Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Darah merupakan cairan yang terdapat pada semua mahluk hidup (kecuali tumbuhan)
yang berfungsi mengirimkan zat-zat yang dibutuhkan oleh organisme tersebut. Darah juga
berfungsi sebagai pertahanan tubuh terhadap bakteri dan virus. Pada dasarnya darah berfungsi
sebagai alat transportasi zat-zat yang terdapat dalam tubuh guna kelangsungan hidup mahluk
hidup tersebut.
Di dalam darah terdapat komposisinya yakni plasma darah dan sel-sel darah. Di
dalam darah sekitar 55%nya adalah plasma darah. Plasma darah merupakan cairan-cairan
yang terdapat disekitar sel-sel darah bebas. Warna pada plasma darah tergantung pada spesies
dan jumlah plasma darah. Sel-sel darah terdiri dari sel darah merah (eritosit), sel darah putih
(leukosit) dan keping-keping darah (trombosit).
Didalam darah terdapat serum darah yang merupakan komponen bukan sel darah juga
bukan faktor koagulasi. Serum merupakan plasma darah tanpa fibrinogen. Serum terdiri dari
protein (yang tidak digunakan untuk pembekuan darah) termasuk cairan elektrolit, antibodi,
antigen, hormon dan semua substansi exogenous.
Sapi atau lembu adalah hewan ternak anggota suku Bovidae dan anaksuku Bovinae.
Sapi dipelihara terutama untuk dimanfaatkan susu dan dagingnya sebagai pangan manusia.
Hasil sampingan, seperti kulit, jeroan, tanduk, dan kotorannya juga dimanfaatkan untuk
berbagai keperluan manusia. Di sejumlah tempat, sapi juga dipakai sebagai penggerak alat
transportasi, pengolahan lahan tanam (bajak), dan alat industri lain (seperti peremas tebu).
Karena banyak kegunaan ini, sapi telah menjadi bagian dari berbagai kebudayaan manusia
sejak lama.
Kebanyakan sapi ternak merupakan keturunan dari jenis liar yang dikenal sebagai
Auerochse atau Urochse (dibaca auerokse, bahasa Jerman berarti "sapi kuno", nama ilmiah:
Bos primigenius[1]), yang sudah punah di Eropa sejak 1627. Namun demikian, terdapat
beberapa spesies sapi liar lain yang keturunannya didomestikasi, termasuk sapi bali yang juga
diternakkan di Indonesia.
1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang ada, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
1. Apa keperluan pengambilan sampel darah pada hewan sapi (ternak)?
2. Apa saja alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pengambilan sampel darah pada sapi ?
3. Bagaimana teknik pengambilan darah pada sapi ?

r1.3 Tujuan
Dari rumusan masalah yang ada, dapat disimpilkan bahwa tujuan dari mpembuatan
makalah ini adalah untuk
1. Mengetahui keperluan pengambilan sampel darah pada hewan sapi (ternak)?
2. Mengetahui alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pengambilan sampel darah pada sapi ?
3. Mengetahui teknik pengambilan darah pada sapi ?

BAB III
PEMBAHASAN
Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup (kecuali tumbuhan)
tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat zat yang dibutuhkan oleh tubuh organisme
tersebut. Selain itu darah juga berfungsi untuk pertahanan tubuh terhadap virus dan bakteri.
Pada dasarnya darah merupakan adalah cairan yang ada di dalam tubuh manusia atau hewan
yang berfungsi untuk alat transportasi zat zat yang ada di dalam tubuh seperti O2 , CO2,
hormon dan lain sebagainya. Tanpa darah manusia dan sebagian hewan tidak dapat hidup
karena darah merupakan pengantar oksigen dari paru-paru ke seluruh bagian tubuh.
Pada hewan yang lain fungsi darah yaitu untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke
jaringan tubuh. Di dalam darah terdapat hemoglobin yang berfungsi untuk mengikat oksigen.
Pada sebagian kecil hewan yang tak bertulang belakang atau sering di sebut invertebrate
oksigen langsung meresap ke dalam plasma darah karena protein pembawa oksigennya
terlarut secara bebas. Hematologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang pembekuan
darah. Darah memiliki komposisi sebagai berikut :
1.

