalah mamalia kecil, seperti:
tikus mondok,tikus kesturi,dan landak. Mereka memiliki gigi yang tajam dan memakan
serangga,tempayak,siput tampa cangkang,cacing dan hewan sejenisnya. Ada sekitar 365
spesies insektivora termasuk tenrek (hewan sejenis tikus) dari Afrika,dan sedikit
solenodon berhidung panjang yang jarang ditemukan dan hidup di beberapa pulau di
kepulauan Karibia.

BERUANG
Ada 8 jenis beruang yang merupakan anggota keluarga mamalia kecil,ursidae. Jenis
makanan beruang berbeda-beda. Sebagian besar beruang makan tumbuhan dalam jumlah
yang banyak,seperti daun-daunan,buah-buahan,kacang-kacangan dan arbei,selain itu juga
makan daging. Panda raksasa hanya makan bamboo muda,dan tidak makan yang lain.
Namun beruang kutub di belahan bumi utara memakan hamper semua jenis daging.
Pesaingnya adalah beruang coklat atau beruang besar yang merupakan hewan pemangsa
terbesar di daratan,beratnya lebih dari setengah ton dengan tinggi 3 meter. Hampir
seluruh bulu beruang kutub berwarna putih,sedangkan keluarga terdekatnya beruang
hitam amerika yang hamper seluruh warna bulunya hitam.

MAMALIA DI DALAM AIR


Setasia adalah ikan julang-julang ,paus dan lumba-luba yang hidup di lautan hangat dan
sungai. Mereka adalah mamalia tak berbulu yang tubuhnya telah beradaptasi secara total
untuk bertahan hidup di air. Kaki depan setasia adalah sirip,tidak memiliki kaki
belakang,dan bagian ekornya memiliki sirip yang lebar di setiap sisinya,yang disebut
dayung yang digunakan untuk berenang. Ada sekitar 83 spesies setasia dan mereka semu
adalah karnivore (hewan pemakan hewan lain). Paus besar memangsa sejumlah besar
krill (mahluk seperti udang kecil) Sedangkan paus sperma menyerang ikan besar dan
anjing laut.

MAMALIA PENGERAT/HEWAN PENGERAT


Hewan pengerat hidup di seluruh dunia,Hampir di setiap habitat darat. Satu
spesies,berang-berang,mampu berenang di bawah air sejauh kurang lebih 1 km,menahan
nafas dan menutup hidung dan telinganya. Cirri kas hewan pengerat adalah gigi depannya
yang disebut gigi seri. Gigi depan hewan pengerat sangat panjang dengan ujung yang
lurus dan tajam di setiap sisinya seperti pahat. Gigi depan hewan pengerat akan terus
tumbuh selama hidupnya,sehingga mereka mampu mengerat makanan yang keras,seperti
kacang dan akar,tanpa mematahkan gigi depannya. Contohnya: berang-berang mengerat
batang pohon dalam waktu beberapa menit dengan gigi depannya yang panjang dan terus
tumbuh.

MAMALIA BERKUKU GANGSAL


Kuda,zebra,badak dan tapir disebut hewan berkuku gasal karena mereka memiliki kuku
berjumlah ganjil di setiap kakinya,masing-masing tertutup oleh kuku yang sangat keras.
Kuda dan zebra hanya memiliki satu jari di setiap kakinya dan kaki mereka yang panjang
dan ramping digunakan untuk berlari di tempat terbuka seperti padang rumput. Kuda dan
zebra adalah hewan yang selalu berkelompok,dan makanan utamanya adalah rumput
yang dikunyah dengan rahang dan gigi grahamnya yang kuat. Sebagian besar hewan
berkuku seperti zebra,adalah pelari cepat. Mereka mampu berlari lebih cepat daripada
hewan pemangsa sejak mereka masih kecil.

HEWAN BERKUKU GENAP


Bison adalah hewan berkuku genap atau mamalia berkuku dua. Bison hidup berkelompok
di padang rumput amerika utara. Bison hamper musnah diburu oleh para pendatang dari
eropa pada tahun 1500-an,namun sekarang bison tersisa telah dilestarikan. Bison Eropa
berukuran lebih kecil dan hidup di hutan lebat,terutama di Polandia dan Belarussia. Bison
termasuk mamalia berkuku besar. Bison Amerika jantan dewasa dapat mencapai berat
hingga 1 ton.

