Anda di halaman 1dari 35

Tata KELOLA PERUSAHAAN & Manajemen Risiko

Corporate Governance & Risk Management

64

OCBC NISP Laporan Keberlanjutan 2012

TATA KELOLA DAN KOMITMEN KAMI

Governance and Our Commitment

Dalam industri perbankan, kepercayaan nasabah merupakan


faktor fundamental yang menentukan kesinambungan bisnis
bank. Kepercayaan nasabah terhadap bank sangat tergantung
pada persepsi nasabah terhadap citra dan reputasi bank. Di tengah
lingkungan bisnis yang dinamis dan persaingan yang semakin
kompetitif, pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik (Good
Corporate Governance GCG) sesuai praktik perbankan yang
sehat, bertanggung jawab dan berhati-hati merupakan salah satu
upaya dalam menjaga kepercayaan nasabah untuk mencapai
pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

In the banking industry, customer trust is the fundamental factor


that determines the banks business sustainability. Customer trust
towards the bank depends on their perception about the banks
image and reputation. Given a dynamic and competitive business
environment, implementation of Good Corporate Governance
(GCG) in accordance with sound, responsible and prudent banking
practices is an effort in maintaining consumer trust in order to
attain sustainable business growth.

Pedoman kerja Dewan Komisaris dan Direksi (Board Charter)


Dalam menjalankan tugasnya, Dewan Komisaris dan Direksi telah
memiliki pedoman kerja yang memuat antara lain pengaturan
etika kerja, tugas dan tanggung jawab serta pengaturan rapat
dewan. Board Charter juga mengatur mengenai ketentuan
rangkap jabatan bagi Dewan Komisaris dan Direksi, dimana
Direksi dilarang merangkap jabatan sebagai Dewan Komisaris,
Direksi atau pejabat eksekutif di lingkungan organisasi Bank OCBC
NISP ataupun di perusahaan lain dan/atau lembaga lain. Dengan
demikian, sampai saat ini tidak ada anggota Dewan Komisaris dan
Direksi yang juga menjabat sebagai pejabat eksekutif. [4.2]

Board Charter
In performing their respective duties, the Board of Commissioners
and the Board of Directors have a set of working guidelines
containing work ethics, duties and responsibilities and also
procedures for Board meetings. The Board Charter also regulates
concurrent positions of Board members, stipulating that
Bank Directors are not permitted to hold other positions as
Commissioners, Directors or executive officers within Bank OCBC
NISP or at other companies/institutions. Thus, there is no member
of the Board of Commissioners and the Board of Directors who
concurrently serves as an executive officer. [4.2]

Pedoman GCG
Sebagai perusahaan publik, Bank OCBC NISP senantiasa mematuhi
peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Peraturan Bursa Efek Indonesia,
Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia yang
dikeluarkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG),
Peraturan Bank Indonesia No. 8/14/PBI/2006 tanggal 5 Oktober
2006 tentang perubahan atas Peraturan Bank Indonesia No.8/4/
PBI/2006 tentang pelaksanaan Good Corporate Governance bagi
Bank Umum.

GCG Manual
As a public company, Bank OCBC NISP consistently complies with
applicable law, including the regulations of the Financial Services
Authority (OJK) and the Indonesia Stock Exchange (BEI), General
Guidelines for Good Corporate Governance in Indonesia issued by
the National Committee on Governance Policy (KNKG), and Bank
Indonesia Regulation No. 8/14/PBI/2006 dated October 5, 2006
regarding Revision to Bank Indonesia Regulation No. 8/4/PBI/2006
regarding Implementation of Good Corporate Governance by
Commercial Banks.

Struktur Tata Kelola

Governance Structure

Bank OCBC NISP menerapkan struktur tata kelola yang


menyeluruh sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundangundangan yang ada, diantaranya; Undang Undang Pasar Modal
dan Bursa, Undang Undang Perseroan Terbatas, regulasi Bank
Indonesia, regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Anggaran
Dasar Perusahaan, serta praktik terbaik sebagai warga korporasi.
Struktur tata kelola Bank OCBC NISP terdiri dari tiga badan, yaitu
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris dan
Direksi. [4.1]

Bank OCBC NISP applies a comprehensive governance structure


in accordance with applicable law and regulations, particularly
Capital Market and Stock Exchanges Laws, Limited Liability
Company Law, Bank Indonesia Regulations, Financial Services
Authority Regulations, the Companys Articles of Association as
well as best corporate citizen practices. The Banks governance
structure consists of three bodies, which are General Meeting
of Shareholders (GMS), Board of Commissioners and Board of
Directors. [4.1]

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)


Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan organ
tertinggi di Bank OCBC NISP yang memegang seluruh otoritas
yang tidak dilimpahkan kepada Dewan Komisaris ataupun
Direksi. Forum RUPS merupakan forum bagi pemegang saham

General Meeting of Shareholders (GMS)


The General Meeting of Shareholders (GMS) is Bank OCBC NISPs
highest corporate organ, which has the authority not granted upon
the Board of Commissioners or Directors. GMS is the forum for
shareholders to convey questions, recommendations and direction

OCBC NISP Sustainability Report 2012

65

Tata Kelola Perusahaan & Manajemen Risiko


Corporate Governance & Risk Management

untuk menyampaikan pertanyaan, rekomendasi dan arahan bagi


Dewan Komisaris dan Direksi terkait Rencana Bisnis Bank, laporan
pengawasan Dewan Komisaris dan/atau laporan hasil kinerja
perusahaan yang disampaikan Direksi. [4.4]

to the Board of Commissioners and Board of Directors regarding


Bank Business Plan, BOC oversight report and/or company
performance reports presented by the Board of Directors. [4.4]

Pelaksanaan RUPS dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang


Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham
Luar Biasa (RUPSLB). Pada tahun 2012, Bank OCBC NISP telah
menyelenggarakan 1 (satu) kali RUPST dan 1 (satu) kali RUPSLB.

The GMS exercises its authority through the Annual General


Meeting of Shareholders (AGMS) and the Extraordinary General
Meeting of Shareholders (EGMS). In 2012, Bank OCBC NISP held 1
(one) AGMS and 1 (one) EGMS.

RUPST dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2012 di Jakarta,


dihadiri oleh para pemegang saham yang mewakili lebih kurang
sebesar 96,45% dari seluruh saham yang telah dikeluarkan Bank
OCBC NISP. Agenda utama RUPST tersebut adalah membahas
dan mengesahkan seluruh laporan kinerja perusahaan dan
Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris serta menetapkan
penggunaan keuntungan bersih Bank OCBC NISP tahun
buku 2011.

The AGMS was conducted on May 22, 2012 in Jakarta, and attended
by shareholders or their proxies representing approximately
96.45% of all shares issued by Bank OCBC NISP. The main agenda
of AGMS was to discuss and approve all reports of the companys
performance and BOC oversight report as well as the appropriation
of Bank OCBC NISPs net income for the financial year 2011.

RUPSLB dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2012 di Jakarta, dihadiri


oleh para pemegang saham atau kuasanya yang mewakili 96,45%
dari seluruh saham yang telah dikeluarkan Bank OCBC NISP.
Agenda RUPSLB adalah membahas pelaksanaan Penawaran
Umum Terbatas VI.

The EGMS was held on May 22, 2012 in Jakarta, attended by


shareholders or their proxies representing approximately 96.45%
of all shares issued by Bank OCBC NISP. The agenda of EGMS was
to discuss the Limited Public Offering VI.

Dewan Komisaris
Dewan Komisaris bertanggung jawab melakukan pengawasan
antara lain mengarahkan, memantau dan mengevaluasi
pelaksanaan strategi kebijakan Bank oleh Direksi dan memberikan
saran serta nasihat kepada Direksi terkait dengan pelaksanaan
tugas dan tanggung jawab Direksi dalam mengelola Bank. Anggota
Dewan Komisaris Bank OCBC NISP per tanggal 31 Desember 2012
berjumlah 8 (delapan) orang. Seluruh anggota Dewan Komisaris
Bank tidak merangkap jabatan yang dilarang oleh peraturan Bank
Indonesia tentang pelaksanaan GCG. [4.2]

Board of Commissioners
The Board of Commissioners is responsible for supervision,
including
directing, monitoring
and
evaluating
the
implementation of Bank policy strategy by the Board of Directors
and giving suggestions and advice related to their duties and
responsibilities in managing the Bank. As at December 31, 2012,
membership of Bank OCBC NISPs Board of Commissioners
consisted of 8 (eight) people. None of the Banks Commissioners
hold concurrent positions, as stipulated in Bank Indonesia
regulation on GCG Implementation. [4.2]

Dewan Komisaris memiliki komite-komite untuk mendukung


pelaksanaan fungsi pengawasan Dewan Komisaris, yaitu Komite
Audit, Komite Pemantau Risiko dan Komite Remunerasi dan

The Board of Commissioners has Committees charged to support


implementation of the Boards supervision function, consisting of
the Audit Committee, Risk Monitoring Committee, Remuneration

Komite Audit melaksanakan fungsinya sebagaimana ditetapkan


dalam ketentuan perundangan di bidang pasar modal, perbankan
dan Bursa Efek, serta berpedoman pada tata kerja Komite Audit
yang ditetapkan dalam Piagam Komite Audit. Komite memiliki
akses penuh terhadap dan meminta kerja sama dari manajemen
dan Unit Internal Audit serta berwenang mengundang setiap
Komisaris, Direksi dan Pejabat Eksekutif untuk hadir dalam rapat.
Anggota Komite Audit Bank OCBCNISP per tanggal 31 Desember
2012 berjumlah 4 (empat) orang yang terdiri dari 2 (dua) orang
Komisaris Independen dan 2 (dua) orang Pihak Independen.

The Audit Committee discharges its functions as stipulated in


rules and regulations governing the capital market, banking
sector and stock exchange, as well as working guidelines of the
Audit Committee as outlined in the Audit Committee Charter.
The Committee has full access to and requires cooperation of
management and Internal Audit and has the authority to invite
Commissioners, Directors and Executive Officers to Committee
meetings. As at December 31, 2012, the members of Bank OCBC
NISPs Audit Committee are 4 (four) people, comprising 2 (two)
Independent Commissioners and 2 (two) independent parties.

Nominasi.

66

OCBC NISP Laporan Keberlanjutan 2012

and Nomination Committee.

Komite Pemantau Risiko menjalankan tugasnya berdasarkan


Pedoman Kerja (charter) Komite Pemantau Risiko yang juga
mengatur fungsi Komite ini. Komite Pemantau Risiko bertanggung
jawab kepada Dewan Komisaris dan bertugas melakukan evaluasi
serta memastikan keselarasan antara Kebijakan Manajemen
Risiko dan penerapannya. Komite ini juga memantau tugas dan
fungsi Komite Manajemen Risiko dan memberikan rekomendasi
kepada Dewan Komisaris. Anggota Komite Pemantau Risiko Bank
OCBCNISP per tanggal 31 Desember 2012 berjumlah 6 (enam)
orang yang terdiri dari 2 (dua) orang Komisaris Independen, 2 (dua)
orang Komisaris, dan 2 (dua) orang Pihak Independen. [4.9]

The Risk Monitoring Committee performs duties based on the


Risk Monitoring Committee Charter, which simultaneously
stipulates the Committee functions. The Risk Monitoring
Committee is responsible to the Board of Commissioners and
has duties to perform evaluation and to ensure the alignment
of risk management policies to the implementation. The
committee also monitors the duties and functions of the Banks
Risk Management Committee and provides recommendations
to the Board of Commissioners. As at per December 31, 2012, the
members of Bank OCBC NISPs Risk Monitoring Committee are
6 (six) people, comprising 2 (two) Independent Commissioners,
2 (two) Commissioners and 2 (two) independent parties. [4.9]

Komite Remunerasi dan Nominasi bertanggung jawab membuat


formulasi kriteria pemilihan dan prosedur nominasi untuk
Komisaris dan Direktur. Sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia,
jumlah keanggotaan Komite Remunerasi dan Nominasi terdiri dari
seorang Komisaris Independen, seorang Komisaris dan seorang

The Remuneration and Nomination Committee is responsible for


formulating the selection criteria and nomination procedures for
Commissioners and Directors. In accordance with Bank Indonesia
regulations, the Remuneration and Nomination Committee
consists of an Independent Commissioner, a Commissioner and

Direksi
Direksi bertanggung jawab dalam pengelolaan Bank, pembuatan
dan pelaksanaan kebijakan dan strategi usaha, memelihara
aset Bank, memastikan tercapainya target dan tujuan usaha,
mengusahakan efisiensi dan efektivitas operasional termasuk
melaksanakan prinsip-prinsip GCG dalam setiap kegiatan usaha.
Per tanggal 31 Desember 2012, Direksi Bank OCBC NISP terdiri dari
9 (sembilan) orang dan dipimpin oleh seorang Presiden Direktur.
Anggota Direksi terdiri atas para profesional yang memiliki
pengalaman panjang pada industri perbankan dan telah lulus
Penilaian Kemampuan dan Kepatutan.

Board of Directors
The Board of Directors is responsible for managing the Bank,
applying and formulating business strategies and policies,
maintaining the Banks assets, ensuring achievement of business
targets and purposes, continually driving operational effectiveness
and efficiency, including enforcing GCG practices in all business
activities. As of December 31, 2012, the Board of Directors of Bank
OCBC NISP comprised 9 (nine) members and chaired by a President
Director. Members of the Board of Directors are professionals who
have extensive experience in banking industry and have passed
the Fit and Proper Test.

Dalam menjalankan tugasnya, Direksi dibantu oleh Komite


Eksekutif, yaitu: [4.1]

In the execution of its duties, the Board of Directors are supported


by Executive Committees, namely: [4.1]

Evaluasi Kinerja Direksi


Penilaian kinerja anggota Direksi dilakukan oleh Rapat Dewan
Komisaris dan/atau sistem lain yang ditetapkan oleh pemegang
saham. Mekanisme penilaian kinerja Direksi dirumuskan oleh
Komite Remunerasi dan Nominasi serta ditetapkan oleh Dewan

Directors Performance Evaluation


Assessment on the Directors performance is made through
the Board of Commissioners Meeting and/or another system
established by the shareholders. The mechanism of Directors
performance evaluation is formulated by the Remuneration

Pejabat Eksekutif yang membawahi sumber daya manusia atau


wakil dari karyawan. Jumlah anggota paling kurang 3 (tiga) orang.
Apabila anggota Komite lebih dari 3 (tiga) orang, maka jumlah
anggota Komisaris Independen paling kurang berjumlah 2 (dua)
orang. Ketua Komite Remunerasi dan Nominasi harus dijabat oleh
Komisaris Independen.

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Komite Manejemen Risiko


Komite Manejemen Risiko Kredit
Komite Manejemen Risiko Pasar
Komite Aset Liabilities (ALCO)
Komite Fraud
Komite Human Capital
Komite Pengarah Teknologi Informasi
Komite Network
Komite Harga

an executive responsible for human resources or a representative


of the Banks employees. The members shall be a minimum of
3 (three) people. Should the Committee comprise more than 3
(three) people, the number of Independent Commissioners shall
be at least 2 (two) people. The Chairman of the Remuneration and
Nomination Committee must be an Independent Commissioner.

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Risk Management Committee


Credit Risk Management Committee
Market Risk Management Committee
Assets-Liabilities Committee (ALCO)
Fraud Committee
Human Capital Committee
Information Technology Steering Committee
Network Committee
Price Committee

OCBC NISP Sustainability Report 2012

67

Tata Kelola Perusahaan & Manajemen Risiko


Corporate Governance & Risk Management

Komisaris setelah didiskusikan dengan Direksi. Selain itu, Direksi


membuat Laporan Tahunan yang memuat pertanggungjawaban
mengenai keadaan dan jalannya perusahaan yang disampaikan
dalam RUPS. RUPS akan melakukan penilaian atas seluruh
pelaporan yang sudah disampaikan Direksi. [4.10]

and Nomination Committee and established by the Board of


Commissioners after being discussed with the Board of Directors.
In addition, the Directors prepare an Annual Report that provides
accountability on the conditions and the operations of the
Company, to be submitted in the GMS. The GMS performs an
evaluation of all reports submitted by the Directors. [4.10]

Prosedur Pengangkatan Direksi


Anggota Direksi, komposisi dan jumlahnya diangkat dan
ditetapkan oleh RUPS dengan memperhatikan visi, misi dan
rencana strategis perusahaan untuk memungkinkan pengambilan
keputusan yang efektif, tepat, cepat serta dapat bertindak secara
independen.

Procedure for Directors Appointment


The GMS determines the number and composition of membership,
and appoints members of the Board of Directors in accordance
with the corporate vision, mission and strategic plan to enable
effective, proper and fast decision-making process and overall
independence.

Tata cara pencalonan, pengangkatan, penggantian, dan


pemberhentian anggota Direksi diatur dalam Anggaran Dasar
perusahaan dan Board Charter. Komite Remunerasi dan Nominasi
membuat formulasi kriteria pemilihan dan prosedur nominasi

The procedures for nomination, appointment, replacement and


dismissal of members of the Board of Directors are stipulated
in the Companys Articles of Association and Board Charter. The
Remuneration and Nomination Committee is responsible for

Prosedur Penetapan Remunerasi


Remunerasi Dewan Komisaris ditetapkan dan disetujui oleh
pemegang saham mayoritas melalui RUPS. Sedangkan remunerasi
Direksi ditetapkan oleh Dewan Komisaris berdasarkan wewenang
yang diberikan oleh RUPS. Formulasi besaran gaji/honorarium dan
tunjangan bagi Dewan Komisaris dan Direksi direkomendasikan
oleh Komite Remunerasi dan Nominasi. Komite Remunerasi dan
Nominasi juga menyusun kebijakan remunerasi bagi eksekutif
di bawah Direksi dan seluruh karyawan berdasarkan evaluasi
terhadap kinerja perusahaan, tanggung jawab dan kinerja
individu, tingkat inflasi serta tingkat remunerasi di industri
perbankan. [4.5]

Procedures for Determining Remuneration


Remuneration for the Board of Commissioners is determined and
approved by a majority of the shareholders through the GMS,
while remuneration for the Board of Directors is determined by
the Board of Commissioners based on an authority granted by the
GMS. The Commissioners and Directors salary/honorarium and
allowances are formulated based on a recommendation by the
Remuneration and Nomination Committee. The Committee also
prepares a remuneration policy for executives under the level of
Directors and all employees, on the basis of evaluation on company
performance, individual performance and responsibilities, inflation
rate and remuneration in the banking industry. [4.5]

Total remunerasi yang diterima oleh Dewan Komisaris pada tahun


2012 (gaji, bonus, tunjangan rutin dan fasilitas lainnya) sebesar
Rp16,43 miliar. Sedangkan remunerasi Direksi pada tahun 2012
dengan komponen yang sama sebesar Rp69,55 miliar.