Plasma darah

Komposisi darah sebagian besar adalah plasma darah. Sekitar 55% darah merupakan plasma
darah. Plasma darah merupakan cairan yang berada diantara sel-sel darah yang bebas. Sifat
fisik dari plasma darah yaitu terletak pada warnanya. Warna pada plasma darah tergantung
pada spesies dan jumlah plasma darah.
2.

Sel-sel darah

Sel-sel darah terdiri dari :

Darah merah ( eritrosit ) ( red blood cell )

Darah putih ( leukosit ) ( white blood cell )

Keeping- keping darah ( thrombosit )

Faktor-faktor yang menentukan dalam usaha untuk penanggulangan dan pengendalian


penyakit hewan menular adalah pengamatan dan pengujian penyakit hewan menular, baik di
dalam ruangan laboratorium maupun di lapangan; serta penerapan program yang terintegrasi
antara pencegahan, pengamanan dan pemberantasan penyakit hewan. Oleh karena itu, teknik
pengambilan sampel atau spesimen yang benar menjadi hal yang krusial dalam proses
pendeteksian penyakit hewan menular. Kesalahan dalam teknik pengambilan sampel juga
akan menggangu proses pengidentifikasian penyakit sehingga hasil yang didapat tidak
maksimal.
Proses identifikasi beberapa penyakit hewan menular yang sifatnya strategis di
Indonesia memerlukan pemeriksaan di laboratorium untuk peneguhan diagnosa penyakit
seperti Brucellosis, Anthraks, Avian Influenza, Rabies, Pullorum ataupun Hog Cholera.

Setiap pengujian penyakit-penyakit tersebut memiliki teknik pengambilan sampel yang


berbeda. Oleh karena itu pada bahan ajar ini akan dibahas mengenai teknik pengambilan
sampel darah ataupun organ hewan yang diduga menderita penyakit.
Sebelum melakukan pengambilan darah, petugas harus membersihkan tangan dengan
alkohol 70% dengan tujuan supaya darah tidak terkontaminasi oleh kuman sekunder yang
dapat mempengaruhi hasil uji yang akan kita lakukan pada sampel darah. Selain itu juga
melindungi petugas dari kuman penyakit yang terdapat dalam hewan yang akan kita periksa.
Selain itu pada saat pengambilan sampel darah petugas juga harus menggunakan
perlengkapan pelindung (Personal Protective Equipment/PPE). Penggunaan PPE sangat
diwajibkan jika petugas ingin mengambil sampel darah dari hewan untuk melindungi petugas
dari agen penyakit yang diduga terdapat pada hewan. Yang termasuk PPE standar adalah
pakaian pelindung (jas lab, wearpack), sarung tangan (gloves), masker/aspirator, tutup kepala
dan sepatu boot.
Sementara itu peralatan yang biasa digunakan dalam pengambilan darah adalah
1. Jarum suntik (syringue) dan spoit
Ukuran jarum suntik harus disesuaikan dengan jenis hewan yang akan diambil darahnya
sementara itu volume spoit harus disesuaikan dengan jenis hewan dan jumlah darah yang
akan diambil untuk keperluan pengujian.
2. Vacuum tube
Terdapat beberapa jenis vacuum tube diantaranya lithium heparin (tutup tabung berwarna
hijau), tidak berheparin (tutup tabung berwarna merah) dan EDTA heparin (tutup tabung
berwarna merah) yang masing-masing memiliki kegunaan yang berbeda tergantung tujuan
dari pengambilan darah. Pada vacuum tube perlu juga diperhatikan tanggal kadaluarsanya
karena ini akan mempengaruhi hasil dari sample darah yang diambil. Selain itu perlu
diperhatikan juga volume tabung yang akan digunakan. Terdapat dua macam tabung
berdasarkan volumenya yaitu 4ml dan 9ml. Gunakan vacuum tube sesuai jumlah sampel
darah yang akan diambil
3. Pendingin untuk transportasi darah dari lokasi pengambilan darah ke laboratorium.
Pengambilan darah (venesectio) merupakan salah satu hal yang terpenting dari pendeteksian
penyakit hewan ternak. Tujuan pengambilan darah ternak yaitu untuk mengetahui tingkat
kadar suatu zat yang terkandung dalam darah ternak tersebut. Pengambilan sampel darah
ternak dapat juga di gunakan untuk mengidentifikasi suatu penyakit yang menyerang atau
diderita ternak tersebut. Pengambilan sampel darah pada ternak tidak bisa di lakukan dengan
cara sembarangan, di perlukan kecermatan dan ketelitian yang tinggi. Karena apabila terjadi
kesalahan maka darah tidak akan terhisap keluar dan apabila tidak dilakukan dengan cara
yang benar maka akan menimbulkan sakit pada hewan yang diambil sampel darahnya.
Terdapat dua metode untuk mengambil sampel darah pada ternak yaitu dengan menggunakan
vacuum tube dan dengan menggunakan suntikan.