PUNUK UNTA
Dua spesies unta dromedari (unta berpunuk satu dari Afrika,Timur Tengah dan Australia),
dan unta baktria (unta berpunuk dua dari asia tengah ,telah
dikembangbiakkan/diternakkan oleh manusia) untuk diambil susu,daging,kulit,dan
tenaganya.
Yang juga termasuk dalam kelompok unta adalah keluarga unta dari
Amerika Selatan adalah guanaco dan vikuna yang masih liar,dan
keturunannya yang telah dikembangbiakkan adalah lama dan alpaca.
Unta dromedary (berpunuk satu) memiliki kaki yang lebar
sehingga dapat berdiri kokoh di padang pasir,dan bulu mata yang
panjang untuk melindungi dari badai pasir.
Unta baktria (berpunduk dua) memiliki bulu lebat yang membantu
mengatasi udara dingin di dataran tinggi Mongolia. Punuk unta
menyimpan lemak.

BELALAI DAN GADING


Gajah adalah mamalia darat terbesar. Gajah jantan dewasa
dari padang rumput Afrika mempunyai tinggi 4 meter dan
beratnya lebih dari 8 ton. Semua jenis gajah adalah
pemakan tumbuhan. Mereka kelihatan seperti mamalia
berkuku tetapi mereka memiliki ordo sendiri yang disebut
proboscidea.
Gading gajah adalah pemanjangan gigi seri atas yang
membesar dan belalainya yang sangat panjang merupakan
kombinasi dari bibir atas dan hidung.

HEWAN REPTIL
Pengertian dan Ciri-Ciri Reptil
Reptil adalah kelompok hewan bertulang belakang (vertebrata) yang berdarah dingin dan
memiliki sisik di sekujur tubuhnya. Reptil dalam taksonomi dikumpulkan dalam sebuah kelas
yang dinamai sebagai reptilia. Reptilia sendiri berasal dari kata reptum yang mempunyai arti
melata.
Ciri-ciri reptil diantaranya adalah :

Memiliki tulang belakang

Tubuhnya ditutupi oleh sisik

Bernapas dengan paru-paru

Umumnya bertelur (ovivar), walaupun ada beberapa yang spesies dari ordo Squamata
yang melahirkan (vivivar).

Berdarah dingin

Buaya muara jenis yang paling sering ditemukan di Indonesia

Jenis-Jenis Reptil di Indonesia


Reptil atau reptilia dikelompokkan dalam empat ordo, yaitu : Ordo Crocodylia,
Rhynchocephalia, Squamata, dan Testudines.

Ordo Crocodilya terdiri atas famili Gavialidae, Alligatoridae, dan Crocodylidae. Di


seluruh dunia terdapat sekitar 25 spesies. Contoh jenis reptil dari ordo Crocodilya adalah
buaya, alligator, dan caiman. Di Indonesia jenis reptil ini yang biasa ditemui adalah :
buaya siam (Crocodylus siamensis), buaya muara (Crocodylus porosus), buaya irian
(Crocodylus novaeguineae), buaya senyulong (Tomistoma schlegelii), dan buaya
kalimantan (Crocodylus raninus). Mengenai buaya, baca selengkapnya di artikel : Buaya
di Indonesia.

Ordo Rhynchocephalia hanya terdiri atas satu spesies yaitu Tuatara (Sphenodon
punctatus) yang hidup di Selandia Baru.

Ordo Squamata terdiri atas 9.000-an spesies yang dikelompokkan dalam 66 famili.
Spesies reptil dari ordo Squamata ini terdiri atas berbagai jenis kadal dan ular. Contoh
reptil dari ordo ini yang hidup di Indonesia antara lain komodo (Varanus komodoensis),
tokek dan cicak (famili Gekkonidae), kadal, bunglon, biawak, ular karung (Acrochordus
javanicus), ular king kobra (Ophiophagus hannah), ular kepala-dua (Cylindrophis ruffus),
ular sanca bodo (Python molurus), ular tanah (Calloselasma rhodostoma), ular tikus
(Ptyas korros), ular weling (Bungarus candidus) dan lain-lain.

Ordo Testudines terdiri atas sekitar 300-an spesies yang dikelompokkan dalam 14
famili. Spesies reptil dari ordo Testudines ini terdiri atas berbagai jenis penyu, kura-kura,
dan terapin. Beberapa contoh hewan reptil dari ordo Testudines yang hidup di Indonesia
diantaranya adalah kura-kura Hutan Sulawesi (Leucocephalon yuwonoi), berbagai jenis
kura-kura berleher ular, penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu sisik
(Eretmochelys imbricata), tuntong (Batagur baska), tuntong laut (B. borneoensis), dan
lain-lain.

