Anda di halaman 1dari 5

Praktikum MK.

Riset dan Konsumen


Anggota kelompok :
Desy Dwikawati
Nines Mia R
Uput Sri
Nurhidayati
Ruri Nurashri R

I24130023
I24130027
I24130028
I24130029
I24130030

Pengaruh Sikap dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga


A. Definisi Variabel
Perilaku
Perilaku adalah semua kegiatan atau aktifitas diamati langsung
maupun tidak dapat diamati oleh pihak luar (Notoatmodjo 2003). Menurut
Skinner yang diacu dalam Notoatmodjo (2003), perilaku merupakan respon
atau reaksi seseorang terhadap stimulus atau rangsangan dari luar.
Pengelolaan sampah
Pengelolaan sampah adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan
berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah
(Widiastuti 2015). Pengelolaan sampah di permukiman terdiri dari sistem
pewadahan, sistem pengumpulan, sistem pemindahan, sistem perangkutan,
sistem pembuangan akhir, dan sistem pengolahan sampah (SK SNI 2008)
Sampah
Menurut Artiningsih, Hadi, Syafrudin (2008), sampah adalah Limbah dari
kehidupan, kegiatan dan usaha manusia dipermukaan bumi. Ecolink (1996),
diacu dalam Marliani (2014), sampah adalah Suatu bahan yang terbuang atau
dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum
memiliki nilai ekonomis. Sampah adalah limbah yang bersifat padat terdiri dari
zat organik dan zat anorganik yang dianggap tidak berguna lagi dan harus
dikelola agar tidak membahayakan lingkungan dan melindungi investasi
pembangunan (SK SNI 1990). Sedangkan menurut Suyoto (2008), diacu dalam
Riswan, Sunoko, Hadiyarto (2011), sampah adalah Sisa kegiatan sehari-hari
manusia dan/atau dari proses alam yang berbentuk padat.
Rumah Tangga
Menurut UU. No. 23 Tahun 2004 dijelaskan bahwa lingkup dari rumah
tangga terdiri dari suami, isteri, dan anak yang mempunyai hubungan keluarga
karena hubungan darah, perkawinan, pengasuhan, dan perwalian, yang menetap
dalam rumah tangga. Dalam ilmu sosial, rumah tangga didefinisikan sebagai
bagian terkecil dari masyarakat. Rumah tangga juga merupakan institusi yang
paling penting pengaruhnya terhadap sosialisasi manusia.
Sampah Rumah Tangga
Menurut UU No.18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah
mendefinisikan sampah rumah tangga sebagai sampah yang berasal dari

kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga, tidak termasuk tinja dan sampah
spesifik (sampah yang mengandung bahan beracun). Selajutnya Widyadmoko
(2002), mengelompokkan sampah rumah tangga yaitu sampah yang berasal dari
kegiatan rumah tangga yang terdiri dari bermacam-macam jenis sampah sebagai
berikut:
1.
Sampah basah atau sampah yang terdiri dari bahan organik yang mudah
membusuk yang sebagian besar adalah sisa makanan, potongan hewan,
sayuran, dan lain-lain.
2.
Sampah kering yaitu sampah yang terdiri dari logam seperti besi tua,
kaleng bekas dan sampah kering non logam, misalnya kertas, kaca, keramik,
batu- batuan, dan sisa kain.
3.
Sampah lembut, misalnya debu yang berasal dari penyapuan lantai
rumah, gedung dan penggergajian kayu.
4.
Sampah besar atau sampah yang terdiri dari bangunan rumah tangga
yang besar, seperti meja, kursi, kulkas, radio dan peralatan dapur.
B. Definisi Oprasional
1. Perilaku adalah semua kegiatan atau aktifitas pengelolaan sampah
dengan cara penggunaan kembali, mendaur ulang, dan mengurangi
sampah yang dapat diamati langsung maupun tidak dapat diamati oleh
pihak luar.
2. Pengelolaan sampah adalah adalah suatu proses pemilahan,
pembuangan, daur ulang, dari sampah rumah tangga.
3. Sampah adalah limbah dari kehidupan, kegiatan, dan usaha manusia
yang dilakukan dalam ruang lingkup rumah tangga.
4. Rumah Tangga adalah sekumpulan orang yang tinggal dalam satu
rumah dan melakukan pengelolaan sampah secara bersama-sama.
5. Sampah Rumah Tangga adalah sampah yang berasal dari kegiatan
sehari-hari dalam rumah tangga baik itu organik maupun anorganik.
C. Instrumen
Instrumen ini dikembangkan sendiri oleh kelompok kami tentang
perilaku ibu rumah tangga dalam mengelola sampah dengan cara
menggunakan kembali, mendaur ulang, dan mengurangi sampah rumah
tangga. Instumen ini menggunakan skala Likert 1-5 (1=tidak pernah.
2=jarang, 3=kadang-kadang, 4=sering, dan 5=selalu) dengan 20 item
pernyataan.
D. Sampel
Sampel dalam pengukutan tingkat motivasi ini adalah rumah tangga
yang ada di Babakan Raya Kabupaten Bogor yaitu sebanyak 60 KK
E. Kuesioner
Identitas responden
1 Nama
2 Usia
3 Jenis kelamin
4 Pendidikan terakhir
5 Pekerjaan
:
6 Pendapatan perbulan
7 Jumlah keluarga :