Total remuneration received by the Board of Commissioners in


2012 (salary, bonus, allowances and other facilities) amounted to
a total of Rp16.43 billion, while the remuneration for Directors in
2012 with the same components was a total of Rp69.55 billion.

Penjelasan lengkap mengenai RUPS, Dewan Komisaris dan komitekomite di bawah Dewan Komisaris serta Direksi dan komite-komite
eksekutif disajikan dalam Laporan Tahunan 2012 Bank COBC NISP.

Detailed explanation about the GMS, Board of Commissioners as


well as committees under the Board of Commissioners and the
Board of Directors and the executive committees are provided in
the 2012 Annual Report of Bank OCBC NISP.

Upaya Kami untuk Tata Kelola yang Lebih Baik

Our Efforts for Better Corporate Governance

Penerapan Fungsi Kepatuhan [4.11]


Bank OCBC NISP berkomitmen untuk mematuhi peraturan Bank
Indonesia ataupun peraturan perundangan lainnya yang berlaku

Implementation of Bank Compliance [4.11]


Bank OCBC NISP is committed to comply with Bank Indonesia
regulations and other prevailing rules and regulations and

untuk Direktur, melakukan identifikasi dan kajian atas calon


yang masuk nominasi dan merekomendasikannya kepada
Dewan Komisaris. Calon anggota Direksi diajukan ke RUPS untuk
mendapat persetujuan. Selanjutnya, Direksi yang telah disetujui
RUPS dilaporkan ke Bank Indonesia untuk menjalani Penilaian
Kemampuan dan Kepatutan. [4.7]

68

OCBC NISP Laporan Keberlanjutan 2012

formulating nomination criteria and procedures for Directors,


making selection and review of nominated candidates and
recommending candidates to the Board of Commissioners. The
Director candidates are presented to the GMS for approval.
Subsequently, a report of the Directors who obtained GMS
approval is made to Bank Indonesia in order to undergo a Fit and
Proper Test. [4.7]

dan terus memastikan terlaksananya fungsi kepatuhan bank. Hal


ini sejalan dengan Peraturan Bank Indonesia No 13/2/PBI/2011
tanggal 20 Januari 2011 tentang Pelaksanaan Fungsi Kepatuhan
Bank Umum.

continually ensures the implementation of bank compliance


function. This commitment is in line with Bank Indonesia
Regulation No 13/2/PBI/2011 dated January 20, 2011 regarding the
Implementation of Compliance function in Commercial Banks.

Dewan Komisaris melakukan pengawasan aktif atas fungsi


kepatuhan melalui berbagai aktivitas antara lain dengan
mengevaluasi pelaksanaan fungsi kepatuhan melalui pelaporan
triwulan dan semesteran dari Direktur yang membawahi fungsi
kepatuhan, rapat Dewan Komisaris, dan rapat Komite Audit.
Berdasarkan hasil evaluasi, Dewan Komisaris memberikan saransaran dalam rangka meningkatkan kualitas pelaksanaan Fungsi
Kepatuhan Bank di Bank OCBC NISP.

The Board of Commissioners (BOC) of Bank OCBC NISP performs


active supervision on compliance function through various
activities, among others, by evaluating overall implementation of
compliance through quarterly and semester reports prepared by
the Banks Director in charge of compliance, BOC meetings, and
Audit Committee meetings. Based on the evaluation results, BOC
provides recommendations for improvements to the quality of
Bank OCBC NISPs compliance implementation.

Direksi Bank OCBC NISP berperan dalam memastikan pelaksanaan


Fungsi Kepatuhan Bank tersebut serta menumbuhkan dan
mewujudkan terlaksananya budaya kepatuhan pada semua
tingkatan organisasi dan kegiatan usaha Bank antara lain

Bank OCBC NISPs BOD serves to ensure implementation of Banks


compliance function as well as building and applying Compliance
Culture at all levels of the organization and across the Banks
businesses, among others by setting policies and/or making

Pengelolaan Fungsi Kepatuhan


Dalam pengelolaan Bank diperlukan suatu fungsi pengelolaan
risiko kepatuhan (compliance risk) secara efektif yang disebut
dengan fungsi kepatuhan (compliance function), yaitu unit kerja
yang menjalankan fungsi kepatuhan secara konsisten berdasarkan
prinsip-prinsip fungsi kepatuhan. [4.11]

Compliance Risk Management


In managing the Bank, it is necessary to maintain an effective
compliance risk management function, commonly called
compliance function, as a working unit that consistently runs the
Banks compliance activities based on compliance principles. [4.11]

Fungsi Kepatuhan adalah suatu fungsi independen yang meliputi


tindakan untuk:
1. Mewujudkan terlaksananya Budaya Kepatuhan pada semua
tingkatan organisasi dan kegiatan usaha Bank;
2. Mengelola Risiko Kepatuhan yang dihadapi oleh Bank;
3. Memastikan agar kebijakan, ketentuan, sistem, dan prosedur
serta kegiatan usaha yang dilakukan oleh Bank telah sesuai
dengan ketentuan Bank Indonesia dan peraturan perundangundangan yang berlaku, termasuk Prinsip Syariah bagi Bank
Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah; dan [4.12]
4. Memastikan kepatuhan terhadap komitmen yang dibuat oleh

As an independent function, Compliance duties include the


following:
1. Promoting implementation of compliance culture across all
organizational levels and bank businesses.
2. Managing compliance risk faced by the Bank.
3. Ensuring that policies, provisions, systems, procedures and
businesses carried out by the Bank have conformed to all Bank
Indonesia and other prevailing regulations, including Sharia
principles applicable to Sharia banks and Sharia business unit,
and [4.12]
4. Ensuring compliance with agreements and commitments

Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan


Pendanaan Terorisme (APU-PPT)
Penerapan Program APU dan PPT yang dilakukan meliputi
memastikan kepatuhan seluruh lini organisasi terhadap
pemenuhan PBI dan peraturan perundang-undangan lainnya
termasuk Kebijakan dan Prosedur Operasional Standar OCBC
NISP terkait dengan Penerapan Program Anti Pencucian Uang
dan Pencegahan Pendanaan terorisme serta terlibat dalam
sosialisasi compliance culture kepada seluruh lini organisasi untuk
mengkomunikasikan dan meningkatkan compliance awareness
khususnya pemahaman dan Penerapan Program APU-PPT. [4.12]

Implementation of Anti Money Laundering and Counter Financing


of Terrorism (AML-CFT)
The implementation of the AML and CFT Program is carried out
by ensuring compliance across organization lines in fulfillment
of Bank Indonesia regulations and other prevailing regulations,
including Bank OCBC NISPs Policy and Standard Operational
Procedures related to Implementation of the Anti-Money
Laundering and Counter Financing of Terrorism Program, and by
being actively involved in disseminating the compliance culture
to all organization in the effort to communicate and improve
compliance awareness, especially overall understanding and
implementation of the AML-CTF Program. [4.12]

dengan menyusun kebijakan dan/atau menetapkan keputusan


berpedoman kepada ketentuan dan perundangan yang berlaku.

Bank kepada Bank Indonesia dan/atau otoritas pengawas lain


yang berwenang.

decisions based on applicable rules and regulations.

made by the Bank with Bank Indonesia and/or other


supervisory authorities.

OCBC NISP Sustainability Report 2012

69

Tata Kelola Perusahaan & Manajemen Risiko


Corporate Governance & Risk Management

Internal Fraud
Internal fraud adalah suatu pelanggaran secara sengaja atas
standar/prosedur dan/atau Pedoman Perilaku yang dilakukan
oleh karyawan dan/atau keluarga karyawan dan/atau kerjasama
antara karyawan/keluarga karyawan dengan nasabah atau pihak
ketiga lainnya, yang terjadi di lingkungan Bank atau menggunakan
sarana Bank dan mengakibatkan kerugian baik langsung/tidak
langsung, tangible/intangible baik bagi Bank maupun nasabahnya
untuk meningkatkan keuntungan secara tidak wajar bagi pelaku
baik secara langsung maupun tidak langsung.

Internal Fraud
Internal fraud is a deviant act or misconduct to standards/
procedures and/or code of conduct carried out, with intent, by
an employee and/or family of an employee and/or collaboration
between employee(s)/family(ies) of employees with a customer
or another third party, taking place within the Bank or using
Banks assets/facilities and resulting in tangible/intangible
losses, whether directly or indirectly, for the Bank and customer
to improperly obtain direct or indirect gains for the benefit of the
perpetrator.

Penanganan fraud diselenggarakan diatur dalam kebijakan dan


prosedur penanganan fraud Bank OCBC NISP didukung dengan
pengembangan Program Whitsleblowing. Dengan kebijakan ini,
kami telah memiliki pedoman dalam mencegah, mendeteksi dan
melakukan tindakan korektif atas risiko fraud. Setiap indikasi fraud
yang terdeteksi harus dilaporkan oleh unit kerja terkait untuk
ditindaklanjuti oleh Tim Penanganan Fraud (TPF). Hasil proses

Fraud handling is carried out as outlined in the policies and


procedures pertaining to handling fraud within Bank OCBC NISP
and is also supported with the development of the Whistleblowing
Program. With these policies, we have established clear guidelines
to prevent, detect and undertake corrective actions to address
fraud risk. For each fraud indication detected, the relevant units
is required to make a report, as the basis for subsequent follow-

Bank menyadari bahwa bisnis perbankan rentan terhadap


terjadinya kemungkinan fraud. Oleh karena itu, untuk mencegah
terjadinya fraud, selama tahun 2012 Bank telah melakukan
sosialisasi kebijakan dan prosedur anti fraud (fraud awareness)
kepada 1.874 orang karyawan atau 28,8% dari total karyawan.
[SO2] [SO3]

The Bank realizes that the banking business is vulnerable to


possibilities of fraud. Accordingly, to prevent fraud from occurring,
the Bank throughout 2012 has engaged in a fraud awareness
campaign by socializing anti-fraud policies and procedures to
1,874 employees, or 28.8% of total employees. [SO2] [SO3]

Jumlah kejadian fraud dengan dampak penyimpangan lebih dari


Rp100.000.000 (seratus juta Rupiah) pada tahun 2011 dan 2012
adalah sebagai berikut:

The number of fraud incidents, carrying impact in excess of more


than Rp100,000,000 (one hundred million) in 2011 and 2012 are
as follows:

investigasi dan penanganan kejadian tersebut disampaikan oleh


Ketua Tim Penanganan Fraud kepada Presiden Direktur. Tim akan
terus memantau perkembangan penyelesaian keputusan yang
telah diambil. Human Capital akan menindaklanjuti keputusan
yang berhubungan dengan sanksi terhadap karyawan, berdasarkan
keputusan yang diambil oleh Tim Penanganan Fraud. [4.11][SO4]

up investigation by the Fraud Handling Team. Results from the


investigative review and fraud case handling are reported directly
by Head of the Fraud Handling Team to the President Director.
The team will continue to monitor the progress of the settlement
decision that has been made. Human Capital will take follow up
action by imposing sanctions on employees based on decisions
made by the Fraud Handling Team. [4.11][SO4]

Jumlah Kasus yang Dilakukan oleh / Total Cases Caused by

Internal Fraud dalam 1 Tahun


Internal Fraud Case in 1 year

Total Fraud
Total Fraud Case

Dewan Komisaris/Direksi
BOD/BOC

Tahun
Sebelumnya
Previous Year

Telah diselesaikan
Resolved

Tahun
Sebelumnya
Previous Year

Tahun Berjalan
Current Year

Tahun Berjalan
Current Year

Pegawai Tidak Tetap


Non Permanent Employees

Tahun
Sebelumnya
Previous Year

Tahun Berjalan
Current Year

Dalam proses penyelesaian di internal Bank


In the process of resolution internally within the Bank

Belum diupayakan penyelesaiannya


Resolution have not been carried out

Telah ditindaklanjuti melalui proses hukum


Pursued legal process

70

Pegawai Tetap
Permanent Employees

OCBC NISP Laporan Keberlanjutan 2012

Program Whistleblowing
Program Whistleblowing merupakan salah satu sarana untuk
mendeteksi kejadian fraud dan penyimpangan lainnya. Setiap
karyawan didorong untuk melaporkan setiap dugaan tindakan
fraud, penyimpangan atau pelanggaran yang mereka jumpai.
Berdasarkan nilai budaya perusahaan, semua karyawan
adalah pribadi yang memiliki integritas dan selalu bertindak
profesional, sehingga dengan demikian Program Whistleblowing
ini merupakan bukti nyata dilaksanakannya nilai-nilai budaya
perusahaan tersebut. Sebagai perangkat sistem pengendalian
internal, program whistleblower dapat mendeteksi kejadian
risiko operasional khususnya kejadian fraud secara dini dan
memungkinkan perusahaan untuk mengatasi kejadian risiko
tersebut secara cepat. [4.11]

Whistleblowing Program
The Whistleblowing program is one of the measures used to detect
fraud and other violations. Every employee is encouraged to reports
alleged acts of fraud, deviation or violation that they encountered.
Based on values of the corporate culture, every employee is an
individual who possesses high integrity and professional conduct;
hence, the Whistleblowing Program is a testimony to consistent
implementation of the values of the corporate culture. As a tool
within the internal control system, the whistleblower program
enables detection of operational risk occurrences, in particular
early identification of fraud cases that allows immediate response
and mitigation of risk taking place. [4.11]

Pelapor (whistleblower) dilindungi oleh program perlindungan


whistleblower yang ditangani oleh Human Capital Business
Partner Division (HC-BPD). HC-BPD akan menunjuk

The whistleblower is protected by the whistleblower protection


program, which is handled by Human Capital Business Partner
Division (HC-BPD). HC-BPD will appoint a Whistleblowing

Laporan yang diterima dari whistleblower ditindaklanjuti oleh


Internal Audit Division (IA Division). IA Division Head akan
menunjuk internal auditor sebagai Whistleblowing Investigation
Officer untuk melakukan investigasi. Setelah investigasi selesai
dilakukan dan jika ditemukan adanya penyimpangan dari hasil
pemeriksaan, IA Division menyampaikan pendapatnya kepada
Presiden Direktur/Division Head/Regional Coordinator untuk
mengambil langkah penanganan yang sesuai. Selain itu, IA
Division wajib membuat laporan secara berkala kepada Komite
Audit perihal kasus-kasus yang diterima dari pelapor dan tindakantindakan penanganan yang telah diambil. [4.9][SO4]

The report received from the whistleblower will be handled by


Internal Audit Division (IA Division). IA Division Head will appoint
an internal auditor as a Whistleblowing Investigation Officer on
duty for the investigation. Upon completion of the investigative
examination with results for positive indication of breach/
violation, the IA Division will submit an opinion to the President
Director/Division Head/Regional Coordinator on appropriate
handling procedures. In addition, IA Division provides a compulsory
periodic report to the Audit Committee on information related to
existing reported cases and progress of corrective measures taken.
[4.9][SO4]

Benturan Kepentingan [4.6]


Untuk menghindari adanya benturan kepentingan, Bank OCBC NISP
telah memiliki Kebijakan Benturan Kepentingan. Selain itu juga,
Pedoman Kerja Dewan Komisaris dan Direksi (Board Charter) juga
mengatur mengenai benturan kepentingan, diantaranya dalam
proses pengambilan keputusan di dalam rapat Dewan Komisaris
atau Direksi. Dalam hal terjadi kondisi adanya anggota Dewan
Komisaris atau Direksi yang mempunyai keterkaitan dengan suatu
agenda yang akan diputuskan, maka yang bersangkutan tidak
diperbolehkan ikut dalam proses pengambilan keputusan.

Conflict of Interest [4.6]


To avoid a conflict of interest, Bank OCBC NISP has a Conflict of
Interest Policy. Further, the Board Charter also regulates conflicts of
interest, applicable among others in the decision-making process
in the Board of Commissioners or Board of Directors meetings.
In the case of a condition wherein a member of the Board of
Commissioners or Board of Directors has association or interest
with an agenda/matter to be decided, then the concerned parties
are not allowed to participate in the decisionmaking process.

Mayoritas anggota Direksi Bank OCBC NISP yang menjabat, tidak


memiliki hubungan keuangan atau hubungan keluarga dengan
anggota Dewan Komisaris, Direksi lainnya dan atau Pemegang
Saham Pengendali Bank. Direksi yang memiliki hubungan keluarga
dengan anggota Dewan Komisaris adalah Parwati Surjaudaja.

Most of the members of Bank OCBC NISPs Board of Directors have


no financial and family relationship with other members of the
Board of Commissioners, Board of Directors and or the controlling
shareholders of the Bank. The Banks Director who has family
relationship with a member of the Board of Commissioners is
Parwati Surjaudaja.

Seluruh Anggota Direksi Bank OCBC NISP tidak memiliki saham


yang mencapai 5% atau lebih dari modal disetor pada Bank OCBC
NISP, Bank lain, Lembaga Keuangan Bukan Bank, dan perusahaan
lainnya yang berkedudukan di dalam maupun di luar negeri.

All members of Bank OCBC NISPs Board of Directors do not own


shares in the amount of and above 5% of total paid-in capital in
Bank OCBC NISP, other Banks, Non-Bank Financial Institutions and
other companies based in and outside of Indonesia.

Whistleblowing Protection Officer yang bertugas untuk


melindungi kepentingan pelapor dan untuk memastikan bahwa
pelapor tidak dirugikan setelah menyampaikan laporan.

Protection Officer who is charged with duties to ensure protection


of the whistleblowers interests and facilitate his/her right to
avoid any form of losses/harm after filing the report.

