Anda di halaman 1dari 18

ENGINEERING DEPARTEMENT

PSG Site Lahat, Sumsel

PENGENALAN
ILMU UKUR TANAH 2
Oleh :
Edhis Triyono H
Mine Surveyor

Tahapan Proses Pemetaan

Fungsi Trigonometri
Segitiga siku-siku ABC dengan sisi siku-siku di C
Sisi miring = c, sisi tegak= a, sisi datar= b
Sudut di A = , Sudut di B=
Maka:
+ = 90

c = a + b
Sin = a/c
Sin = b/c
Tan = a/b
Tan = Sin
Cos
Sin 2 = 2 Sin Cos
Sin + Cos = 1

Cos = b/c
Cos = a/c
Tan = b/a
Tan = Sin
Cos

Penentuan posisi titik dikelompokkan dalam dua


metode,
1. Metode teristris
2. Metode ekstra-teristris

Metode teristris adalah suatu survei penentuan


posisi titik yang dilakukan dengan mengamati
target atau objek yang terletak di permukaan
bumi.
Yang termasuk dalam metode teristris antara lain
pengukuran triangulasi, poligon, pengikatan
ke muka, dan pengikatan ke belakang

Dalam metode teristris tempat berdiri alat ukur dan target


memerlukan kondisi topografi sebagai berikut:
Jarak kedua titik relatif pendek.
Kedua titik harus saling terlihat.
Kedua titik harus terletak di tempat yang stabil, mudah
dijangkau, mudah diidentifikasi, dan aman dari
gangguan.
Langkah-langkah pemetaan teristris sebagai berikut:
Persiapan, meliputi peralatan, perlengkapan, dan personil.
Survei pendahuluan, yaitu melihat kondisi lapangan
sebelum dilakukan pengukuran. Tujuannya adalah untuk
menentukan teknik pelaksanaan pengukuran yang sesuai
dan menentukan posisi kerangka peta yang representatif.

Pelaksanaan pengukuran:
1. Pengukuran kerangka horisontal,
2. Pengukurankerangka vertikal,
3. Pengukuran detil.
Pengolahan data:
1.Perhitungan kerangka peta,
2.perhitungan titik-titik detil.
Penggambaran:
1.Penggambaran kerangka peta,
2.Penggambaran detil,
3.Penarikan kontur,
4.Editing
5.Hitungan Volume

Metode ekstra-teristris
adalah suatu survei penentuan posisi titik yang
dilakukan dengan mengamati target atau objek yang
terletak di ruang angkasa baik berupa benda alam
(bulan, bintang, matahari) maupun benda buatan
manusia (satelit GPS, satelit Doppler).

Untuk mengamati objek tersebut diperlukan peralatan


khusus yang mempunyai kemampuan tinggi.
Peralatan tersebut berupa alat pengukur sudut
(horisontal dan vertikal) dan alat penerima sinyal yang
dipancarkan satelit, keduanya ditempatkan di atas titik
yang akan ditentukan posisinya

Parameter untuk menentukan suatu sistem koordinat


antara lain:

Titik asal (titik nol) sistem koordinat.

Orientasi dari sistem salib sumbu.

Posisi dari sistem koordinat.

1. Koordinat Cartesian

A (Xa,Ya)

2. Koordinat Polar

A (d,)

3. Koordinat 3 Dimensi

A(XA,YA,ZA)

Hubungan koordinat cartesian dan koordinat polar sebagai berikut:


Jika diketahui koordinat A (XA,YA), maka jarak vektor titik A (Jv) terhadap
origin O(0,0) dan arah A () dari sumbu X bisa dihitung.
Jv = XA + YA
Tan = (XA/YA)
sehingga = Arc Tan (XA/YA)
Jika diketahui jarak vektor titik A dari origin O(0,0) sebesar r, dan sudut dari
sumbu Y sebesar , maka koordinat titik A bisa dihitung.
Sin = XA/Jv sehingga
XA = Jv Sin
Cos = YA/Jv sehingga
YA = Jv Cos
Jika diketahui koordinat A (XA,YA) dan koordinat B (XB,YB), maka jarak AB (DAB)
dan sudut jurusan dari titik A ke titik B (AB) bisa dihitung.
DAB= (XB-XA)/Sin AB = (YB-YA)/Cos AB
Tan AB = (XB-XA)/(YB-YA) sehingga AB = Arc Tan (XB-XA)/(YB-YA)
Sebaliknya jika diketahui koordinat A (XA,YA), jarak AB (DAB), dan sudut
jurusan dari titik A ke titik B (AB), maka koordinat B (XB,YB) bisa dihitung.
Sin AB = (XB-XA)/ DAB sehingga XB = XA + DAB Sin AB
Cos AB = (YB-YA)/ DAB sehingga YB = YA + DAB Cos AB

Poligon (poly=banyak, gonos=sudut) adalah serangkaian


garis lurus yang menghubungkan titik-titik di permukaan
bumi.
Metode poligon adalah salah satu cara penentuan posisi
horisontal banyak titik. Tujuan pengukuran poligon untuk
menentukan koordinat titik-titik ikat (kontrol) pengukuran.
Kegunaan poligon:
1. Kerangka dasar pengukuran.
2. Kontrol jarak dan sudut.
3. Basis titik untuk pengukuran selanjutnya.
4. Memudahkan perhitungan pada plotting peta.

Data yang diperoleh dari pengukuran:


- Tinggi instrumen (ti)
- Bacaan lingkaran vertikal (V)
- Bacaan lingkaran horisontal (Hz)

Data yang diperlukan sebagai pengikat (datum):

Azimut titik ikat


Koordinat titik ikat
Tinggi titik ikat

Jenis-jenis poligon
1. Poligon terbuka
Poligon terbuka tidak terikat

Poligon terbuka terikat koordinat

Poligon terbuka terikat azimut

Poligon terbuka terikat sempurna

Terikat sempurna (terikat koordinat dan azimut)


Azimut dihitung berdasarkan azimut yang
sudah diketahui.
Koordinat dihitung berdasarkan koordinat
yang sudah diketahui.
Kesalahan sudut, absis dan ordinat bisa
dikoreksi

2. Poligon tertutup

Poligon tertutup tidak terikat

Poligon tertutup terikat koordinat

Poligon tertutup terikat sempurna


Terikat sempurna (terikat koordinat dan azimut)
Azimut dihitung berdasarkan azimut yang
sudah diketahui.
Koordinat dihitung berdasarkan koordinat
yang ditentukan.
Kesalahan sudut, absis, dan ordinat bisa
dikoreksi.

Poligon tertutup terikat azimut