Indonesia selain dihuni oleh berbagai jenis reptil pun memiliki reptil-reptil istimewa dan unik.
Diantara reptil istimewa tersebut adalah kadal terbesar di dunia, yaitu komodo; ular terpanjang di
dunia yaitu reticulated python (Python reticulatus); ular berbisa terpanjang di dunia yaitu ular
king kobra (Ophiophagus hannah); serta penyu terbesar di dunia.

Kura-kura hutan sulawesi, salah satu reptil paling langka di Indonesia

Reptil Langka Indonesia


Namun tidak sedikit jenis-jenis reptil tersebut yang mulai langka dan terancam punah. Menurut
database IUCN Redlist, 6 spesies reptil di Indonesia berstatus Critically Endangered. Ini
merupakan status keterancaman tertinggi sebelum punah. Daftar hewan-hewan langka tersebut
dapat dibaca di : Daftar Reptil Langka Indonesia.
Selain berstatuskan Critically Endangered sebanyak 9 spesies reptil Indonesia menyandang status
Endangered atau Terancam Punah. Kesembilan jenis reptil penyandang status endangered
adalah :

Penyu tempayan (Caretta caretta)

Penyu hijau (Chelonia mydas)

Tokek pulau bangka (Gehyra barea)

Kura-kura duri (Heosemys spinosa)

Baning Sulawesi (Indotestudo forstenii)

Baning cokelat (Manouria emys)

Kura-kura Sungai Kalimantan (Orlitia borneensis)

Kura-kura softshell Asia Raksasa (Pelochelys cantorii)

Ular Schmutzs Worm (Typhlops schmutzi)

Di samping 15 spesies reptil paling langka tersebut di atas, masih terdapat berbagai spesies yang
mulai terancam punah. Yaitu terdiri atas 17 spesies berstatus Vulnerable, 5 spesies berstatus Near
Threatened, 75 spesies berstatus Data Deficient, dan 21 spesies Least Concern.

Struktur Reptil lainnya


Seperti amfibi, reptil umumnya memiliki jantung dengan tiga kamar, meskipun aligator dan
buaya memiliki jantung empat bilik seperti burung dan mamalia. Otak reptil ini juga mirip
dengan ukuran otak amfibi, dengan mempertimbangkan ukuran tubuh secara keseluruhan.
Namun, bagian dari otak reptil yang mengendalikan indera dan perilaku belajar yang lebih besar
daripada pada amfibi.
Kebanyakan reptil memiliki penglihatan yang baik dan penciuman yang tajam. Ular mencium
aroma di udara menggunakan lidah mereka bercabang (lihat Gambar di bawah). Ini membantu
mereka menemukan mangsa. Beberapa ular memiliki organ sensor panas di kepala mereka yang
membantu mereka menemukan mangsa endotermik, seperti mamalia kecil dan burung.

Ular Mencium Udara

Klasifikasi Kelas Reptilia


Klasifikasi Kelas Reptilia dibagi menjadi empat ordo:
1. Squamata, reptilia bersisik, contohnya kadal, ular, dan bunglon.
2. Testudinata, memiliki pelindung tubuh berupa karapaks (atas), dan plastron (bawah).
Contohnya kura-kura, dan penyu.
3. Crocodilla, bersisik, habitat di perairan. Contoh : buaya
4. Rhynchocephala, reptilia primitif. Contoh Sphenodon

Keragaman Reptil
Reptil yang sangat beragam tidak hanya dalam perilaku mereka, tetapi juga dalam struktur tubuh
mereka. Tubuh Reptil berkisar dari buaya ke squamata, tuatara, dan kura-kura. Dalam rangka

untuk memahami fakta ini, pertama-tama kita harus fokus pada penggerak kadal dengan kaki
sepenuhnya dikembangkan. Memang benar bahwa beberapa kadal mahir bergerak cepat daripada
yang lain, tapi kiprah semua kadal biasanya sama dengan salamander. Mereka memiliki kaki
yang diperpanjang dari sisi dan harus pemeliharaan tubuh melalui sudut kanan, sehingga
mengurangi massa tubuh dan kecepatan. Mamalia memiliki kaki tepat di bawah massa tubuh
mereka yang menjamin pergerakan yang benar-benar canggih. Dinosaurus adalah pengecualian
struktur ini dalam bahwa mereka menunjukkan struktur kaki mamalia. Semua reptil ektothermik
yaitu mereka mendapatkan panas tubuh dari radiasi dan konduksi; sedangkan burung dan
mamalia adalah endotermik karena mereka menghasilkan panas oleh aktivitas metabolisme
mereka. Hal ini menunjukkan bahwa reptil memiliki struktur primitif sedangkan burung dan
mamalia memiliki formasi tingkat lanjut.