OCBC NISP Sustainability Report 2012

71

Tata Kelola Perusahaan & Manajemen Risiko


Corporate Governance & Risk Management

Keanggotaan Asosiasi [4.13]


Bank OCBC NISP sebagai bank nasional dan perusahaan publik
menjadi anggota Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional
(Perbanas) dan Asosiasi Emiten Indonesia. Beberapa anggota
Dewan Komisaris secara perorangan menjadi anggota dari
organisasi profesional di dalam maupun di luar negeri seperti:

Nama
Name

Organisasi
Organization

Pramukti Surjaudaja

Presiden Komisaris
President Commissioner

Kadin Indonesia
Indonesian Chamber of Commerce
and Industry

Roy Athanas Karaoglan

Komisaris Independen
Independent Commissioner

International Finance Corporation

Jusuf Halim

Samuel Nag Tsien

72

Jabatan
Position

Association Membership [4.13]


As a national bank and publicly listed company, Bank OCBC NISP
is a member of the Indonesian Banks Association (Perbanas) and
Indonesian Publicly Listed Companies Association (AEI). Some
members of the Board of Commissioners are independently
members of national and international professional organizations,
such as:
Posisi Organisasi
Position in Organization
Ketua Komite Penguatan Keuangan
Korporat
Chairman of Standing Committee
for Corporate Finance
Konsultan
Consultant

Komisaris Independen
Independent Commissioner

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)


Indonesian Institute of Accountants

Komisaris
Commissioner

Malaysia-Singapore Business
Council

Anggota Member

Asian Pacific Bankers Club

Anggota Member

Ikatan Komite Audit Indonesia (IKAI)


Indonesian Institute of Audit
Committee

Anggota Dewan Pengurus Nasional


Member of National Council Board
Anggota Dewan Kehormatan
Member of Honorary Board

Advisory Committee MAS Financial


Sector Development Fund

Anggota Member

The f-Next Council of Institute of


Banking & Finance

Anggota Member

Sanksi Administratif
Pada tahun 2012, Bank OCBC NISP tidak menerima sanksi terkait
dengan prinsip kehati-hatian serta penerapan good governance,
namun terdapat sanksi denda terkait dengan pelaporan kepada
OJK dan Bank Indonesia senilai Rp433.818.075. Kami telah
menindaklanjuti perbaikan laporan, serta action plan mitigasinya
antara lain dengan melakukan staff counselling, penyegaran
prosedur, serta pengembangan sistem, proses dan kontrol. [SO8]

Administrative Sanction
In 2012, no sanctions were enforced on Bank OCBC NISP related
to the prudential banking principle and implementation of
good governance, although, there were penalties with respect
to reporting requirements to OJK and Bank Indonesia in total
amount of Rp433,818,075. We have resolved these matters by
amending reports, as well as preparing action pan to mitigate
risks of similar issues in the future, including by staff counseling,
refreshing procedures, as well as developing systems, processes
and controls. [SO8]

Perkara Hukum
Sampai dengan akhir tahun 2012, terdapat 5 perkara perdata dan
8 perkara pidana yang dihadapi Bank OCBC NISP. Dari sejumlah
perkara tersebut, sebanyak 1 perkara perdata dan 1 perkara pidana
telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Tidak terdapat kasus
hukum yang apabila diputuskan mengalahkan Bank OCBC NISP
akan berdampak negatif bagi kondisi keuangan dan kelanjutan
usaha Bank OCBC NISP. [SO8]

Legal Cases
At the end of 2012, there are 5 civil cases and 8 criminal
cases faced by Bank OCBC NISP. From these cases, 1 civil and 1
criminal case each have been resolved with firm legal basis. There
were no indications of legal cases that, in the event the decision
went against Bank OCBC NISP, will have a significant impact on
the financial conditions and business continuity of Bank OCBC
NISP. [SO8]

Secara umum, Bank OCBC NISP sangat menjunjung tinggi etika


dalam berbisnis dan selalu mematuhi setiap ketentuan hukum
yang berlaku. Hal ini sangat penting untuk menjaga kepercayaan
masyarakat dan reputasi kami sebagai institusi perbankan.
Disamping itu, dengan berbagai perangkat prosedur pencegahan
dan kepatuhan, kami menjaga agar seluruh karyawan Bank OCBC
NISP terhindar dari kemungkinan pelanggaran hukum. Sepanjang
tahun 2012 Bank OCBC NISP tidak pernah menerima sanksi, baik
denda maupun hukuman lain sebagai akibat dari ketidakpatuhan
pada hukum. [PR9]

In general, Bank OCBC NISP highly honors business ethics and


complies with all prevailing regulations. This is considered very
important in order to sustain public trust and our reputation
as a banking institution. Further, with various prevention and
compliance procedures, we strive to protect our employees against
potential legal misconducts. During 2012, Bank OCBC NISP did
not receive sanctions, in the form of penalties or other sanctions,
arising from noncompliance with the law. [PR9]

OCBC NISP Laporan Keberlanjutan 2012

Kontribusi kepada Partai Politik


Bank OCBC NISP berkomitmen untuk menjalankan tata kelola
secara profesional. Kami bersikap independen, tidak berafiliasi
dengan kekuatan politik manapun dan tidak pernah terlibat
dalam kegiatan politik maupun memberikan bantuan untuk
kegiatan politik. [SO6]

Contributions to Political Parties


Bank OCBC NISP is committed to run governance processes in a
professional manner. We act independently, with no particular
affiliation to any one political power, and have no involvement in
any political activities nor provided support to political activities.
[SO6]

Manajemen Risiko [4.11]


Manajemen risiko di Bank OCBC NISP menggunakan pendekatan
Tiga Lini Pertahanan (Three Lines of Defense) dimana pengelolaan
risiko dilakukan secara komprehensif oleh semua lini organisasi.
Dalam menjalankan fungsi pengelolaan risiko, kerangka kerja
manajemen risiko difokuskan kepada pengawasan aktif Dewan
Komisaris dan Direksi, kebijakan dan prosedur yang memadai,
kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan,
pengendalian risiko dan sistem informasi, serta sistem
pengendalian internal yang menyeluruh. Pengawasan dilakukan
oleh Dewan Komisaris dibantu oleh komite-komite terkait

Risk Management [4:11]


Risk management at Bank OCBC NISP applies the three Lines
of Defense approach, in which risk management is conducted
comprehensively by all lines of business. In our risk management
function, the risk management framework is focused on active
supervision of the Boards of Directors and Commissioners,
adequate policies and procedures, and on the adequacy of the
process of identification, measurement, monitoring, control of
risks and information systems, as well as a comprehensive system
of internal control. Supervision is the responsibility of the Board
of Commissioners who is assisted by the audit committee and

manajemen risiko dan komite audit. Sedangkan tata kelola risiko,


toleransi risiko dan risk appetite sepenuhnya menjadi tanggung
jawab jajaran Direksi. [4.9][4.11]

other committees engaged in risk management. Meanwhile, risk


governance, tolerance and appetite are the responsibility of the
Board of Directors. [4.9] [4:11]

STRUKTUR TATA KELOLA & PENGAWASAN


GOVERNANCE & STRUCTURE OVERSIGHT
DEWAN KOMISARIS/KOMITE-KOMITE YANG BERTANGGUNG JAWAB KEPADA DEWAN KOMISARIS
BOARD OF COMMISSIONERS/COMMITTEES UNDER THE BOC
DIREKSI/KOMITE-KOMITE YANG BERTANGGUNG JAWAB
KEPADA DIREKSI
BOARD OF DIRECTORS/COMMITTEES UNDER THE BOD

Lini Pertahanan ke-1


1st Line of Defense
MANAJEMEN PUNCAK
TOP MANAGEMENT

Lini Pertahanan ke-2


2nd Line of Defense

AUDIT INTERNAL
INTERNAL AUDIT

Optimalisasi portfolio pada tingkat makro


dan mikro
Kepatuhan yang tinggi terhadap batasan
dan mengelola eksposur risiko
Pemantauan yang berkelanjutan terhadap
posisi risiko dan risiko yang melekat

Risk Ownership:

Optimize portfolio on macro and micro level


Strong adherence to limits and manage risk
exposure
Ongoing monitoring of positions and
inherent risks

KEPATUHAN
COMPLIANCE

Pengendalian Risiko:

Risk Assurance:

Risk Control:

Risk Assurance:

Optimalisasi kerjasama pengawas dan


penasihat yang terpercaya
Memahami bagaimana unit bisnis
memperoleh pendapatan dan tantang inisiatif
jika memungkinkan
Pengawasan yang menyeluruh pada seluruh
tipe risiko

Optimize alliance of supervisor and trusted


advisor
Understand how business drives revenue and
challenge initiatives if appropriate
Overarching risk oversight across all risk types

Pemahaman yang baik mengenai pasar


modal, tipe bisnis, dan manajemen risiko
Fungsi pengawasan yang independen
dengan kemampuan penegakan aturan
Kemampuan untuk menghubungkan
bisnis dan risiko dengan pengertian
proses dan Teknologi Informasi yang baik

AUDIT EKSTERNAL
EXTERNAL AUDIT

Pengambil Risiko:

Lini Pertahanan ke-3


3rd Line of Defense

MANAJEMEN RISIKO
RISK MANAGEMENT

UNIT BISNIS
FRONTLINE BUSINESS
UNIT PENDUKUNG
SUPPORTS

PRESIDEN DIREKTUR
PRESIDENT DIRECTOR

Good understanding of capital markets,


business type and risk management
Independent oversight function with
enforcement ability
Ability to link business and risk with
process and IT know how

OCBC NISP Sustainability Report 2012

73

Tata Kelola Perusahaan & Manajemen Risiko


Corporate Governance & Risk Management

Tim manajemen, seluruh unit bisnis (frontline businesses) dan


unit pendukung (supports) berada pada lini pertahanan pertama
(First Line of Defense) yang melaksanakan pertumbuhan usaha
dengan tetap mempertimbangkan aspek risiko dalam setiap
pengambilan keputusan. Di lini pertahanan kedua (Second Line of
Defense) terdapat Risk Management Group dan Compliance yang
berfungsi sebagai pengelola risiko secara independen. Sedangkan
Internal Audit yang berada di lini pertahanan ketiga (Third line of
Defense) bertugas melaksanakan risk assurance dan melakukan
pengawasan serta evaluasi secara berkala.

The management team, business units (front-liners) and


supporting units form the first line of defense, tasked to secure
business growth by considering all aspects of risk in every decision
making. The second line of defense has Risk Management Group
and Compliance that independently serve as risk managers.
Meanwhile, the Internal Audit serves in the third line of defense
and is in charge for risk assurance while also securing regular
monitoring and evaluation.

Untuk mengelola berbagai jenis risiko yang melekat pada


Bank sesuai dengan kompleksitas kegiatan usahanya, Risk
Management Group memiliki beberapa unit kerja yang masingmasing bertanggung jawab terhadap risiko kredit, risiko pasar,
risiko likuiditas, risiko operasional, dan risiko lainnya (risiko
hukum, strategis, kepatuhan, dan reputasi). Sebagai Second
Line of Defense, Risk Management Group selain bertanggung

In managing various types of risk inherent in the Bank due to its


complex business activities, Risk Management Group is backed by
several units, each of which is responsible for credit risk, market
risk, liquidity risk, operational risk and other risks (legal, strategic,
compliance, and reputation risks). As the Second Line of Defense,
the Risk Management Group not only independently directs risk
management but also works closely with all business units and

Prinsip utama manajemen risiko di Bank OCBC NISP terbagi atas 7


(tujuh) prinsip, yaitu: [4.11]
1. Risk appetite set at the top.
2. Kerangka kerja dan organisasi manajemen risiko yang efektif.
3. Pendekatan risiko yang integratif.
4. Unit Bisnis bertanggung jawab atas risiko yang diambil.
5. Risiko-risiko dievaluasi secara kuantitatif, bersamaan dengan
analisa kualitatif dan stress testing yang sesuai.
6. Risk assessment dikaji secara independen.
7. Contingency Plan dibuat untuk meyakinkan adanya
kemampuan menghadapi potensi krisis atau kejadiankejadian yang tidak diharapkan.

The main principles of risk management at Bank OCBC NISP are


divided into seven (7) principles, namely: [4.11]
1. Risk appetite is set at the top.
2. Effective Organizational framework and risk management.
3. Integrative approach to risk.
4. Business Unit is responsible for risks taken.
5. Risks are quantitatively evaluated and qualitatively analyzed
followed by appropriate stress testing.
6. Risks are independently assessed.
7. Contingency Plan is made to ensure capability of dealing with
potential crises or unexpected events.

Berdasarkan prinsip tersebut, proses pengelolaan manajemen


risiko menjadi tanggung jawab bersama seluruh karyawan dan
kesadaran terhadap risiko (risk awareness) sudah menjadi bagian
tak terpisahkan dari budaya Bank OCBC NISP.

Based on these principles, the process of risk management is seen


as a shared responsibility of all employees, and risk awareness has
become an integral part of the culture of Bank OCBC NISP.

Pelaksanaan Basel
Untuk selalu melaksanakan praktik-praktik terbaik dalam
pengelolaan risiko, Bank OCBC NISP telah menyiapkan infrastruktur
untuk memenuhi berbagai regulasi yang ditetapkan oleh Bank
Indonesia termasuk diantaranya penerapan Basel framework
sebagai international best practice. Bank OCBC NISP telah
berpartisipasi aktif dalam working group, workshop, maupun
Quantitative Impact Study yang dilaksanakan Bank Indonesia
sebagai persiapan dalam implementasi Basel II dan Basel III di
perbankan Indonesia. [4.9][4.12]

Implementation of Basel
To always ensure best practices in risk management, the
Bank has prepared an infrastructure to meet Bank Indonesia
regulations, including the implementation of Basel framework
as the international best practice. Bank OCBC NISP has actively
participated in a number of working groups, workshops, and
Quantitative Impact Study held by Bank Indonesia in preparing
for the implementation of Basel II and Basel III in the Indonesian
banking industry. [4.9] [4.12]

jawab menjalankan fungsi tata kelola manajemen risiko secara


independen juga bekerja sama dan bermitra dengan seluruh
unit bisnis dan unit pendukung, mulai dari level strategis sampai
dengan level transaksi.

74

OCBC NISP Laporan Keberlanjutan 2012

support units, ranging from strategic to transaction level.

Penghargaan
Pada tahun 2012 Bank OCBC NISP mendapatkan penghargaan
dan pengakuan dari pihak eksternal terkait manajemen risiko,
diantaranya adalah: Indonesia Enterprise Risk Management
Award 2012 dari majalah Business Review, The Best Corporate
(peringkat kedua) dalam kategori Risk Management pada
Anugerah Perbankan Indonesia 2012, serta memperoleh predikat
Indonesia Most Trusted Company dalam Corporate Governance
Perception Index (CGPI) terkait penerapan GCG dalam perspektif
Risiko dari The Indonesian Institute for Corporate Governance
(IICG) bekerjasama dengan Majalah SWA.

Appreciation
In 2012, Bank OCBC NISP received several awards and recognitions
from external parties related to risk management, which are:
Indonesia Enterprise Risk Management Award 2012 from Business
Review magazine, The Best Corporate (second place) in the category
of Risk Management in Indonesian Banking Award 2012, and was
regarded as Indonesias Most Trusted Company in Corporate
Governance Perception Index (CGPI) for the implementation of
good corporate governance in risk perspective from The Indonesian
Institute for Corporate Governance (IICG) in collaboration with
SWA Magazine.

Pengelolaan Risiko Ke Depan


Risk Management Group telah memiliki perencanaan pengelolaan
risiko ke depan yang berfokus kepada:
(1) Basel and Capital Enhancement Initiatives, yaitu inisiasi Bank
dalam pemenuhan ketentuan yang telah ditetapkan regulator
terkait implementasi Basel dan penguatan modal,
(2) Other Regulatory Initiatives, yaitu langkah-langkah yang
dilakukan untuk memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan
regulator terkait regulasi lainnya,
(3) Revenue Enhancement Initiatives, yaitu pengembangan yang
dilakukan untuk mendukung pertumbuhan pendapatan
(revenue) yang berkesinambungan secara prudent, dan
(4) Risk Process Improvement Initiatives yaitu pengembangan
yang dilakukan dengan tujuan perbaikan proses identifikasi,
pengukuran, pemantauan, dan pengelolaan risiko Bank.

Future Risk Management


Risk Management Group has a forward-looking risk management
plan that focuses on:
(1) Basel and Capital Enhancement Initiatives, which is the
initiative the Bank intends to make to comply with stipulations
set by relevant regulators in the implementation of Basel and

Dengan adanya perencanaan pengelolaan risiko yang baik, Bank


OCBC NISP akan mampu mengantisipasi berbagai tantangan dan
hambatan dalam menjalani usaha, sehingga dapat memberikan
pelayanan yang terbaik kepada seluruh nasabah.

Accurate risk management plan will allow Bank OCBC NISP to


anticipate challenges and obstacles in running the business and
ultimately providing the best services to customers.

Untuk uraian lengkap mengenai fungsi manajemen risiko Bank


OCBC NISP disajikan dalam Laporan Tahunan 2012 Bank OCBC
NISP.

More detailed description of risk management function at Bank


OCBC NISP is presented in the Banks 2012 Annual Report.

strengthening capital,
(2) Other Regulatory Initiatives, which is a set of measures taken
to meet other stipulations set by relevant regulators,
(3 Revenue Enhancement Initiatives, which is an ongoing
development to support prudent and sustainable growth in
revenue, and
(4) Risk Process Improvement Initiatives, which is an ongoing
development to improve the process of risk identification,
measurement, monitoring, and management at the Bank.

OCBC NISP Sustainability Report 2012

75

Tata Kelola Perusahaan & Manajemen Risiko


Corporate Governance & Risk Management

Keterlibatan Para Pemangku Kepentingan

Stakeholders Involvement

Bank OCBC NISP menyadari bahwa di dalam bisnis perbankan,


hubungan dan kepercayaan yang kuat dengan para pemangku
kepentingan sangatlah penting dan harus terus dibangun secara
berkelanjutan. Kami mempunyai prinsip Your Partner for Life
dalam menjalankan usaha karena kami ingin menjadi mitra yang
memahami dan memberi solusi dalam setiap tahap kehidupan
pemangku kepentingan.

