Anda di halaman 1dari 99

SOP

PEMANTAUAN LINGKUNGAN FISIK PUSKESMAS

SOP
No.

No. Revisi

Dokumen:

TanggalTerbit :

Halaman :
UPT PUSKESMAS GALIS
KAB. PAMEKASAN

H. SjaifulIlah,S.Kep,Ns,.M.M
NIP. 19670413 198803 1 008
1. Pengertian
Pemantauan lingkungan fisik adalah yang dilakukan untuk memastikan lingkungan fisik dalam
kondisi bersih dalam ruangan,gedung dan halaman dalam keadaan siap untuk
digunakan,higienis dan nyaman.

2.

Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah bagi petugas dalam melakukan pemantauan


lingkungan fisik Puskesmas.

1.
2.

3. Kebijakan
1. Kebersihan ruangan gedung dan halaman dilakukan oleh tenaga pelaksana
2.Pemantauan lingkungan fisik tempat kerja dapat dilakukan secara harian,mingguan, atau bulanan
4. Referensi
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 13
Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Lingkungan di Puskesmas.

Tahun

2015

Tentang

5. Prosedur
1.Memantau lingkungan kerja
Sanitarian.
1.1 Memantau semua ruangan,gedungdan halaman untuk dapat membuat
pemeliharaan lingkungan kerja.
1.2. Membuat jadwal pemantauan sesuai identifikasi lingkungan kerja yaitu
pemeliharaan ruangan,gedung dan halaman
1.3. Mengkoordinasikan dengan bagian ruangan
1.4. Menginformasikan jadwal ke petugas terkait

jadwal
jadwal

2.Melaksanakan pemeliharaan sesuai jadwal


Petugas kebersihan
2.1Menerima informasi jadwal pemantauan lingkungan fiik/kebersihan ruangan/halaman
setiap bulan dari sanitarian
2.1.1 Melaksanakan kebersihan sesuai jadwal

2.1.1.1 Jika pelaksanaan seuai jadwal maka meminta sanitarian untuk melakukan
verifikasi
2.1.1.2 Jika pelaksanaan tidak sesuai jadwal maka meminta informasi
kekoordinator ruangan kapan dilakukan kebersihan ruangan
3. Sanitarian dan koordinator unit
3.1. Menerima informasi telah dilaksanakan pemeliharaan lingkungan
3.1.1. Memantau atau melakukan pengawasan pelaksanaan pemantaun lingkungan fisik
tempat kerja
3.1.1.1. Jika pemantauan fisik sudah sesuai maka menandatangani cheklist pemantaun
linngkungan kerja
3.1.1.2. Jika pemantauan lingkungan fisik tidak sesuai, maka meminta untuk dilakukan ulang.

6. Unit Terkait
Petugas sanitarian
7. Dokumentasi
Cheklist pemantauan lingkungan fisik
8. Rekamanhistorisperubahan
No

Yang diubah

SOP

Tanggalmulaidib
erlakukan

PEMANTAUAN PELAKSANAAN KEBIJAKAN DAN PROSEDUR


PENANGANAN BAHAN BERBAHAYA

SOP
No.

No. Revisi

Isi Perubahan

Dokumen:

TanggalTerbit :

Halaman :
UPT PUSKESMAS GALIS
KAB. PAMEKASAN

H. SjaifulIlah,S.Kep,Ns,.M.M
NIP. 19670413 198803 1 008
2. Pengertian
Suatu pedoman setiap kegiatan yang berkaitan dengan penanganan bahan berbahaya oleh
semua personil

9.

