Anda di halaman 1dari 4

KABUPATEN PAMEKASAN

DINAS KESEHATAN

UPT PUSKESMAS GALIS


KECAMATAN GALIS
ALAMAT : JL. Raya Galis Telp. (0324) 324512 Kode Pos 69211

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS GALIS


NOMOR :
/PKM-GLS/IV/2016
TENTANG
PENERAPAN MANAJEMEN RESIKO KLINIS
KEPALA UPT PUSKESMAS GALIS
Menimbang

a. bahwa dalam upaya meningkatkan pelayanan Puskesmas terhadap tuntutan


masyarakat akan pelayanan kesehatan yang lebih bermutu, perlu disusun
tentang penerapan Manajemen Resiko Klinis;
b. bahwa sehubungan dengan butir a tersebut diatas ditetapkan Manajemen
Resiko Klinis dengan keputusan Kepala Puskesmas;

Mengingat

1. Undang-undang no 36 tahun 2009 tentang kesehatan;


2. Undang-undang no 44 tahun 2009 tentang Puskesmas;
3. Keputusan Menteri Kesehatan No. 1457/Menkes/SK/X/2003 Tentang standar
pelayanan minimal bidang kesehatan Di Kabupaten/kota;

MEMUTUSKAN:
Menetapkan

: KEPUTUSAN KEPALA UPT PUSKESMAS GALIS TENTANG MANAJEMEN


RESIKO KLINIS

KESATU

: Penerapan Manajemen Resiko Klinis seperti tertera dalam lampiran surat


keputusan ini;

KEDUA

: Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan;

Ditetapkan di : GALIS
Pada Tanggal : 02 DESEMBER 2016
KEPALA UPT PUSKESMAS GALIS

H. SjaifulIlah,S.Kep,Ns,.M.M
NIP. 19670413 198803 1 008

LAMPIRAN
KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS GALIS
NOMOR
:
/PKM GLS/IV/2016
TANGGAL : 2016

MANAJEMEN RESIKO KLINIS


A. Pendahuluan
Manajemen Resiko Klinis merupakan suatu upaya sistematis yang dilakukan baik di rumah
sakit maupun Puskesmas dalam rangka mengurangi resiko akibat pelaksanaan pelayanan medic.
Resiko Klinis dapat berupa bahaya, kesalahan, musibah atau potensi terjadinya hal-hal yang
merugikan pasien, terkait dengan atau sebagai dampak asuhan klinis yang diberikan kepadanya.
B. Tujuan
1. Meminimumkan terjadinya medical error, adverse events, dan harms pada pasien (membuat
asuhan pasien lebih aman).
2. Meminimumkan kemungkinan terjadinya klaim dan mengendalikan biaya klaim yang harus
menjadi tanggungan institusi (Mencegah kerugian finansial bagi Puskesmas) dan dokter.
C. SASARAN
1.

Puskesmas.

2.

Puskesmas Pembantu.

3.

Poskesdes.

4.

Posyandu.

D. Tahapan Manajemen Resiko Klinis


1. Identifikasi resiko : keluhan pasien, klaim, incident report, audit medic.
2. Pembahasan : Tim Manajemen Medik, Koordinator Pemegang Program.
3. Kesimpulan : RCA: Tipe Medical Error, Sumber Medical Error, FMEA: perbaikan prosedur,
kebijakan, peraturan dll.
4. Tindak Lanjut.
E. Incident Report
1. Pelaporan setiap masalah atau kejadian yang menyimpang dari yang direncanakan atau secara
normal seharusnya tidak terjadi dan berdampak pada keselamatan pasien ( Patient Care and Ptient
Safety).
2. Pelaporan atas masalah atau kejadian yang menghadapkan pasien pada keadaan beresiko.
3. Pelaporan atas masalah/kejadian yang bertendensi/berpotensi menghadapkan puskesmas terhadap
tuntutan hukum.
4. Masalah/kejadian tidak harus selalu sudah menyebabkan cedera, tetapi termasuk juga kejadian yg
potensial menyebabkan cedera.

5. Pelaporan atas masalah/kejadian yang dapat dijadikan pelajaran untuk mengeliminasi atau
menurunkan resiko.
6. Pelaporan masalah/kejadian yang mempunyai dampak terhadap anggaran dan resiko ketersediaan
keuangan, peralatan maupun supplies.
F. Sumber Medical Report
1. Manusia:
a. Kelelahan.
b. Kurang terlatih.
c. Komunikasi yang buruk.
d. Kekuasaan/pengendalian.
e. Keterbatasan waktu.
f. Poor judgment.
g. Keragu-raguan.
h. Logic error.
i. Over confidence.
2. Organisasi
a. Rancang bangun kerja.
b. Perencanaan kebijakan.
c. Adminidtrasi/ pembiayaan.
d. Insentif/disinsentif/ kepemimpinan.
e. Manajemen supplai.
f. Supervisi/umpan balik.
g. Ketidakjelasan tugas.
h. Salah menempatkan personil.
3. Teknikal
a. Poor automation.
b. Peralatan yang buruk.
c. Keterbatasan peralatan.
d. Tidak memiliki decision support.
e. Kompleksitas.
f. Kurang integrasi.
g. Terlalu banyak informasi.
h. Tidakmenggunakan checklist.
G. TIPE MEDICAL ERROR
1. KEKELIRUAN KONSEP
a. Wrong Concept of Disease
b. Wrong Concept of Treatment

2. KEKELIRUAN DIAGNOSTIK
a. Misdiagnosis
b. Late diagnosis
c. Gagal melakukan prosedur diagnosis
d. Menggunakan prosedur yang usang
e. Gagal melakukan pemantauan dan follow-up
f. hasil pemeriksaan penunjang.
3. KEKELIRUAN TERAPI
a.

Error melakukan tindakan medic

b.

Error memberikan terapi

c.

Error menetapkan dosis

d.

Error menetapkan jenis obat

e.

Terlambat memberikan terapi padahal indikasi berdasarkan diagnostic sudah jelas

f.

Melakukan tindakan medic yang tidak adekuat dan tidak ada indikasi

g.

Teknik yang keliru

4. KEKELIRUAN PENCEGAHAN
a. Gagal melakukan terapi pencegahan sesuai yang diperlukan.
b. tidak adekuat melakukan pemantauan hasil terapi
5. Lainnya
a. Gagal dalam berkomunikasi :
1) komukasi dengan pasien
2) komunikasi dengan tenaga kesehatan lainnya.
b. Equipment failure
c. kegagalan sistem lainnya
H. Penutup
Demikian program ini disusun untuk memberikan gambaran mengenai penerapan Manajemen
Resiko Klinis di Puskesmas Barabai.

Ditetapkan di : GALIS
Pada Tanggal : 02 April 2016
Kepala UPTPuskesmas Galis

H. SjaifulIlah,S.Kep,Ns,.M.M
NIP. 19670413 198803 1 008