Bank OCBC NISP realizes that in the banking business, the strong
relationships and trust with stakeholders are very important and
should be continuously developed. Our principle in running the
business is to be Your Partner for Life, as we strive to be a partner
who understands and provides solutions to our stakeholders in
each stage of their life.

Hubungan dengan pemangku kepentingan tidak hanya diarahkan


pada kepentingan bisnis semata, tetapi juga memperhatikan
tanggung jawab sosial perusahaan serta kenyamanan
dan kepuasan karyawan dalam bekerja sehingga tercapai
keseimbangan dan keharmonisan antara dimensi bisnis, dimensi
sosial dan dimensi lingkungan. Dimensi bisnis berorientasi
pada pencapaian nilai dan kepuasan pelanggan, dimensi sosial
menyangkut aspek etika usaha dan tanggung jawab sosial

We maintain our relationship with stakeholders not only by


focusing on business interests, but also by considering our
corporate social responsibility as well as employees comfort
and satisfaction in working so as to achieve a harmonious
balance among business, social and environmental dimensions.
The business dimension is oriented toward achieving value and
customer satisfaction, whereas the social dimension relates to
the aspects of business ethics and social responsibility to the

Penetapan para pemangku kepentingan didasari oleh adanya


bentuk hubungan saling mempengaruhi. Dalam persepsi tersebut,
kami telah mengidentifikasi dan memetakan mengenai siapa saja
pemangku kepentingan utama Bank OCBC NISP, yaitu: [3.5] [4.14]
1. Nasabah
2. Karyawan
3. Komunitas sekitar
4. Pemasok
5. Pemegang saham/investor
6. Pemerintah dan Regulator
7. Masyarakat luas

Stakeholders are determined based on a relationship of mutual


influence. Based on such perception, we have identified and
mapped who constitute the main stakeholders of Bank OCBC NISP,
namely: [3.5] [4.14]
1. Customers
2. Employees
3. Surrounding Community
4. Business Partners
5. Shareholders/Investors
6. Government and Regulators
7. General Public

Pendekatan dalam mengidentifikasi hubungan terhadap para


pemangku kepentingan ditentukan oleh sifat relasi masingmasing pemangku kepentingan dan kontribusinya terhadap Bank
OCBC NISP. Relasi dan kontribusi tersebut juga menjadi dasar bagi
pemenuhan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap mereka,
disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pemangku
kepentingan. Untuk memenuhi kebutuhan yang berbedabeda, Bank OCBC NISP memperkuat hubungan dengan para
pemangku kepentingan melalui berbagai program yang langsung
bersentuhan dengan para pemangku kepentingan tersebut.
Meskipun beberapa survei telah kami lakukan khususnya kepada
nasabah dan karyawan, saat ini kami belum melakukan identifikasi
dan pemetaan yang pasti mengenai frekuensi keterlibatan para
pemangku kepentingan berdasarkan jenis dan kelompoknya.
[4.15] [4.16]

The approach in identifying the relationship towards stakeholders


is determined by the nature of relationship with each stakeholder
and contribution towards Bank OCBC NISP. This relationship and
contribution also serve as the basis to fulfill the Banks corporate
social responsibility to the stakeholders, tailored to the needs of
each stakeholder. To meet their different needs, Bank OCBC NISP
strengthens relationship with stakeholders through various
programs, which facilitates direct contact with those stakeholders.
Though a number of surveys have been conducted particularly
for customers and employees, at present we have not performed
any accurate identification and mapping of the frequency of
involvement by stakeholders based on their types and grouping.
[4.15] [4.16]

terhadap komunitas, kesejahteraan karyawan serta aspek


sosial kemasyarakatan lainnya. Sedangkan dimensi lingkungan
diarahkan untuk selalu memperhatikan aspek kelestarian dan
keseimbangan lingkungan hidup. [4.17]

76

OCBC NISP Laporan Keberlanjutan 2012

community, employee welfare and other social public interests.


Meanwhile, the environmental dimension is at all times directed
toward environmental preservation and balance. [4.17]

Fokus Pada Nasabah untuk Hubungan Jangka Panjang

Focus on Customers for Long Term Relationship

Nasabah adalah mitra utama yang mendukung keberadaan


dan keberlangsungan usaha Bank OCBC NISP. Oleh karena itu
kami senantiasa mengedepankan kepuasan nasabah terhadap
produk dan layanan kami. Berbagai inisiatif kami lakukan untuk
membangun sistem perbankan yang mudah, cepat, dan nyaman
sehingga memenuhi kebutuhan nasabah yang terus berkembang
seiring dengan pertumbuhan bisnisnya.

Customers are our main partners who support the existence and
sustainability of Bank OCBC NISP. Therefore, we always prioritize
customer satisfaction in offering products and services. Various
initiatives are conducted to build an easy, fast and comfortable
banking system so as to meet the demands of customers that
continually develop overtime in line with their business growth.

Customer Experience
Melalui berbagai sarana, kami terus berusaha agar semakin dekat
dan semakin memahami kebutuhan serta harapan nasabah.
Di pertengahan tahun 2012 Bank OCBC NISP membentuk divisi
Customer Experience atau CX Division. Divisi ini dibentuk untuk
menjadi mitra strategis yang menempatkan nasabah sebagai fokus
utama (Customer Focus) demi terciptanya Enjoyable Customer
Experience. Selanjutnya, dengan memperoleh pengalaman yang
menyenangkan, nasabah mendapatkan kenyamanan bertransaksi
perbankan dengan Bank OCBC NISP sehingga dapat mendorong
pertumbuhan dan perkembangan bisnis bagi kedua belah pihak.

Customer Experience
Through various facilities, we strive to stay closer and better
understand the needs and expectations of our customers. In
mid 2012, Bank OCBC NISP established Customer Experience or
CX Division. The division was established to serve a mission in
becoming a strategic partner who positions our customers as the
main focus (Customer Focus) to build an Enjoyable Customer
Experience. Further, by having satisfactory experiences, customers

Untuk memahami lebih mendalam dan spesifik tentang


kebutuhan dan harapan nasabah, CX Division secara berkala
melakukan aktivitas Customer Focus Observation yang
dikelompokkan menjadi 4 (empat) bagian yaitu: customer focus
on people, on process, on product, dan on branding. Observasi
dilakukan melalui riset, survei, menyampaikan pertanyaanpertanyaan, serta kegiatan lainnya. Dengan bertanya langsung
kepada nasabah, maka semua unit di Bank OCBC NISP akan
memperoleh pengetahuan yang cukup untuk mengenal dan
memahami nasabahnya sehingga dapat menawarkan produk
yang sesuai kebutuhan mereka. Hasil observasi di lapangan
yang memerlukan tindakan perbaikan dikoordinasikan dengan
divisi terkait untuk melakukan program perbaikan kinerja dan
memenuhi kepuasan nasabah. [PR5]

To have deeper and more specific understanding of customers


needs and expectations, CX Division performs periodic Customer
Focus Observation activities, which are categorized into 4 (four)
components, consisting of: customer focus on people, on process,
on product, and on branding. Such observation is conducted
through research, survey, queries, and other activities. By making
direct inquiries to customers, all units within Bank OCBC NISP
can obtain sufficient knowledge to identify and understand
their customers, thereby enabling them to offer products tailorfitted to their needs. The results of field observation that require
corrective actions will be coordinated with related divisions that
are responsible for implementing performance improvement
programs and meeting customer satisfaction. [PR5]

Observasi akan terus dilakukan secara berkala guna melihat


perbaikan apa yang sudah dilakukan dan apa yang diharapkan
nasabah di masa mendatang. Kami menyadari bahwa dalam
prosesnya mungkin masih terdapat beberapa hal yang belum
dapat memenuhi harapan nasabah, namun kami akan terus
berupaya menyempurnakannya.

Observation is carried out on a regular basis to assess the overall


progress on improvements as well as customers expectations
going forward. We realize that in the process there may be certain
expectations that could not be fulfilled at present, although we
will consistently make efforts for improvements.

Di tahun 2013, CX Division akan menjalankan survei atau


riset terhadap pelanggan tentang berbagai hal yang dapat
meningkatkan kinerja pada segmen-segmen yang ada dalam
lingkup Bank OCBC NISP. Di samping itu, juga akan terus
dilakukan pemantauan tentang layanan kepada nasabah di
cabang-cabang dan mempelajari pengalaman-pengalaman
yang dialami nasabah saat berinteraksi dengan Bank OCBC NISP
melalui berbagai touch point, baik di cabang, ATM, e-banking, dan
sebagainya. Bekerja sama dengan divisi lainnya, CX Division akan
melihat pengembangan fungsi cabang sehingga semakin dapat
memberikan dukungan dan kontribusi kepada pertumbuhan
bisnis yang berkesinambungan.

In 2013, CX Division plan to conduct a survey or research on


customers in regard to various matters, which may improve
the performance of business segments in Bank OCBC NISP. In
addition, we would continue to monitor the overall quality of
customer service at branches and to study customer experiences
in their interaction with Bank OCBC NISP at various touch points,
including branch offices, ATMs, e-banking, and other channels.
In cooperation with other divisions, CX Division will identify the
functional developments of the branches so as to provide support
and contribution to sustainable business growth.

would be able to enjoy the comfort of banking transactions


with Bank OCBC NISP, hence a driver for growth and business
development opportunities for both parties.

OCBC NISP Sustainability Report 2012

77

Tata Kelola Perusahaan & Manajemen Risiko


Corporate Governance & Risk Management

78

New Product Approval Process (NPAP)


Untuk memberikan produk dan layanan yang benar-benar
bermanfaat bagi nasabah, setiap produk baru yang akan
diluncurkan harus melalui proses yang disebut New Product
Approval Process (NPAP), dimana produk tersebut akan
menjalani pengkajian dari berbagai aspek. Pemilik produk akan
mempresentasikan produknya di dalam forum yang dihadiri oleh
semua pemegang tanggung jawab delapan profil risiko. Forum
akan memberikan kajian, komentar, pandangan dan pertanyaan
mencakup target benefit produk tersebut bagi perusahaan,
pemenuhan regulasi, persiapan dan alat promosi, kesiapan tenaga
pemasar termasuk sertifikasi profesinya bila dipersyaratkan,
mitigasi risiko dan berbagai aspek lainnya. Harapannya adalah
bahwa produk tersebut akan benar-benar memberi manfaat
bagi nasabah dan Bank OCBC NISP telah memiliki kesiapan dari
sisi backbone dan risikonya. Dengan demikian, produk yang telah
diluncurkan akan menjadi produk yang diperlukan nasabah dan
mampu terus berkembang. [PR3]

New Product Approval Process (NPAP)


To provide products and services which are actually useful for
customers, every new product prior to launching need to pass a
process called New Product Approval Process (NPAP), in which the
product will undergo analysis of many aspects. The product owner
presents the product in a forum attended by all units responsible
for eight risk profiles. The forum provides analysis, comments,
views and questions concerning the products target benefits for
the company, regulatory compliance , preparation and promotion
tools, readiness of marketers including their professional
certification if required, risk mitigation and many other aspects.
By so doing, the products are expected to provide real benefits
for customers and Bank OCBC NISP, given a thorough preparation
of its backbone and potential risks. Therefore, post-launching the
products will continue to be a reliable product to customers and
sustain ability to evolve and develop. [PR3]

Komunikasi yang efektif dengan nasabah [PR3] [PR6] [PR7]


Setiap produk perbankan memiliki karakteristik tertentu yang
mungkin hanya cocok untuk segmen nasabah tertentu. Dengan
berbagai produk yang disediakan oleh Bank OCBC NISP, aktivitas
komunikasi pemasaran mempunyai fungsi strategis untuk
menjembatani keinginan masyarakat terhadap produk yang
sesuai dengan kebutuhannya.

Effective communication with customers [PR3] [PR6] [PR7]


Every banking product comes with unique characteristics that may
only suit certain customer segments. By offering a wide range of
product alternatives, Bank OCBC NISPs marketing communication
activities play a strategic function to bridge customers to products
they see suitable for them.

Sasaran kami dalam melakukan setiap pemasaran produk


tidak semata mengejar target jumlah nasabah, melainkan juga
keterbukaan informasi dan edukasi. Kami ingin memberikan nilai
bagi masyarakat dengan cara memberikan pengetahuan bagi
masyarakat mengenai berbagai produk perbankan termasuk
benefit dan risikonya masing-masing.

Our goal in marketing a product is not only to achieve the targeted


number of customers, but also to allow disclosure of information
and educate our customers. We want to provide values to the
society at large by sharing knowledge about various banking
products, including their respective benefits and risks.

Untuk memastikan bahwa informasi yang tersedia dapat diterima


dengan baik oleh nasabah, Bank OCBC NISP memiliki berbagai
media komunikasi yaitu:
1. Kantor OCBC NISP

Melalui seluruh kantor OCBC NISP, setiap jam kerja 08.00
17.00 nasabah dapat memperoleh informasi detail sekaligus
mengajukan pertanyaan atau keluhan yang mungkin
dimilikinya.
2. Call OCBC NISP

Dengan menghubungi Call OCBC NISP di nomor telepon
500-999 (dari telepon) dan 66-999 (dari HP), nasabah dapat
melakukan transaksi perbankan, mengajukan pertanyaan,
serta menyampaikan keluhan. Call OCBC NISP melayani
nasabah selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Sepanjang
tahun 2012, Call OCBC NISP telah menerima 1.361.016 telepon
masuk
3. Website OCBC NISP

Website
Perusahaan
www.ocbcnisp.com
merupakan
sarana bagi nasabah yang memiliki waktu terbatas untuk
mendapatkan informasi detil tentang berbagai produk, syarat
dan ketentuan, serta mengajukan pertanyaan dan keluhan

To ensure that all information is properly distributed to customers,


Bank OCBC NISP has a variety of communication media, namely:

OCBC NISP Laporan Keberlanjutan 2012

1. OCBC NISP offices



Customers can obtain detailed information, ask questions
or provide complaints that they may have, at all OCBC NISP
offices on working days from 8:00 am to 5:00 pm.
2. Call OCBC NISP

By dialing Call OCBC NISP at 500-999 (from fixed phone) and
66-999 (from cellular phone), customers can make banking
transactions, ask questions, and express complaints. Call
OCBC NISP serves customers 24 hours a day and 7 days a week.
During 2012, Call OCBC NISP received 1,361,016 calls.

3. OCBC NISP Website



The Companys Website www.ocbcnisp.com serves customers
who have limited time to get detailed information about the
Banks various products, terms and conditions, as well as ask
questions and express complaints through the Contact Us

melalui menu Hubungi Kami (Contact Us). Sepanjang tahun


2012, website Bank telah menayangkan 178 informasi terkait
perusahaan dan produk, dengan total pengunjung sebesar
1.400.795.

menu. During 2012, the Banks website released 178 sets of


information related to the Bank and its products, which have
attracted 1,400,795 visitors in total.

4. Sosial Media

Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, Bank
OCBC NISP menyediakan saluran sosial media (facebook
dan twitter) yang dapat dimanfaatkan oleh nasabah untuk
mengajukan pertanyaan dan keluhan yang akan dilayani
secara online pada jam 08.00 17.00. Per 31 Desember 2012
total fans Facebook sebesar 18.903 fans dan follower Twitter
sebesar 10.272 follower.

4. Social Media

Utilizing technological developments, Bank OCBC NISP
provides social media channels (facebook and twitter) through
which customers can ask questions and express complaints
online that will be directly responded from 08:00 am to
5:00 pm. As of December 31, 2012 a total of 18,903 fans were
registered for Facebook and 10,272 followers for Twitter.

Jumlah fans dan follower Facebook dan Twitter Bank OCBC NISP
Tahun 2011 2012

The number of the Banks Facebook fans and Twitter in


2011 2012

Keterangan

2012

2011

Description

Jumlah fans Facebook

18,903

3,474

Total Fans of Facebook

Jumlah follower Twitter

10,272

717

Total Follower of Twitter

OCBC NISP Sustainability Report 2012

79

Tata Kelola Perusahaan & Manajemen Risiko


Corporate Governance & Risk Management

80

5. SMS Push

Merupakan media khusus yang digunakan Bank untuk
menyampaikan informasi tertentu kepada nasabah tertentu.
6. Media Massa

Media massa digunakan Bank untuk menyampaikan informasi
umum kepada masyarakat.

5. SMS Push

A media used by the Bank to exclusively give information to
certain customers.
6. Mass Media

The Bank uses mass media to release general information to
the public.

Portofolio Produk yang Memberi Manfaat Sosial [FS1][FS7]


Pada dasarnya setiap produk Bank OCBC NISP dirancang untuk
memberi manfaat spesifik sesuai kebutuhan nasabah. Dengan
segmentasi produk sesuai lini bisnis dan keperluan masing-masing
nasabah, kami memberikan pilihan dan kemudahan bagi nasabah
dalam menyesuaikan karakteristik transaksinya. Disamping itu,
setiap produk juga dirancang untuk mempunyai dampak sosial
yang dikemas dalam bentuk edukasi, manfaat perlindungan
tambahan (asuransi) ataupun manfaat lainnya yang merupakan
ungkapan perhatian kami terhadap nasabah.

Portfolio of Products which Provide Social Benefits [FS1][FS7]


Basically, each Bank OCBC NISP product is designed to provide
specific benefits in accordance with the needs of customers. With
the product segmentation in accordance with business lines and
needs of each customer, we provide alternatives and easy access
for customers in adjusting to their transaction characteristics. In
addition, each product is also designed to carry social impacts,
packaged in the form of education, additional protection benefits
(insurance) or other benefits to reflect our concerns towards
customers.

OCBC NISP Laporan Keberlanjutan 2012

Untuk meningkatkan minat menabung di semua lapisan


masyarakat, Bank Indonesia mendorong setiap bank untuk
memiliki produk tabungan yang berbiaya murah bagi masyarakat
yang kurang mampu. Sebagai bentuk dukungan dan kepedulian
kami, Bank OCBC NISP juga memiliki produk Tabunganku yang
ditujukan untuk masyarakat yang baru mulai menggunakan
produk tabungan dan membutuhkan produk tanpa biaya dengan
harapan suatu saat kesejahteraan mereka akan meningkat
dan menjadi prospektif customer. Meskipun dari segi bisnis
produk ini tidak menghasilkan fee based income berupa biaya
administrasi bulanan, namun kami tetap secara serius mengelola
portofolio produk ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial bagi
masyarakat.