Tujuan

Untuk memastikan pelaksanaan bahan dan limbah berbahaya tidak menimbulkan pencemaran
dan membahayakan lingkungan sekitar sehungga terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dan
dapat ditelusuri penyebabnya

10. Kebijakan
Keputusan
Kepala
Puskesmas
Galis
No..tentang
inventaris pengelolaan, penyimpanan dan penggunaan bahan berbahaya

11. Referensi
Peraturan Pemerintah RI No. 101 Tahun 2014 tentang pengelolaan limbah berbahaya dan
beracun

12. Prosedur
Sanitarian dan Petugas terkait
1. Petugas mengidentifikasi jenis dan jumlah bahan berbahaya yang secara
periodikdihasilkan oleh masing-masing penghasil bahan berbahaya
2. Petugas menulis hasil identifikasi tersebut dalam buku inventaris bahan berbahaya
Petugas Laboratorium.
1. Petugas
mengidentifikasi
jenis
dan
jumlahbahan
berbahaya
yang
secra
periodikdihasilkan oleh masing-masing penghasil bahan berbahaya
2.Petugas melaporkan hasil bahan berbahayadari masing-masing unit kepada sanitarian
tentang jenis dan jumlah bahan yang akan diserahkan dengan mengisi laporan bulanan
bahan berbahaya
3. Petugas penghasil bahan berbahaya mengangkut bahan berbahaya ke gudang
penyimpanan sementara bahan berbahaya
4. Petugas sanitarian memverifikasi jenis dan jumlah bahan berbhaya yang di hasilkan
5. Petugas menyimpan didalam gudang penyimpanan sementara bahan berbhaya
dipisahkan menurut sifat/katarakteristik bahan berbhaya (mudah terbakar,mudah
meledak,korosif dn reaktif,beracun)
6. Petugas sanitarian bersama petugas terkait memberikan symbol dan label
7. Masa simpan dalam gudang TPS bahan berbahayamaksimal 90 hari sesuai persyaratan
yang ditetapkan atau apabila bahan berbhaya lebih dari 50 Kg/hari
8. Petugas terkait mengisi inventori bahan berbahaya yang ada ditempat penampungan
serta penimbunan menggunakanceklist inventory bahan berbahaya
Pengelolaan bahan berbahaya oleh pihak ketiga
Setelah bahan mencukupi di tempat penampungan mencukupi bahan berbahaya tersebut
selanjutnya diserahkan kepada pihak ketiga:
1. Pihak ketiga sebagai pengumpul/pengelola bahan berbahaya harus mempunyai ijin dari
Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia
2. Pihak transporter harus mempunyai ijin dari DIrjen Perhubungan Darat Kementrian
Perhubungan RI dan mendapat rekomendasi dari Kementrian LHRI. Ijin sesuai dengan
jalur tranportasi yang akan di lalui bahan berbahaya
3. Sanitarian mengusulkan surat penunjukan pengelola bahan berbahaya kepada Kepala
Puskesmas
4. Pihak ketiga yang di tunjuk(pengumpul/pengelola/tranportir)mengisi berita acra
pemerlksaanbahan berbahaya bersama petugas terkait. Berita acra serah terima bahan
berbahayadiisi oleh pihak ke 3yang ditunjuk dari Kepala Puskesmas
5. Pihak ke 3 yang ditunjuk berkewajiban memberikan bahan bebahaya yang sudah
ditandatangani oleh penghasil dan tranportir/pengangkut.

6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.
39.
40.
41.
42.
43.
44.
45.
46.
47.
48.
49.
50.
51.
52.
53.
54.
55.
56.
57.
58.
59.
60.
61.
62.
63.
64.
65.
66.
67.
68.
69.
70.
71.
72.
73.
74.
75.
76.
77.
78.

79.
80.
81.
82.
83.
84.
85.
86.
87.
88.
89.
90.
91.
92.
93.
94.

95.
96.
97.
98.
99.
100.
101.
102.
103.
104.

13. Unit Terkait


Petugas sanitarian
14. Dokumentasi
Cheklist pemantauan lingkungan fisik
15. Rekamanhistorisperubahan
No

Yang diubah

Isi Perubahan

Tanggalmulaidib
erlakukan