:
:
:
:
:

INSTRUMEN PENGUKURAN PERILAKU PENGELOLAAN SAMPAH


RUMAH TANGGA
No
1.

2.
3.

4.

5.

6.
7.
8.

9.
10.

11.

Pernyataan
Saya memilah sampah
organik dan anorganik setiap
hari
Saya rutin membayar iuran
sampah setiap sebulan sekali
Saya memanfaatkan botol
bekas untuk didaur ulang
menjadi barang yang berguna
(tempat pensil, pot bunga, dll)
dalam sebulan terakhir
Saya memanfaatkan
dedaunan, kulit buah, sisa
sayuran, dll sebagai pupuk
kompos dalam sebulan
terakhir
Dalam sebulan terakhir saya
mengumpulkan botol-botol
bekas, kertas, kaleng, dan
kaca untuk kemudian dijual
Saya memakai tas dari daur
ulang sampah plastik
Saya memiliki lebih dari satu
tempat sampah di rumah
Saya mengikuti kegiatan kerja
bakti di lingkungan tempat
tinggal saya dalam sebulan
terakhir
Saya memusnahkan sampah
dengan cara dibakar*
Saya membawa kantong
sendiri saat berbelanja di
pasar tradisional dan
supermarket untuk
mengurangi pemakaian
kantong plastik dalam
seminggu terakhir
Saya membuang sampah
rumah tangga dengan
bantuan petugas kebersihan

Tidak
pernah

Skala penilaian
KadangJarang
Sering
kadang

Selalu

12.

14.

15.
16.

17.

18.
19.

20.

Saya membuang sampah


rumah tangga dengan cara
ditimbun*
Saya mengajarkan anak saya
untuk memilah sampah pada
tempat sampah yang berbeda
Saya membiasakan keluarga
saya untuk memilah sampah
Saya membiasakan anak
untuk membawa botol non
kemasan setiap hari
Saya membuat hiasan rumah
dari kardus bekas selama tiga
bulan terakhir
Baju bekas yang tidak
terpakai saya jual kembali
Barang elektronik yang sudah
rusak saya jual ke tukang
rongsokan selama enam
bulan terakhir
Saya mengajak tetangga
untuk mendaur ulang barang
bekas pakai menjadi hiasan
rumah

Daftar Pustaka
Banga M. 2011. Household knowledge, attitudes and practices in solid waste
segregation and recycling: the case of urban Kampala. Zambia Social
Science Journal 2(1): 27-39.
Gusti A, Isyandi B, Bahri S, dan Afandi D. 2015. Hubungan pengetahuan, sikap,
dan intensi perilaku pengelolaan sampah berkelanjutan pada siswa
sekolah dasar di Kota Padang. Jurnal Dinamika Lingkungan Indonesia
2(2):100-107.
Kumar M, Nandini N. 2013. Community attitude, perception and willingness
towards solid waste management in Bangalore city, Karnataka, India.
International Journal of Environmental Sciences 4(1):87-95.
Licy CD, Vivek R, Saritha K, Anies TK, Josphina CT. 2013. Awareness, Attitude
and Practice of School Students towards Household Waste
Management. Journal Of Environment 2:147-150.
Mbeng LO, Probert L, Phillips PS, Fairweather R. 2009. Assessing public
attitudes and behaviour to household waste management in cameroon

to drive strategy development: A Q methodological approach. Journal


Sustainability 1:556-572.
Notoatmodjo S. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta [ID] : Rineka
Cipta
Rohmatin VA, lampus B, tucunan A.2013. Hubungan antara pengetahuan dan
sikap dengan pengelolaan sampah rumah tangga di lingkungan ii
kelurahan sumompo kecamatan tuminting kota manado. Bidang Minat
Kesehatan Lingkungan Universitas Sam Ratulangi.