To promote interest in bank savings in all levels of society, Bank


Indonesia encourages each bank to promote low-cost saving
products for people in lower income groups. As testimony of our
full support and concern, Bank OCBC NISP also offers a product
called Tabunganku, which is intended for the general public
who has begun to recently use savings products and needs nofee savings products, with the expectation that as their welfare
improved over time they will become prospective customers.
While in terms of business, this product generates no fee-based
income in the form of monthly administration fees, nonetheless
we seriously manage the portfolio of this product as our corporate
social responsibility to society.

Bank OCBC NISP mempunyai produk tabungan untuk anakanak yang disebut tabungan Mighty Saver yang sarat dengan
aspek edukasi. Program tabungan yunior ini tidak semata-mata
mengharapkan dana dari orang tua si anak, tetapi lebih kepada

Bank OCBC NISP offers a saving product for children called Mighty
Saver, which is fully loaded with educational aspects. This junior
saving program does not merely expect funds from the childrens
parents but is more directed to provide the children an insight into

Penanganan Pengaduan Nasabah [PR7]


Seluruh keluhan yang masuk melalui berbagai media dan saluran
tersebut dicatat secara sistematis pada Complaint Handling
Management (CHM). Selanjutnya, sebuah unit kerja khusus akan
mengelola keluhan nasabah, dengan tugas utama memastikan
keluhan nasabah tertangani dengan baik dan tepat waktu. Secara
umum fungsi pengelolaan keluhan nasabah di Bank OCBC NISP
berada pada unit Quality Tracking & Complaint Management
(QTCM) di bawah koordinasi CX Division. Kegiatan dalam unit kerja
ini diatur dalam Kebijakan dan Prosedur Penanganan Keluhan
Nasabah.

Complaints Handling Management [PR7]


All complaints received through various media and channels are
recorded systematically in Complaint Handling Management.
Further, a special work unit manages customer complaints, with
the primary duty of ensuring that customer complaints are handled
appropriately in a timely manner. In general, complaints handling
management at Bank OCBC NISP lies within the Quality Tracking
& Complaint Management (QTCM) unit, under the coordination of
CX Division. The activities in this working unit are regulated under
the Policy and Procedures of Complaint Handling Management.

Proses pengelolaan pengaduan nasabah diantaranya meliputi:


Keluhan nasabah yang diterima melalui berbagai media dan
saluran disentralisasi ke dalam sistem Complaint Handling
Management (CHM) pada hari yang sama saat keluhan
tersebut diterima.
Sesuai dengan jenis keluhan yang diinput, sistem CHM akan
secara otomatis membuat email notifikasi ke unit kerja
terkait yang dapat memberikan solusi/tanggapan. Solusi
atas investigasi/penyelesaian keluhan disampaikan kepada
nasabah melalui unit Call Center Outbound.
Unit QTCM memantau proses penanganan keluhan yang telah
tercatat di CHM termasuk mengevaluasi apakah penyelesaian
pengaduan telah mengacu pada Service Level Agreement
(SLA) yang berlaku sesuai Peraturan Bank Indonesia.

The process of managing customer complaints is as follows:


Customer complaints received through various media
and channels are centralized in the Complaint Handling
Management (CHM) system on the same day that complaint
is received.
Based on the types of complaints being inputted, the CHM
system automatically generates a notification email to the
related work unit capable of providing appropriate solutions/
responses. The solution/results of investigation/resolution of
complaint is conveyed to customers through the Call Center
Outbound unit.
QTCM unit shall monitor the complaint handling process
as recorded in CHM, including evaluating whether final
complaint settlement has referred to the prevailing Service
Level Agreement (SLA) in accordance with Bank Indonesia
regulation.

memberikan wawasan mengenai dunia perbankan bagi mereka


dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Setiap kantor
mempunyai inisiatif masing-masing dalam mengkomunikasikan
produk, misalnya berkunjung ke sekolah-sekolah dengan
membawa mobil ATM dan mengajarkan cara mengoperasikan
ATM serta fitur-fiturnya, memberikan edukasi mengenai value
uang, mengadakan acara story telling, fun game, mengadakan tes
bakat anak-anak dengan analisa sidik jari.

the world of banking in many simple and fun ways. Each branch
office maintains a unique set of initiatives in communicating
products, such as by visiting schools with the Banks ATM car and
teaching how to use an ATM and its many features , providing
education on the value of money, holding story telling events,
holding fun game events and talent tests for children with
fingerprint analysis.

OCBC NISP Sustainability Report 2012

81

Tata Kelola Perusahaan & Manajemen Risiko


Corporate Governance & Risk Management

Nasabah yang masih belum puas dengan solusi yang telah


diberikan, mempunyai hak untuk melanjutkan pengaduan ke
lembaga mediasi perbankan, sesuai prosedur yang berlaku.

Customers who are not fully satisfied with the complaint


resolution process retain the right to pursue their complaints
to the banking mediation institution, in accordance with the
prevailing procedures.

Sesuai Peraturan Bank Indonesia, setiap keluhan nasabah yang


diterima harus ditangani maksimal dalam waktu 20 hari kerja.
Penanganan yang melebihi batas waktu tersebut harus melalui
permintaan perpanjangan secara tertulis ke Bank Indonesia untuk
20 hari berikutnya. Selama tahun 2012, Bank OCBC NISP mencatat
sebanyak 7.175 keluhan nasabah terkait keuangan, atau rata-rata
19 keluhan/hari, dimana seluruhnya atau 100% telah berhasil
diselesaikan dengan baik. [PR7]

Pursuant to Bank Indonesia Regulation, each customer complaint


must be handled within 20 working days at the latest . Any incident
that exceeds the prescribed time limit must file a written request
for time extension to Bank Indonesia for the following 20 days.
During 2012, Bank OCBC NISP recorded 7,175 customer complaints
related to finance, or an average of 19 complaints per day, for which
100% have been resolved well. [PR7]

Penanganan keluhan nasabah tidak berakhir pada saat pengaduan


diselesaikan. Secara berkala Unit QTCM melakukan analisa
keluhan nasabah dan mencari akar permasalahannya agar dapat
dilakukan tindakan antisipatif dan perbaikan pelayanan secara

The process of customer complaint handling does not terminate


with complaint resolution. On a regular basis, QTCM Unit
performs an analysis of customer complaints and seeks the root
of the problem in order to seek anticipative measures and improve

Perlindungan Privasi Pelanggan


Bank OCBC NISP memahami pentingnya menjaga dan melindungi
privasi nasabah. Menjaga kerahasiaan data nasabah mutlak
dilakukan demi menjaga reputasi Bank dan kepercayaan nasabah.
Kami melarang siapapun mengungkapkan data nasabah kepada
pihak luar, kecuali diwajibkan oleh hukum. Secara sistem, data
nasabah tidak bisa digandakan atau dipindahkan menggunakan
penyimpan data mini (flashdisk) maupun e-mail dan data yang
keluar ke pihak ketiga harus dienkripsi. Sampai saat ini kami
belum pernah menerima pengaduan terkait pelanggaran privasi
dan hilangnya data nasabah. [PR8]

Customer Privacy Protection


Bank OCBC NISP understands the importance of maintaining and
protecting the privacy of its customers. Maintaining the privacy
of customer data is absolutely necessary to sustain the Banks
reputation and customers trust. We strictly prohibit anyone from
disclosing customer data to external parties, unless required by
law. Systematically, customer data could not be duplicated or
transferred to external data storage (flash disk) or through email,
and all data transferred out to third parties must be encrypted.
To date, we have not received complaints concerning a breach of
privacy and loss of customer data. [PR8]

Menjalin Hubungan Saling Menguntungkan dengan Pemasok


Pemasok adalah salah satu pemangku kepentingan dimana Bank
OCBC NISP ingin menjalin kerjasama saling menguntungkan untuk
tumbuh berkembang bersama. Untuk itu kami ingin bekerjasama
dengan mitra yang memiliki kredibilitas dan kualitas kerja sesuai
yang dipersyaratkan.

Building a Mutually Beneficial Relationship with Suppliers


Suppliers represent one group of stakeholders with whom Bank
OCBC NISP would like to build mutually beneficial partnership as
the basis to grow together. Therefore, we would like to cooperate
with partners who possess credibility and work quality as
required.

Jenis pekerjaan yang diserahkan kepada pihak ketiga diantaranya


adalah pekerjaan service maintenance yang meliputi perawatan
peralatan seperti gondola, lift, eskalator, dan genset yang harus
dilakukan oleh teknisi yang profesional dan bersertifikasi,
pekerjaan konstruksi dan mitra untuk replenishment ATM.

The types of work subcontracted to third parties are among


others maintenance service works, including the maintenance of
equipment such as gondola, lifts, escalators, and generators that
require professional and certified technicians, construction works
and partners for ATM replenishment.

Bank OCBC NISP memiliki kebijakan yang disebut Group Policy


Procurement. Kebijakan ini mengharuskan kami memiliki
pemasok terdaftar (approved vendor list) yang telah menjalani
proses evaluasi dari berbagai aspek seperti harga, kompetensi,
fasilitas kerja, kemampuan finansial, perijinan serta kepatuhan
terhadap peraturan ketenagakerjaan dan aturan hukum lainnya
yang relevan. Dengan demikian, kami memastikan dan menjamin
setiap pemasok/vendor dipilih secara adil dan transparan.

Bank OCBC NISP possesses a policy called Group Policy Procurement.


This policy requires the Bank to maintain an approved vendor list,
consisting of parties who have undergone an evaluation process
for various aspects, such as pricing, competence, work facilities,
financial ability, licensing and compliance with labor law and other
relevant legal requirements. By doing so, we ensure and guarantee
that each vendor has been fairly and transparently selected.

berkelanjutan.

82

OCBC NISP Laporan Keberlanjutan 2012

overall Bank services in a continuous manner.

Secara khusus kami tidak memiliki kebijakan untuk mengutamakan


rekanan lokal. Namun kami memiliki pertimbangan untuk sedapat
mungkin memanfaatkan potensi lokal di mana kantor kami
berada sepanjang memenuhi semua persyaratan. Setiap rekanan
akan melalui proses penilaian yang sama termasuk evaluasi
pelaksanaan pekerjaan (post review), surprise visit dan evaluasi
berkala setiap tahunnya. [EC6]

We maintain no particular/specific policies to prioritize local


partners. However, we have considerations that, to the most
possible extent, we would make use of potential resources from
local areas where our offices are located, for as long as they meet
the requirements. Each partner will undergo a similar evaluation
process, including post review, surprise visit and periodic evaluation
on an annual basis. [EC6]

Penghargaan terhadap Hak Asasi Manusia


Kami sangat memperhatikan aspek kemanusiaan dan pengakuan
terhadap hak asasi manusia (HAM). Namun demikian kami tidak
menyajikan informasi khusus terkait indikator dan tentang
pencantuman klausula mengenai HAM dalam perjanjian kerja
dengan rekanan atau pihak lainnya karena belum merupakan
kelaziman dalam perjanjian yang umum di Indonesia. [HR1] [HR2]

Appreciation towards Human Rights


We pay close attention to human aspects and recognition of
human rights. However, we do not provide special information
related to the indicator of and provision of clauses concerning
human rights in our agreements with our partners or other parties
since they are not presently customary for general agreements in
Indonesia. [HR1][HR2]

Kami sangat menyadari bahwa dimana pun Bank OCBC NISP


beroperasi selalu berhubungan dengan masyarakat sekitar yang

We fully realize that wherever Bank OCBC NISP operates, we


always interact with the surrounding community with their

Dengan pendekatan tersebut, sampai dengan akhir tahun 2012


tidak ada pengaduan keberatan dari masyarakat setempat
terhadap keberadaan Bank OCBC NISP termasuk pelanggaran
hak-hak masyarakat asli. [HR9]

Given this approach, until 2012 there were no reported complaints


or objections from the local community with respect to Bank
OCBC NISPs presence, including violations against the rights of
indigenous people. [HR9]

Keterbukaan Informasi dengan Investor


Bank OCBC NISP berkomitmen untuk menjaga hubungan
baik dengan seluruh investor dengan menjalin komunikasi
dan pemberian pelaporan yang akurat, transparan dan tepat
waktu. Seluruh informasi terkait kinerja dan performa investasi
kami laporkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Transparency of Information with Investors


Bank OCBC NISP is committed to maintaining good relationship
with all investors by building an accurate, transparent and
timely communication and reporting. All information related
to companys performance and investment performance have
been reported in the General Shareholders Meeting (GSM).

Penyediaan informasi terkini kepada para investor dan


pemegang saham ditangani oleh Unit Investor Relations. Investor
Relations aktif mengadakan berbagai diskusi dan sesi berbagi
informasi secara berkala, terutama terkait kinerja dan prospek
perusahaan. Hal tersebut dilakukan melalui pertemuan resmi
secara berkelompok maupun perorangan, conference call, video

Investor Relations Unit is charged with the responsibility of


providing the latest information to investors and shareholders,
by actively holding various discussions and information sharing
sessions on a regular basis, particularly those related to the
Companys performance and future prospects. Such matter is
conducted through formal meetings in groups or with particular

memiliki karakteristik unik. Oleh karena itu, kami senantiasa


meningkatkan hubungan yang harmonis dengan masyarakat
setempat yang kami terapkan melalui pendekatan-pendekatan
berikut:
1. Beradaptasi dengan perkembangan nilai-nilai budaya
masyarakat sekitar.
2. Berpartisipasi aktif dalam membantu pengembangan
masyarakat melalui program-program tanggung jawab sosial
perusahaan.

Sedangkan informasi mengenai perkembangan kinerja finansial


dan keberlanjutan Bank OCBC NISP disampaikan melalui website
kami yang juga dapat diakses oleh masyarakat luas. Upaya-upaya
keterbukaan informasi juga dilakukan melalui berbagai cara
dan sarana lainnya baik sebagai pemenuhan peraturan otoritas
pasar modal maupun sebagai komitmen untuk menunjukkan
akuntabilitas dan transparansi.

unique characteristics. Therefore, we continuously build a


harmonious relationship with the local community by focusing on
the following approaches:
1. Adapting with the latest developments of the cultural values
within the local community.
2. Actively participating in assisting in community development
efforts through corporate social responsibility programs.

While information on the latest developments in financial and


sustainability performance of Bank OCBC NISP is made available
in our corporate website for extensive access to the general
public. Other efforts related to information disclosure also include
other methods and facilities, to serve regulatory compliance with
capital market authorities and to demonstrate our commitment
to accountability and transparency.

OCBC NISP Sustainability Report 2012

83

Tata Kelola Perusahaan & Manajemen Risiko


Corporate Governance & Risk Management

conference, publikasi laporan keuangan triwulanan dan tahunan,


pengungkapan informasi dan peristiwa penting, siaran pers, dan
update website Bank OCBC NISP secara berkala.

individuals, conference calls, video conferences, publication of


quarterly and annual financial statements, disclosure of significant
events and information, press releases, and updates on Bank OCBC
NISP website on a regular basis.

Selama tahun 2012, Unit Investor Relations telah melaksanakan:


Pertemuan dengan analis dan lembaga pemeringkat: 15 kali
Paparan Publik: 2 kali
RUPST: 1 kali
RUPSLB: 1 kali
Pendistribusian Informasi Perusahaan: 6 kali
Laporan Tahunan: 1 kali
Informasi Kinerja Keuangan di website perusahaan: 4 kali

During 2012, the Investor Relations Unit conducted:


Meetings with analysts and rating agencies: 15 times
Public Expose: 2 times
AGM: 1 time
EGM: 1 time
Distribution of Corporate Information: 6 times
Annual Report: 1 time
Financial Performance Information in the corporate website: 4
times

Kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah


Dalam menjalankan aktivitasnya, Bank OCBC NISP berkomitmen
untuk mematuhi peraturan Bank Indonesia ataupun peraturan

Compliance with Government Regulation


In performing its activities, Bank OCBC NISP is committed to
complying with Bank Indonesia Regulations or the prevailing

Dalam rangka penerapan prinsip Anti Pencucian Uang dan


Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT), Bank OCBC NISP
melakukan pelaporan kepada Pusat Pelaporan dan Analisis
Transaksi Keuangan (PPATK) untuk Laporan Transaksi Keuangan
Tunai (LTKT) dan Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan
(LTKM). Selama tahun 2012, jumlah transaksi yang mencurigakan
yang telah dilaporkan ke PPATK sebanyak 35 (tiga puluh lima)
laporan. Sedangkan laporan transaksi tunai yang telah dilaporkan
ke PPATK 17.598 laporan. [SO4]

For the purpose of implementing the principles of Anti Money


Laundering and Counter Financing of Terrorism (AML-CFT), Bank
OCBC NISP reports to PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi
Keuangan) for the Cash Transaction Reports (LTKT) and Suspicious
Transaction Reports (LTKM). During 2012, there were a total of 35
(thirty five) suspicious transactions reported to PPATK, whereas
cash transaction reports made to PPATK totaled 17,598. [SO4]

Pada tahun 2012, Bank OCBC NISP telah melakukan GCG self
assessment mengacu kepada ketentuan Bank Indonesia tentang
Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan (GCG) bagi Bank Umum
sebagaimana yang diatur dalam PBI No. 8/4/PBI/2006, PBI No.
8/14/PBI/2006 dan SEBI No. 9/12/ DPNP. Dalam kegiatan self
assessment tersebut, dilakukan pemeringkatan dalam penilaian
terhadap pelaksanaan penerapan Tata Kelola Perusahaan Bank
OCBC NISP yang didasarkan oleh kriteria yang ditetapkan Bank
Indonesia, berdasarkan hasil perbandingan antara kinerja
penerapan Tata Kelola Perusahaan di Bank OCBC NISP dengan
kriteria minimal penerapan yang ditentukan oleh Bank Indonesia.