Pada hewan ternak pengambilan sampel darah ternak dapat dilakukan pada beberapa tempat
yaitu :
-

Vena jugularis

Pembuluh darah vena jugularis teletak pada bagian leher hewan. Pengambilan darah melalui
vena jugularis dapat dilakukan pada segala usia hewan, baik pada hewan usia muda dan tua.
Sebelum dilakukan pengambilan darah lebih baik hewan di restrain terlebih dahulu untuk
mencegah stres pada hewan maupun untuk keamanan hewan dan petugas pengambil darah.
Teknik pengambilan darah melalui vena jugularis adalah kepala hewan diteggakan kemudan
berikan penekanan pada vena jugularis di sekitar area pangkal leher supaya darah menjadi
sedikit tersumbat dan ukuran vena jugularis mengembang. Kemudian tusukkan jarum secara
lembut dan perlahan menembus kulit dan vena jugularis, arahkan jarum dengan sudut sekitar
20o dengan permukaan kulit. Setelah itu tarik ujung syringue/spoit untuk mengambil darah
sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan. Tekan bekas suntikan setelah darah selesai diambil
untuk menghentikan pendarahan pada leher sapi.
-

Vena cephalica antibrachii anterior

Pengambilan darah melalui vena ini biasa dilakukan pada ruminansia kecil seperti kambing
dan domba. Pembuluh darah vena cepcilica antibrachii anterior terletak pada distal anterior
kaki depan domba. Apabila ingin mengambil sampel darah pada daerah ini akan lebih mudah
apabila ternak diposisikan dengan keadan ternak rebah.
-

Vena coccygea

Pengambilan darah melalui vena coccygea sering digunakan pada hewan yang berusia tua
dan sering dilakukan pada hewan sapi, jarang pada ruminansia kecil seperti domba dan
kambing. Sebelum dilakulkan pengambilan darah hewan perlu direstrain terlebih dulu.
Cara pengambilan darah melalui vena coccygea adalah ekor hewan diangkat secara
horisontal. Tekan pangkal ekor untung menyumbat aliran darah pada vena coccygea sehingga
vena terlihat mengembang. Gunakan jarum yang lebih kecil dibandingkan untuk pengambilan
melalui vena jugularis karena vena coccygea berukuran lebih kecil. Setelah vena coccygea
berhasil terfiksir, darah diambil sesuai dengan kebutuhan pemeriksaan.
-

Vena femoralis

Pengambilan darah melaui vena femoralis jarang dilakukan pada sapi, biasanya dilakukan
pada kambing atau domba. Pembuluh darah vena femoralis terletak pada daerah
proksimomedial kaki belakang. Pengambilan darah pada daerah ini cukup sulit. Lebih mudah
dilakukan jika domba direbahkan.