In 2012, Bank OCBC NISP completed the GCG self-assessment,


pursuant to Bank Indonesia regulation on Good Corporate
Governance (GCG) Implementation for Commercial Banks as
prescribed by PBI No. 8/4/PBI/2006, PBI No. 8/14/PBI/2006 and
SEBI No. 9/12/ DPNP. This self-assessment uses a rating system
in evaluation of Bank OCBC NISPs GCG implementation, based
on the criteria stipulated by Bank Indonesia, on the basis of a
comparative result between the implementation of GCG practices
in Bank OCBC NISP and the minimum criteria required by Bank
Indonesia.

perundang-undangan yang berlaku. Sesuai dengan Peraturan


Bank Indonesia No 13/2/PBI/2011 tanggal 20 Januari 2011 tentang
Pelaksanaan Fungsi Kepatuhan Bank Umum, Bank OCBC NISP
melaksanakan budaya kepatuhan dan memastikan terlaksananya
fungsi kepatuhan bank dilakukan dengan cara: [4.10]
Mewujudkan terlaksananya budaya kepatuhan pada semua
tingkatan organisasi dan kegiatan usaha.
Mengelola risiko kepatuhan yang dihadapi.
Memastikan agar kebijakan, ketentuan, prosedur serta
kegiatan usaha yang dilakukan telah sesuai dengan ketentuan
Bank Indonesia dan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
Memastikan kepatuhan terhadap komitmen yang dibuat oleh
Bank OCBC NISP kepada Bank Indonesia dan/atau otoritas
pengawas lain yang berwenang.

84

OCBC NISP Laporan Keberlanjutan 2012

regulations. In accordance with Bank Indonesia regulation No.13/2/


PBI/2011 dated 20 January 2011 regarding the Implementation
of Compliance Function by Commercial Banks, Bank OCBC NISP
adopts the compliance culture and ensures the implementation
of bank compliance by performing the following: [4.10]
Ensuring the implementation of compliance culture across all
organization levels and business activities.
Managing the compliance risks being exposed to.
Ensuring that all policies, requirements, procedures and
business activities undertaken have already been in accordance
with Bank Indonesia regulations and prevailing regulations.
Ensuring compliance with commitments made by Bank
OCBC NISP towards Bank Indonesia and/or other supervisory
authorities.

Seiring dengan komitmen penuh Bank OCBC NISP untuk selalu


melaksanakan praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan risiko,
Bank OCBC NISP telah menyiapkan infrastruktur untuk memenuhi
berbagai regulasi yang ditetapkan oleh Bank Indonesia termasuk
diantaranya penerapan Basel framework sebagai international
best practice. Pengukuran Aktiva Tertimbang Menurut Risiko
(ATMR) risiko kredit sudah dilakukan secara penuh menggunakan
metode pendekatan standar (Standardized Approach) sesuai
dengan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 13/6/DPNP tanggal
18 Februari 2011. Pada pendekatan standar bobot risiko ditetapkan
berdasarkan peringkat debitur atau pihak lawan, sesuai kategori
portofolio atau prosentase tertentu untuk jenis tagihan tertentu.

In line with full commitment of Bank OCBC NISP to perform


best practices at all times in our risk management practices, the
Bank has prepared an infrastructure to meet various regulations
stipulated by Bank Indonesia, among others the implementation
of Basel framework as an international best practice. The
measurement of Risk Weighted Assets (ATMR) of credit risk has
been fully implemented by adopting the Standardized Approach
in accordance with Circular Letter of Bank Indonesia No. 13/6/
DPNP dated 18 February 2011. In the standardized approach, the
risk value is made based on the rating of debtors or counterparties,
in accordance with the portfolio category or certain percentage(s)
for specified types of receivables.

Untuk memenuhi ketentuan Bank Indonesia mengenai tenaga


alih daya (outsourcing), pada kuartal I dan II tahun 2012 Bank OCBC
NISP mengurangi tenaga alih daya untuk pekerjaan-pekerjaan
yang merupakan aktivitas utama operasional dengan menyeleksi
tenaga alih daya yang sedang berjalan dan mempekerjakannya

To meet Bank Indonesia requirements on outsourcing, in the


first and second quarter of 2012 Bank OCBC NISP reduced total
outsourced personnel for activities that constitute the Companys
primary operational activities, by selecting from the existing
outsourcing personnel and hiring them as permanent employees

Untuk memenuhi ketentuan mengenai Sertifikasi Manajemen


Risiko, selama semester I tahun 2012, Bank memprioritaskan
kegiatan pelatihan untuk Sertifikasi Manajemen Risiko bagi
karyawan yang diwajibkan memiliki Sertifikasi Manajemen Risiko
sesuai dengan Ketentuan Peraturan BI.

To meet requirements on Risk Management Certification, during


the first semester of 2012, the Bank prioritized training activities
for Risk Management Certification for employees who are
required to have Risk Management Certificates in accordance with
BI regulations.

Sanksi Administratif
Pada tahun 2012, tidak terdapat sanksi terkait dengan prinsip kehatihatian serta penerapan tata kelola, namun terdapat sanksi denda
terkait dengan pelaporan kepada Otoritas Jasa Keuangan maupun
Bank Indonesia dengan jumlah total sebesar Rp433.818.075. Kami
telah menindaklanjuti dengan melakukan perbaikan laporan dan
melakukan staff counseling dan refreshment course. [SO8]

Administrative Sanctions
In 2012, there were no sanctions related to the prudential banking
principle and implementation of good governance; however, a
penalty was enforced with respect to reporting requirements to
Financial Services Authorities and Bank Indonesia in total amount
of Rp433,818,075. We have resolved these matters by amending
reports and performing staff counseling and refreshment courses.
[SO8]

sebagai karyawan tetap atau karyawan kontrak.

or contractual employees.

OCBC NISP Sustainability Report 2012

85

Indeks GRI
GRI Index
ISI
1

CONTENT
StrategI dan Analisis

Halaman Page

Profile Disclosure
1.1

Pernyataan dari pengambil keputusan tertinggi di organisasi


terkait dengan hubungan Keberlanjutan kepada organisasi dan
strateginya.

1.2

Deskripsi dampak kunci, risiko dan kesempatan.

PROFIL ORGANISASI

Description
12-15

AR

Statement from the most senior decision-maker of the organization

Description of key impacts, risks, and opportunities.


ORGANIZATION PROFILE

Keterbukaan

Profile Disclosure

2.1

Nama Organisasi.

93

Name of the organization.

2.2

Merek utama, produk, dan / atau layanan.

6-7

Primary brands, products, and/or services.

2.3

Struktur operasional organisasi, perusahaan operasi, anak


perusahaan, dan joint ventures.

2.4

Lokasi kantor pusat organisasi.

2.5

Jumlah negara dimana organisasi beroperasi, dan nama-nama


Negara dimana ada kaitannya dengan Keberlanjutan atau terkait
dengan operasi utama atau yang khusus.

2.6

Sifat kepemilikan dan badan hukum.

2.7

Pasar yang dilayani (termasuk rincian geografis, sektor yang


dilayani, jenis pelanggan / penerima manfaat).

2.8

Ukuran organisasi yang melaporkan


Jumlah karyawan;

48

Scale of the reporting organization.


Number of employees;

Penjualan Bersih;
Total kapitalisasi dirinci dalam hutang dan ekuitas;
Kuantitas produk dan jasa yang diberikan.

23

Net sales (for private sector organizations) or net revenues (for


public sector organizations);
Total capitalization broken down in terms of debt and equity (for
private sector organizations); and
Quantity of products or services provided.

2.9

Perubahan signifikan yang terjadi pada masa pelaporan terkait


ukuran, struktur, atau kepemilikan

Significant changes during the reporting period regarding size,


structure, or ownership.

2.10

Penghargaan yang diterima selama masa pelaporan

PARAMETER LAPORAN

94-95
5
N/A

93
16-17

11, 72

Operational structure of the organization, including main divisions,


operating companies, subsidiaries, and joint ventures.
Location of organizations headquarters.
Number of countries where the organization operates, and names
of countries with either major operations or that are specifically
relevant to the sustainability issues covered in the report.
Nature of ownership and legal form.
Markets served (including geographic breakdown, sectors served,
and types of customers/beneficiaries).

Awards received in the reporting period.


REPORT PARAMETERS

Profile Laporan

Report Profile

3.1

Masa Pelaporan atas informasi yang disajikan.

Reporting period (e.g., fiscal/calendar year) for information


provided.

3.2

Tanggal laporan paling akhir.

Date of most recent previous report (if any).

3.3

Siklus pelaporan

Reporting cycle (annual, biennial, etc.)

3.4

Poin Kontak untuk pertanyaan terkait dengan laporan dan isinya

Contact point for questions regarding the report or its


contents.

Cakupan dan batasan Laporan

86

Strategy and AnalYsis

Report Scope and Boundary

3.5

Proses dalam menetapkan isi laporan, termasuk di


dalamnya:
Menetapkan materialitas;
Topik prioritas dalam laporan; dan
Identifikasi pemangku kepentingan yang diharapkan organisasi
untuk menggunakan laporan.

3.6

Batasan laporan (misalnya negara, divisi, perusahaan anak, fasilitas


yang disewakan, usaha patungan, pemasok). Lihat Protokol Batasan
GRI untuk panduan lebih lanjut.

4, 16 - 17

3.7

Nyatakan setiap keterbatasan ruang lingkup atau batasan laporan.

3.8

Dasar untuk melaporkan usaha patungan, perusahaan


anak, fasilitas yang disewakan, operasi yang dioutsource serta
entitas lainnya yang mempengaruhi secara signifikan, sehingga
dapat diperbandingkan informasinya dari waktu ke waktu dan atau
antara organisasi

N/A

Basis for reporting on joint ventures, subsidiaries, leased facilities,


outsourced operations, and other entities that can significantly
affect comparability from period to period and/or between
organizations.

3.9

Teknik pengukuran data dan dasar perhitungannya, termasuk


di dalamnya asumsi dan teknik yang mendasari estimasi yang
diterapkan dalam mengkompilasi Indikator dan informasi lainnya
dalam laporan.

Data measurement techniques and the bases of calculations,


including assumptions and techniques underlying estimations
applied to the compilation of the Indicators and other information
in the report.

3.10

Penjelasan dampak dari pernyataan ulang terhadap informasi


yang disediakan dalam laporan sebelumnya, serta alasan untuk
pembuatan pernyataan ulang tersebut (misalnya karena merger/
akuisisi, perubahan dasar tahun/periode yang digunakan, sifat
usaha, metode

Explanation of the effect of any re-statements of information


provided in earlier reports, and the reasons for such re-statement
(e.g., mergers/acquisitions, change of base years/periods, nature of
business, measurement methods).

OCBC NISP Laporan Keberlanjutan 2012

4, 74

Process for defining report content.


Determining materiality;
Prioritizing topics within the report; and
Identifying stakeholders the organization expects to use the
report.
Boundary of the report (e.g., countries, divisions, subsidiaries, leased
facilities, joint ventures, suppliers). See GRI Boundary Protocol for
further guidance.
State any specific limitations on the scope or boundary of the
report (see completeness Principle for explanation of scope).

ISI

CONTENT

3.11

Perubahan signifikan dari laporan periode sebelumnya terkait


ruang lingkup, batasan, atau metode pengukuran yang digunakan
dalam laporan.

Significant changes from previous reporting periods in the scope,


boundary, or measurement methods applied in the report.

3.12

Tabel yang menunjukkan lokasi dari Standar Pengungkapan dalam


laporan.

3, 86-92

Table identifying the location of the Standard Disclosures in the


report.

3.13

Kebijakan dan praktek saat ini yang ditujukan untuk mencari


assurance eksternal untuk laporan. Jika tidak memasukkan laporan
assurance, untuk mendampingi laporan keberlanjutan, jelaskan
ruang lingkup dan dasar dari setiap assurance eksternal yang
tersedia

TATA KELOLA, KOMITMEN DAN KETERLIBATAN

Policy and current practice with regard to seeking external


assurance for the report.

GOVERNANCE, COMMITMENTS, AND ENGAGEMENT

Tata Kelola

Governance

4.1

Struktur tata kelola organisasi, termasuk komite di bawah badan


pengelola tertinggi yang bertanggungjawab untuk tugas khusus,
seperti dalam menetapkan strategi atau mekanisme pengawasan
organisasi.

33, 65, 67

Governance structure of the organization, including committees


under the highest governance body responsible for specific tasks,
such as setting strategy or organizational oversight.

4.2

Tunjukkan apakah Ketua dari badan pengelola tertinggi juga


merangkap pejabat eksekutif (dan jika ternyata iya, maka tunjukkan
fungsi mereka dalam pengelolaan organisasi dan alasan mengapa
terjadi kondisi semacam itu).

65, 66

Indicate whether the Chair of the highest governance body is also


an executive officer.

4.3

Untuk organisasi yang memiliki struktur satu dewan, nyatakan


jumlah anggota dari badan pengelola tertinggi yang berasal dari
kelompok independen dan atau anggota noneksekutif.

N/A

For organizations that have a unitary board structure, state the


number and gender of members of the highest governance body
that are independent and/or non-executive members.

4.4

Mekanisme untuk pemegang saham dan pegawai dalam


menyampaikan rekomendasi atau arahan kepada badan
pengelola tertinggi.

4.5

Hubungan antara kompensasi untuk anggota badan pengelola


tertinggi, manajer senior, dan eksekutif (termasuk dalam hal
pengaturan perjalanan) dengan kinerja organisasi (termasuk di
dalamnya kinerja sosial dan ekonomi).

68

Linkage between compensation for members of the highest


governance body, senior managers, and executives.

4.6

Proses yang ada di dalam badan pengelola tertinggi dalam


menjamin terhindarnya konflik kepentingan.

71

Processes in place for the highest governance body to ensure


conflicts of interest are avoided.

4.7

Proses dalam menentukan kualifikasi dan keahlian dari anggota


badan pengelola tertinggi dalam mengarahkan strategi organisasi
terkait topik ekonomi, lingkungan, dan sosial.

68

Process for determining the composition, qualifications and


expertise of the members of the highest governance body and
its committees, including any consideration of gender and other
indicators of diversity.

4.8

Pengembangan secara internal pernyataan misi atau


nilai, kode tingkah laku, dan prinsip yang relevan dengan
kinerja ekonomi, lingkungan dan sosial serta status dari
implementasinya.

8, 10, 55

Internally developed statements of mission or values, codes of


conduct, and principles relevant to economic, environmental, and
social performance and the status of their implementation.

4.9

Prosedur dalam badan pengelola tertinggi untuk mengawasi


manajemen dan identifikasi organisasi terhadap kinerja ekonomi,
lingkungan dan sosial, termasuk di dalamnya risiko dan peluang
yang relevan, serta ketaatan atau kepatuhannya terhadap standar
internasional

33, 67, 71
73, 74

Procedures of the highest governance body for overseeing the


organizations identification and management of economic,
environmental, and social performance, including relevant risks and
opportunities, and adherence or compliance with internationally
agree

4.10

Proses dalam mengevaluasi kinerja dari badan pengelola tertinggi,


khususnya yang terkait dengan kinerja ekonomi, lingkungan, dan
sosial.

68, 84

Processes for evaluating the highest governance bodys own


performance, particularly with respect to economic, environmental,
and social performance.

61, 66

Komitmen Terhadap Inisiatif Eksternal

Mechanisms for shareholders and employees to provide


recommendations or direction to the highest governance body.

Commitments to External Initiatives

4.11

Penjelasan mengenai bagaimana pendekatan atau prinsip


pencegahan digunakan oleh organisasi.

68-69, 70,
73-74

4.12

Piagam, prinsip, atau inisiatif lainnya yang dikembangkan secara


eksternal terkait ekonomi, lingkungan, dan sosial yang turut
didukung/diadopsi oleh organisasi.

69, 74

Externally developed economic, environmental, and social charters,


principles, or other initiatives to which the organization subscribes
or endorses.

4.13

Keanggotaan dalam asosiasi (seperti asosiasi industri) dan atau


organisasi advokasi nasional/internasional.

71

Memberships in associations (such as industry associations) and/or


national/international advocacy organizations.

Keterlibatan Pemangku Kepentingan

Explanation of whether and how the precautionary approach or


principle is addressed by the organization.

Stakeholder Engagement

4.14

Daftar kelompok pemangku kepentingan yang dilibatkan oleh


organisasi.

33, 38, 41, 76

List of stakeholder groups engaged by the organization.

4.15

Dasar yang digunakan dalam mengidentifikasi dan memilih


pemangku kepentingan yang akan dilibatkan.

76

Basis for identification and selection of stakeholders with whom


to engage.

4.16

Pendekatan yang digunakan untuk melibatkan pemangku


kepentingan, termasuk di dalamnya frekuensi pelibatan
berdasarkan jenis dan kelompok pemangku kepentingan.

76

Approaches to stakeholder engagement, including frequency of


engagement by type and by stakeholder group.

4.17

Topik dan perhatian utama yang dimunculkan melalui pelibatan


pemangku kepentingan, dan bagaimana organisasi merespons
topik dan perhatian utama tersebut, termasuk melalui
pelaporannya.

76

Key topics and concerns that have been raised through stakeholder
engagement, and how the organization has responded to those key
topics and concerns, including through its reporting.

OCBC NISP Sustainability Report 2012

87

Indeks GRI
GRI Index

ISI

CONTENT
INDIKATOR KINERJA EKONOMI

ECONOMIC PERFORMANCE INDICATORS

Kinerja Ekonomi

Economic performance

EC1

Nilai ekonomi yang dihasilkan dan didistribusikan secara langsung,


termasuk pendapatan, biaya operasi, kompensasi kepada karyawan,
donasi dan investasi ke masyarakat, laba ditahan serta pembayaran
ke penyedia modal dan pemerintah.

23, 33

EC2

Implikasi keuangan dan berbagai risiko dan peluang untuk segala


aktivitas perusahaan dalam menghadapi perubahan iklim.

21

Financial implications and other risks and opportunities for the


organizations activities due to climate change.

EC3

Daftar cakupan kewajiban perusahaan dalam perencanaan


manfaat yang sudah ditetapkan.

56

Coverage of the organizations defined benefit plan obligations.

EC4

Bantuan keuangan finansial signifikan yang diperoleh dari


pemerintah.

23

Significant financial assistance received from government.

Keberadaan Pasar

Market presence

EC5

Parameter standar upah karyawan di jenjang awal


dibandingkan dengan upah karyawan minimum yang berlaku pada
lokasi operasi tertentu.

56

Range of ratios of standard entry level wage compared to local


minimum wage at significant locations of operation.

EC6

Kebijakan, penerapan dan pembagian pembelanjaan pada


subkontraktor (mitra kerja) setempat yang ada di berbagai lokasi
operasi.

83

Policy, practices, and proportion of spending on locally-based


suppliers at significant locations of operation.

EC7

Prosedur penerimaan tenaga kerja lokal dan beberapa orang di


level manajemen senior yang diambil dari komunitas setempat di
beberapa lokasi operasi.

47

Procedures for local hiring and proportion of senior management


hired from the local community at significant locations of
operation.

Pengaruh Ekonomi secara Tidak Langsung

Indirect economic impacts

EC8

Pengembangan dan dampak dari investasi infrastruktur dan


pelayanan yang disediakan terutama bagi kepentingan publik
melalui perdagangan, jasa dan pelayanan atau pun yang sifatnya
pro-bono.

34

Development and impact of infrastructure investments and


services provided primarily for public benefit through commercial,
in-kind, or pro bono engagement.

EC9

Pemahaman dan penjelasan atas dampak ekonomi secara tidak


langsung, termasuk luasan dampak

23

Understanding and describing significant indirect economic


impacts, including the extent of impacts.

INDIKATOR KINERJA DI BIDANG LINGKUNGAN

ENVIRONMENTAL PERFORMANCE INDICATORS

Material

Materials

EN1

Penggunaan Bahan; diperinci berdasarkan berat atau volume.

29

Materials used by weight or volume.

EN2

Persentase Penggunaan Bahan Daur Ulang.

29

Percentage of materials used that are recycled input materials.

Energi

Energy

EN3

Penggunaan Energi Langsung dari Sumberdaya Energi Primer

28

Direct energy consumption by primary energy source.

EN4

Pemakaian Energi Tidak Langsung berdasarkan Sumber


Primer

28

Indirect energy consumption by primary source.

EN5

Penghematan Energi melalui Konservasi dan Peningkatan Efisiensi

26

Energy saved due to conservation and efficiency improvements.

EN6

Inisiatif untuk mendapatkan produk dan jasa berbasis energi


efisien atau energi yang dapat diperbarui,

27

Initiatives to provide energy-efficient or renewable energy based


products and services, and reductions in energy requirements as a
result of these initiatives.

EN7

Inisiatif untuk mengurangi konsumsi energi tidak langsung dan


pengurangan yang dicapai

26-30

Initiatives to reduce indirect energy consumption and reductions


achieved.

Air

Water

EN8

Total pengambilan air per sumber

30

Total water withdrawal by source.

EN9

Sumber air yang terpengaruh secara signifikan akibat


pengambilan air

30

Water sources significantly affected by withdrawal of water.

EN10

Persentase dan total volume air yang digunakan kembali dan


didaur ulang

30

Percentage and total volume of water recycled and reused.

Location and size of land owned, leased, managed in, or adjacent


to, protected areas and areas of high biodiversity value outside
protected areas.

Biodiversitas (Keanekaragaman Hayati)

88

Direct economic value generated and distributed, including


revenues, operating costs, employee compensation, donations and
other community investments, retained earnings, and payments to
capital providers and governments.

Biodiversity

EN11

Lokasi dan Ukuran Tanah yang dimiliki, disewa, dikelola oleh


organisasi pelapor yang berlokasi di dalam, atau yang berdekatan
dengan daerah yang diproteksi (dilindungi?) atau daerah-daerah
yang memiliki nilai keanekaragaman hayati yang tinggi di luar
daerah

31

EN12

Uraian atas berbagai dampak signifikan yang diakibatkan


oleh aktivitas, produk, dan jasa organisasi pelapor terhadap
keanekaragaman hayati di daerah yang diproteksi (dilindungi) dan
di daerah yang memiliki keanekaragaman hayati bernilai tinggi di
luar daerah

N/A

Description of significant impacts of activities, products, and


services on biodiversity in protected areas and areas of high
biodiversity value outside protected areas.

EN13

Perlindungan dan Pemulihan Habitat

N/A

Habitats protected or restored.

OCBC NISP Laporan Keberlanjutan 2012

ISI

CONTENT

EN14

Strategi, tindakan, dan rencana mendatang untuk mengelola


dampak terhadap keanekaragaman hayati

EN15

Jumlah spesies berdasarkan tingkat risiko kepunahan yang masuk


dalam Daftar Merah IUCN (IUCN Red List Species) dan yang masuk
dalam daftar konservasi nasional dengan habitat di daerah-daerah
yang terkena dampak operasi

N/A
31

Emisi, Afluen dan Limbah

Strategies, current actions, and future plans for managing impacts


on biodiversity.
Number of IUCN Red List species and national conservation list
species with habitats in areas affected by operations, by level of
extinction risk.
Emissions, effluents and waste

EN16

Jumlah emisi gas rumah kaca yang sifatnya langsung maupun tidak
langsung dirinci berdasarkan berat

N/A

Total direct and indirect greenhouse gas emissions by weight.

EN17

Emisi gas rumah kaca tidak langsung lainnya diperinci


berdasarkan berat

N/A

Other relevant indirect greenhouse gas emissions by weight.

EN18

Inisiatif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan


pencapaiannya

N/A

Initiatives to reduce greenhouse gas emissions and reductions


achieved.

EN19

Emisi bahan kimia yang merusak lapisan ozon (ozonedepleting


substances/ODS) diperinci berdasarkan berat

EN20

NOx, SOx dan emisi udara signifikan lainnya yang diperinci


berdasarkan jenis dan berat

EN21

Jumlah buangan air menurut kualitas dan tujuan

EN22

Jumlah berat limbah menurut jenis dan metode pembuangan.

EN23

Jumlah dan volume tumpahan yang signifikan.

EN24

Berat limbah yang diangkut, diimpor, diekspor, atau diolah yang


dianggap berbahaya menurut Lampiran Konvensi Basel I, II, III dan
VIII, dan persentase limbah yang diangkut secara internasional.

30

EN25

Identitas, ukuran, status proteksi dan nilai keanekaragaman hayati


badan air serta habitat terkait yang secara signifikan dipengaruhi
oleh pembuangan dan limpasan air organisasi pelapor.

N/A

27
N/A

Emissions of ozone-depleting substances by weight.


NOx, SOx, and other significant air emissions by type and weight.

30

Total water discharge by quality and destination.

30

Total weight of waste by type and disposal method.

N/A

Produk dan Jasa

Total number and volume of significant spills.


Weight of transported, imported, exported, or treated waste
deemed hazardous under the terms of the Basel Convention Annex
I, II, III, and VIII, and percentage of transported waste shipped
internationally.
Identity, size, protected status, and biodiversity value of water
bodies and related habitats significantly affected by the reporting
organizations discharges of water and runoff.
Products and services

EN26

Inisiatif untuk mengurangi dampak lingkungan produk dan jasa


dan sejauh mana dampak pengurangan tersebut.

25, 28

Initiatives to mitigate environmental impacts of products and


services, and extent of impact mitigation.

EN27

Persentase produk terjual dan bahan kemasannya yang ditarik


menurut kategori.

4, 26

Percentage of products sold and their packaging materials that are


reclaimed by category.

Kepatuhan
EN28

Nilai Moneter Denda yang signifikan dan jumlah sanksi


nonmoneter atas pelanggaran terhadap hukum dan regulasi
lingkungan.

Compliance
N/A

Monetary value of significant fines and total number of nonmonetary sanctions for non-compliance with environmental laws
and regulations.

N/A

Significant environmental impacts of transporting products and


other goods and materials used for the organizations operations,
and transporting members of the workforce.

N/A

Total environmental protection expenditures and investments by


type.

Transportasi
EN29

Dampak lingkungan yang signifikan akibat pemindahan produk


dan barang-barang lain serta material yang digunakan untuk
operasi perusahaan, dan tenaga kerja yang memindahkan.

Transport

Keseluruhan
EN30

Jumlah pengeluaran untuk proteksi dan investasi lingkungan


menurut jenis.

Overall

INDIKATOR KINERJA SOSIAL

SOCIAL PERFORMANCE INDICATORS

Praktek Tenaga Kerja dan Pekerjaan yang Layak

Labor Practices and Decent Work

Pekerjaan

Employment

LA1

Jumlah angkatan kerja menurut jenis pekerjaan, kontrak pekerjaan,


dan wilayah.

50

Total workforce by employment type, employment contract, and


region, broken down by gender.

LA2

Jumlah dan tingkat perputaran karyawan menurut kelompok usia,


jenis kelamin, dan wilayah.

51

Total number and rate of new employee hires and employee


turnover by age group, gender, and region.

LA3

Manfaat yang disediakan bagi karyawan tetap (purna waktu) yang


tidak disediakan bagi karyawan tidak tetap (paruh waktu) menurut
kegiatan pokoknya.

57

Benefits provided to full-time employees that are not provided to


temporary or part-time employees, by major operations.

Tenaga Kerja / Hubungan Manajemen

Labor/Management Relations

LA4

Persentase karyawan yang dilindungi perjanjian tawar menawar


kolektif tersebut.

61

Percentage of employees covered by collective bargaining


agreements.

LA5

Masa pemberitahuan minimal tentang perubahan kegiatan


penting, termasuk apakah hal itu dijelaskan dalam perjanjian
kolektif tersebut.

61

Minimum notice period(s) regarding significant operational


changes, including whether it is specified in collective agreements.

OCBC NISP Sustainability Report 2012

89

Indeks GRI
GRI Index

ISI

CONTENT
Kesehatan dan Keselamatan Jabatan

Occupational health and safety

LA6

Persentase jumlah angkatan kerja yang resmi diwakili dalam


panitia Kesehatan dan Keselamatan antara manajemen dan pekerja
yang membantu memantau dan memberi nasihat untuk program
keselamatan dan kesehatan jabatan.

59

Percentage of total workforce represented in formal joint


management-worker health and safety committees that help
monitor and advise on occupational health and safety programs.

LA7

Tingkat kecelakaan fisik, penyakit karena jabatan, hari-hari yang


hilang, dan ketidakhadiran, dan jumlah kematian karena pekerjaan
menurut wilayah.

60

Rates of injury, occupational diseases, lost days, and absenteeism,


and number of work-related fatalities by region and by gender.

LA8

Program pendidikan, pelatihan, penyuluhan/ bimbingan,


pencegahan, pengendalian risiko setempat untuk membantu para
karyawan, anggota keluarga dan anggota masyarakat, mengenai
penyakit berat/berbahaya.

42

Education, training, counseling, prevention, and risk-control


programs in place to assist workforce members, their families, or
community members regarding serious diseases.

LA9

Masalah kesehatan dan keselamatan yang tercakup dalam


perjanjian resmi dengan serikat karyawan.

61

Health and safety topics covered in formal agreements with trade


unions.

Pelatihan dan Pendidikan

Training and education

LA10

Rata-rata jam pelatihan tiap tahun tiap karyawan menurut


kategori/kelompok karyawan.

50

Average hours of training per year per employee by gender and by


employee category.

LA11

Program untuk pengaturan keterampilan dan pembelajaran


sepanjang hayat yang menunjang kelangsungan pekerjaan
karyawan dan membantu mereka dalam mengatur akhir karier.

51

Programs for skills management and lifelong learning that support


the continued employability of employees and assist them in
managing career endings.

LA12

Persentase karyawan yang menerima peninjauan kinerja dan


pengembangan karier secara teratur.

50

Percentage of employees receiving regular performance and career


development reviews buy gender.

51

Composition of governance bodies and breakdown of employees


per employee category according to gender, age group, minority
group membership, and other indicators of diversity.

Keragaman dan Kesempatan Setara


LA13

Komposisi badan pengelola/penguasa dan perincian karyawan


tiap kategori/kelompok menurut jenis kelamin, kelompok usia,
keanggotaan kelompok minoritas, dan keanekaragaman indikator
lain.

Diversity and equal opportunity

Remunerasi setara bagi pria dan wanita


LA14

Perbandingan/rasio gaji dasar pria terhadap wanita menurut


kelompok/kategori karyawan.

Equal remuneration for women and men


56

HAK ASASI MANUSIA

HUMAN RIGHTS PERFORMANCE INDICATORS

Praktek Informasi dan Pengadaan

Investment and procurement practices

HR1

Persentase dan jumlah perjanjian investasi signifikan yang memuat


klausula HAM atau telah menjalani proses skrining/filtrasi terkait
dengan aspek hak asasi manusia.

83

Percentage and total number of significant investment agreements


and contracts that include human rights clauses or that have
undergone human rights screening.

HR2

Persentase pemasok dan kontraktor signifikan yang telah menjalani


proses skrining/filtrasi atas aspek HAM.

83

Percentage of significant suppliers, contractors, and other business


partners that have undergone human rights screening and actions
taken.

HR3

Jumlah waktu pelatihan bagi karyawan dalam hal kebijakan serta


prosedur yang terkait dengan aspek HAM yang relevan dengan
kegiatan organisasi, termasuk persentase karyawan yang telah
menjalani pelatihan.

53

Total hours of employee training on policies and procedures


concerning aspects of human rights that are relevant to operations,
including the percentage of employees trained.

Non-Diskriminasi
HR4

Jumlah kasus diskriminasi yang terjadi dan tindakan yang diambil/


dilakukan.

Non-discrimination
49

Total number of incidents of discrimination and corrective actions


taken.

61

Operations and significant suppliers identified in which the right to


exercise freedom of association and collective bargaining may be at
significant risk, and actions taken to support these rights.

21, 49

Operations identified as having significant risk for incidents of child


labor, and measures taken to contribute to the elimination of child
labor.

21, 61

Operations and significant suppliers identified as having significant


risk for incidents of forced or compulsory labor, and measures to
contribute to the elimination of all forms of forced or compulsory
labor.

Kebebasan Berserikat dan Perjanjian Bersama


HR5

Segala kegiatan berserikat dan berkumpul yang diidentifikasi dapat


menimbulkan risiko yang signifikan serta tindakan yang diambil
untuk mendukung hak-hak tersebut.

Freedom of association and collective bargaining

Pekerja Anak
HR6

Kegiatan yang teridentifikasi mengandung resiko yang signifikan


timbulnya terjadinya kasus pekerja anak, dan langkah-langkah yang
diambil untuk mendukung upaya penghapusan pekerja anak.

Child labor

Kerja Paksa dan Kerja Wajib


HR7

Kegiatan yang teridentifikasi mengandung resiko signifikan


yang dapat menimbulkan kasus kerja paksa atau kerja wajib, dan
langkah-langkah yang telah diambil untuk mendukung upaya
penghapusan kerja paksa atau kerja wajib.

Prevention of forced and compulsory labor

Praktek Keamanan
HR8

Persentase personel penjaga keamanan yang terlatih dalam hal


kebijakan dan prosedur organisasi terkait dengan aspek HAM yang
relevan dengan kegiatan organisasi

Security practices
53

Percentage of security personnel trained in the organizations


policies or procedures concerning aspects of human rights that are
relevant to operations.

83

Total number of incidents of violations involving rights of


indigenous people and actions taken.

Hak Penduduk Asli


HR9

90

Ratio of basic salary of men to women by employee category.

Jumlah kasus pelanggaran yang terkait dengan hak penduduk asli


dan langkah-langkah yang diambil.

OCBC NISP Laporan Keberlanjutan 2012

Indigenous rights

ISI

CONTENT
MASYARAKAT

SOCIETY PERFORMANCE INDICATORS

Komunitas
SO1

Sifat dasar, ruang lingkup, dan keefektifan setiap program dan


praktek yang dilakukan untuk menilai dan mengelola dampak
operasi terhadap masyarakat, baik pada saat memulai, pada saat
beroperasi, dan pada saat mengakhiri.

Local Communities
21, 58

Anti Korupsi

Nature, scope, and effectiveness of any programs and practices that


assess and manage the impacts of operations on communities,
including entering, operating, and exiting.
Corruption

SO2

Persentase dan jumlah unit usaha yang memiliki risiko


terhadap korupsi.

70

Percentage and total number of business units analyzed for risks


related to corruption.

SO3

Persentase pegawai yang dilatih dalam kebijakan dan prosedur


antikorupsi.

70

Percentage of employees trained in organizations anti-corruption


policies and procedures.

SO4

Tindakan yang diambil dalam menanggapi kejadian korupsi.

70, 71, 84

Kebijakan Publik

Actions taken in response to incidents of corruption.


Public policy

SO5

Kedudukan kebijakan publik dan partisipasi dalam proses melobi


dan pembuatan kebijakan publik.

N/A

Public policy positions and participation in public policy


development and lobbying.

SO6

Nilai kontribusi finansial dan natura kepada partai politik, politisi,


dan institusi terkait berdasarkan negara di mana perusahaan
beroperasi.

N/A

Total value of financial and in-kind contributions to political parties,


politicians, and related institutions by country.

N/A

Total number of legal actions for anti-competitive behavior, antitrust, and monopoly practices and their outcomes.

Perilaku anti kompetisi


SO7

Jumlah tindakan hukum terhadap pelanggaran ketentuan


antipersaingan, anti-trust, dan praktek monopoli serta sanksinya.

Anti-competitive behavior

Kepatuhan
SO8

Nilai uang dari denda signifikan dan jumlah sanksi nonmoneter


untuk pelanggaran hukum dan peraturan yang dilakukan.

Compliance
72, 85

TANGGUNG JAWAB PRODUK

Monetary value of significant fines and total number of nonmonetary sanctions for non-compliance with laws and regulations.
PRODUCT RESPONSIBILITY PERFORMANCE INDICATORS

Kesehatan dan Keamanan Pelanggan

Customer health and safety

PR1

Tahapan daur hidup di mana dampak produk dan jasa


yang menyangkut kesehatan dan keamanan dinilai untuk
penyempurnaan, dan persentase dari kategori produk dan jasa yang
penting yang harus mengikuti prosedur tersebut.

N/A

Life cycle stages in which health and safety impacts of products


and services are assessed for improvement, and percentage
of significant products and services categories subject to such
procedures.

PR2

Jumlah ketidakpatuhan (non-compliance) terhadap peraturan dan


etika mengenai dampak kesehatan dan keselamatan suatu produk
dan jasa selama daur hidup, per produk.

N/A

Total number of incidents of non-compliance with regulations and


voluntary codes concerning health and safety impacts of products
and services during their life cycle, by type of outcomes.

Pemasangan Label bagi Produk dan Jasa

Product and service labelling

PR3

Jenis informasi produk dan jasa yang dipersyaratkan oleh prosedur


dan persentase produk dan jasa yang signifikan yang terkait
dengan informasi yang dipersyaratkan tersebut.

78

Type of product and service information required by procedures,


and percentage of significant products and services subject to such
information requirements.

PR4

Jumlah ketidakpatuhan (non-compliance) peraturan dan voluntary


codes mengenai penyediaan informasi produk dan jasa serta
pemberian label, per produk.

N/A

Total number of incidents of non-compliance with regulations and


voluntary codes concerning product and service information and
labeling, by type of outcomes.

PR5

Praktek yang berkaitan dengan kepuasan pelanggan termasuk hasil


survei yang mengukur kepuasan pelanggan.

77

Practices related to customer satisfaction, including results of


surveys measuring customer satisfaction.
Programs for adherence to laws, standards, and voluntary codes
related to marketing communications, including advertising,
promotion, and sponsorship.

Komunikasi Pemasaran

Marketing communications

PR6

Program-program untuk ketaatan kepada hukum, standar dan


yang terkait dengan komunikasi pemasaran, termasuk periklanan,
promosi dan sponsorship.

78

PR7

Jumlah ketidakpatuhan (non-compliance) peraturan dan voluntary


codes sukarela mengenai komunikasi pemasaran termasuk
periklanan, promosi, dan sponsorship, menurut produknya.

78, 81, 82

Aspek: Keleluasaan Pribadi (privacy) Pelanggan


PR8

Jumlah keseluruhan dari pengaduan yang berdasar mengenai


pelanggaran keleluasaan pribadi (privacy) pelanggan dan hilangnya
data pelanggan.

Aspect: Customer Policy


82

Total number of substantiated complaints regarding breaches of


customer privacy and losses of customer data.

72

Monetary value of significant fines for non-compliance with laws


and regulations concerning the provision and use of products and
services.

Kepatuhan
PR9

Nilai moneter dari denda ketidakpatuhan (non compliance) hukum


dan peraturan mengenai pengadaan dan penggunaan produk dan
jasa

Total number of incidents of non-compliance with regulations and


voluntary codes concerning marketing communications, including
advertising, promotion, and sponsorship by type of outcome.

Compliance

Dampak terhadap Produk dan Jasa


Portfolio Produk
FS1

Kebijakan yang berkaitan dengan aspek lingkungan dan sosial yang


diterapkan pada lini bisnis.

FS2

Prosedur untuk menilai dan melakukan penyaringan risiko


lingkungan dan sosial pada lini bisnis.

Product Portfolio
80
21, 31

Policies with specific environmental and social components applied


to business lines.
Procedures for assessing and screening environmental and social
risks in business lines.

OCBC NISP Sustainability Report 2012

91

Indeks GRI
GRI Index

ISI

CONTENT

FS3

Proses untuk memantau implementasi dan pemenuhan


persyaratan lingkungan dan sosial oleh klien termasuk dalam
perjanjian atau transaksi.

21, 31

FS4

Proses untuk meningkatkan kompetensi staf untuk melaksanakan


kebijakan lingkungan dan sosial serta prosedur sebagaimana yang
diterapkan pada lini bisnis.

FS5

Interaksi dengan klien/asosiasi/mitra bisnis tentang peluang dan


risiko lingkungan dan sosial.

FS6

Persentase portofolio untuk bidang usaha menurut wilayah


tertentu, segmen bisnis (misalnya mikro/UKM/besar) dan juga
berdasarkan sektor.

FS7

Nilai moneter produk dan layanan yang dirancang untuk


memberikan manfaat sosial yang spesifik untuk setiap lini bisnis
yang dikelompokkan menurut tujuan.

20, 80

FS8

Nilai moneter produk dan layanan yang dirancang untuk


memberikan manfaat lingkungan yang spesifik untuk setiap lini
bisnis yang dikelompokkan menurut tujuan.

Annual Report
212-231

Monetary value of products and services designed to deliver a


specific environmental benefit for each business line broken down
by purpose.

N/A

Coverage and frequency of audits to assess implementation of


environmental and social policies and risk assessment procedures.

22, 25, 26

Process(es) for improving staff competency to implement the


environmental and social policies and procedures as applied to
business lines.

34-45

Interactions with clients/investees/business partners regarding


environmental and social risks and opportunities.

Annual Report
269-271

Audit
FS9

Cakupan dan frekuensi audit untuk menilai pelaksanaan kebijakan


lingkungan dan sosial serta prosedur dan risiko.

Percentage of the portfolio for business lines by specific region, size


(e.g. micro/SME/large) and by sector.
Monetary value of products and services designed to deliver
a specific social benefit for each business line broken down by
purpose.

Audit

Kepemilikan Aktif

92

Processes for monitoring clients implementation of and


compliance with environmental and social requirements included
in agreements or transactions.

Active Ownership

FS10

Persentase dan jumlah perusahaan yang ditempatkan dalam


portofolio institusi dengan mana organisasi yang melaporkan SR
berinteraksi mengenai isu-isu lingkungan atau sosial.

N/A

Percentage and number of companies held in the institutions


portfolio with which the reporting organization has interacted on
environmental or social issues.

FS11

Persentase aset untuk melakukan penyaringan lingkungan atau


sosial baik positif dan negatif.

N/A

Percentage of assets subject to positive and negative


environmental or social screening.

FS12

Kebijakan voting yang diterapkan pada isu-isu lingkungan


atau sosial yang berkaitan dengan saham dimana organisasi
yang melaporkan SR memiliki hak voting terhadap saham atau
memberikan saran untuk melakukan voting.

N/A

Voting polic(ies) applied to environmental or social issues for shares


over which the reporting organization holds the right to vote shares
or advises on voting.

OCBC NISP Laporan Keberlanjutan 2012

Profil Bank OCBC NISP


OCBC NISP Profile

Nama

Name

PT Bank OCBC NISP Tbk [2.1]

[2.1] PT Bank OCBC NISP Tbk


Line of Business

Bidang Usaha

Commercial Banks, Foreign Exchange Bank, and Sharia Bank.

Bank Umum, Bank Devisa, dan Bank yang melakukan Kegiatan


Berdasarkan Prinsip Syariah.
Kepemilikan [2.6]

[2.6] Ownership

OCBC Bank Singapura 85,1%

OCBC Bank Singapore 85.1%

Masyarakat 14,9%

Public 14.9%

Tanggal Pendirian
4 April 1941 dengan nama NV Nederlandsh Indische Spaar En

Date of Establishment
4 April 1941 under the name NV Nederlandsch Indische Spaar En

Deposito Bank.

Deposito Bank.
Name Change

Perubahan Nama
Tahun 1941:

Year 1941: Established under the name NV Nederlandsch

Didirikan dengan nama NV Nederlandsch

Indische Spaar En Deposito Bank (NISP)

Indische Spaar En Deposito Bank (NISP)


Tahun 1958:

Singkatan NISP berubah menjadi

Tahun 1981:

NISP bukan lagi singkatan melainkan nama

Year 1958: Abbreviation of NISP was changed to


Nilai Inti Sari Penyimpan

Nilai Inti Sari Penyimpan

Year 1981: NISP was no longer an abbreviation but instead


became the Banks name, Bank NISP

Bank yaitu Bank NISP


Tahun 2008:

Year 2008: Used a new name, Bank OCBC NISP

Menggunakan nama baru Bank OCBC NISP

Akta Pendirian Perseroan No. 6 tanggal 4 April 1941 yang

Deed of Incorporation No. 6 dated 4 April 1941, made before

dibuat di hadapan Theodor Johan Indewey Gerlings, Notaris

Theodor Johan Indewey Gerlings, Notary in Purwakarta

di Purwakarta yang telah disetujui menurut penetapan

as have been approved by letter of Directeur van Justitie

Directeur van Justitie tanggal 28 April 1941 No. A 42/6/9 dan

dated 28 April 1941 No. A 42/6/9 and announced in Javasche

diumumkan dalam berita Javasche Courant tanggal 20 Juni

Courant dated 20 June 1941 No. 49 Bijvoegsel No. 1961.

1941 No. 49 Bijvoegsel No. 1961.


Berita Negara Republik Indonesia No. 5 tanggal 16 Januari

1951 Tambahan No. 21. [2.6]

Bursa Efek
Saham dan Obligasi PT Bank OCBC NISP Tbk dicatat dan
diperdagangkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI)
Tanggal Pencatatan Saham
20 Oktober 1994
Kode Saham & Obligasi
NISP
ISIN Code
ID 10000 94402
SWIFT Code
NISPIDJA
Kantor Pusat: [2.4]
OCBC NISP Tower
Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 25
Jakarta 12940
Indonesia
Tel: (021) 255 33 888
Fax: (021) 579 44 000
Website: www.ocbcnisp.com

State Gazette of the Republic of Indonesia No. 5 dated

16 January 1951 Supplement No. 21. [2.6]

Stock Exchange
Shares and Bonds of PT Bank OCBC NISP Tbk are listed and
traded on Indonesia Stock Exchange (IDX)
Listing Date
20 October 1994
Share & Bonds Code
NISP
ISIN Code
ID 10000 94402
SWIFT Code
NISPIDJA

[2.4] Head Office:


OCBC NISP Tower
Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 25
Jakarta 12940
Indonesia
Tel: (021) 255 33 888
Fax: (021) 579 44 000
Website: www.ocbcnisp.com

OCBC NISP Sustainability Report 2012

93

Struktur Organisasi [2.3]


Organization Structure
Per 31 Desember 2012
As of December 31, 2012

Deputy President Director


Business Banking

Wholesale Banking

Enterprise Banking

Commercial Banking

Transaction Banking

Wholesale Banking

Enterprise
Banking A

National Commercial
Business

Head of Transaction
Banking

Financial Institution

Treasurer

Sani Effendy

Jap Chin Phing

Andrae Khrisnawan

Rusli Hidayat

Johannes Husin

Wholesale Banking
Credit Management

Enterprise
Banking B

National Emerging
Business

Trade Product
Management

Business Banking Credit


Management

Treasury Trading

Cindy Siauw

Suwano

Low Seh Kiat

Radiman Ali Rohim

Heriyanto

Robby

Enterprise
Banking Credit
Management

Trade Sales

Asset Liability
Management

Franki

Gianto Kusno

Tjen Mellia Liman

Network
Relationship

Cash Management
Product

Treasury Advisory

Amran Setiawan

Novelina Luciana

Cash Management
Sales

Business Management

Maya K. Hartanto

Value Chain
Diah Indrawati
Delivery and Client
Services
Amran Setiawan
Marketing and Business
Finance
Andre Tiono

94

Treasury Group

OCBC NISP Laporan Keberlanjutan 2012

Board of
Commissioners

Corporate Secretary
Uliya Ariyani

President Director

Compliance
Angeline Nangoi
Internal Audit
Rudy Dekriadi

Corporate Communication
Tina R. Tjintawati
Customer Experience
Boyke I. Aveanto

Consumer Banking
Group

Network Group

Risk Management
Group

Human Capital Group

Financial & Planning


Group

Operation & IT

Metropolitan
Liabilities & Wealth
Distribution

Senior Corporate
Executive

Corporate Credit
Risk Management

HC Services

Financial Control

Business Solutions
Technology

Jeffrey B. Karman

Irawan Linko

Monalisa

David Formula

Commercial Credit Risk


Management

HC Planning &
Development

Corporate Planning
& Performance
Management

Enterprise Integration
Technology

Andre Sudjono

Putu Wibawa

Adri Triwitjahyo

Filipus Haidiman

Consumer Credit Risk


Management

HC Business Partner

Central Operations
Technology

Mustika Atmanari

Hannar Yogia

Market Risk &


Treasury Control

HC Relationship
Management OPIT &
Network

Operations Services

Ivonne P. Chandra
Metropolitan Secured
Loan Distribution
Piter Tampang
Wealth Management
and Premier Banking
Ka Jit
Liability Product &
E-Channel
Ka Jit

Paulus Agus Tjarman


Faisal Firdaus

Region A
Julizar
Region B
Adi Setiawan
Region C
Cynthia V. The

Secured Loan
Heintje Mogi

Region D
Thomas Purnawarman

Unsecured Loan
Irwan S. Tisnabudi
Consumer Portfolio
Management
Hengky Kurniawan ZR

Region E
Hengky Tanring
Microbanking
Distribution
Indrajit Osing

Unit Usaha Syariah


Koko Tjatur Rachmadi

Iwan Dharmawan
Asset Liability
Risk Management
Budi Gunawan
Operations Risk
Management
Ricko Irwanto
Asset Recovery
Management

MG Puspowati T.
HC Development OPIT
& Network
Lily Johan

Andyani Pusparini
Operations Process
Joyce
Operations
Development
Joyce
Operations
Monitoring

Linda Adam

Iswahyudi Raharjo

Enterprise Policy &


Portfolio Management

Corporate Legal

Caecilia Z. Suzanna

Lili S. Budiana

OCBC NISP Sustainability Report 2012

95

Lembar Tanggapan
atas Laporan Keberlanjutan Bank OCBC NISP 2012
Response Sheet on Bank OCBC NISP Sustainability Report 2012
Laporan Keberlanjutan Bank OCBC NISP 2012

Bank OCBC NISP Sustainability Report 2012

Terima kasih telah membaca Laporan Keberlanjutan Bank OCBC


NISP 2012. Bagi kami penyempurnaan tanpa henti adalah keharusan
untuk dapat memberikan yang terbaik bagi seluruh pemangku
kepentingan. Untuk meningkatkan kinerja keberlanjutan Bank
OCBC NISP secara keseluruhan, kami mengharapkan kritik dan
saran atas Laporan ini.

Thank you for reading Bank OCBC NISP Sustainability Report 2012.
For Bank OCBC NISP, continuous improvement is essential to be
able to give the best to all stakeholders. To improve the overall
sustainability performance of Bank OCBC NISP, we expect criticism
and suggestions on this Report.

Penilaian Anda
Your Comment

No

Area

Area

1.

Informasi yang disajikan dalam Laporan ini telah sesuai


dengan harapan Anda.

2.

Data yang disajikan telah transparan, dapat dipercaya


dan berimbang.

3.

Laporan ini dapat dibaca dengan nyaman, gaya bahasa


yang sesuai serta jelas.

The report can be read comfortably, with appropriate


language style and clear.

4.

Layout, tata warna, tampilan, dan gambar dalam


laporan ini menarik.

Layout, color scheme, appearance and pictures in the


report are attractive.

5.

Informasi yang anda inginkan untuk diperdalam adalah

The information that you would like to be discussed


more deeply is

6.

Saran lain yang anda ingin sampaikan terhadap Laporan


Keberlanjutan kami.

Other suggestions that you would like to convey for the


improvement to our Sustainability Report.

The information presented in the report meets your


expectations.
The data presented is transparent, trustworthy and fair.

Profil Pembaca Readers Profile


Jenis Kelamin
Gender

Umur
Age

Pendidikan terakhir
Highest Education

Pekerjaan
Occupation

Nama Institusi
Name of Institution

Bidang Usaha/Organisasi
Field of Work/Organization

Anda ingin mendapat


Laporan mendatang?
Would you like to receive
future Reports?

Medium yang dipilih


Preferred medium

Kami menghargai tanggapan dan saran yang Anda berikan kepada kami.
We value your comments and suggestions.
Kirimkan lembar ini ke:
Send this page to:
PT Bank OCBC NISP Tbk
Corporate Communication Division
Up. Tina Tjintawati
OCBC NISP Tower
Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 25
Jakarta 12940 - Indonesia
Tel. (62-21) 255 33 888
Fax. (62-21) 579 44 000

96

OCBC NISP Laporan Keberlanjutan 2012

Daftar Isi
Contents

Pendekatan Kami untuk


Keberlanjutan
Our Approach to
Sustainability

1

2

6

8

9

10

11

Pertumbuhan, Tanggung Jawab dan Keberlanjutan


Growth, Responsibility and Sustainability
Mengenai Laporan i ni
About this Report
Sekilas Bank OCBC NISP
Bank OCBC NISP at a Glance
Visi & Misi
Vision & Mission
Budaya Perusahaan
Corporate Culture
Pedoman Perilaku Utama
Main Code of Conduct
Penghargaan
Accolades

Laporan dari Manajemen


Report From Management

12

14

Laporan Presiden Komisaris


Report of The Chairman
Laporan Presiden Direktur & CEO
Report of President Director & CEO

16 Jejak Langkah Keberlanjutan & Jaringan


Milestone of Sustainability & Network

Kinerja Ekonomi
Economic Performance

18 Mencapai Pertumbuhan Bisnis yang Berkelanjutan


Achieving Sustainable Business Growth

Kinerja Lingkungan
Environmental Performance

24 Berbuat Nyata untuk Melestarikan Lingkungan Hidup


Doing Real Things to Preserve the Environment

Kinerja Sosial
Social Performance

32 Membangun Harmoni, Mengajak Masyarakat Sejahtera Bersama


Building Harmony, Calling for Mutual Public Welfare
48 Mengembangkan SDM Berkinerja Kelas Dunia
Developing World Class Human Resources

Tata Kelola Perusahaan &


Manajemen Risiko
Corporate Governance &
Risk Management

65 Tata Kelola dan Komitmen Kami


Corporate Governance and Our Commitment
73 Manajemen Risiko
Risk Management
86 Indeks GRI
GRI Index
93 Profil Bank OCBC NISP
OCBC NISP Profile
94 Struktur Organisasi
Organization Structure

Growth, Responsibilty and Sustainability

Head Office
OCBC NISP Tower
Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 25
Jakarta 12940 - Indonesia
Tel. (62-21) 255 33 888
Fax. (62-21) 579 44 000
www.ocbcnisp.com

PT Bank OCBC NISP Tbk


Laporan Keberlanjutan
Sustainability Report

Growth, Responsibility
and Sustainability

Laporan Keberlanjutan 2012 Sustainability Report